cover
Contact Name
Megan Asri Humaira
Contact Email
megan.asri@unida.ac.id
Phone
+6281314039779
Journal Mail Official
karimah.tauhid@unida.ac.id
Editorial Address
Universitas Djuanda cc. Badan Pengembangan Keilmuan Jl Tol Ciawi No 1, Bogor, Jawa Barat, Indonesia email: karimah.tauhid@unida.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Karimah Tauhid
ISSN : -     EISSN : 2963590X     DOI : https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v2i5
Karya Ilmiah yang diterbitkan merupakan hasil penelitian maupun pengabdian yang mencakup semua bidang ilmu baik dalam bidang sosial maupun eksakta.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,358 Documents
Optimalisasi Pembinaan Rohani, Mental dan Tradisi Anggota Polri yang Profesional dan Berintegrasi Prastyo, Ajie Eko; Suprijatna, Dadang; Ma'arif, Rizal Syamsul
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15352

Abstract

Pembinaan rohani berperan penting dalam membentuk karakter dan etika anggota Polri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang optimalisasi pembinaan rohani, mental dan tradisi anggota polri  yang profesional dan berintegrasi. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empirisn yaitu penelitian yang mengkaji bagaimana hukum diterapkan dalam praktik dan pengaruhnya terhadap masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mengoptimalkan pembinaan ini, penting untuk merancang program yang terstruktur yang bertujuan untuk pembinaan harus terintegrasi dan mencakup semua aspek mental dan profesionalitas. Optimalisasi pembinaan rohani, mental, tradisi anggota Polri menciptakan profesionalisme dan integritas merupakan aspek krusial dalam membangun institusi kepolisian yang efektif dan dapat dipercaya. Hambatan yaitu keterbatasan sumber daya, kurangnya kualitas dan kuantitas pelatih, kultur organisasi, kurangnya dukungan dari pimpinan, masalah motivasi anggota, kurangnya evaluasi dan feedback. upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan yaitu: perlu adanya peningkatan sumber daya manusia, perlu adanya peningkatan pembina baik dari internal polri maupun dari eksternal sesuai dengan kompetensi dan kemampuannya, perlu budaya yang baik dalam menciptakan suasana kerja yang integritas, perlu adanya dukungan unsur pimpinan dalam setiap pelaksanaan pembinaan rohani dan dan mental anggota polri, memotivasi anggota polri untuk ikut dalam setiap pembinaan rohani dan mental, melakukan evaluasi dan feedback daris etiap kegiatan pembinaan rohani dan mental.
Pengaruh Persepsi Masyarakat Terhadap Penindakan Terorisme Oleh Korps Brimob Polri Berdasarkan Undang Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Prasetyo, Adhy; Suprijatna, Dadang; Rumatiga, Hidayat
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15359

Abstract

Masyarakat merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari penegakan hukum di, sehingga dalam pemberantasan teroris masyarakat dapat berpresepsi dalam menilai kirerja Korps Brimob dalam memberantas teroris. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis pengaruh persepsi masyarakat terhadap penindakan terorisme. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris yaitu penelitian yang memngkaji permasalahan hukum yang terjadi dalam masyarakat sebagai suatu penyimpangan dari norma-norma yang hidup dalam masyarakat, ketentuan peraturan perundang-undangan dan yang bertentangan dengan logika manusia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap penindakan terorisme dapat mempengaruhi efektivitas dan kredibilitas penegakan hukum oleh Korps Brimob POLRI. Dampak Persepsi Masyarakat terhadap Penindakan Terorisme oleh Korps Brimob Polri Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 dapat berupa dampak positif: Jika masyarakat memiliki persepsi positif terhadap Korps Brimob Polri dalam penanganan terorisme, hal ini dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap efektivitas dan profesionalisme aparat. Ini dapat mendorong dukungan masyarakat terhadap upaya keamanan dan mempermudah kolaborasi dalam pencegahan terorisme. Negatif: Jika persepsi masyarakat buruk, misalnya jika Korps Brimob dianggap menggunakan kekuatan berlebihan atau tidak sesuai prosedur, kepercayaan publik bisa menurun. Hal ini dapat menghambat kerja sama masyarakat dan menimbulkan ketidakpuasan yang berpotensi memperburuk situasi.
Penerapan Sanksi Disiplin bagi Anggota Resimen III Pasukan Pelopor Cikeas dalam Penegakan Disiplin Sesuai Asas Praduga Tak Bersalah (Presumption Of Innocence) Prabowo, Rizki Budi; Nuraeny, Henny; Aridhayandi, M. Rendi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15363

