cover
Contact Name
Megan Asri Humaira
Contact Email
megan.asri@unida.ac.id
Phone
+6281314039779
Journal Mail Official
karimah.tauhid@unida.ac.id
Editorial Address
Universitas Djuanda cc. Badan Pengembangan Keilmuan Jl Tol Ciawi No 1, Bogor, Jawa Barat, Indonesia email: karimah.tauhid@unida.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Karimah Tauhid
ISSN : -     EISSN : 2963590X     DOI : https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v2i5
Karya Ilmiah yang diterbitkan merupakan hasil penelitian maupun pengabdian yang mencakup semua bidang ilmu baik dalam bidang sosial maupun eksakta.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,358 Documents
Pengaruh Jenis Kemasan dan Kelembapan Terhadap Kualitas Santan Bubuk di PT X Sentul Nugroho, Eko Priyanto; Syarbaini, Ahmad; Ma'ruf, Amar
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15430

Abstract

Salah satu fungsi kemasan adalah untuk melindungi dan mengawetkan produk yang dimekasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek perlakuan kelembapan dan jenis kemasan terhadap kualitas santan bubuk sehingga mendapatkan kualtias yang baik. Respon yang diamati dalam penelitian ini yaitu organoleptik (kenampakan), kadar air, ukuran partikel dan globula lemak. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu jenis kemasan dengan 3 perlakuan dan kelembapan dengan 5 perlakuan. Jenis kemasan yang digunakan adalah LDPE 50 mikron, LDPE 60 mikron dan aluminium foil PET 12μ/Dry/AL7μ/Dry/LDPE 60μ. Perlakuan kelembapan yang digunakan adalah 51-55%, 56-60%, 61-75%, 76-80 dan 81-85%. Dari hasil penelitian diperoleh jenis kemasan dan kelembapan berpengaruh nyata terhadap kualitas organoleptik (kenampakan), kadar air dan ukuran partikel santan bubuk (p < 0,05) dan tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas globula lemak (p > 0,05). Hasil uji lanjut Duncan diperoleh hasil pada variabel kelembapan 76-80% dan 81-85% berpengaruh nyata, sedangkan pada kelembapan 51-55%, 56-60% dan 61-75% tidak berpengaruh nyata, pada variabel jenis kemasan, kemasan LDPE 50 mikron dan LDPE 60 mikron tidak berbeda nyata, sedangkan kemasan aluminium foil berbeda nyata. Kelembapan terbaik santan bubuk pada kelembapan 51-55% dengan menggunakan kemasan aluminium foil.
Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Karakteristik Kimia dan Sensori Kombucha Wedang Uwuh Afiani, Eneus Risty Nur; Kusumaningrum, Intan; Rifqi, Muhammad
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15438

