cover
Contact Name
Muhamad Ahyar Rasidi
Contact Email
ccgedu.org@gmail.com
Phone
+6287865186492
Journal Mail Official
ccgedu.org@gmail.com
Editorial Address
Jln. By Pass BIL Batujai No. Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Walada: Journal of Primary Education
ISSN : 29622662     EISSN : 29630037     DOI : https://doi.org/10.61798/wjpe.v1i1.1
Core Subject : Education, Social,
Focus and Scope Walada: Journal of Primary Education with P-ISSN: 2962-2662 dan E-ISSN: 2963-0037 mainly focuses on learning in primary schools, teacher education or primary school. Detailed scopes of articles accepted for submission to Jurnal walada are: Learning Theory Curriculum and Technology in Education School Management School Policy Teaching and learning
Articles 424 Documents
Pembelajaran Kontekstual Berbasis Etnosains Pada Pembelajaran di Sekolah Dasar Putu Ayu Mahyuni; Kadek Hengki Primayana; Ni Nyoman Kurnia Wati
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.917

Abstract

Pembelajaran di tingkat sekolah dasar memerlukan metode yang dapat menghubungkan isi materi dengan pengalaman nyata para siswa. Salah satu pendekatan yang cocok adalah pembelajaran kontekstual yang didasarkan pada etnosains, yang menyertakan latar budaya daerah ke dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dari penerapan pembelajaran kontekstual berbasis etnosains terhadap hasil belajar serta minat siswa di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu tipe kelompok kontrol yang tidak setara. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang mengikuti pretest dan posttest. Metode pengumpulan data meliputi tes hasil belajar, observasi aktivitas siswa, serta angket untuk mengetahui tanggapan siswa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pembelajaran kontekstual berbasis etnosains dapat secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa jika dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional. Selain itu, aktivitas dan partisipasi siswa dalam proses pendidikan juga meningkat, dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran menunjukkan hasil yang positif. Dengan demikian, penerapan pembelajaran kontekstual berbasis etnosains terbukti efektif di sekolah dasar, karena mampu meningkatan kualitas pendidikan sekaligus membangkitkan rasa apresiasi terhadap budaya lokal.
Penerapan Model PITA untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Komunikasi pada Pendidikan Pancasila di SD Eka Maulida Mailani; Maimunah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.919

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini meliputi rendahnya keterampilan berpikir kritis dan komunikasi siswa yang belum optimal. Idealnya, proses pembelajaran yang diterapkan harus mampu memampukan siswa menganalisis solusi atas berbagai masalah serta mengemukakan pendapat dan argumen mereka. Masalah-masalah ini berakar pada kurangnya aktivitas yang dirancang untuk mengasah keterampilan berpikir kritis; proses pembelajaran cenderung terbatas pada menjawab pertanyaan dari buku teks, dan diskusi kelompok jarang dilakukan. Salah satu solusi potensial adalah penerapan model pembelajaran PITA, yang mengombinasikan *Problem-Based Learning*, *Group Investigation*, dan teknik "Talking Stick". Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan komunikasi siswa. Penelitian ini diklasifikasikan sebagai Penelitian Tindakan Kelas (PTK) karena berupaya memahami dinamika yang terlibat dalam proses perbaikan dan transformasi pembelajaran di kelas. Penelitian dilaksanakan dalam tiga sesi. Subjek penelitian adalah 14 siswa kelas lima (4 laki-laki dan 10 perempuan) di SDN Kuin Utara 5 Banjarmasin pada semester kedua tahun ajaran 2025/2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terkait keterampilan berpikir kritis, persentase siswa yang dikategorikan "sangat terampil" adalah 31% pada sesi pertama dan meningkat menjadi 85% pada sesi terakhir. Terakhir, mengenai keterampilan komunikasi, persentase siswa yang dikategorikan "sangat terampil" adalah 31% pada sesi pertama dan meningkat menjadi 92% pada sesi terakhir.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Kreatif dan Kolaborasi Siswa Menggunakan Model PRESISI di Sekolah Dasar Elsa Risnawati; Herti Prastitasari
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.921

