cover
Contact Name
Sumianto
Contact Email
jurnalgreen@gmail.com
Phone
+6285274742619
Journal Mail Official
sumianto@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No. 23, Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indo Green Journal
ISSN : 30252679     EISSN : 30254574     DOI : https://doi.org/10.31004/green
Indo Green Journal is published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. Indo Green Journal is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of scientific and technology (religious sciences, humanities sciences, social science group, natural sciences, formal science, applied sciences). All publications in the Indo Green Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. Indo Green Journal is a national journal with e-ISSN: 3025-4574, and p-ISSN: 3025-2679 is free of charge in the submission process and review process. Indo Green Journal publishes articles periodically four a year, in March, June, September, and December. Indo Green Journal uses Turnitin plagiarism checks, Mendeley for reference management and supported by Crossref (DOI) for identification of scientific paper.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 663 Documents
Penerapan Cognitive Restructuring dan Deep Breathing untuk Mengurangi Kecemasan Menghadapi Masa Depan pada Wanita Dewasa Awal Eva Yulita; Diah Sofiah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.744

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu permasalahan psikologis yang banyak dialami individu dewasa awal, terutama ketika menghadapi tekanan kehidupan yang berkaitan dengan kondisi keluarga, kesehatan anggota keluarga, dan tuntutan ekonomi. Apabila tidak ditangani secara tepat, kecemasan dapat memengaruhi fungsi kognitif, emosional, maupun perilaku individu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan teknik cognitive restructuring yang dipadukan dengan teknik deep breathing dalam membantu mengurangi kecemasan menghadapi masa depan pada seorang klien wanita dewasa awal. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan satu partisipan yang memperoleh layanan psikologi di Poli Psikologi Rumah Sakit X Surabaya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, Depression Anxiety Stress Scales-21 (DASS-21), Standard Progressive Matrices (SPM), serta tes grafis yang meliputi BAUM, Draw A Person (DAP), House-Tree-Person (HTP). Intervensi dilaksanakan selama lima sesi dengan mengombinasikan teknik deep breathing sebagai strategi regulasi fisiologis dan cognitive restructuring untuk mengidentifikasi serta memodifikasi pikiran otomatis negatif yang mendasari kecemasan menghadapi masa depan. Hasil intervensi menunjukkan adanya perubahan dalam cara klien memaknai masa depan yang dihadapinya. Klien mulai mampu mengenali pikiran otomatis negatif, mengembangkan interpretasi yang lebih realistis terhadap masa depan, mengurangi intensitas overthinking, serta menunjukkan perbaikan dalam kemampuan mengelola emosi dan kualitas tidur. Hasil evaluasi juga menunjukkan kecenderungan penurunan skor kecemasan berdasarkan DASS-21. Secara keseluruhan, penerapan teknik cognitive restructuring yang dipadukan dengan deep breathing berpotensi membantu mengurangi kecemasan menghadapi masa depan, yang ditunjukkan melalui perubahan cara klien memandang masa depan secara lebih realistis, berkurangnya intensitas overthinking, serta meningkatnya kemampuan mengelola emosi.
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pelanggan terhadap Peningkatan Volume Penjualan pada PT Sukses Integritas Prima Jeffry Kesuma; Atika Aini Nasution; Zahara Meutia
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.748

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan terhadap peningkatan volume penjualan pada PT Sukses Integritas Prima, perusahaan jasa outsourcing dan pengadaan barang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif. Populasi berjumlah 217 pelanggan yang melakukan transaksi tunai dan kredit, sedangkan sampel sebanyak 68 responden ditentukan dengan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 10% dan dipilih melalui accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan SPSS versi 29 melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Seluruh butir instrumen valid dan ketiga variabel reliabel. Kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume penjualan (B = 0,628; t = 4,266; p < 0,001), sedangkan kepuasan pelanggan tidak berpengaruh signifikan (B = 0,064; t = 0,380; p = 0,705). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan (F = 14,745; p < 0,001), dengan R² sebesar 0,312 dan adjusted R² sebesar 0,291. Temuan menunjukkan bahwa peningkatan penjualan terutama perlu didorong melalui layanan yang reliabel, responsif, aman, empatik, dan didukung bukti fisik yang profesional, disertai program retensi agar kepuasan lebih efektif dikonversi menjadi pembelian ulang.
Hubungan Frekuensi Aktivitas Seksual terhadap Kejadian Ketuban Pecah Dini di Kamar Bersalin Puskesmas Kotaanyar Briana Elvira Afriliandhani; Kiswati Kiswati; I Gusti Ayu K
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.755

