cover
Contact Name
Hardi Hamzah
Contact Email
jurnalvisika@gmail.com
Phone
+6285242480990
Journal Mail Official
jurnalvisika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rambutan 1 Koya Timur, Jayapura
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
JURNAL FISIKA PAPUA
ISSN : -     EISSN : 29633702     DOI : https://doi.org/10.31957/jfp
URNAL FISIKA PAPUA diterbitkan oleh Universitas Cenderawasih dibawah pengelolaan Jurusan Fisika FMIPA Universitas Cenderawasih. Jurnal ini terbit dua kali setahun (Februari dan Agustus) dengan tujuan sebagai media komunikasi ilmiah bidang fisika dan penerapannya yang diangkat dari hasil penelitian atau kajian pustaka. Redaksi menerima naskah dengan ketentuan penulisan sesuai dengan template yang telah disediakan. Naskah yang masuk ke Redaksi JURNAL FISIKA PAPUA akan diseleksi oleh Dewan Penyunting. Naskah yang disetujui untuk diterbitkan secara online.
Articles 56 Documents
Pemetaan Nilai Regangan Geser Tanah Untuk Kejadian-Kejadian Gempa Bumi Dengan Magnitude M ≥ 6.0 Sr Di Kota Jayapura Bonifasius Y. Boy; Steven Y.Y. Mantiri; Kezia N. Anouw
Jurnal Fisika Papua Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Fisika Papua
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jfp.v1i1.1

Abstract

Penelitian regangan geser tanah untuk gempa bumi dengan magnitudo M 6,00 SR dengan melibatkan data mikrotremor telah dilakukan untuk wilayah Kota Jayapura. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperkirakan dan memetakan nilai regangan geser tanah akibat kejadian gempa bumi dengan skala magnitudo M≥6.0 SR. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengukuran lapangan dan analisis geofisika lanjutan. Spektrum mikrotremor diukur menggunakan alat perekam seismograf. Data mikrotremor dianalisis menggunakan metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) untuk mengetahui frekuensi dan periode tanah dominan, dimana nilai tersebut digunakan untuk menghitung nilai regangan geser tanah. Daerah penelitian meliputi wilayah Kota Jayapura dengan koordinat 2.0 – 4.0 Selatan dan 139,0 – 141,5 Timur. Pengukuran mikrotremor dilakukan pada 50 titik pengukuran. Gempa kontrol yang digunakan adalah 10 kejadian terpilih pada periode 1964 – 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai regangan geser tanah untuk terjadinya 3 gempa dengan magnitudo M≥6.00 SR memberikan hasil yang bervariasi. Gempa bumi 16 Desember 2018, pukul 09:42:37,200 GMT memberikan ukuran 4,5811 x 10-4 – 1,2990 x 10-2. Gempa 17 September 2016, pukul 01:20:17.940 GMT memberikan ukuran 1,8740 x 10-3 – 4,6295 x 10-2. Gempa 18 Januari 2020, pukul 16:38:14,301 GMT memberikan ukuran 4,4302 x 10-4 – 1,1713 x 10-2. Nilai regangan geser tanah tertinggi terjadi di Kecamatan Abepura bagian utara, sekitar Kabupaten Heram bagian tengah dan utara, serta Kecamatan Muara Tami bagian tengah. Fenomena yang mungkin terjadi berupa getaran, gelombang, subsidensi dan pemadatan tanah serta longsor.
Analisis Struktur Lapisan Tanah dengan Metode Geolistrik Resistivitas Schlumberger Vertikal di Toladan Kabupaten Jayapura Steven Y.Y. Mantiri; Daniel Napitupulu; Tatang Sutarman
Jurnal Fisika Papua Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Fisika Papua
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jfp.v1i1.3

