cover
Contact Name
Budi Februari
Contact Email
office@kampusakademik.co.id
Phone
+6282284525773
Journal Mail Official
budifebuari992@gmail.com
Editorial Address
Jl.Pedurungan Kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Sains Student Research
ISSN : -     EISSN : 30259851     DOI : https://doi.org/10.61722/jssr.v2i1.552
Core Subject : Education,
Fokus & Ruang Lingkup Jurnal Sains Student Research (JSSR), ISSN: (cetak), ISSN: (online) adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh CV. Kampus Akademik Publising . Jurnal Sains Student Research (JSSR) merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Ilmu Komunikasi,Hukum, . Jurnal ini terbit 1 tahun 6 kali (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, Desember)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,496 Documents
Pengelolaan Keuangan Daerah Dalam Mendukung Daya Saing Pariwisata Kabupaten Kerinci Di Era Digitalisasi Hendri Gunawan; Aldri Frinaldi; Nora Eka Putri; Asnil; Angga Putra Tri Rezeki; Wike Putri Meilia; Ega Febrian
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10697

Abstract

Pengelolaan keuangan daerah memiliki peran penting dalam mendukung daya saing pariwisata, terutama pada era transformasi digital. Kabupaten Kerinci memiliki potensi pariwisata yang besar melalui berbagai destinasi wisata alam, budaya, dan ekowisata yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, peningkatan daya saing pariwisata memerlukan pengelolaan keuangan yang efektif, dukungan infrastruktur yang memadai, dan pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengelolaan keuangan daerah dalam mendukung daya saing pariwisata Kabupaten Kerinci di era digitalisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis dokumen. Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder, meliputi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP), data Pendapatan Asli Daerah (PAD), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), statistik pariwisata, serta berbagai dokumen resmi lainnya. Analisis data dilakukan menggunakan Reflexive Content Analysis melalui tahapan pengorganisasian, reduksi, kategorisasi, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah berperan strategis dalam mendukung pembangunan pariwisata melalui penyediaan infrastruktur, pengembangan destinasi wisata, promosi pariwisata, penguatan ekonomi kreatif, dan pengembangan digital tourism. Sektor pariwisata turut memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi daerah melalui perkembangan sektor akomodasi, restoran, transportasi, perdagangan, dan sektor pendukung lainnya. Selain itu, digitalisasi memperluas promosi wisata, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memperkuat aksesibilitas destinasi. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan kapasitas fiskal daerah, kebutuhan peningkatan infrastruktur, serta penguatan sumber daya manusia dan kemampuan digital. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah yang efektif dan terintegrasi dengan transformasi digital dapat meningkatkan daya saing pariwisata dan mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan di Kabupaten Kerinci.
Evaluasi Resiko Keselamatan Kerja Pada Area Produksi Menggunakan Metode Hirarc di PT. Mitrametal Perkasa Muhammad Fauzan; Andung Jati Nugroho
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10710

Abstract

Occupational safety and health (OSH) is an important aspect of manufacturing activities because it is directly related to worker safety and the continuity of production processes. PT Mitrametal Perkasa, as an automotive component manufacturing company, has various work activities in the production area that potentially cause occupational accident risks, particularly in the Machining Department. Therefore, a systematic evaluation of occupational safety risks is required. This study aims to identify potential hazards, assess risk levels, and formulate occupational safety risk control measures in the production area of PT Mitrametal Perkasa. The method used in this study is HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Data collection was carried out through direct observation, interviews with operators and production supervisors, and documentation studies. Risk assessment was conducted based on the likelihood and severity levels of hazards in each work activity. The results show that there are potential hazards with moderate to high risk levels, especially in CNC machine operation, handling of sharp materials, and clamping systems. Recommended control measures include the implementation of engineering controls, enforcement of work procedures, improvement of OSH training, and consistent use of personal protective equipment.
Relasi Kekuasaan dalam Penentuan Prioritas Infrastruktur Jalan dan Tata Kelola Nagari di Kabupaten Solok Wike Putri Meilia; Nora Eka Putri; Lince Magriasti; Angga Putra Tri Rezeki; Hendri Gunawan; Ega Febrian
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10721

