cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 30257999     EISSN : 30257980     DOI : https://doi.org/10.57235
JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary dengan nomor ISSN terdaftar 3025-7999 (Cetak) dan 3025-7980 (Elektronik) adalah jurnal akses terbuka ilmiah yang diterbitkan oleh CV Rayyan Dwi Bharata. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian pada lingkup bidang pendidikan, agama, multidfisiplin. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary diterbitkan 1 tahun 2 kali terbit pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 496 Documents
Eksploitasi Manusia di Era Digital: Tindak Pidana Perdagangan Orang sebagai Pelanggaran Hak Asasi di Indonesia Hadriyani, Siti; Simarmata, Eka Santi; Panjaitan, Gita Jesica; Nugraha, Gusnadi; Alfiandra, Muhammad Diki; Hambali, Hambali
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6374

Abstract

Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang kian kompleks di era digital. Penelitian ini mengkaji dinamika TPPO di Indonesia dengan pendekatan kualitatif yuridis-empiris, berfokus pada kasus-kasus aktual seperti kematian pekerja migran Soleh Darmawan di Kamboja dan maraknya penipuan daring yang melibatkan warga negara Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modus TPPO telah berkembang menjadi kejahatan transnasional berbasis teknologi, melibatkan eksploitasi tenaga kerja, seksual, dan ancaman terhadap integritas fisik korban. Faktor penyebabnya meliputi kemiskinan, lemahnya penegakan hukum, serta literasi digital yang rendah. Pemerintah Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam pemberantasan TPPO, termasuk minimnya koordinasi antarinstansi, keterlibatan oknum aparat, serta belum optimalnya regulasi yang ada. Penelitian ini merekomendasikan perlunya revisi UU TPPO, penguatan kelembagaan, dan strategi penanggulangan berbasis hak asasi manusia agar perlindungan korban dapat berjalan secara holistik dan berkelanjutan.
Pengaruh Pelecehan Seksual Terhadap Mentalitas Mahasiswa di Lingkungan Kampus Anggela, Dea Resti; Pasaribu, Ester Edenia Br; Hambali, Hambali; Santika, Mela Putri; Ningsih, Nurbadria; Havina, Syahmila; Putri, Wartini Arwinda
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6308

Abstract

Artikel ini mengkaji hubungan yang rumit antara pelecehan seksual, aspek mental korban, lingkungan di mana pelecehan terjadi, dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Pelecehan seksual, dalam berbagai bentuknya, tidak hanya menimbulkan luka fisik tetapi juga dampak psikologis atau mental yang signifikan dan berkelanjutan bagi korban. Lebih lanjut, artikel ini menyoroti bagaimana karakteristik lingkungan, baik fisik maupun sosial, dapat memengaruhi risiko terjadinya pelecehan seksual dan memperparah konsekuensi mental yang dialami korban. Faktor-faktor seperti kurangnya keamanan ruang publik, norma sosial yang meremehkan pelecehan, dan minimnya dukungan bagi korban dalam suatu lingkungan dapat berkontribusi pada prevalensi dan dampak negatif pelecehan seksual. Dalam kerangka HAM, pelecehan seksual merupakan pelanggaran mendasar terhadap hak atas keamanan pribadi, integritas tubuh, martabat, dan kesehatan mental. Artikel ini menganalisis bagaimana kegagalan dalam mencegah dan menanggapi pelecehan seksual secara efektif di berbagai lingkungan merupakan pelanggaran terhadap kewajiban negara untuk melindungi hak asasi manusia. Melalui tinjauan literatur dan analisis konseptual, artikel ini menyerukan pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan pemahaman tentang dampak mental pelecehan seksual, penciptaan lingkungan yang aman dan mendukung, serta penegakan prinsip-prinsip HAM untuk mewujudkan masyarakat yang bebas dari kekerasan seksual dan menjamin kesejahteraan mental korban.
Profil Tokoh Abdullah Eteng Simangungsong, Lister Eva; Pardede, Sion Angelica; Ginting, Adelia Fransiska Br; Simanjuntak, Jessica; Sidabutar, Evi
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6113

Abstract

Penelitian ini membahas perjalanan hidup dan kiprah Abdullah Eteng sebagai tokoh pejuang kemerdekaan dan birokrat asal Sumatera Utara. Penelitian dilakukan melalui studi pustaka dan dokumentasi arsip sejarah yang berlokasi di Sumatera Utara, khususnya Asahan, Karo, dan Deli Serdang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kontribusi Abdullah Eteng dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia serta peran strategisnya dalam pemerintahan daerah pasca kemerdekaan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui analisis dokumen dan sumber sejarah primer serta sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abdullah Eteng dikenal sebagai pemimpin berintegritas tinggi, berpihak pada rakyat, dan berani mengambil keputusan di masa genting. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai perjuangan dan pengabdian Abdullah Eteng menjadi inspirasi penting bagi generasi penerus bangsa.
Dari Ketidakadilan ke Kesadaran Politik: Sarekat Dagang Islam dan Transisi Menuju Sarekat Islam Fahlevi, Tengku Riza; Dania, Alya Putri; Larasati, Suci; Sinaga, Rosmaida
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6489

