cover
Contact Name
Sumianto
Contact Email
jurnalgreen@gmail.com
Phone
+6285274742619
Journal Mail Official
sumianto@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No. 23, Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indo Green Journal
ISSN : 30252679     EISSN : 30254574     DOI : https://doi.org/10.31004/green
Indo Green Journal is published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. Indo Green Journal is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of scientific and technology (religious sciences, humanities sciences, social science group, natural sciences, formal science, applied sciences). All publications in the Indo Green Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. Indo Green Journal is a national journal with e-ISSN: 3025-4574, and p-ISSN: 3025-2679 is free of charge in the submission process and review process. Indo Green Journal publishes articles periodically four a year, in March, June, September, and December. Indo Green Journal uses Turnitin plagiarism checks, Mendeley for reference management and supported by Crossref (DOI) for identification of scientific paper.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 547 Documents
Meningkatkan Kemampuan Berhitung Melalui Kegiatan Bermain Pohon Angka di TK Islam Harapan Bunda Sukaramai Cahayati Cahayati; Yenda Puspita; Joni Joni
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.695

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berhitung anak di TK Islam Harapan Bunda Sukaramai. Hasil observasi awal menunjukkan sebagian besar anak masih kesulitan mengenal lambang bilangan, mengurutkan angka, serta sering melakukan kekeliruan, misalnya membedakan angka 6 dan 9. Penyebab utama kondisi tersebut antara lain kurangnya variasi metode pembelajaran, rendahnya motivasi anak, dan keterbatasan media yang digunakan guru. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menerapkan kegiatan bermain pohon angka sebagai solusi pembelajaran kreatif yang menyenangkan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 12 anak kelompok B usia 5–6 tahun. Instrumen penelitian berupa lembar observasi aktivitas guru dan anak, serta dokumentasi foto kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berhitung anak pada setiap siklus. Pada pra tindakan, sebagian besar anak berada pada kategori belum berkembang dan mulai berkembang. Setelah tindakan siklus I, capaian meningkat ke kategori mulai berkembang dan berkembang sesuai harapan. Pada siklus II, kemampuan anak semakin meningkat hingga mencapai kategori berkembang sangat baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan bermain pohon angka efektif meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menarik, dan bermakna.
Pendekatan Analisis Kebijakan Pendidikan di Indonesia Amin Ruksin; Mulyadi Mulyadi; Muhammad Amin Fathih
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.745

Abstract

Kebijakan pendidikan merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Analisis kebijakan pendidikan diperlukan untuk memahami efektivitas, efisiensi, dan dampak dari kebijakan yang diterapkan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan analisis kebijakan pendidikan di Indonesia dengan menyoroti aspek perencanaan, implementasi, evaluasi, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan berbagai referensi dari buku, jurnal, dan dokumen kebijakan pendidikan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan analisis kebijakan pendidikan di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, seperti ketimpangan akses pendidikan, kualitas tenaga pendidik, dan keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan partisipatif agar kebijakan pendidikan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Asuhan Keperawatan pada Tn. H dengan Gangguan Sistem Persyarafan pada Penyakit Stroke Non Hemoragik di Ruang Melati Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Diva Monica Wulandari; Delvi Saidah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.746

Abstract

Stroke non hemoragik merupakan jenis stroke yang terjadi akibat penyempitan atau oklusi arteri serebral sehingga menyebabkan penurunan aliran darah ke jaringan otak dan berujung pada nekrosis sel saraf. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa stroke merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kecacatan secara global dengan perkiraan 94 juta kasus di seluruh dunia serta 12 juta kasus baru dengan periode tahun 2021-2025. Jenis penelitian kualitatif dengan desain deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Sampel penelitian ini yaitu 1 orang responden di ruangan melati rumah sakit vita insani pematangsiantar. Penelitian ini berlangsung mulai dari tanggal 01 april sampai 03 april 2025. Masalah keperawatan yang ditemukan pada pasien yaitu gangguan mobilitas fisik, defisit perawatan diri: berpakaian, dan resiko perfusi serebral tidak efektif. Implementasi yang dilakukan pada pasien adalah melakukan dukungan mobilisasi seperti ROM, melakukan perawatan diri seperti berpakaian dan pemantauan intrakranial. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan mobilitas fisik, peningkatan perawatan diri, dan penurunan intrakranial. Asuhan keperawatan yang diberikan selama tiga hari pada pasien stroke non hemoragik menunjukkan hasil yang baik, dengan tiga masalah keperawatan teratasi yaitu gangguan pola tidur, defisit perawatan diri: berpakaian dan resiko perfusi serebral tidak efektif.
Kondisi Emosi Mahasiswa Universitas Indonesia Membangun yang Kecanduan Bermain Game Online Neng Lutfiah Hamidah; Dera Azzahra; Alfitsani Zikra Robbani; Josua Sihombing; Tia Novitasari; Tiara Ramadhani
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.747

