cover
Contact Name
Choiril Anwar
Contact Email
choirilanwar@unissula.ac.id
Phone
+6281931704317
Journal Mail Official
choirilanwar@itpd.or.id
Editorial Address
Gang Melati 8 Ds. Mlaten, Mijen, Demak, Jawa Tengah. 59583
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Community Empowerment Journal
Published by CV. Yudhistt Fateeh
ISSN : -     EISSN : 30248558     DOI : https://doi.org/10.61251/cej
The mission of Community Empowerment Journal is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and empowerment. This includes highlighting innovative endeavors; critically examining emerging issues, trends, challenges, and opportunities; and reporting on studies of impact in the areas of public service, outreach, empowerment, extension, engaged research, community-based research, community-based participatory research, action research, public scholarship, service-learning, and community services. Focus Community Empowerment Journal aims to provide a forum for international researchers on applied Society Development and Empowerment to publish the original articles. The scope of Community Empowerment Journal is Society Development and Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2026)" : 20 Documents clear
Empowering Kendal MSME actors through digitalization English learning based on local wisdom: Production culinary guide to Issul's Bakery Bakhtiar, Muhamad Rifqi; Nugroho, Kurniawan Yudhi
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i1.372

Abstract

This article discusses the effort to empower Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Kendal through digitalization of English learning​ based on local wisdom with external support in the form of a production book guide for Issul's Bakery. The topic raised is the gap in digital readiness of MSMEs, which is not only related to access to technology, but also limitations in content structured promotion​, as well as practical English language needs for service and marketing. This activity aims to map the need for English communication that is relevant for culinary MSMEs, and develop material contextual digital learning. The method used is an approach with a qualitative dominance through observation, semi- structured interviews, documentation, and thematic analysis. The results show that the main partners focused on standardization of information products and services (menu descriptions, captions, and FAQs). Book developed a guide​ to help speed up production content, improve communication consistency, and grow trust self partners in compile message speaking English. The implications of this activity confirm that digitalization of MSMEs can be strengthened through easy-to-access content​ accessible and learning language-based needs, so that potential increases the quality of service, power competitiveness, and preservation of the local culinary narrative.
Mewujudkan kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya agar lingkungan tetap bersih dan sehat di Desa Gemulak Gunawan, Gunawan; Nada, Aliya Diah Qotrun; Lutfiana, Annisa; Hanindityo, Arya Dhito Abrar; Islamiyati, Aulia Putri; Musyafa, Muhammad Alanatha; Ramli, Muhammad Rizal; Haqiqi, Muna Dzar Azmi; Salsabila, Umay Matuz Zahro; Annisa, Wahyu Juli
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i1.179

Abstract

Kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah di tempatnya menyebabkan lingkungan sekitar tercemar, yang pada akhirnya memengaruhi kesehatan dan kenyamanan warga. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi upaya edukasi dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah. Kegiatan penyuluhan ini meliputi sosialisasi pentingnya membuang sampah pada tempatnya, mengetahui Jenis-jenis sampah dan jangka waktu terurainya sampah. Hasil dari penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan perubahan sikap positif masyarakat terhadap kebiasaan membuang sampah. Dengan demikian, program ini diharapkan menjadi langkah awal agar terciptanya lingkungan bersih dan sehat di Desa Gemulak. Keberlanjutan peran serta masyarakat sangat diperlukan agar hasil penyuluhan dapat terjaga secara konsisten. Low public awareness of proper waste disposal practices contributes to environmental pollution, which impacts the health and well-being of residents. The Community Service Program (KKN) is an educational and empowerment effort to raise awareness of waste management. This outreach program includes raising awareness about the importance of proper waste disposal, understanding the types of waste, and the decomposition time of waste. The outreach program results in increased understanding and positive changes in community attitudes toward waste disposal. Therefore, this program is expected to be the first step towards creating a clean and healthy environment in Gemulak Village. Sustainable community participation is essential to maintain consistent outreach results.
Urban Farming: Upaya pemanfaatan lahan kosong untuk optimalisasikan menjadi suatu yang bernilai rupiah Susiyanto, Susiyanto; Ahnasayyida, Sherly Addiba; Nugroho, Jihad Ammar Izzata; Sedayu, Bangkit; Pawenang, Wiwit Prastiwi Bekti Sri; Maulana, Mohammad Adam; Wulandari, Anisa Resty; Kautsar, Maheswara Rahul; Salma, Mohamad Noval; Napollyto, Naufaldi; Nadia, Nizzatun Alpin
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i1.235

