cover
Contact Name
M. Miftach Fakhri
Contact Email
fakhri@lontaradigitech.com
Phone
+6282191045293
Journal Mail Official
irwanwahyu47@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdullah Dg. Sirua, Kompleks BTN CV Dewi Blok B6 Nomor 12, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Referensi Islamika : Jurnal Studi Islam
ISSN : 29884888     EISSN : 29886430     DOI : http://doi.org/10.61220/ri
Core Subject : Religion,
REFERENSI ISLAMIKA: Jurnal Studi Islam is a journal that publishes high-quality scientific articles in Indonesian or English in the form of research results (top priority) and or reviews in the field of islamic scope . This journal covers, but is not limited to the following areas: 1. Islamic Education (PAI science, PAI teaching, PAI learning, PAI curriculum development, PAI learning environment, PAI teacher education, PAI education technology, PAI learning assessment, development education). 2. Islamic Thought 3. Islamic Economic 4. Development of Democracy and Moderation of Islam in Indonesia 5. Scientific Development in Islamic Higher Education 6. Science, Social, Technology and Islam Integration 7. Globalization and Contemporary Religious Social Phenomena
Articles 68 Documents
PANCASILA: FILSAFAT BERNEGARA DAN MASA DEPAN KONSTITUSI ANTARA DEKRIT ATAU AMANDEMEN Sulfan; Musmulyadin
REFERENSI ISLAMIKA: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.v2i1.010

Abstract

Tujuan penelitian adalah menemukan dan mendeskripsikan tentang filsafat bernegara dan masa depan konstitusi antara dekrit atau amandemen perspektif pancasila. Metode penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan jenis kajian pustaka. Hasil kajian dalam penelitian ini menemukan bahwa Konstitusi tertulis yang tertuang dalan UUD 1945 didasarkan atas Pancasila dengan kandungan philosofische grondslag dan weltanschauung sebagai landasan yang tetap (statis). Keberadaan konstitusi sebagai penerjemahan dari nilai-nilai yang tetap atas keadaan yang dinamis untuk disesuaikan dan dilakukan penyempurnaan. Sejarah konstitusi yang mengalami berbagai perubahan mulai dari UUD 1945, UUD RIS dan UDD Sementara serta kembali ke UUD 1945. Proses kembali kepada UUD 1945 dilakukan lewat Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang dilakukan oleh kekuasaan eksekutif. Amandemen terhadap konstitusi dilakukan oleh MPR untuk memenuhi tuntutan Reformasi terkait pembatasan masa jabatan presiden dan wakil presiden. Kendati terdapat dua cara dalam melakukan perubahan konstitusi baik dekrit maupun amandemen yang dilakukan oleh lembaga kekuasaan yang berbeda. Penguatan terhadap MPR sebagai perwujudan dari kedaulatan rakyat harus senantiasa didorong guna mengambil inisiatif agar konstitusi mampu berkesesuaian dengan zaman. Perkembangan konstitusi di masa depan harus menyesuaikan dengan wawasan lingkungan dan proses pelaksanaan Pemilu berbasis digital.
DEKONSTRUKSI SYARIAH DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM: TELAAH PEMIKIRAN ABDULLAH AHMED AN-NUAIM Sulfan; Akbar, Muhammad
REFERENSI ISLAMIKA: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.v2i2.004

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep dekonstruksi syariah dan implikasinya dalam pendidikan Islam yaitu telaah atas pemikiran Abdullah Ahmed An-Nuaim. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis kajian kepustakaan atau library research. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis datanya Miles & Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa An-Nuaim mengkritik interpretasi tradisional Syariah dan mengusulkan pendekatan baru yang lebih kontekstual dan dinamis. Dekonstruksi Syariah, sebagaimana diuraikan oleh An-Nuaim, menekankan pentingnya memahami hukum Islam dalam konteks sejarah dan budaya yang terus berkembang. Pemikiran An-Nuaim memiliki implikasi signifikan terhadap pendidikan Islam, terutama dalam hal pengembangan kurikulum yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perubahan sosial. Implementasi dekonstruksi Syariah dalam pendidikan dapat membuka ruang dialog kritis, meningkatkan pemahaman siswa tentang pluralitas interpretasi hukum Islam, dan membentuk nilai-nilai progresif yang relevan dengan kebutuhan zaman modern. Implikasi penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada wacana akademis tentang hukum Islam dan pendidikan, tetapi juga menawarkan perspektif baru yang dapat memperkaya praktik pendidikan Islam di berbagai lembaga. Rekomendasi disertakan untuk implementasi lebih lanjut serta area penelitian yang memerlukan eksplorasi lebih mendalam.
ETOS KERJA DALAM PERSPEKTIF MANAJEMEN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MULTIKULTURAL Ismail; Akbar, Muhammad
REFERENSI ISLAMIKA: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.v2i1.012