Abstract

Kombucha merupakan minuman dari teh dengan gula yang difermentasi oleh SCOBY (simbiosis kultur bakteri dan khamir). Kombucha biasa dibuat dari teh hijau maupun teh hitam, namun lebih banyak orang sekarang membuatnya dengan subtrat berbeda yang mengandung banyak zat bioaktif (Khamidah dan Antarlina, 2020), salah satunya adalah wedang uwuh. Penelitian ini bertujuan untuk pemanfaatan wedang uwuh dalam pembuatan kombucha dan mengetahui karakteristik kimia dan sensori kombucha wedang uwuh. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu lama fermentasi 4, 7, 10 dan 13 hari, dengan pengujian yang dilakukan yaitu analisa kimia (pH, total asam dan kadar alkohol), uji sensori (warna, aroma, rasa, aftertaste) dan uji hedonik. Data dari pengujian dianalisis menggunakan ANOVA pada tingkat signifikansi α = 5%. Data penelitian, menunjukkan bahwa waktu fermentasi mempengaruhi pH, total asam, kadar alkohol dan karakteristik sensori (warna, aroma, rasa, dan aftertaste) pada kombucha wedang uwuh. Kombucha wedang uwuh terbaik adalah  yang di fermentasi  7 hari dengan nilai pH 3,03, total asam 0,32%, kadar alkohol 0,16% dan nilai hedonik 6,31 pada parameter overall.
Pengaruh Penggunaan Gadget di Rumah Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas VI SDN 1 Tangkil Kecamatan Ciambar Kabupaten Sukabumi Kartika, Rahma; Priyatno, Agus; Mawardini, Annisa
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gadget terhadap minat belajar peserta didik. Jenis penelitian yang dipergunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif jenis korelasi. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VI pada SDN 1 Tangkil yang berjumlah 51 peserta didik. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner yaitu angket penggunaan gadget serta minat belajar siswa, untuk uji validitas menggunakan rumus Pearson Product Moment dan uji reliabilitas memakai rumus Cronbach’s Alpha menggunakan bantuan SPSS 29.0 for Windows. Selanjutnya uji signifikansi menggunakan uji t dengan nilai thitung sebesar 3,835 serta ttabel sebesar 2,009, sehingga didapatkan nilai thitung > ttabel serta nilai signifikansi sebesar 0,001 yang nilainya lebih kecil dari 0,05, sebagai akibatnya dapat dinyatakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Sumbangan dampak yang diperoleh dari uji koefisiensi hubungan ialah 23,1%, sedangkan 76,9% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain atau faktor lain yang tidak dibahas pada penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan dengan korelasi sedang antara penggunaan gadget (X) dan  minat belajar siswa (Y).
Karakteristik Kimia dan Sensori Dendeng Daun Katuk (Sauropus androgynus L.Merr) dengan Penambahan Tepung Kedelai dan Tepung Terigu Nuraeni, Dinda; Fitrilia, Tiana; Nurhalimah, Siti
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15453

Abstract

Dendeng merupakan olahan makanan yang dibuat dari irisan atau gilingan daging kemudian dicampur dengan bumbu atau rempah khas Indonesia. Tujuan penelitian ini membuat dendeng daun katuk dengan penambahan tepung kedelai dengan tepung terigu untuk meningkatkan nilai gizinya terutama kandungan protein. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dipakai sebagai rancangan penelitian dengan satu faktor yaitu perbandingan konsentrasitepung kedelai dan tepung terigu (50%;0%), (40%;10%), (30%;20%), (20%;30%), (10%;405). Analisa produk meliputi kadar air, kadar protein, uji mutu sensori dan uji hedonik  untuk menentukan produk terpilih, kemudian dilakukan Analisa kimia meliputi kadar abu, kadar lemak, kadar karbohidrat, dan total energi. Analisa data yang digunakan adalah ANOVA dan Kruskal Wallis dan uji lanjut Duncan serta uji lanjut Post-hoc dengan selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa dendeng daun katuk terpilih adalah perlakuan A2 (40%;10%), menghasilkan nilai kadar air 8.77%, kadar protein 23,11%, kadar abu 1,05%, kadar karbohidrat 38,19%, kadar lemak 28,88% dan nilai kalori 505,12 kkal/g. Hasil uji mutu sensori menunjukan dendeng daun katuk memiki warna sedikit coklat tua, aroma sedikit tercium rempah-rempah, rasa sedikit manis dan gurih, dan tekstur sedikit keras dan berserat. Hasil uji hedonik memiliki nilai kesukaan netral pada parameter warna, aroma, rasa, tekstur, dan overall.
Evaluasi Penerapan Sanitasi Karyawan dan Peralatan Produksi Teh Hijau Di PT. Jayanegara Indah Hidayat, Rofi; Ma'ruf, Amar; Miftahudin
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15454