Abstract

Pemanfaatan lahan kosong merupakan langkah strategis dalam menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Banyak lahan yang tidak terpakai di berbagai wilayah dapat dioptimalkan untuk berbagai kegiatan produktif yang menghasilkan keuntungan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi lahan kosong dan mengoptimalkannya agar memiliki nilai ekonomis melalui berbagai metode, seperti urban farming, budidaya tanaman hortikultura, serta pemanfaatan sebagai ruang usaha kreatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa optimalisasi lahan kosong dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan peluang kerja baru. Selain itu, pemanfaatan lahan yang terorganisir dengan baik juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan, seperti peningkatan kualitas udara dan pengurangan limbah. Faktor keberhasilan dalam program ini meliputi perencanaan yang matang, keterlibatan komunitas, serta dukungan dari pemerintah dan sektor swasta. Dengan adanya strategi yang tepat, lahan kosong yang sebelumnya tidak produktif dapat diubah menjadi sumber ekonomi yang bernilai, memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Urban farming menjadi solusi inovatif dalam menghadapi tantangan keterbatasan lahan dan kebutuhan pangan di perkotaan. Chapter ini membahas potensi pemanfaatan lahan kosong yang seringkali terabaikan di area urban untuk dioptimalkan menjadi lahan produktif melalui praktik urban farming. Tujuan utama dari kajian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana urban farming dapat mengubah lahan kosong menjadi sumber nilai ekonomi yang berkelanjutan. The utilization of vacant land is a strategic step in creating sustainable economic value. Many underused lands across various regions can be optimized for productive activities that generate profit. This initiative aims to identify the potential of vacant land and optimize it to have economic value through various methods such as urban farming, horticultural cultivation, and the use of space for creative business ventures. The results of this initiative show that optimizing vacant land can increase community income and create new job opportunities. Furthermore, well-organized land utilization also has a positive impact on the environment, such as improving air quality and reducing waste. Key factors for the success of this program include careful planning, community involvement, and support from both the government and the private sector. With the right strategy, previously unproductive land can be transformed into a valuable economic resource, providing long-term benefits for both the community and the surrounding environment. Urban farming serves as an innovative solution to the challenges of limited land and food needs in urban areas. This chapter discusses the potential of utilizing often-neglected vacant land in urban areas to be optimized into productive land through urban farming practices. The primary objective of this study is to identify and analyze how urban farming can transform vacant land into a source of sustainable economic value.
Analisis komperhensif penyuluhan non-komersial sebagai sarana diseminasi Undang-Undang Cipta Kerja Fadzlurrahman, Fadzlurrahman; Yaqin, Muhammad Ainul; Afriyanti, Heni; Wahyudi, Azkaa Maharani; Putra, Muhamad Malvino Surya; Setyawan, Shava Nicky; Vindraputri, Rizqi Mei; Rahmawati, Indi; Aditia, Rahmat; Putra, Nicolas Ade Wika
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i1.308