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis relasi kekuasaan dalam penentuan prioritas infrastruktur jalan dan tata kelola nagari di Kabupaten Solok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi dokumen dan literatur terarah. Data utama bersumber dari Kabupaten Solok Dalam Angka 2026, terutama mengenai luas wilayah, jumlah kecamatan, jumlah nagari dan jorong, kondisi jalan kabupaten, kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia, Gini Ratio, serta jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Teori relasi kekuasaan Michel Foucault digunakan untuk membaca bagaimana kekuasaan bekerja melalui aktor, data, dokumen perencanaan, anggaran, forum musyawarah, dan praktik administratif pembangunan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan prioritas infrastruktur jalan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga merupakan arena relasi kekuasaan antara pemerintah daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Organisasi Perangkat Daerah, pemerintah nagari, elite lokal, masyarakat, dan pelaku ekonomi. Kondisi jalan rusak berat yang lebih panjang dibandingkan jalan dalam kondisi baik menunjukkan adanya tantangan konektivitas dan ketimpangan spasial. Selain itu, nagari menjadi ruang penting partisipasi masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi arena dominasi elite lokal apabila tata kelola tidak transparan. Penelitian ini menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Solok membutuhkan tata kelola berbasis data, transparan, partisipatif, kolaboratif, dan berkeadilan wilayah.
CAMPUR KODE DALAM PODCAST NOVEL BASWEDAN : FILM DOKUMENTER PESTA BABI, BABAT HABIS ALAM PAPUA UNTUK SIAPA? Anggi Dwi Irdianti; Honi Yuria Syafitri; Fatmawati
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk campur kode serta faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya campur kode dalam Podcast Novel Baswedan dengan tema Film Dokumenter Pesta Babi, Babat Habis Alam Papua untuk Siapa?. Fenomena campur kode menjadi salah satu kajian penting dalam sosiolinguistik karena muncul sebagai akibat dari penggunaan dua bahasa atau lebih dalam suatu peristiwa tutur. Podcast sebagai media digital yang berkembang pesat memberikan ruang yang luas bagi penutur untuk menggunakan berbagai variasi bahasa, termasuk penyisipan unsur bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian berupa video Podcast Novel Baswedan yang ditayangkan melalui YouTube, sedangkan data penelitian berupa tuturan yang mengandung campur kode. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat dengan cara menyimak, mentranskripsikan, serta mengidentifikasi tuturan yang mengandung campur kode. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 10 data campur kode yang seluruhnya termasuk campur kode ke luar (outer code mixing), yaitu penyisipan unsur bahasa Inggris ke dalam tuturan bahasa Indonesia. Bentuk campur kode yang ditemukan meliputi campur kode berbentuk kata, frasa, dan klausa. Penggunaan campur kode dalam podcast ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain keinginan penutur untuk memperjelas makna, memberikan penegasan terhadap gagasan yang disampaikan, menggunakan istilah yang lebih populer dan spesifik, serta menyesuaikan konteks pembahasan yang berkaitan dengan isu sosial, politik, dan lingkungan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa campur kode tidak hanya digunakan dalam komunikasi santai, tetapi juga dalam diskusi yang bersifat kritis dan akademis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian sosiolinguistik, khususnya mengenai penggunaan campur kode dalam media digital.
Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Pemerintah Kota Padang dalam Perspektif Good Governance Angga Putra Tri Rezeki; Aldri Frinaldi; Nora Eka Putri; Asnil
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10730