Abstract

Di Resimen III Pasukan Pelopor Cikeas, penegakan disiplin dilakukan dengan berbagai mekanisme, termasuk pemberian sanksi bagi anggota yang dianggap melanggar aturan. Namun, dalam praktiknya, sering kali terdapat ketegangan antara kebutuhan untuk menjaga disiplin yang ketat dan kewajiban untuk mematuhi prinsip keadilan, seperti asas praduga tak bersalah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali penerapan sanksi disiplin dalam lingkungan Di Resimen III Pasukan Pelopor Cikeas dengan mempertimbangkan asas praduga tak bersalah. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif yaitu mengkaji penerapan disiplin terhadap anggota brimob berdasarkan atas praduga tak bersalah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penyebab anggota Brimob melakukan indisipliner memerlukan pendekatan komprehensif yang mempertimbangkan berbagai faktor internal, eksternal, dan individu. Dengan memahami penyebab yang mendasarinya, langkah-langkah yang lebih efektif dapat diambil untuk memperbaiki dan mencegah masalah disiplin. Ini termasuk memperbaiki sistem kepemimpinan, meningkatkan pelatihan, memberikan dukungan sosial dan psikologis, serta menciptakan budaya organisasi yang mendukung kepatuhan dan integritas. Penerapan sanksi disiplin terhadap anggota yang indisipliner merupakan bagian integral dari manajemen organisasi yang efektif. Dengan menerapkan sanksi yang sesuai, mengikuti prosedur yang benar, dan mematuhi prinsip-prinsip keadilan, institusi dapat memastikan bahwa disiplin ditegakkan dengan cara yang konstruktif dan bermanfaat. Ini tidak hanya membantu dalam memperbaiki perilaku anggota tetapi juga dalam mempertahankan integritas dan profesionalisme institusi.
Daya Tarik Fisik dan Kepribadian pada Pasangan Mantan Kekasih untuk Menjalin Pertemanan Pangestu, Dimas Ahmad; Luthfie, Muhammad; Setiawan, Koesworo
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15381

Abstract

Fenomena  hubungan mantan kekasih untuk menjalin pertemanan kembali adalah sesuatu hal yang sangat jarang ditemui, karena biasanya seseorang yang sudah putus dengan kekasihnya akan menjadi asing dan memutuskan untuk tidak saling mencoba berkomunikasi kembali. Tujuan penelitian adalah untuk tetap menjaga hubungan yang telah dibangun pasca putus hubungan romantis, baiknya harus tetap menjaga hubungan baik dengan siapapun, termasuk dengan mantan kekasih. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif,  data-data yang dikumpulkan semuanya berbentuk data uraian kata-kata, dokumentasi, dan sejenisnya. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian adalah pasangan mantan kekasih yang berkuliah di Universitas Djuanda Bogor. Teknik analisis data menggunakan model pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpesnoal dengan mantan kekasih masih bisa dilakukan apabila ada kesepakatan antara kedua belah pihak individu. Hal ini berawal dari tidak adanya rasa malu atau gengsi untuk memulai komunikasi kembali dengan mantan kekasih, dan memberikan motivasi, semangat, dan saling terbuka satu sama lain.  Sebaliknya, pasangan yang masih meninggalkan jejak sakit hati justru lebih memilih duduk dan tidak saling memandang satu sama lain, kedua mantan pasangan kekasih tersebut merasa canggung apabila bertemu mantan kekasihnya. Penelitian juga menemukan bahwa inisiatif untuk memutuskan berhubungan kembali dengan mantan kekasih bisa darai pihak perempuan maupun laki-laki.
Hubungan Toxic Parent dengan Self Confidence di SDN Gunung Sari 03 Kecamatan Citeureup Rahmani, Afifah Khoiri; Kurniasari, Daningsih; Firmansyah, Wilis
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15387

