cover
Contact Name
Choiril Anwar
Contact Email
choirilanwar@unissula.ac.id
Phone
+6281931704317
Journal Mail Official
choirilanwar@itpd.or.id
Editorial Address
Gang Melati 8 Ds. Mlaten, Mijen, Demak, Jawa Tengah. 59583
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Community Empowerment Journal
Published by CV. Yudhistt Fateeh
ISSN : -     EISSN : 30248558     DOI : https://doi.org/10.61251/cej
The mission of Community Empowerment Journal is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and empowerment. This includes highlighting innovative endeavors; critically examining emerging issues, trends, challenges, and opportunities; and reporting on studies of impact in the areas of public service, outreach, empowerment, extension, engaged research, community-based research, community-based participatory research, action research, public scholarship, service-learning, and community services. Focus Community Empowerment Journal aims to provide a forum for international researchers on applied Society Development and Empowerment to publish the original articles. The scope of Community Empowerment Journal is Society Development and Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 150 Documents
Pendampingan digitalisasi presensi dan layanan parenting melalui PRESTI System di MTs Al-Islam Jepara Alzena Dona Sabilla; Ahmad Saefudin; Olyvia Revalita Candraloka; Azzah Nor Laila; Rional Marpaung; Asyarotun Kamilah
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i3.465

Abstract

Pengelolaan presensi peserta didik secara manual dan belum terintegrasinya penyampaian informasi kepada orang tua menjadi kendala dalam layanan administrasi di MTs Al-Islam Jepara. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mendigitalisasi presensi peserta didik, meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan sistem, dan memperkuat layanan digital parenting melalui PRESTI System. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan berupa analisis situasi, koordinasi, dan penyiapan perangkat; pelaksanaan berupa sosialisasi, pelatihan digital parenting, penerapan teknologi, dan pendampingan penggunaan sistem; serta evaluasi melalui observasi, praktik operasional, wawancara, kuesioner, dan pemeriksaan fungsi aplikasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan pengelolaan presensi dari pencatatan manual menjadi pemindaian kode QR yang terhubung dengan basis data, dasbor waktu nyata, rekapitulasi digital, dan notifikasi kepada orang tua. PRESTI System disiapkan untuk melayani 114 peserta didik yang tersebar dalam lima kelas. Pada uji coba terbatas tanggal 12 Agustus 2026 yang melibatkan 55 peserta didik, sistem mencatat 44 peserta didik hadir tepat waktu dan 11 peserta didik terlambat. Pelatihan juga memperkuat pemahaman guru mengenai keamanan digital, etika komunikasi, dan pemanfaatan data kehadiran untuk mendukung kolaborasi madrasah dengan keluarga. Pelaksanaan program masih menghadapi kendala pada fitur penyuntingan data, pencatatan otomatis peserta didik yang tidak hadir, ketersediaan kode batang, dan ekspor rekapitulasi per kelas. Temuan tersebut menjadi dasar penyempurnaan sistem dan penguatan kapasitas operator. Penerapan PRESTI System berimplikasi pada pengelolaan presensi yang lebih tertib, mudah ditelusuri, dan mendukung keterlibatan orang tua dalam memantau kedisiplinan peserta didik. Manual student attendance management and the lack of an integrated mechanism for delivering information to parents posed challenges to administrative services at MTs Al-Islam Jepara. This community engagement program aimed to digitize student attendance, improve teachers’ skills in operating the system, and strengthen digital parenting services through the PRESTI System. The program was implemented in three stages: preparation, comprising situation analysis, coordination, and equipment setup; implementation, consisting of program orientation, digital parenting training, technology deployment, and assistance in using the system; and evaluation through observation, operational practice, interviews, questionnaires, and application functionality testing. The results indicated a transition from manual attendance recording to QR code scanning connected to a database, a real-time dashboard, digital attendance reports, and notifications to parents. The PRESTI System was designed to serve 114 students across five classes. During a limited trial involving 55 students on August 12, 2026, the system recorded 44 students arriving on time and 11 arriving late. The training also enhanced teachers’ understanding of digital safety, communication ethics, and the use of attendance data to support collaboration between the madrasah and families. Several challenges remained, including limited data-editing functionality, the absence of automatic records for absent students, incomplete availability of QR codes, and inaccurate class-based data exports. These findings provided a basis for refining the system and strengthening operators’ capacity. The implementation of the PRESTI System contributed to more systematic and traceable attendance management while supporting parental involvement in monitoring student discipline.
Penguatan kesadaran etika dalam pemanfaatan Artificial Intelligence bagi siswa SMAN 11 Ingin Jaya Yuniarti Yuniarti; Siti Safura; Sarair Sarair; Ika Kana Trisnawati; Siti Nurhaliza; Siti Salsabila
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i3.468

