cover
Contact Name
Hadisa Putri
Contact Email
tarbiyaislamica777@gmail.com
Phone
+6282159845618
Journal Mail Official
tarbiyaislamica777@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Sejangkung No. 126 Kawasan Pendidikan Sebayan Sambas 79462
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Tarbiya Islamica
ISSN : 23033819     EISSN : 27454673     DOI : https://doi.org/10.37567/ti.v11i2
Scope of Tarbiya Islamica Journal of the Tarbiya Faculty and Teacher Training of IAIS Sambas: Islamic Education Thought Islamic Education Management Islamic Education Policy Issues of Islamic Education Islamic Education Philosophy Islamic education Islamic Education Curriculum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2024): Juli - Desember" : 8 Documents clear
INTEGRASI KECERDASAN BUATAN DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL: PELUANG DAN TANTANGAN DI ERA SOCIETY 5.0 Bayu
Tarbiya Islamica Vol. 12 No. 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v12i2.3789

Abstract

The era of Society 5.0 presents new challenges and opportunities in the field of education, including in Social Studies (IPS) learning. The integration of Artificial Intelligence (AI) into the learning process is expected to enhance the quality and relevance of education. This study aims to analyze the utilization of AI in Social Studies education, the opportunities it offers, the challenges encountered, and the optimization strategies that can be implemented. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, observations, and document analysis involving Social Studies teachers at junior and senior high school levels. The findings reveal that AI plays a crucial role in personalizing learning, increasing student motivation, and presenting more contextual and engaging materials. However, challenges such as the digital divide, teacher competency readiness, and ethical issues regarding data use must be addressed. The proposed strategies include strengthening teacher training, improving technological infrastructure, and establishing ethical regulations for AI use in education. These findings emphasize that the integration of AI in Social Studies learning should aim not only at technological innovation but also at reinforcing social and humanistic values in line with the vision of Society 5.0.
EKONOMI DIGITAL DAN TRANSFORMASI SOSIAL: PERSPEKTIF PENDIDIKAN IPS DI GENERASI ALPHA Poniam
Tarbiya Islamica Vol. 12 No. 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v12i2.3790

Abstract

The development of the digital economy has had a significant impact on various aspects of life, including education. In the context of Social Sciences Education (IPS), digitalization has changed how students interact with information, access knowledge, and engage in learning. This study aims to analyze the influence of the digital economy on IPS learning for Generation Alpha, as well as the challenges and opportunities arising from the social transformation driven by technological advancement. Using a descriptive qualitative approach, this research involves a literature review related to the development of the digital economy, IPS education, and the characteristics of Generation Alpha in adapting to the digital world. The results of the study show that the digital economy provides great opportunities for IPS education to adopt technology as a learning tool, such as the use of social media, educational apps, and digital platforms. Generation Alpha, who have grown up with easy access to digital technology, demonstrate quicker adaptation to technology-based learning methods. However, challenges such as the digital divide in access to technology in various regions, and the need to update the IPS curriculum to stay relevant to current developments, remain obstacles that need to be addressed. Technology-based IPS learning must integrate relevant digital skills and teach students to critically evaluate the information they encounter online. Overall, this study shows that while there are challenges in implementing digital-based IPS learning, the opportunities offered by the digital economy are vast. Therefore, IPS education must adapt to the needs of Generation Alpha to equip them with relevant social knowledge and the skills required to navigate an increasingly interconnected and digital world. The government and educational institutions are expected to play an active role in creating supportive infrastructure and providing training for educators to effectively utilize technology in the learning process.
KONTRIBUSI PONDOK PESANTREN DALAM PENGUATAN BUDAYA LOKAL MASYARAKAT Tiya Juliani; Aili Liila; Hasyim Hadade; Arnadi
Tarbiya Islamica Vol. 12 No. 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v12i2.3677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami peran pesantren sebagai agen penguatan budaya lokal, dengan fokus pada strategi pemberdayaan masyarakat dan peran moderasi dalam menciptakan harmoni sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Pada penelitian kajian pustaka, peneliti melakukan kajian terhadap beberapa teori dan konsep yang sudah ada untuk membentuk suat konstruksi simpulan. Penelitian ini mendeskripsikan penerapan pendidikan karakter yang berbasis kearifan lokal di lingkungan pondok pesantren untuk memahami secara mendalam pengaruh pesantren terhadap budaya lokal dan masyarakat. Penelitian ini akan pesantren dalam memberdayakan masyarakat setempat. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kontribusi pesantren dalam memperkuat identitas budaya lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
PERAN PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM (PTAIN/PTAIS) MENGHADAPI ARUS LAJU GLOBALISASI Mauizatul Hasanah; Nurlisa; Hasyim Hadade; Arnadi
Tarbiya Islamica Vol. 12 No. 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v12i2.3678

