cover
Contact Name
Sumianto
Contact Email
jurnalgreen@gmail.com
Phone
+6285274742619
Journal Mail Official
sumianto@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No. 23, Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indo Green Journal
ISSN : 30252679     EISSN : 30254574     DOI : https://doi.org/10.31004/green
Indo Green Journal is published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. Indo Green Journal is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of scientific and technology (religious sciences, humanities sciences, social science group, natural sciences, formal science, applied sciences). All publications in the Indo Green Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. Indo Green Journal is a national journal with e-ISSN: 3025-4574, and p-ISSN: 3025-2679 is free of charge in the submission process and review process. Indo Green Journal publishes articles periodically four a year, in March, June, September, and December. Indo Green Journal uses Turnitin plagiarism checks, Mendeley for reference management and supported by Crossref (DOI) for identification of scientific paper.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 663 Documents
Peran Bank Sampah Sebagai Media Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan Gyska Indah Harya; Rafly Ardana Putra Sofiandi; Rikza Haikal Siraji; Risma Kurnia Rahmanita; Rafish Jadwa Ramadhan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.457

Abstract

Permasalahan sampah di wilayah perkotaan, termasuk di RW 02 Kelurahan Kedung Baruk, masih menjadi tantangan akibat kurangnya kesadaran masyarakat dan ketiadaan sistem pengelolaan berbasis partisipasi. Sampah rumah tangga yang tidak dipilah menyebabkan pencemaran lingkungan dan hilangnya potensi nilai ekonomi. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), program Bank Sampah diterapkan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan pemahaman, partisipasi, dan kemandirian warga dalam mengelola sampah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, sosialisasi, pelatihan pemilahan, dan pendampingan pembentukan struktur Bank Sampah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami pentingnya pemilahan sampah dan aktif menabung sampah anorganik bernilai jual, sehingga memperoleh manfaat ekonomi dan mengembangkan perilaku peduli lingkungan. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kerja sama antarkelompok masyarakat serta melibatkan anak-anak dan remaja dalam aktivitas kreatif terkait daur ulang. Program Bank Sampah terbukti menjadi media pemberdayaan yang efektif untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, produktif, dan berkelanjutan.
Pengaruh Senam Gembira terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun di TK Insan Utama Pekanbaru Selviani Selviani; Nurlita Nurlita; Daviq Chairilsyah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Senam Gembira terhadap kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di TK Insan Utama Pekanbaru. Kemampuan motorik kasar merupakan aspek perkembangan penting yang mendukung kemampuan anak dalam melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi, menjaga keseimbangan, meningkatkan kelincahan, serta mengembangkan keterampilan fisik lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dan One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 13 anak kelompok B yang terdiri atas 10 anak laki-laki dan 3 anak perempuan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap empat indikator kemampuan motorik kasar, yaitu koordinasi gerak tubuh, koordinasi mata-kaki tangan-kepala, kemampuan mengikuti permainan fisik dengan aturan, serta keterampilan menggunakan tangan kanan dan kiri. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar anak sebelum perlakuan berada pada kategori Mulai Berkembang dengan persentase 40,87%, sedangkan setelah perlakuan meningkat menjadi 74,52% pada kategori Berkembang Sesuai Harapan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Senam Gembira memberikan pengaruh sebesar 56,91% terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di TK Insan Utama Pekanbaru.
Analisis Gaya Komunikasi Mertua terhadap Menantu dalam Film Catatan Harian Menantu Sinting Siska Pasaribu; Mareta Puri Rahastine; Anggie Ayu Astria Latuperissa
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.590

Abstract

Hubungan antara mertua dan menantu merupakan salah satu bentuk komunikasi keluarga yang memiliki dinamika kompleks karena melibatkan perbedaan nilai, kebiasaan, dan harapan. Dinamika tersebut direpresentasikan dalam film Catatan Harian Menantu Sinting melalui berbagai bentuk interaksi verbal dan nonverbal. Penelitian ini bertujuan menganalisis gaya komunikasi mertua terhadap menantu dalam film Catatan Harian Menantu Sinting berdasarkan teori gaya komunikasi Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipan terhadap adegan-adegan yang menampilkan interaksi antara tokoh mertua dan menantu, dokumentasi berupa dialog serta unsur komunikasi nonverbal, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh gaya komunikasi Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss ditemukan dalam film, yaitu the controlling style, the structuring style, the dynamic style, the equalitarian style, the relinquishing style, dan the withdrawal style. Gaya komunikasi yang paling dominan adalah the controlling style, yang tampak melalui kecenderungan tokoh mertua mengatur, mengarahkan, dan terlibat dalam berbagai keputusan rumah tangga anak dan menantunya. Temuan ini menunjukkan bahwa representasi komunikasi keluarga dalam film tidak hanya menampilkan konflik interpersonal, tetapi juga memperlihatkan perubahan pola komunikasi menuju hubungan yang lebih terbuka dan suportif. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian komunikasi keluarga dan analisis media film.
Pengaruh Edukasi Melalui Media Video Animasi terhadap Sikap Remaja Putri Tentang Pencegahan Anemia di MTs Sabiellil Muttaqin Bondowoso Alfiyatul Karimah; Jamhariyah Jamhariyah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.659

