cover
Contact Name
Muhammad Rudi Insani
Contact Email
rudhysany@gmail.com
Phone
+6289628721440
Journal Mail Official
e-journal@staittd.ac.id
Editorial Address
Kampus STAI Tebingtinggi Deli Jalan T. Imam Bonjol No. 16 Kota Tebing Tinggi
Location
Kota tebing tinggi,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 30264162     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.10008857
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal At-Tarbiyah diterbitkan satu kali setahun pada bulan Oktober. Isinya berupa tulisan ilmiah tentang penelitian Dosen dan Mahasiswa, Pendidikan Agama Islam, Ilmu Keislaman yang berupa pemahaman konseptual, tinjauan pustaka, tulisan praktik, atau hasil penelitian dari berbagai sudut pandang.
Articles 280 Documents
Pembelajaran Al Qur’an Hadist Damanik, Muhammad Zein; Warda, Mutia Alamiah
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 2 No. 2 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Artikel ini membahas pentingnya dan tantangan dalam pembelajaran Al-Quran Hadis di era modern. Al-Quran dan Hadis merupakan dua sumber utama ajaran Islam yang fundamental bagi pemahaman akidah, syariat, dan akhlak umat Muslim. Pembelajaran keduanya tidak hanya bertujuan untuk penguasaan teks, tetapi juga untuk penghayatan makna dan implementasi nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di tengah perkembangan zaman dan beragamnya metode pendidikan, pembelajaran Al-Quran Hadis menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kurangnya minat peserta didik, keterbatasan metode pengajaran inovatif, hingga pengaruh informasi yang tidak akurat. Oleh karena itu, artikel ini mengkaji urgensi pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas pemahaman dan pengamalan Al-Quran Hadis. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai literatur terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan yang holistik, integrasi teknologi, serta kolaborasi antara pendidik dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan relevan. Dengan demikian, diharapkan pembelajaran Al-Quran Hadis dapat mencetak generasi Muslim yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh spiritual dan berakhlak mulia.
Inovasi Manajemen Pendidikan Damanik, Muhammad Zein; Putri, Dhea Melati
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 2 No. 2 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas secara komprehensif mengenai pentingnya inovasi dalam manajemen pendidikan sebagai elemen krusial dalam meningkatkan mutu, efektivitas, dan efisiensi proses pendidikan di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Inovasi manajemen pendidikan mencakup pembaruan dalam berbagai aspek manajerial di lingkungan lembaga pendidikan, mulai dari sistem kepemimpinan, perencanaan strategis, pengorganisasian, pelaksanaan program, hingga evaluasi berbasis data dan teknologi. Artikel ini juga menyoroti pentingnya pendekatan kolaboratif dan partisipatif dalam menciptakan iklim organisasi yang terbuka terhadap perubahan serta budaya belajar yang berkelanjutan. Dengan merujuk pada teori inovasi dari Everett M. Rogers, artikel ini menjelaskan karakteristik inovasi yang mempengaruhi proses adopsi, serta strategi implementasi yang melibatkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk guru, kepala sekolah, siswa, orang tua, dan masyarakat. Inovasi dalam manajemen pendidikan bukan hanya menjadi alternatif, melainkan suatu keharusan untuk menjawab tantangan global, meningkatkan daya saing lulusan, dan mendorong tercapainya tujuan pendidikan nasional secara menyeluruh.
Strategi Al-Qur’an Dalam Membentuk Karakter Remaja Muslim Damanik, Muhammad Zein; Nazidah, Nazah
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 2 No. 2 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan fase transisi yang krusial dalam pembentukan karakter dan identitas diri. Di tengah arus globalisasi dan tantangan moral yang kompleks, diperlukan fondasi nilai yang kokoh untuk membentuk kepribadian remaja Muslim yang tangguh dan berakhlak mulia. Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam menawarkan strategi yang integral dan holistik dalam pembinaan karakter. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji strategi-strategi yang terkandung dalam Al-Qur’an dalam membentuk karakter remaja Muslim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur (library research) terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an membentuk karakter melalui pendekatan tauhid (keimanan yang kokoh), tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), uswah hasanah (keteladanan), serta pembentukan kesadaran sosial dan tanggung jawab. Strategi tersebut relevan diterapkan dalam pembinaan remaja masa kini agar mampu menghadapi tantangan zaman dengan nilai-nilai Qur’ani sebagai pedoman hidup. Dengan demikian, penguatan karakter remaja melalui pendekatan Al-Qur’an merupakan upaya preventif dan solutif dalam menghadapi krisis moral yang mengancam generasi muda Muslim.