Abstract

Kajian analisis struktur tanah untuk keperluan penyelidikan endapan airtanah dengan metode geolistrik resistivitas Schlumberger sounding dilakukan di Toladan, Desa Sentani Kota, Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan letak dan kedalaman lapisan tanah yang mengandung airtanah (akuifer). Metode geolistrik resistivitas paling cocok untuk eksplorasi air tanah, mineral logam dan lapisan batuan keras. Penelitian dengan metode geolistrik ini menggunakan konfigurasi elektroda Schlumberger. Model investigasi dilakukan secara vertikal – 1 dimensi (sounding). Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei lapangan dan analisis geofisika lanjutan. Penelitian dilakukan pada titik dengan koordinat 2°33'10.70"LS 140°31'51.00"BT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapisan akuifer yang terdeteksi adalah lapisan akuifer dalam. Litologi geologi lokasi penelitian didominasi oleh batuan ultramafik padat dan keras. Selain itu, pasir kasar dan halus mendominasi di daerah penelitian. Struktur tanah keras dan lapisan deposit air tanah ditemukan di lokasi penelitian. Lapisan yang mengandung airtanah ditemukan pada kedalaman 67,60 m dengan resistivitas 45,50 m. Jenis akuifer yang terdeteksi adalah akuifer jernih karena berada di lingkungan batuan keras ultrabasa dan pasir berasosiasi dengan tanah, kerikil dan kerikil.
Delineasi Struktur Patahan di Wilayah Kabupaten Nabire Papua Menggunakan Analisis Horisontal Derivatif Orde Pertama (FHD) dan Orde Kedua (SHD) Berdasarkan Data Anomali Gravitasi Bangkit Sudrajad
Jurnal Fisika Papua Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Fisika Papua
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jfp.v1i2.5

Abstract

Wilayah Kabupaten Nabire di bagian Utara leher Pulau Papua memiliki kondisi geologi kompleks dan seismisitas tinggi akibat interaksi tumbukkan lempeng Benua Australia dan Samudra Pasifik. Penelitian metode gravitasi ini bertujuan untuk mendelineasi struktur patahan akibat hadirnya mekanisme ekstensional di daerah tersebut melalui analisis horisontal derivatif berdasarkan data anomali gravitasi GGMplus. Analisis horisontal derivatif yang digunakan untuk mendelineasi batas kontak densitas struktur dilakukan dalam orde pertama (first horizontal derivative) dan orde kedua (second horizontal derivative) yang kemudian dikorelasi dengan data mekanisme fokus (focal mechanism). Hasil delineasi menunjukkan bahwa dari analisis horisontal derivatif pada 7 penampang yang memotong struktur patahan yang ada di wilayah penelitian diperoleh 31 batas kontak densitas pada patahan-patahan prediksi dan batas litologi batuan. Kontak densitas ini selain sesuai dengan data struktur dan batas litologi formasi batuan juga bersesuaian dengan sebaran seismisitas gempabumi yang juga mengkonfirmasi keberadaan struktur patahan di wilayah tersebut.
Model dan Visualisasi Struktur Molekular Organik Ikatan Sederhana p-p dan s-p Hibrida Hubertus Ngaderman; Ego Srivajawaty Sinaga; Daniel Napitupulu
Jurnal Fisika Papua Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Fisika Papua
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jfp.v1i1.6

Abstract

Tujuan utama dari riset ini adalah memodelkan struktur molekul organik hibrida . Untuk memodelkan dan memvisualisasikan struktur rumit tersebut, pertama-tama dihadirkan konsep mendasar didalam mekanika kuantum yang dinyatakan secara eksplisit dengan fungsi gelombang . Dari fungsi gelombang maka struktur molekul paling sederhana yaitu kita pahami. Visualisasi molekul telah dibuat dan selanjutnya untuk ikatan kovalen lainnya yaitu ikatan (, dan ), ikatan (, dan ) dan ikatan hibrida (, dan ). Konsep molekul adalah konsep paling sederhana dan dasar didalam memahami struktur paling rumit didalam ikatan molekular organik. Disini struktur rumit tersebut adalah ikatan hibrida . Salah satu contoh ikatan tersebut adalah benzena . Sesudah memahami kajian diatas maka fenomena mendasar yaitu konduktivitas listrik didalam material organik diharapkan dapat dipahami.
Analisis Mikrometer dengan Metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) di Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura Elisabeth Kayame; Steven Y.Y. Mantiri; Romi Marsell
Jurnal Fisika Papua Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Fisika Papua
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jfp.v1i1.7