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Di satu sisi, AI memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran, namun di sisi lain juga menimbulkan tantangan etis seperti plagiarisme, pelanggaran privasi data, dan penyalahgunaan teknologi. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk membangun kesadaran etika siswa SMA dalam pemanfaatan Artificial Intelligence secara bijak dan bertanggung jawab. Kegiatan PkM dilaksanakan di SMA Negeri 11 Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh pada bulan Februari hingga Mei dengan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif. Metode yang diterapkan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan refleksi. Materi kegiatan mencakup konsep dasar Artificial Intelligence, literasi digital, serta prinsip-prinsip etika dalam penggunaan teknologi di lingkungan pendidikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya indikasi peningkatan pemahaman dan kesadaran etika siswa yang lebih baik terhadap pemanfaatan teknologi berbasis AI. Siswa menjadi lebih kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital. Kegiatan ini berkontribusi positif dalam mendukung penguatan literasi digital dan pendidikan etika di tingkat SMA. The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has brought significant changes to the field of education, including at the senior high school level. On the one hand, AI offers considerable benefits by facilitating teaching and learning processes; on the other hand, it also presents ethical challenges, such as plagiarism, data privacy violations, and the misuse of technology. Therefore, this Community Service Program aimed to enhance senior high school students' ethical awareness in using Artificial Intelligence wisely and responsibly. The program was conducted at SMA Negeri 11 Ingin Jaya, Aceh Besar Residence, Aceh Province from February to May using an educational and participatory approach. The methods employed included interactive lectures, group discussions, case studies, and reflective activities. The learning materials covered the fundamental concepts of Artificial Intelligence, digital literacy, and ethical principles for the responsible use of technology in educational settings. The results of the program demonstrated an improvement in students' understanding of and ethical awareness regarding the use of AI-based technologies. The students became more critical, prudent, and responsible in utilizing digital technologies. Overall, this community service initiative made a positive contribution to strengthening digital literacy and promoting ethical education among senior high school students.
Pemberdayaan UMKM desain interior melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence di Kota Semarang Ratna Hardianningrum; Mohhamad Kusyanto; Ilham Yustar Afif; Hendra Kurnia Majid; Gheya Rizki Insyirah
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i3.469

