cover
Contact Name
Patrio Tandiangga
Contact Email
tandiangga@gmail.com
Phone
+6285398590047
Journal Mail Official
jurnaleuntes@gmail.con
Editorial Address
Jalan Abdul Gani No. 3, Kel/Desa Malangngo', Kec. Rantepao, Kab. Toraja Utara
Location
Kab. toraja utara,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Euntes: Jurnal Ilmiah Pastoral, Kateketik, dan Pendidikan Agama Katolik
ISSN : -     EISSN : 29645972     DOI : https://doi.org/10.58586/je.v1i2.21
Euntes : Jurnal Ilmiah Pastoral, Kateketik, dan Pendidikan Agama Katolik adalah jurnal ilmiah yang dikelolah oleh Sekolah Tinggi Kateketik dan Pastoral Rantepao STIKPAR Toraja. Jurnal Euntes menerbitkan artikel di bidang teologi, katekese, pendidikan dan filsafat keilahian.
Articles 26 Documents
PENGARUH MISI GEREJA KATOLIK PASKA KONSILI VATIKAN II DI KEUSKUPAN KETAPANG Ranubaya, Fransesco Agnes; Meo, Yohanes Wilson B. Lena; Firmanto, Antonius Denny
Jurnal Euntes Vol 2 No 1 (2023): Euntes: Jurnal Ilmiah Pastoral, Kateketik dan Pendidikan Agama Katolik
Publisher : Sekolah Tinggi Kateketik dan Pastoral Rantepao (STIKPAR) Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58586/je.v2i1.44

Abstract

This study analyses the impact of the Second Vatican Council on the Catholic Church in Ketapang Diocese. The purpose of the study is to explain the mission movement, the history of changes in ecclesiastical structures, and the ecumenical principles introduced by the Second Vatican Council. The research method used is a literature study with a historical and narrative approach. The findings show that the Second Vatican Council has had a significant impact on the Catholic Church in Ketapang Diocese. The Church's mission movement is growing, reflected in the changing view of the relationship between the Church and the world, as well as between religions. Theological principles such as the teaching of love and respect for others have become central values in the Christian tradition. The Second Vatican Council also strengthened the role of the laity in the Church, underlining the responsibility of every member of the Church in mission. In addition, the Second Vatican Council opened the horizons of the Catholic Church of Ketapang Diocese in the context of mission to the whole world. The conclusion of this research confirms that the Second Vatican Council is not only a historical event of the Church, but also a source of inspiration that is relevant in facing today's challenges. The Catholic Church of Ketapang Diocese continues to strive to carry out the mission of Christ with a spirit inspired by the principles of the Second Vatican Council, maintaining theological integrity, and fidelity to Church teachings.
KESETIAAN: VISI KRISTIANI TENTANG PERKAWINAN YANG UTUH Kwirinus, Dismas
Jurnal Euntes Vol 2 No 1 (2023): Euntes: Jurnal Ilmiah Pastoral, Kateketik dan Pendidikan Agama Katolik
Publisher : Sekolah Tinggi Kateketik dan Pastoral Rantepao (STIKPAR) Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58586/je.v2i1.45

Abstract

The focus of this research discusses Fidelity: The Christian Vision of a Whole Marriage. Marriage is a form of human life desired by God. In the Catholic Church, marriage has a noble meaning because Christ himself is present in it. The basic attitude that husbands and wives need to always remember and realize is that the marriage they are in is noble and holy because it was created by God himself. The marriage that they share is a symbol of a divine secret, namely as a symbol of Christ's relationship of love to His Church. Awareness of the nobility and sanctity of marriage will enable them to balance the exposure to tempting internal and external problems. This research uses descriptive qualitative research methods and critical reading of texts. The results of this research are useful for helping married couples and Church officials to appreciate and preserve the noble values of Christian marriage, so that they can combat adultery which is now increasingly common in family life.
MENAKAR KETERLIBATAN LANSIA DALAM HIDUP MENGGEREJA DI PAROKI SANTO PAULUS GE’TENGAN Antonius
Jurnal Euntes Vol 2 No 1 (2023): Euntes: Jurnal Ilmiah Pastoral, Kateketik dan Pendidikan Agama Katolik
Publisher : Sekolah Tinggi Kateketik dan Pastoral Rantepao (STIKPAR) Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58586/je.v2i1.46

