cover
Contact Name
Ratno Susanto
Contact Email
apuro9494@gmail.com
Phone
+628589095762
Journal Mail Official
apuro9494@gmail.com
Editorial Address
http://ejournal.warunayama.org/index.php/argopuro/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Published by CV. SW Anugerah
ISSN : 29886309     EISSN : 29886309     DOI : -
Core Subject : Education,
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah dan di terbitkan 6 kali dalam setahun yaitu Januari, Maret, Mei, Juli, September, November. Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa sebagai sebuah jurnal ilmiah diharapkan dapat menunjukkan kepada masyarakat luas akan kekayaan khazanah keilmuan melingkupi berbagai dimensi kehidupan. Ruang lingkup dan fokus terkait dengan penelitian dengan pendekatan Multidisipliner, yang meliputi: Ilmu Bahasa Indonesia dan Pengajarannya, Ilmu Bahasa Inggris dan Pengajarannya, Ilmu Bahasa Arab dan Pengajarannya, dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 453 Documents
BAHASA ARAB DI ERA DIGITAL : PELUANG DAN TANTANGAN: • تحول اللغة العربية في العصر الرقمي • تحديات اللغة العربية في العصر الرقمي • فرصة اللغة العربية في العصر الرقمي Ahsani Madina; Irawan, Mujiba Sakila
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i4.8807

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membuka peluang baru bagi bahasa Arab untuk berkembang dan menjangkau audiens global. Akibat dari digital yang kurang mendukung menyebabkan tantangan baru yg perlu di hadapi oleh digitalisasi bahasa arab. Tantangan tersebut bisa diatasi dengan Upaya kerja sama. Pada penelitian ini penulis bertujuan mendeskripsikan tantangan serta upaya yang untuk mendapatkan solusi yang tepat dalam memecahkan tantangan dan peluang bahasa arab pada era digital. Hasil temuan pada artikel ini adalah media teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan bahasa arab pada era digital serta bermanfaat dalam pembelajaran. Metode yang tepat untuk mengumpulkan data, penulis menggunakan metode kualitatif dengan memanfaatkan berbagai tinjauan pusaka, artikel, buku-buku dan mengumpulkan data-data yang tepat untuk artikel ini. Hasil dari penelitian ini adalah upaya memanfaatkan berbagai peluang digitalisasi bahasa arab dan menemukan solusi terhdap tantangan pada era digital. Kata kunci: Bahasa Arab,Digital,Tantangan,Peluang digital
Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar dalam Penyuluhan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Sakinah, Puspa; Maharani, Karina Inggrid; Abni, Septia Rizqi Nur; Azola, Khalisa Zahrani; Rabbani, Zikry Abrar; Rivano, Laurentius
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 3 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i3.8833

Abstract

Penyuluhan tentang pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan sangat bergantung pada penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyebarkan seberapa efektif penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan standar dalam memberikan informasi tentang pelestarian lingkungan hidup kepada masyarakat. Bahasa Indonesia, sebagai bahasa nasional, membantu menjembatani perbedaan bahasa dan budaya, menghasilkan komunikasi yang lebih inklusif. Bahasa yang baku dapat mencegah salah pengertian, meningkatkan pemahaman masyarakat, dan mendorong partisipasi aktif dalam pelestarian lingkungan. Untuk melakukan penelitian ini, literatur sebelumnya mencantumkan mengenai fungsi bahasa Indonesia dalam pendidikan dan pengelolaan lingkungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat dapat lebih memahami isi penyuluhan dengan menggunakan bahasa yang baku dan jelas. Ini akan mendukung pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan.
VISUALISASI ALEGORI POLITIK DALAM NOVEL ANIMAL FARM KARYA GEORGE ORWEL Cucu Nurhayati; Ari Ruben N; Muhammad Abi Asyakir; Tsalisa Azkiya Ismail; Nurholis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i4.8849