Abstract

Pembelajaran matematika diharapkan berlangsung lebih bermakna dan mampu mendukung perkembangan keterampilan abad ke-21 murid. Solusi dari permasalahan tersebut adalah melakukan perbaikan melalui model PRESISI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapakan model dalam menganalisis dan memecahkan masalah secara logis. Studi ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan sasaran penelitian murid SDN Rantau Keminting yang berjumlah 13 orang. Penelitian menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dengan observasi aktivitas guru dan murid, sedangkan kuantitatif berupa presentase klasikal aktivitas dari murid dan hasil belajar dari murid diperoleh dari tes kelompok dan individu. Hasil studi ini membuktikan aktivitas guru pada pertemuan IV memenuhi kriteria Sangat Baik”. Aktivitas Murid pada pertemuan IV mencapai 92% dengan kriteria Seluruhnya Aktif”. Dan hasil belajar pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik pada pertemuan IV mencapai 92%. Kesimpulannya adalah model PRESISI dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja guru, keaktifan murid, dan hasil belajar peserta murid
Model Perkasa untuk Meningkatkan Berpikir Kritis, Problem Solving, dan Kolaborasi dalam Pembelajaran Matematika SD Nurtinah Zuliana; Herti Prastitasari
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.922

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar Indonesia masih menunjukkan capaian rendah pada keterampilan berpikir kritis, problem solving, dan kolaborasi, sebagaimana tercermin dari hasil PISA dan TKA nasional maupun observasi di kelas IV SDN Pangeran 2 Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan keterampilan berpikir kritis, problem solving, dan kolaborasi murid kelas IV menggunakan model PERKASA. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas berdasarkan model spiral Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam empat pertemuan, melibatkan 12 murid kelas IV (5 laki-laki dan 7 perempuan). Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan tes hasil belajar yang telah divalidasi, lalu dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada ketiga keterampilan dari pertemuan pertama hingga keempat, berpikir kritis meningkat dari 0% menjadi 83%, problem solving dari 0% menjadi 92%, dan kolaborasi dari 8% menjadi 83%, dengan masing-masing keterampilan saling memperkuat perkembangan keterampilan lainnya melalui rangkaian masalah kontekstual, kerja kelompok terstruktur, dan permainan mencocokkan kartu. Temuan ini menunjukkan bahwa model PERKASA dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang aktif bagi guru sekolah dasar, khususnya materi yang menuntut pemahaman konsep sekaligus penalaran bertahap.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Minat Belajar, dan Kolaborasi Murid Menggunakan Model PESTA di Sekolah Dasar Mahdalina Mahdalina; Herti Prastitasari
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.923

