cover
Contact Name
Benni Setiawan
Contact Email
bennisetiawan@uny.ac.id
Phone
+6281578968008
Journal Mail Official
ilkom@uny.ac.id
Editorial Address
Department Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dań Ilmu Politik Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Depok Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : ""     EISSN : 2988344X     DOI : https://doi.org/10.21831/
Core Subject : Education,
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is academic journal, free of charge. Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is an interdisciplinary journal that welcomes contributions coming from and speaking to the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is Communication Studies.
Articles 307 Documents
POLITICAL COMMUNICATION STRATEGIES IN EUROPEAN-LEVEL NEGOTIATIONS: DISCOURSE AND FRAMING IN BART DE WEVER’S ROLE IN THE EUROCLEAR SETTLEMENT Alan Munandar; Nanda Putri Adila; Novianah Dwi Pratiwi
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i2.27365

Abstract

The European Union’s December 2025 discussions on how to access frozen Russian Central Bank assets held at Euroclear was a modal point in the EU’s assessment of how to pay for Ukraine. This study analyzes the way in which Belgian Prime Minister Bart De Wever was able to utilize strategic political communication to effectively bury the European Commission’s proposed ‘reparations loan’ and nudge consensus towards a €90 billion joint debt financing compromise. Basing on a qualitative analysis of De Wever’s public discourses, media coverage and leaked negotiation papers, the study identifies three main communication mechanisms: legal-financial framing which presented Belgium as defender of International law and financial stability; coalition-building that grouped small and medium size member states (Italy, Bulgaria, Czech Republic, Malta) around shared risk concerns; rhetorical entrenchment by use of historical allusions and metaphorical language to create psychological barriers to compromise. The findings suggest that good political communication can be a resource of real power in multilevel governance contexts, and that smaller and medium-sized states can have a disproportionate influence on crucial European policy outcomes. This is an example in action of the operation of productive power within consensus oriented institutional spaces where legal certainty and rule-of-law principles offer strategic communication opportunities. Challenging conventional IRT, the study shows that material policy effects may only result from discursive power but not from possessing material capabilities.
PLATFORM DEMOKRASI DIGITAL: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP PENANGGUHAN FITUR LIVE TIKTOK SELAMA AKSI DEMONSTRASI 2025 Nurul Hikmah
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i2.27455

Abstract

AbstrakPerkembangan media sosial telah mengubah praktik komunikasi politik dan partisipasi publik dalam demokrasi digital. Platform digital tidak hanya berfungsi sebagai medium komunikasi, tetapi juga sebagai aktor yang memiliki kekuasaan dalam mengatur arus informasi melalui kebijakan dan infrastruktur teknologinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana penangguhan fitur Live streaming TikTok membentuk praktik demokrasi digital di Indonesia serta bagaimana kontrol platform bekerja melalui infrastruktur digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis) model Fairclough. Data penelitian terdiri atas dua artikel berita daring dan dua konten video TikTok yang merepresentasikan peristiwa penonaktifan fitur Live dalam konteks demonstrasi publik tahun 2025, dengan tingkat interaksi yang tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penangguhan fitur Live tidak sekadar merupakan keputusan teknis, melainkan bentuk kontrol infrastruktur digital yang berdampak pada pembatasan partisipasi publik dan jurnalisme warga. Kontrol platform bekerja secara struktural dengan membatasi akses komunikasi real-time, sehingga membentuk ulang batas-batas demokrasi digital. Penelitian ini berkontribusi pada kajian komunikasi dengan menegaskan pentingnya menganalisis fitur platform sebagai locus kekuasaan dalam masyarakat jaringan Indonesia.Kata kunci: demokrasi digital, TikTok, kontrol platform, analisis wacana kritis, jurnalisme warga.
PEMAKNAAN KEPERCAYAAN PASIEN MILENIAL ANTARA DOKTER DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM KONSULTASI KESEHATAN Berliana Bunga Priscagita; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i2.28035