Abstract

Abstract In George Orwell's novel Animal Farm, the animals are used as symbols of historical figures to illustrate the dynamics of power and the transformation of idealism into tyranny. Orwell explores themes of rebellion against tyranny, betrayal of the principles of equality, and the manipulation of power through characters such as Napoleon and Snowball. The novel portrays events that reflect the Russian Revolution, with symbols such as the farm representing society. Orwell demonstrates how decision-making, manipulation, and changes in roles influence the transition from hopes for equality to oppressive power. Animal Farm not only critiques the mechanisms of power in politics but also offers insights into the inherent risks of corruption in governance systems. With its strong allegorical elements, the novel provides a universal lesson on the dynamics of power and the betrayal of revolutionary ideals Keywords: Political Allegory, Character Visualization, Main Themes, Symbols Abstrak Dalam novel Animal Farm karya George Orwell, hewan-hewan dijadikan simbol tokoh-tokoh sejarah untuk mengilustrasikan dinamika kekuasaan dan transformasi idealisme menjadi tirani. Orwell mengeksplorasi tema pemberontakan terhadap tirani, pengkhianatan terhadap prinsip kesetaraan, serta manipulasi kekuasaan melalui karakter seperti Napoleon dan Snowball. Novel ini menggambarkan peristiwa yang mencerminkan Revolusi Rusia, dengan simbol-simbol seperti peternakan yang mewakili masyarakat. Orwell menunjukkan bagaimana pengambilan keputusan, manipulasi, dan perubahan peran memengaruhi transisi dari harapan akan kesetaraan menuju kekuasaan yang represif. Animal Farm tidak hanya mengkritik mekanisme kekuasaan dalam politik tetapi juga menawarkan wawasan tentang risiko korupsi yang melekat dalam sistem pemerintahan. Dengan elemen alegoris yang kuat, novel ini memberikan pelajaran universal tentang dinamika kekuasaan dan pengkhianatan terhadap cita-cita revolusi. Kata Kunci: Alegori Politik, Visualisasi Karakter,Tema utama,simbol
Bahasa Indonesia dalam Diplomasi dan Penguatan Hubungan Antarnegara Hakim, Ratu Aisyah Rahmadina; Damayanti, Wanda Yulia; Rodhiyah, Chalisto Siti; Pratama, Rhegan Wira; Firmansyah, Ryan Raya; Abni, S.Pd., M.Pd, Septia Rizqi Nur
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i4.8881

Abstract

Bahasa Indonesia diakui sebagai bahasa resmi dalam berbagai forum internasional yang memungkinkan diplomat dari berbagai negara berkomunikasi secara langsung tanpa tergantung pada penerjemah. Penggunaan Bahasa Indonesia dalam diplomasi mencerminkan keberagaman budaya dan kekayaan linguistik Indonesia, memperkuat citra positif negara di mata internasional. Penggunaan bahasa Indonesia sebagai bagian dari diplomasi lintas budaya tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai medium untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya, sejarah, dan identitas bangsa. Program seperti pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing dan peluncuran berbagai platform digital berbahasa Indonesia semakin memperluas jangkauan pengaruh bahasa ini di tingkat global. Penguatan bahasa Indonesia dalam berbagai kerja sama pendidikan, ekonomi, dan sosial juga menunjukkan bahwa bahasa dapat menjadi elemen strategis dalam membangun kepercayaan dan mempererat hubungan antarnegara. Dengan memanfaatkan potensi bahasa Indonesia secara optimal, Indonesia dapat memperkuat perannya dalam percaturan global, tidak hanya sebagai pemain ekonomi, tetapi juga sebagai pemimpin dalam promosi harmoni lintas budaya. Artikel ini menekankan pentingnya dukungan kebijakan yang berkelanjutan untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai simbol persatuan dan alat diplomasi yang efektif di panggung internasional.
EKSOTISME DAN IDENTITAS ISLAM DALAM SASTRA KONTEMPORER INDIA DAN PAKISTAN Risma Fadilla; Silva Saputri; Nurholis Nurholis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i4.8884