Abstract

Orang tua selalu ingin anak mereka dirawat dengan cara yang terbaik. Pola asuh orangtua juga mempengaruhi perkembangan sosial dan psikologis anak. Jika orang tuanya bijaksana dan baik hati, mereka akan senang dan gembira, tetapi jika mereka berperilaku buruk, orangtua akan dirugikan dan anak tidak akan tumbuh dengan baik. Untuk meningkatkan rasa percaya diri seseorang, anggota keluarga, guru, dan orang lain harus bekerja sama secara langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa bagaimana hubungan Toxic Parent dengan Self Confidence pada siswa SDN Gunung Sari 03 kecamatan Citeureup. Penelitian kuantitatif ini menggunakan jumlah sampel sebanyak 163 siswa di SDN Gunung Sari 03 kecamatan Citeureup. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket atau kuesioner toxic parent dan self confidence. Dengan menggunakan product moment, analisis data dilakukan. Hasilnya menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,5117 (r=-0,5117) dengan taraf signifikan 0,000 (p=0,001), yang menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara variabel toxic parent dengan self confidence.  Oleh karena itu, semakin tinggi toxic parent nya, maka semakin rendah self confidence nya, dan sebaliknya.
Perbandingan Serbuk Jahe Merah dan Serbuk Kayu Manis terhadap Karakteristik Sensori Minuman Serbuk Instan Suradi, Alivia Veditami; Amalia, Lia; Aminullah
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15392

Abstract

Jahe merah adalah rempah yang banyak digunakan dalam pembuatan minuman serbuk instan, namun mempunyai kekurangan karena rasanya pedas khas jahe merah. Serbuk kayu manis dapat meningkatkan nilai sensori minuman serbuk instan jahe merah karena memiliki keunggulan yaitu memiliki rasa manis dengan sedikit aftertaste pahit. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbandingan serbuk jahe merah dan serbuk kayu manis berdasarkan kadar air, uji mutu sensori, uji hedonik, dan aktivitas antioksidan produk terpilih. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat taraf perlakuan, yaitu perbandingan serbuk jahe merah dan serbuk kayu manis sebesar (80%:20%), (70%:30%), (60%:40%), dan (50%:50%), dengan dua kali ulangan. Analisis produk mencakup pengujian kadar air, uji mutu sensori dan hedonik, serta uji antioksidan pada produk terpilih. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan serbuk kayu manis yang semakin meningkat berpengaruh nyata terhadap penurunan kadar air, mutu sensori warna coklat yang semakin kuat, aroma jahe yang semakin lemah, aroma kayu manis yang semakin kuat, rasa pedas yang semakin lemah, rasa manis yang semakin kuat, mutu hedonik warna, aroma, rasa, overall yang semakin disukai, namun menghasilkan aftertaste yang cenderung kurang disukai. Produk terpilih yaitu perlakuan A4 dengan perbandingan serbuk jahe merah 50% dan serbuk kayu manis 50% memiliki aktivitas antioksidan IC50 84,083 ppm dengan kategori kuat.
Pengaruh Media Anagram Terhadap Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 SD Negeri Sirnagalih 02 Tannia, Wilda; Humaira, Megan Asri; Firmansyah, Wilis
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15403

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi karena rendahnya keterampilan membaca siswa yang disebabkan kurangnya media yang di guanakan dalam pembelajaran nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Media Anagram Terhadap Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 SD Negeri Sirnagalih 02. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 1 di SDN Sirnagalih, untuk pengambilan sempel menggunakan Teknik purposive sampling. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh media anagram terhadap keterampilan membaca permulaan siswa. Hal tersebut dapat di buktikan dengan post-test presentase keterampilan membaca permulaan pada kelas eksperimen 42,11%.  Sedangkan pada kelas control 26,32%.  hal ini dibuktikan dengan uji hipotesis terlihat bahwa nilai signifikasi kurang dari 0,05 dengan hasil uji hipotesis 0,001 Ha diterima dan h0 ditolak. Maka dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan keterampilan membaca permulaan menggukan media anagram
Pemilihan Gaya Berpakaian sebagai Pesan Nonverbal Yasim, Fadhilah Akbar; Kusumadinata, Ali Alamsyah; Purnomo , Agustina Multi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15408

