cover
Contact Name
Sumianto
Contact Email
jurnalgreen@gmail.com
Phone
+6285274742619
Journal Mail Official
sumianto@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No. 23, Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indo Green Journal
ISSN : 30252679     EISSN : 30254574     DOI : https://doi.org/10.31004/green
Indo Green Journal is published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. Indo Green Journal is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of scientific and technology (religious sciences, humanities sciences, social science group, natural sciences, formal science, applied sciences). All publications in the Indo Green Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. Indo Green Journal is a national journal with e-ISSN: 3025-4574, and p-ISSN: 3025-2679 is free of charge in the submission process and review process. Indo Green Journal publishes articles periodically four a year, in March, June, September, and December. Indo Green Journal uses Turnitin plagiarism checks, Mendeley for reference management and supported by Crossref (DOI) for identification of scientific paper.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 547 Documents
Model dan Implementasi Supervisi Pendidikan di Sekolah: Kajian Literatur Indah Apriani; Claudia Sentia; Ardiansyah Ardiansyah; Aldo Irawan; Juni Melia Triska Putri; Dimas Saputra Pratama; Samsilayurni Samsilayurni; Nurlena Nurlena
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.720

Abstract

Supervisi pendidikan berperan penting dalam pengembangan profesional guru dan peningkatan mutu pembelajaran. Namun, penelitian terdahulu cenderung membahas klasifikasi model, prosedur pelaksanaan, atau konteks sekolah secara terpisah, sehingga belum tersedia sintesis yang secara langsung menghubungkan karakteristik setiap model dengan kondisi implementasinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis model-model supervisi pendidikan, pola implementasinya di sekolah, serta faktor yang menentukan efektivitasnya. Penelitian menggunakan desain studi kepustakaan dengan menelaah artikel ilmiah nasional dan internasional terbitan 2022-2026 yang dipilih secara purposif berdasarkan relevansi, keterlacakan sumber, dan kesesuaian dengan fokus kajian. Data dianalisis melalui reduksi, pengodean tematik, perbandingan antartemuan, dan sintesis interpretatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa model konvensional, ilmiah, klinis, dan artistik memiliki fungsi yang berbeda dan tidak dapat diterapkan secara seragam. Model ilmiah unggul dalam objektivitas data, sedangkan model klinis, artistik, dan kolegial lebih mendukung refleksi, rasa aman psikologis, dan perubahan praktik mengajar. Efektivitas supervisi dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah, kompetensi supervisor, budaya kolaboratif, ketersediaan waktu dan sumber daya, serta kondisi geografis sekolah. Kebaruan penelitian terletak pada penyusunan kerangka integratif yang memadankan model supervisi dengan jenis masalah, kesiapan guru, dan konteks organisasi sekolah. Secara praktis, temuan ini dapat menjadi dasar bagi kepala sekolah dan pengawas untuk merancang supervisi yang adaptif; secara teoretis, kajian ini menegaskan pergeseran supervisi dari kontrol administratif menuju pembelajaran profesional yang kolaboratif dan berkelanjutan.
Implementasi Sistem Informasi Manajemen Inventori dan Pemantauan Kesehatan Hewan Kurban Berbasis Web pada PD. Mizan Aqiqah Supratiwi Dwi Handayani; Dony Oscar
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.726

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong berbagai sektor usaha untuk menerapkan sistem informasi dalam meningkatkan efektivitas proses bisnis, termasuk pada pengelolaan inventori hewan kurban. PD. Mizan AQIQAH masih melakukan pengelolaan data inventori, perkembangan bobot (fattening), rekam medis, dan transaksi penjualan secara manual sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, keterlambatan pencarian data, serta kurang optimalnya penyampaian informasi kepada calon pembeli. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Inventori dan Pemantauan Kesehatan Hewan Kurban Berbasis Web sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Pengembangan sistem menggunakan metode Agile dengan tahapan Requirements, Design, Develop, Test, Deploy, dan Review. Sistem dibangun menggunakan framework CodeIgniter 3 dan basis data MySQL, sedangkan pengujian dilakukan menggunakan metode Black Box Testing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mengintegrasikan pengelolaan data identitas hewan, perkembangan bobot, rekam medis, transaksi penjualan, serta katalog digital dalam satu aplikasi berbasis web. Seluruh fungsi utama sistem berhasil dijalankan sesuai kebutuhan pengguna berdasarkan hasil pengujian, sehingga sistem dinilai layak diterapkan pada operasional PD. Mizan AQIQAH. Implementasi sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan inventori, mempermudah pemantauan kesehatan hewan, serta meningkatkan kualitas penyampaian informasi kepada masyarakat.
Kajian Bioteknologi pada Proses Pembuatan Roti Manis Melalui Fermentasi Ragi Noviana Deam Fatima; Jumilah Gago; Lusitani Bebhe Jimin
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.728

