cover
Contact Name
Humiras Betty Marlina Sihombing
Contact Email
lembagappmuda@gmail.com
Phone
+6282217442010
Journal Mail Official
lembagappmuda@gmail.com
Editorial Address
Jl. DR. TD Pardede No.21, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL
ISSN : 23022523     EISSN : 27210073     DOI : 10.46930
Core Subject : Engineering,
The Civil Engineering Scientific Journal of the University of Darma Agung as one of the publication media of academicians, researchers, and practitioners is expected to be able to become a media for the dissemination of information development in Civil Engineering disciplines to the wider community, so that it can trigger new research ideas. Besides, the Civil Engineering Scientific Journal of the University of Darma Agung is also a means for students to carry out one of the obligations of the Tri Darma Perguruan Tinggi. To further enhance the results of research publications, the Civil Engineering Scientific Journal Editorial Board of the University of Darma Agung invited academicians, researchers, and practitioners to be able to publish their research through the Scientific Journal of the Civil Engineering University of Darma Agung.
Articles 188 Documents
ANALISIS STABILITAS LERENG PADA JALAN KARO LANGKAT DESA TELAGAH KM : 2+575 DENGAN MENGGUNAKAN METODE FELLENIUS (Study kasus) Mikael Alexander Sihite
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 10 No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pesatnya pembangunan di daerah perkotaan dan besarnya keinginan masyarakatuntukmemilikikediamandanrumahperistirahatandidatarantinggimenyebabkan pembangunaan di daerah lereng tidak dapat dihindari lagi. Daerahseperti ini sangat rentaan terhadap keruntuhan atau longsor. Hal – hal ini yangmenyebabkan beberapa kerugian yang dapat langsung dialami oleh masyarakat,sepertijatuhnyakorbanjiwaakibatlongsor,hilangnyatempattinggaldankerugianlainnya. Mengingat variasi faktor dan proses yang dapat menyebabkan kelongsoran sertabanyak kerugianyang akan dialami jika kelongsoran terjadi, maka perhitungandankondisikondisiyangmempengaruhikestabilitasanlerengmenjaditantanganuntukdianalisis.Diperlukansuatuketelitiandanketetapanuntukmenghasilkanperhitunganyangakurat,olehkarenaitu,seiringdenganperkembanganpengetahuandanteknologisaatini,akanjauhlebihbaikjikaperhitungan stabilitas lereng dilakukan dengan menggunakan metode fellenius.Dari hasil akhir Metode felleniusini dapat diketahui besar nilai faktor keamanansuatulerengdanmengetahui kondisistabilitas lerengyangada. PadahasilpenelitianmenunjukkanbahwanilaiSafetyFaktor(Fs)lerengyangditinjaudenganperhitunganmanualdenganmenggunakanperhitunganmetodeFelleniusadalah1.127.HasilpengujiantersebutlebihkecildarinilaiSafetyFaktor(Fs) yang telah ditentukan yakni 1,25. Yang berarti lereng tersebut Lereng Kritis.
ANALISA MANAJEMEN KONSTRUKSI PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN BLOK PASAR REBO TOWER JL. RAYA BOGOR JAKARTA TIMUR Ndruru, Berkat; Laia, Wilman; Ginting, Rahelina; Sidjabat, Robinson
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 11 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v11i2.2752

Abstract

Implementasi dan pengawasan diperlukan dalam manajemen konstruksi pada tahap perencanaan proyek konstruksi. Rencana anggaran biaya, di mana keuntungan dan kerugian proyek tergantung pada perkiraan biaya awal, adalah yang terpenting. Analisis harga satuan pekerjaan adalah salah satu metode yang digunakan untuk memperkirakan biaya konstruksi; Namun, koefisien yang digunakan untuk menghitung anggaran biaya biasanya tidak sesuai dengan yang dilakukan di lapangan. Metode pembangunan Blok Rumah Susun Pasar Rebo dimulai dengan penyiapan lahan yang meliputi pembersihan dan pengukuran. Selanjutnya, pengerjaan struktur bawah dan atas bangunan berikut. Berdasarkan hasil analisis, maka hasil perhitungan rencana anggaran kerja struktural adalah sebesar Rp17.362.681.282 (Tujuh Belas Miliar Tiga Ratus Enam Puluh Dua Juta Enam Ratus Delapan Puluh Satu Ribu Dua Ratus Delapan Puluh Dua Rupiah).
EVALUASI STRUKTUR BAWAH PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN PASPAMPRES JAKARTA PUSAT Hulu, Samuali; Laian, Ivan Ewaldo; Endayanti, Masriani; Napitupulu, Janner
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 11 No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v11i1.1698