Abstract

Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAIN/PTAIS) memainkan peran penting dalam menghadapi arus laju globalisasi. Dalam era yang ditandai dengan keterbukaan informasi dan interkoneksi global, PTAIN/PTAIS berfungsi sebagai pusat keilmuan yang menyeimbangkan antara modernitas dan nilai-nilai agama. Melalui pendidikan yang berkualitas dan berlandaskan etika, PTAIN/PTAIS mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan bermoral, yang dapat berkontribusi positif dalam berbagai bidang. Selain itu, PTAIN/PTAIS juga berperan aktif dalam penelitian dan inovasi yang berfokus pada isu-isu sosial, ekonomi, dan lingkungan, memberikan solusi yang berkelanjutan untuk tantangan global. Keterlibatan PTAIN/PTAIS dalam kerja sama internasional memungkinkan pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman, sehingga memperkaya kurikulum dan metode pengajaran. Dengan demikian, PTAIN/PTAIS tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang aktif dalam menghadapi dan menavigasi arus globalisasi, sambil mempertahankan identitas kebudayaan dan keagamaan dalam masyarakat yang semakin heterogen.
PERKEMBANGAN PERGURUAN TINGGI ISLAM DI INDONESIA Enik Sartika; Teguh Mudiarto; Hasyim Hadade; Arnadi
Tarbiya Islamica Vol. 12 No. 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v12i2.3679

Abstract

Perguruan Tinggi Menjadi sebuah pelopor yang penting untuk mengembangakan ilmu pengetahuan khususnya dalam agama Islam. pesatnya pertumbuhan perguruan tinggi Islam diakibatkan semangat tokoh-tokoh elit ummat Islam dalam memplopori pendirian perguruan tinggi Islam untuk mengejar ketertinggalan pendidikan Islam. Semangat ini dapat dilihat dari hasil sidang tokoh-tokoh pendidikan Islam dalam membentuk Sekolah Tinggi Islam. Penelitian ini ingin mengungkapkan perkembangan perguruan tinggi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan studi liberary research, mengkaji beberapa literatur yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwaperkembangan perguruan tinggi di Indonesia semakin berkembang diliaht dari semakin banyaknya perguruan tinggi yang ada. Dari IAIN sampai UIN, Baik swasta maupun negeri.
UPAYA PEMERINTAH MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ISLAM SETELAH KEMERDEKAAN Sera Yuliantini; Sriliza; Hasyim Hadade; Arnadi
Tarbiya Islamica Vol. 12 No. 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v12i2.3680

