cover
Contact Name
Budi Februari
Contact Email
office@kampusakademik.co.id
Phone
+6282284525773
Journal Mail Official
budifebuari992@gmail.com
Editorial Address
Jl.Pedurungan Kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Sains Student Research
ISSN : -     EISSN : 30259851     DOI : https://doi.org/10.61722/jssr.v2i1.552
Core Subject : Education,
Fokus & Ruang Lingkup Jurnal Sains Student Research (JSSR), ISSN: (cetak), ISSN: (online) adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh CV. Kampus Akademik Publising . Jurnal Sains Student Research (JSSR) merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Ilmu Komunikasi,Hukum, . Jurnal ini terbit 1 tahun 6 kali (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, Desember)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,496 Documents
PERBANDINGAN KUALITAS SEDIAAN APUS DARAH TEPI MENGGUNAKAN AIR KERAN DAN AQUADES SEBAGAI PENGGANTI LARUTAN BUFFER Amwalia; Eva Ayu Maharani; Dewi Astuti
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10815

Abstract

In the SADT staining procedure, a buffer solution with a pH range of 6.8-7.2 is used. This pH range is ideal because it is able to provide a balance between staining the cell nucleus by azure B and staining the cytoplasm by eosin Y. Buffer pH affects the quality of staining by regulating dye ionization with cell components. However, the use of standard pH buffers is sometimes limited in the laboratory, so other alternative diluents such as tap water and distilled water are used. This study aims to compare the quality of SADT staining results using pH 6.8 buffer, tap water and distilled water. This research method is quasi experiment, with posttest-only control group design based on scoring assessment of microscopic observations and significant difference test. The results of the average scoring showed a cell picture in tap water 2.50 (not good), distilled water 3.22 (good), and control 3.33 (good). Statistical tests showed no significant difference between groups with a p-value of 0.091 (p> 0.05). Conclusion: there are differences in microscopic quality based on scoring results, but statistically there is no significant difference. This shows that although there are differences in microscopic quality, blood cells can be identified.
Kompetensi Profesional Guru Matematika sebagai Wujud Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran Febi Aisqil Jamilah Febi; Cantika Maharani; Nurdiana; Ade Irma
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10817

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengkaji kompetensi profesional guru matematika berdasarkan wawancara mendalam yang dilakukan di tingkat sekolah menengah. Penelitian berfokus pada empat dimensi: penguasaan materi pembelajaran, pengembangan metode dan strategi pembelajaran, evaluasi dan penilaian pembelajaran, serta pengembangan profesional. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan data wawancara yang diperoleh dari seorang guru matematika sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru tersebut memiliki penguasaan konsep matematika yang baik dan menerapkan teknik scaffolding untuk menyederhanakan konten abstrak. Discovery Learning diidentifikasi sebagai model pembelajaran utama, dilengkapi dengan pembelajaran berdiferensiasi untuk mengakomodasi beragam kemampuan siswa. Penilaian dilakukan melalui tes formatif, latihan harian, dan remedial bagi siswa yang belum tuntas. Dalam hal pengembangan profesional, guru aktif mengikuti pelatihan, workshop, dan MGMP. Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi beban administratif, perubahan kurikulum yang cepat, dan kebutuhan adaptasi terhadap teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi profesional harus diintegrasikan secara holistik dengan kompetensi pedagogik dan kepribadian untuk menghasilkan guru matematika yang efektif.
Potensi Wilayah sebagai Dasar Prioritas Penganggaran Daerah di Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang Anggos Habil Seulalae; Aldri Frinaldi; Nora Eka Putri; Asnil
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10857

Abstract

Penelitian ini mengkaji potensi wilayah sebagai dasar penentuan prioritas penganggaran daerah di Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesesuaian antara perencanaan pembangunan dan penganggaran daerah dengan karakteristik serta kebutuhan wilayah. Kecamatan Bungus Teluk Kabung memiliki potensi yang besar pada sektor perikanan, pertanian, perkebunan, pariwisata, dan sumber daya pesisir, namun masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan berupa keterbatasan infrastruktur, pelayanan publik, dan risiko bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi wilayah Kecamatan Bungus Teluk Kabung serta merumuskan sektor-sektor prioritas yang dapat dijadikan dasar dalam penyusunan prioritas penganggaran daerah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari dokumen resmi pemerintah, publikasi statistik, dan berbagai artikel ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Bungus Teluk Kabung memiliki potensi unggulan pada sektor perikanan, pariwisata bahari, pertanian, dan perkebunan. Namun demikian, masih terdapat berbagai kebutuhan pembangunan, terutama pada sektor infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan mitigasi bencana. Berdasarkan hasil analisis, sektor perikanan, pariwisata, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan mitigasi bencana merupakan sektor yang layak diprioritaskan dalam penganggaran daerah. Penelitian ini menunjukkan bahwa penganggaran daerah yang didasarkan pada potensi wilayah dan kebutuhan pembangunan dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan keberlanjutan pembangunan daerah serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
PENERAPAN HUKUM KELUARGA ISLAM DALAM MENJAGA KEHARMONISAN RUMAH TANGGA HASIL PROSES TA’ARUF (Studi Kasus di Desa Kalikejambon Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang) Iklima Amanatuz zakiyyah; M. Syam’un Rosyadi
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10895

