cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 30263077     DOI : https://doi.org/10.47134/pjpi
Jurnal Pendidikan Islam is a scientific journal published by Indonesian Journal Publisher. PJPI publishes four issues annually in the months of October, January, April, and July. This journal only accepts original scientific research works (not a review) that have not been published by other media. The focus and scope of Jurnal Pendidikan Islam include research and scholarly discussion concerning Islamic Education in Academic disciplines and Institutions, focusing on the advancement of scholarship both formal and non-formal education. Topics might be about Islamic educational studies in madrasah (Islamic schools), pesantren (Islamic boarding school), and Islamic education in university.
Articles 98 Documents
The Role of Muhammad Obid Sindi's Work "Al-Mawahibu-L-Latifa" in the Science of Hadith Anvarov, Elyorbek
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpi.v3i1.2070

Abstract

This study explores the significance of Muhammad Obid Sindi’s seminal work al-Mawahib al-Latifa in the development of hadith sciences. The book represents a unique scholarly effort in analyzing hadith transmission chains (isnad), narrators’ reliability (jarh wa ta’dil), rare linguistic expressions, and jurisprudential interpretations (fiqh al-hadith). Unlike many predecessors, Sindi systematically categorized hadith, clarified textual complexities, and strengthened weak narrations with corroborative evidences, thereby elevating their status for jurisprudential use. His approach integrated the disciplines of hadith methodology, Arabic grammar, and Islamic jurisprudence, reflecting an advanced interdisciplinary scholarship. This paper argues that Sindi’s contributions extended beyond commentary, serving as a bridge between traditional hadith sciences and their application in legal and theological contexts. Ultimately, al-Mawahib al-Latifa emerges as a vital reference for understanding the authenticity, interpretation, and application of prophetic traditions within the broader Islamic scholarly heritage.
Mahmud Zamakhshari’s Contribution to Linguistics and His Scientific Legacy Nuritdin qizi, Salimova Sitora-Bonu
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpi.v3i1.2071