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah Pemerintah Kota Padang dalam perspektif good governance. Akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah merupakan salah satu unsur penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, efektif, efisien, dan bertanggung jawab. Penelitian ini mengkaji akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah dengan memperhatikan capaian kinerja fiskal, transparansi pengelolaan keuangan, efektivitas Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP), audit sektor publik, kompetensi aparatur, pemanfaatan teknologi informasi, serta penerapan prinsip value for money. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Data yang digunakan berupa data sekunder yang berasal dari laporan keuangan pemerintah daerah, laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, peraturan daerah, dokumen kinerja pemerintah daerah, serta berbagai publikasi ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah Pemerintah Kota Padang berada pada kategori yang relatif baik. Hal tersebut ditunjukkan oleh keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama dua belas tahun berturut-turut, tingginya realisasi pendapatan daerah, serta adanya penerapan transparansi, pengendalian internal, dan teknologi informasi dalam pengelolaan keuangan daerah. Namun demikian, dominasi belanja operasional dibandingkan belanja modal menunjukkan perlunya peningkatan efektivitas alokasi anggaran yang lebih berorientasi pada pembangunan dan pelayanan publik. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penguatan transparansi, SPIP, kompetensi aparatur, pemanfaatan teknologi informasi, serta penerapan prinsip value for money perlu terus ditingkatkan guna mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang semakin akuntabel dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.
Analisis Pelayanan Publik dalam Penyaluran Bantuan Sosial: Tantangan dan Solusi Menuju Pencapaian Tujuan Tanpa Kemiskinan di Kabupaten Kerinci Hendri Gunawan; Nora Eka Putri; Genius Umar
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10731

Abstract

Kemiskinan masih menjadi salah satu permasalahan pembangunan yang dihadapi pemerintah daerah di Indonesia. Program bantuan sosial dilaksanakan sebagai bagian dari kebijakan perlindungan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi tingkat kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan publik dalam penyaluran bantuan sosial oleh Dinas Sosial Kabupaten Kerinci serta kontribusinya terhadap upaya pengentasan kemiskinan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi. Sumber data meliputi publikasi statistik, peraturan perundang-undangan, dokumen kebijakan, serta berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan kemiskinan, bantuan sosial, dan pelayanan publik. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penyaluran bantuan sosial dipengaruhi oleh kualitas pelayanan publik, akurasi data penerima manfaat, serta penerapan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pelayanan publik yang transparan, akuntabel, responsif, dan mudah diakses berkontribusi dalam memastikan bantuan sosial diterima oleh masyarakat yang berhak. Selain itu, program bantuan sosial berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung upaya pengurangan kemiskinan di Kabupaten Kerinci. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik dan penguatan pengelolaan data penerima manfaat menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas program bantuan sosial dan mendukung pencapaian tujuan pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.
ANALISIS SISTEM DISTRIBUSI PRODUK BEKU MI, AYAM PENYET DAN BAKSO PADA PT DEF DI OUTLET WILAYAH SURABAYA Ika Khairunisa Salshabila; Lilis Sulandari; Qorry’ Aina; Aisyah Nurin Kamiliya
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10734

Abstract

The cold chain distribution system plays a crucial role in maintaining the quality and safety of frozen food products. This study aims to analyze the distribution system for frozen noodles (mi), fried chicken (ayam penyet), and meatballs (bakso) at PT DEF in outlets across the Surabaya region, covering the stages of preparation, transportation, and product receipt. A qualitative descriptive method was employed through direct observation, structured interviews with the warehouse manager, warehouse staff, quality control personnel, and drivers, as well as documentation of standard operating procedures, temperature logs, and distribution data. The results indicate that at the product handling stage, storage in cold storage maintains a stable temperature of -18°C to -22°C. During transportation, refrigerated vehicles equipped with a Thermo King cooling system were used, although field findings revealed a malfunction in the vehicle temperature indicator. The distribution chain concludes with visual quality and quantity inspections upon receipt at outlets. External constraints such as traffic congestion still have the potential to affect temperature stability during distribution. Overall, the frozen product distribution system at PT DEF has been quite effective in maintaining product quality through the implementation of a cold chain system.
TRADISI PELEPASAN AYAM PADA PROSESI PERKAWINAN MASYARAKAT JAWA: ANALISIS MASLAHAH MURSALAH: (Studi Kasus di Desa Bulurejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang) Sabilla Intan Kusuma; M. Syam’un Rosyadi
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10747