Abstract

Abstrak dalam Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati karakteristik fisik dan organoleptik roti manis sebagai produk bioteknologi konvensional yang memanfaatkan ragi Saccharomyces cerevisiae. Metode yang digunakan adalah observasi langsung dan studi literatur dengan fokus pengamatan pada penggunaan formula ragi sebanyak 10 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 10 gram ragi menghasilkan kondisi fermentasi yang optimal. Roti manis yang dihasilkan memiliki karakteristik bermutu tinggi, yaitu bertekstur lembut, mengembang, dan berpori halus akibat terperangkapnya gas pada gluten. Dari segi organoleptik, roti memiliki rasa yang enak dan gurih, aroma manis khas roti yang kuat tanpa kontaminasi aroma asam, serta visual warna cokelat kekuningan yang menarik akibat reaksi Maillard dan karamelisasi yang matang sempurna. Kesimpulannya, formulasi ragi 10 gram efektif dalam meningkatkan mutu fisik dan organoleptik roti manis.
Peran Kepemimpinan Lurah dalam Membangun Etos Kerja Aparatur Sipil Negara: Studi di Kantor Lurah Kasupute, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe Sitti Rahmatyah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.729

Abstract

Kepemimpinan pada tingkat kelurahan memegang peranan sangat strategis karena menjadi garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi penentu arah kerja seluruh jajaran aparatur. Sebagai unit pemerintahan paling bawah namun paling dekat dengan masyarakat, kinerja kelurahan sangat menentukan persepsi publik terhadap keberhasilan penyelenggaraan negara secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pelaksanaan peran kepemimpinan Lurah, strategi yang diterapkan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam upaya meningkatkan etos kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Lurah Kasupute, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang memungkinkan peneliti memahami fenomena secara menyeluruh sesuai konteks lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan terpilih, pengamatan langsung terhadap aktivitas sehari hari di lingkungan kantor kelurahan, serta penelaahan dokumen kedinasan. Informan penelitian meliputi Lurah Kasupute, Sekretaris Kelurahan, aparatur pelaksana, dan perwakilan warga pengguna layanan yang ditetapkan dengan teknik purposive sampling. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun Lurah telah menjalankan fungsi keteladanan, pengarahan, motivasi, dan pembinaan, pola kepemimpinan yang diterapkan masih sangat didominasi oleh pendekatan kekeluargaan sehingga penegakan aturan dan penerapan konsekuensi kurang berjalan tegas dan konsisten. Upaya peningkatan etos kerja telah dilakukan melalui pertemuan rutin, pengingat kedisiplinan, serta pembinaan nilai nilai kedinasan, namun belum didukung oleh pedoman kerja tertulis, sistem penghargaan dan sanksi yang terukur, maupun pengembangan kapasitas yang terencana. Faktor yang mendukung pelaksanaan kepemimpinan meliputi hubungan antar pribadi yang harmonis dan kesadaran dasar aparatur akan tugas negara, sedangkan hambatan utama berupa keengganan menerapkan aturan secara tegas, keterbatasan fasilitas kerja, belum tertatanya prosedur baku, serta minimnya pendampingan berkelanjutan dari pemerintah kecamatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya peningkatan etos kerja aparatur memerlukan penyeimbangan antara pendekatan humanis dengan penegakan disiplin dan aturan yang jelas, adil, dan konsisten, didukung sistem manajemen kepegawaian yang terstruktur dari tingkat kelurahan hingga kabupaten.
Students’ Listening Competence Through English Recorded Materials in the English Education Study Program at Lakidende University Iin Wahyudi
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.731