Abstract

Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja masih menghadapi berbagai tantangan di tingkat masyarakat, terutama dalam hal pemahaman dan penerimaan terhadap regulasi tersebut, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang efektif dan inklusif. Undang-Undang Cipta Kerja bertujuan untuk mempercepat investasi dan penciptaan lapangan kerja, namun penerapannya di tingkat lokal masih menghadapi tantangan, termasuk kurangnya pemahaman masyarakat terhadap isi regulasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi, implementasi, dan hambatan dalam penyuluhan non-komersial sebagai sarana diseminasi UU Cipta Kerja guna mendukung pembangunan berkelanjutan di Kelurahan Pedurungan Lor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta analisis dokumentasi terkait kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan non-komersial yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat dapat meningkatkan pemahaman regulasi serta mendorong keterlibatan aktif warga dalam implementasi kebijakan. Strategi berbasis komunitas dengan pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam membangun kesadaran dan respons positif masyarakat terhadap UU Cipta Kerja. Namun, penelitian juga menemukan beberapa hambatan utama, seperti resistensi terhadap kebijakan, kurangnya akses terhadap informasi resmi, serta keterbatasan sumber daya dalam penyelenggaraan penyuluhan. Kesimpulannya, penyuluhan non-komersial dapat menjadi instrumen yang efektif dalam mengedukasi masyarakat mengenai kebijakan publik, terutama jika didukung dengan metode komunikasi yang adaptif dan kolaborasi yang lebih erat antara mahasiswa, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat. Implikasinya, perlu adanya peningkatan sinergi antara berbagai pemangku kepentingan serta optimalisasi penggunaan teknologi informasi agar penyebarluasan kebijakan lebih luas dan berkelanjutan. The implementation of the Job Creation Law still faces various challenges at the community level, especially in terms of understanding and acceptance of these regulations, so an effective and inclusive communication strategy is needed. The Job Creation Law aims to accelerate investment and job creation, but its implementation at the local level still faces challenges, including a lack of public understanding of the contents of the regulation. This research aims to analyze the strategy, implementation and obstacles in non-commercial counseling as a means of disseminating the Job Creation Law to support sustainable development in Pedurungan Lor Subdistrict. The method used in this research is a qualitative approach using in-depth interview techniques, participatory observation, and analysis of documentation related to the extension activities that have been carried out. The research results show that non-commercial outreach involving students and the community can increase understanding of regulations and encourage active involvement of citizens in policy implementation. Community-based strategies with a participatory approach have proven effective in building awareness and positive responses from the community towards the Job Creation Law. However, research also found several main obstacles, such as resistance to policies, lack of access to official information, and limited resources in providing extension services. In conclusion, non-commercial outreach can be an effective instrument in educating the public about public policy, especially if supported by adaptive communication methods and closer collaboration between students, local government and community leaders. The implication is that there is a need to increase synergy between various stakeholders and optimize the use of information technology so that policy dissemination is wider and more sustainable.
Penerapan sanitasi air bersih dan pemanfaatan kolam ikan di SDN Siwalan Semarang sebagai upaya pencegahan DBD Adillah, Siti Ummu; Azis, Muhammad Ibrahim Nur; Praticia, Dyah Ayu; Puspita, Vera; Kurniawan, Andi; Pamungkas, Satria Bayu Aji; Muzakky, Achmad; Salsabila, Ayu Fitriana; Candra, Irene Ardella; A’dawiyah, Robi’atul; Septiani, Tria Abel
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i1.315

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia akibat infeksi virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Rendahnya kesadaran terhadap kebersihan lingkungan dan sanitasi air menjadi faktor utama tingginya kasus DBD. Program ini bertujuan untuk menerapkan strategi pengendalian DBD berbasis ekosistem dengan mengintegrasikan sanitasi air bersih dan pemanfaatan kolam ikan nila merah (Oreochromis niloticus) sebagai metode alami dalam menghambat pertumbuhan jentik nyamuk. Program dilaksanakan di SDN Siwalan Semarang dengan beberapa tahapan, yaitu sosialisasi sanitasi air bersih, observasi dan pembersihan area yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta pembuatan dan pemanfaatan kolam ikan nila merah sebagai pengendali biologis jentik nyamuk. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa dan guru dalam menjaga kebersihan lingkungan serta penurunan jumlah jentik nyamuk setelah program diterapkan. Selain itu, kolam ikan juga menjadi sarana edukatif dalam memahami ekosistem perairan. Keberhasilan program ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis ekosistem dapat menjadi solusi efektif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan dalam pengendalian DBD. Dengan partisipasi aktif warga sekolah, SDN Siwalan dapat menjadi contoh dalam menerapkan strategi pencegahan DBD berbasis lingkungan. Dengue fever is an infectious disease that is still a public health problem in Indonesia due to dengue virus infection transmitted by Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. Low awareness of environmental hygiene and water sanitation is a major factor in the high number of DHF cases. This program aims to implement an ecosystem-based dengue control strategy by integrating clean water sanitation and the use of red tilapia (Oreochromis niloticus) ponds as a natural method in inhibiting the growth of mosquito larvae. The program was implemented at SDN Siwalan Semarang with several stages, namely socialization of clean water sanitation, observation and cleaning of areas that have the potential to become mosquito nests, as well as the construction and utilization of red tilapia ponds as biological control of mosquito larvae. The results showed an increase in student and teacher awareness in maintaining environmental cleanliness and a decrease in the number of mosquito larvae after the program was implemented. In addition, the fish pond also became an educational tool in understanding aquatic ecosystems. The success of this program proves that an ecosystem-based approach can be an effective, sustainable and environmentally friendly solution to dengue control. With the active participation of the school community, SDN Siwalan can be an example in implementing an environmentally-based dengue prevention strategy.
Pelatihan keterampilan berbicara melalui program DISMA bagi santri Pondok Pesantren MTA Mojogedang Amrulloh, Ahmad Saiful Izza; Chamalah, Evi
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i1.348