Abstract

Abstract Exoticism is an important concept in literature, especially in works that depict cultures foreign to their readers. This article explores exoticism in three literary works set in India and Pakistan: The Holy Woman and Typhoon by Qaisra Shahraz, as well as Taj Mahal by John Shors and Taj by Timeri N. Murari. Through a comparative approach, this article analyzes how exoticism functions not only as an aesthetic appeal, but also as a tool to critique social norms. Qaisra Shahraz utilizes exoticism to highlight the injustice of patriarchy in Pakistan, while John Shors and Timeri N. Murari use the historical and architectural exoticism of the Taj Mahal to present a romantic and intriguing narrative. The results of this study show that exoticism in literature can enrich the understanding of other cultures, as well as being an effective medium for social criticism. Keywords: exoticism, literature, India, Pakistan, patriarchy, Taj Mahal. Abstrak Eksotisme adalah konsep penting dalam sastra, terutama dalam karya yang menggambarkan budaya asing bagi pembacanya. Artikel ini mengeksplorasi eksotisme dalam tiga karya sastra yang berlatar India dan Pakistan: The Holy Woman dan Typhoon oleh Qaisra Shahraz, serta Taj Mahal oleh John Shors dan Taj oleh Timeri N. Murari. Melalui pendekatan komparatif, artikel ini menganalisis bagaimana eksotisme tidak hanya berfungsi sebagai daya tarik estetis, tetapi juga sebagai alat untuk mengkritik norma sosial. Qaisra Shahraz memanfaatkan eksotisme untuk menyoroti ketidakadilan patriarki di Pakistan, sementara John Shors dan Timeri N. Murari menggunakan eksotisme sejarah dan arsitektur Taj Mahal untuk menyajikan narasi romantis dan penuh intrik. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa eksotisme dalam karya sastra dapat memperkaya pemahaman tentang budaya lain, sekaligus menjadi media kritik sosial yang efektif. Kata kunci: eksotisme, sastra, India, Pakistan, patriarki, Taj Mahal.
ANALISIS PENGGUNAAN ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM INTERAKSI ANTAR MAHASISWA DI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL "VETERAN" JAWA TIMUR Ramadhani, Essa Ananda; Febriana, Laili Inez; Febryan, Rafandika Dwi; Anggraini, Septiani Dwi; Afkar, Taswirul
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i4.8885

Abstract

Penggunaan bahasa yang bervariasi dalam berinteraksi membuat komunikasi semakin kaya dan inklusif. Salah satu variasi tersebut yaitu alih kode dan campur kode yang menjadi ragam bahasa menarik karena menggunakan lebih dari satu bahasa saat berinteraksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa sering mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur menggunakan alih kode dan campur kode dalam berinteraksi sehari-hari, terutama saat berada di lingkungan kampus. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deksriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan pengisian angket atau kuesioner oleh responden mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur. Berdasarkan hasil penelitian, mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur sering menggunakan alih kode dan campur kode dalam berinteraksi. Pengaruh lingkungan sekitar menjadi salah satu faktor penggunaan alih kode dan campur kode digunakan dalam berinteraksi.
PATRIARCHY AND POWERLESS: THE HIERARCHY IN THE CRYING OF LOT 49 Dinie, Nida Najah; Fauziyyah, Nurkhalistiani; Anugrah, Zidni Dinia; Nurholis, Nurholis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i4.8886

Abstract

The Crying of Lot 49 is one of Thomas Pynchon’s novel that offers a detailed analysis of power, conspiracy, and hierarchy within contemporary society, investigating how concealed systems influence individual lives. The story follows Oedipa Maas, who uncovers a realm filled with secret symbols and clandestine networks, particularly the Trystero postal system, which challenges established views on societal control. The narrative emphasizes hierarchical themes related to gender, class, and authority, linking them to the societal transformations following World War II and the manipulation of power dynamics. Pynchon critiques conventional gender roles through Oedipa's portrayal as a passive housewife and examines patriarchy in her interactions with male figures of authority. Symbols like the "Tupperware party" illustrate gender disparities, while affluent characters such as Pierce Inverarity critique capitalist hierarchies. The Trystero network embodies resistance from the lower classes, and the novel further explores social stratification and alienation among marginalized communities. Ultimately, This novel presents the world of power, conspiracy, and personal struggles in a non-linear or fragmented and ambiguous world.
BENTUK DAN STRUKTUR NOVEL 1984 KARYA ORWELL, G. Dhivia Purnama Arsiladeva; Syahla Fatia Zahra; Nurholis Nurholis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i4.8887