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya keterampilan berpikir kritis, minat belajar, dan kemampuan kolaborasi murid kelas lima SDN Berangas 1 dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi bentuk datar, yang disebabkan oleh pengajaran yang belum selaras dengan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS), minimnya kesempatan pemecahan masalah kontekstual, serta terbatasnya partisipasi murid dalam diskusi kelompok. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi peningkatan keterampilan berpikir kritis, minat belajar, dan kemampuan kolaborasi melalui penerapan model PESTA yang mengintegrasikan Problem Based Learning (PBL), Numbered Heads Together (NHT), dan Make a Match. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif, dilaksanakan dalam empat siklus pada semester kedua tahun ajaran 2025/2026 dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada setiap variabel, di mana pada siklus keempat keterampilan berpikir kritis mencapai 100% dengan kategori “Semua Murid Sangat Kritis,” minat belajar mencapai 88% dengan kategori “Hampir Semua Murid Sangat Berminat,” dan kemampuan kolaborasi mencapai 94% dengan kategori “Hampir Semua Murid Sangat Kolaboratif.” Dengan demikian, penerapan model PESTA terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika sekaligus memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan strategi pembelajaran di sekolah dasar.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbasis Kearifan Lokal Megoak-Goakan Terhadap Minat Belajar IPS Siswa Kelas IV Gugus VI Kecamatan Sawan Ni Luh Putu Deswinta Maharani; I Gede Suwindia; Gusti Ngurah Arya Yudaparmita
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis kearifan lokal Megoak-goakan terhadap minat belajar IPS siswa. Masalah utama yang melatarbelakangi kajian ini adalah rendahnya minat belajar, sikap pasif, serta rendahnya rasa percaya diri siswa kelas IV yang menganggap IPS sebagai pelajaran hafalan yang membosankan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif melalui eksperimen semu (quasi-experimental design) dengan desain pre-test post-test. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik random sampling, yang melibatkan 36 siswa kelas V SD Negeri 4 Sangsit sebagai kelas eksperimen dan 34 siswa kelas V SD Negeri 1 Sangsit sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji-t independen dibantu perangkat lunak SPSS. Hasil analisis data menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari penerapan model PBL berbasis kearifan lokal Megoak-goakan terhadap minat belajar siswa, yang dibuktikan dengan nilai sig. 0,000 < 0,05. Di kelas eksperimen, nilai rata-rata post-test meningkat secara signifikan dari 68,37 menjadi 85,89, dan suasana kelas menjadi jauh lebih aktif, terarah, serta kompetitif secara positif dibandingkan kelas kontrol konvensional. Implikasi praktis dari temuan ini menunjukkan bahwa integrasi kebudayaan lokal dalam model PBL berhasil mentransformasi suasana kelas menjadi aktif, terarah, dan kompetitif secara positif. Secara praktis, model ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif model pembelajaran IPS inovatif bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis kebudayaan lokal sekaligus melestarikan tradisi daerah sejak pendidikan dasar.
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kreatif, Pemecahan Masalah, Kolaborasi Peserta Didik Melalui Model Bastari Pada Pembelajaran Matematika Jannatul Radhaina; Herti Prastitasari
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.925

Abstract

Peserta didik kelas IV SDN Kuin Utara 1 Banjarmasin menunjukkan kemampuan lemah dalam berpikir kreatif, pemecahan masalah, dan kolaborasi, akibat pembelajaran berpusat pada pendidik, soal belum berbasis HOTS, dan interaksi kelompok yang belum produktif. Penelitian ini mengkaji peningkatan aktivitas peserta didik serta ketiga keterampilan tersebut melalui model BASTARI, yang memadukan Problem Based Learning, Student Teams Achievement Division, dan Picture & Picture, pada materi perkalian bilangan cacah. Penelitian Tindakan Kelas berpendekatan kualitatif dilaksanakan dalam empat pertemuan terhadap 25 peserta didik kelas IV semester genap tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif terhadap indikator keberhasilan yang ditetapkan. Hasil menunjukkan peningkatan konsisten pada seluruh variabel yang diukur. Keterampilan berpikir kreatif meningkat dari 8% menjadi 92%, pemecahan masalah dari 12% menjadi 84%, dan kolaborasi dari 24% menjadi 92%. Seluruh capaian tersebut melampaui ambang keberhasilan 76%. Model BASTARI terbukti efektif meningkatkan ketiga keterampilan peserta didik sekolah dasar tersebut, sekaligus menjadi rujukan bagi pendidik dalam merancang pembelajaran matematika berorientasi abad ke-21.
Penggunaaan Model BINTANG Dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah, Kerja Sama di Sekolah Dasar Gina Alpadhila; Herti Prastitasari
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.927