Konsep Mengajar Dalam Al-Qur’an Bagi Guru Muslim Damanik, Muhammad Zein; Batubara, Steffi Sukma; Febriyanti, Annisa
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 2 No. 2 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan ini membahas konsep mengajar dalam Al-Qur’an sebagai landasan filosofis dan praktis bagi guru muslim. Mengajar dalam pandangan Al-Qur’an tidak hanya merupakan aktivitas intelektual, tetapi juga amanah spiritual yang menuntut keikhlasan, tanggung jawab, dan integritas moral. Melalui kajian ayat-ayat seperti QS. Al-‘Alaq: 1–5, QS. Yusuf: 3, dan QS. Luqman: 12–19, artikel ini menguraikan bahwa Allah sendiri memperkenalkan diri sebagai pengajar, dan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam mendidik umat. Metode pengajaran yang tercermin dalam Al-Qur’an, seperti kisah, perumpamaan, tanya jawab, serta pendekatan bertahap, menunjukkan pentingnya strategi yang sesuai dengan karakter peserta didik. Di samping itu, nilai-nilai etika seperti kelembutan, kesabaran, dan keteladanan moral menjadi dasar utama dalam proses pembelajaran. Tujuan utama mengajar dalam Islam adalah membentuk manusia yang cerdas secara akal, bersih jiwanya, dan berakhlak mulia. Dengan demikian, guru muslim diharapkan mampu menjadi pewaris misi kenabian yang mengintegrasikan ilmu dan iman dalam pendidikan. Artikel ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman pendidikan berbasis wahyu sebagai fondasi bagi praktik pedagogis yang bermakna dan transformatif.
Karakteristik Guru PAI Dalam Membentuk Akhlak Siswa Di MA Al-Rozi Nurgenti, Sheilda; Pratama, Randika; Adisti, Andira; Agustin, Monalisa; Elikasari, Serli
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 2 No. 2 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik utama yang dimiliki oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter moral siswa di MA Al-Rozi. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa sifat-sifat penting yang dimiliki oleh guru PAI seperti keteladanan perilaku, kemampuan komunikasi interpersonal yang baik, strategi pedagogis, serta konsistensi dalam menerapkan nilai-nilai Islam memegang peranan penting dalam pembentukan akhlak siswa. Guru yang mampu merepresentasikan nilai-nilai Islami melalui sikap dan perilaku sehari-hari, menjalin kedekatan emosional dengan peserta didik, serta menunjukkan konsistensi dalam penerapan ajaran agama terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai etika dan spiritual dalam diri siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran strategis guru PAI sebagai agen pembentuk karakter di tengah tantangan era globalisasi.
Persamaan Hak Pendidikan Laki-Laki Dan Perempuan Dalam Islam Damanik, Muhammad Zein; Ajijah, Suvina
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 2 No. 2 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan kesetaraan, serta mengandung prinsip-prinsip persamaan. Laki-laki dan perempuan sama-sama merupakan makhluk Allah, sebagai khalifah di bumi, dan memiliki potensi untuk mencapai kemampuan optimal. Kesetaraan gender merupakan agenda utama gerakan feminisme. Sejak masuknya wacana gender dalam agama Islam, beberapa pemikir.(Ardiyani, 2017) Muslim terpengaruh oleh konsep gender ini. Mereka beranggapan bahwa Islam yang datang pada masa Nabi memiliki kesamaan dengan konsep gender yang dibawa oleh feminisme. Akhirnya, banyak teks hukum dan ayat-ayat yang mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan ditinjau ulang agar sesuai dengan perspektif kesetaraan gender. Permasalahannya adalah banyak konsep yang tidak sejalan, bahkan bertentangan dengan konsep keadilan dalam Islam. Oleh karena itu, konsep kesetaraan gender dalam pendidikan agama Islam perlu diketahui agar tidak terjadi bias gender dalam pendidikan. Hak perempuan untuk memperoleh pendidikan dan meraih prestasi yang sama. (Hasyim, n.d.)
