cover
Contact Name
Brantas
Contact Email
mp@stp-bandung.ac.id
Phone
+62222011456
Journal Mail Official
mp@stp-bandung.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Pariwisata NHI Bandung Jalan Dr. Setiabudhi No. 186, Gedung Cereamai Lantai 2, Bandung, Jawa Barat 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Masyarakat Pariwisata: Journal of Community Services in Tourism
ISSN : -     EISSN : 27981010     DOI : https://doi.org/10.34013/mp
Core Subject : Social,
Masyarakat Pariwisata: Journal of Community Services in Tourism (ISSN 2798-1010) is a peer-reviewed journal which is published by Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Indonesia. Masyarakat Pariwisata: Journal of Community Services in Tourism aims at initiating and stimulating advances in Community Services of Tourism. Therefore, it publishes papers that promote new ideas, models, approaches, and paradigms by contributing to the advances in knowledge and theory of community services in Tourism. The journal covers applied research studies and review articles, both in the format of full-length articles and research notes. Applied research studies are expected to examine relationships among variables relevant to hospitality and tourism by employing appropriate analytical or statistical techniques. High-quality review articles that address the latest advances and develop theoretical knowledge or thinking about key aspects of hospitality and tourism are accepted. Research notes are short articles that report advances in methodology, exploratory research findings or extensions/discussions of prior research.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 62 Documents
Pelatihan Perencanaan Festival di Kampung Cisangkal Githa, Bagus; Prahadianto, Wisnu; Supriadi, R. Anggi P
Masyarakat Pariwisata : Journal of Community Services in Tourism Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/mp.v5i1.1407

Abstract

Agar pembangunan pariwisata yang akan berdampak pada peningkatan ekonomi dapat dilakukan secara optimal dan merata di seluruh wilayah ini, diperlukan adanya suatu pola pengelolaan pengembangan usaha pariwisata yang komprehensif, strategis, efisien dan efektif yang menguntungkan semua pemangku kepentingan. Perencanaan sebuah event daerah berjenis festival yang dapat menjadi salah satu atraksi tambahan sangatlah diperlukan untuk menciptakan suatu produk pariwisata yang berkualitas dan bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan kelompok ini dilakukan untuk membantu masyarakat merencanakan suatu event daerah berjenis festival yang berkualitas. Kegiatan ini meliputi aktivitas pemberian materi, diskusi, pengerjaan lembar kerja terkait materi secara individu dan survey tempat yang akan dijadikan lokasi kegiatan.
Agritourism Product Development Plan : in Cigombong Agri-technopark, Bogor Regency Wyratama, Marubeni Yusuf; Marsongko, Eka Paramita; Darwis, Riadi
Masyarakat Pariwisata : Journal of Community Services in Tourism Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/mp.v5i1.1408

Abstract

This research is focused on agritourism product development model in Cigombong Agri-technopark with emphasis on tourism product components which consist of physical product, packaging, program, and people. The agrotourism product components to be identified based on physical and non-physical condition. Descriptive qualitative method will be used with Interactive Model Analysis as the data analysis technique. Research summarized that the potential agritourism theme to be developed is modern agriculture. The targeted tourist segment are private tourist and educational institution. Recruiting for human resources require intensive training. Developing tour package requires substantial adjustment of the package based on the tourist’s demography.
Pengembangan Potensi Destinasi Wisata Kuliner Berbasis Masyarakat: Di Desa Pengujan Kabupaten Bintan Kepulauan Riau Andini, Cindy; Nugraha, Awaludin; Novianti, Evi
Masyarakat Pariwisata : Journal of Community Services in Tourism Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/mp.v5i1.1510