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan komplikasi kehamilan yang meningkatkan risiko infeksi maternal dan neonatal, persalinan prematur, serta morbiditas dan mortalitas perinatal. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan KPD adalah frekuensi aktivitas seksual pada trimester ketiga kehamilan yang dapat meningkatkan rangsangan kontraksi uterus dan tekanan pada serviks. Menganalisis hubungan frekuensi aktivitas seksual pada trimester ketiga dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di Ruang Bersalin Puskesmas Kotaanyar. Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 77 ibu bersalin yang dipilih menggunakan accidental sampling. Variabel independen adalah frekuensi aktivitas seksual (skala ordinal), sedangkan variabel dependen adalah kejadian KPD (skala nominal). Data dikumpulkan melalui wawancara dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Sebanyak 40 responden (51,9%) melakukan aktivitas seksual kategori sering dan 38 responden (49,4%) mengalami KPD. Pada kelompok aktivitas seksual sering, 28 responden (70,0%) mengalami KPD, sedangkan pada kelompok jarang hanya 10 responden (27,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara frekuensi aktivitas seksual pada trimester ketiga dengan kejadian KPD. Frekuensi aktivitas seksual pada trimester ketiga berhubungan signifikan dengan kejadian KPD. Edukasi mengenai aktivitas seksual yang aman selama kehamilan perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan KPD.
Pengaruh Pemberian PMT Pemulihan terhadap Kenaikan Berat Badan Balita Gizi Kurang di Puskesmas Wonorejo Febri Yanti Sya Wulan; I Gusti Ayu K; Jamhariyah Jamhariyah; Eni Subiastutik
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.756

Abstract

Gizi kurang pada balita masih banyak terjadi di masyarakat. Hal ini merupakan masalah kesehatan utama yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut adalah melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi balita melalui pemberian makanan tambahan (PMT) selama 56 hari (8 minggu). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian PMT Pemulihan terhadap kenaikan berat badan balita gizi kurang di Puskesmas Wonorejo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest. Populasi sebanyak 42 balita dan sample 40 balita dengan  tehnik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan lembar monitoring dan dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil: Diperoleh rata-rata berat badan balita sebelum diberi PMT pemulihan adalah 9,80 kg dan sesudah diberi PMT pemulihan menjadi 10,4 kg. Terdapat rata-rata kenaikan berat badan balita sejumlah 0,6 kg. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 yang berarti ada pengaruh pemberian PMT Pemulihan terhadap kenaikan berat badan balita gizi kurang. Kesimpulan: Pemberian PMT Pemulihan dapat menaikan berat badan balita gizi kurang karena mengandung tambahan energi dan zat gizi bagi balita. Program PMT Pemulihan ini perlu dilaksanakan sebagai upaya untuk memperbaiki status gizi pada balita.
Hubungan Usia Ibu Hamil dengan Kejadian Abortus di Puskesmas Kotaanyar Kabupaten Probolinggo Winggar Prawisti; Kiswati Kiswati; Jenie Palupi; Erni Subiastutik
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.757

