cover
Contact Name
Budi Februari
Contact Email
office@kampusakademik.co.id
Phone
+6282284525773
Journal Mail Official
budifebuari992@gmail.com
Editorial Address
Jl.Pedurungan Kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Sains Student Research
ISSN : -     EISSN : 30259851     DOI : https://doi.org/10.61722/jssr.v2i1.552
Core Subject : Education,
Fokus & Ruang Lingkup Jurnal Sains Student Research (JSSR), ISSN: (cetak), ISSN: (online) adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh CV. Kampus Akademik Publising . Jurnal Sains Student Research (JSSR) merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Ilmu Komunikasi,Hukum, . Jurnal ini terbit 1 tahun 6 kali (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, Desember)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,565 Documents
Dinamika Kajian Birokrasi Pemerintahan Daerah di Indonesia dalam Reformasi Otonomi Daerah dan Kinerja Pelayanan Publik Angga Putra Tri Rezeki; Aldri Frinaldi; Hendra Naldi; Lince Magriasti
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10949

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika kajian birokrasi pemerintahan daerah di Indonesia dengan memetakan tema dominan, hubungan antarkata kunci, dan arah perkembangan kajian ilmiah. Birokrasi pemerintahan daerah memiliki peran strategis dalam pelaksanaan kebijakan publik, pengelolaan otonomi daerah, penguatan tata kelola pemerintahan, dan penyediaan pelayanan publik yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Namun, kajian terdahulu mengenai topik ini masih tersebar dalam berbagai tema, seperti reformasi birokrasi, otonomi daerah, tata kelola, inovasi pelayanan publik, transformasi digital, integritas kelembagaan, dan kinerja birokrasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis bibliometrik. Artikel diperoleh melalui Publish or Perish dan diseleksi menggunakan alur PRISMA agar proses penyaringan berlangsung sistematis dan transparan. Dari 776 artikel awal, diperoleh 33 artikel yang relevan dan dianalisis menggunakan VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian birokrasi pemerintahan daerah di Indonesia membentuk beberapa tema utama, yaitu kinerja birokrasi, reformasi birokrasi, otonomi daerah, tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, relasi aktor, patologi birokrasi, dan integritas kelembagaan. Visualisasi menunjukkan bahwa kinerja birokrasi menjadi salah satu simpul terkuat, sedangkan reformasi birokrasi dan otonomi daerah memiliki hubungan erat dengan inovasi kebijakan, tata kelola, dan kesenjangan implementasi. Data resmi pemerintah turut memperkuat temuan bahwa kapasitas ASN, akuntabilitas kinerja, digitalisasi pelayanan, kepatuhan pelayanan publik, evaluasi pemerintahan daerah, dan integritas kelembagaan menjadi aspek penting dalam penguatan birokrasi daerah. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa birokrasi pemerintahan daerah tidak dapat dipahami hanya sebagai struktur administratif, tetapi sebagai sistem pemerintahan yang menentukan efektivitas kebijakan dan kualitas pelayanan publik. Penguatan birokrasi daerah perlu dilakukan secara terpadu melalui reformasi kelembagaan, peningkatan kapasitas ASN, tata kelola kolaboratif, inovasi pelayanan publik, transformasi digital, evaluasi kinerja, dan penguatan integritas.
Dinamika Akuntabilitas Pemerintah Desa dalam Implementasi Desentralisasi di Indonesia Hendri Gunawan; Aldri Frinaldi; Lince Magriasti; Hendra Naldi
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.10951