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami oleh remaja putri. Prevalensi anemia pada remaja cukup tinggi, sehingga menjadi perhatian karena dampaknya terhadap kesehatan. Di MTs Sabiellil Muttaqin Bondowoso, 45% dari 71 remaja di mengalami anemia. Faktor penyebab tingginya angka kejadian anemia adalah rendahnya kesadaran remaja putri tentang pentingnya pencegahan anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui media video animasi anemia terhadap sikap remaja putri tentang pencegahan anemia di MTs Sabiellil Muttaqien Bondowoso. Metode : Desain penelitian menggunakan quasy eksperimen dengan one group pre-test post-test design. Sampel berjumlah 45 responden dengan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur sikap remaja putri. Data dianalisis menggunakan uji Mc Nemar. Hasil: 84,4% remaja putri memiliki sikap negative sebelum diberikan edukasi, 88,9% remaja putri memiliki sikap positif setelah diberikan edukasi. Hasil analisis diperoleh terdapat pengaruh edukasi  melalui media video  animasi terhadap sikap remaja putri secara signifikan dengan nilai p-value (0,000) Kesimpulan : Edukasi dengan video animasi terbukti efektif merubah sikap remaja putri tentang pencegahan anemia, diharapkan remaja putri secara aktif mengikuti pendidikan kesehatan terkait anemia.
Implementasi Gamification dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Sri Lestari; Isnaini Septemiarti; Iwan Agus Supriono
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.660

Abstract

Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Namun, pada praktiknya masih ditemukan siswa yang kurang antusias, mudah merasa bosan, dan memiliki partisipasi belajar yang rendah akibat penggunaan metode pembelajaran yang kurang bervariasi. Salah satu inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah gamification, yaitu pendekatan yang mengintegrasikan elemen-elemen permainan ke dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi gamification dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Madrasah Ibtidaiyah serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, guru kelas III, dan siswa kelas III yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi gamification melalui penggunaan poin, badge, level, tantangan, dan penghargaan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan. Penerapan gamification meningkatkan antusiasme, keaktifan, kepercayaan diri, serta tanggung jawab siswa dalam mengikuti pembelajaran dan menyelesaikan tugas. Faktor pendukung implementasi meliputi kreativitas guru, ketersediaan media pembelajaran, serta dukungan lingkungan sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu pembelajaran dan perbedaan karakteristik siswa. Dengan demikian, gamification dapat menjadi strategi pembelajaran inovatif yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menjiplak Daun-daunan pada Anak Kelompok B Usia 5-6 Tahun di TK Pembina 02 XIII Koto Kampar Zahro Widad Nabila; Yenda Puspita; Amin Yusi Nur sai’da; Moh Fauziddin; Joni Joni
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.665

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan motorik halus anak kelompok B di TK Negeri Pembina 02 XIII Koto Kampar. Terdapat anak yang belum mampu memegang alat tulis dengan benar, mengikuti pola secara tepat, serta mengoordinasikan gerakan mata dan tangan saat melakukan kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan menjiplak daun-daunan pada anak kelompok B usia 5–6 tahun di TK Negeri Pembina 02 XIII Koto Kampar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 12 anak, terdiri atas 7 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase pencapaian perkembangan kemampuan motorik halus anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menjiplak daun-daunan mampu meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Persentase ketuntasan pada Siklus I mencapai 75% dengan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), kemudian meningkat pada Siklus II menjadi 91,67%, sehingga telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan. Peningkatan terlihat pada kemampuan anak dalam memegang alat tulis dengan benar, mengoordinasikan gerakan mata dan tangan, mengikuti pola daun secara tepat, serta menyelesaikan kegiatan dengan lebih mandiri. Dengan demikian, kegiatan menjiplak daun-daunan terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak kelompok B usia 5–6 tahun di TK Negeri Pembina 02 XIII Koto Kampar.
Meningkatkan Kemampuan Interpersonal Melalui Media Bermain Kolaboratif Ceria pada Anak Usia 5-6 Tahun Destari Arinda; Yenda Puspita; Joni Joni
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.666