Abstract

Proses penerapan sanitasi karyawan dan peralatan produksi di beberapa perusahaan masih banyak yang tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian RI No. 75 Tentang Pedoman cara produksi pangan olahan yang baik (Good Manufacturing Practices).Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi program evaluasi sanitasi pada fasilitas produksi teh hijau di PT. Jayanegara Indah, menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan sanitasi pada karyawan dan peralatan produksi teh hijau di PT. Jayanegara Indah, menentukan rekomendasi perbaikan program penerapan sanitasi fasilitas produksi yang dapat digunakan di PT. Jayanegara Indah. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data menggunakan studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan alat check sheet, analisis statistik, stratification, diagram fishbone. Berdasarkan hasil penelitian penerapan sanitasi karyawan terdapat 63% yang sudah diterapkan dan 37% yang belum diterapakan kemudian hasil penelitian penerapan sanitasi peralatan produksi terdapat 65% sudah diterapakan dan 35% yang belum diterapkan. Berdasarkan evaluasi penerapan sanitasi, ditemukan beberapa kelemahan seperti frekuensi pelatihan yang kurang, pemeriksaan kesehatan yang jarang dilakukan, dan penerapan kebijakan sanitasi yang belum maksimal.
Proses Produksi Air Minum dalam Kemasan (AMDK) Dewi, Rima Aura; Fitrilia, Tiana
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15462

Abstract

Proses produksi AMDK melibatkan beberapa proses penting untuk memastikan kualitas, kebersihan, dan keamanan produk. Tahap pertama dimulai dengan pengambilan air baku dari sumber yang memenuhi standar baku mutu. Air tersebut kemudian melalui proses penyaringan awal untuk menghilangkan partikel besar. Selanjutnya, air diproses melalui sistem filtrasi dan proses desinfeksi, seperti ozonisasi atau ultraviolet, digunakan untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme patogen. Setelah proses pemurnian, air yang telah diproses diuji untuk memastikan memenuhi syarat dan regulasi yang ditetapkan oleh lembaga terkait. Pengemasan dilakukan secara otomatis menggunakan mesin yang mengisi air ke dalam botol plastik yang steril. Proses ini dilanjutkan dengan penyegelan botol dan pelabelan sesuai merek dagang. Setiap tahapan proses diawasi secara ketat untuk memastikan tidak ada kontaminasi yang terjadi. Proses produksi ini bertujuan untuk menghasilkan air minum dalam kemasan yang aman, bersih, dan siap konsumsi bagi masyarakat, sesuai dengan standar industri dan regulasi pemerintah.
Penerapan Sanitasi dan Higiene pada Proses Pembuatan Produk Tempe di Rumah Tempe Indonesia Melati, Risma; Nurhalimah, Siti
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15471

Abstract

Produsen tempe yang umumnya merupakan industri rumahan atau UMKM belum mampu melakukan peningkatan signifikan dalam pemilihan bahan baku, transportasi, proses produksi, serta penanganan limbah yang dihasilkan. Kajian ini membahas penerapan sanitasi dan higienitas dalam produksi tempe di Rumah Tempe Indonesia (RTI). Proses produksi di RTI mengikuti pedoman yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia mengenai Cara Pembuatan yang Baik (GMP) untuk industri rumah tangga. RTI menggunakan kedelai, ragi, dan air sebagai bahan utama, dengan protokol sanitasi diterapkan di seluruh tahap produksi. Kajian ini mencakup berbagai aspek, termasuk tata letak fasilitas produksi, sanitasi peralatan, higiene pekerja, dan pengelolaan limbah. RTI menerapkan sistem sanitasi yang komprehensif untuk memastikan keamanan produk dan mempertahankan standar higiene yang tinggi. Selain itu, kajian ini membahas tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan limbah cair, khususnya penurunan efisiensi produksi biogas dari air limbah tempe. Secara keseluruhan, langkah-langkah sanitasi yang dilakukan di RTI telah berkontribusi pada produksi tempe yang higienis dan berkualitas tinggi, meskipun beberapa perbaikan masih direkomendasikan.
Kajian Pustaka: Peran Glukomanan sebagai Bahan Tambahan Pangan (BTP) pada Berbagai Produk Pangan Wulandari, Fifi Yulia; Nurlaela, Raden Siti; Nurhalimah, Siti
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15473

