cover
Contact Name
Badrun Ahmad
Contact Email
badrun@unkhair.ac.id
Phone
+6281382878027
Journal Mail Official
jepk@unkhair.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun Ternate Kampus II Unkhair, Jl. Jusuf Abdulrahman Kelurahan Gambesi Kota Ternate
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Khairun
Published by Universitas Khairun
ISSN : 29618231     EISSN : 29618231     DOI : https://doi.org/10.33387/jpk.v2i1.6789
Pendidikan, pelatihan, dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan potensi desa, potensi alam di masyarakat. Permberdayaan masyarakat desa dalam pemanfaatan sumber daya desa. Pembandidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan. Peningkatan Industri Kreatif Masyarakat. Pengembangan dan Pemanfaatan Nilai Berkearifan LokalPengembangan Ekonomi, Kewirausahaan, Koperasi, dan UMKMPengembangan dan Pemanfaatan IPTEK Kehutanan dan Lingkungan Pembangunan Sumber Daya Manusia Pengembangan Pendidikan Peningkatan Kesehatan Masyarakat Pengabdian Masyarakat, Kemasyarakatan, Ketahanan Pangan Lokal, Gizi dan Kesehatan Masyarakat; Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain; Pemberdayaan Masyarakat, Akses Sosial; Pengabdian Masyarakat Mahasiswa; Daerah Perbatasan, Daerah Tertinggal
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2024)" : 17 Documents clear
Kajian Rumah Sehat Di Ternate Mustamin, Tayeb; Quraisy, Sayyid; Nasrullah, Nasrullah; aksal, aksal
Jurnal Pengabdian Khairun Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jepk.v3i2.5839

Abstract

WHO dalam laporannya mengenai Kesehatan dan lingkungan mendefenisikan rumah adalah struktur fisik atau bangunan untuk tempat berlindung, dimana lingkungan berguna untuk kesehatan jasmani dan rohani serta keadaan sosialnya baik demi kesehatan keluarga dan individu. Rata – rata mata pencaharian masyarakat adalah pecaharian lepas harian. Selain itu, masyarakat juga berprofesi sebagai pedagang, pegawai negeri, buruh, dsb. Masyarakat di Ternate merupakan masyarakat yang mempunyai keinginan tinggi untuk memajukan kelurahannya, hal ini dapat dibuktikan pada kemauan warga dalam berkerja sama dan bergotong – royong untuk pembangunan sarana dan prasarana publik.Kehidupan masyarakat di beberapa kelurahan yang masih sangat sederhana berpengaruh juga dalam kesadaran masyarakatnya mengenai kesehatan lingkungan terutama dalam pengelolaan rumah warga oleh warga sendiri. Banyaknya sampah dan kurangnya kesadaran masyarakatnya untuk membuang sampah pada tempatnya sehingga menyebabkan tidak bersihnya lingkungan rumah.
Sosialisasi Bangunan Pendidikan Tahan Gempa Kelurahan Gambesi Kota Ternate ', Imran; Yuda Saputra, Muhammad Taufiq; Rauf, Ichsan; Hi Djen, Asril
Jurnal Pengabdian Khairun Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jepk.v3i2.9102

Abstract

Bangunan pendidikan di Kota Ternate sebagian terletak di kaki bukit Gunung Gamalama. Kemungkinan bangunan yang dibangun tidak sesuai dengan standar bangunan pendidikan tahan gempa, hal ini karena kurangnya pengetahuan dan sosialisasi terkait bangunan pendidikan tahan gempa pada pelaku konstruksi bangunan gedung sehingga akan berdampak pada kualitas dan syarat sebagai bangunan Pendidikan yang tahan terhadap beban gempa. Kegiatan yang dilakukan dalam bentuk Sosialisasi Bangunan Pendidikan Tahan Gempa Kelurahan Gambesi Kota Ternate, dengan objek adalah pelaku konstruksi bangunan Pendidikan di Kel. Gambesi Kota TernateKata Kunci: Bangunan, Pendidikan, Tahan, Gempa
Pengenalan Komputer Pada Siswa SMP IT Insantama Kota Ternate Saputra, Taufiq Yuda; Misbah, Zulkarnain K; Nagu, Nani; Ente, Kanda
Jurnal Pengabdian Khairun Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jepk.v3i2.9026