Abstract

Abortus merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang masih menjadi penyebab tingginya morbiditas ibu. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian abortus adalah usia ibu hamil. Kehamilan pada usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi dibandingkan usia reproduksi sehat (20–35 tahun). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia ibu hamil dengan kejadian abortus di Puskesmas Kotaanyar Kabupaten Probolinggo. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan case-control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kotaanyar tahun 2025. Total sampel adalah 70 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari rekam medik ibu hamil periode Januari-Desember 2025. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 36 ibu hamil usia risiko tinggi (51,4%) mengalami abortus dan 34 ibu hamil usia resiko rendah (48,6%) tidak mengalami abortus . Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu hamil dengan kejadian abortus. Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara usia ibu hamil dengan kejadian abortus di Puskesmas Kotaanyar Kabupaten Probolinggo. Saran: Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi, deteksi dini kehamilan berisiko, serta kualitas pelayanan Antenatal Care (ANC) untuk menurunkan kejadian abortus.
Analisis Pengaruh Penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah terhadap Kinerja Organisasi pada Pemerintah Kota Tangerang Selatan Humaida Ferril Yuliana; I Dewa Ketut Widana; Sri Yanti Yosepha
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) terhadap kinerja organisasi pada Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Penerapan SAKIP diharapkan dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam tata kelola sektor publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data yang dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Data dianalisis menggunakan metode statistik untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara penerapan SAKIP dengan kinerja organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi. Semakin baik penerapan perencanaan, pengukuran kinerja, pelaporan, evaluasi, dan akuntabilitas capaian kinerja, maka semakin meningkat pula kualitas pelayanan publik dan efektivitas organisasi. Oleh karena itu, penguatan implementasi SAKIP sangat penting untuk mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik serta meningkatkan kinerja institusi pemerintah.
Pengaruh Kompetensi, Budaya Organisasi, dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja SDM BKKBN Silvia Andriani
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.760

Abstract

Kinerja sumber daya manusia (SDM) di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sangat penting bagi keberhasilan program pembangunan nasional. Penelitian ini menganalisis pengaruh kompetensi, budaya organisasi, dan motivasi kerja terhadap kinerja SDM BKKBN. Menggunakan metode kuantitatif survei dengan teknik sampling jenuh, data dikumpulkan dari 56 personel BKKBN melalui kuesioner skala Likert. Analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan bantuan SPSS. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan budaya organisasi berpengaruh langsung signifikan terhadap motivasi kerja. Selanjutnya, kompetensi, budaya organisasi, dan motivasi kerja masing-masing berpengaruh langsung signifikan terhadap kinerja SDM. Motivasi kerja juga berperan sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan kompetensi terhadap kinerja, serta budaya organisasi terhadap kinerja. Hasil ini mengonfirmasi bahwa sinergi integratif ketiga faktor tersebut menjadi kunci peningkatan kinerja SDM. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan teori manajemen SDM di sektor publik dan rekomendasi praktis bagi BKKBN untuk merancang program pengembangan komprehensif yang berfokus pada peningkatan kompetensi, penguatan budaya, serta sistem motivasi.
Asuhan Keperawatan Keluarga Ny. H dengan Gangguan Sistem Pencernaan Post OP Appendisitis di Rumah Sakit Tentara 01.07.01 Pematangsiantar Michael Mangiring Aritonang; Delvi Saidah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.761

Abstract

Appendisitis merupakan peradangan pada apendiks yang menjadi salah satu kasus kegawatdaruratan bedah yang paling sering ditemukan. Secara global, appendisitis diperkirakan terjadi pada sekitar 179 juta populasi dunia selama masa hidupnya dan menjadi salah satu penyebab tersering tindakan pembedahan abdomen emergensi. Tindakan appendektomi merupakan terapi utama pada appendisitis, namun pasien pasca operasi berisiko mengalami nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, dan risiko infeksi sehingga memerlukan asuhan keperawatan yang komprehensif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan desain kualitatif dengan desain deskriptif pada pasien post operasi appendisitis yang dirawat di Rumah Sakit Tentara TK IV 01.07.01 Pematangsiantar. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi keperawatan. Berdasarkan hasil pengkajian ditemukan masalah keperawatan berupa nyeri akut, intoleransi aktivitas, dan gangguan integritas kulit. Pasien mengeluhkan nyeri pada luka operasi dengan skala nyeri 8 dari 10 berdasarkan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi keperawatan yang diberikan meliputi manajemen nyeri, dukungan mobilisasi dini, pemantauan tanda-tanda infeksi, perawatan luka operasi, serta edukasi kepada pasien. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama tiga hari, intensitas nyeri menurun menjadi skala 2 dari 10, kemampuan mobilisasi meningkat, dan kondisi luka operasi dalam keadaan bersih, kering, serta tidak ditemukan tanda infeksi.
Asuhan Keperawatan Keluarga pada Anggota Keluarga Tn. S dengan Masalah Gizi Kurang di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Karo Pematangsiantar Vanessa Putri Hutabarat; Delvi Saidah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.765