Abstract

Paroki Santo Paulus Ge’tengan adalah salah satu Paroki di Kevikepan Toraja Keuskupan Agung Makassar, yang memiliki umat kurang lebih 4500 jiwa. Keberadaan lanjut usia di Paroki ini tidak dapat dipungkiri, manusia akan masuk kepada usia tua, namun yang menjadi keprihatinan masih banyak lanjut usia yang sering kali tidak mendapatkan perhatian baik secara kelompok maupun secara individual baik dari pihak keluarga maupun pihak lembaga-lembaga sosial yang khusus memberi perhatian terhadap lanjut usia. Bahkan seringkali banyak orang menganggap bahwa keberadaan para lanjut usia menjadi beban karena tidak produktif lagi. Oleh karena keprihatinan itulah penulis ingin meneliti dan menyelidiki sejauhmana keterlibatan-sumbangsih hidup menggereja para lanjut usia di Paroki Santo Paulus Mengekendek. Tujuannya untuk mengetahui sumbangsih para lanjut usia dalam hidup menggereja; Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, deskriptif observasional, peneliti memberikan gambaran atau deskriptif tentang keadaan para lanjut usia di Paroki Santo Paulus Mengekendek. Upaya peningkatan kualitas iman umat terus menerus dilakukan oleh Dewan Pastoral Paroki Santo Paulus Mengkendek secara menyeluruh, artinya bersama-sama membangun kualitas iman dengan melibatkan peran serta semua pihak termasuk memberikan perhatian dan pendampingan terhadap para lanjut usia. Sejalan dengan uraian di atas, maka di dalam memberikan perhatian dan pendampingan terhadap para lanjut usia harus mampu menghantarkan para lanjut usia pada kebahagiaan dan kesempurnaan hidup bahwa Gereja ada dan tetap eksis karena usaha dan perjuangan mereka juga. Dengan demikian hari kemarin, hari ini dan hari sesok adalah merupakan rangkaian waktu dan peristiwa yang tidak bisah dipisahkan.    
IMPLIKASI ETIS MENGIKUTI KRISTUS MENURUT YOHANES DAN PAULUS Pabubung, Michael Reskiantio
Jurnal Euntes Vol 2 No 1 (2023): Euntes: Jurnal Ilmiah Pastoral, Kateketik dan Pendidikan Agama Katolik
Publisher : Sekolah Tinggi Kateketik dan Pastoral Rantepao (STIKPAR) Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58586/je.v2i1.49

Abstract

Following Christ is a conscious choice made by Christian believers but it also has consequences in everyday life. Living in the world requires a set of guidelines like a corridor for acting properly with the aim of helping others and gaining personal meaning in life. This guideline is an ethics of life inspired by the prime source of faith and morals, namely the Holy Bible. Through qualitative research using narrative analysis techniques and limitations on the New Testament, this research analyzes writings related to John and Paul to gain ethical insights. John offers an ethic of radical love, while Paul offers an ethic of wisdom guided by the Holy Spirit. These two ethics become powerful when synergized with each other, especially in pastoral and catechesis.
KERUKUNAN DAN HORMAT DALAM ETIKA JAWA Tukan, Matius
Jurnal Euntes Vol 2 No 1 (2023): Euntes: Jurnal Ilmiah Pastoral, Kateketik dan Pendidikan Agama Katolik
Publisher : Sekolah Tinggi Kateketik dan Pastoral Rantepao (STIKPAR) Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58586/je.v2i1.50

Abstract

Javanese ethics is a combination of customs, worldview, values, and philosophy that is still very strong in Javanese society. Javanese ethics encompasses a moral life, where there is a conscience, and a sense of taste. Javanese ethics emphasises harmony that can be born from a process of acting in harmony and respect. The principle of harmony aims to maintain society in a state of harmony. Javanese pretence, “ethok-ethok”, is a technique that aims to maintain harmony even though feelings to the contrary are hidden. Harmony can also be achieved through the principle of respect, by speaking and carrying oneself always showing respect according to degree and position. Through the qualitative method, the author found an analysis that ethok-ethok action is teleological ethics, lying so that others are not angry.
MENGHADIRKAN GEREJA SEBAGAI UMAT ALLAH DALAM IBADAT RUMAH TANGGA DI STASI SANTA THERESIA LISIEUX SE’SENG Suma, I Made Markus; Inna Pauta, Alberta; Rosari, Ditha; Jul, Ronaldus; Daun, Veronika
Jurnal Euntes Vol 3 No 1 (2024): Euntes: Jurnal Ilmiah Pastoral, Kateketik dan Pendidikan Agama Katolik
Publisher : Sekolah Tinggi Kateketik dan Pastoral Rantepao (STIKPAR) Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58586/je.v3i1.69