Abstract

Abstract This research explains the forms and structures in the novel 1984 by George Orwell. The novel presents a dystopian tale set against the backdrop of a totalitarian regime, where the Communist Party, led by Big Brother, exercises strict control over every aspect of society. The story centers on Winston Smith, a low-ranking Party member who works at the Ministry of Truth, where he is tasked with altering historical records to support the Party's narrative. Feeling oppressed by pervasive surveillance and relentless propaganda, Winston secretly rebels by seeking truth and individual freedom. In his quest, he forms a forbidden relationship with Julia, a fellow Party member, and together they savor moments of intimacy and resistance. However, their rebellion is ultimately crushed by the Party's machinery of control. Winston is captured, tortured, and reprogrammed to fully align with the Party's ideology. The novel explores themes of power, identity, and the malleability of truth while highlighting the dangers of surveillance, language manipulation, and the loss of personal autonomy. Through its grim portrayal of a world devoid of individuality and freedom, 1984 serves as a profound warning against totalitarianism and the consequences of unchecked power. Keywords: form, structure, 1984, George Orwell, dystopia, totalitarianism, Big Brother, strict control, Winston Smith, Ministry of Truth. Abstract Penelitian ini berisi tentang penjelasan bentuk dan struktur dalam novel 1984 karya George Orwell. Novel ini berisi tentang sebuah kisah distopia yang berlatar belakang rezim totaliter, dimana Partai Komunis yang dipimpin oleh Big Brother melakukan kontrol ketat terhadap setiap aspek kehidupan masyarakat. Cerita ini berfokus pada Winston Smith, seorang anggota Partai dengan pangkat rendah yang bekerja di Kementerian Kebenaran, di mana dia bertugas mengubah catatan sejarah untuk mendukung narasi Partai. Merasa tertekan oleh pengawasan yang mengikat dan propaganda yang tiada henti, Winston secara diam-diam memberontak dengan mencari kebenaran dan kebebasan individu. Dalam upayanya, dia menjalin hubungan terlarang dengan Julia, sesama anggota Partai, dan mereka menikmati momen-momen keintiman dan perlawanan. Namun, pemberontakan mereka pada akhirnya dihancurkan oleh mesin kontrol Partai. Winston ditangkap, disiksa, dan diprogram ulang agar sepenuhnya sesuai dengan ideologi Partai. Novel ini menyelidiki tema kekuasaan, identitas, dan fleksibilitas kebenaran, serta menyoroti bahaya pengawasan, manipulasi bahasa, dan hilangnya otonomi pribadi. Melalui gambaran suram tentang dunia yang kehilangan individualitas dan kebebasan, 1984 menjadi peringatan yang mendalam terhadap totalitarianisme dan konsekuensi dari kekuasaan yang tidak terkendali. Keywords: bentuk, struktur, 1984, George Orwell, distopia, totalitarianisme, Big Brother, kontrol ketat, Winston Smith, kementerian kebenaran.
IRONI DALAM NOVEL ANIMAL FARM KARYA GEORGE ORWELL Ainan Salsabila; Gibran Hidayaturahman; Laila Qadera Fitria; Salwa Rismilillah Akmalia; Nurholis Nurholis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i4.8916

