Teologis, Relevan, Aplikatif, Cendekia, Kontekstual: Jurnal Kepemimpinan Kristen, Teologi, dan Entrepreneurship
Jurnal TRACK merupakan bukti komitmen Program Studi Kepemimpinan Kristen Sekolah Tinggi Teologi dan Entrepreneurship Pringgading (STEP) Semarang dalam menyelenggarakan penelitian-penelitian ilmiah yang berfokus pada kajian-kajian tentang Kepemimpinan, Teologi, dan Entrepreneurship. Dengan demikian JUrnal TRACK berfokus pada 2 ruang lingkup yaitu 1. Kepemimpinan Kristen 2. Teologi dan Entrepreneurship
Articles
56 Documents
TELAAH TEOLOGI, EKONOMI DAN EKOLOGI TERHADAP FENOMENA FAST FASHION INDUSTRY
Defrita Rufikasari, Yohana
TEOLOGIS, RELEVAN, APLIKATIF, CENDIKIA, KONTEKSTUAL Vol 1 No 2 (2022): TRACK: JURNAL KEPEMIMPINAN KRISTEN, TEOLOGI, DAN ENTREPRENEURSHIP
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI DAN ENTREPRENEURSHIP PRINGGADING (STEP) SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61660/tep.v1i2.23
Di balik pakaian yang kita kenakan ada serangkaian persoalan yang berkelindan satu sama lain seperti misalnya persoalan limbah produksi yang mencemari lingkungan, gaya hidup yang konsumtif karena cepatnya perubahan fashion, serta kesejahteraan para pekerja di industri fashion. Hal tersebut tidak dapat dilepaskan dari pengaruh fenomena fast fashion industry yang menciptakan “keusangan terencana” dan pola manajemen “Supply chain” yang membuat orang cenderung mengkonsumsi berlebihan. Landasan teori yang dipakai dalam penulisan ini adalah teori Bioregionalisme Richard Evanoff yang didialogkan dengan pemikir lainnya mulai dari filsafat hingga teologi. Penulisan artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dalam prosesnya berupa pengumpulan dan analisis data pustaka serta penafsiran teologis terhadap fenomena fast fashion industry. Penulisan artikel ini juga memanfaatkan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya oleh para peneliti lintas ilmu terkait topik fast fashion. Melalui metode deskriptif kualitatif yang didialogkan dengan teori-teori yang sudah disebutkan di atas, ada usulan-usulan konkrit yang dapat mulai dipertimbangkan seperti misalnya pola kewirausahaan lestari, memanfaatkan peran katalisator untuk menciptakan lingkungan kerja yang etis, serta peran yang dapat diambil oleh gereja terkait dampak dari fast fashion industry. Aspek etis yang perlu gereja bicarakan adalah hal-hal yang berhubungan dengan bisnis, kesejahteraan pekerja di pabrik garmen (fashion), kelestarian lingkungan, serta alternatif-alternatif mengonsumsi pakaian yang lebih ramah lingkungan dan memperhatikan sesama. Pada akhirnya, berteologi dan bergereja semestinya dapat lebih “membumi” dengan melibatkan diri dalam isu-isu yang akrab dengan keseharian umat.
MEMAHAMI MODEL KEPEMIMPINAN MELALUI MAZMUR 23 DARI PERSPEKTIF TEORI PERILAKU KEPEMIMPINAN
Yoshika Hasibuan, Serepina
TEOLOGIS, RELEVAN, APLIKATIF, CENDIKIA, KONTEKSTUAL Vol 1 No 2 (2022): TRACK: JURNAL KEPEMIMPINAN KRISTEN, TEOLOGI, DAN ENTREPRENEURSHIP
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI DAN ENTREPRENEURSHIP PRINGGADING (STEP) SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61660/tep.v1i2.24
Mazmur 23 sudah biasa dikaji dalam konteks penggembalaan namun masih jarang dikaji dalam konteks kepemimpinan. Artikel ini bermaksud untuk memahami model kepemimpinan melalui analisis Mazmur 23 dari perspektif teori perilaku kepemimpinan. Dengan kajian studi literatur penulis menemukan bahwa Mazmur ini menggambarkan model kepemimpinan yang berdasar pada refleksi iman Daud tentang Allah sebagai Gembala yang dimaknai sebagai pemimpin. Melalui perspektif teori perilaku kepemimpinan, ternyata Mazmur ini menggambarkan model kepemimpinan yang participative group leadership dimana Allah turut serta atau terlibat langsung dalam pemecahan persoalan dan pemeliharaan ‘dombadomba’ sehingga kesejahteraan dan kepuasan ada dalam diri ‘domba-domba’ yang adalah orang-orang yang dipimpin, serta membangun relasi yang hangat antara pimpinan dan bawahan. Melalui analisis Mazmur 23 ini, ditemukan model kepemimpinan yang bukan berorientasi pada diri pemimpin itu sendiri melainkan pada diri orang-orang yang dipimpinnya.