Abstract

Program DISMA (Diskusi Santri Muda Aktif) dirancang sebagai solusi untuk meningkatkan keterampilan berbicara santri Pondok Pesantren MTA Mojogedang. Pelatihan ini memadukan metode diskusi dan media pembelajaran interaktif untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, diperoleh hasil bahwa santri mengalami perkembangan signifikan dalam keberanian berbicara, kelancaran menyampaikan gagasan, dan kemampuan berargumen secara runtut. Selain itu, program ini turut menumbuhkan nilai-nilai karakter seperti sopan santun, kerja sama, dan etika berkomunikasi. Program DISMA efektif menjadi model pelatihan yang mampu meningkatkan keterampilan berbicara sekaligus memperkuat karakter santri di lingkungan pesantren. The DISMA (Active Young Santri Discussion) program was developed to enhance the speaking skills of students at MTA Islamic Boarding School Mojogedang. This training integrates discussion methods with interactive learning media to create an active, collaborative, and engaging learning experience. Using a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation, the results show significant improvements in students' speaking confidence, fluency, and ability to present ideas coherently. The program also strengthens character values such as politeness, cooperation, and communication ethics. DISMA proves to be an effective training model that improves speaking skills while reinforcing students’ character within the Islamic boarding school environment.
Pemberdayaan masyarakat Desa Karangasem melalui program penghijauan untuk mewujudkan ruang hijau berkelanjutan Suyanto, Suyanto; Nurrohmat, Bagus; Aprilian, Arda Maulana; Laistania, Iftita; Saputra, Ivan Wira; Musta'manah, Laila; Putri, Mega Ulisia; Afif, Naufal Muhammad; Fatiha, Syifa Salaisya Amani; Uzma, Zurifa Izzatul
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i1.356

Abstract

Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Karangasem melalui penghijauan untuk Mewujudkan Ruang Hijau Berkelanjutan dilaksanakan sebagai wujud pengabdian masyarakat yang memadukan tujuan ekologis dengan pemberdayaan warga. Latar belakang kegiatan ini adalah terbatasnya ruang terbuka hijau, tingginya risiko abrasi pesisir, meningkatnya potensi banjir, serta menurunnya kualitas udara di Desa Karangasem, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Program dirancang dengan mengintegrasikan prinsip Green Economy, yang menekankan keseimbangan antara kelestarian lingkungan, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan sosial. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan deskriptif kualitatif, meliputi observasi lapangan, pengumpulan data lingkungan, sosialisasi manfaat penghijauan, serta penanaman pohon pada titik strategis desa. Seluruh kegiatan melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, kelompok pemuda, serta warga dari berbagai usia. Hasil yang diharapkan mencakup peningkatan kualitas udara, terciptanya ruang terbuka hijau yang fungsional, berkurangnya risiko banjir dan abrasi, serta meningkatnya kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. The Karangasem Village Community Empowerment Program through Greening to Create Sustainable Green Spaces is implemented as a form of community service that combines ecological goals with citizen empowerment. The background to this activity is the limited green open space, the high risk of coastal abrasion, the increasing potential for flooding, and the declining air quality in Karangasem Village, Sayung District, Demak Regency. The program is designed by integrating the principles of the Green Economy, which emphasizes the balance between environmental sustainability, economic growth, and social welfare. The implementation method uses a participatory and qualitative descriptive approach, including field observations, environmental data collection socialization of the benefits of greening, and tree planting at strategic points in the village. All activities involve village officials, community leaders, youth groups, and residents of various ages. Expected results include improved air quality, the creation of functional green open spaces, reduced risks of flooding and abrasion, and increased awareness and active participation of the community in maintaining environmental sustainability in a sustainable manner.
Peningkatan kemampuan kader Warga Peduli AIDS Genuksari melalui pelatihan Spiritual Emotional Freedom Technique Amal, Ahmad Ikhlasul; Setyawati, Retno; Muawanah, Agustia Abidatul
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i1.369