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep etos kerja dalam perspektif manajemen pendidikan agama Islam multikultural. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis kajian kepustakaan atau library research. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis datanya Miles & Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pendidikan agama Islam multikultural melibatkan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya pendidikan agama Islam dalam konteks yang multikultural. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang menghargai keragaman budaya, suku, ras, dan latar belakang peserta didik. Dalam konteks manajemen pendidikan agama Islam multikultural, etos kerja memiliki peran penting yaitu (1) Menjunjung tinggi profesionalisme, (2) Menghargai keragaman, mempromosikan toleransi dan saling menghormati, (3) Membangun kerjasama dan kolaborasi, (4) Komitmen terhadap keadilan dan kesetaraan dan (5) Pemecahan masalah dan inovasi. Adapun Strategi untuk mensosialisasikan etos kerja yang inklusif yaitu (1) Kepemimpinan yang inspiratif, (2) pengembangan kapasitas, (3) Kebijakan yang mendukung dan (4) Komunikasi yang efektif. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan kurikulum, pelatihan guru, dan strategi manajemen pendidikan yang responsif terhadap keragaman budaya dan latar belakang peserta didik yang beragam.
PENERAPAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KELUARGA TERHADAP PERILAKU SISWA KELAS IX DI SMPN 4 GOWA Hasan; Tang, Muhammad; Habibah, St.
REFERENSI ISLAMIKA: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.v2i1.013

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep penerapan pendidikan agama Islam dalam keluarga terhadap perilaku siswa kelas IX di SMPN 4 Gowa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis datanya Miles & Huberman yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Bentuk Penerapan Pendidikan Agama Islam dalam keluarga Siswa Kelas IX di SMPN 4 Kabupaten Gowa yaitu dengan cara melakukan hal-hal yang sederhana tetapi merupakan bagian dari ilmu keagamaan, seperti memberikan contoh akhlak terpuji, mengajarkan anak sholat lima waktu, mengaji, patuh dan menghormati orang tua, membimbing untuk berakhlak baik serta hal-hal lain yang berhubungan dengan nilai-nilai keagamaan, (2) Proses penerapan Pendidikan Agama Islam dalam keluarga Siswa Kelas IX di SMPN 4 Gowa yaitu melalui teladan langsung dari orang dan keluarga, membiasakan praktek keagamaan seperti sholat, dzikir, puasa dan amalan kebajikan lainnya, pengajaran nilai moral dan etika, beribadah bersama, (3) Hasil penerapan Pendidikan Agama Islam dalam keluarga Siswa Kelas IX di SMPN 4 Gowa yaitu patuh pada guru atau yang lebih tua, sopan santun, masuk tepat waktu serta mentaati aturan yang telah dibuat sekolah. Implikasi dari penelitian ini dapat memberikan pemahaman dan gambaran tentang konsep penerapan pendidikan agama Islam dalam keluarga berdampak positif terhadap sikap, perilaku maupun karakter siswa di sekolah.
INTERNALISASI NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MADRASAH ALIYAH IHYA ULUMUDDIN KABUPATEN KAIMANA PROVINSI PAPUA BARAT Musyawir; Tang, Muhammad; Ismail
REFERENSI ISLAMIKA: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.v2i1.015

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses internalisasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran aqidah akhlak di Madrasah Aliyah Ihya Ulumuddin Kabupaten Kaimana Provinsi Papua Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis datanya Miles & Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Aliyah Ihya Ulumuddin Kabupaten Kaimana yaitu toleransi, keadilan, keharmonisan sosial,penghargaan terhadap keanekaragaman, dan saling tolong menolong. (2) Strategi untuk menginternalisasikan nilai-nilai multikultural kepada siswa dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Aliyah Ihya Ulumuddin Kaimana meliputi integrasi konten multikultural dalam kurikulum, metode pengajaran partisipatif dan menggunakan model strategi PAIKEM. (3) Hasil internalisasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Aliyah Ihya Ulumuddin Kaimana telah memberikan dampak positif yaitu peningkatan kesadaran budaya, perilaku inklusif dan toleran, peningkatan prestasi akademik dan sosial dan penguatan identitas keislaman. Implikasi dari penelitian ini memberikan gambaran mengenai proses internalisasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Aliyah Ihya Ulumuddin Kabupaten Kaimana Provinsi Papua Barat.
PENANAMAN NILAI BUDAYA ADA TONGENG MELALUI PENDIDIKAN ISLAM  DALAM MEMBENTUK KARAKTER SANTRI PONDOK PESANTREN NURUL IKHWAN KABUPETEN MAROS Nurdin; Muhammad Tang; Palili, Sampara
REFERENSI ISLAMIKA: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.v2i1.016