RESOLUSI KONFLIK DALAM KEPEMIMPINAN KRISTEN: STUDI RESOLUSI KONFLIK DALAM KEPEMIMPINAN MUSA
Setiadarma, Ferijanto
TEOLOGIS, RELEVAN, APLIKATIF, CENDIKIA, KONTEKSTUAL Vol 1 No 2 (2022): TRACK: JURNAL KEPEMIMPINAN KRISTEN, TEOLOGI, DAN ENTREPRENEURSHIP
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI DAN ENTREPRENEURSHIP PRINGGADING (STEP) SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61660/tep.v1i2.25
Terjadinya konflik dalam kepemimpinan umum dan rohani merupakan sebuah keniscayaan. Adanya perbedaan pendapat antara para pemimpin, antara pemimpin dan pengikut, atau antara pengikut, bisa menimbulkan konflik. Dengan keniscayaan itu berarti terjadinya konflik tidak bisa dihindari melainkan harus diselesaikan. Di dalam Alkitab pun terdapat sejumlah konflik, termasuk dalam kepemimpinan Musa. Resolusi atas konflik yang terjadi bergantung pada tiga faktor utama, yaitu penyebab terjadinya konflik, kemauan pihak yang terlibat untuk menyelesaikannya dan cara yang digunakan dalam menyelesaikan konflik tersebut. Ketiga faktor itulah yang akan dikaji dalam tulisan ini dengan mengacu kepada studi resolusi konflik dalam kepemimpinan Musa, dengan harapan dapat menjadi panduan penyelesaian konflik kepemimpinan rohani di masa kini.
MENGAPA HARUN TIDAK DIHUKUM DALAM KASUS PATUNG ANAK LEMBU EMAS? SEBUAH ANALISIS TEOLOGIS
Yevun, Gerhardtop
TEOLOGIS, RELEVAN, APLIKATIF, CENDIKIA, KONTEKSTUAL Vol 1 No 2 (2022): TRACK: JURNAL KEPEMIMPINAN KRISTEN, TEOLOGI, DAN ENTREPRENEURSHIP
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI DAN ENTREPRENEURSHIP PRINGGADING (STEP) SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61660/tep.v1i2.26
Peristiwa pembuatan patung anak lembu emas telah menempatkan Harun sebagai tokoh sentral dalam terciptanya murka Allah kepada bangsa Israel. Harun sebagai pemimpin yang menggantikan sementara Musa dinilai gagal sehingga banyak korban berjatuhan. Ketika semua bangsa sedang dilanda kemarahan Allah, tetapi dalam narasi Kel: 32 tidak mengkhususkan suatu hukuman kepada Harun sebagai pembuat patung Anak lembu emas tersebut. Mengapa harun tidak dihukum?. Penulisan ini difokuskan pada latar belakang pembuatan anak lembu emas dan keterlibatan Harun dalam peristiwa itu. Penulisan menggunakan metode kualitatif dengan berbagai macam sumber kepustakaan berkaitan dengan topik dan menggunakan teks-teks paralel Alkitab yang mendeskripsikan latar belakang pembuatan patung anak lembu emas oleh Harun dan juga konsekuensi dari perbuatan itu. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa bangsa Israel pada saat eksodus masih memiliki pemahaman tentang allah sesembahan orang Mesir. Bangsa Israel mendesak Harun membuat patung anak lembu emas yang berakibat Harun harus menerima konsekuensi perbuatannya di kemudian hari. Berkat doa Musa kepada Tuhan seluruh hukuman tidak diterima pada saat itu juga, akan tetapi ditunda pada saat hari pembalasan.
INA GEREJA: TUGAS PANGGILAN SEBAGAI INA INJIL DAN INA SESAMA
Prianty Simanjuntak, Wilda
TEOLOGIS, RELEVAN, APLIKATIF, CENDIKIA, KONTEKSTUAL Vol 1 No 2 (2022): TRACK: JURNAL KEPEMIMPINAN KRISTEN, TEOLOGI, DAN ENTREPRENEURSHIP
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI DAN ENTREPRENEURSHIP PRINGGADING (STEP) SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61660/tep.v1i2.27
Gerakan perkembangan Injil yang terserak dan menyebar sampai ke ujung bumi, tak lepas dari peran para Ibu – selanjutnya disebut sebagai Ina Gereja. Para Ina Gereja mengambil peran dalam tugas-tugas pelayanan Gereja meskipun pelayanan mereka lepas-mimbar. Namun, derap dan gaungnya menyebar ke berbagai ruangruang pelayanan gereja. Tak henti-hentinya Ina Gereja berkontribusi aktif dalam pelayanan Gereja. Sebut saja, salah satunya adalah pelayanan dalam peribadatan Gereja dan rumah tangga-rumah tangga dan beragam pelayanan lainnya.