Abstract

This paper explores the linguistic significance and scholarly legacy of Mahmud Zamakhshari, one of the most prominent philologists of the Islamic Golden Age. Special attention is given to his influential lexicographic works, particularly Asas al-Balagha, which reflects his deep understanding of Arabic eloquence and grammar. The study analyzes the structure of his dictionary, the use of illustrative materials from the Qur’an, Hadith, Arabic poetry, and proverbs, as well as the categorization of lexical entries by meaning and usage. Furthermore, the paper highlights Muqaddimat al-Adab as a foundational work in multilingual lexicography and comparative linguistics. Zamakhshari's approach demonstrates a remarkable integration of linguistic theory and practical application, making his contributions valuable to both historical and contemporary linguistic studies.
Pendidikan Anti-Bullying Perspektif Al-Qur’an dan Hadis Tarbawi Aziz Zaenudin; Rahendra Maya
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2026): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perundungan (bullying) merupakan tantangan sistemik dalam dunia pendidikan yang merusak tatanan moral dan psikologis peserta didik. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka holistik pendidikan anti-bullying dengan mensintesis nilai teologis dan pedagogis dari Al-Qur'an dan Hadis Tarbawi. Metode penelitian yang digunakan adalah riset kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-tematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an melalui QS. Al-Hujurat ayat 11 secara eksplisit melarang perundungan verbal (al-sukhriyah), psikologis (al-lamz), dan pelabelan sosial (al-tanabuz). Sementara itu, Hadis Tarbawi memberikan panduan aplikatif tentang larangan melukai martabat manusia, urgensi intervensi kolektif bagi saksi (bystander), serta bahaya kebangkrutan akhirat (al-muflis). Tinjauan Maqashid Syariah menegaskan bahwa mitigasi perundungan merupakan kewajiban daruriyah guna memelihara jiwa (hifz al-nafs), akal (hifz al-'aql), dan kehormatan (hifz al-'irdh). Implementasi strategi berbasis ukhuwah islamiyah melalui keteladanan (uswah hasanah) diharapkan mampu merekonstruksi karakter pelajar muslim yang beradab. Tulisan ini berkontribusi menyumbangkan konsep restoratif spiritual penegakan disiplin sekolah.
Integrasi Teori Belajar Barat dan Prinsip Pendidikan Islam R. Muhamad Ramdan; Muhammad Naji Bulloh; Ali Maulida
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2026): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teori belajar Barat telah memberikan kontribusi signifikan terhadap dunia pendidikan modern, namun implementasinya dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) masih menghadapi persoalan dikotomi antara ilmu umum dan ilmu agama. Penelitian ini bertujuan menganalisis teori-teori belajar Barat dalam perspektif pendidikan Islam, mengidentifikasi relevansi dan keterbatasannya, serta merumuskan model integrasi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran PAI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap artikel jurnal, buku ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Karena penelitian ini bersifat konseptual, hipotesis tidak dirumuskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme, dan humanisme memiliki prinsip-prinsip yang dapat diintegrasikan dengan pendidikan Islam melalui proses penyelarasan nilai-nilai tauhid, akhlak, dan tujuan pendidikan Islam. Penelitian ini juga menghasilkan tiga model integrasi, yaitu model substantif, model reflektif, dan model integratif-holistik sebagai kerangka konseptual dalam mengintegrasikan teori belajar Barat dengan prinsip pendidikan Islam. Kontribusi penelitian ini berupa pengayaan perspektif keilmuan mengenai integrasi teori belajar modern dalam pendidikan Islam sekaligus menawarkan model konseptual yang dapat dijadikan rujukan bagi pengembangan pembelajaran PAI. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi teori belajar Barat dan pendidikan Islam berpotensi mewujudkan sistem pembelajaran yang ilmiah, holistik, dan berorientasi pada pembentukan insan kamil.
Akhlak Kepada Allah dalam Pendidikan Islam: Integrasi Nilai Tawakal, Syukur dan Malu dalam Pembentukan Karakter Religius Ahmad Ubaedilah; Ali Maulida
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2026): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhlak kepada Allah merupakan fondasi utama dalam pendidikan Islam yang berperan penting dalam membentuk kepribadian dan spiritualitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep akhlak kepada Allah melalui nilai tawakal, syukur, dan sifat malu dalam perspektif pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui pengkajian terhadap Al-Qur’an, hadis, serta literatur pendidikan Islam yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tawakal mengajarkan ketergantungan penuh kepada Allah setelah melakukan ikhtiar secara maksimal, syukur membentuk kesadaran spiritual atas nikmat yang diberikan Allah, sedangkan sifat malu menjadi pengendali perilaku agar senantiasa sesuai dengan nilai-nilai syariat. Ketiga nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dalam pembentukan karakter religius, penguatan moral, dan pengembangan kepribadian peserta didik di era modern. Penelitian ini menghasilkan sintesis konseptual bahwa akhlak kepada Allah pendidikan Islam dibangun melalui tiga dimensi utama, yaitu ketahanan spiritual (tawakal), kesejahteraan psikologis-spiritual (syukur), dan control moral (malu).Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa integrasi nilai akhlak kepada Allah dalam proses pendidikan dapat menjadi solusi terhadap krisis moral dan degradasi karakter di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, konsep akhlak kepada Allah melalui tawakal, syukur, dan sifat malu perlu diinternalisasikan secara berkelanjutan dalam pendidikan Islam.