Abstract

Zaman sekarang, teknologi berkembang begitu pesatnya. Teknologi diciptakan untuk mempermudah urusan manusia dan mempermudah segala sesuatunya. Berbagai macam jenis teknologi yang tidak terhitung jumlahnya dapat kita jumpai di jaman modern ini mulai dari smartphone, laptop, dan sebagainya. Manfaat komputer dalam kehidupan sehari-hari sudah dirasakan oleh banyak orang. Mulai dari pelajar, pelaku bisnis, dan berbagai bidang lainnya kini tidak lepas dari peranannya. Untuk itu perlu dilakukan penjelasan pengenalan komputer pada siswa SMP IT Insantama Kota Ternate. Target yang dicapai adalah siswa bisa memahami dan mengerti penggunaan komputer
Memasyarakatkan Bunga Telang Sebagai Pewarna Alami Pembuatan Makanan Dan Minuman Di Desa Yamli Kec. Gane Barat Selatan Halmahera Selatan Arifin, Tuti Handayani; Suwarno, Kuwad; Soenarsih DAS, Sri; Haryanto, Sugeng; Syafi, Sartika; Melati, Rima; Mandea, Abd. Rahmat; ., Suleyman; Darmawan, M.
Jurnal Pengabdian Khairun Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jepk.v3i2.9073

Abstract

Bertujuan untuk memasyarakatkan bunga telang (Clitoria ternatea) sebagai pewarna alami dalam pembuatan makanan dan minuman di Desa Yamli, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Khairun melalui pendekatan partisipatif, kegiatan ini melibatkan masyarakat lokal untuk memahami manfaat dan teknik pengolahan bunga telang sebagai pewarna. Capaian dari kegiatan ini menunjukkan bahwa bunga telang dapat diterima sebagai bahan pewarna alami yang menarik dan sehat, serta memiliki prospek untuk dikembangkan dalam produk makanan dan minuman lokal. Diharapkan bahwa pengenalan bunga telang sebagai pewarna alami ini tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi masyarakat setempat, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pewarna sintetis yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan.
Sosialisasi Konsep Ekowisata Kepada Para Pemangku Kepentingan di Obyek Wisata Pantai Sulamadaha, Kota Ternate Fadel, Muslim; Djumadil, Suddin M. Saleh
Jurnal Pengabdian Khairun Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jepk.v3i2.8889

Abstract

Ekowisata merupakan sebuah konsep dalam pengeloaan daya tarik wisata dengan mengedepankan tiga aspek penting yaitu diantaranya: konservasi/pelestarian, pemberdayaan masyarakat lokal, dan pendidikan lingkungan. Tiga aspek penting tersebut merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain dalam pengelolaan sebuah obyek wisata. Konsep ekowisata sangat penting untuk diterapkan dalam pengelolaan sebuah obyek wisata yang berbasis alam dan budaya, sehingga dalam mewujudkan sebuah pembangunan pariwisata yang berkelanjutan (sustainable tourism) dapat terpenuhi. Obyek wisata Pantai Sulamadaha merupakan salah satu obyek pantai yang pertama kali di kelolah dan dijadikan sebagaii sebuah obyek wisata di Kota Ternate. Keindahan panorama pantai menjadi daya tarik utama pantai Sulamadaha, hamparan pasir di pesisir pantai dan juga teluk Sulamadaha merupakan andalan utama yang menjadikan para wisatawan berkunjung ke obyek wisata ini. Seiring berjalannya waktu ke waktu, pengelolaan atraksi dan fasilitas pendukung mengalami degradasi atau penurunan kualitas yang sangat signifikan. Hal ini dapat dibuktikan dengan kondisi terumbu karang yang rusak dan juga pembangunan fasilitas pendukung berupa berupa jalan setapak, tempat parkir, dan juga tempat jualan yang penataannya kurang baik dan terkesan merusak lingkungan. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah konsep yang tepat dalam pengelolaanya agar supaya dapat melestarikan lingkungan didalam kawasan obyek wisata pantai Sulamadaha. Salah satu konsep dalam pengelolaan pariwisata yang selalu memperhatikan keberlangsungan lingkungan yaitu konsep ekowisata. Konsep ini menjadi sebuah tawaran dan solusi yang tepat dalam pengelolaan sebuah obyek wisata yang berkelanjutan. Pengelolaan obyek wisata tanpa merusak dan menjaga kelestarian mahluk hihup yang berada di dalam laut dan disekitar obyek wisata merupakan suatu tujuan utama dalam penerapan konsep ekowisata. Kata Kunci: Pantai Sulamadaha, Ekowisata, Berkelanjutan
Sosialisasi Dan Edukasi Keselamatan Transportasi Laut Kecamatan Pulau Makian Umar, Sudirman Hi; Shandy, Sary
Jurnal Pengabdian Khairun Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jepk.v3i2.9104