Abstract

Pengujan merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Pulau Pengujan masuk wilayah Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan. Jumlah penduduk Desa Pengujan 1.395 jiwa. Desa Pengujan terkenal karena potensi kekayaan perikanan yang baik di Kabupaten Bintan sehingga kebanyakan peneliti datang untuk meneliti mengenai kelautan dan perikanan, namun jarang sekali pembahasan mengenai potensi desa wisata di Desa Pengujan Desa Pengujan memiliki beberapa potensi yang jika dikembangkan dapat membantu mengembangkan desa wisata. Diantaranya adalah kekayaan Sosial dan Budaya, Desa Pengujan sangat kental dengan masyarakat melayu. Desa Pengujan memiliki satu makam tua yang dipercayai sebagai makam yang sakral. Kedua adalah Kuliner, Desa Pengujan terkenal sebagai salah satu pusat perikanan di Pulau Bintan. Desa Pengujan terkenal dengan makanan-makanan khas melayu. Desa Pengujan terkenal dengan potensi “Gong-gong”. Gonggong adalah salah satu jenis seafood yang menjadi ciri khas dari kepulauan riau, Kemudian Desa Pengujan juga terkenal dengan Asam Pedas Kerapu, Gulai Ikan Sembilang dan berbagai makanan khas melayu lainnya. Pada 2019, Desa Pengujan mulai mengembangkan desa wisata berbasis masyarakat, namun belum maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu mengembangkan potensi Desa Pengujan agar mampu menjadi desa wisata. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian ini adalah beberapa masyarakat belum secara merata mengetahui apa itu desa wisata dan pariwisata berbasis masyarakat. Hal ini menjadi sangat penting karena dalam proses pengembangannya, masyarakat harus terus dilibatkan dalam semua aspek.
Perumusan Standar Kompetensi Kerja Khusus (SKKK) Okupasi Eco Tourism Specialist Green Jobs Pariwisata di Indonesia Subandi, Mohamad Robbith
Masyarakat Pariwisata : Journal of Community Services in Tourism Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/mp.v5i1.1557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan Standar Kompetensi Kerja Khusus (SKKK) Ecotourism Specialist Green Jobs di bidang Pariwisata yang mengacu pada Permennaker 2/20216, Regional Model Competency Standard (RCMS) 2016,  Peta Okupasi Nasional Green Jobs yang dikeluarkan oleh Bappenas pada 2022 serta pada proses perumusan standar kompetensi yang terdapat pada SKKNI N.78SPS01.003.1 tentang merumuskan standar kompetensi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur yang mengacu pada dokumen peraturan negara dan studi sebelumnya yang relevan sebagai bagian dari Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan para pemangku kepentingan terkait, penelitian ini menitikberatkan pada penyusunan standar kompetensi untuk unit kompetensi Mengelola trek berpemandu ke area hutan belantara sebagai bagian dari okupasi Ecotourism Specialist. Hasil dari kegiatan perumusan yang dibahas dalam studi ini adalah empat Elemen Kompetensi dan 10 Kriteria Unjuk Kerja (KUK) yang relevan dan komprehensif untuk Unit Kompetensi Mengelola trek berpemandu ke area hutan belantara.
Pelatihan Memasak Daging Asap, Ikan Asap dan Ayam Asap dengan Menggunakan Oven Listrik di Bandingkan dengan Menggunakan Kompor Gas: Kegiatan di Desa Bangun Karya Kab. Pangandaran Jawa Barat Suratman, Dadang; Rumayar, Christian Helmy; Wjiaya, Cecep Tatang; Irfansyah, Irfansyah
Masyarakat Pariwisata : Journal of Community Services in Tourism Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/mp.v5i2.1403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alternatif kuliner oleh-oleh di Desa Bangun Karya Kabupaten Pangandaran. Fokusnya adalah memperkenalkan metode pembuatan ikan asap dengan menggunakan oven listrik lengkap dan kompor gas. Kajian tersebut mengevaluasi kualitas dan biaya produksi untuk meningkatkan variasi oleh-oleh kuliner dari olahan ikan laut, di luar ikan asin yang sudah dominan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan secara acak kepada wisatawan dan warga Desa Wisata Bangun Karya. Selain itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa demo memasak ikan asap, daging asap, dan ayam asap, serta edukasi mengenai pengolahan dan penyimpanan pangan yang sehat, awet, dan aman berdasarkan Cara Pengolahan Pangan yang Baik (CPPB). Dua puluh peserta dari Desa Wisata Bangun Karya mengikuti kegiatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode kompor gas menghasilkan kualitas ikan asap yang lebih baik (65,3%), daging asap (62,7%), dan ayam asap (76,6%) dibandingkan dengan oven full listrik, dengan skor masing-masing sebesar 4,608 dan 2,240. Produk dari kedua metode ini menunjukkan perbedaan nyata pada kenampakan, rasa gurih, aroma asap, bau, tekstur, dan biaya produksi. Oven full listrik terbukti lebih murah dan efisien dibandingkan kompor gas. Penerapan cara pengasapan tersebut dapat mendiversifikasi produk kuliner di Desa Bangun Karya sehingga berpotensi menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Oven full listrik direkomendasikan sebagai pilihan utama karena biaya produksi yang lebih rendah dan efisiensi yang lebih tinggi. Warga Desa Bangun Karya disarankan untuk mempertimbangkan penggunaan oven listrik penuh untuk memproduksi ikan asap, daging, dan ayam. Pelatihan dan penyuluhan secara berkala mengenai teknik pengasapan yang baik dan pengemasan produk yang aman harus dilakukan untuk menjamin kualitas dan daya tarik produk kuliner.
Pelibatan Masyarakat dalam Festival Tujuh Sungai: di Desa Cibuluh Subang Raga, Marsianus; Annisa, Balqis; Syahril, Lalu; Devania, Keisya; Navaz, Maria
Masyarakat Pariwisata : Journal of Community Services in Tourism Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/mp.v5i2.1500