Abstract

Abstract This study discusses the use of irony in George Orwell's novel Animal Farm as a tool for social and political criticism of totalitarianism. In this work, irony appears in various forms, including verbal, situational, and dramatic irony, reflecting the betrayal of revolutionary ideals and the corruption of power. Orwell uses irony to expose the injustice and manipulation carried out by the ruling elite, while also demonstrating how the equality promised at the start of the revolution turns into even harsher oppression. Through in-depth analysis, this study highlights the function of irony as a means of delivering criticism of authoritarian political systems. The findings show that irony in Animal Farm not only creates layers of complex meaning, but also serves as a mirror of the social and political realities of society. Thus, this study affirms the relevance of irony as an effective literary tool in critiquing oppressive forms of power and showing their impact on the social order. Additionally, the irony in Animal Farm helps readers understand how propaganda is used to strengthen absolute power. Keywords: Irony, Social Criticism, Totalitarianism, Animal Farm, George Orwell Abstrak Penelitian ini membahas penggunaan ironi dalam novel Animal Farm karya George Orwell sebagai alat kritik sosial dan politik terhadap totalitarianisme. Dalam karya ini, ironi muncul dalam berbagai bentuk, termasuk ironi verbal, situasional, dan dramatis, yang mencerminkan pengkhianatan terhadap cita-cita revolusioner dan korupsi kekuasaan. Orwell memanfaatkan ironi untuk mengungkap ketidakadilan dan manipulasi yang dilakukan oleh elit penguasa, sekaligus menunjukkan bagaimana kesetaraan yang dijanjikan di awal revolusi berubah menjadi penindasan yang lebih kejam.​ ​​​​Melalui analisis mendalam, penelitian ini menyoroti fungsi ironi sebagai sarana menyampaikan kritik terhadap sistem politik otoriter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ironi dalam Animal Farm tidak hanya menciptakan lapisan makna yang kompleks, tetapi juga berfungsi sebagai cermin bagi realitas sosial dan politik di masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan relevansi ironi sebagai alat sastra yang efektif dalam mengkritisi bentuk-bentuk kekuasaan yang menindas dan menunjukkan dampaknya terhadap tatanan sosial. Selain itu, ironi dalam Animal Farm juga membantu pembaca memahami bagaimana propaganda digunakan untuk memperkuat kekuasaan absolut. Kata Kunci: Ironi, Kritik Sosial, Totalitarianisme Animal Farm, George Orwell
ISU GENDER DAN SEKSUALITAS DALAM 3 KARYA NOVEL: BAYANG-BAYANG HITAM, MINARET, PEREMPUAN DI TITIK NOL Raga Riswanda; Rhaka Alfian. N; Sinsin Sintya; Ramadha Abuzar Pratama; Rinda Revanita; Nurholis Nurholis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i4.8924

Abstract

Abstract Gender and sexuality are evolving societal themes, often sparking debates in politics, culture, and health. Gender, shaped by social and cultural norms, differs from biological sex, which categorizes individuals as male or female at birth (Ashaf, 2009). This research explores gender and sexuality through three novels: Bayang-Bayang Hitam by Najib Kaylani, Perempuan di Titik Nol by Nawal El-Saadawi, and Minaret by Layla Abou Layla. Using a qualitative approach, it compares how these works address these issues and their societal impact. By analyzing these themes from diverse perspectives, the study aims to promote equality, raise awareness, and advocate for fair treatment for all, regardless of gender or sexual orientation. Keywords: Literary Works, Novel, Feminism, Gender and Sexuality Abstrak Gender dan seksualitas adalah tema yang terus berkembang dalam masyarakat, sering memicu perdebatan di bidang politik, budaya, dan kesehatan. Gender, yang dibentuk oleh norma sosial dan budaya, berbeda dari jenis kelamin biologis yang mengkategorikan individu sebagai laki-laki atau perempuan sejak lahir (Ashaf, 2009). Penelitian ini membahas gender dan seksualitas melalui tiga novel: Bayang-Bayang Hitam karya Najib Kaylani, Perempuan di Titik Nol karya Nawal El-Saadawi, dan Minaret karya Layla Abou Layla. Dengan pendekatan kualitatif, artikel ini membandingkan bagaimana isu-isu tersebut diangkat dalam karya-karya tersebut dan dampaknya terhadap masyarakat. Melalui analisis dari berbagai perspektif, studi ini bertujuan mendorong kesetaraan, meningkatkan kesadaran, dan memperjuangkan perlakuan yang adil bagi semua individu tanpa memandang gender atau orientasi seksual. Kata Kunci: Karya Sastra, Novel, Feminisme, Gender dan Seksualitas

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 3 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 8 No. 2 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 8 No. 1 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 6 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 5 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 4 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 3 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 2 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 1 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 6 No. 6 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 6 No. 5 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 6 No. 4 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 6 No. 3 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 6 No. 2 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 6 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 6 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 5 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 3 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 2 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 6 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 5 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 3 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 2 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 6 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 5 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 3 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 2 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 6 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 5 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 2 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 6 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 5 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 4 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 3 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 2 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 1 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 3 (2004): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa More Issue