Abstract

Listening is the foundational receptive skill in language acquisition, yet it remains the most challenging competency for English as a Foreign Language (EFL) learners, especially in regional contexts with limited exposure to authentic English environments. This study aims to examine students’ listening competence before and after intervention using English recorded materials, measure the significance of improvement, and analyze students’ perceptions toward this learning media. A convergent parallel mixed‑methods design was employed, combining a quasi‑experimental one‑group pre‑test post‑test approach with descriptive qualitative analysis. The participants were 22 fifth‑semester students selected through purposive sampling from the English Education Study Program at Lakidende University. Data were collected using validated listening tests, questionnaires, and semi‑structured interviews over an 8‑week intervention period. Quantitative data were analyzed via descriptive statistics and paired‑samples t‑test, while qualitative data were processed through thematic analysis. Results showed that: (1) Pre‑intervention listening competence was predominantly Fair with a mean score of 58.7; (2) Post‑intervention mean score increased to 74.2 (Good category), with improvement statistically significant at p < 0.001; (3) Students positively perceived repeatability, adjustable speed, and authentic exposure as key advantages, while unstable internet and limited vocabulary were main challenges. The findings confirm that structured use of English recorded materials effectively enhances listening competence and is suitable for EFL instruction in resource‑limited regional areas.
Tinjauan Kondisi Fisik Atlet Pacu Jalur Samurai Jopang Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi Muhammad Rivan; Merlina Sari
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kondisi fisik atlet Pacu Jalur Samurai Jopang Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kondisi fisik sebagai salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan atlet dalam mencapai prestasi pada olahraga pacu jalur. Berdasarkan hasil observasi, masih ditemukan atlet yang mengalami penurunan performa saat latihan dan pertandingan, seperti menurunnya kekuatan saat mendayung, kurangnya daya tahan dalam mempertahankan irama kayuhan, serta belum optimalnya kemampuan fisik pada beberapa komponen biomotor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Instrumen yang digunakan meliputi tes push up untuk mengukur kekuatan otot lengan, sit up untuk mengukur kekuatan otot perut, sit and reach untuk mengukur kelentukan, serta tes mendayung jalur untuk mengukur kekuatan dan daya tahan mendayung. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 30 orang atlet Pacu Jalur Samurai Jopang dengan menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata, distribusi frekuensi, dan persentase berdasarkan norma penilaian kondisi fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 19 atlet (63,33%) berada pada kategori sedang, 11 atlet (36,67%) berada pada kategori kurang, sedangkan tidak terdapat atlet yang berada pada kategori baik sekali, baik, maupun kurang sekali. Nilai rata-rata kondisi fisik atlet sebesar 14,00, yang berada pada interval 14–17 sehingga termasuk dalam kategori sedang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi fisik atlet Pacu Jalur Samurai Jopang masih perlu ditingkatkan melalui program latihan fisik yang terencana, terukur, spesifik, dan berkelanjutan agar mampu menunjang peningkatan performa dan prestasi atlet pada perlombaan pacu jalur.
Gambaran Kejadian Dismenorea pada Siswi di SMA Santo Yoseph Medan Tahun 2025 Friska Sembiring; Amnita Andayanti Ginting; Sebrina Anastasya Br. Gultom
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.734

Abstract

Dismenore diartikan keluhan nyeri menstruasi yang sering dialami remaja dan dapat mengganggu aktivitas serta konsentrasi belajar. Faktor seperti usia menarche, keteraturan siklus menstruasi, dan indeks massa tubuh (IMT) berperan dalam meningkatkan risiko nyeri haid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian dismenore pada siswi di SMA Santo Yoseph Medan Tahun 2025. Desain penelitian ini deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 172 siswi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar siswi mengalami menarche pada usia normal (10-12 tahun) dan tetap mengalami nyeri menstruasi, sedangkan siswi dengan usia menarche tidak normal (terlalu dini) cenderung mengalami dismenore dengan kategori berat. Berdasarkan siklus menstruasi normal, siswi yang memiliki siklus tidak normal (<21 hari atau >35 hari) lebih banyak didapatkan mengalami dismenore sedang hingga berat dibandingkan siswi dengan siklus menstruasi normal. Berdasarkan IMT, sebagian besar siswi berada pada kategori IMT normal, namun siswi dengan IMT tidak normal lebih sering mengalami dismenore kategori berat. Dapat disimpulkan bahwa kejadian dismenore pada siswi SMA Santo Yoseph Medan masih tinggi dan berkaitan dengan usia menarche, siklus menstruasi, serta IMT. Diharapkan siswi mampu meningkatkan manajemen kesehatan reproduksi melalui pengenalan pola menstruasi, menjaga IMT ideal, serta menerapkan teknik non-farmakologis maupun farmakologis untuk mengurangi nyeri haid.
Efektivitas Penggunaan Media Audio Visual dalam Pembelajaran Al-Qur’an Hadits di MI Amanah Yunita Yunita; Iwan Agus; Isnaini Septimiarti
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media audio visual dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits di MI Amanah. Penggunaan media audio visual diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran melalui penyajian materi yang lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah peserta didik MI Amanah yang mengikuti mata pelajaran Al-Qur'an Hadits. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dokumentasi, dan wawancara untuk memperoleh informasi mengenai pelaksanaan pembelajaran serta respons peserta didik terhadap penggunaan media audio visual. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan mengukur tingkat efektivitas berdasarkan indikator pencapaian tujuan pembelajaran, aktivitas belajar, motivasi belajar, dan hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits berada pada kategori efektif. Media audio visual mampu meningkatkan perhatian dan motivasi belajar peserta didik, mempermudah pemahaman terhadap materi, terutama dalam pembelajaran ayat Al-Qur'an, hadis, tajwid, dan kisah keteladanan Islam, serta meningkatkan partisipasi aktif selama proses pembelajaran. Selain itu, penggunaan media audio visual membantu guru menyampaikan materi secara lebih sistematis, komunikatif, dan kontekstual sehingga proses pembelajaran menjadi lebih bermakna. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa media audio visual merupakan salah satu alternatif media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur'an Hadits di MI Amanah. Oleh karena itu, guru disarankan untuk mengoptimalkan pemanfaatan media audio visual sebagai bagian dari inovasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Peran Strategis Hukum dalam Mewujudkan Keteraturan dan Keadilan Sosial Syafil Warman
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.764