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan interpersonal anak usia 5–6 tahun di TK Mawar Tanjung Rambutan. Kemampuan interpersonal merupakan kemampuan yang penting dikembangkan pada anak usia dini karena berkaitan dengan kemampuan bekerja sama, berbagi, dan berkomunikasi dengan teman sebaya. Oleh karena itu, diperlukan suatu media pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan kemampuan interpersonal anak, yaitu melalui media bermain Kolaboratif Ceria. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan interpersonal anak usia 5–6 tahun melalui media bermain Kolaboratif Ceria di TK Mawar Tanjung Rambutan. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 11 anak yang terdiri atas 4 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan interpersonal anak setelah mengikuti kegiatan bermain Kolaboratif Ceria dari pratindakan hingga Siklus II. Pada tahap pratindakan, sebagian besar anak masih berada pada kategori Belum Berkembang (BB) sebanyak 7 anak (63,6%) dan kategori Mulai Berkembang (MB) sebanyak 4 anak (36,4%). Setelah dilakukan tindakan pada Siklus I, kemampuan interpersonal anak mulai meningkat dengan 3 anak (27,3%) berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 2 anak (18,2%) berada pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Pada Siklus II, seluruh anak telah mencapai kategori BSH dan BSB, yaitu 4 anak (36,4%) berada pada kategori BSH dan 7 anak (63,6%) berada pada kategori BSB. Hasil tersebut menunjukkan bahwa indikator keberhasilan penelitian telah tercapai. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa media bermain Kolaboratif Ceria efektif dalam meningkatkan kemampuan interpersonal anak usia 5–6 tahun di TK Mawar Tanjung Rambutan.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Mewarnai dengan Bahan Alam di TK Negeri Pembina 01 Kampar Irma Yuliani; Moh Fauziddin; Yenda Puspita; Musnar Indra Daulay; Melvi Lesmana Alim
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.677

Abstract

Kemampuan motorik halus anak kelompok B3 di TK Negeri Pembina 01 Kampar masih rendah, ditandai dengan kesulitan anak dalam mengontrol gerakan tangan dan tekanan saat mewarnai, mewarnai sesuai batas gambar, serta menyelesaikan kegiatan mewarnai hingga selesai. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan mewarnai dengan bahan alam. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 17 anak yang terdiri dari 9 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada kondisi awal, anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 17,65% dan belum terdapat anak yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Setelah tindakan diberikan, pada Siklus II Pertemuan II persentase anak yang mencapai kategori BSH meningkat menjadi 47,06% dan kategori BSB menjadi 43,14%. Secara keseluruhan, persentase anak yang mencapai kategori BSH dan BSB mencapai 90,20%, sehingga indikator keberhasilan penelitian telah tercapai. Dengan demikian, kegiatan mewarnai dengan bahan alam efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B3 di TK Negeri Pembina 01 Kampar.
Profil Penerimaan Diri Siswa MAN Ciamis Dila Rihadatul Aisy S; Agung Nugraha; Anandha Putri Rahimsyah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.681

Abstract

Penerimaan diri merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan psikososial remaja yang memengaruhi kesejahteraan psikologis siswa, khususnya di lingkungan pendidikan madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran penerimaan diri siswa kelas XI di MAN Ciamis serta mengetahui perbedaan tingkat penerimaan diri antara siswa MAN 1 Ciamis, MAN 2 Ciamis, dan MAN 3 Ciamis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 288 siswa kelas XI sebagai sampel, yang datanya dikumpulkan melalui instrumen penerimaan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum penerimaan diri siswa berada pada kategori tinggi, dengan MAN 2 Ciamis menunjukkan persentase tertinggi, namun tidak terdapat perbedaan signifikan antara ketiga madrasah. Dapat disimpulkan bahwa siswa MAN Ciamis telah mampu menerima kelebihan dan kekurangan dirinya secara positif. Penelitian ini berkontribusi dalam merumuskan layanan dasar bimbingan dan konseling berbasis kebutuhan siswa untuk mengoptimalkan penerimaan diri secara berkelanjutan.
Analisis Kompetensi Adaptif Guru Ditinjau dari Supervisi Akademik dan Motivasi Kerja Febri Suzanni; Adolf Bastian; M. Firdaus
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.705

Abstract

Perubahan kurikulum, perkembangan teknologi pembelajaran, dan keragaman kebutuhan peserta didik menuntut guru mampu menyesuaikan strategi, pengetahuan, dan perilaku profesionalnya secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kompetensi adaptif guru ditinjau dari supervisi akademik dan motivasi kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional potong lintang. Seluruh 230 guru pada enam SMP Negeri di Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, dijadikan responden melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang mengukur supervisi akademik, motivasi kerja, dan kompetensi adaptif guru, kemudian dianalisis melalui statistik deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa kompetensi adaptif guru berada pada kategori baik dengan rata-rata 4,1137. Supervisi akademik berhubungan positif dan signifikan dengan kompetensi adaptif (B = 0,235; β = 0,251; t = 2,866; p = 0,005), demikian pula motivasi kerja (B = 0,180; β = 0,204; t = 2,327; p = 0,021). Secara simultan, kedua variabel berhubungan signifikan dengan kompetensi adaptif (F = 24,863; p < 0,001) dan menjelaskan 18,0% variasinya. Temuan menegaskan perlunya supervisi yang dialogis dan berkelanjutan, disertai penguatan motivasi intrinsik guru. Karena deviasi dari linearitas juga signifikan pada output yang tersedia, hasil regresi ditafsirkan sebagai kecenderungan asosiasi dan bukan bukti kausalitas.