cover
Contact Name
M. Miftach Fakhri
Contact Email
fakhri@lontaradigitech.com
Phone
+6282191045293
Journal Mail Official
irwanwahyu47@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdullah Dg. Sirua, Kompleks BTN CV Dewi Blok B6 Nomor 12, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Referensi Islamika : Jurnal Studi Islam
ISSN : 29884888     EISSN : 29886430     DOI : http://doi.org/10.61220/ri
Core Subject : Religion,
REFERENSI ISLAMIKA: Jurnal Studi Islam is a journal that publishes high-quality scientific articles in Indonesian or English in the form of research results (top priority) and or reviews in the field of islamic scope . This journal covers, but is not limited to the following areas: 1. Islamic Education (PAI science, PAI teaching, PAI learning, PAI curriculum development, PAI learning environment, PAI teacher education, PAI education technology, PAI learning assessment, development education). 2. Islamic Thought 3. Islamic Economic 4. Development of Democracy and Moderation of Islam in Indonesia 5. Scientific Development in Islamic Higher Education 6. Science, Social, Technology and Islam Integration 7. Globalization and Contemporary Religious Social Phenomena
Articles 68 Documents
PERAN PAI DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI ISLAM WASATHIYAH BAGI MAHASISWA DI PTU Amri Rahman
REFERENSI ISLAMIKA: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.v3i1.004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai-nilai Islam wasathiyah kepada mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum (PTU). Kajian pustaka menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Islam moderat dapat dilakukan melalui pembelajaran di kelas dan penguatan peran lembaga dakwah kampus sebagai mitra strategis mata kuliah PAI. Terdapat enam aspek utama yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran PAI di PTU untuk mendukung moderasi beragama, yaitu: (1) Kurikulum yang mencakup materi Islam wasathiyah dan isu-isu kontemporer seperti toleransi, HAM, dan teologi inklusif; (2) Pendidik yang berperilaku moderat dan menjadi teladan; (3) Materi yang relevan dengan konteks keagamaan saat ini; (4) Metode dan media pembelajaran yang variatif, partisipatif, dan menarik bagi mahasiswa; (5) Evaluasi pembelajaran yang mengukur pemahaman dan sikap keagamaan moderat; dan (6) Kegiatan ekstrakurikuler, khususnya yang difasilitasi oleh lembaga dakwah kampus. Lembaga dakwah kampus berperan penting dalam mendukung pendidikan Islam berbasis wasathiyah. Dua aspek utama yang menentukan efektivitas peran ini adalah kapasitas mentor, yang harus memiliki pemahaman Islam moderat, serta program kerja yang disusun berbasis pada prinsip moderasi. Dengan sinergi antara pembelajaran formal dan kegiatan dakwah kampus, PAI di PTU dapat menjadi instrumen efektif dalam membentuk mahasiswa yang toleran, inklusif, dan berwawasan Islam wasathiyah.
PEMETAAN MODEL-MODEL KURIKULUM: ANALISIS PERBANDINGAN, KEUNGGULAN DAN TANTANGAN IMPLEMENTASI DALAM KONTEKS PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER Sitti Muthmainnah
REFERENSI ISLAMIKA: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.v3i1.001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan berbagai model kurikulum yang berkembang dalam konteks pendidikan Islam masa kini. Pendekatan yang digunakan adalah studi kepustakaan, dengan teknik pengumpulan data melalui telaah terhadap artikel ilmiah dan literatur akademik lainnya. Proses analisis data mengikuti pendekatan Miles dan Huberman yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat empat model kurikulum utama yang sering dibahas dalam literatur, yakni kurikulum multikultural, kurikulum berbasis tauhid, kurikulum integratif, serta kurikulum merdeka belajar. Masing-masing model tersebut memiliki kelebihan dan keterbatasan tersendiri, serta menghadapi sejumlah tantangan dalam penerapannya di ranah pendidikan Islam kontemporer. Oleh karena itu, diperlukan kajian lanjutan guna mengoptimalkan implementasinya. Temuan penelitian ini dapat menjadi referensi dalam menentukan model kurikulum yang relevan untuk diterapkan, sekaligus memberikan arahan strategis bagi pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang lebih responsif dan kontekstual terhadap dinamika zaman.
KONTRIBUSI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN PAI YANG ADAPTIF DAN INKLUSIF Irwansyah Suwahyu
REFERENSI ISLAMIKA: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.v3i1.002

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan membawa peluang besar bagi transformasi pembelajaran, termasuk dalam bidang Pendidikan Agama Islam (PAI). Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi AI dalam mewujudkan pembelajaran PAI yang adaptif dan inklusif melalui pendekatan kajian pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI melalui personalisasi materi, pemberian umpan balik otomatis, serta penyediaan fitur aksesibilitas bagi peserta didik dengan kebutuhan khusus. Selain itu, AI mendukung guru sebagai fasilitator dan memperkaya pengalaman belajar melalui media interaktif dan pembelajaran kontekstual. Namun, penerapannya tetap harus berpijak pada nilai-nilai etika Islam untuk menjaga integritas spiritual peserta didik. Dengan demikian, AI dapat menjadi alat yang efektif dalam membangun pembelajaran PAI yang responsif terhadap keragaman dan kebutuhan individu peserta didik di era digital.
PENTINGNYA PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK NILAI RELIGIUS DI ERA TEKNOLOGI Nurhilaliyah; Syahid Muhammad Hibban; Muh. Yusril Anam
REFERENSI ISLAMIKA: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.v3i1.003

