cover
Contact Name
Muhamad Sidik
Contact Email
jirs@kampusakademik.co.id
Phone
+6289671418611
Journal Mail Official
jirs@kampusakademik.co.id
Editorial Address
Jl.Pedurungan Kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Research Student
ISSN : 30255708     EISSN : 30255694     DOI : https://doi.org/10.61722/jirs.v1i2.42
Jurnal Ilmiah Research Student ( JIRS), P- ISSN: 3025-5708 (cetak),E- ISSN: 3025-5694 (online) adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Kampus Akademik Publising . Jurnal Ilmiah Research Student ( JIRS) merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Hukum, . Jurnal ini terbit 1 tahun 6 kali (Januari, Maret, Mei, Juli, September dan November)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 639 Documents
Implementasi PermenPANRB Nomor 7 Tahun 2026 dalam Penguatan Peran Pengawas Sekolah sebagai Penjamin Mutu Pendidikan Yusup Sangroni; Farid Syarifudin; Naeli Fajriyah; Slamet Abdun Nafi; Erni Fatmawati; Arif Kusworo
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.12141

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Regulation of the Minister of Administrative and Bureaucratic Reform (PermenPANRB) Number 7 of 2026 in strengthening the role of school supervisors as quality assurance agents in education. This research employed a descriptive qualitative approach conducted at MI Islamiyah 02 Rakit Banjarnegara, MI Islamiyah Senting Boyolali, MI Muhammadiyah 01 Merden Banjarnegara, MIS Miftahul Afkar Bumiayu Brebes, MI NU Banat Kudus, and MI Al Huda Mangli Pemalang. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. The findings indicate that the implementation of PermenPANRB Number 7 of 2026 is carried out through the preparation of supervisory programs based on the needs of educational institutions, the implementation of academic and managerial supervision, assistance in curriculum implementation, teacher mentoring within professional learning communities, and data-based evaluation of quality improvement programs. This policy strengthens the role of school supervisors as professional mentors, facilitators of reflective practice, and strategic partners for madrasah principals and teachers in improving the quality of learning. Supporting factors for the implementation include the commitment of madrasah principals, active teacher participation, a strong school quality culture, and effective coordination between school supervisors and the madrasah community. The challenges identified include limited time for supervision, the heavy workload of school supervisors, the large number of supervised educational institutions, differences in school characteristics, and limited technology- and data-based supporting facilities.(PermenPANRB) Number 7 of 2026, School Supervisors, Quality Assurance, Academic Supervision, Educational Quality
Analisis Yuridis Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Jalan Tol Terhadap Tanah Tanpa Sertifikat: Studi Kasus Jalan Tol Cimanggis-Cibitung Veriska Rahmania; Muhammad Luthfi Radian
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.12145