Penguatan Nilai Tauhid Dalam Pendidikan Remaja Islam Damanik, Muhammad Zein; Nasabilla, Tria Silvia; Zannah, Nurul
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 2 No. 2 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai tauhid merupakan fondasi utama dalam ajaran Islam yang menekankan keesaan Allah sebagai pusat kehidupan spiritual dan sosial seorang Muslim. Dalam konteks remaja, masa transisi dari anak-anak menuju dewasa menjadi fase krusial dalam pembentukan identitas dan keyakinan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi penguatan nilai tauhid dalam pendidikan remaja Islam serta strategi yang efektif dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap sumber-sumber literatur klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan tauhid dapat menumbuhkan kesadaran spiritual, ketahanan moral, serta mendorong perilaku positif di kalangan remaja Muslim. Strategi penguatan nilai tauhid antara lain melalui keteladanan guru dan orang tua, integrasi nilai tauhid dalam kurikulum pendidikan, serta penguatan kegiatan keagamaan yang aplikatif dan kontekstual. Diperlukan sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai tauhid secara komprehensif agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sosial.
Penerapan Metode Time Out Pada Penerapan Nilai Adab Pertemanan Berdasarkan Surat Al –Hujarat Ayat 11 – 12 Pada Siswa Kelas 3 SD IT Mazaya School Damanik, Muhammad Zein; Islamia, Nur Uzzla
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 2 No. 2 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode timeout dalam penanaman nilai-nilai adab berteman pada siswa kelas 3 SD IT Mazaya School berdasarkan pendekatan tafsir tarbawi terhadap Surah Al-Hujurat ayat 11–12. Nilai-nilai yang terkandung dalam ayat tersebut, seperti larangan mengejek, mencela, dan bergunjing, menjadi dasar pendidikan karakter dalam pembinaan hubungan sosial anak usia sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah 23 siswa kelas 3, dan data diperoleh melalui pengamatan langsung serta catatan reflektif guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode timeout, yang diterapkan secara konsisten dalam suasana pembelajaran Islami, mampu membantu siswa merefleksikan kesalahan sosial mereka secara mandiri. Implementasi ini tidak hanya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya adab dalam berteman, tetapi juga membentuk perilaku positif seperti empati, saling menghargai, dan menghindari konflik. Penelitian ini merekomendasikan integrasi tafsir tarbawi dalam strategi pembinaan karakter anak usia dasar di sekolah berbasis Islam.
Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Pada Pembelajaran Bahasa Arab Kelas VIII Mtss Darul Huda Bandar Lampung Najah, Zughrofiyatun; Hkmaya, Nesa; Erlina
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 2 No. 2 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to find out the process of implementing the Independent curriculum,as well as the obstacles, and the impact of implementing the Independetn learning curriculum on Arabic Language Learning at Mtss Darul huda Bandar Lampung.This Independent learning curriculum will be implemented in 2022 at Mtss Darul Huda Bandar Lampung in grade VIII and IX,Curricul is basic guideline in the learning process,where this curriculum determines the success of educational goals.This Independent learning curriculum is in implemented due to a decrease in stiudent learning motivation due to the spread of the covid 19 virus,so that learning must be based online.The methodology in this research uses qualitative descriptions,this research uses data analysis techniques using the miles and Huberman models which have 4 Rare,Namely, data collection,data reduction,data presentation,and drawing conclusions the data obtained was based on observation,namely interviews and documentation,in the learning process,teacher use learning tools called TP,CP,and ATP.The main obstale faced is a lack of knowledge about the new curriculum system and senior teachers who experience difficulties due to outdated teaching habits.The impact specifically learning Arabic for class VII at this scholl,is not much different from the situation when this curriculum was not yet implemented.
Pembelajaran Akidah Akhlak Damanik, Muhammad Zein; Ningrum, Dwi Ananta Aura
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 2 No. 2 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Akidah Akhlak merupakan bagian penting dalam pendidikan Islam yang bertujuan membentuk karakter peserta didik melalui penguatan keimanan dan pembiasaan perilaku mulia. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari metode yang belum inovatif hingga pengaruh negatif dari lingkungan digital. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Akidah Akhlak telah dilaksanakan secara terstruktur, namun masih terdapat keterbatasan dalam penggunaan metode yang kontekstual dan menyentuh aspek afektif siswa. Guru cenderung menggunakan pendekatan ceramah, namun mulai mengintegrasikan diskusi dan keteladanan sebagai strategi utama. Dampaknya terhadap siswa menunjukkan adanya peningkatan dalam pemahaman nilai-nilai moral, meskipun internalisasi nilai belum merata. Penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi pembelajaran berbasis pengalaman, integrasi teknologi yang edukatif, serta keterlibatan orang tua dalam proses pembentukan akhlak siswa.