Abstract

This study examines the dynamics of village government accountability in implementing decentralization in Indonesia. Decentralization has expanded village authority in governance, financial management, public services, development, and community empowerment, yet this authority also raises demands for transparent and responsible governance. The study aims to analyze how village government accountability is formed, challenged, and strengthened within the decentralization framework. This research employs a descriptive qualitative approach through a narrative-structured literature review. Data were obtained from 410 scientific journal articles and official statistical data on village potential and village government finance. VOSviewer was used to map keyword relationships and identify dominant themes in the reviewed literature. The findings show that village accountability is multidimensional and closely related to transparency, government performance, supervision, institutional capacity, community participation, public service delivery, infrastructure, and village development. The VOSviewer mapping identifies three main clusters: accountability, transparency, and performance; government-community relations; and village governance capacity, including human resources, regulation, public services, infrastructure, challenges, and obstacles. Statistical data indicate that Indonesian villages have substantial economic potential, local products, village-owned enterprises, and public assets, but they also face fiscal dependence on transfer funds, unequal infrastructure, weak telecommunication access, environmental risks, and uneven administrative capacity. The study implies that strengthening village accountability cannot rely only on formal reporting. It requires open information, stronger supervision by village consultative bodies, improved capacity of village officials, and meaningful community participation to support accountable, responsive, and sustainable village governance in diverse rural areas across Indonesia and improve public trust nationally at the local level.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. S DENGAN DIAGNOSIS MEDIS POST OP STT LENGAN KANAN ATAS DIRUANG MAWAR 2 RSUD dr. SOESELO KABUPATEN TEGAL Nesa Sahbina Ramadani; Ahmad Zakiudin
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.10976

Abstract

Soft tissue tumor (STT) merupakan pertumbuhan jaringan abnormal yang kerap menimbulkan nyeri pasca-pembedahan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pelaksanaan asuhan keperawatan komprehensif pada pasien (Ny. S) dengan diagnosis post operasi STT lengan kanan atas di.Ruang.Mawar 2 RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif. Hasil pengkajian menunjukkan tiga masalah keperawatan: nyeri akut, defisit pengetahuan dan risiko infeksi. Intervensi yang diberikan meliputi teknik relaksasi napas dalam, edukasi kesehatan dengan media leaflet, serta perawatan luka steril. Evaluasi menunjukkan perbaikan kondisi pasien yang ditandai dengan penurunan keluhan nyeri dari skala 6 menjadi 3, ekspresi meringis menurun dan pemahaman terhadap penyakit meningkat. Kesimpulannya, asuhan keperawatan dengan kombinasi intervensi farmakologis dan non-farmakologis efektif menurunkan skala nyeri, mencegah risiko infeksi, serta meningkatkan pengetahuan pasien post operasi STT
PERAN NEGARA DALAM KODIFIKASI HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA DAN MALAYSIA Isman Nuddin Ritonga; Sukiati Sukiati; Iwan Iwan
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.10980

Abstract

. Kodifikasi hukum keluarga Islam merupakan bagian penting dari upaya negara dalam mengatur kehidupan masyarakat Muslim secara sistematis melalui perangkat hukum positif. Indonesia dan Malaysia sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim memiliki pendekatan yang berbeda dalam mengkodifikasi hukum keluarga Islam. Indonesia menggunakan pendekatan nasional melalui Undang-Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI), sedangkan Malaysia menerapkan sistem legislatif berbasis negara bagian melalui Islamic Family Law Enactment. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran negara dalam proses kodifikasi hukum keluarga Islam di kedua negara, menelaah substansi regulasi yang berlaku, serta membandingkan kelebihan dan kekurangannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan studi kasus terhadap putusan pengadilan mengenai dispensasi kawin dan poligami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sistem yang lebih terintegrasi secara nasional namun menghadapi tantangan implementasi, sedangkan Malaysia memiliki mekanisme pengawasan yang lebih ketat terhadap praktik keluarga seperti poligami, tetapi regulasinya tidak sepenuhnya seragam antar negara bagian. Secara umum, kedua sistem memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam upaya melindungi hak keluarga Muslim dan menjaga ketertiban hukum
Pengalaman Siswa SMK dalam Mengikuti Layanan Konseling Individual di Sekolah Sri Tika Sari
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.10990

