cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Seminar Nasional IPA
ISSN : 29622905     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Proceeding Seminar Nasional IPA berisi artikel yang bertema inovasi pembelajaran IPA, penelitian dibidang IPA dan ilmu lingkungan yang berasal dari kegiatan Seminar Nasional IPA. Kegiatan Seminar Nasional IPA sendiri merupakan kegiatan yang diselengarakan oleh Jurusan IPA Terpadu UNNES dengan kerjasama dengan Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII). Kegiatan ini merupakan sarana komunikasi pertukaran informasi antara peserta seminar dengan narasumber yang kompeten terkait pembelajaran sains dan ilmu lingkungan, meningkatkan jejaring kerjasama dengan Jurusan IPA Terpadu FMIPA UNNES dan memfasilitasi pertukaran informasi ilmiah berkaitan pembelajaran IPA yang aktif, inovatif dan kreatif khususnya dalam menyongsong Pembelajaran Abad 21 dan pengembangan karakter berwawasan lingkungan.
Articles 118 Documents
Search results for , issue "2026" : 118 Documents clear
ANALISIS KOMPARATIF KUALITAS PERTANYAAN MAHASISWA BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Susanti Wulandari; Mia Widianti; Riska Yanawati; Faisal Akbar Rahmansyah
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan pengalaman akademik mahasiswa berpotensi memengaruhi kualitas pertanyaansebagai salah satu indikator Keterampilan Proses Sains. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis perbedaan kualitas pertanyaan antara mahasiswa semester 1 dan semester 5Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam. Penelitian menggunakanpendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. sampel penelitian terdiri atas 58 mahasiswasemester 1 dan 55 mahasiswa semester 5. Data dikumpulkan melalui penugasan pertanyaanselama tiga pertemuan. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal dan ujihomogenitas menunjukkan data bersifat homogen. Oleh karena itu, uji hipotesis menggunakanIndependent Sample t-Test yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antarakualitas pertanyaan mahasiswa semester 1 dan semester 5 dengan taraf signifikansi dimana H0 ditolak dan Ha diterima, dengan kualitas pertanyaan mahasiswa semester 5 lebihtinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman akademik berperan dalampengembangan Keterampilan Proses Sains, khususnya kemampuan mengajukan pertanyaan,sehingga perlu dirancang strategi pembelajaran yang secara sistematis melatihkan keterampilantersebut sejak awal perkuliahan
INQUIRI BERBASIS QUANTUM LEARNING OLAH PH2R (PIKIR, HATI, RASA DAN RAGA) WUJUDKAN LULUSAN KREATIF DALAM BELAJAR KIMIA MAN TEMANGGUNG Sri Yani Widyaningsih
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbaikan pembelajaran dengan mengikuti alur PTK (Penelitian Tindakan Kelas)bertujuan untuk mewujudkan lulusan kreatif dalam belajar kimia, dilakukan melalui pendekatanmendalam menerapkan model inquiry berbasis quantum learning dengan prinsip pembelajaranolah PH2R (Pikir, Hati, Rasa dan Raga) materi Elektrokimia kelas XII IPS 3 MANTemanggung. Dilakukan tahun pelajaran 2024/2025 dua siklus secara kesinambungan, subyek36 siswa. Setiap siklus terdiri dari tiga kegiatan yaitu merencanakan, melaksanakan, danmerefleksi. Tujuan perbaikan pembelajaran ini adalah tindaklanjut hasil analisis terhadapassesmen materi yang telah diberikan, dengan menganalisa kekurangan diharapkan mampumenghasilkan kualitas yang aktual serta pembelajaran yang lebih sempurna di masa mendatang.Terdapat dua jenis data, yaitu: 1). data kualitatif, berupa: hasil observasi setiap sikluspada lembar observasi, hasil wawancara langsung, hasil wawancara tertulis, 2). data kuantitatif,berupa: nilai formatif akhir siklus I, II. Hasil analisis data kuantitatif masing-masing akhir siklusdiperoleh: 1) siklus I: nilai rata-rata 74,97 ketuntasan 58%, sebanyak 21 siswa mencapaiketuntasan, 2). siklus II: nilai rata-rata 79,87 ketuntasan sebesar 94,44%, sebanyak 34 siswamemperoleh ketuntasan. Sedangkan hasil analisis kualitatif penilaian terhadap prinsippembelajaran melalui olah Hati, Rasa dan Raga memberikan predikat baik di siklus I nilai ratarata 81,57, predikat baik siklus II 86,56. Hasil perbaikan pembelajaran yang dilakukan olehpengajar sekaligus peneliti disimpulkan bahwa pendekatan mendalam menerapkan modelinquiry berbasis quantum learning melalui olah PH2R (Pikir, Hati, Rasa dan Raga) memberikanhasil yang signifikan dan memberikan pengalaman untuk motivasi pendidik untuk selalumengevaluasi dan merefleksi hasil pembelajaran dan melakukan perbaikan sepanjang hayat.
