cover
Contact Name
Hertien Koosbandiah Surtikanti
Contact Email
admin@iasssf.com
Phone
-
Journal Mail Official
jkl@journal-iasssf.com
Editorial Address
Cluster Kukusan No 25 M, Jl. Rw. Pule I, Kukusan, Beji, Depok City, West Java 16425
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Character and Environment
ISSN : -     EISSN : 30250404     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Journal of Character and Environment (JOCAE) berkomitmen untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keberlanjutan lingkungan. JOCAE menerbitkan artikel penelitian dan reviu dari beragam disiplin ilmu (multidisiplin) terkait karakter manusia terhadap lingkungan. JOCAE juga fokus pada penelitian di bidang pendidikan maupun ilmu sains serta sosial humaniora. Journal of Character and Environment merupakan multidisiplin ilmu dari berbagai aspek keilmuan seperti etika lingkungan, pendidikan lingkungan, pengetahuan lingkungan, sosial budaya, adat lokal dan ilmu terkait. Adanya jurnal ini bertujuan untuk memberikan wawasan pengetahuan dari hasil penelitian, agar kepedulian masyarakat terhadap lingkungan lebih meningkat sehingga tujuan pembangunan berkelanjutan dapat terlaksana secara maksimal. Artikel yang ditulis bisa menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.
Articles 31 Documents
Bibliometric analysis of ecocentrism: Perspective on sustainable development and addressing environmental issues Setiawan, Chandra Egy
Journal of Character and Environment Vol. 2 No. 2: (January) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jocae.v2i2.2025.1483

Abstract

Background: Ecocentrism, emphasizing the intrinsic value and interconnectedness of nature, has become a significant perspective in environmental and development fields. This article aims to explore research trends on ecocentrism using a science-mapping approach. Methods: A bibliometric analysis of 1,317 documents from Scopus (1982–2024) was conducted using VOSviewer and Biblioshiny to visualize research linkages. Findings: Research on ecocentrism has grown exponentially since 2010, with a peak in 2022. Key topics in this field include ecocide, ecocriticism, rights of nature, future generations, indigenous peoples, and posthumanism, providing a foundation for future studies. Conclusion: Ecocentrism plays a pivotal role in sustainable development, focusing on ecosystem restoration, responsible management, and ecological sustainability while promoting the rights of future generations and strengthening indigenous conservation efforts. Novelty/Originality of the Study: This study provides a comprehensive mapping of research on ecocentrism, revealing its growing significance and key topics that are central to advancing future ecological research and sustainable development.
Kajian observasi pencemaran lingkungan pada lingkungan taman teras Cikapundung di DAS Cikapundung kecamatan Coblong, Babakan Siliwangi Utami, Kurnia; Surtikanti, Hertien Koosbandiah
Journal of Character and Environment Vol. 1 No. 1: (July) 2023
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jocae.v1i1.2023.76

Abstract

Pembangunan Teras Cikapundung sebagai taman urban dan ekologi memperlihatkan perhatian pemerintah untuk memfasilitasi ruang publik bagi masyarakat Bandung. Taman ini dibangun di lahan aliran sungai yang sebelumnya tercemar untuk menjadikan tempat yang tertata dan bermanfaat. Harapan pemerintah agar taman ini meningkatkan kesadaran lingkungan dan pentingnya sungai. Pengelolaan sumber daya alam terutama pada area sekitar DAS Cikapundung sangat penting untuk mencegah pencemaran lingkungan, maka diperlukan observasi dan penelitian lebih lanjut untuk membahas tingkat pencemaran pada area sekitar DAS Cikapundung, salah satunya pada tempat wisata Teras Cikapundung dan pemukiman masyarkat di Kecamatan Coblong, Babakan Siliwangi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari kegiatan taman Teras Cikapundung dan pemukiman masyarakat di Kecamatan Coblong, Babakan Siliwangi terhadap lingkungan Sungai Cikapundung, serta solusi yang diberikan untuk menjaganya. Selain itu, juga ingin mengetahui sejauh mana kontribusi dari pemerintah dan upaya masyarakat dalam memperbaiki dan menjaga lingkungan Sungai Cikapundung. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan melibatkan pengumpulan data mengenai ruang terbuka publik dan observasi lapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan termasuk observasi langsung, pengisian angket, serta wawancara dengan 20 orang pengunjung dan masyarakat sekitar Taman Teras Cikapundung sebagai sumber data primer. Data sekunder diperoleh melalui studi literatur. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mengkaji pencemaran lingkungan di kawasan DAS Cikapundung pada Kecamatan Coblong, Babakan Siliwangi. Hasil dari penelitian ini adalah banyak pengunjung dan warga sekitar yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan Taman Teras Cikapundung dan Sungai Cikapundung. Akibatnya, aktivitas pengolahan sampah yang kurang memadai mengakibatkan limbah yang mencemari daerah taman dan sungai. Pemerintah, pihak instansi taman, dan beberapa masyarakat sudah berusaha untuk menjaga lingkungan, meskipun upayanya masih belum maksimal. Kesimpulan dari penelitian ini diharapkan masyarakat memiliki sikap kesadaran lingkungan dan bersama-sama menjaga keseimbangan lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah, pihak instansi taman, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan kelestarian dan manfaat lingkungan taman dan sungai bagi semua pihak.
Strategi peningkatan perilaku peduli lingkungan ditinjau dari implementasi sistem manajemen lingkungan Supangkat, Sudiatmoko; Herdiansyah, Herdis
Journal of Character and Environment Vol. 1 No. 1: (July) 2023
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jocae.v1i1.2023.149