Abstract

The phenomenon of ta'aruf as a premarital introduction method aligned with Islamic law principles has emerged as a contemporary discourse and an ideal paradigm among the millennial generation to foster harmonious domestic structures. Within the community of Kalikejambon Village, this instrument is perceived as highly effective in supporting the establishment of a resilient family institution. This study is oriented to thoroughly investigate the procedural execution of ta'aruf and analyze the application of Islamic family law in sustaining marital resilience after the solemnization of marriage. The scholarly novelty of this research lies in its comprehensive integrative analysis, which linearly correlates the premarital acquaintance phase with the success of constructing domestic harmony. Methodologically, this inquiry is designed as an empirical field study adopting a qualitative approach, subsequently elaborated through a descriptive-analytical framework. The selection of Kalikejambon Village in Jombang Regency as the research site is predicated on the significant presence of couples who underwent this process prior to solemnizing their official marriage. Primary data structures were gathered through in-depth interview techniques with practicing couples and local community leaders. Concurrently, secondary data were compiled by exploring a rich body of literature, including religious texts, marriage legislation, academic theses, copies of judicial decisions, and relevant contemporary scholarly journals. The socio-legal findings of this research indicate several primary determinants driving the community to opt for this path, including sociological environmental influences, a profound commitment to consistently practice Islamic law, and the explicit rejection of conventional dating culture. Furthermore, the continuity of marital stability is nurtured through the internalisation of mutualistic values, such as mutual respect, the cultivation of trust, the reinforcement of interpersonal communication patterns, and the fulfillment of primary and secondary material necessities. Additionally, active collective engagement in various community activities at the local village level significantly reinforces their marital endurance.
Relevansi Pemikiran Ibnu Miskawaih Tentang Pendidikan Akhlak Dengan Pendidikan Moral Generasi Z Dina Alfiatus Sholikhah; Jasminto
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10898

Abstract

Moral education is education about the basics of morals and the virtues of temperament, character that must be owned and made a habit by the child from the time of analysis until he becomes a mukallaf. The problem discussed in this study is about the Relevance of Ibnu Miskawaih's Moral Education Thought on Moral Education with Generation Z Moral Education. Based on the above problems, this research has 3 objectives related to the research focus on the Relevance of Ibnu Miskawaih's Thought on Moral Education with Generation Z Moral Education. The research objectives are: 1) To describe Ibn Miskawaih's thoughts on moral education. 2) To describe the moral education of generation Z. 3) To describe the relevance of Ibnu Miskawaih's thoughts on morals with Z generation moral education. The type of research is library research. The research was conducted with a qualitative approach with descriptive methods. Data collection was carried out using written documentation and review techniques. In this analysis the author uses the content analysis method. Based on the results of the study found that: (1) Ibn Miskawaih's thought focuses on moral education based on the doctrine of the middle way (al- wasath) and the development of four virtues. (2) Generation Z moral education emphasizes character building with an emphasis on the values of integrity, empathy, responsibility, and tolerance. (3) The relevance of Ibn Miskawaih's thought to generation Z moral education lies in the similarity of basic values that are universal and flexible to be applied in various contexts of the times, including in the character building of today's digital generation.
Evaluasi Hasil Uji Tarik H-Beam Bj 41 Mengacu pada SNI 2610:2011 untuk Aplikasi Spreader Bar di Industri Migas Dipta Ario Wibowo; M. Roni Hajianto; Hafid Suharyadi
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.10899