DOSA PEMIMPIN ISRAEL DAN EKSESNYA BAGI KEHIDUPAN UMAT MENURUT AMOS 5
Susanta, Yohanes Krismantyo
TEOLOGIS, RELEVAN, APLIKATIF, CENDIKIA, KONTEKSTUAL Vol 2 No 1 (2023): TRACK: JURNAL KEPEMIMPINAN KRISTEN, TEOLOGI, DAN ENTREPRENEURSHIP
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI DAN ENTREPRENEURSHIP PRINGGADING (STEP) SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61660/tep.v2i1.34
Para pemimpin adalah sosok pengemban amanat rakyat. Para pemimpin dipilih untuk memerintah dengan adil, dengan penuh kasih, bukan dengan tangan besi (tirani). Akan tetapi konsep yang ideal tersebut kerapkali tak terjadi dalam praktiknya di lapangan. Artikel ini bertujuan untuk mengulas persoalan ketidakadilan dan hukuman yang menimpa pemimpin Israel sebagaimana tertuang dalam kitab Amos. Penelitian ini memanfaatkan studi pustaka atas sejumlah literatur terkait tema ini. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa Allah tidak akan membiarkan para pemimpin-penindas terus menerus menindas. Allah akan mendatangkan hukuman atas dosa dan pelanggaran yang mereka lakukan. Hukuman menjadi cara Allah menyadarkan pemimpin maupun umat agar bertobat. Sebab tugas menjalankan keadilan dan kebenaran bukanlah semata tanggung jawab pemimpin tetapi tanggung jawab seluruh umat.
IMPLIKASI ETIKA KRISTEN DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN SOSIAL ETIS-TEOLOGIS GEREJA
Yokom, Samuel Reinhard
TEOLOGIS, RELEVAN, APLIKATIF, CENDIKIA, KONTEKSTUAL Vol 2 No 1 (2023): TRACK: JURNAL KEPEMIMPINAN KRISTEN, TEOLOGI, DAN ENTREPRENEURSHIP
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI DAN ENTREPRENEURSHIP PRINGGADING (STEP) SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61660/tep.v2i1.41
Dengan adanya pandemi COVID-19 tidak dapat dipungkiri mengakibatkan semakin banyak masyarakat Indonesia mengalami kemiskinan. Sehingga dengan demikian, berwirausaha dapat menjadi salah satu pilihan terakhir bagi sebagian orang guna mempertahankan kehidupan perekonomiannya. Akan tetapi jika ditinjau dari kacamata etis-teologis, maka kewirausahaan dalam praktiknya tidak jarang berpotensi mengabaikan prinsip-prinsip etis kemanusiaan. Dengan demikian, kewirausahaan dapat dikategorikan sebagai bagian kecil daripada sistem perekonomian yang bercirikan kapitalisme yang sangat amat berpotensi melahirkan berbagai ketidakadilan. Dalam situasi dan kondisi demikian, maka ide mengenai kewirausahaan sosial muncul sebagai reaksi terhadap kondisi sosial-ekonomi yang menindas. Namun meskipun demikian, kewirausahaan sosial juga tidak luput dari dimensi-dimensi tertentu yang bersifat negatif yang mana hal-hal tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai etis Kekristenan. Maka dari itu, dengan mempertimbangkan dimensi-dimensi tersebut, penulisan ini bertujuan untuk meninjau dan merekonstruksi kembali konsep kewirausahaan sosial secara teoritik berdasarkan implikasi daripada teori etika Kristen Reinhold Niebuhr guna membangun dan menawarkan pendidikan kewirausahaan sosial etis-teologis bagi gereja sebagai upaya untuk membantu mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di era kenormalan baru. Hasil penelitian menemukan bahwa pendidikan kewirausahaan sosial etis-teologis gereja adalah pendidikan kewirausahaan yang menjadikan kasih dan fakta dosa sebagai ajaran tertinggi dan utama di dalam isi dan konten pembelajarannya yang melaluinya mampu menggugah kesadaran moral jemaat.