Pemanfaatan Canva Berbasis Project Based Learning untuk Meningkatkan Motivasi dan Pemahaman Konsep IPA SMP Aufiya Alkhikni Mufida; Talitha Belva Agustine; Nur Hidayati
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital membuka peluang dalam meningkatkan kualitaspembelajaran, khususnya melalui pemanfaatan media interaktif visual. Namun, pembelajaranIlmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat SMP masih menghadapi permasalahan sepertirendahnya motivasi belajar dan kesulitan siswa dalam memahami konsep-konsep abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan teknologi interaktif visual berbasisCanva yang diintegrasikan dengan model Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkanmotivasi dan pemahaman konsep IPA siswa SMP. Metode yang digunakan adalah studi literaturdengan menganalisis berbagai hasil penelitian relevan terkait penggunaan Canva danpembelajaran berbasis proyek. Hasil kajian menunjukkan bahwa Canva sebagai mediapembelajaran interaktif berbasis visual mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatanaktif, serta memfasilitasi pemahaman konsep abstrak melalui visualisasi yang lebih konkret.Integrasi Canva dengan model PBL juga terbukti memperkuat proses konstruksi pengetahuan,meningkatkan keterampilan berpikir kritis, serta menciptakan pembelajaran yang lebihkontekstual dan bermakna. Penelitian ini juga menghasilkan kerangka konseptual integrasiCanva berbasis Project Based Learning (PjBL) yang menjelaskan hubungan antara media visualinteraktif, motivasi belajar, dan pemahaman konsep IPA siswa. Dengan demikian, pemanfaatanCanva berbasis PBL memiliki potensi sebagai inovasi pembelajaran yang efektif dalammeningkatkan kualitas pembelajaran IPA di tingkat SMP.
PERANCANGAN ULANG KURSI JAHIT ERGONOMIS BERDASARKAN ANTROPOMETRI PADA PENJAHIT Nanda Putra Nofaliza; Fachri Indra M; Siswiyanti
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas menjahit dilakukan dalam posisi duduk dalam waktu yang lama sehingga memerlukanfasilitas kerja yang ergonomis. Permasalahan yang ditemukan adalah kursi jahit yangdigunakan belum sesuai dengan dimensi tubuh pengguna sehingga menimbulkan postur kerjayang kurang nyaman dan berpotensi menyebabkan keluhan fisik. Penelitian ini bertujuanmerancang ulang kursi jahit ergonomis berdasarkan data antropometri pengguna. Metode yangdigunakan adalah pendekatan antropometri dengan mengukur dimensi tubuh pekerja, sepertitinggi popliteal, lebar pinggul, dan panjang bokong-popliteal, kemudian dianalisismenggunakan persentil untuk menentukan ukuran kursi yang sesuai. Kedalaman kursi 400 mm,Lebar sandaran duduk 380 mm, dan Tinggi sandaran Kursi 380 mm, serta tinggi sandaranpunggung 380 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi kursi sebelumnya belummemenuhi prinsip ergonomi karena belum mampu menyesuaikan postur dan dimensi tubuhpekerja, sedangkan kursi hasil rancangan telah disesuaikan dengan data antropometri penggunasehingga dapat memberikan posisi duduk yang lebih nyaman dan ergonomis. Desain kursi yangdiusulkan sudah lebih sesuai dengan pengguna dan diharapkan dapat meningkatkankenyamanan kerja serta mengurangi keluhan fisik saat menjahit.