Abstract

Pembangunan jalan tol sebagai Proyek Strategis Nasional bertujuan mendorong konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi, namun pelaksanaannya kerap terhambat oleh permasalahan pengadaan tanah, terutama pada bidang tanah yang belum bersertifikat dan hanya dikuasai melalui bukti informal seperti girik atau letter C. Ketidakjelasan ini memicu ketidakpastian hukum dalam verifikasi kepemilikan, penetapan ganti kerugian, serta perlindungan hak masyarakat terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum pengadaan tanah untuk kepentingan umum terhadap tanah yang belum bersertifikat berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 serta mengidentifikasi kendala yuridis dan perlindungan hak masyarakat pada studi kasus Proyek Jalan Tol Cimanggis-Cibitung. Menggunakan metode yuridis-normatif yang dipadukan dengan pendekatan empiris bersifat deskriptif-analitis, data dianalisis secara kualitatif dan deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meski UUPA, PP Nomor 24 Tahun 1997, dan UU Nomor 2 Tahun 2012 mengakui penguasaan informal, implementasinya di lapangan masih menghadapi kendala sistemik seperti ketidakjelasan prosedur verifikasi, lemahnya posisi tawar pemilik tanah, penetapan ganti kerugian yang belum mencerminkan nilai pasar riil, hingga eksekusi lahan sebelum ganti kerugian final. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prinsip keadilan substantif belum terwujud seimbang, sehingga diperlukan reformasi prosedur, transparansi, dan percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
ANALISIS YURIDIS PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA PELAKU TINDAK PIDANA PENIPUAN PASCA PEMBAHARUAN HUKUM PIDANA NASIONAL INDONESIA Agung Anugrah; Trias Saputra
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.12146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggung jawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana penipuan pasca pembaruan hukum pidana nasional indonesia serta mengkaji efektivitas penerapan ketentuan hukum yang di atur dalam kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang di gunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif melalui penafsiran terhadap norma hukum, doktrin, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaruan hukum pidana melalui ketentuan dalam KUHP Nasional memberikan pengaturan yang lebih komprehensif terhadap tindak pidana penipuan serta mempertegas dasar pertanggung jawaban pidana pelaku. Namun demikian, dalam penerapan nya masih di temukan berbagai kendala, baik dari aspek pembuktian, penafsiran unsur tindak pidana, maupun efektivitas penegakan hukum di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan penerapan hukum yang konsisten dan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum guna mewujudkan kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan bagi masyarakat.
PEMBERIAN NAFKAH IDDAH ATAS NUSYUZ MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM Nidya Sevy Febriansyah; Sifa Mulya Murani
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.12147

Abstract

Pemberian nafkah iddah merupakan kewajiban bagi mantan suami setelah perceraian, namun, hak ini dapat gugur jika mantan istri terbukti melakukan nusyuz (pembangkangan dalam perkawinan), sebagaimana diatur dalam Kompilasi Hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberian nafkah iddah bagi istri yang terbukti melakukan nusyuz menurut Kompilasi Hukum Islam, serta pertimbangan hukum hakim dalam dua putusan pengadilan yang menjadi objek penelitian. Penelitian ini menggunakan teori kepastian hukum Gustav Radbruch dan metode yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Bahan hukum dikumpulkan melalui studi pustaka, mencakup sumber primer, sekunder, dan tersier. serta dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua putusan didasarkan pada landasan hukum yang sama, yaitu Kompilasi Hukum Islam, keduanya menghasilkan putusan yang berbeda akibat variasi dalam penilaian fakta persidangan, alat bukti, gugatan balik, dan pembuktian nusyuz, serta perbedaan pertimbangan majelis hakim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Pasal 152 Kompilasi Hukum Islam tidak hanya ditentukan oleh ketentuan normatif, tetapi juga oleh bukti yang diajukan di persidangan dan pertimbangan hukum hakim dalam menegakkan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MADRASAH DINIYAH AL BASYIR KARANGSUKO: STUDI KASUS IMPLEMENTASI DAN TANTANGANNYA Nadia Nabila; Sita Acetylena
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.12162

Abstract

Sekolah Diniyah, sebagai institusi pendidikan Islam nonformal, diharuskan untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana teknologi pembelajaran PAI diterapkan di Madrasah Diniyah Al Basyir Karangsuko dan menganalisis berbagai masalah yang dihadapi saat menerapkannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, menggunakan pendekatan studi kasus. Untuk mengumpulkan data, observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan, dan analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, yang mencakup penyajian, reduksi, dan penarikan kesimpulan dari data. Menurut hasil penelitian, Madrasah Diniyah Al Basyir Karangsuko telah menggunakan teknologi pembelajaran dengan menggunakan proyektor, video pembelajaran, aplikasi presentasi, dan WhatsApp untuk berkomunikasi dan menyebarkan materi pelajaran. Meningkatnya motivasi dan partisipasi siswa, kemudahan penyampaian materi, dan pembelajaran yang lebih interaktif dan fleksibel adalah semua hasil positif dari penerapan teknologi. Namun, penerapan teknologi pembelajaran masih menghadapi beberapa tantangan. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya literasi digital di antara pendidik, dan keterbatasan jumlah siswa yang memiliki akses ke teknologi. Untuk mengatasi hal ini, madrasah memperkuat kerja sama dengan orang tua, meningkatkan kemampuan guru, dan mengoptimalkan fasilitas yang tersedia. Menurut penelitian ini, penerapan teknologi pembelajaran PAI di Madrasah Diniyah Al Basyir Karangsuko memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Akibatnya, agar pemanfaatan teknologi dalam pendidikan Islam dapat berhasil dan berkelanjutan, diperlukan dukungan yang berkelanjutan dari berbagai pihak.
BUSANA KONTEMPORER BERGAYA PREPPY DENGAN PENERAPAN TEKNIK BONING Azizah Al Hidayati; Fadri Rahmat; Desi Trisnawati; Desra Imelda
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.12170