Abstract

Kondisi Provinsi Maluku Utara yang sebagian besar terdiri dari pulau-pulau yang tersebar di sepanjang Kepulauan Maluku Utara menjadikan sistem transportasi laut menjadi sangat penting untuk menunjang berbagai kegiatan, Desa Dauri, Desa Gurua dan Desa Wailoa merupakan salah satu pulau yang terletak di Pulau Makian Kabupaten Halmahera Selatan, secara administrasi Pulau Makian memiliki luas wilayah 55,50 Km2. Dikutip dari berbagai sumber selama rentang waktu 2019 – 2022 terdapat 885 orang mengalami korban akibat kecelakaan transportasi laut di yang terjadi di perairan Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Selatan. Tujun dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat Desa Dauri Kecamatan Pulau Makian tentang keselamatan transportasi laut. Permasalah mitra terdiri dari 8 (delapan) aspek dan berdasarkan hasil wawancara kepada masyarakat desa Dauri diperoleh jumlah masukan tertinggi berdasarkan IPTEKS pada aspek perbaikan darana dan prasarana transportasi laut dan pengawasan sistem ticketing untuk pelayaran rakyat dengan jumlah masukan sebanyak 20 orang atau 22,99 % dan terendah terdapat pada aspek mematuhi klausul layak laut dengan jumlah masukan sebanyak 5 orang atau 5,75 %.
Pelatihan Pemasangan Saklar Berbasis Mikrokontroler Pada Instalasi Listrik Untuk Pemuda Di Desa Bukit Durian Kota Tidore Kepulauan Rasyid, Ramly; Muhammad, Mifta; Saifuddin, Hafid
Jurnal Pengabdian Khairun Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jepk.v3i2.9055

Abstract

Pelatih (trainer) memastikan bahwa setiap individu dapat secara efektif menggunakan teknologi-teknologi baru termasuk implementasi mikrokontroler pada instalasi listrik khususnya pada pemutus aliran listrik. Identifikasi masalah yang ditemukan adalah kurangnya sarana dalam memahami implementasi mikrokontroler dan keterbatasan pemuda desa dalam mengembangkan kreatifitas dan kemampuan diri, maka solusinya harus ada pelatihan yang bias menggabungkan pengetahuan yang didapatkan disekolah dengan keterampilan yang lain sehingga bisa membekali para pemuda menjadi seorang yang lebih trampil. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dilakuka dengan ceramah singkat selanjutnya dilakukan tanya jawab dan demonstrasi untuk memperlihatkan langkah kerja setiap materi yang diberikan, kemudian dilakukan evaluasi agar dapat mengetahui apakah ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan materi pelatihan yang diberikan. Kegiatan pengabdian ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan yang hasilnya yaitu para pemuda di Desa Bukit Durian Kota Tidore Kepulauan  dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya dalam memasang saklar pada instalasi listrik berbasis mikrokontroker.Kata kunci: Pelatihan, Saklar, Instalasi listrik, mikrokontroler
Pemanfaatan Limbah Batu Bara (bottom Ash) Sebagai Agregat Halus Pada Perkerasan Jalan Hakim, Raudha; Gaus, Abdul; M. Saleh, Muhammad Fauzan; M. Saleh, Nur Rifqah
Jurnal Pengabdian Khairun Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jepk.v3i2.9334