Abstract

Pondasi bored pile adalah pondasi yang tergolong dalam yang berfungsi untuk memikul dan menahan beban yang bekerja diatasnya dan kemudian menyalurkannya ke lapisan tanah keras. Bored pile dimulai dengan melubangi tanah terlebih dahulu sampai kedalaman yang dibutuhkan. Kemudian pemasangan tulangan besi dilanjutkan dengan pengecoran beton. Tujuan dari tugas akhir ini untuk menghitung daya dukung pondasi tiang bored pile (Qult) dengan Metode Mayerhoff berdasarkan data CPT (Cone Penetration Test), menghitung daya dukung kelompok tiang (Qgu), menghitung beban struktur yang dipikul oleh pondasi dan menghitung dimensi dan penulangan Tie Beam. Berdasarkan hasil perhitungan daya dukung pondasi tiang tunggal pada titik (S-01) dengan kedalaman 12 m didapat nilai daya dukung ultimit (Qult) tiang pancang tunggal sebesar 731,82 Ton dan daya dukung ijin (Qga) sebesar 181,10 Ton. Berdasarkan daya dukung pondasi tiang kelompok, diperoleh nilai daya dukung ultimit kelompok tiang (Qgu), yaitu (PC-6) = 3152,680 Ton, serta nilai daya dukung ijin kelompok tiang (Qga), yaitu (PC-6) = 780,178 Ton.
PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN SEMEN PADANG DAN SEMEN ANDALAS Fitrah, Hariska Iwan; Aly, Sakdan; Ginting, Rahelina
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 12 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v12i2.3593

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang paling sering di pakai dan diminati karena merupakan bahan dasar yang mudah dibentuk dengan harga yang relatif murah dibandingkan dengan konstruksi lainnya. Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan percobaan menggunakan mix desain dengan dua kategori semen dalam pembuatan betonnya (Semen andalas dan Semen padang). Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur 3,7,14 dan 28 hari dengan benda uji berbentuk silinder.Dari hasil pengujian kuat tekan beton yang dilakukan didapat hasil bahwa Mix Design dengan menggunakan Semen padang dan Semen andalas tidak mengalami perbedaan yang signifikan malah cendrung kelihatan bahwa hasil pengujian kuat tekan beton dengan menggunakan Semen padang dan Semen andalas sama ditinjau dari umur pengujian beton yakni 3 hari, 7 hari, 14 hari dan 28 hari.Hasil kuat tekan beton dengan penggunaan Semen padang pada umur 28 hari untuk campuran beton diperoleh 37,084 MPa.Hasil kuat tekan beton dengan penggunaan Semen andalas pada umur 28 hari untuk campuran beton diperoleh 37,5085 MPa. Perbedaan hasil kuat tekan pada umur 28 hari dengan menggunakan Semen padang dan Semen andalas hanya berkisar 0,5 %
ANALISA KUAT GESER TANAH DI LOKASI JALAN LONGSOR IDANOGAWO NIAS DAN PEMODELAN DENGAN PROGRAM KOMPUTER Semangat Marudut Tua Debataraja
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 10 No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v10i1.232