Abstract

Permasalahan lingkungan masih menjadi fokus utama. Lingkungan dan manusia memiliki hubungan yang saling mempengaruhi. Tekanan pada lingkungan menjadi permasalahan lingkungan dengan tumbuhnya sektor industri. Perkembangan industri yang meningkat menyebabkan meningkatnya jumlah pencemaran. Salah satu cara pengelolaan lingkungan untuk mengatasi dampak yang terjadi pada lingkungan di Perusahaan dengan cara menerapkan standar Sistem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001. PT. X bergerak di bidang jasa transportasi sudah menerapkan SML ISO 14001 sejak tahun 2014. Hasil observasi didapatkan beberapa titik lokasi tempat sampah terdapat sampah yang tercampur. Metode penelitian yang digunakan kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan cukup kuat antara Sistem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001 dengan perilaku peduli lingkungan dan strategi yang diperlukan untuk meningkatkan perilaku peduli lingkungan adalah pengembangan sumberdaya manusia, membangun komitmen, dan sinergisitas antara perusahaan dengan pemerintah.
Analisis perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah plastik impor Zahra, Afifah; Lestari, Ambar; Mufida, Ristya Farah; Dujana, Lalu Muhammad Aby; Suraida, Lia
Journal of Character and Environment Vol. 1 No. 1: (July) 2023
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jocae.v1i1.2023.251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah impor dengan melihat secara keseluruhan dari faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat, dampaknya terhadap aspek sosial ekonomi dan lingkungan serta respon yang ditimbulkan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan analisis deskriptif yang menggunakan berbagai sumber data sekunder. Data utama penelitian ini berdasarkan dari “Report: Sampah Plastik Meracuni Rantai Makanan Indonesia” oleh Arisandi et al. (2019). Fenomena sampah impor plastik ini telah mengubah pola perilaku masyarakat setempat, yang awalnya memiliki mata pencaharian sebagai petani tanaman musiman menjadi ‘petani sampah’ karena memberikan keuntungan yang jauh lebih besar. Hasil studi yang dilakukan oleh Arisandi et al. (2019) menemukan bahwa kadar dioksin 70 kali pada telur ayam di atas batas toleransi asupan harian yang ditetapkan oleh BPOM. Selain itu, penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa terdapat pencemaran lingkungan pada kontaminasi tanah, pencemaran air tanah dan pencemaran Sungai Brantas. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menganalisis faktor penyebab fenomena perilaku dan dampak sosial ekonomi dan lingkungan, sehingga hasilnya dapat diambil sebagai pembelajaran agar tidak ada kasus yang sama terjadi. Mengacu isu yang terjadi di Desa Bangun dan Desa Tropodo, mahasiswa dan pemerintah setempat telah memberikan respon berupa advokasi dari mahasiswa untuk penggantian bahan bakar dan menyumbang kayu bakar. Advokasi tersebut direspon oleh pemerintah setempat dan menghasilkan deklarasi bersama 47 pengusaha, deklarasi tersebut berisi komitmen untuk penggantian bahan bakar dan pengajuan kerja sama dengan Pertamina dan PGN. Oleh karena itu, diperlukan adanya peninjauan ulang terkait komitmen yang dibuat oleh 47 pengusaha tahu dengan Bupati Kabupaten Sidoarjo yaitu apakah komitmen yang dibuat benar-benar telah dijalankan dan kerja sama yang diajukan oleh Walikota Sidoarjo dengan PGN telah berjalan.
Analisis hubungan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001 dengan perilaku peduli lingkungan Supangkat, Sudiatmoko
Journal of Character and Environment Vol. 1 No. 1: (July) 2023
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jocae.v1i1.2023.252