Abstract

Jasa bidang desain interior saat ini semakin diminati masyarakat yang ingin menciptakan ruang yang fungsional, estetis, aman, nyaman, dan sehat. Mitra dalam kegiatan PKM ini adalah Ilma Interior yang merupakan pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) dibidang pembuatan desain interior. Lokasi mitra sasaran PKM ini berada di kelurahan Karangroto, Kecamatan Genuk Kota Semarang. Permasalahan yang dihadapi mitra dalam menjalankan usaha desain interior masih menggunakan cara konvensional dengan menggunakan gambar manual atau sketsa. Mitra belum menggunakan aplikasi desain komputer serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI). Mitra dalam proses produksi masih menggunakan peralatan mesin yang manual sehingga mitra hanya bisa membuat desain-desain yang lurus, Sedangkan untuk desain yang lengkung atau agak rumit mitra belum mampu membuat karena keterbatasan peralatan mesin yang digunakan. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah mengembangkan usaha desain interior lebih maju sehingga  usaha ini beserta semua orang yang terlibat mampu menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam berkreasi dan berinovasi dengan penerapan teknologi AI dan penggunaan mesin tepat guna, serta meningkatkan promosi penjualan melalui digital marketing. Secara garis besar permasalahan meliputi 2 aspek bidang yaitu bidang produksi dan pemasaran. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalan ini adalah dengan pelatihan dan pendampingan membuat gambar desain interior, gambar kerja produksi dengan aplikasi komputer dan penerapan teknologi AI, mengoptimalkan penggunaan mesin produksi dengan pemanfaatan mesin CNC (Computer Numerical Control), serta digital marketing dengan optimalisasi promosi penjualan. Hasil dari kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa mitra dapat menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mempercepat proses produksi dan meningkatkan promosi penjualan. Interior design services are increasingly sought after by the public, who desire spaces that are functional, aesthetically pleasing, safe, comfortable, and healthy. The partner for this Community Service Program is Ilma Interior. It's a Micro, Small, and Medium Enterprise specializing in interior design. The partner is located in Karangroto Area, Genuk District, Semarang City. The challenges faced by the partner stem from the use of conventional methods, specifically manual drawings or sketches, rather than computer-aided design applications or Artificial Intelligence (AI). Production relies on manual machinery, limiting the partner to creating designs with straight lines; they are currently unable to produce curved or complex designs due to equipment limitations. The objective of this community service program is to advance the interior design business, enabling the enterprise and its stakeholders to achieve economic independence. This involves enhancing creative and innovative skills through the application of AI technology and appropriate machinery, as well as boosting sales promotion via digital marketing. Broadly speaking, the issues fall into two categories: production and marketing. The methods implemented include training and mentoring in creating interior designs and production drawings using computer applications and AI technology; optimizing production capabilities through CNC (Computer Numerical Control) machinery; and enhancing sales promotion through digital marketing. As a result, the partner is able to implement Artificial Intelligence (AI) technology to accelerate the production process and enhance sales promotion.
Pemberdayaan kelompok tani kopi Sambiganen melalui redesain mesin pengupas kulit tanduk berbasis teknologi tepat guna Adi Fajaryanto Cobantoro; Rizki Dwi Ardika; Elok Putri Nimasari; Elvina Dwi Cahyani; Lazuardi Irham Karaman; Ismail Abdurrozaq Zulkarnain; Ayu Anandita Putri Arista
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i3.470