Abstract

Bahan tambahan pangan adalah zat yang ditambahkan pada makanan yang bukan merupakan bagian dari bahan bakunya. Tujuan dari penambahan bahan tambahan pangan yaitu untuk memperbaiki sifat atau bentuk pada suatu produk pangan. Glukomanan dapat ditemukan pada umbi porang atau umbi konjac. Glukomanan memiliki kemampuan mengikat air yang tinggi, sehingga memiliki manfaat dalam industri pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran glukomanan sebagai bahan tambahan pangan dalam memengaruhi karakteristik produk pangan. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka, yang melibatkan pengumpulan dan pengkajian data dari berbagai sumber pustaka terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa glukomanan dapat berperan dengan baik sebagai hidrokoloid, pengemulsi, dan pengenyal pada produk jelly drink, es krim, tekwan, dan susu kedelai. Konsentrasi glukomanan 0,10% – 3,0% terbukti efektif sebagai bahan tambahan pangan.
Pengendalian Mutu pada Pengemasan Air Minum dalam Kemasan Berbahan Polyethylene Terephthalate Septian, Willyandi; Aminullah; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15475

Abstract

Pengemasan merupakan salah satu hal yang terpenting dalam produksi pangan karena sangat berkaitan dengan mutu pangan yang dihasilkan karena dengan adanya pengemasan yang baik dapat mempertahankan kondisi suatu produk pangan dari adanya kemungkinan kontaminasi luar. Proses bahan pengemasan terbuat dari bahan baku PET (Polyethylene Terephthalate) dan menggunakan prinsip blow molding merupakan suatu metode pembuatan yang dimulai dari menginjeksi material menjadi bakalan kemasan (Preform), kemudian preform ini dicetak menjadi kemasan yang diinginkan dengan cara menghembuskan udara dengan tekanan dan panas tertentu ke bahan yang akan dicetak. Terdiri dari beberapa tahapan yaitu pencampuran bahan baku, peleburan, pencetakan dan pendinginan, bakalan kemasan, inkubasi, pemanasan dan blowing. Hasil jadi produksi kemasan dilakukan pengendalian mutu oleh parameter uji yaitu, visual, pengukuran neck finish, tinggi ketebalan dan Vacuum Resistance. Ketidaksesuaian menjadi hal yang paling dihindari dari proses produksi kemasan. Ketidaksesuaian yang sering terjadi seperti, kemasan pecah, udara terperangkap dikemasan atau kemasan berkabut, bottom tidak sesuai pada tempatnya kemasan penyok dan inject gate molding menonjol. Salah satu alasan terjadinya ketidaksesuaian produk adalah adanya masalah pada faktor mesin. Ketidaksesuaian ini dapat berdampak negatif pada kualitas produk yang dapat dijual di pasaran, mengakibatkan kerugian secara finansial, dan dapat merusak citra perusahaan.
Peran Keterlibatan Orang Tua dalam Peningkatan Prestasi Siswa SDN Cikereteg 01 Ramdani, Istikhori; Rasmitadila; Muhdiyati, Iyon
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15476

Abstract

Pendidikan adalah kebutuhan dasar bagi semua orang untuk meningkatkan kualitas hidup mereka serta memperoleh kehidupan yang baik. Pendidikan juga dapat berfungsi sebagai tolak ukur kemajuan dan perkembangan sebuah negara atau bangsa. Pendidikan ialah upaya yang direncanakan dan dilakukan secara sadar untuk meningkatkan potensi siswa melalui pembelajaran. Untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut, orang tua, masyarakat, dan pemerintah harus bekerja sama. Kerja sama orang tua dengan guru sangat penting agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Orang tua dan guru memiliki tujuan yang sama: mendidik anak-anak mereka sehingga mereka dapat mencapai tujuan pendidikan dengan cara yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi peran keterlibatan orang tua di SDN Cikereteg 01. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Simple Research Design (SRD). Hasil penelitian diperoleh melalui wawancara dengan orang tua siswa, guru, dan siswa. Hasil wawancara menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam kegiatan belajar mengajar dapat meningkatkan prestasi siswa di sekolah. Semakin banyak keterlibatan orang tua dalam kegiatan belajar mengajar, semakin baik prestasi siswa di kelas VI SDN Cikereteg 01.