Abstract

Contemporary fashion represents a dynamic, liberated, and adaptive manifestation of modern clothing that evolves with time. It can be integrated into pre-existing styles to deliver a novel aesthetic, one of which is the preppy style—a dressing aesthetic inspired by elite preparatory school uniforms in the United States. This study re-explores contemporary preppy fashion, transforming its conventionally rigid nature into a more experimental and unique form through the application of the boning technique. The creation process is grounded in direct observation and a literature review, which encompass the visual analysis of relevant fashion brands implementing similar deconstructions, alongside a comprehensive review of academic journals concerning contemporary art evolution, preppy style characteristics, and boning technique applications. Based on this theoretical framework, silhouette exploration is executed utilizing the boning technique as the primary method to construct clean, rigid garment structures. To counterbalance this rigidity, garment details are enhanced through fabric manipulation techniques, including pleats, sequin embroidery, and fabric flower appliqués. The collection employs lurik woven textile as the primary wastra, combined with satin jacquard, cotton poplin, Madina cotton, and organza. This work is manifested into three apparel tiers: ready-to-wear, ready-to-wear deluxe, and haute couture. Designed specifically for high-presentation occasions such as fashion shows or galas, this collection is expected to contribute novel insights to aesthetic development and form exploration within contemporary fashion.
Creation of Batik Patterns on Scarves Inspired by the Remo Dance of East Java Maya Dewi Puspita Sari; Deny Arifiana
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.12171

Abstract

This study is a creative research project explaining the development of batik motifs and the design of batik scarves, presenting the final motifs, and describing the presentation of the scarves, all inspired by the Remo dance of East Java. The approach used is Practice-Led Research, comprising exploration, design, creation, and presentation. The exploration stage covered conceptualization, technical exploration, and material exploration. The design stage involved developing 10 alternative designs through stylized sketches and motif combinations. The creation stage included drawing the motifs, applying batik designs with a canting, dyeing, rinsing, drying, and sewing the fabric into scarves. The process resulted in three hand-drawn batik scarves Satria Remo 2, Satria Remo 4, and Satria Remo 8 created using stylized techniques. Satria Remo 2 highlights the "gedruk" movement with floral elements symbolizing the earth as the source of life. Satria Remo 4 adapts the silhouette of a dancer's face, marked by arched eyebrows and piercing eyes as symbols of bravery, complemented by a jasmine flower border signifying purity. Satria Remo 8 depicts a dancer's figure with keris and kawung motifs, symbolizing courage, devotion to God, and the balance between humanity and the universe.
Peran Filsafat dalam Memahami Transformasi Sosial dan Budaya Ummu Mutia Pasaribu; Fitri Lannora Nst; Dania Nasution; Rezki Khairani Hasibuan; Anggina Safitri; Dini Khairani Hasibuan; Anita Sari Daulay; Alwi Sahaf Lubis; Nurhayati Siregar
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.12172