Abstract

Kader Warga Peduli AIDS (WPA) di Kelurahan Genuksari, Semarang, menghadapi tantangan dalam memberikan dukungan psikospiritual yang memadai kepada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Dibutuhkan intervensi untuk meningkatkan kompetensi kader dalam menangani tekanan emosional.Pengabdian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelatihan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktik kader WPA. Kegiatan melibatkan 15 kader WPA melalui tiga tahap: (1) pre-test dan pemberian materi teori, (2) pelatihan praktik dan simulasi SEFT, (3) post-test dan pendampingan lanjutan. Data pengetahuan diukur dengan kuesioner, sedangkan keterampilan dinilai melalui observasi langsung. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed-Rank Test. Karakteristik mayoritas kader adalah perempuan (80,0%), berusia 35-54 tahun (93,4%), dan berpendidikan menengah (60,0%). Hasil analisis menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan (skor rata-rata meningkat dari 45,33 menjadi 86,53; p<0,001) dan keterampilan praktik (skor observasi meningkat dari 2,47 menjadi 9,20; p<0,001). Kader melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam pendampingan ODHA. Pelatihan SEFT terbukti efektif meningkatkan kapasitas kader WPA Genuksari secara signifikan. Teknik ini direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam program pelatihan berkelanjutan bagi kader kesehatan komunitas, didukung forum supervisi rutin untuk keberlanjutan. Community AIDS Care Volunteers (Kader Warga Peduli AIDS/WPA) in Genuksari Village, Semarang, face challenges in providing adequate psychosocial support to People Living with HIV/AIDS (PLWHA). An intervention is required to enhance the volunteers' competence in managing emotional distress. This community service aims to evaluate the effectiveness of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) training in improving the knowledge and practical skills of WPA volunteers. The activity involved 15 WPA volunteers through three stages: (1) pre-test and delivery of theoretical material, (2) practical training and simulation of SEFT, and (3) post-test and follow-up mentoring. Knowledge data was measured using a questionnaire, while skills were assessed through direct observation. Data analysis employed the Wilcoxon Signed-Rank Test. The majority of the volunteers were female (80.0%), aged 35-54 years (93.4%), and had a secondary education (60.0%). The analysis results showed a significant improvement in knowledge (mean score increased from 45.33 to 86.53; p<0.001) and practical skills (observation score increased from 2.47 to 9.20; p<0.001). The volunteers reported increased confidence in assisting ODHA. SEFT training has proven to be effective in significantly enhancing the capacity of WPA volunteers in Genuksari. This technique is recommended for integration into ongoing training programs for community health volunteers, supported by regular supervision forums to ensure sustainability. (Times New Roman 10, single space, and italics).
Pengaruh game-based learning berbantuan kahoot terhadap higher order thinking skills materi bangun datar kelas III SD Supriyadi, Fendy; Ismiyanti, Yulina
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i1.373