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mendeskripsikan Konsep nilai budaya adatongeng, Proses pelaksanaan penanaman nilai dan mendesrkipsikan hasil penanaman nilai budaya adatongeng melalui Pendidikan Islam dalam membentuk karakter Santri Pondok Pesantren Nurul Ikhwan Maros. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Konsep nilai budaya adatongeng melalui Pendidikan Islam dalam membentuk karakter Santri Pondok Pesantren Nurul Ikhwan Maros meliputi: a) karakter ikhlas, b) karakter jujur, c) karakter kerja keras, d) karakter tanggung jawab dan e) karakter toleransi (tasamauh). 2) Pelaksanaan Penanaman Nilai Budaya Adatongeng Melalui PAI Dalam Membentuk Karakter Santri Pondok Pesantren Al-Ikhwan Maros melalui; a) Bersalaman dengan guru atau ustadz di manapun santri bertemu dangan guru atau ustadz tersebut, untuk senantiasa menumbuhkan sikap tawadlu‟dan hormat, b) Penanaman melalui wajibnya sholat berjamaah di lingkungan pesantren untuk menumbuhkan sikap disiplin, c) Pembiasaan Ro‟an setiap pagi dan piket setelah KBM (kegiatan belajar mengajar) selelsai, merupakan bentuk prilaku kerja keras dan tanggung jawab, d) Pembiasaan bersedekah di malam jum‟at dan uruanan ketika ada keluarga dari teman sekamar yang meninggal dunia merupaka bentuk prilaku kepedulian dan ikhlas, e) Pengkodisian dan pembiasaan melalui latihan yang dilakukan setiap hari dan setiap waktu, f) Integrasi melalui kegiatan extrakulikuler. 3) Hasil Penanaman Nilai Budaya Adatongeng Melalui PAI Dalam Membentuk Karakter Santri Pondok Pesantren Al-Ikhwan Maros menunjukkan adanya dorongan positif yang tumbuh dari para santri dalam meningkatkan kebaikan.
TEOLOGI PEMBEBASAN DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM (TELAAH PEMIKIRAN HASSAN HANAFI) Haryanto, Adi; Abdul Azis; Samsudin
REFERENSI ISLAMIKA: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.v2i1.017

Abstract

Pemahaman teologi yang kaku akan melahirkan sikap intoleransi, eksklusif,  diskriminatif dan sekuler dalam kehidupan umat islam. Sikap demikian akan mempengaruhi segala aspek kehidupan umat islam, terutama pendidikan islam akan mengalami degradasi dari segi sistem dan kebijakan, sehingga menghasilkan generasi yang kaku dalam pemahaman agama.  Untuk itu, umat islam perlu mengkaji dan mendalam hakikat teologi yang sesungguhnya dengan menggunakan metodologi keilmuan yang benar. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kembali pemikiran Hassan Hanafi tentang teologi Islam dan implikasinya dalam pendidikan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kepustakaan, sumber data yang digunakan diambil dari berbagai literatur yang yang tersedia berupa, buku, jurnal, tesis, skripsi dan internet.  Adapun analisis yang digunakan adalah analisis isi. Hasil penelitian menggambarkan bahwa; 1) Hassan Hanafi termasuk tokoh intelektul muslim yang mempunyai pemikiran tentang teologi pembebasan; 2) Analisis bahasa dan analisis realitas, sebagai cara Hassan Hanafi untuk mengkritik teologi klasik; 3) Metode dialektika, fenomenologi dan hermeneutika; 4) Rekontruksi teologi didasarkan pada realitas sosial yang dihadapi umat Islam baik pada masa klasik maupun masa sekarang; 5) Teologi pembebasan dimaksudkan untuk membuka pikiran umat Islam dari pemahaman teoritis ke praktik dan membebaskan umat Islam dari penindasan. Implikasi pemikiran Hassan Hanafi dalam pendidikan islam adalah sebagai berikut; 1) pendidikan islam berbasis pembebasan; 2) pendidikan islam berbasis keterbukaan; 3) dan pendidikan islam berbasis moralitas.
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULUTURAL PERSPEKTIF DALIL BEBERAPA AYAT DALAM SURAH AL-QUR’AN Mulyadin; Furhaniati; Mardiana Haris
REFERENSI ISLAMIKA: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.v2i1.018