Abstract

Individual counseling services are an important component of guidance and counseling programs that help students overcome various academic, social, personal, and career-related problems. Vocational high school students often face challenges that may affect their personal development and academic achievement. This study aimed to explore the experiences of vocational high school students in participating in individual counseling services and to identify the benefits they perceived after attending the sessions. The study employed a qualitative descriptive approach. The participants were students of SMK Negeri 2 Binjai who had previously received individual counseling services. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings revealed that students attended individual counseling due to various issues, including learning difficulties, peer relationship problems, lack of self-confidence, academic stress, family problems, and uncertainty about their future careers. After participating in counseling sessions, students reported feeling relieved, calmer, and more comfortable. They also experienced improvements in learning motivation, self-confidence, emotional regulation, and social relationships. Therefore, individual counseling services contribute positively to students’ personal, social, and academic development.
Akses, Klasifikasi Penyakit, dan Rujukan: Studi Sosiologi Kesehatan Pada Layanan Primer di Salah Satu Puskesmas Gunungpati Adam Junior; Amajida Ghisni Saputri; Rafa Fathurrahman Ayubi; Anak Agung Ayu Kanya Suryarasmi; Sabrina Nabila Zahra
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.10992

Abstract

Pelayanan kesehatan primer memegang peranan strategis dalam sistem kesehatan nasional, namun efektivitasnya sangat bergantung pada bagaimana akses, pengelolaan penyakit, dan mekanisme rujukan saling berinteraksi dalam praktik nyata. Penelitian ini bertujuan menganalisis akses pelayanan kesehatan, klasifikasi penyakit, dan sistem rujukan di Puskesmas Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan dalam kerangka sosiologi kesehatan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap pasien dan tenaga medis pada Mei 2026, dianalisis menggunakan teknik tematik dengan Model Perilaku Pemanfaatan Layanan Kesehatan Andersen sebagai kerangka teoritis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses ke Puskesmas Sekaran dinilai baik oleh masyarakat, didukung kemudahan administrasi, keramahan petugas, kedekatan lokasi, dan nol biaya bagi peserta BPJS/KIS. Penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes melitus, mendominasi kunjungan dan mencerminkan fenomena transisi epidemiologi yang tengah berlangsung di Indonesia. Sistem rujukan digital berbasis PIKER mempercepat koordinasi antarfasilitas bagi pasien BPJS, namun pasien non-BPJS tidak memiliki akses terhadap mekanisme rujukan formal tersebut, mengindikasikan stratifikasi akses berbasis status sosial-ekonomi. Dua persoalan struktural yang ditemukan adalah fragmentasi sistem pelaporan digital dan kesenjangan akses rujukan antara peserta dan non-peserta jaminan sosial. Dalam perspektif sosiologi kesehatan, puskesmas berfungsi sebagai institusi sosial yang menengahi hubungan antara negara, sistem kesehatan, dan masyarakat. Penguatan pelayanan kesehatan primer harus menyentuh akar ketimpangan struktural agar seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses layanan secara penuh, setara, dan bermartabat.
Beban Administratif Guru dan Relasi Pedagogik dalam Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 2 Banyumas Tri Yanti; Muh. Hanif
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.10996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji beban administratif guru dan perubahan hubungan pedagogis dalam penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 2 Banyumas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan Wakil Kepala Kurikulum, guru Akidah Akhlak, serta tiga siswa kelas XI. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa meskipun format kurikulum mengalami perubahan, beban administrasi guru tetap tinggi. Namun, guru telah mempersiapkan perangkat ajar sejak awal tahun sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran tatap muka. Hubungan pedagogis dalam Kurikulum Berbasis Cinta cenderung lebih humanis, ditandai dengan sikap guru yang sabar, mendukung, dan membimbing siswa. Siswa merasa lebih diperhatikan, walaupun mereka menghadapi kesulitan dalam mengatur waktu, terutama bagi yang tinggal di asrama dan aktif dalam organisasi. Keunikan penelitian ini terletak pada analisis penerapan Kurikulum Berbasis Cinta yang masih jarang dikaji serta kontribusinya dalam memahami keseimbangan antara beban administrasi guru dan hubungan pedagogis yang bersifat humanis di lingkungan madrasah
IMPLEMENTASI PROFESIONALISME KONSELOR DALAM MENINGKATKAN MUTU LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH Nia Ramadhani Barus; Asbi Asbi; Desiana Syahfitri; Syndi Aridsa
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.11000