Abstract

Dengan bertekun dalam persekutuan, Gereja menampakkan aspek komunal, elemen insani dari persekutuan orang-orang yang dibaptis. Orang-orang yang percaya pada Kristus sebagai kepala Gereja yakni umat Allah mewujudkan kesatuannya secara konkret dalam persekutuan itu. Persekutuan tersebut menjadi medan perjumpaan antara manusia dan Allah yang terwujud dengan mendengarkan pewartaan Sabda Allah dan perjumpaan antar manusia yang menjadi anggota-anggota tubuh Kristus yang merayakan iman bersama ataupun berbagi kasih dalam pelayanan. Konsep eklesiologis ini mendasari pelaksanaan ibadat rumah tangga di Stasi Se’seng. Inilah bentuk perayaan iman dan pelayanan terhadap sesama melalui pelaksanaan ibadat rumah tangga secara bergiliran di setiap rumah umat di Stasi Se’seng. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menjelaskan bagaimana Gereja Katolik, sebagai komunitas umat Allah, mempengaruhi dan memperkuat partisipasi umat dalam ibadat rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnometodologi dengan teknik wawancara terhadap beberapa informan untuk mengumpulkan data dan informasi terkait praktek ibadat rumah tangga yang dilakukan oleh umat Katolik di Stasi Se’seng. Kegiatan ini merupakan wujud penghadiran Gereja sebagai persekutuan umat Allah di tengah-tengah masyarakat.
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL PESERTA DIDIK USIA REMAJA Tandiarrang, Yulianty
Jurnal Euntes Vol 3 No 1 (2024): Euntes: Jurnal Ilmiah Pastoral, Kateketik dan Pendidikan Agama Katolik
Publisher : Sekolah Tinggi Kateketik dan Pastoral Rantepao (STIKPAR) Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58586/je.v3i1.84

Abstract

Kecerdasan emosional siswa terkadang kurang tumbuh dengan baik dan dapat menghambat perkembangan berbagai aspek pada diri siswa itu sendiri. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui mengenai program bimbingan dan konseling untuk mengembangkan kecerdasan spiritual dan emosional siswa. Berbagai perilaku menyimpang yang dilakukan siswa baik membolos, menyontek, bullying, tawuran dan lainnya dapat berpengaruh terhadap situasi belajarnya. Situasi belajar yang buruk dalam diri siswa dipengaruhi dari dalam dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya. Karena itu, kecerdasan emosional dalam dunia pendidikan di sekolah perlu lebih ditingkatkan dan diperhatikan agar dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan baik yang telah maupun yang belum terjadi. Melalui pemberian layanan bimbingan dan konseling yang diberikan oleh guru BK dapat menjadi penunjang peserta didik untuk mengoptimalkan kemampuan dan potensinya. Program bimbingan dan konseling tersebut mencangkup konseling individu, bimbingan dan konseling kelompok, dan layanan yang lainnya. Selain itu, dapat didukung dengan memberikan pemahaman seputar kecerdasan emosional dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai program yang diberikan dapat kurang berjalan efektif apabila tidak ada guru bimbingan dan konseling serta dukungan dari semua pihak sekolah. Kata Kunci: Peran, Kecerdasan Emosional, Guru Bimbingan dan Konseling
KATEKESE UPAYA SUKSESI PERTUMBUHAN IMAN UMAT PAROKI HSPMTB-PUTUSSIBAU Dius, Egi
Jurnal Euntes Vol 2 No 2 (2024): Euntes: Jurnal Ilmiah Pastoral, Kateketik dan Pendidikan Agama Katolik
Publisher : Sekolah Tinggi Kateketik dan Pastoral Rantepao (STIKPAR) Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58586/je.v2i2.47