Abstract

Keterbatasan proses pengupasan kulit tanduk menjadi salah satu hambatan dalam mengoptimalkan potensi kopi yang dikelola Kelompok Tani Margomulyo, Dusun Sambi, Desa Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Pengupasan yang masih dilakukan secara manual atau semi-manual membutuhkan waktu dan tenaga relatif besar serta berpotensi menghasilkan biji pecah dan mutu yang tidak seragam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses pengupasan, memperkuat konsistensi mutu hasil pascapanen, dan membangun tata kelola penggunaan teknologi di tingkat kelompok. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis kebutuhan mitra melalui tahapan identifikasi kondisi awal, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan, evaluasi, dan penguatan keberlanjutan. Intervensi utama berupa penerapan mesin pengupas kulit tanduk kopi yang disertai standarisasi proses, pelatihan operator, keselamatan kerja, pencatatan produksi, dan perawatan mesin. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan teknologi diikuti dengan terbentuknya prosedur operasional, meningkatnya kemampuan mitra dalam mengoperasikan dan merawat mesin, serta tersusunnya sistem pencatatan produksi dan perawatan yang lebih terstruktur. Pendekatan ini memberikan dasar bagi pengelolaan pascapanen yang lebih terukur dan membuka peluang pengembangan layanan pengupasan berbasis kelompok. Namun, pengukuran kuantitatif terhadap peningkatan kapasitas, efisiensi waktu, dan penurunan defect masih perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat bukti dampak teknologi terhadap produktivitas dan nilai ekonomi kopi pada tahap pengembangan berikutnya. Limited hulling capacity has become one of the constraints in optimizing the coffee potential managed by the Margomulyo Farmers’ Group in Sambi Hamlet, Ngrayun Village, Ponorogo Regency. The hulling process, which is still conducted manually or semi-manually, requires considerable time and labor and may result in broken beans and inconsistent quality. This community service program aimed to improve hulling efficiency, strengthen postharvest quality consistency, and establish technology management at the group level. The program employed a participatory, needs-based approach through several stages, including initial condition assessment, socialization, training, appropriate technology implementation, mentoring, evaluation, and sustainability strengthening. The main intervention involved the implementation of a coffee hulling machine accompanied by process standardization, operator training, occupational safety procedures, production recording, and machine maintenance. The results indicated that technology implementation was accompanied by the establishment of operating procedures, improved partner capacity to operate and maintain the machine, and a more structured production and maintenance recording system. This approach provides a foundation for more measurable postharvest management and creates opportunities for developing group-based hulling services. However, quantitative measurements of capacity improvement, processing time efficiency, and defect reduction still need to be conducted continuously to strengthen evidence of the technology’s impact on coffee productivity and economic value in subsequent development stages.
Pemberdayaan paralegal desa Pulau Gadang: Penguatan akses keadilan melalui revitalisasi Pos Bantuan Hukum Ledy Diana; Sukamarriko Sukamarriko; Ringgo Eldapi Yozani; Separen Separen; Ferawati Ferawati; Syadza Adila Putri; Riyanda Elsera Yozani
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i3.471

Abstract

Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, menghadapi persoalan rendahnya akses keadilan masyarakat akibat minimnya literasi hukum warga dan belum optimalnya fungsi Pos Bantuan Hukum (Posbankum) sebagai pusat layanan hukum berbasis desa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas paralegal desa serta merekonstruksi fungsi kelembagaan Posbankum agar berperan optimal dalam mendekatkan akses keadilan kepada masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan andragogi partisipatif dengan komposisi 75% praktik dan 25% teori, meliputi sosialisasi dan pendekatan humanis kepada mitra, Focus Group Discussion (FGD) pemetaan kebutuhan hukum, pelatihan intensif bersertifikat bagi paralegal desa disertai workshop revitalisasi Posbankum, forum edukasi hukum berbasis kearifan lokal Kampar, serta monitoring dan evaluasi keberlanjutan program selama delapan bulan pelaksanaan. Kegiatan ini menghasilkan kelompok paralegal desa yang terlatih dan bersertifikat, tersusunnya Standar Operasional Prosedur (SOP) layanan Posbankum, modul pelatihan paralegal berbasis kearifan lokal yang didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual, serta luaran publikasi pada jurnal dan prosiding seminar nasional. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan paralegal desa yang replikatif bagi desa-desa lain di Kabupaten Kampar dan Provinsi Riau dalam mewujudkan akses keadilan yang inklusif dan berkelanjutan. Pulau Gadang Village, XIII Koto Kampar Subdistrict, Kampar Regency, faces limited community access to justice due to low legal literacy and the underperforming function of the Legal Aid Post (Posbankum) as a village-based legal service center. This community service program aims to strengthen the capacity of village paralegals and reconstruct the institutional function of Posbankum so that it can bring justice closer to the community. The implementation applies a participatory andragogy approach with a composition of 75% practice and 25% theory, comprising humanistic socialization with partners, a Focus Group Discussion (FGD) to map legal needs, intensive certified paralegal training accompanied by a Posbankum revitalization workshop, community legal education forums grounded in Kampar local wisdom, and monitoring and evaluation of program sustainability over eight months of implementation. The program produced trained and certified village paralegal groups, Standard Operating Procedures (SOP) for Posbankum services, a locally grounded paralegal training module registered as Intellectual Property, and publication outputs in a national journal and seminar proceedings. This program is expected to serve as a replicable model of village paralegal empowerment for other villages in Kampar Regency and Riau Province in realizing inclusive and sustainable access to justice.
Digitalisasi BUMDes Sarimarta melalui sistem informasi web dan pemberdayaan karang taruna Sam Farisa Chaerul Haviana; Bagus Satrio Waluyo Poetro; Nabiel Ilyasa Pradana; Navilla Syifa; Fauzan Habib
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i3.475