Abstract

Kuat geser tanah adalah gaya perlawanan yang dilakukan oleh butir-butir tanah terhadap desakan atau tarikan. Bila tanah mengalami pembebanan maka kohesi tanah akan tergantung pada jenis dan kepadatannya, tetapi tidak tergantung Kuat geser tanah adalah gaya perlawanan yang dilakukan oleh butir-butir tanah terhadap desakan atau tarikan. Bila tanah mengalami pembebanan maka kohesi tanah akan tergantung pada jenis dan kepadatannya, tetapi tidak tergantung dari tegangan vertikal yang bekerja pada bidang geser. Dari hasil uji lab yang dilakukan di dapat nilai tegangan normal dan tegangan geser yang terjadi pada sampel tanah saat di uji sehingga didapat titik failure (Titik Runtuh) yang kemudian plaxis dan dibandingkan dalam bentuk grafik atau kurva. Dengan terlebih dahulu melakukan pengelompokan tanah menurut AASHTO dan USCS yang dimana hasil klasifikasi tanah yang didapat pada klasifikasi AASHTO yang termasuk jenis A-7-5 (tanah belempung) dan USCS termasuk kedalam jenis Butiran halus dengan nilai LL 43,45,PI 17,11 dan analisa saringan lolos no. 200 63% dengan jenis CL (Lempung anoganik dengan plastisitas rendah sampai sedang,lempung berkerikil, lempung berpasir,lempung berlanau,lempung “kurus” layclays).Maka hasil uji lab tersebut akan dimodelkan kedalam program plaxis versi 8.1. untuk mengetahui selisih dari hasil pengujian lab dan hasil program yang dilakukan, apakah hasilnya berbeda jauh atau tidak. Dimana didapat selisih atau perbedaan dari hasil uji lab program plaxis yang hasil selisih tersebut merupakan nilai pendekatan hasil lab dan program. Pada pengujian Lab dengan alat Direct Sheart Test (DST) yang telah dilakukan didapat nilai tegangan maksimal dan tegangan geser seperti berikut: Pada saat beban 5 kg,σ =0,151 kg/cm2 τ =0,294 kg/cm2 Pada saat beban 10 kg,σ =0,301 kg/cm2 τ=0,315 kg/cm2. Pada saat beban 15 kg, σ =0,452 kg/cm2τ =0,365 kg/cm2. Pada program Plaxis diperoleh hasil dari nilai Tegangan Maksimum 5 kg, σ=0,00165 KN /m2 10 kg,σ =0,00318 KN /m2; 15 kg,σ =0,00472 KN /m2 Sehingga diperoleh selisih angka dari tegangan hasil uji lab dan Plaxis setelah di konversikan, yaitu: Tegangan Maksimum : - Pada saat 5kg – tegangan = 0,00165 kN/m2 - 0,00151 kN/m2= 0,00014 kN/m2 - Pada saat 10kg – tegangan = 0,00318 kN/m2-0,00301 kN/m2= 0,00017 kN/m2 - Pada saat 15kg – tegangan = 0,00472 kN/m2- 0,00452kN/m2= 0,00020 kN/m2 Tegangan Geser - Pada saat 5kg – tegangan = 0,002510kN/m2- 0,00294 kN/m2 = 0,00043 kN/m2 - Pada saat 10kg – tegangan =0,003180kN/m2-0,00315 kN/m2= 0,00003 kN/m2 - Pada saat 15kg – tegangan =0,003925kN/m2- 0,00365 kN/m2= 0,00028 kN/m2 Dapat disimpulkan bahwa hasil uji lab jika di modelkan kedalam program Plaxis hasilnya tidak jauh berbeda antara nilai Tegangan Normal dan Tegangan Geser maksimum.
EVALUASI PERENCANAAN STRUKTUR BAWAH JEMBATAN IDANO SIBOLOU KABUPATEN NIAS BARAT PROVINSI SUMATERA UTARA Nainggolan, Yarofe; Sihombing, Lucas Dwi Heryanto; Endayanti, M.; Gultom, A.
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 11 No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v11i1.1721

Abstract

Adapun tujuan penelitian adalah untuk menghitung daya dukung pondasi bore pile tunggal dan kelompok tiang dari data N- SPT berdasarkan metode Meyerhoff; menghitung total beban yang dipikul oleh pondasi abutment; mengevaluasi stabilitas abutmen jembatan; dan menghitung penurunan pondasi. Adapun tahapan- tahapan penelitian adalah sebagai berikut Pengumpulan literatur berupa buku-buku ilmiah yang berhubungan dengan Penelitian, Pengumpulan data-data baik teknis maupun data tanah, Perhitungan Pembebanan Jembatan, Analisis stabilitas abutment, Evaluasi pondasi bore pile, dan Analisis daya dukung tiang tunggal dan kelompok. Hasil analisis terhadap stabilitas abutment baik guling maupun geser dengan kombinasi beban tegangan kerja diperoleh bahwa abutument aman terhadap geser dan juga guling. Daya dukung ultimit pondasi bored pile diameter 0,80 m dengan panjang 15 m pada bore hole 1 dengan data SPT didapat Qu = 682,541 Ton. Daya dukung ultimit lateral pondasi bored pile diameter 0,80 m berdasarkan Metode Broms secara analitis sebesar 63,68 ton, secara grafis sebesar 72,90 ton. Daya dukung ijin tiang tunggal pondasi bored pile (Qall) menggunakan data SPT dan metode Resse and Wright diperoleh sebesar 227,514 ton. Efisiensi kelompok tiang (Eg) berdasarkan Metode Converse – Labarre didapat sebesar 79,26% dan didapat daya dukung kelompok tiang (Qg) sebesar 1442,653 ton. Penurunan elastis tiang tunggal yang terjadi pada pondasi bored pile dengan menggunakan metode vesic sebesar 15,22 mm dan penurunan elastis tiang kelompok sebesar 37,27 mm.
EVALUASI PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) PADA PROYEK JALAN TOL MEDAN – KUALANAMU – TEBING TINGGI SEKSI 4B : ADOLINA – PERBAUNGAN (STA. 54+200 – STA. 60+425) Sibarani, Nikita; Tambunan, Jepri; Debataraja, Semangat; Ginting, Rahelina
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 12 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v12i2.3606