Abstract

Studi ini mengkaji Sarekat Islam sebagai arena kontestasi gagasan dalam fase awal kebangkitan nasional, serta kontribusinya dalam membentuk arah perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia. Sarekat Islam (SI) merupakan tonggak awal dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia yang muncul sebagai respons terhadap ketimpangan struktural akibat kolonialisme Belanda, diskriminasi rasial, dan marginalisasi ekonomi masyarakat bumiputra. Didirikan pertama kali sebagai Sarekat Dagang Islam (SDI) oleh Haji Samanhudi dengan tujuan membela hak-hak pedagang pribumi dari tekanan ekonomi dan politik pedagang Tionghoa yang dilindungi penguasa kolonial, organisasi ini kemudian berkembang menjadi kekuatan politik massal di bawah kepemimpinan visioner H.O.S. Tjokroaminoto. Sarekat Islam tidak hanya bertransformasi menjadi wadah perjuangan kelas bawah, tetapi juga menjadi instrumen pembentukan kesadaran nasional melalui dakwah Islam, pendidikan politik, dan media pergerakan. SI menegaskan posisi Islam sebagai kekuatan moral dan sosial dalam menantang hegemoni kolonial. Namun, masuknya ideologi Marxis-Leninis yang dibawa oleh tokoh-tokoh seperti Semaun menimbulkan konflik ideologis yang tajam dan memperuncing perpecahan internal organisasi. Fragmentasi ini merefleksikan tarik-menarik ideologis dalam tubuh SI antara nasionalisme Islam dan komunisme yang sedang bertumbuh.
Manajemen Peserta Didik Berbasis Nilai-Nilai Buddhis Dalam Mewujudkan Pendidikan Holistik M, Putriana; Yanti, Yanti; Munisah, Munisah; Kabri, Kabri
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6429

Abstract

Manajemen peserta didik dalam lembaga pendidikan Buddhis berperan penting dalam membentuk karakter holistik peserta didik melalui integrasi nilai-nilai moralitas (sīla), konsentrasi (samādhi), dan kebijaksanaan (paññā) dalam lingkungan belajar yang harmonis dan bermakna. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengumpulkan, mengolah, dan menyimpulkan data dari berbagai sumber yang relevan guna menemukan jawaban atas permasalahan yang dikaji. Penelitian ini mengkaji manajemen peserta didik berbasis nilai-nilai Buddhis dalam mewujudkan pendidikan holistik yang menekankan pengembangan akademik, moral, dan spiritual secara seimbang. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan ini mencakup kepemimpinan spiritual, pembelajaran interaktif, serta keterlibatan guru, siswa, dan orang tua dalam membangun budaya sekolah yang harmonis. Nilai-nilai Buddhis seperti etika, konsentrasi, dan kebijaksanaan menjadi dasar pembentukan karakter dan pengalaman belajar yang bermakna.
Budaya Bakar Batu Sebagai Upaya Penyelesaian Konflik Horizontal pada Masyarakat Adat Suku Dani Wenda, Imelda; Purwanti, Ari Retno
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 1, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v1i1.1186

Abstract

Tujuan Penelitian (1) Mengetahui proses pelaksanaan ritual bakar batu pada masyarakat suku Dani di Ilaga papua. (2) Mengetahui ritual bakar batu digunakan sebagai upaya penyelesaian konflik horizontal pada masyarakat suku Dani diwilayah Ilaga Kabupaten Puncak. Hasil penelitian adalah (1) Proses pelaksanaan ritual bakar batu pada masyarakat suku dani diIlaga dilakukan berdasarkan kebersamaan, persaudaraan dan kekeluargaan dengan cara proses membakar batu, menyusun alang-alang dan daun pisang, menyiapkan ubi-ubian, sayur-sayuran dan daging babi, hingga sampai tahap memasak dan makan bersama. (2) Ritual bakar batu digunakan sebagai media perdamaian bertujuan untuk mengumpulkan semua pihak (terutama korban dan pelaku konflik) untuk membicarakan pokok permasalahan, membayar korban konflik, hingga pendatangan berita acara persetujuan perdamaian.
Pemuda dalam Cengkeraman Kekuasaan: dari Seinendan ke Generasi Milenial Muham, Setia Esra S; Safitri, Fivie; Manalu, Agrifa Ido Arta; Zai, Diraningsih; Cofifah S M, Indah; Sinaga, Rosmaida
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6328