Pembelajaran Berdiferensiasi Perspektif Al-Qur’an dan Hadis Tarbawi Ahmad Ubaedillah; Rahendra Maya
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2026): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberagaman kesiapan belajar, minat, dan profil belajar peserta didik yang belum sepenuhnya diakomodasi dalam praktik pembelajaran Pendidikan Agama Islam menuntut adanya pendekatan pembelajaran berdiferensiasi yang selaras dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis Tarbawi. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep pembelajaran berdiferensiasi dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadis Tarbawi serta menjelaskan relevansinya terhadap implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada era Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif melalui analisis isi terhadap berbagai jurnal ilmiah yang membahas pembelajaran berdiferensiasi, pendidikan Islam, serta kajian Al-Qur’an dan Hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi memiliki kesesuaian dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam, seperti pengakuan terhadap keragaman manusia, keadilan, kasih sayang, hikmah dalam penyampaian pembelajaran, serta penghargaan terhadap potensi individual peserta didik. Temuan penelitian juga mengungkap bahwa perspektif Al-Qur’an dan Hadis memperluas makna pembelajaran berdiferensiasi, tidak hanya sebagai strategi pedagogis, tetapi juga sebagai bentuk implementasi nilai rahmah, 'adl, dan taysīr dalam proses pendidikan. Fakta baru yang ditemukan ialah integrasi nilai-nilai tarbawi mampu memperkuat dimensi spiritual, moral, dan karakter peserta didik tanpa mengurangi efektivitas pencapaian kompetensi akademik. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi perspektif Al-Qur’an dan Hadis Tarbawi merupakan model pembelajaran yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara utuh sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam.
Tri Pusat Pendidikan Perspektif Al-Qur’an dan Hadis Tarbawi R. Muhamad Ramdan; Rahendra Maya
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2026): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tri Pusat Pendidikan merupakan konsep yang menekankan sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk karakter peserta didik. Meskipun konsep ini dikenal dalam pemikiran Ki Hajar Dewantara, kajian yang mengintegrasikannya secara komprehensif dengan perspektif Al-Qur'an dan Hadis Tarbawi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep Tri Pusat Pendidikan berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis Tarbawi serta relevansinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap Al-Qur'an, hadis, kitab tafsir, kitab syarah hadis, buku, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan pendidikan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an dan Hadis membangun kerangka konseptual mengenai fungsi keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai sistem pendidikan Islam yang saling melengkapi, termasuk dalam menghadapi tantangan era digital. Penelitian ini memperluas kajian Tri Pusat Pendidikan menjadi model pendidikan Islam yang holistik, integratif, dan adaptif. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antartiga pusat pendidikan dalam mewujudkan insān kāmil sebagai tujuan pendidikan Islam.
Pendidikan Holistik dalam Islam: Integrasi Intelektual, Spiritual, dan Moral Harun Sutara; Ali Maulida
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2026): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan modern menghadapi tantangan dalam membentuk manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kekuatan moral, sehingga diperlukan pendekatan pendidikan yang bersifat holistik dalam perspektif Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan holistik dalam Islam serta mengkaji integrasi pengembangan intelektual, spiritual, dan moral dalam menjawab tantangan pendidikan kontemporer. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui analisis terhadap sumber-sumber klasik dan kontemporer dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan holistik dalam Islam berlandaskan pada integrasi ‘aql (intelektual), qalb (spiritual), dan akhlak (moral) yang tidak dapat dipisahkan dalam pembentukan kepribadian manusia. Konsep ini memiliki dasar teologis yang kuat dalam Al-Qur’an dan hadis, serta diperkuat oleh pemikiran ulama klasik dan kontemporer. Namun, dalam praktik pendidikan modern masih ditemukan kesenjangan antara konsep ideal dan implementasi yang cenderung menekankan aspek kognitif semata, sehingga memunculkan krisis moral dan spiritual. Oleh karena itu, pendidikan holistik Islam menawarkan solusi melalui integrasi kurikulum, keteladanan guru, dan pembiasaan nilai-nilai keislaman dalam proses pendidikan. Kesimpulannya, pendidikan holistik dalam perspektif Islam merupakan paradigma pendidikan yang relevan dan strategis dalam membentuk manusia seutuhnya (insan kamil) yang seimbang antara intelektual, spiritual, dan moral.

Page 10 of 10 | Total Record : 98