Abstract

Kehadiran Kecerdasan Buatan Artifical Intelligence (AI) dalam dunia kesehatan telah menciptakan paradigma baru bagi pasien dalam mencari informasi medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman yang saling terkait (intertwined experiences) pada generasi milenial dalam memanfaatkan Artifical Intelligence (AI) dan layanan dokter konvensional. Dengan menggunakan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), penelitian ini menggali bagaimana lima partisipan yang berusia 29-44 tahun yang merupakan pengguna aktif layanan kesehatan digital memaknai peran kedua entitas antara Artifical Intelligence (AI) dan layanan dokter secara langsung dalam proses konsultasi kesehatan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pengalaman pasien milenial tidak berdiri sendiri, melainkan saling terhubung antara penggunaan teknologi dan interaksi manusiawi. Artifical Intelligence (AI) dipahami sebagai instrumen yang unggul dalam aspek efisiensi teknis, memberikan kecepatan akses, dan kelengkapan data medis yang bersifat informatif. Namun, penelitian ini menemukan bahwa Artifical Intelligence (AI) memiliki batasan dalam memberikan validasi emosional. Sebaliknya, peran dokter tetap menjadi elemen krusial melalui dimensi empati, kehadiran afektif, dan kualitas komunikasi interpersonal yang memberikan ketenangan batin bagi pasien. Temuan ini menegaskan bahwa kepercayaan pasien milenial terbentuk dari sinergi antara fungsionalitas data Artifical Intelligence (AI) dan sentuhan manusiawi dokter. Penemuan ini menyimpulkan bahwa meskipun teknologi menawarkan kemudahan, interaksi interpersonal dokter tetap menjadi jangkar utama kepercayaan di era disrupsi digital.
CRISIS COMMUNICATION IN REPORTING ON THE SUMATRA FLOOD DISASTER: REPUTATION MANAGEMENT AND POLICY LEGITIMACY Yofiendi Indah Indainanto; Sigit Hardiyanto; Citra Safira; Himmatul Ulya
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i2.27624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi krisis pemerintah dalam pemberitaan banjir Sumatera. Metodologi menggunakan pendekatan kualitatif dengan dengan teknik analisis isi berita media online. Teknik analisis data  dimulai dari pengumpulan  berita daring terkait pemulihan banjir Sumatera di Media Kompas.com, Detik.com, Tempo.co, dan Tirto.id. kemudian direduksi data dengan kategori pemulihan banjir dan teks berita kemudian dianalisis untuk menarik kesimpulan dengan menggunakan Situational Crisis Communication Theory (SCCT) untuk membedah strategi narasi komunikasi pemerintah. Temuan menunjukan media dengan narasi lebih panjang cenderung memberikan ruang strategi komunikasi menyeluruh. Media online digunakan untuk mempertahankan legitimasi, penguatan reputasi, membangun kepercayaan publik dan kebijakan pemulihan yang akan dilakukan. Informasi instruksional dengan narasi teknis mekanisme bantuan dan pembangunan hunian, Informasi penyesuaian dinarasikan dengan menekankan skala kerusakan infrastruktur dan tantangan keterbatasan sumber daya di lapangan. Manajemen reputasi diimplementasikan yang sangat bergantung pada strategi bolstering dan deal. Melalui pemberitan memunculkan hubungan antara pembingkaian struktural, dan kedalaman narasi berita dengan strategi komunikasi krisis dan respons krisis. Strategi respon yang tepat komunikasi krisis dapat meningkatkan kepercayaan publik. Penelitian ini berkontribusi secara signifikan pada manajemen krisis dengan narasi media daring berfungsi sebagai alat strategis pemulihan legitimasi. Kedepan disarankan adanya analisis komparatif antara narasi media massa dan respons audiens.
PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL PIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP LOYALITAS KERJA KARYAWAN KEMBAR CAFE KOTA MEDAN Aulia Fathurrahman; Elfi Yanti Ritonga
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i2.28509