Abstract

Artikel ini membahas tentang konsep pendidikan islam mutikultural berdasarkan Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 256, Al-Anbiya ayat 107, Al-Mumtahanah ayat 7, Ar-Rum ayat 22, Al-Hujurat ayat 13 dan Al-Kafirun ayat 5. Penulisan artikel ini dengan menggunakan metode library research (penelitian kepustakaan) yang didapatkan dari referensi buku, jurnal maupun artikel-artikel yang terkait. Sedangkan dalam analisis datanya menggunakan metode tafsir maudhu’i. Hasil dari analisis ini dapat diuraikan bahwa konsep pendidikan multicultural berdasarkan Al-Baqarah ayat 256 mengajarkan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama. Hal ini memiliki  makna  bahwa  pendidikan mengajarkan kebebasan pada peserta didik untuk menentukan hidupnya terutama dalam beragama. Konsep Pendidikan Multikulutural QS. Al-Anbiya: 107 mengajarkan bahwa pendidikan multikultural harus diorientasikan pada pemahaman yaitu: nilai toleransi, nilai moralitas, nilai perdamaian, nilai humanisme dan nilai kearifan. Konsep Pendidikan Multikultural QS. Al-Mumtahanah: 7 dan 9 yang dapat dipahami yaitu kita diharuskan untuk memiliki rasa kasih sayang terhadap non muslim dan berlaku adil serta berbuat baik terhadap mereka. Konsep Pendidikan Multikulutural berdasarkan QS. Ar-Ruum ayat 22 yaitu ada beberapa nilai pendidikan multikultural yaitu multi bahasa, multi ras, dan multi suku. Pendidikan multikultural di dalam surah al Hujurat ayat 13 yaitu kesetaraan gender, perbedaan suku dan bangsa, dan kesamaan derajat. Pendidikan multikultural di dalam surah Al-Kafirun ayat 5 yaitu tidak ada kompromi dalam hal peribadahan, menjauhkan sikap keterpaksaan dalam meyakini suatu agama, menghargai perbedaan keyakinan beragama, mengakui eksistensi agama lain dan toleransi sebagai pondasi kedamaian.  
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS DIGITALISASI Rachmat Tullah
REFERENSI ISLAMIKA: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.v2i1.019

Abstract

Perkembangan Teknologi memberikan dampak yang positif terhadap dunia Pendidikan khususnya dalam pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Digital. Tujuan utama adalah bagaimana memperoleh pengetahuan secara optimal dengan menggunakan media digital dalam prosesi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Digital. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif bersifat deskriptif. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa media pembelajaran PAI berbasis digital seperti E-learning menumbuhkan semangat baru bagi peserta didik dan memberikan motivasi yang cukup kuat dalam meningkat belajar. Kecakapan dalam mengoperasikan teknologi diseimbangkan dengan pengetahuan yang diperoleh dari prosesi pembelajaran Pendidikan Agama Islam. 
PENGARUH PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP AKHLAK PESERTA DIDIK DI SMKN 4 GOWA Nursinah
REFERENSI ISLAMIKA: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.v2i2.001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap akhlak peserta didik di SMKN 4 Gowa. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pembelajaran PAI berkontribusi dalam pembentukan akhlak siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhi proses tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa, observasi kelas, serta analisis dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI memberikan dampak positif terhadap akhlak peserta didik, termasuk peningkatan dalam sikap sopan santun, tanggung jawab, dan rasa hormat. Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan waktu dan minat siswa yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran. Siswa mengungkapkan perlunya metode pengajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menyarankan agar kurikulum dan metode pengajaran PAI dikembangkan untuk lebih menarik dan kontekstual, guna meningkatkan kontribusinya terhadap pembentukan akhlak. Temuan ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi pengembangan kurikulum pendidikan agama yang lebih efektif dan relevan di sekolah kejuruan.