Hubungan Pengetahuan K3 Dengan Perilaku Keselamatan Siswa Di Laboratorium Ipa Muchammad Syafiul Anam
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan fasilitas esensial dalam pembelajaransains di Sekolah Menengah Pertama (SMP), namun aktivitas di dalamnya menyimpan potensirisiko yang memerlukan penerapan prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) secarakonsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan K3 denganperilaku keselamatan siswa di laboratorium IPA SMP Negeri 23 Semarang. Pendekatan yangdigunakan adalah kuantitatif korelasional dengan teknik total sampling terhadap 36 siswa kelasXI F. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan K3 (20 butir soal) dan angketperilaku keselamatan berbasis skala Likert yang diadaptasi dari Caymaz (2021), kemudiandisebarkan melalui Google Forms. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensialmenggunakan uji korelasi Spearman karena distribusi data tidak normal berdasarkan ujiShapiro-Wilk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikansecara statistik antara pengetahuan K3 dan perilaku keselamatan siswa (r = −0,311; p = 0,065).Arah korelasi negatif yang ditemukan dijelaskan melalui fenomena ceiling effect padainstrumen pengetahuan (SD = 0,378) serta mekanisme psikologis berupa social desirability biasdan Dunning-Kruger effect pada pengisian angket perilaku berbasis laporan diri. Temuan inimengindikasikan bahwa perilaku keselamatan siswa tidak semata-mata ditentukan oleh aspekkognitif, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor pembiasaan, pengawasan guru, budayakeselamatan, dan kualitas lingkungan laboratorium. Oleh karena itu, pendidikan K3 di sekolahperlu diperkuat melalui pendekatan praktik langsung yang terintegrasi, bukan sekadarpembekalan pengetahuan teoritis.
Story-Based Science Ecosystem Comic: Media untuk Mengatasi Rendahnya Literasi Sains melalui Berpikir Kritis Siswa Fadhilatun Nafilah
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi sains menjadi kompetensi penting dalam pembelajaran abad ke-21 karena siswa perlumemahami fenomena ilmiah, menilai informasi, dan mengambil keputusan berdasarkan bukti.Kemampuan literasi sains siswa masih menghadapi kendala pada aspek penerapan konsep,penalaran ilmiah, dan berpikir kritis, sehingga pembelajaran memerlukan media yang lebihkontekstual dan menarik. Artikel ini bertujuan menganalisis potensi Story-Based ScienceEcosystem Comic sebagai media untuk mengatasi rendahnya literasi sains siswa melaluipeningkatan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenispenelitian konseptual melalui studi kepustakaan. Peneliti mengumpulkan data dari jurnal, buku,dan sumber ilmiah lain yang relevan, kemudian peneliti menganalisis data melalui telaah isi,pengelompokan tema, dan sintesis teori. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa media komikberbasis cerita mampu mengintegrasikan konsep sains, narasi kontekstual, dan visual menarikdalam satu pengalaman belajar yang utuh. Media tersebut membantu siswa memahami konsepekosistem, menjelaskan fenomena ilmiah, menganalisis masalah lingkungan, serta menyusunsolusi berbasis bukti. Media tersebut juga meningkatkan motivasi belajar, komunikasi,kolaborasi, dan keterlibatan siswa selama pembelajaran. Artikel ini menyimpulkan bahwamedia komik berbasis cerita berpotensi menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan literasisains dan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam abad ke-21.
Kesadaran Lingkungan Siswa SMP Negeri 2 Bantarsari dalam Kehidupan Sehari-hari Berdasarkan Pendekatan Multidimensi Aulia Kusuma
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kesadaran lingkungan siswa Sekolah Menengah Pertama(SMP) dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan pendekatan multidimensi yang mencakupaspek kognitif, afektif, konatif, dan perilaku. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatifdeskriptif dengan subjek sebanyak 30 siswa SMP Negeri 2 Bantarsari yang dipilih melaluiteknik convenience sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang diadaptasi dariinstrumen pengukuran kesadaran lingkungan yang telah tervalidasi, kemudian disesuaikandengan karakteristik siswa SMP. Pengumpulan data dilakukan secara daring dan dianalisismenggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan seluruh dimensiberada pada kategori sangat tinggi. Dimensi konatif memperoleh nilai rata-rata tertinggi sebesar3,63 yang menunjukkan siswa memiliki niat kuat untuk menjaga lingkungan. Dimensi perilakumemperoleh nilai 3,47 yang menunjukkan siswa telah menerapkan tindakan peduli lingkungandalam keseharian. Dimensi afektif memperoleh nilai 3,44 yang menunjukkan sikap pedulilingkungan yang positif, sedangkan dimensi kognitif memperoleh nilai 3,38 yang menunjukkanpengetahuan lingkungan siswa sudah memadai. Tidak ditemukan kesenjangan yang signifikanantar dimensi sehingga pengetahuan, sikap, niat, dan perilaku siswa berkembang secarakonsisten. Kesadaran lingkungan siswa tidak hanya terbentuk pada aspek pengetahuan, tetapijuga terwujud dalam sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Analisis Perbandingan Keterampilan Manipulatif Laboratorium Siswa Kelas VIII Berdasarkan Self-Assessment di SMP Negeri 1 Leksono Muhammad Rosyid Hafidz
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan keterampilan manipulatiflaboratorium siswa kelas VIII berdasarkan self-assessment di SMP Negeri 1 Leksono.Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Subjekpenelitian terdiri atas 72 siswa, yang berasal dari 3 kelas berbeda. Pengumpulan data dilakukanmenggunakan instrumen self-assessment keterampilan manipulatif laboratorium yangdiadaptasi dari penelitian The Development of a Resource Guide in Assessing Students’Science Manipulative Skills at Secondary Schools. Instrumen terdiri atas 51 pernyataan denganskala Likert empat tingkat. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupanilai rata-rata, minimum, dan maksimum pada setiap kelas. Hasil penelitian menunjukkanbahwa rata-rata keterampilan manipulatif laboratorium siswa kelas B sebesar 163,48, kelas Csebesar 161,61, dan kelas A sebesar 152,81. Nilai maksimum tertinggi mencapai 200,sedangkan nilai minimum terendah sebesar 113. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapatperbedaan rata-rata keterampilan manipulatif laboratorium pada setiap kelas berdasarkan hasilself-assessment. Penggunaan self-assessment dapat membantu memberikan gambaranmengenai keterampilan laboratorium siswa secara lebih praktis dan efisien.