Abstract

Profesionalisme guru Bimbingan dan Konseling (BK) menjadi isu strategi dalam upaya peningkatan mutu layanan di sekolah seiring meningkatnya tuntutan terhadap kualitas pendidikan dan akuntabilitas profesi. Permasalahan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan layanan, tetapi juga belum optimalnya penerapan kompetensi profesional secara konsisten, terutama dalam aspek evaluasi program, pemanfaatan teknologi, dan penguatan pengawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen profesionalisme konselor yang relevan dalam layanan BK, menganalisis peran kompetensi profesional dalam meningkatkan mutu layanan, serta menyusun strategi pengembangan profesionalisme yang kontekstual danimplementatif di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan teknik analisis isi melalui penelahan sistematis terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa profesionalisme konselor mencakup penguasaan kompetensi profesional, komitmen terhadap kode etik, keterampilan interpersonal, kemampuan adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta keterlibatan dalam pengawasan dan pengembangan berkelanjutan. Integrasi aspek-aspek tersebut membentuk fondasi peningkatan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi layanan BK secara sistematis. Penguatan profesionalisme secara berkelanjutan terbukti menjadi kunci strategi dalam mewujudkan layanan BK yang efektif, relevan, dan berkualitas tinggi dalam sistem pendidikan
Peran Informasi Keberlanjutan dalam Green Marketing untuk Mendorong Transformasi Perilaku Konsumen Ega Febrian; Angga Putra Tri Rezeki; Hendri Gunawan; Wike Putri Meilia
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.11003

Abstract

Penelitian ini membahas peran informasi keberlanjutan dalam green marketing untuk mendorong transformasi perilaku konsumen menuju konsumsi yang lebih bertanggung jawab. Kajian ini penting karena pola konsumsi masyarakat modern semakin berkaitan dengan tekanan lingkungan, seperti peningkatan penggunaan produk, kemasan sekali pakai, limbah rumah tangga, dan rendahnya pemahaman konsumen terhadap dampak lingkungan dari keputusan pembelian. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana informasi keberlanjutan dalam green marketing membentuk pengetahuan, sikap, kepercayaan, niat, dan perilaku konsumsi berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan systematic literature review berbasis PRISMA. Data diperoleh dari artikel ilmiah yang terindeks Scopus dengan menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan green marketing, sustainability information, eco-label, green trust, greenwashing, green consumer behavior, responsible consumption, dan SDG 12. Setelah melalui tahap identification, screening, eligibility, dan included, sebanyak 14 artikel ditetapkan sebagai sumber utama analisis. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk menemukan pola konseptual dan hubungan antarhasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi keberlanjutan tidak hanya berfungsi sebagai pesan promosi, tetapi juga sebagai mekanisme edukatif dan persuasif yang membantu konsumen memahami dampak lingkungan dari keputusan konsumsi. Informasi keberlanjutan yang disampaikan melalui eco-label, sertifikasi lingkungan, klaim produk, informasi kemasan, komunikasi merek, dan laporan keberlanjutan dapat memperkuat pengetahuan, sikap positif, green trust, dan niat beli hijau. Namun, informasi yang tidak jelas, berlebihan, atau sulit diverifikasi dapat menimbulkan skeptisisme dan meningkatkan risiko greenwashing. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi green marketing yang transparan, kredibel, dan berbasis bukti bagi perusahaan, sekaligus pentingnya penguatan tata kelola informasi keberlanjutan oleh regulator untuk mendukung pencapaian SDG 12.
Penerapan Cognitive Behavior Therapy (CBT) untuk Meningkatkan Kematangan Hubungan Teman Sebaya melalui Pengembangan Rasa Percaya Diri Ade Mutia; Bunga Ria Dini
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.11015

Abstract

Low self-confidence can hinder students’ ability to form relationships with their peers. This article aims to describe the application of Cognitive Behavioral Therapy (CBT) to enhance peer relationship maturity by developing self-confidence among students at SMK Negeri 2 Binjai. The method used was a case study with a descriptive approach. Data were collected through observation and interviews during individual counseling sessions with a 10th-grade student in the Machining Technology program who struggled to interact with peers due to feelings of inferiority stemming from his family’s economic circumstances. The results of the counseling indicated that the application of CBT helped the student transform negative thought patterns into more rational ones, thereby increasing his self-confidence. These changes led to increased courage in social interactions, improved adaptability, and better quality relationships with peers. Thus, CBT can serve as an effective approach in helping students develop self-confidence and more positive social relationships.