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan intensitas penggunaan game online di kalangan mahasiswa. Meskipun game online dapat menjadi sarana hiburan dan pelepas stres, intensitas bermain yang berlebihan berpotensi menimbulkan kecanduan yang berdampak pada kondisi emosional mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi emosi mahasiswa yang mengalami kecanduan game online, mengidentifikasi cara mahasiswa mengelola emosi saat bermain, serta memahami pengalaman emosional yang mereka alami akibat kebiasaan tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu mahasiswa aktif Universitas Indonesia Membangun (INABA) yang memiliki intensitas bermain game online tinggi dan menunjukkan kecenderungan kecanduan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami fluktuasi emosi berupa perasaan senang, puas, dan tertantang ketika memperoleh kemenangan, namun juga mengalami emosi negatif seperti marah, frustrasi, kesal, dan gelisah ketika mengalami kekalahan atau hambatan dalam permainan. Sebagian mahasiswa mampu mengelola emosinya melalui berbagai strategi, seperti menghentikan permainan sementara, mengalihkan perhatian ke aktivitas lain, mengganti jenis permainan, atau bermain bersama teman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa regulasi emosi memiliki peran penting dalam mengurangi dampak negatif kecanduan game online terhadap kehidupan akademik, hubungan sosial, dan kesejahteraan psikologis mahasiswa.
Penggunaan Balok Cuisenaire untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan pada Anak di TK As-Sholihin Salo Rahmi Ramadhani; Yenda Puspita; Melvi Lesmana Alim
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.751

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak usia 4–5 tahun di TK As-Sholihin Salo. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak melalui penerapan media balok Cuisenaire. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 22 anak usia 4–5 tahun di TK As-Sholihin Salo. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan balok Cuisenaire mampu meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak secara signifikan. Persentase anak yang berada pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) pada tahap pra tindakan sebesar 2%, meningkat menjadi 68% pada Siklus I, dan mencapai 93% pada Siklus II. Persentase anak pada kategori Belum Berkembang (BB) yang semula sebesar 52% menurun menjadi 1% pada Siklus I dan tidak ditemukan lagi pada Siklus II. Peningkatan kemampuan tersebut terjadi karena balok Cuisenaire memberikan pengalaman belajar yang konkret, visual, manipulatif, dan menyenangkan sehingga anak lebih mudah memahami konsep bilangan. Penerapan balok Cuisenaire terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak usia 4–5 tahun di TK As-Sholihin Salo.
Pengaruh Metode Problem-Based Learning (PBL) terhadap Fokus Belajar Siswa Kelas XI PM II PM I SMK Cendikia Batujajar Syifa Nurul Fadhila; Sherin Rahayu; Tira Septisya; Lulu Tsania Rohmana; Jennis Jellintinia; Rifqi Farisan Akbar
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.753

Abstract

Fokus belajar merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran karena berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam menerima, memahami, dan mengolah informasi. Namun, rendahnya fokus belajar masih menjadi permasalahan yang banyak ditemukan di sekolah, salah satunya dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan metode Problem-Based Learning (PBL) terhadap fokus belajar siswa kelas XI PM 1 SMK Cendekia Batujajar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain true experimental melalui Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian berjumlah 35 siswa, sedangkan sampel penelitian yang mengikuti seluruh rangkaian eksperimen sebanyak 20 siswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol melalui random assignment. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran menggunakan metode PBL, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode ceramah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket fokus belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya serta lembar observasi sebagai data pendukung. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, Independent Sample t-test, dan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode PBL memberikan rata-rata skor fokus belajar yang lebih tinggi dibandingkan metode ceramah, meskipun berdasarkan hasil uji statistik perbedaan tersebut belum mencapai tingkat signifikansi (p>0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa PBL memiliki potensi meningkatkan keterlibatan dan perhatian siswa selama pembelajaran, namun efektivitasnya masih perlu dikaji lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan durasi intervensi yang lebih panjang. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pendidik dalam memilih model pembelajaran yang mampu meningkatkan fokus belajar siswa.
Analisis Tingkat Kesadaran Penghuni Asrama terhadap Konservasi Air di Rusunawa Putri Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Sri Hardianti; Dessyka Febria; Rizki Rahmawati; Sumianto Sumianto; Berlian Arfian
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.792

Abstract

Konservasi air merupakan salah satu upaya penting dalam mendukung keberlanjutan sumber daya air, terutama di lingkungan hunian dengan tingkat konsumsi air yang tinggi, seperti rumah susun mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadaran penghuni Rusunawa Putri Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai terhadap konservasi air berdasarkan aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 30 penghuni Rusunawa Putri yang seluruhnya dijadikan responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan penghuni berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 4,30, sedangkan sikap dan tingkat kesadaran berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata masing-masing 3,03. Sementara itu, tindakan konservasi air berada pada kategori rendah dengan nilai rata-rata 1,87. Temuan ini mengindikasikan adanya knowledge, attitude, practice gap, yaitu tingginya tingkat pengetahuan belum diikuti oleh perilaku konservasi air yang optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan, penyediaan fasilitas pendukung, serta penguatan program konservasi air yang berkelanjutan di lingkungan Rusunawa.