KEPEMIMPINAN KRISTEN DI ERA DIGITAL TERHADAP GENERASI STRAWBERRY
Hia, Lurusman Jaya;
Angelina, Claudia;
Santosa, Monica
TEOLOGIS, RELEVAN, APLIKATIF, CENDIKIA, KONTEKSTUAL Vol 2 No 1 (2023): TRACK: JURNAL KEPEMIMPINAN KRISTEN, TEOLOGI, DAN ENTREPRENEURSHIP
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI DAN ENTREPRENEURSHIP PRINGGADING (STEP) SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61660/tep.v2i1.46
Tingkat kerapuhan generasi dalam satu dekade terakhir ini semakin bertambah akibat tekanan yang harus dihadapi dari berbagai bidang kehidupan. Sehingga memahami generasi yang cepat rapuh sebagai sarana memimpin menjadi penting untuk dipahami oleh para pemimpin Kristen dalam memimpin generasi dalam gereja. Dikotomi sakral sering kali mewarnai cara pandang pemimpin Kristen terhadap generasi yang cepat rapuh ini adalah sebagai generasi yang cepat menyerah dan tidak mau menanggung kesulitan. Atau sering disebut sebagai Strawberry Generation yang cepat lunak namun kreatif dalam perkembangan digital teknologi. Penelitian ini bermaksud untuk memahami generasi yang cepat rapuh yang disebut sebagai Strawberry Generation, dan bagaimana pemimpin Kristen menyingkapi persoalan yang sedang mereka hadapi. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah studi literatur. Sehingga melalui kajian ini dapat dilihat bahwa Strawberry Generation adalah bagian generasi gereja, dan gereja bertanggungjawab untuk merespons permasalahan yang mereka alami dengan kepemimpinan Kristen.
IMAM ELI SALAH PAIRAN: Reinterpretasi Teks 1 Samuel 2:12-17; 22-36; 4:1-22 dalam Perspektif Pairan Lembä di Mamasa, Sulawesi Barat
Saputra, Jefri Andri
TEOLOGIS, RELEVAN, APLIKATIF, CENDIKIA, KONTEKSTUAL Vol 2 No 1 (2023): TRACK: JURNAL KEPEMIMPINAN KRISTEN, TEOLOGI, DAN ENTREPRENEURSHIP
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI DAN ENTREPRENEURSHIP PRINGGADING (STEP) SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61660/tep.v2i1.52
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penyebab hukuman bagi Israel pada akhirkepemimpinan Eli yang korup dan penodaan kesucian imamat dalam 1 Samuel 2:12-17; 22-36; 4:1-22. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif yaitu metode seeing-through. Pendekatan ini memungkinkan penulis menganalisis teks dari kacamata pairan lembä (konsep kepemimpinan adat di Mamasa). Setelah menganalisis teks di atas, penulis menemukan bahwa kepemimpinan Eli merusak relasi Allah dengan bangsa Israel. Kegagalan kepemimpinan Eli menjadi penyebab kekalahan Israel dalam perang melawan Filistin. Hasil penelitian ini menjadi bahan reflektif untuk merumuskan kepemimpinan yang mepairan sebagai alternatif dalam menyikapi krisis kepemimpinan pada masa kini.
KEPEMIMPINAN DENGAN KETELADANAN: STUDI KATA “TELADAN” DALAM PERJANJIAN BARU DAN IMPLEMENTASINYA BAGI KEPEMIMPINAN KRISTEN MASA KINI
Setiadarma, Ferijanto
TEOLOGIS, RELEVAN, APLIKATIF, CENDIKIA, KONTEKSTUAL Vol 2 No 1 (2023): TRACK: JURNAL KEPEMIMPINAN KRISTEN, TEOLOGI, DAN ENTREPRENEURSHIP
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI DAN ENTREPRENEURSHIP PRINGGADING (STEP) SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61660/tep.v2i1.58
Keteladanan merupakan salah satu faktor penting dalam kepemimpinan Kristen, yang dapat dilakukan dengan menerapkan sejumlah prinsip dalam Alkitab, khususnya Perjanjian Baru. Peneliti melakukan pendalaman terhadap prinsip-prinsip tersebut dengan melakukan kajian Studi Kata Bahasa Yunani, yaitu terhadap lima kata Yunani yang dapat diartikan “teladan”, yaitu: ὑπόδειγμα, μιμέομαι, τύπος, ὑπογραμμὸς dan δεῖγμα. Semua kata itu berpusat pada karakter dan karya Yesus Kristus. Ketika keteladanan benar-benar diimpelementasikan dalam Kepemimpinan Kristen, hal itu mendatangkan manfaat yang sangat besar terlebih dengan mempertimbangkan pelbagai aspek yang ada, sesuai dengan model dan konteks dari kepemimpinan itu sendiri.