Abstract

Permasalahan lingkungan yang dihadapi dunia saat ini semakin lama semakin berat karena semakin hari jumlah penduduk bertambah banyak. Permasalahan lingkungan terus terjadi, padahal peran lingkungan begitu penting untuk memenuhi kebutuhan manusia. Jika manusia tidak bijak dalam mengelola lingkungan maka lingkungan akan rusak, baik dari segi kualitas ataupun kuantitasnya. Salah satu perusahaan di wilayah Tangerang, terus berupaya meningkatkan kinerja lingkungannya. Perusahaan ini bergerak di bidang jasa pengurusan transportasi (JPT) atau freight forwarding di Indonesia, perusahaan ikut berperan dalam pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari komitmen global dengan mempertimbangkan risiko-risiko yang ada dalam setiap kegiatan yang dikelolanya. Perusahaan berusaha untuk peduli pada lingkungan dalam pelaksanaan kegiatan usahanya dengan melakukan sertifikasi SML ISO 14001 sejak tahun 2014 sebagai komitmen global dalam perlindungan pada lingkungan. Tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui cara peningkatan perilaku peduli lingkungan untuk mengoptimalkan kinerja Sistem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001 melalui analisis hubungan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001 dengan perilaku peduli lingkungan. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis Bivariat. Terdapat hubungan positif dan cukup kuat antara Sistem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001 dengan perilaku peduli lingkungan yang artinya semakin tinggi pemahaman karyawan terkait SML ISO 14001 maka semakin baik perilaku peduli lingkungan. Terdapat hubungan yang positif dan kuat antara pemahaman karyawan terkait lingkungan dengan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001 terhadap perilaku peduli lingkungan yang artinya jika karyawan memiliki pemahaman keduanya antara pemahaman terkait lingkungan dan pemahaman terkait SML ISO 14001 maka semakin jauh lebih baik perilaku peduli lingkungan pada karyawan.
Instrumen pencegahan pencemaran lingkungan akibat pestisida Theresia, Eliza Sinta; Alfiansyah, Harry; Ardikoesoema, Nurmansyah; Saputra, Yana Anjana; Gunandar, Calista Mutia
Journal of Character and Environment Vol. 1 No. 1: (July) 2023
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jocae.v1i1.2023.253

Abstract

Praktik penggunaan pestisida kimia oleh para petani di seluruh dunia yang berlebihan sudah terjadi sejak lama dan membuat bahayanya semakin parah untuk lingkungan. Telah banyak peneliti mengungkap bahwa penggunaan pestisida kimia akan berdampak pada lingkungan. Bahwa penggunaan pestisida kimia tidak efisien karena dari sejumlah pestisida kimia yang diaplikasikan, hanya satu persen yang tertuju pada sasaran. Salah satu jenis pestisida kimia yang umum digunakan di Indonesia sejak tahun 1950 adalah pestisida kimia yang berbahan dasar zat aktif karbofuran. Penelitian ini menggunakan sistem deskriptif literature review. Penelitian ini menemukan Kebijakan baru dalam peredaran pestisida kimia di Indonesia sangat diperlukan apabila ditinjau melalui kasus kerusakan lahan dan dampaknya bagi kesehatan. Kebijakan tersebut sifatnya harus adaptable agar dapat menyesuaikan perkembangan teknologi pertanian di masa depan.
The contribution of local wisdom of the Baduy community to nature conservation: An ethnographic study based on ecological and customary perspectives Permana, Sidik
Journal of Character and Environment Vol. 3 No. 1: (July) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jocae.v3i1.2025.1830

Abstract

Background: This study analyzes the cultural relations of the Baduy community in their efforts to conserve nature using a qualitative approach based on ethnography. Methods: Data was collected through non-participatory observation and unstructured interviews with nine informants from the Baduy indigenous community in Banten. The analysis uses social ecology theory and customary law. Findings: The results show that the Baduy community consistently practices norms, spirituality, and nature conservation that have been passed down by their ancestors, even as globalization and modernism sweep through. The findings show that the Baduy community possesses ecological wisdom that functions as a form of local environmental governance, integrating spiritual values with environmental ethics. Their resistance to modernization and industrialization is not a rejection of progress, but a conscious effort to maintain the balance between humans and nature in accordance with traditional values. Conclusion: This research, grounded in local wisdom, not only deepens readers' understanding of the Baduy indigenous community's role in preserving cultural identity while conserving nature but also aids in the design of government policies. Novelty/Originality of this article: This research expands on previous studies by highlighting the spiritual aspect of the Baduy indigenous community as an important ecological actor that has received little attention in studies of indigenous ecology.
Roots of resilience: Coping, identity, and innovation among farmers Susada, Ma Lecarme S.
Journal of Character and Environment Vol. 3 No. 1: (July) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jocae.v3i1.2025.1972