Abstract

The focus of this research is to examine the faith growth of the people in HSPMTB-Putussibau Parish. Cultural and economic issues are the main challenges in achieving ideal faith growth. Based on the results of interviews and observations and assisted by James Fowler's theory of faith development as a scalpel in analysing the results of this study found that the HSPMTB-Puttussibau parishioners have not achieved ideal faith growth. This reality raises awareness of the importance of means and efforts to grow the faith of the people and understanding of the faith that is lived. Catechesis is one of the means of succession to help the faith growth of the people.
TAIZÉ DAN RELEVANSI BAGI TEOLOGI INKULTURASI Pabubung, Michael; Dwiangga, Gregorius
Jurnal Euntes Vol 3 No 1 (2024): Euntes: Jurnal Ilmiah Pastoral, Kateketik dan Pendidikan Agama Katolik
Publisher : Sekolah Tinggi Kateketik dan Pastoral Rantepao (STIKPAR) Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58586/je.v3i1.85

Abstract

Taize adalah salah satu kekayaan bersama para pengikut Kristus yang kini dikenal sebagai sarana untuk menjalin semangat ekumenisme. Sejak didirikan oleh Bruder Roger di Perancis pada tahun 1940an, Komunitas Taize giat dalam membangun semangat rekonsiliasi dan memperdalam kekayaan iman dengan semangat keterbukaan dan ekumenisme. Lambat laun, Komunitas Taize semakin kaya dalam bentuk peribadatannya khususnya dalam kekhasan lagu dan liriknya yang berasal dari ungkapan hati kaum muda dengan dasar Kitab Suci dan ajaran Bapa-bapa Gereja yang kemudian juga menyentuh hati kaum muda. Melalui analisis deskriptif terhadap sejarah, konteks dan pola hidup Komunitas Taize, tulisan ini ini hendak menawarkan sebuah kemungkinan baru adanya korelasi dengan inkulturasi sebagai cara bagaimana umat beriman khususnya kaum muda semakin memaknai kehidupan dalam terang Injil melalui Taize. Penulis menawarkan pentingnya peranan Orang Muda Katolik sebagai pelopor Taize khususnya di daerah mayoritas Kristiani untuk memperkuat kesatuan di antara para pengikut Kristus sekaligus memperdalam iman dan memaknai hidup.
IMPLEMENTASI ARAH DASAR KEUSKUPAN KETAPANG 2021-2033 PERSPEKTIF ANTROPOLOGI KRISTIANI STEPHEN B. BEVANS Ranubaya, Fransesco Agnes; Dendri; Woka, Agustino Basten Mbake; Sudhiarsa, Raymundus I Made; Satyawardhana, Fransiskus Antonius Dimas
Jurnal Euntes Vol 3 No 1 (2024): Euntes: Jurnal Ilmiah Pastoral, Kateketik dan Pendidikan Agama Katolik
Publisher : Sekolah Tinggi Kateketik dan Pastoral Rantepao (STIKPAR) Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58586/je.v3i1.76

Abstract

Fokus penelitian ini adalah menganalisis implementasi Arah Dasar Keuskupan Ketapang 2021-2033 melalui lensa Antropologi Kristiani menurut Stephen B. Bevans. Tujuan penelitian adalah untuk memahami bagaimana program kerja prioritas keuskupan mencerminkan perspektif antropologis Kristiani dan untuk mengidentifikasi implementasi serta dampaknya terhadap komunitas lokal. Metodologi penelitian menggunakan analisis kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis Antropologi Kristiani Bevans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Arah Dasar Keuskupan Ketapang mengadopsi pendekatan spiral dalam pelaksanaan misi, yang mencerminkan prinsip-prinsip antropologis Kristiani Bevans, seperti penekanan pada konteks lokal dan proses adaptasi yang dinamis. Implementasi program kerja menunjukkan fokus pada pembinaan kader iman, pengajaran iman, belas kasih, dan perlindungan lingkungan. Rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut mencakup evaluasi dampak program terhadap kehidupan komunitas, peningkatan partisipasi umat, dan penyesuaian terus-menerus terhadap konteks lokal. Evaluasi berkelanjutan yang melibatkan semua pemangku kepentingan juga disarankan untuk meningkatkan efektivitas dan relevansi misi keuskupan.

Page 2 of 3 | Total Record : 26