Abstract

Kesuksesan penyelenggaraan suatu festival dapat diukur dari seberapa terlibatnya masyarakat dalam mendukung dan membantu perencanaan, persiapan, serta pengadaan festival tersebut. Tanpa pelibatan masyarakat, kemungkinan festival untuk berjalan dengan lancar sangat kecil. Desa Cibuluh telah menyelenggarakan Festival Tujuh Sungai sejak 2015. Penyelenggaraan Festival Tujuh Sungai tentunya tidak luput dari pelibatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti sejauh mana pelibatan masyarakat dalam penyelenggaraan Festival Tujuh Sungai dan memberikan masukan untuk penyelenggara agar dapat meningkatkan pelibatan masyarakat. Fokus utama yang digunakan dalam penelitian ini yaitu keterlibatan sekolah; kesempatan menjadi sukarelawan; partisipasi dalam pengambilan keputusan; aksesibilitas; dan kerja sama bisnis. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, karena peneliti melakukan wawancara dengan hasil yang berbentuk deskriptif, teknik penentuan sampel purposive sampling dan snowball sampling, serta teknik kumpul data wawancara tidak terstruktur pada key informan dan kumpul data studi pustaka dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi. Hasil yang disimpulkan dari data penelitian menyatakan bahwa Festival Tujuh Sungai sudah sangat melibatkan masyarakat namun terdapat inovasi-inovasi yang dapat diterapkan untuk memajukan kualitas dari pelibatan tersebut.  
Strategi Pengembangan Konten Promosi Curug Cibingbin Melalui Metode SOAR Triastanti, Alfen; Fedrina, Rezka; Melinda, Gebby
Masyarakat Pariwisata : Journal of Community Services in Tourism Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/mp.v5i1.1523

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis potensi pariwisata Desa Wisata Sukamandi di Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis SOAR. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan pejabat desa kunci termasuk Kepala Desa dan ketua Pokdarwis, serta survei terhadap 50 tokoh masyarakat, ditambah dengan tinjauan literatur. Meskipun memiliki potensi yang beragam, Desa Wisata Sukamandi belum dikelola secara optimal. Atraksi desa yang menonjol, Curug Cibingbin, awalnya menarik banyak pengunjung namun mengalami penurunan selama pandemi COVID-19. Faktor utama yang membatasi jumlah pengunjung termasuk kurangnya promosi, fasilitas yang belum memadai, dan rendahnya minat lokal. Studi ini menyarankan bahwa optimalisasi potensi pariwisata Sukamandi memerlukan fokus pada kekuatan yang dimiliki, penyesuaian usaha dengan aspirasi masyarakat, dan pengembangan paket tur yang dipromosikan dengan baik. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik Curug Cibingbin dan menjadikan Sukamandi sebagai destinasi wisata berkelanjutan berbasis komunitas yang memberikan manfaat positif bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.
The Role of the Community in Minimizing Waste in the Tourism Environment at Pukan Beach, Bangka Belitung Steven; Fadilah, Nurul; Sutoyo, Patricia Angelie
Masyarakat Pariwisata : Journal of Community Services in Tourism Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/mp.v5i1.1525