Abstract

This study discusses the evaluation of the tensile test results of H-Beam BJ 41 steel to assess its conformity with the specifications stated in SNI 2610:2011 for H-shaped structural steel of the Bj PHC 400 class. The test was conducted on two H-Beam specimens with a thickness of less than 16 mm to determine the main mechanical parameters, namely yield strength, ultimate tensile strength, and elongation. Tensile testing was carried out using a Universal Testing Machine (UTM) Gotech GT-7001-LS 50, resulting in average values of yield strength at 314.5 N/mm², ultimate tensile strength at 454 N/mm², and elongation at 41.5 %, with relatively small deviations between specimens. These results fully meet and even exceed the minimum requirements specified in SNI 2610:2011, which stipulate yield strength ≥ 245 N/mm², ultimate tensile strength of 400–510 N/mm², and elongation ≥ 17 %. The findings indicate that H-Beam BJ 41 possesses excellent strength and ductility with consistent material quality, making it suitable for use as a spreader bar material in heavy equipment lifting applications within the oil and gas industry, thereby supporting safety and structural reliability during lifting operations.
Pengaruh Panjang Serat Pelepah Pisang dan Kadar Abu Sekam Padi terhadap Ketangguhan Impak Komposit Bermatriks Polyester Sebagai Material Safety Helmet Charisma Cintani Adhi Surya; R Hari Setyanto
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10902

Abstract

Angka kecelakaan kerja di Indonesia terus menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun, dengan cedera kepala akibat tertimpa benda menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan fatal di sektor konstruksi. Di Indonesia, kelayakan safety helmet diatur melalui SNI ISO 3873:2012 yang mensyaratkan kemampuan material dalam menahan dan meredam energi benturan. Umumnya, safety helmet diproduksi dari polimer termoplastik yang memiliki keterbatasan berupa sulit terurai secara alami sehingga mendorong pengembangan material komposit berbasis serat alam sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh panjang serat pelepah pisang (5 mm dan 10 mm) dan kadar abu sekam padi (0% dan 5%) serta interaksi keduanya terhadap nilai ketangguhan impak komposit bermatriks polyester, sekaligus mengevaluasi kesesuaiannya sebagai material safety helmet berdasarkan SNI ISO 3873:2012. Penelitian menggunakan eksperimen faktorial 2×2 dengan 4 replikasi, dimana spesimen dibuat menggunakan metode hand lay-up dengan fraksi volume serat 15% yang telah diberi perlakuan alkali NaOH 5% selama 2 jam dan ketangguhan impak diuji menggunakan metode Charpy berdasarkan ISO 179-1 serta dianalisis dengan analisis variansi dua arah. Hasil menunjukkan bahwa panjang serat berpengaruh signifikan terhadap ketangguhan impak (p = 0,045), dengan serat 5 mm menghasilkan nilai rata-rata lebih tinggi sebesar 0,00238 J/mm2 dibandingkan serat 10 mm sebesar 0,00208 J/mm2. Kadar abu sekam padi (p = 0,336) dan interaksi antar faktor (p = 0,780) tidak berpengaruh signifikan. Seluruh spesimen menghasilkan nilai ketangguhan impak antara 0,00199 hingga 0,00243 J/mm2, di bawah nilai minimum SNI ISO 3873:2012, sehingga komposit yang dihasilkan belum memenuhi persyaratan standar sebagai material safety helmet
PENGEMBANGAN PANEL AKUSTIK BERBASIS GABUS KELAPA DENGAN MATRIKS STYROFOAM DAUR ULANG TERHADAP ABSORPSI BUNYI Sonia Claudya Stepani Simanjuntak; R Hari Setyanto
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10903

Abstract

Peningkatan kebisingan akibat perkembangan industri, transportasi, dan urbanisasi mendorong perlunya pengembangan material akustik yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketebalan dan tingkat kompaksi terhadap kemampuan absorpsi bunyi panel biokomposit berbasis gabus kelapa (cocopeat) dengan matriks styrofoam daur ulang. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2×2 yang terdiri atas variasi ketebalan 20 mm dan 30 mm serta kompaksi 4:4 dan 4:5. Setiap kombinasi perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali replikasi. Pengujian absorpsi bunyi dilakukan menggunakan tabung impedansi dua mikrofon berdasarkan standar ASTM E1050-98 pada frekuensi 200 Hz, 400 Hz, 800 Hz, dan 1600 Hz. Nilai koefisien absorpsi bunyi dikonversi menjadi Noise Reduction Coefficient (NRC) dan selanjutnya dihitung menjadi nilai decibel drop. Analisis data dilakukan menggunakan Two-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketebalan, kompaksi, dan interaksi keduanya berpengaruh signifikan terhadap nilai decibel drop (p < 0,05). Ketebalan 30 mm menghasilkan kemampuan absorpsi bunyi yang lebih baik dibandingkan ketebalan 20 mm. Kompaksi 4:4 menghasilkan nilai decibel drop lebih tinggi dibandingkan kompaksi 4:5. Kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada panel dengan ketebalan 30 mm dan kompaksi 4:4 yang menghasilkan nilai decibel drop rata-rata sebesar 2,270 dB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan ketebalan panel mampu meningkatkan kemampuan absorpsi bunyi, sedangkan pengaruh kompaksi bergantung pada kombinasi perlakuan yang digunakan.
Perancangan dan Karakterisasi Papan Komposit Tahan Panas Berbasis Abu Sekam Padi dan Bubuk Cangkang Kerang Simping Sebagai Material Tatakan Setrika Ayusika Yumna Agil Nabillah; R Hari Setyanto
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10905