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja sama murid pada pembelajaran matematika materi luas bangun datar di kelas IV SDN Antasan Besar 7 disebabkan oleh pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah, kurangnya latihan soal kontekstual berbasis HOTS, serta belum diterapkannya pembelajaran kolaboratif. Kondisi tersebut menyebabkan murid kurang aktif dalam berdiskusi dan menyelesaikan masalah secara bersama. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja sama murid melalui penerapan model BINTANG yang memadukan Problem Based Learning (PBL), Group Investigation (GI), dan Talking Stick (TS). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama empat pertemuan pada murid kelas IV SDN Antasan Besar 7 Tahun Ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada setiap variabel. Pada pertemuan IV, keterampilan berpikir kritis mencapai 83% dengan kriteria "Hampir Seluruh Murid Sangat Kritis", pemecahan masalah mencapai 83% dengan kriteria "Hampir Seluruh Murid Sangat Terampil", dan kerja sama mencapai 83% dengan kriteria "Hampir Seluruh Murid Sangat Terampil". Dengan demikian, model BINTANG efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja sama murid pada pembelajaran matematika materi luas bangun datar.
Model PANTING dalam Meningkatkan Motivasi Belajar, Kemampuan Pemecahan Masalah, dan Kerja Sama Siswa Sekolah Dasar Nida Helnisa; Herti Prastitasari
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.928

Abstract

Rendahnya motivasi belajar, kemampuan pemecahan masalah, dan kerja sama, pada mata pelajaran matematika disebabkan oleh kegiatan pembelajaran yang diaplikasikan tidak beragam, permasalahan atau tugas yang diberikan belum berbasis HOTS, dan minimnya kegiatan diskusi kelompok saat pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas pendidik, aktivitas peserta didik, motivasi belajar, kemampuan pemecahan masalah, dan kerja sama melalui model pembelajaran PANTING. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam empat pertemuan di kelas IV SDN 2 Nusa Indah, berjumlah 20 orang (11 laki-laki, 9 perempuan) pada semester II tahun pelajaran 2025/2026. Data diperoleh dari observasi serta tes tertulis kelompok dan idividu. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif serta kecendrungan analisis yang disajikan dalam tabel, grafik, dan persentase. Hasilnya, motivasi belajar dari 50% meningkat menjadi 90%, kemampuan pemecahan dari 40% menjadi 85%, dan kerja sama dari 45% menjadi 90%. Penggunaan model PANTING dapat terlaksana dan bisa membawa motivasi belajar, kemampuan pemecahan masalah, dan kerja sama dalam mata pelajaran matematika mengalami peningkatan, sehingga bisa dijadikan jalan alternatif kegiatan pembelajaran yang inovatif, interaktif, serta kooperatif untuk siswa sekolah dasar.
Pengaruh Metode Pembelajaran Total Physical Response Terhadap Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Kelas IV Sekolah Dasar Sherykanita Faza Pustika; Patria Handung Jaya
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.929

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berbicara Bahasa Inggris siswa kelas IV di salah satu sekolah yang ada di Kota Yogyakarta. Sebanyak 40% siswa belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) pada aspek berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Total Physical Response (TPR) terhadap kemampuan berbicara Bahasa Inggris siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental jenis non-equivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas 24 siswa kelas eksperimen dan 25 siswa kelas kontrol. Tahapan penelitian meliputi pemberian pretest, penerapan metode TPR pada kelas eksperimen, dan posttest. Instrumen penelitian berupa tes lisan yang mencakup aspek pronounciation, vocabulary, comprehension, dan grammar. Hasil rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 49,7 dan meningkat menjadi 84,37 pada posttest, sedangkan rata-rata posttest kelas kontrol sebesar 67,8. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal dan uji homogenitas menunjukkan kedua kelompok memiliki varians yang homogen. Berdasarkan hasil uji Independent Sample t-test diperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) < 0,001 atau lebih kecil dari 0,05, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan metode pembelajaran TPR terhadap kemampuan berbicara Bahasa Inggris siswa kelas IV SD tahun ajaran 2025/2026. Dengan demikian, metode TPR dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris siswa sekolah dasar.