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan nilai amplifikasi getaran tanah dalam kaitannya dengan frekuensi dominan tanah di Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura dan Menentukan nilai periode dominan tanah di Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Survei Lapangan, dimana dilakukan pengukuran langsung di lapangan dengan mengunakan alat perekaman mikrotremor. Nilai frekuensi dominan, periode dominan, dan amplifikasi, akan ditentukan berdasarkan analisis rekaman sinyal mikrotremor dengan metode HVSR. Nilai frekuensi dominan, periode dominan, dan amplifikasi dengan metode HVSR akan dihitung dengan bantuan software Geopsy versi 2.0.9. Nilai amplifikasi getaran tanah maksimum 17,976800 dengan nilai frekuensi dominan tanah 0,573656 Hz berlokasi di titik JU02 (Halaman Masjid AURI Angkasapura) dan nilai frekuensi dominan amplifikasi getaran tanah minimum 1,410200 dengan frekuensi dominan 0,681167 Hz berlokasi di titik pengukuran JU17. Lokasi disekitar titik JU02 (Halaman Masjid AURI Angkasapura) lebih rawan terhadap gempabumi relatif terhadap yang lain dan lokasi di sekitar titik pengukuran JU17 (Halaman Kantor Pos Jayapura) lebih aman terhadap gempabumi relatif dibandingkan dengan lokasi yang lain. Nilai Periode dominan tanah maksimum 1,847194 s berlokasi di titik pengukuran JU12 (Bayangkara) dan periode dominan tanah Minimum 0,090822 s berlokasi disekitar titik JU02 (Bayangkara) lebih rawan terhadap gempabumi relatif terhadap yang lain dan lokasi disekitar titik pengukuran JU09 (Angkasa Lembah Sunyi) lebih aman terhadap gempabumi relatif dibandingkan dengan lokasi yang lain.
Visualisasi Jalan Optis Cahaya dan Menentukan Refleksi Internal Total pada Lapisan Multi Film Tipis Ego Srivajawaty Sinaga; Hubertus Ngaderman
Jurnal Fisika Papua Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Fisika Papua
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jfp.v1i1.8

Abstract

Telah dilakukan penelitian visualisasi jalan optis cahaya matahari pada film-film tipis berlapis. Refleksi internal total juga didapatkan di akhir penelitian, dengan kondisi dimana cahaya matahari tersebut memasuki medium berlapis pada sudut-sudut tertentu. Medium berlapis ini adalah medium ideal dimana sifatnya adalah homogen dan isotropik, tetapi riset ini bisa dipakai juga sebagai acuan untuk medium-medium yang tidak homogen dan anisotropik. Tujuan penelitian ini adalah visualisasi dan refleksi internal total pada medium film-film tipis berlapis. Khusus untuk visualisasi maka akan terlihat jalan-jalan optis cahaya yang memasuki medium berlapis. Untuk membuat visualisasi diperlukan komputasi dimana data-data untuk beberapa parameter ditentukan lewat perhitungan dan data utama adalah data sekunder yaitu lewat eksperimen. Data sekunder tersebut adalah indek bias masing-masing film tipis. Performansi sel surya organik juga dapat ditentukan jika kita melihat pada peristiwa kembalinya cahaya pada medium berlapis tersebut (refleksi internal total). Refleksi internal total terjadi pada sudut hingga .
Analisis Tingkat Kebisingan Menggunakan Sound Level Meter Berbasis Mikrokontroler Hamzah, Hardi; Agriawan, Muhammad Nurkhalis; Kadir, Muh. Ridwan
Jurnal Fisika Papua Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Fisika Papua
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jfp.v1i2.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebisingan di Kabupaten Polewali Mandar. Alat yang digunakan untuk mengukur kebisingan yaitu Sound Level Meter (SLM) berbasis mikrokontroler. Jenis mikrokontroler yang digunakan adalah arduino uno. Pengambilan data dilakukan pada kondisi pada saat ramainya penduduk sedang beraktivitas. Pengukuran dilakukan pada siang dengan kondisi cuaca cerah 330C, kelajuan angin STG 5 km/jam, kelembapan 72% dan sesuai dengan tingkat keramaian jalan raya. Hal ini dimaksudkan agar proses pengukuran dapat memperoleh hasil yang akurat. Pengukuran dilakukan di tempat terbuka untuk menghindari pantulan suara. Ketinggian sound level meter sekitar 1,2 meter dari atas permukaan tanah. Jarak pengamat ke sound level meter diatur sekitar 0,5 meter untuk menghindari efek pemantulan bunyi. Penelitian dilakukan di sepuluh titik pada kecamatan yang ada di Kabupaten Polewali Mandar. Diperoleh hasil bahwa sembilan titik kecamatan memiliki rata-rata tingkat kebisingan di bawah nilai ambang batas kebisingan 85 dB dan satu titik yaitu Kecamatan Wonomulyo memiliki rata-rata tingkat kebisingan 86 dB melampaui nilai ambang batas kebisingan.
Model Karakteristik Kontak Logam Semikonduktor, Konsentrasi Muatan Dan Medan Listrik Di dalam Junction Logam Semikonduktor Hubertus Ngaderman; Ego Srivajawaty Sinaga
Jurnal Fisika Papua Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Fisika Papua
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jfp.v1i2.10