Abstract

Waste is something that is familiar to the wider community. The problem related to waste that often occurs is careless disposal of waste, one of which is in public places in the form of tourist attractions, such as at Pukan Beach in Merawang District, Bangka Regency, Bangka Belitung Islands. Through research carried out using qualitative research methods by conducting interviews and observations, the results obtained were that the scattered rubbish was divided into two types, organic and inorganic and the cleaning process was quite difficult due to the lack of human resources and the large amount of rubbish scattered around. This is enough to make tourists feel uncomfortable because it makes the eyes unpleasant to see a beach area full of rubbish. Because of this, the role of participation from the community and the role of participation from visitors is needed. The role of the community must of course be more dominant in developing tourism spots in the area. With the participation of the community and visitors in maintaining the cleanliness of tourist attractions, sustainable tourism development can occur and provide substantial benefits for all communities, governments and the country.
The Level of Interest of Pangkalpinang Residents in The Bukit Pagoda Nusantara Tourist Destination in Sungailiat District, Bangka Regency Cahya, Jodi; Daffa, Muhammad Rifqy; Syawana, Dhiyaa; Syahrani, Rizkita
Masyarakat Pariwisata : Journal of Community Services in Tourism Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/mp.v5i1.1528

Abstract

Pagoda Nusantara Hill is one of the mainstay tourist destinations on Bangka Island. With its theme centered around Chinese culture, Pagoda Nusantara exudes its own unique charm. It can also attract local and foreign tourists. Pagoda Nusantara Hill also carries a religious theme. In addition to its status as a tourist destination, Pagoda Nusantara Hill also serves as a Buddhist place of worship. The natural beauty in the form of hills makes this tourist destination have its own tourist attraction. This study aims to analyze the level of interest that Pangkalpinang residents have in the Bukit Pagoda Nusantara tourist attraction, located in Sungailiat District, Bangka Regency. This research employs a quantitative and descriptive approach to assess the level of tourist interest in Bukit Pagoda Nusantara tourist destinations. The data is obtained based on the results of filling out a questionnaire using Google Forms.  The link from the Google form is distributed to Pangkalpinang residents who have visited the Bukit Pagoda Nusantara tourist destination via WhatsApp. The validity of the data obtained in the form of the author writing a caption on the Google form link in the form of “Only for Pangkalpinang residents who have visited Bukit Pagoda Nusantara.”.  Based on the results of the Google form, 37 respondents were obtained who filled in several questions that had been prepared by the author. The results obtained from this study state that the level of interest of Pangkalpinang residents in the Bukit Pagoda Nusantara tourist destination is 47% (low level).  Critics and suggestions for Bukit Pagoda Nusantara are that the most important thing is improving road access for visitors to make it easier to access the tourist attractions. In addition, it is hoped that the staff can maintain and repair facilities that are damaged or that are no longer suitable for use by visiting tourists. This will enhance the interest of tourists in visiting the area.
Pengembangan Potensi Atraksi Pariwisata Berbasis Masyarakat: di Desa Wisata Cibuntu, Kabupaten Kuningan Izzatulmumtaz, Nazhara; Muhammad Walid; Ristiyanti Dwi Anggraini; Reyhan Hartanto Akbar
Masyarakat Pariwisata : Journal of Community Services in Tourism Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/mp.v5i2.1560

Abstract

PPenelitian ini membahas dampak signifikan pariwisata terhadap aspek sosial dan ekonomi masyarakat di Indonesia, terutama dengan potensi pariwisata yang melimpah dari kekayaan alam dan budaya yang beragam. Indonesia, sebagai negara berkembang dengan keragaman suku, adat istiadat, dan kebudayaan, memiliki daya tarik utama bagi wisatawan yang didukung oleh sumber daya alam yang melimpah. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 mengatur pariwisata sebagai sektor strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Desa Cibuntu, sebagai contoh wilayah dengan potensi pariwisata, dianalisis dalam konteks geografis dan iklimnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan metode kepustakaan, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya pariwisata dalam kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pelestarian warisan budaya.