Abstract

Background: Farmers in Misamis Occidental face multiple challenges, including physical labor exhaustion, financial instability, climate unpredictability, and lack of institutional support. This study explores the lived experiences and adaptive strategies of these farmers to understand the essence of resilience within a rural Philippine context. Methods: Drawing on thematic analysis of in-depth interviews, the research identified key sources of resilience such as spiritual strength, familial responsibility, resourcefulness, and deep-rooted farming identity. Findings: Participants described farming not only as labor but as a purposeful sacrifice for future generations, shaped by cultural upbringing and personal meaning. Despite enduring hardship, farmers maintained a strong sense of perseverance through prayer, peaceful conflict resolution, and emotional endurance. Conclusion: The results suggest that resilience among farmers is shaped by an interplay of socio-emotional, spiritual, and contextual factors, highlighting the importance of culturally grounded support mechanisms. Novelty/Originality of this article: This study contributes original insights by contextualizing resilience within the spiritual and socio-cultural realities of rural farmers in the Philippines, offering a novel foundation for developing localized resilience-building interventions and policy frameworks.
The role of social communities in empowering communities through the transformation of waste into marketable products Syafmaini, Iis Elfa; Zulharman; Rismawati
Journal of Character and Environment Vol. 3 No. 1: (July) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jocae.v3i1.2025.1994

Abstract

Background: Waste is a global issue that requires serious and sustainable handling. Waste management problems are not only the responsibility of the government or related institutions, but also a shared duty of society — including social communities. Methods: This research uses a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques include primary sources — namely, social community administrators — and secondary sources such as necessary documentation. Data was collected through observation, interviews, and documentation from websites and social media accounts of several community organizations. The data analysis technique involved data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Findings: The results of the study show that community empowerment programs have been successfully implemented, including educational initiatives such as seminars, training sessions, and city-wide clean-up campaigns, as well as the establishment of waste banks and social media awareness campaigns. The waste management methods applied by these communities include bata terawang, loseda, biopores, composting buckets, and maggot-based processing. During the implementation of these empowerment efforts, several challenges emerged, such as inadequate facilities, low public awareness of proper waste management practices, and limited financial resources in the early stages of the communities' formation. Conclusion: It can be concluded that the role of social communities in empowering the public through waste management has made a real contribution to reducing and transforming waste into valuable materials. Novelty/Originality of this article: Social communities empower people using an andragogical approach — an educational method that treats adult learners as peers. These communities have succeeded in empowering society through various channels of life, such as direct education, social media outreach, and by setting real-life examples of proper waste management.
The behavioral changes of birds as a result of urban noise levels Kusholany; Handayani; Setia, Tatang Mitra; Indarjani
Journal of Character and Environment Vol. 3 No. 1: (July) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jocae.v3i1.2025.2077

Abstract

Background: Bird conservation in Indonesia is still focused on the areas of conservation of specified government. As in the nature reserves, wildlife clan asylum and national park. Nevertheless there are birds that live outside conservation areas such as forest city. DKI Jakarta as the capital city of Indonesia with a population of the most populous and has a forest city as a habitat of birds in urban areas, it become necessary to know research, equity, diversity, wealth, abundance, similarity species of birds, the difference in noise level and noise influence toward activity-voiced bird in three forest city of DKI Jakarta. Methods: Data retrieval method using point count with 24 point edge and central region in each forest city. Findings: Based on the findings presented in Chapter IV of the thesis, the study showed that higher noise levels and greater human presence significantly reduced bird vocal activity across three urban forests in Jakarta. The average noise level was highest in PT JIEP City Forest (66.55 dB), while human activity peaked in Hutan Kota Srengseng with 152 individuals recorded. A statistically relevant pattern was found: bird vocalization activity and the number of vocalizing birds were highest in areas with lower noise and human presence, supporting the hypothesis that anthropogenic disturbance negatively impacts bird behavior. Conclusion: This study reveals that noise levels and human presence significantly affect bird vocal activity and species diversity in urban forests of Jakarta, with lower noise and fewer people correlating with higher bird sound activity and diversity, highlighting the ecological importance of preserving and managing these green spaces. Novelty/Originality of this article: This study presents a novel investigation by integrating spatial (edge vs. center zones).

Page 3 of 4 | Total Record : 31