Profil Kesadaran Lingkungan Siswa SMP Negeri 1 Mrebet dalam Konteks Sekolah Adiwiyata Agni Dafani
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis profil kesadaran lingkungansiswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Mrebet dalam konteks pelaksanaan Program Adiwiyata.Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana tingkat kesadaran lingkungan siswa yang meliputiaspek pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam mendukung budaya peduli lingkungan disekolah. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif dengan subjeksebanyak 56 siswa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner digitalberbasis Google Forms dengan skala Likert empat poin, kemudian dianalisis menggunakanstatistik deskriptif untuk memperoleh nilai rata-rata, standar deviasi, dan persentase tingkatkesadaran lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran lingkungansiswa berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase sebesar 92,19%, yang didukungoleh homogenitas jawaban pada beberapa indikator utama seperti kebersihan, pengelolaansampah, dan konservasi energi. Namun demikian, masih ditemukan adanya perbedaan padaaspek tindakan, khususnya dalam kegiatan perawatan tanaman, yang menunjukkan adanyakesenjangan antara pengetahuan dan praktik nyata. Kesimpulan penelitian ini adalah ProgramAdiwiyata berperan efektif dalam membentuk kesadaran lingkungan siswa, terutama padaaspek pengetahuan dan sikap, namun masih diperlukan penguatan pada aspek tindakan agarperilaku peduli lingkungan dapat berkembang secara lebih konsisten dan mandiri. Implikasipenelitian ini menunjukkan bahwa sekolah perlu meningkatkan program pembiasaan danketerlibatan langsung siswa dalam kegiatan peduli lingkungan agar kesadaran lingkungan tidakhanya dipahami secara konseptual, tetapi juga diterapkan secara nyata dalam kehidupan seharihari.
Profil Sikap Siswa SMP Hidayatullah Semarang Dalam Upaya Pelestarian Lingkungan Azzahra Salsabila Faizun
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan lingkungan hidup di sekolah memiliki peran krusial dalam membentuk karakterpeduli lingkungan siswa sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil sikapsiswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Hidayatullah Semarang dalam upaya pelestarianlingkungan serta mengidentifikasi adanya kesenjangan antara pemahaman teoritis dengan aksinyata. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif terhadap35 siswa kelas 7E yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melaluikuesioner digital yang terdiri atas 15 butir instrumen, mencakup praktik daur ulang, transportasiramah lingkungan, konservasi energi, dan konsumsi berkelanjutan. Hasil analisis statistikdeskriptif menunjukkan bahwa tingkat kesadaran lingkungan siswa secara keseluruhan beradapada kategori "Baik" dengan rata-rata skor 48,83. Temuan saintifik mengungkapkan adanyafenomena Value-Action Gap (kesenjangan nilai dan tindakan), di mana dukungan terhadapteknologi hijau sangat tinggi, namun kesadaran cenderung menurun ketika dihadapkan padapengorbanan kenyamanan fisik pribadi, seperti pemilihan ventilasi alami dibandingkanpendingin ruangan. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa internalisasi nilai ekologistelah terbentuk kuat pada ranah kognitif dan afektif siswa, namun implementasinya masihbersifat kondisional. Diperlukan penguatan program habituasi atau pembiasaan aksi nyatadalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk menjembatani celah antarapengetahuan dan tindakan praktis siswa.

Page 6 of 12 | Total Record : 118


Filter by Year

2026 2026