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan islam setelah kemerdekaan dengan metode penelitian literatur (literature review) yang mana hasilnya dapat ditemukan bahwa Upaya pemerintah dalam meningkatkan Pendidikan Islam setelah kemerdekaan diantaranya dengan mengeluarkan beberapa kebijakan sesuai dengan periode yakni masa orde lama dimulai dari tahun 1945-1965 yang ditandainya dengan ditetapkannya peraturan bersama yang dikeluarkan tahun 1946, dikeluarkan lagi Peraturan Bersama Menteri PP dan K dan Menteri Agama: Nomor 1432/Kab tanggal 20 Januari 1951 (Pendidikan), Nomor KI/652 tanggal 20 Januari 1951 (Agama) tentang Peraturan Pendidikan Agama di Sekolah Sekolah yang salah satu Isinya adalah di tiap-tiap sekolah rendah pendidikan agama dimulai pada kelas IV, banyaknya dua jam dalam satu minggu. Dilanjutkan pada masa orde baru dimulai dari tahun 1965-1998 pada masa orde baru Pendidikan agama Islam mendapat peningkatan perhatian dengan di tetapkannya Tap MPRS Nomor XXVII/MPRS/1966 (Bagian I Pasal 1) tentang pendidikan agama di sekolah berbunyi: "Pendidikan agama menjadi mata pelajaran di sekolah-sekolah mulai dari Sekolah Dasar (kelas I) sampai dengan Universitas. Selanjutnya perkembangan Pendidikan agama Islam mengalami perhatian dan peningkatan yang signifikan pada masa reformasi yang ditandai dengan ditetapkannya Tap MPR Nomor IV/MPR/1999 tentang GBHN yang mengamanatkan peningkatan kualitas pendidikan agama Islam melalui penyempurnaan sistem pendidikan agama. Tujuannya adalah agar pendidikan agama dapat lebih terpadu dan integral dengan sistem pendidikan nasional, serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Budaya Sekolah MIS Miftahul Khoir Rasau Jaya Kubu Raya Muhammad Basarrudin
Tarbiya Islamica Vol. 12 No. 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v12i2.3461

Abstract

The purpose in this study was to provide an explanation of the implementation of school culture at MIS Miftahul Khoir and explain any Islamic education values present in the school culture of MIS Miftahul Khoir. This research used descriptive qualitative research type. In this research using qualitative method with descriptive research type. Data collection techniques used observation, interviews, and documentation. Data were analyzed by reducing, presenting, and drawing conclusions. The results showed that the school culture currently implemented at MIS Miftahul Khoir is a learning program to read the Qur'an, dhuha prayer in congregation, tahfidz program every day at 05.30, reading juz amma together at 06. 15, jariyah (shodaqoh) which is done every Friday, yasinan around which is done every Friday and Saturday, habituation to wear Muslim clothes in the 2nd and 4th week every Friday, every Friday of the 4th week, student guardians hold istighosah, muharrom parade and orphan compensation every new hijriyyah year, halal bi halal every 5th to 6th of Shawwal, where students are asked to visit the teacher's house, Eid al-Qurban, and other PHBI (commemoration of Islamic holidays) activities such as maulid nabi. This research not only makes a theoretical contribution to Islamic education literature but also offers relevant practical guidance to improve the quality of religious values-based education in schools
PERAN NAHDATUL ULAMA (NU) DALAM MENJAGA KEBERAGAMAN DAN TOLERANSI BERAGAMA Yusrain; Elsa Mulya Karlina; Hasyim Hadade; Arnadi
Tarbiya Islamica Vol. 12 No. 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v12i2.3674

Abstract

Dakwah Nahdatul Ulama menjadi sangat penting dalam menjalankan perannya yaitu dalam menjaga toleransi, kerukunan, dan pluralisme di Indonesia. NU terus berupaya untuk menyesuaikan dakwahnya dengan kondisi sosial yang semakin hari semakin mengalami perubahan dan tentunya dengan tantangan yang beraneka ragam. Oleh sebab itu pentingnya untuk mendalami dan menyelidiki lebih dalam lagi bagaimana peran NU dalam menjaga keberagaman dan toleransi beragama ditengah masyarakat yang semakin maju di era globalisasi ini. Tulisan ini akan menjelaskan konsep peran Nahdatul Ulama dalam menjaga keberagaman dan toleransi beragama melalui metode penelitian studi kajian literatur. Adapun hasil penelitiannya bahwa Peran NU dalam Menjaga keberagaman dan toleransi beragama dengan menerapkan lima prinsip aswaja dalam kehidupan masyarakat yaitu Tasamuh (toleransi), Tasawuth (moderat), I'tidal (keadilan), Tawazun (keseimbangan), dan Amar Ma'ruf Nahi Munkar (mengajak kebaikan dan mencegah keburukan). Selain prinsip tersebut peran ulama NU juga sangat penting sebagai pelopor dialog antar umat beragama dalam rangka menjaga toleransi dan ulama membawa kontribusi konstruktif dalam meredakan ketegangan dan membangun jembatan pemahaman di antara umat beragama.

Page 1 of 1 | Total Record : 8