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk nilai-nilai religius peserta didik, khususnya di era teknologi yang menghadirkan tantangan tersendiri. Kemajuan teknologi digital membawa dampak positif dan negatif bagi generasi muda, sehingga PAI berfungsi sebagai benteng moral yang membantu siswa memfilter informasi dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Artikel ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI berperan dalam menanamkan nilai-nilai agama yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis, serta mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan globalisasi dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai religius. Dengan demikian, PAI menjadi instrumen strategis dalam membangun generasi yang berakhlak mulia dan memiliki ketahanan moral di era digital.
INTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM PEMBELAJARAN DI ERA SOCIETY 5.0 Irwansyah Suwahyu
REFERENSI ISLAMIKA: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.v3i1.005

Abstract

Artikel ini membahas tentang pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran di era Society 5.0 yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan mengkaji literatur yang relevan dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran tidak hanya memperkaya aspek kognitif, tetapi juga memperkuat karakter dan akhlak peserta didik agar siap menghadapi tantangan era digital. Strategi implementasi yang efektif meliputi pengembangan kurikulum yang adaptif, penggunaan media berbasis teknologi, peningkatan literasi digital guru, serta kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan literasi digital guru, kesenjangan akses teknologi, dan potensi penyalahgunaan media digital. Oleh karena itu, sinergi antara semua pihak diperlukan untuk mewujudkan generasi yang unggul, religius, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
PERTEMPURAN ‘AIN JALUT; UPAYA DINASTI MAMLUK DALAM MELAWAN EKSPANSI KEKAISARAN MONGOL Khaeruddin
REFERENSI ISLAMIKA: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.v3i1.006

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas peran Dinasti Mamluk dalam menghadapi ekspansi Kekaisaran Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan. Dalam penyusunan artikel ini metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah. Teknik  pengumpulan data yang digunakan adalah jenis penelitiaan kepustakaan yang dimana peneliti melakukan tinjauan pustaka untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan literatur terkait. Bangsa Mongol merupakan bencana terbesar bagi dunia umat islam oleh sebab itu kehadiran Dinasti Mamluk menjadi harapan terakhir umat muslim. Dibawah komando Baybar, pasukan mamluk berhasil menghalau serangan mongol sehingga membuat dunia muslim berhasil diselamatkan dari kehancuran.
METODE PENDIDIKAN IMAM AL-GHAZALI DAN IMPLIKASINYA DALAM PENINGKATAN KARAKTER PESERTA DIDIK Fikri Fathul Aziz; Irfan Maulana Adnan
REFERENSI ISLAMIKA: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.v3i1.007

Abstract

Penelitian ini mengkaji metode pendidikan yang dikembangkan oleh Imam al-Ghazali dan implikasinya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Di tengah krisis moral dan tantangan globalisasi, pendekatan pendidikan yang menekankan pembinaan akhlak dan spiritualitas menjadi sangat penting. Imam al-Ghazali menawarkan pendekatan pendidikan komprehensif yang tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pembentukan jiwa dan moral. Melalui karya-karyanya, al-Ghazali memperkenalkan empat metode utama dalam pendidikan karakter: keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan (ta’dib), nasihat (mau’izhah), dan latihan spiritual (riyadhah). Keempat metode ini saling melengkapi dan membentuk dasar pendidikan karakter yang integratif, mencakup dimensi kognitif, afektif, dan spiritual. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini menyimpulkan bahwa metode pendidikan al-Ghazali tetap relevan dalam konteks pendidikan modern. Implementasi pemikiran al-Ghazali dapat menjadi solusi untuk mengatasi krisis karakter dan membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang kuat.
WASIAT SEBAGAI INSTRUMEN DISTRIBUSI HARTA DALAM EKONOMI SYARIAH: TELAAH KONSEPTUAL BERDASARKAN LITERATUR KLASIK DAN KONTEMPORER Fauziah, Nur Aidah; Kamaruddin; Supriadi
REFERENSI ISLAMIKA: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.v3i1.008

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengkaji ulang konsep wasiat berdasarkan literatur klasik dan pemikiran kontemporer guna menilai relevansinya dalam konteks modern sebagai bagian dari Islamic estate planning. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis teks-teks fikih klasik seperti al-Mughni, al-Majmu’, dan Bidayah al-Mujtahid, serta referensi kontemporer berupa jurnal, regulasi hukum positif, dan fatwa DSN-MUI. Temuan menunjukkan bahwa wasiat berfungsi tidak hanya sebagai pelengkap sistem faraidh, tetapi juga sebagai mekanisme untuk menjembatani kebutuhan sosial-keluarga yang tidak terakomodasi dalam hukum waris baku. Reinterpretasi terhadap ketentuan klasik melalui pendekatan maqāṣid al-syarīʿah diperlukan untuk menyesuaikan praktik wasiat dengan realitas sosial modern, seperti dalam kasus anak angkat dan keluarga jamak. Dengan demikian, wasiat dapat diperkuat sebagai sarana distribusi kekayaan yang adil, kontekstual, dan selaras dengan nilai-nilai keadilan Islam.