Abstract

Jalan adalah bagian dari infrastruktur transportasi darat yang perannya begitu penting dalam perkembangan suatu tempat atau wilayah. Pembangunan jalan tol adalah satu dari berbagai bentuk pembangunan nasional yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai pengguna jalan. Pembangunan jalan tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi saat ini nyaris selesai pembangunannya. Pembangunan jalan tol ini nantinya diharapkan dikerjakan dengan maksimal, baik dalam struktur perkerasan, daya dukung tanah, sehingga dapat terselesaikan tepat waktu agar tercapainya kelancaran transportasi dari maupun menuju Kota Tebing Tinggi. Pembangunan jalan tol ini menggunakan perkerasan kaku. Tujuan pembahasan ini adalah untuk mempelajari dan memahami bagaimana langkah, syarat dan parameter yang digunakan dalam perhitungan tebal lapis perkerasan kaku bersama perhitungan perencanaan jalan beton semen dengan metode SNI Pd T ( Paduan Terpadu )–14–2003. Metode tersebut diawali dengan pengumpulan data-data lalu lintas, data tanah, selanjutnya dilakukan perhitungan tebal pekerasan dengan menggunakan metode perencanaan jalan beton semen dengan SNI Pd T (Paduan Terpadu) – 14 –2003. Dari hasil analisa perhitungan penulis dengan menggunakan metode perhitungan Perkerasan Beton Semen SNI Pd-T-14-2003, dihasilkan tebal perkerasan kaku adalah 24 cm, sedangkan hasil analisa perhitugan konsultan yang diperoleh penulis tebal perkerasan kaku sebesar 27 cm. Analisa perhitungan ini juga menghasilkan nilai jumlah total akibat kerusakan fatik sebesar 0 % < 100% dan nilai jumlah total akibat kerusakan erosi 21.17%< 100%, itu artinya analisa perhitungan tebal 24 cm aman digunakan.
EVALUASI KONSTRUKSI PONDASI DAN STABILITAS PIER PADA PENGGANTIAN JEMBATAN SEI DELI A (MEDAN) Mahardianto Ong; Avantus Gultom; Rudy Mayer Sianipar
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 9 No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan dan perhitungan perencanaan pondasi pada konstruksi bangunan menjadi prioritas utama karena struktur tersebut yang akan memikul beban bangunan yang ada di atasnya. Pondasi yang direncanakan harus mampu mendukung beban bangunan yang direncanakan sehingga bangunan tersebut dapat berdiri kokoh. Sebelum melakukan perhitungan desain sebuah pondasi, biasanya diambil data dari penyelidikan atau pengujian tanah di lapangan. Salah satu jenis pengujian yang sering dilakukan adalah jenis cone penetration test atau biasa dikenal dengan sondir. Pengujian dilakukan untuk mengetahui besarnya perlawanan tanah pada konus. Apabila kondisi tanah di permukaan tidak mampu menahan bangunan tersebut, maka beban bangunan harus diteruskan kelapisan tanah keras di bawahnya. Jenis konstruksi pondasi berdasarkan kedalaman ada dua yaitu Pondasi Dangkal (Shallow Foundation) dan Pondasi Dalam (Deep Foundation). Pondasi dangkal biasanya dibangun pada tanah yang memiliki kedalaman tanah keras kurang 3 m dari permukaan tanah. Pondasi dalam biasanya dibangun pada tanah yang memiliki kedalaman tanah keras lebih 3 m dari permukaan tanah. Pondasi dalam (Deep Foundation) biasanya memakai Tiang Pancang (Driven) atau Tiang Pile (Bored). Pondasi dalam direncanakan pada Jembatan Sei Deli (Medan). Jenis pondasi yang direncanakan sesuai hasil data sondir yang dikeluarkan dan ditetapkan adalah pondasi dalam tipe Tiang Pancang dengan diameter pile 50 cm dengan konfigurasi 21 pile. Tahapan analisa pondasi pada Jembatan Sei Deli A (Medan) dimulai dengan menghitung beban-beban yang timbul dari beban tower, beban vertikal, dan beban horizontal, dan beban pondasi. Tahanan tanah (hasil borlog) juga mempengaruhi perhitungan analisa pondasi.
ANALISA DINDING PENAHAN PADA PROYEK WAHID HASYIM APARTEMENT Sianturi, Andrean B.
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 11 No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v11i1.2259