Abstract

Pemilihan agregat dalam konstruksi perkerasn jalan umumnya menggunakan material yang berasal dari lokasi setempat. Hal ini dilakukan untuk efisiensi dalam segi pembiayaan dan meningkatkan potensi penggunaan material sekitar. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan karakteristik campuran perkerasan HRS-WC dengan bottom ash sebagai pengganti agregat halus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di laboratorium. Komposisi bottom ash yang digunakan dalam campuran aspal sebesar 0%, 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Penelitian menggunakan variasi kadar aspal 5%, 5,5%, 6%, 6,5% dan 7 %. Setiap kadar aspal dengan variasi bottom ash dibuat dua benda uji, sehingga total benda uji berjumlah 60 buah. Selanjutnya dilakukan uji kuat tarik tidak langsung pada tiap benda uji dan dilakukan analisis dengan metode deskriptif analitis dan korelasi. Hasil pengujian menunjukkan nilai stabilitas 1686,74 kg pada kadar aspal 6%  dengan variasi bottom ash 20%. Nilai flow 8,49 mm pada kadar aspal 7% dengan variasi bottom ash 100%. Nilai VIM 8,82 pada kadar aspal 5% denan variasi bottom ash 100%. Nilai VMA 18,22 pada kadar aspal 7% dengan variasi bottom ash 100%. Nilai VFB 72,82 pada kadar aspal 7% dengan variasi bottom ash 0%. Dan nilai Marshall Quetient 363,93 kg/mm pada kadar aspal 6% dengan variasi bottom ash 0%.  Kata Kunci: Perkerasan Aspal, HRS-WC, Limbah Bottom Ash
Kajian Rumah Sehat Di Ternate Mustamin, Tayeb; Quraisy, Sayyid; Nasrullah, Nasrullah; aksal, aksal
Jurnal Pengabdian Khairun Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jepk.v3i2.5839

Abstract

WHO dalam laporannya mengenai Kesehatan dan lingkungan mendefenisikan rumah adalah struktur fisik atau bangunan untuk tempat berlindung, dimana lingkungan berguna untuk kesehatan jasmani dan rohani serta keadaan sosialnya baik demi kesehatan keluarga dan individu. Rata – rata mata pencaharian masyarakat adalah pecaharian lepas harian. Selain itu, masyarakat juga berprofesi sebagai pedagang, pegawai negeri, buruh, dsb. Masyarakat di Ternate merupakan masyarakat yang mempunyai keinginan tinggi untuk memajukan kelurahannya, hal ini dapat dibuktikan pada kemauan warga dalam berkerja sama dan bergotong – royong untuk pembangunan sarana dan prasarana publik.Kehidupan masyarakat di beberapa kelurahan yang masih sangat sederhana berpengaruh juga dalam kesadaran masyarakatnya mengenai kesehatan lingkungan terutama dalam pengelolaan rumah warga oleh warga sendiri. Banyaknya sampah dan kurangnya kesadaran masyarakatnya untuk membuang sampah pada tempatnya sehingga menyebabkan tidak bersihnya lingkungan rumah.
Sosialisasi Pemanfaatan Dan Perlindungan Kawasan Karst Bokimaruru Madi, Almun; ', Firman; Belly Sahetapy, George; Bundang, Syarifullah; Delila, Alifianty
Jurnal Pengabdian Khairun Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jepk.v3i2.9478

Abstract

Karst Bokimaruru adalah salah satu objek wisata dengan ekosistem karst yang kompleks. Terletak di desa Sagea, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah. Ekosistem karst yang terdapat di Bokimaruru sangat beragam dan unik yang berpotensi sebagai salah satu kawasan geopark. Sampai saat ini kawasan karst Bokimaruru yang memiliki gua, dan sungai sangat ramai di kunjungi oleh para wisatawan. Tetapi informasi dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan dan perlindungan karst Bokimaruru belum tersampaikan secara baik. Selain itu, saat ini Karst Bokimaruru merupakan wilyah terdampak aktivitas pertambangan. Dengan demikian, sangat diperlukan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), terutama kepada masyarakat desa Sagea dan komunitas pengelolah wisata karst Bokimaruru. PKM ini bertujuan memberikan informasi dan pengetahuan ilmiah terkait pentingnya perlindungan karst Bokimaruru. Kegiatan PKM ini melibatkan masyarakat dan komunitas pengelola Bokimaruru. Kegiatan dalam bentuk sosialisasi terkait ekosistem karst yang harus dilindungi. Metode dan tahapan pelaksanan kegiatan PKM ini diawali dengan studi literatur terkait ekosistem karst, selanjutnya menyusun materi dan panduan kegiatan, kemudian melakukan sosialisasi disertai dialog interaktif yang melibatkan komunitas pengelola Bokimaruru secara langsung di lokasi wisata Bokimaruru, selain itu juga dilakukan penyebaran stiker yang berisikan ajakan melindungi Bokimaruru di rumah-rumah warga desa Sagea.

Page 1 of 2 | Total Record : 17