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis hukum dalam mewujudkan keteraturan dan keadilan sosial melalui penguatan norma, institusi, akses terhadap keadilan, serta adaptasi terhadap perubahan sosial dan teknologi. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif dan analisis hukum normatif. Data diperoleh dari artikel jurnal bereputasi, buku akademik, peraturan perundang-undangan, dan laporan penelitian yang relevan pada periode 2021–2026. Literatur ditelusuri melalui basis data Scopus dan Google Scholar, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas hukum tidak hanya ditentukan oleh keberadaan peraturan tertulis, tetapi juga oleh kejelasan norma, konsistensi penegakan, independensi lembaga, akuntabilitas aparat, dan kesetaraan perlakuan di hadapan hukum. Keadilan prosedural terbukti berperan penting dalam meningkatkan legitimasi hukum dan kepatuhan sukarela masyarakat. Selain itu, perluasan akses bantuan hukum, penguatan literasi hukum, pengakuan terhadap pluralisme hukum, dan pemanfaatan teknologi digital menjadi faktor penting dalam mengurangi kesenjangan keadilan. Namun, digitalisasi juga menimbulkan risiko eksklusi, diskriminasi algoritmik, dan ketergantungan penanganan perkara pada viralitas media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hukum harus ditempatkan sebagai instrumen yang tidak hanya menjaga ketertiban formal, tetapi juga menjamin keadilan substantif. Reformasi hukum perlu dilakukan secara terpadu melalui peningkatan kualitas regulasi, profesionalisme aparat, penguatan partisipasi masyarakat, perluasan layanan hukum, serta tata kelola teknologi yang transparan, inklusif, dan berorientasi pada perlindungan hak asasi manusia. Kebaruan kajian terletak pada pengembangan kerangka integratif yang menghubungkan dimensi normatif, institusional, sosial, dan adaptif dalam menilai keberhasilan hukum. Temuan ini memberikan dasar konseptual bagi perumusan kebijakan hukum yang membangun kepercayaan publik dan menjaga kohesi sosial secara berkelanjutan di Indonesia.
Inovasi Pembelajaran Berbasis Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa di Era Pendidikan 4.0 Leny Sopia Latuny; Yance Manoppo
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.766

Abstract

Studi ini bertujuan menganalisis inovasi pembelajaran berdasarkan Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kompetensi siswa di era Pendidikan 4.0. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan riset perpustakaan melalui tinjauan sistematis artikel berindeks Scopus yang diterbitkan antara tahun 2021 dan 2026. Literatur relevan diidentifikasi menggunakan kata kunci yang terkait dengan Kurikulum Merdeka, inovasi pembelajaran, pembelajaran aktif, Pendidikan 4.0, pembelajaran digital, dan kompetensi abad ke-21. Studi yang dipilih dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola utama, hubungan, dan kesenjangan penelitian. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa pembelajaran berpusat pada siswa, pembelajaran berbasis proyek, instruksi terdiferensiasi, integrasi teknologi digital, penilaian autentik, dan kompetensi digital guru adalah komponen utama yang mendukung pengembangan kompetensi. Pembelajaran berbasis proyek muncul sebagai strategi paling konsisten untuk memperkuat berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, pemecahan masalah, literasi digital, dan pembelajaran mandiri. Namun, efektivitas inovasi ini bergantung pada kemampuan pedagogis dan digital guru, kepemimpinan sekolah, infrastruktur teknologi, budaya kolaboratif, serta keselarasan antara tujuan pembelajaran dan praktik penilaian. Teknologi berkontribusi positif ketika memperkuat interaksi, eksplorasi, umpan balik, dan kolaborasi, bukan sekadar menggantikan media pembelajaran konvensional. Studi ini menyimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka dapat berfungsi sebagai kerangka pedagogis yang efektif untuk Pendidikan 4.0 ketika diterapkan melalui inovasi pembelajaran yang sistematis, kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan. Temuan ini mengisyaratkan bahwa sekolah dan pembuat kebijakan harus memprioritaskan pelatihan guru berbasis praktik, komunitas pembelajaran profesional, infrastruktur digital yang adil, dan penilaian kompetensi yang otentik. Studi ini memberikan perspektif integratif yang menghubungkan fleksibilitas kurikulum, pedagogi aktif, pembelajaran digital, dan pengembangan kompetensi siswa dalam konteks pendidikan Indonesia di berbagai tingkat sekolah dan lingkungan belajar di seluruh negeri.