Abstract

BUMDes Sarimarta di Desa Wonosari, Kabupaten Demak, menghadapi kendala tata kelola administrasi dan pencatatan keuangan akibat penggunaan sistem manual berbasis kertas yang rawan kesalahan angka serta memperlambat penyusunan laporan pertanggungjawaban. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan merancang Sistem Informasi BUMDes berbasis web (https://sarimarta.id) sekaligus meningkatkan kapasitas teknis pemuda Karang Taruna sebagai operator sistem. Metode pelaksanaan mengombinasikan rekayasa perangkat lunak System Development Life Cycle (SDLC) model Waterfall dengan pendekatan pendampingan Participatory Action Research (PAR). Evaluasi program dilakukan melalui perhitungan efisiensi waktu pemrosesan data serta pengukuran kuantitatif pre-test dan post-test terhadap peserta. Hasil implementasi menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi sarimarta.id memotong durasi pemrosesan data keuangan dari 2.400 menit menjadi 120 menit, atau mencapai tingkat efisiensi sebesar 95%. Pendampingan PAR juga berhasil meningkatkan rata-rata skor kompetensi teknis anggota Karang Taruna dari 30% pada pre-test menjadi 89,5% pada post-test. Implementasi sistem digital ini mempercepat penyusunan laporan keuangan BUMDes yang akuntabel dan mendorong keterbukaan informasi publik bagi warga desa. A BUMDes Sarimarta in Wonosari Village, Demak Regency, faced administrative and financial record-keeping challenges due to paper-based manual systems, which led to data recording errors and delayed financial reporting. This community service program aimed to develop a web-based BUMDes Information System (https://sarimarta.id) and build the technical capacity of local youth from Karang Taruna as system operators. The methodology integrated the Waterfall System Development Life Cycle (SDLC) software engineering model with a Participatory Action Research (PAR) mentoring approach. Program evaluation was conducted by calculating data processing efficiency and measuring participants' technical competencies through pre-test and post-test assessments. The implementation results showed that the sarimarta.id platform reduced financial data processing time from 2,400 minutes to 120 minutes, achieving an efficiency rate of 95%. Furthermore, PAR-based mentoring increased the average technical competence score of Karang Taruna members from 30% in the pre-test to 89.5% in the post-test. This digitalization accelerates accountable financial reporting and supports public information transparency for the village community.
Peningkatan keaktifan belajar IPAS dengan model Discovery Learning berbantuan media puzzle di sekolah dasar Ayu Regitta Cahyani; Atika Dwi Evitasari; Ratri Shinta Wardhani
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i3.476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar IPAS materi Sejarah Masyarakat di Lingkungan Tempat Tinggal melalui penerapan model Discovery Learning berbantuan media puzzle pada murid kelas III C SD Negeri Percobaan 4 Wates Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah murid kelas III C SD Negeri Percobaan 4 Wates. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data keaktifan belajar dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan hasil observasi selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning berbantuan media puzzle dapat meningkatkan keaktifan belajar IPAS murid. Rata-rata keaktifan belajar pada siklus I sebesar 63,45% dan meningkat menjadi 88,82% pada siklus II. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan model Discovery Learning berbantuan media puzzle mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, menarik, dan melibatkan murid secara langsung dalam proses menemukan pengetahuan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pembelajaran IPAS di sekolah dasar melalui penerapan model pembelajaran dan media yang dapat mendorong keterlibatan aktif murid dalam memahami materi Sejarah Masyarakat Di Lingkungan Tempat Tinggal. This study aimed to improve students' learning activity in IPAS on the topic of the History of Communities in Their Local Environment through the implementation of the Discovery Learning model assisted by puzzle media among third-grade students at SD Negeri Percobaan 4 Wates in the 2025/2026 academic year. This study employed Classroom Action Research conducted in two cycles using the Kemmis and McTaggart model, consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The subjects of this study were third-grade students of class III C at SD Negeri Percobaan 4 Wates. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Students' learning activity data were analyzed descriptively and quantitatively based on observations conducted during the learning process. The results showed that the implementation of the Discovery Learning model assisted by puzzle media improved students' learning activity in IPAS. The average learning activity increased from 63.45% in the first cycle to 88.82% in the second cycle. This improvement indicates that the use of Discovery Learning assisted by puzzle media can create a more active and engaging learning environment and encourage students to participate directly in the process of discovering knowledge. This study contributes to IPAS learning in elementary schools by providing an alternative learning model and learning media that encourage students' active involvement in understanding the history of communities in their local environment.
Pendidikan literasi bencana melalui media visual dan cerita anak sebagai upaya mitigasi bencana bagi siswa sekolah dasar Yusuf Muhammad; Fikry Prastya Syahputra; Umaya Ramadhani Putri Nasution; Zulfan Zulfan; Arsi Zahiri
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i3.480