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) siswa sekolah dasar yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurangnya pemanfaatan media pembelajaran inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Game Based Learning (GBL) berbantuan media kuis interaktif berbasis Kahoot terhadap kemampuan HOTS siswa pada materi bangun datar. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain Pre-Experimental Design tipe One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas III SD Negeri Tlogosari Kulon 04 yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa pretest dan posttest berbasis HOTS. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas dan uji hipotesis menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 66,7 meningkat menjadi 86,81 pada posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan demikian, penerapan model GBL berbantuan Kahoot berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan HOTS siswa. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran inovatif berbasis permainan dan teknologi digital dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa serta mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi di sekolah dasar. This study is motivated by the low level of Higher Order Thinking Skills (HOTS) among elementary school students, which is caused by teacher-centered learning and the limited use of innovative learning media. This study aims to analyze the effect of the Game Based Learning (GBL) model assisted by Kahoot-based interactive quiz media on students’ HOTS in the topic of plane geometry. The method used is a quantitative approach with a Pre-Experimental Design of the One Group Pretest-Posttest Design type. The research subjects were 28 third-grade students of SD Negeri Tlogosari Kulon 04. Data collection techniques used tests in the form of HOTS-based pretest and posttest. Data analysis was conducted through normality testing and hypothesis testing using the Paired Sample T-Test. The results showed that the average pretest score of 66.7 increased to 86.81 in the posttest. The hypothesis test results indicated a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.000 < 0.05, which means there is a significant difference before and after the treatment. Thus, the implementation of the GBL model assisted by Kahoot has a significant effect on improving students’ HOTS. The implication of this study indicates that the use of innovative learning models based on games and digital technology can be an effective alternative in increasing student engagement and developing higher-order thinking skills in elementary schools.
Pencegahan stunting sejak dini melalui penyuluhan gizi dengan media leaflet untuk ibu yang memiliki anak stunting di Desa Waru Urfaturrizqi, Salsabila; Nugroho, Kalisnada Namba Rohmad; Ibad, Irsyadul; Afiatillah, Nur Mukti; Auliatuzzahra, Adhisty; Agustiana, Rima; Sebriyana, Novi; Rusliawati, Siska Adhani; Abdillah, Rahman Karunia Sandi; Rahayu, Sefani; Suparmi, Suparmi
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i1.398

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang berdampak pada kualitas hidup anak di masa depan. Kondisi ini ditandai dengan keterlambatan pertumbuhan fisik akibat kekurangan gizi, pola asuh yang tidak tepat, serta sanitasi lingkungan yang kurang baik. Dampak stunting tidak hanya memengaruhi tinggi badan, tetapi juga perkembangan otak, daya tahan tubuh, hingga produktivitas saat dewasa. Upaya pencegahan dan penanggulangan stunting perlu dilakukan sejak dini, khususnya pada keluarga yang anaknya telah teridentifikasi mengalami stunting. Sebagai bentuk kontribusi nyata, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 30 Universitas Islam Sultan Agung Semarang melaksanakan penyuluhan pencegahan stunting di Desa Waru. Sasaran utama kegiatan ini adalah ibu yang memiliki anak stunting. Penyuluhan dilakukan dengan media leaflet edukatif yang berisi informasi singkat mengenai gizi seimbang, ASI eksklusif, pemberian MP-ASI bergizi, serta perilaku hidup bersih. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu terkait pentingnya pemenuhan gizi anak dan pola hidup sehat keluarga. Media leaflet terbukti efektif sebagai sarana edukasi karena mudah dipahami, praktis, dan dapat dijadikan rujukan kembali oleh peserta. Program ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mendukung upaya penurunan prevalensi stunting di tingkat desa. Stunting is a chronic nutritional problem that impacts a child's future quality of life. This condition is characterized by delayed physical growth due to malnutrition, inappropriate parenting, and poor environmental sanitation. The impact of stunting not only affects height but also brain development, endurance, and productivity in adulthood. Efforts to prevent and address stunting need to be implemented early, especially in families whose children have been identified as stunted. As a concrete contribution, Community Service Program (KKN) students from Group 30 of Sultan Agung Islamic University Semarang conducted stunting prevention outreach in Waru Village. The primary target group for this activity was mothers with stunted children. The outreach included educational leaflets containing concise information on balanced nutrition, exclusive breastfeeding, providing nutritious complementary foods, and practicing good hygiene. The results of the activity showed an increase in mothers' understanding of the importance of meeting children's nutritional needs and maintaining a healthy family lifestyle. The leaflets proved effective as an educational tool because they were easy to understand, practical, and could be used as a reference by participants. This program is expected to be a sustainable step in supporting efforts to reduce stunting prevalence at the village level.

Page 2 of 2 | Total Record : 20