Abstract

Artikel ini membahas pola mobilisasi dan pemanfaatan pemuda oleh kekuasaan dalam dua periode berbeda: masa pendudukan Jepang (1942–1945) dan era digital kontemporer. Pada masa Jepang, pemuda dimobilisasi melalui organisasi semi-militer seperti Seinendan dan Keibodan untuk mendukung kepentingan militer dan ideologi penjajah. Sementara di masa kini, pemuda dimanfaatkan secara digital melalui peran sebagai buzzer politik yang menyebarkan narasi kekuasaan di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis-kritis dengan metode kualitatif, mengandalkan studi pustaka dari sumber primer dan sekunder. Hasil kajian menunjukkan adanya pola kontinuitas dalam strategi kekuasaan yang menjadikan pemuda sebagai alat hegemoni, baik secara fisik maupun digital. Meskipun demikian, keterlibatan tersebut juga melahirkan kesadaran politik yang dapat mendorong pemuda menjadi subjek perubahan sosial. Artikel ini menekankan pentingnya literasi digital dan kesadaran kritis agar pemuda tidak terjebak dalam manipulasi kekuasaan, melainkan mampu tampil sebagai aktor utama dalam demokrasi yang reflektif dan partisipatif.
Persepsi Mahasiswa terhadap Penggunaan Aplikasi Keuangan Digital (E-Wallet) dalam Kehidupan Sehari-hari Oktavia, Oktavia; Noval, Muhammad Riziq; Hanipah, Rizka; Handayani, Melani Fitriya; Sihombing, Priski Yohana
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap penggunaan aplikasi keuangan digital (E-Wallet) dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Responden penelitian berjumlah 61 mahasiswa dari berbagai program studi. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap E-Wallet, terutama dalam aspek kemudahan penggunaan (mean = 4,61), kenyamanan (mean = 4,16), dan kepuasan penggunaan (mean = 4,15). Namun, terdapat catatan pada aspek ketersediaan fitur (mean = 2,87) dan biaya transaksi (mean = 3,20). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa antusias menggunakan E-Wallet, masih diperlukan pengembangan fitur dan kebijakan biaya yang lebih kompetitif.
Analisis Bibliometrik Penelitian Tentang Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal di Indonesia Nirwana, Uci; Afifah, Hanifatul; Rahmadinita, Anggun Tamara; Sonia H P, Asyifa Andam; Annaufal, Azka
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6460

Abstract

Penelitian ini mengkaji perkembangan dan tren penelitian pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di Indonesia melalui analisis bibliometrik menggunakan data publikasi dari tahun 2015 hingga 2025. Pendidikan karakter yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal berperan penting dalam memperkuat identitas budaya, menumbuhkan sikap moral, serta mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan global tanpa kehilangan akar budaya. Data diperoleh dari 500 jurnal melalui Publish or Perish dan dianalisis menggunakan VOS Viewer untuk memvisualisasikan jaringan, densitas, dan tren penelitian. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan fokus penelitian pada nilai-nilai kearifan lokal sejak tahun 2021, dengan klaster utama meliputi nilai kearifan lokal, penguatan pendidikan karakter, dan nilai-nilai karakter. Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal terbukti efektif dalam membentuk karakter siswa secara menyeluruh dan berkelanjutan, meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan pengaruh modernisasi. Penelitian ini memberikan gambaran komprehensif yang dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan pendidikan dan penelitian lanjutan dalam konteks pendidikan karakter dan kearifan lokal di Indonesia.
Analisis Adat Pernikahan Pasu-Pasu Raja Adat Batak Toba di Desa Purbatua Kecamatan Pangaribuan Sebayang, Ita Primita Br; Sitorus, Lusiana; Simatupang, Fitri Laura; Aprillia, Ririn; Girsang, Elsalina Mei Angel br; Ansari, Khairil
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.4869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lengkap mengenai Analisis Adat Perkawinan Pasu-Pasu Raja Adat Batak Toba di Desa Purbatua Kecamatan Pangaribuan”. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan berupa sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer berupa instrument observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Sumber data sekunder berupa studi kepustakaan dan dokumentasi. Kemudian, data pengamatan dianalisis dengan metode analisis analitik, yaitu mendeskripsikan data yang dikumpulkan yang berupa kata-kata dan gambar. Hasil dan pembahasan dari penelitian tersebut bahwa 1) Pernikahan adat Pasu-Pasu Raja dilatarbelakangi oleh adanya kekurangan (pelanggaran) yang dilakukan oleh masyarakat. 2) Dalam melakukan adat Pernikahan Pasu-Pasu Raja, ada tahapan atau proses yang harus dipersiapkan oleh pelaksana adat Pasu-Pasu Raja. 3) Menurut pandangan adat pernikahan menggunakan adat Pasu-Pasu Raja sudah sah, meskipun secara agama tidak dianggap sah.