Abstract

Pondasi bore pile atau disebut juga pondasi dalam berfungsi untuk memikul dan meneruskan beban struktur ke lapisan tanah keras yang mempunyai kapasitas daya dukung tinggi dimana letaknya cukup dalam di dalam tanah sehingga bangunan mampu memberikan dukungan yang cukup untuk mendukung beban tersebut. Setiap pondasi harus mampu mendukung beban sampai batas keamanan yang telah ditentukan, termasuk mendukung beban maksimum yang mungkin terjadi. Studi ini dilakukan untuk menghitung daya dukung pondasi bore pile berdasarkan data Standar Penetrasi Test (SPT) dan data uji tanah. Metodologi pengumpulan data dengan melakukan observasi, pengambilan data dari pihak proyek serta melakukan studi kepustakaan. Metode perhitungan daya dukung tiang pancang dengan Metode Meyerhof. Proyek Pembangunan Wahid Hasyim Apartement Medan, menggunakan pondasi bore pile tersusun (bore pile). Pemilihan alternatif pondasi bore pile berdasarkan beberapa tinjauan, antara lain kondisi tanah, efisien, ekonomis, dan mudah dikerjakan. Kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut : Berdasarkan kondisi tanah pada proyek pembangunan Wahid Hasyim Apartement yang cendrung memiliki parameter kohesi tanah yang relatif kecil, diperlukan pondasi dalam yang kuat sampai mendapatkan tanah keras yaitu pada kedalaman 20,50 m. Berdasarkan hasil perhitungan didapat : 1). Hasil perhitungan kapasitas daya dukung ultimate pada titik BH-1 dari data SPT di kedalaman 10m yaitu Qult = 500,839, ton dan Qijin = 153,626ton, 2). Dari perhitungan daya dukung kelompok tiang, didapat kapasitas kelompok ijin tiang Qg = 7449,321ton. Jadi dapat disimpulkan bahwa pondasi mampu mendukung beban bangunan yang berada di atasnya.
EVALUASI STRUKTUR BAWAH (ABUTMEN DAN PONDASI ABUTMEN) PADA JEMBATAN MUZOI Tarik, Kuat; Limbong, Suhardi; Endayanti, M.; Ginting, R.
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 11 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v11i2.2709

Abstract

Jembatan adalah suatu konstruksi yang berguna untuk meneruskan jalan melalui suatu rintangan yang berada lebih rendah ( Soemargono dkk, 1995 ). Rintangan yang dimaksud bisa berupa jalan air atau jalan lalu-lintas yang berada dibawahnya. Jembatan juga berperan penting dalam pembangunan ekonomi suatu daerah dengan menyebarkan pusat-pusat ekonomi. Seiring dengan berkembangnya zaman maka pembangunan sarana transportasi seperti jembatan akan meningkat. Struktur rangkan batang lebih dominan menerima gaya aksial tarik atau tekan saja, sedangkan pengaruh lentur sering diabaikan. Supaya rangka batang hanya menerima gaya aksial saja maka beban pada struktur rangka dianggap hanya melalui titik hubungnya saja / joint ( Schodek,1979).Perhitungan Pernulangan Abutmen didapat hasil nya sebagai berikut: Potongan 1 didapat D16 – 100 Tarik D12 – 150, Potongan 2 didapat D16 – 100 Tarik D12 – 150, Potongan 3 didapat D16 – 100 Tarik D12 – 150, dan untuk perhitungan pondasi didapat sebagai berikut Qi = 83,275 Ton (Pondasi Tunggal), Group = 1254,6212 Ton

Page 9 of 19 | Total Record : 188