Abstract

The demographic bonus represents a strategic opportunity for Indonesia to accelerate national development toward the Indonesia Golden Vision 2045. However, its successful realization largely depends on the quality of substantive democracy. This study aims to analyze the relationship between the demographic bonus and substantive democracy and their implications for national development. The research employs a qualitative approach using a library research method. Data were collected from government documents, reports of international organizations, books, and peer-reviewed scientific journals, and were analyzed through content analysis involving literature selection, interpretation, and critical synthesis. The findings indicate that the demographic bonus cannot be optimally transformed into sustainable development without democratic, transparent, accountable, and participatory governance. Democratic backsliding, characterized by weakened civil institutions, declining public participation, and the strengthening of oligarchic practices, may hinder human capital development, employment opportunities, and inclusive economic growth. Therefore, strengthening substantive democracy is essential as a prerequisite for maximizing the demographic bonus and achieving sustainable national development toward Indonesia Golden Vision 2045.
ETIKA BERKOMENTAR MAHASISWA FISIP UNIVERSITAS NASIONAL DI SOSIAL MEDIA : TINJAUAN DARI SILA KEDUA Irsan Nursandi; Salma Shahiqa; Citra Amelia; Raden Reynaldi Alfikri Ardi Kusuma; Muhammad Pasha Ziadatullah; Sinta Diah Utami; Neza Aldela Rizal; Mochdar Soleman
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.12179

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi mahasiswa dalam menyampaikan pendapat dan berinteraksi di ruang digital. Kebebasan berekspresi di media sosial sering kali tidak diimbangi dengan kesadaran etika, sehingga memunculkan fenomena seperti ujaran kebencian, cyberbullying, dan penggunaan bahasa yang kurang sopan. Padahal di sila kedua pancasila, yaitu "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab", mengajarkan pentingnya penghormatan terhadap martabat manusia, saling menghargai, serta juga perilaku yang beradab dalam setiap interaksi baik secara langsung maupun di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etika berkomentar mahasiswa di media sosial, menganalisis implementasi nilai sila kedua pancasila dalam berkomentar, serta mengidentifikasi faktor-faktor apa yang mempengaruhi perilaku mahasiswa dalam berkomentar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan wawancara kepada enam mahasiswa FISIP Universitas Nasional dari berbagai program studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pada umumnya telah memiliki kesadaran untuk menggunakan bahasa yang sopan, menghargai perbedaan pendapat, dan menghindari konflik di media sosial. Selain itu, faktor seperti pengetahuan, pengendalian emosi, dan lingkungan sosial juga mempengaruhi perilaku mahasiswa dalam berkomentar. Nilai sila kedua pancasila telah tercermin dalam perilaku mahasiswa melalui bahasa yang santun, menghargai pendapat orang lain, serta upaya menjaga komunikasi yang beradab di media sosial.
PENGARUH LATIHAN PUSH UP TERHADAP DAYA TAHAN OTOT LENGAN PADA SISWA PROGRAM KEAHLIAN TATA BOGA SMK NEGERI 1 ABUNG SELATAN Putri Dea Pelangi; Adinda Siti Arafah; Putri Destawati; Darwanto
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.12185

Abstract

Arm muscular endurance is one of the physical fitness components that plays an important role in supporting the practical activities of Culinary Arts students, particularly in tasks that involve lifting kitchen equipment, stirring dough, and standing for extended periods in the production area. This study aims to examine the influence of push-up training on arm muscular endurance among Culinary Arts students at SMK Negeri 1 Abung Selatan, while also exploring its relationship with general physical endurance capacity as represented by a running test. The study employed a quantitative descriptive-correlational approach involving 30 students (15 male and 15 female) who were assessed through a one-minute push-up test and a three-minute running test. Data were analyzed descriptively and tested for association using Pearson's correlation coefficient. The results show that the average push-up capacity was 21.6 repetitions per minute, with male students (mean 25.7) consistently achieving a higher number of repetitions than female students (mean 17.5). A moderate positive correlation was also found between push-up capacity and running distance (r = 0.55), indicating that arm muscular endurance contributes to broader physical work capacity. Drawing on the principles of overload, physiological adaptation, and specificity of training, these findings reinforce the argument that structured and sustained push-up training has the potential to improve arm muscular endurance among vocational high school students, thereby supporting their physical readiness for Culinary Arts practice. This study recommends integrating arm-strengthening exercises into physical education and extracurricular programs at SMK Negeri 1 Abung Selatan.