Abstract

on employee job loyalty at Kembar Cafe, Medan. A quantitative research approach was employed, with leaders’ interpersonal communication and work motivation serving as the independent variables, while employee job loyalty functioned as the dependent variable. Data were collected through an online questionnaire distributed via Google Forms using a modified Likert scale without a neutral response option. The population of this study consisted of 65 employees of Kembar Cafe, and a sample of 40 respondents was determined using the Slovin formula with a 10% margin of error. Instrument validity and reliability tests were conducted to ensure the accuracy and consistency of the measurement tools. Data were analyzed using Pearson’s Product-Moment correlation and multiple linear regression analysis with the assistance of SPSS software. The findings reveal that leaders’ interpersonal communication and work motivation have a positive and significant effect on employee job loyalty, both partially and simultaneously. These results indicate that improvements in the quality of interpersonal communication between leaders and employees, as well as increased levels of work motivation, contribute to higher levels of employee job loyalty.
ANALISIS BUDAYA ORGANISASI PADA PERUSAHAAN MULTINASIONAL TRUE ALLIANCE Gita Cahya Ulul Azmi; Martha Tri Lestari
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i2.27342

Abstract

Perusahaan multinasional menghadapi tantangan dalam mengelola budaya organisasi akibat keberagaman latar belakang budaya karyawan. Budaya organisasi menjadi faktor penting dalam membentuk pola kepemimpinan, komunikasi, serta kinerja kerja di lingkungan lintas budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya organisasi yang terbentuk pada perusahaan multinasional True Alliance cabang Indonesia, dengan fokus pada budaya kepemimpinan, orientasi terhadap ketidakpastian, dan orientasi waktu organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Informan dipilih melalui purposive sampling, terdiri dari informan kunci dan informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan bantuan perangkat lunak NVivo 12 Pro, serta keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi di True Alliance terbentuk secara organik melalui praktik kerja sehari-hari. Budaya kepemimpinan bersifat egaliter dengan komunikasi dua arah yang dominan dan hierarki yang tidak kaku. Organisasi juga menerapkan trust-based culture yang ditandai oleh fleksibilitas kerja tinggi dan rasa tanggung jawab individu. Selain itu, orientasi waktu organisasi lebih menekankan pencapaian target bisnis jangka pendek dengan perencanaan yang bersifat adaptif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa budaya organisasi berbasis komunikasi, kepercayaan, dan fleksibilitas dapat mendukung efektivitas kerja perusahaan multinasional tanpa bergantung pada aturan formal tertulis.
DEEPFAKE TECHNOLOGY THROUGH KANTIAN DEONTOLOGY LENS: A HYBRID SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW AND BIBLIOMETRIC ANALYSIS Achmad Syahrully Bachri; Azwar Azwar; Ana Kuswanti; Kusumajanti Kusumajanti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i2.27240

Abstract

This study systematically maps the global research landscape on deepfake technology and evaluates its ethical implications through the lens of Kantian Deontology to bridge the gap between technical and ethical perspectives. Using a Systematic Literature Review approach, the study focuses on the term “Deepfake Technology” in article titles, abstracts, and keywords in the Scopus database, resulting in 148 articles published between 2019 and 2025, with data assessed on November 7, 2025. The retrieved documents are analyzed bibliometrically using VOSviewer to identify publication trends, authorship patterns, and thematic clusters. The findings show that current scholarship is predominantly technical, with a strong emphasis on detection algorithms and major contributions from China and India. Ethically, the analysis concludes that non-consensual and deceptive deepfakes are morally impermissible because they violate the Kantian principles of universalizability and respect for human dignity. The study also uncovers substantial gaps in communication and ethical research, from which five practical ethical guidelines and a conceptual governance model are proposed to support more responsible development and regulation of deepfake technology.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 4 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 4 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 3 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 4 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 3 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 4 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 3 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 4 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 4 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 3 (2020): Lektur:Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 4 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi More Issue