Abstract

Penelitian ini membahas tren fashion sebagai bentuk komunikasi non-verbal dalam masyarakat modern. Tren fashion tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan dasar pakaian, tetapi juga sebagai ekspresi gaya hidup, identitas, dan status sosial individu atau komunitas. Dengan perkembangan media sosial seperti Instagram, tren fashion lebih mudah diakses dan diikuti oleh masyarakat, meskipun tren ini bersifat sementara. Melalui survei yang dilakukan terhadap 50 pengunjung kafe, penelitian ini mengeksplorasi persepsi responden mengenai fashion sebagai sarana ekspresi diri, tren yang mengikuti perkembangan zaman, serta desain yang diterima oleh berbagai kalangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya berpakaian dianggap efektif dalam mencerminkan ekspresi diri dan mengikuti tren terkini. Sebagian besar responden setuju bahwa pemilihan pakaian dapat meningkatkan rasa percaya diri, memberikan daya tarik, dan membawa kebahagiaan. Fashion, sebagai bagian dari budaya sosial, berperan penting dalam interaksi manusia melalui simbolisme yang tercermin dalam pilihan busana.
Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada Tema Gaya Hidup Berkelanjutan di Kelas IV SDN Ciranjang Effendi, Hanna Febriyanti; Rasmitadila; Hasnin, Hanrezi Dhania
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15413

Abstract

Implementasi proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) di kelas IV SDN Ciranjang Pada Tema Gaya Hidup Berkelanjutan dengan topik bercocok tanam memiliki tujuan untuk menanamkan nilai-nilai pancasila sekaligus meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup secara berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi, tahapan, tantangan, dan dampak pada kegiatan proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5) pada topik bercocok tanam. Metode penelitian yang digunakan yaitu post positivism dengan jenis Simple Research Design (SRD). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada guru wali kelas dan siswa kelas IV. Prosedur analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data tematik dan uji keabsahan data dengan member check. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Strategi proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5) terdiri dari perencanaan meliputi persiapan, menentukan tema, mengatur jadwal dan mengidentifikasi topik. 2) Tahapan proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) terdiri dari langkah-langkah meliputi perencanaan, pelaksanaan, refleksi dan evaluasi. 3) Tantangan proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5) terdiri dari hambatan meliputi kesiapan guru, motivasi siswa. 4) Dampak dari proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5) menghasilkan perubahan meliputi komunikasi, ekspolari pengetahuan, meningkatkan kesadaran, bekerja sama, peduli lingkungan, bertanggung jawab, mengatasi masalah, ketekunan dan kesabaran dan berpikir kritis.
Penerapan Sistem Jaminan Halal pada Produk Air Minum dalam Kemasan (AMDK) 220 mL di PT Air Gunung Salak Febriyanti, Anisa Dwi; Novidahlia, Noli
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15425

Abstract

Air minum dalam kemasan termasuk kedalam air baku yang telah diproses tanpa adanya bahan tambahan pangan. Agar produk AMDK dapat dikonsumsi secara aman dan dapat memberikan manfaat secara optimal maka perusahaan wajib memiliki sertifikat halal dan manual sistem jaminan halal. Metode penelitian yang digunakan  yaitu metode kualitatif dekstriptif dengan melakukan wawancara, dan observasi. Hasil dari penelitian ini yaitu PT. Air Gunung Salak telah menerapkan Sistem Jaminan Halal (SJH) dalam memproduksi AMDK  220 mL dimulai dari bahan baku yang digunakan, bahan kemasan, fasilitas produksi dan sumber daya manusia nya dalam menghasilkan produk yang halal dan menjamin kehalalannya dengan konsisten dan dalam jangka waktu yang berkelanjutan. Dengan menerapkan kriteria Sistem Jaminan Halal yang terdapat dalam HAS 23000:1 PT. Air Gunung Salak telah memenuhi 11 kriteria tersebut dan memiliki Manual Sistem Jaminan Halal untuk memproduksi AMDK 220 mL yang sudah dipenuhi oleh perusahaan pemegang sertifikat halal dan dapat diimplementasikan secara baik sesuai dengan SOP yang telah di sosialisasikan ke seluruh karyawan.