Abstract

Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi, termasuk bencana hidrometeorologis seperti banjir musiman. Siswa Sekolah Dasar (SD) merupakan kelompok rentan yang sering kali belum memiliki tingkat kesiapsiagaan dan literasi kebencanaan yang optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kesiapsiagaan bencana bagi siswa SD Negeri 050725 Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, yang sebelumnya terdampak banjir pada November 2025. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan persiapan, implementasi, dan evaluasi. Edukasi disampaikan secara komunikatif dan interaktif dengan memanfaatkan poster edukatif, video pembelajaran, serta cerita anak. Kegiatan juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan permainan edukatif untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan anak selama proses pembelajaran. Materi mencakup pemahaman risiko, tanda bahaya, serta tindakan mitigasi untuk bencana banjir, gempa bumi, dan erupsi gunung berapi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai jenis bencana, pengenalan tanda bahaya, kemampuan mengambil tindakan penyelamatan diri, serta kesiapan mental awal dalam menghadapi kondisi darurat. Integrasi media cerita anak visual, pengalaman lokal, dan aktivitas interaktif terbukti efektif dalam membangun pemahaman kontekstual dan disaster self-awareness siswa. Program ini diharapkan dapat menjadi bentuk mitigasi nonstruktural yang mendukung terbentuknya budaya sadar bencana yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Indonesia experiences high disaster vulnerability, including hydrometeorological disasters such as seasonal flooding. Elementary school students belong to a vulnerable group that often lacks optimal disaster literacy and preparedness. This community service program aimed to enhance disaster literacy and preparedness among students at SD Negeri 050725 Tanjung Pura, Langkat Regency, who were directly affected by the flood in November 2025. The implementation method comprised preparation, execution, and evaluation phases. Education was delivered communicatively and interactively using visual media (educational posters and learning videos), children's stories, Q&A sessions, and educational games. The topics covered understanding risks, warning signs, and mitigation actions for floods, earthquakes, and volcanic eruptions. Evaluation results demonstrated an improvement in students' knowledge of disaster types, recognition of warning signs, ability to take self-rescue actions, and initial mental readiness in emergency situations. The integration of visual media, local experience, and interactive activities proved effective in fostering contextual understanding and students' disaster self-awareness. This program is expected to serve as a non-structural mitigation effort supporting a sustainable disaster-aware culture in the school environment.
Pemberdayaan pelaku UMKM Kota Semarang menuju era digitalisasi: Peningkatan kualitas sumber daya manusia berbasis digital: Empowering Semarang City MSME players for the digital era: Enhancing digital-based human resource quality Sri Anik; Lisa Kartikasari; Rita Rosalina
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i3.482