Abstract

Javanese society preserves numerous cultural traditions within marriage ceremonies, one of which is the chicken-releasing tradition at village boundaries, as practiced by the community of Bulurejo Village, Diwek District, Jombang Regency. This tradition is carried out when the bridal procession crosses a village boundary demarcated by a large river. This study aims to examine the practice of this tradition and analyze it through the framework of maslahah mursalah. This research employs a field study design with a sociological approach to Islamic law. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, subsequently analyzed using descriptive qualitative methods. The findings indicate that the chicken-releasing tradition constitutes a hereditary cultural practice encompassing symbolic meanings and prayers for the safety and well-being of the newlyweds. The community interprets this tradition as a manifestation of prayer, an expression of reverence toward ancestral cultural heritage, and a medium for strengthening social cohesion through charitable sharing with surrounding residents. From the perspective of maslahah mursalah, this tradition is acceptable given that it generates tangible public benefits, does not contradict Islamic legal texts (nash) or scholarly consensus (ijma'), and remains relevant to the social needs of the community. Nevertheless, this tradition must be understood exclusively as a symbolic act and a form of charity (sadaqah), rather than as a belief system that may potentially lead to elements of shirk.
KESEHATAN MENTAL SELF-CARE SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN PROFESIONALISME KONSELOR UNTUK MENCEGAH BURNOUT Mutiara Sri Yuni; Asbi; Wan Hanis Masfufah Al; Dhea Nurmaliza
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10778

Abstract

Burnout adalah sindrom psikologis yang sering dialami tenaga kesehatan mental (termasuk konselor) akibat stres kerja berlebihan. Self-care atau perawatan diri adalah tindakan proaktif untuk menjaga kesehatan fisik dan mental yang diidentifikasi sebagai faktor protektif penting bagi konselor. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis literatur terkait self-care dan profesionalisme konselor sebagai upaya mencegah burnout. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif normatif melalui studi pustaka terhadap literatur klasik, jurnal ilmiah, pedoman profesi, dan studi kasus terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan aktivitas self-care secara sistematis (misalnya agenda bulanan, istirahat cukup, dukungan sosial, dan pelatihan rutin) berkorelasi dengan penurunan kelelahan emosional dan peningkatan kesejahteraan psikologis. Organisasi pendukung konselor perlu mengimplementasikan kebijakan pro-kesejahteraan, termasuk beban kerja seimbang dan supervisi yang fokus pada self-care. Implikasi praktis mencakup penyusunan modul pelatihan self-care dalam kurikulum pelatihan konselor, penggunaan skala pengukuran resmi (seperti Maslach Burnout Inventory dan ProQOL), serta penerapan program self-care terstruktur.
PENERAPAN HUKUM KELUARGA ISLAM DALAM MENJAGA KEHARMONISAN RUMAH TANGGA HASIL PROSES TA’ARUF (Studi Kasus di Desa Kalikejambon Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang) Iklima Amanatuz Zakiyyah; M. Syam’un Rosyadi
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10780

Abstract

The phenomenon of ta'aruf as a premarital introduction method aligned with Islamic law principles has emerged as a contemporary discourse and an ideal paradigm among the millennial generation to foster harmonious domestic structures. Within the community of Kalikejambon Village, this instrument is perceived as highly effective in supporting the establishment of a resilient family institution. This study is oriented to thoroughly investigate the procedural execution of ta'aruf and analyze the application of Islamic family law in sustaining marital resilience after the solemnization of marriage. The scholarly novelty of this research lies in its comprehensive integrative analysis, which linearly correlates the premarital acquaintance phase with the success of constructing domestic harmony. Methodologically, this inquiry is designed as an empirical field study adopting a qualitative approach, subsequently elaborated through a descriptive-analytical framework. The selection of Kalikejambon Village in Jombang Regency as the research site is predicated on the significant presence of couples who underwent this process prior to solemnizing their official marriage. Primary data structures were gathered through in-depth interview techniques with practicing couples and local community leaders. Concurrently, secondary data were compiled by exploring a rich body of literature, including religious texts, marriage legislation, academic theses, copies of judicial decisions, and relevant contemporary scholarly journals. The socio-legal findings of this research indicate several primary determinants driving the community to opt for this path, including sociological environmental influences, a profound commitment to consistently practice Islamic law, and the explicit rejection of conventional dating culture. Furthermore, the continuity of marital stability is nurtured through the internalisation of mutualistic values, such as mutual respect, the cultivation of trust, the reinforcement of interpersonal communication patterns, and the fulfillment of primary and secondary material necessities. Additionally, active collective engagement in various community activities at the local village level significantly reinforces their marital endurance.