Abstract

Pemanfaatan limbah agro-maritim sebagai bahan baku material komposit merupakan salah satu upaya untuk menghasilkan material fungsional yang bernilai tambah sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi komposisi abu sekam padi dan bubuk cangkang kerang simping (Amusium pleuronectes) terhadap nilai hambat panas papan komposit bermatriks waterglass (natrium silikat) serta mengevaluasi potensinya sebagai material tatakan setrika. Papan komposit dibuat menggunakan metode hand lay-up dengan dua variasi komposisi, yaitu Variasi 1 (50% waterglass, 30% abu sekam padi, dan 20% bubuk cangkang kerang simping) serta Variasi 2 (50% waterglass, 20% abu sekam padi, dan 30% bubuk cangkang kerang simping). Seluruh filler diayak hingga ukuran 200 mesh dan pembuatan spesimen dilakukan sebanyak tiga replikasi per variasi. Spesimen diuji konduktivitas termalnya menggunakan Thermal Conductivity Apparatus Pasco TD-8561. Nilai konduktivitas termal yang diperoleh digunakan untuk menghitung nilai hambat panas, kemudian dianalisis secara statistik melalui uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan uji T dua sampel independen menggunakan Minitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Variasi 1 menghasilkan nilai hambat panas rata-rata sebesar 2,77 K/W, lebih tinggi dibandingkan Variasi 2 sebesar 2,31 K/W. Hasil uji T menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,024 (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa perbedaan komposisi filler memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai hambat panas papan komposit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan proporsi abu sekam padi terbukti meningkatkan nilai hambat panas karena kandungan silika yang tinggi dan struktur partikelnya yang berpori, dengan komposisi terbaik diperoleh pada Variasi 1 dengan rentang nilai hambat panas 2,65–2,87 K/W yang berpotensi dikembangkan sebagai material tatakan setrika berbasis limbah yang berkelanjutan.
OPTIMASI KOMPOSIT ABU SEKAM PADI DAN ABU AMPAS TEBU DENGAN MATRIKS WATERGLASS SEBAGAI COASTER TERHADAP KEKUATAN LENTUR DAN KETAHANAN AIR Berliana Nurul Azzahra; R Hari Setyanto
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10906

Abstract

Pemanfaatan limbah pertanian sebagai penyusun komposit relevan untuk pengembangan produk fungsional yang ramah lingkungan. Abu sekam padi dan abu ampas tebu memiliki potensi sebagai filler karena kandungan silikanya, sedangkan waterglass dapat digunakan sebagai matriks anorganik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi komposisi abu sekam padi, abu ampas tebu, dan waterglass terhadap kekuatan lentur komposit sebagai material coaster, serta mengevaluasi ketahanan air pada komposisi terbaik. Penelitian menggunakan dua variasi komposisi, yaitu A1 berupa 40% abu sekam padi, 20% abu ampas tebu, dan 40% waterglass serta A2 berupa 30% abu sekam padi, 20% abu ampas tebu, dan 50% waterglass. Setiap komposisi dibuat sebanyak empat spesimen. Pengujian kekuatan lentur dilakukan dengan metode three-point bending mengacu pada ASTM D790, sedangkan pengujian ketahanan air mengacu pada prinsip ASTM D570 dengan perendaman selama 4 jam. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas, dan independent sample t-test. Hasil menunjukkan komposisi A2 menghasilkan rata-rata kekuatan lentur 2,84 MPa, lebih tinggi dibandingkan A1 sebesar 1,98 MPa, dengan perbedaan signifikan (p = 0,011). Rata-rata daya serap air pada komposisi optimal sebesar 6,11%. Hasil ini menunjukkan peningkatan proporsi waterglass memperbaiki kekuatan lentur, tetapi perlindungan permukaan masih diperlukan untuk meningkatkan ketahanan air coaster.