Abstract

Telah dilakukan pemodelan karakteristik untuk logam dan semikonduktor pada saat mereka dihubungkan secara kontak intim. Muatan dan distribusi medan juga ditampilkan di dalam pemodelan ini, dimana grafik antara luas wilayah muatan dan konsentrasi muatan dan juga medan listrik di dalam junktion telah divisualisasi. Tujuan penelitian ini adalah visualisasi untuk kontak antara logam dan semikonduktor, dimana kontak tersebut adalah kontak mikroskopis yang melibatkan pita-pita energi antara dua material. Untuk menampilkan visualisasi tersebut maka beberapa parameter utama akan terlibat yaitu: pita konduksi, pita valensi, pita gap, level-level Fermi, level vakum, fungsi kerja logam, fungsi kerja semikonduktor, afinitas elektron semikonduktor, afinitas elektron logam, ketinggian penghalang dan potensial built-in. Visualisasi tersebut adalah meliputi keadaan dimana kedua material tersebut terisolasi maupun dikontakkan (tak terisolasi).
Analisis Struktur Lapisan Bawah Permukaan Untuk Pembangunan Dermaga Menggunakan Metode Geolistrik Di Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura Lily H Nengkey; Yusuf Bungkang; Zakaria V. Kareth
Jurnal Fisika Papua Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Fisika Papua
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jfp.v1i2.11

Abstract

Kampung Abar Distrik Ebungfauw terdapat sebuah dermaga yang dibuat oleh masyarakat setempat sebagai penghubung antar kampung lainnya. namun dermaga tersebut sudah sangat tua hingga harus dibuat dermaga yang baru, oleh sebab itu perlu dilakukannya survey struktur bawah permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat setempat keadaan struktur bawah permukaan tanah agar bisa dilakukannya pengeboran untuk melakukan penanaman tiang pancang baru buat dermaga. Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi schlumberger untuk survey bawah permukaan secara vertikal dan akan dikorelasi dengan hasil dari data metode boring. Penelitian akan dilakukan di Kampung Abar Distrik Ebungfauw, dengan pengambilan data sebanyak 2 (dua) titik survey. Instrumen yang digunakan adalah ResistivityMeter yang dilengkapi dengan dua pasang elektroda arus dan potensial. Hasil penggolahan data akan berupa penampang struktur lapisan secara vertikal yang menunjukan keadaan sturktur bawah permukaan. Pada penelitian ini didapatkan bahwa struktur bawah permukaan Dermaga Kampung Abar didominasi oleh lapisan yang terdiri dari material lempung bercampur pasir padat dengan nilai resistivitas 1917 hingga 38494 m. Selain itu, terdapat lapisan batuan keras berupa kerikil bercampur lumpur dengan nilai resistivitas 6,1 sampai dengan 1,248 m. direkomendasikan untuk kedalaman pondasi pada titik 6 sampai 15 meter, dan hasil data metode pemboran dibor sedalam 10 meter.
Identifikasi Sebaran Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Di Daerah Abe Pantai, Distrik Abepura, Kota Jayapura Rehabeam Griapon; Yane Ansanay; Yusuf Bungkang
Jurnal Fisika Papua Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Fisika Papua
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jfp.v1i2.12

Abstract

Air merupakan kebutuhan pokok makhluk hidup. Penggunaan air semakin meningkat baik untuk keperluan kehidupan sehari-hari manusia, industri, pertanian maupun peternakan. Akibat pertumbuhan penduduk maka kebutuhan akan daerah pemukiman juga semakin meningkat yang mengakibatkan konsumsi air bertambah, sehingga persediaan air semakin terbatas. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi sebaran air tanah di Daerah Abe Pantai, Distrik Abepura, Kota Jayapura. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger sebanyak 4 titik dan Wenner-Schlumberger sebanyak 1 lintasan dan mendapatkan hasil nilai resistivitas yang cukup bervariasi. Resistivitas rendah orde 1-10 Ωm diidentifikasi sebagai akuifer, nilai resistivitas orde 10-30 Ωm diidentifikasi sebagai lapisan batulempung, orde 30-100 Ωm diidentifikasi sebagai lapisan batupasir, dan nilai resistivitas >100 Ωm diidentifikasi sebagai lapisan batugamping. Lapisan akuifer pada daerah ini adalah lapisan batugamping dan batupasir. Ditemukan 2 pola dugaan akuifer pada lintasan Wenner – Schlumberger dengan volume yang cukup besar, dan lapisan akuifer pada keempat titik sounding. Dengan memperhitungkan kedalaman dan posisi titik sounding, serta arah strike lapisan, diduga lapisan akuifer pada titik ukur 1 dan titik ukur 2 merupakan lapisan akuifer yang sama dan saling terhubung. Begitu pula lapisan akuifer pada titik ukur 3 dan titik ukur 4, diduga merupakan lapisan akuifer yang sama dan saling terhubung.