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi UMKM dan dapat  menghambat perkembangan serta kesejahteraannya adalah SDM (Sumber Daya Manusia). SDM  adalah salah satu aset terpenting dalam menjalankan usaha. Namun, banyak UMKM yang belum mampu mengelola SDM-nya  dengan baik dan profesional untuk mendukung pertumbuhan usaha. Beberapa permasalahan SDM yang dihadapi oleh UMKM antara lain: kurangnya jumlah SDM yang kompeten dan terampil sesuai dengan bidang usaha. Metode pelaksanaan kegiatan ini  berbasis kelompok dan dilakukan secara komprehensif sehingga  para peserta pelatihan  (UMKM olahan pangan) dapat lebih fokus  dalam menerima materi  selama  pelatihan tersebut.  Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan secara terukur melalui proses monitoring dan evaluasi (Monev) untuk mengukur ketercapaian target, yaitu aspek kebermanfaatan bagi UMKM: memahami dan mengimplementasikan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dalam mengelola usaha. Pelatihan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Berbasis Digital tersebut memberikan manfaat bagi peserta pelatihan, yaitu UMKM olahan pangan Kota Semarang dapat meningkatkan komunikasi (bisa mengajukan pertanyaan kepada narasumber) dan manajemen waktu (dapat membuat daftar prioritas (skala prioritas)).  Hal ini sangat diharapkan karena   dengan peran yang kuat dalam SDM,  UMKM  dapat memanfaatkan potensi teknologi digital  untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. One of the challenges facing MSMEs that can hinder their development and well-being relates to Human Resources (HR). HR is a crucial asset in business operations; however, many MSMEs struggle to manage their workforce effectively and professionally to support business growth. Specific HR issues encountered by MSMEs include a shortage of personnel possessing the competence and skills relevant to their specific business sectors. This activity employed a comprehensive, group-based approach, allowing participants—specifically MSMEs in the processed food sector—to focus more effectively on the training material. The community service initiative was conducted systematically, incorporating monitoring and evaluation (Monev) processes to assess the achievement of key objectives—specifically the benefits to the MSMEs: understanding and implementing quality HR management practices within their businesses. The training on "Digital-Based Human Resource Quality Improvement" provided tangible benefits to the participating processed food MSMEs in Semarang City, enabling them to enhance communication (facilitating direct interaction with resource persons) and improve time management (such as creating priority lists or scales). These outcomes are highly desirable, as robust HR capabilities empower MSMEs to leverage the potential of digital technology to boost efficiency and productivity.
Tested by the storm: Preparedness, faith, moral transformation, and collective resilience among older adults in Tacloban Reggy Capacio Figer
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i3.484

Abstract

For the past decade, the frequency and destructive nature of disasters have increased. Those most affected by these calamities are the vulnerable sectors of the society, such as the elderly population. While previous studies frequently concentrated on the fragility of older adults, there is a scant attention to their knowledge, faith, and community ties as resources for collective resilience and recovery. This study addresses this gap by examining the ways in which older adults in Tacloban drew on these resources following the disaster. In this qualitative study, I examined how 16 older adults in Tacloban Philippines, experienced and responded to Super Typhoon Haiyan in 2013. Through in-depth interviews, I identified four interrelated dimensions of resilience: preparedness, faith, moral transformation, and community-based collective resilience. The findings, moreover, revealed that informants used these dimensions of resilience not only to deal with harsh conditions after the disaster but also to support others and contribute to the collective recovery of their community. I also argue that since the consequences of disasters on older adults are more substantial, their perspectives, experiences, and contributions should be more fully recognized and valued. Furthermore, I yearn to contribute to studies in disaster gerontology as well as highlight older adults as active agents in disaster response and recovery situations.