Abstract

Kurang merupakan gangguan kesehatan akibat asupan zat gizi yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh. Menurut World Health Organization (2025), sekitar 148,1 juta anak di dunia mengalami gizi kurang. Penelitian ini bertujuan memberikan asuhan keperawatan keluarga pada anak dengan masalah gizi kurang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah keluarga Tn. S di wilayah kerja UPTD Puskesmas Karo Pematangsiantar pada 29 April–4 Mei 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Asuhan keperawatan selama 5×24 jam menghasilkan tiga diagnosa keperawatan, yaitu defisit nutrisi, gangguan tumbuh kembang, dan manajemen kesehatan keluarga tidak efektif. Setelah intervensi, porsi makan anak meningkat menjadi ¾–1 porsi, berat badan naik dari 10 kg menjadi 10,2 kg, serta terjadi peningkatan pengetahuan, kemampuan, dan kemandirian keluarga dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dan merawat An. K.
Pengaruh Metode Self Regulated Learning (SLR) terhadap Kemandirian Belajar dalam Memahami Informasi Akademik Secara Mandiri pada Siswa Kelas X-9 SMA Negeri 27 Bandung Gina Sally Aprilianti; Nisan Kartin; Reva Mistiani; Shelvia Dwi Puspitasari; Annisa Salwa Dzakiyya; Rifqi Farisan Akbar
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.769

Abstract

Kemandirian belajar merupakan kemampuan penting bagi siswa dalam mengelola proses belajar, termasuk memahami dan mengelola informasi akademik secara mandiri tanpa ketergantungan berlebihan pada bantuan orang lain. Fenomena pada siswa kelas X-9 SMA Negeri 27 Bandung menunjukkan bahwa sebagian siswa masih bergantung pada guru maupun teman dalam memahami informasi akademik yang telah disampaikan melalui media sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi Self-Regulated Learning (SRL) terhadap kemandirian belajar siswa dalam memahami informasi akademik secara mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain True Experimental, yaitu Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa yang dibagi secara acak menjadi kelompok eksperimen sebanyak 12 siswa dan kelompok kontrol sebanyak 12 siswa. Kelompok eksperimen memperoleh intervensi SRL berdasarkan tiga fase teori Zimmerman, yaitu forethought, performance control, dan self-reflection, sedangkan kelompok kontrol mengikuti kegiatan pembelajaran seperti biasa. Data dikumpulkan menggunakan Skala Kemandirian Belajar dalam Memahami Informasi Akademik Secara Mandiri yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kelompok eksperimen meningkat dari 32,58 pada pretest menjadi 33,25 pada posttest, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 33,33 menjadi 33,83. Hasil uji Independent Samples t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,732 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Nilai effect size Cohen's d sebesar -0,141 menunjukkan bahwa pengaruh intervensi berada pada kategori sangat kecil. Dengan demikian, intervensi Self-Regulated Learning dalam penelitian ini belum terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemandirian belajar siswa dalam memahami informasi akademik secara mandiri. Temuan ini menunjukkan perlunya pengembangan intervensi dengan durasi dan intensitas yang lebih memadai untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa.