cover
Contact Name
Rahmi Dwi Febriani
Contact Email
rahmidwif@fip.unp.ac.id
Phone
+6281266343071
Journal Mail Official
rahmidwif@fip.unp.ac.id
Editorial Address
Komplek Arai Pinang , Blok E, No. 4, Lima kaum
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Consilium
ISSN : 27983269     EISSN : 27979946     DOI : 10.24036/0406cons
Consilium aims to publish articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of counseling, applied counseling practice, and features articles that advance the empirical, theoretical, and methodological understanding of counseling and education.
Articles 90 Documents
Hubungan Kepercayaan Diri dengan Prokrastinasi Akademik Siswa Sekolah Menengah Atas Mila Risnanda Wati; Herman Nirwana
Consilium Vol 2, No 1 (2022): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0821cons

Abstract

Prokrastinasi akademik adalah penundaan dalam mengerjakan tugas. Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi prokrastinasi akademik adalah kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) kepercayaan diri siswa (2) prokrastinasi akademik siswa, serta (3) menguji dan menganalisis hubungan kepercayaan diri dengan prokrastinasi akademik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini sebanyak 1.153 siswa yang terdaftar di kelas X, XI dan XII SMA Negeri 2 Dumai pada semester Juli-Desember Tahun ajaran 2023/2024 dengan sampel berjumlah 297 yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah “Daftar Isian Kepercayaan Diri” dan “Daftar Isian Prokrastinasi Akademik” dengan menggunakan skala model likert. Pengolahan data menggunakan teknik analisis korelasi Pearson Product Moment melalui program statistic statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 20.0. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa (1) kepercayaan diri siswa pada umumnya berada pada kategori rendah, (2) prokrastinasi akademik pada umumnya berada pada kategori sedang, (3) terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara kepercayaan diri dengan prokrastinasi akademik dengan koefisien korelasi sebesar -0,327 dan signifikan 0.000.Keywords: Kepercayaan Diri, Prokrastinasi Akademik 
Konsep Dukungan Sosial dan Motivasi Berprestasi Pada Siswa SMP dan SMA Arianti, Fera; Fikry, Zulian; Pratama, Mario; Adri, Zakwan
Consilium Vol 3, No 2 (2023): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0957cons

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan motivasi berprestasi pada siswa yatim anak asuh human initiative di Bukittinggi. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini yaitu 30 orang siswa yatim anak asuh Human initiative di Bukittinggi yang diambil menggunakan teknik purposif sampling. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis product moment yang dibantu dengan menggunakan program SPSS 29.0 for windows. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan anatara variabel dukungan sosial dengan variabel motivasi berprestasi dengan nilai P= 0,002 (p<0,05).
Karakter Disiplin Siswa dan Implikasi Dalam Pelayanan Konseling Mutiara Nabila H; Nurfarhanah N
Consilium Vol 2, No 1 (2022): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0804cons

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan bagi peranan nya dimasa yang akan datang. Dalam pelaksanaan proses pembelajaran, aturan yang berlaku di sekolah berupa penerapan disiplin siswa yaitu disiplin dalam berpakaian, kehadiran, pengaturan waktu untuk belajar dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Pada penelitian ini mengkaji terkait karakter disiplin siswa di SMA N 1 Kamang magek, dengan sampel sebanyak 100 orang, dan menggunakan instrumen angket karakter displin sebagai alat ukurnya dengan menggunakan skala likrt, metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif deskriptif, penelitian ini memperoleh hasil karakter disiplin siswa berada pada kategori sedang dengan persentasi 57 % hal ini menunjukan bahwa karakter disiplin siswa masih perlu di tingkatkan lagi, layanan Bimbingan dan Konseling merupakan suatu layanan yang dapat diberikan untuk meningkatkan karakter disiplin belajar siswa.
Analisis Penyelenggaraan BK Terhadap Siswa SMPN di Kecamatan Mandau Sebagai Upaya Meminimalisir Perilaku Agresif Putri, Annisa; Hariko, Rezki
Consilium Vol 3, No 1 (2023): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0896cons

Abstract

Dalam proses pendewasaan diri siswa terkadang muncul perilaku saling mencemooh dengan kata-kata kotor, bahkan terdapat siswa yang menyerang dengan fisik, perilaku seperti ini dikategorikan sebagai perilaku agresif. Menghadapi fenomena yang terjadi, selain melakukan kegiatan belajar mengajar, pada jenjang SMP juga terdapat layanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada siswa, dengan layanan bimbingan yang tepat diharapkan siswa dapat mencapai kematangan dan kemandirian dalam kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran program layanan BK, jenis layanan yang digunakan serta pelaksanaan layanan BK terhadap siswa SMPN sebagai upaya meminimalisir perilaku agresif siswa di Kecamatan Mandau. Penelitian menggunakan teknik kualitatif deskriptif, dengan desain penelitian fenomenologi. Setting penelitian di SMPN Kecamatan Mandau. Penetapan subjek penelitian dan informan peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Intrumen penelitian yang digunakan yaitu pedoman wawancara, dan studi dokumen. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman sehingga memperoleh hasil penelitian yang menunjukkan, guru BK memiliki serta telah melaksanakan program untuk meminimalisir perilaku agresif  siswa SMPN di Kecamatan Mandau.
Self-regualtion learning student of SMK N 1 Solok and implications in guidance and couneseling services Yani Eka Putri; Zikra Zikra
Consilium Vol 1, No 1 (2021): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0416cons

Abstract

This study aims to describe how the general picture of self-regulation learning is seen from the aspects of organizing and transforming (organizing and transforming), setting goals and planning (goal setting and planning), seeking information (seeking information), keeping records and keeping records. and monitoring), managing the environment (environment structuring), self-conseuences, repeating and remembering (rehearsing and memorizing), seeking social assistance, checking records (reviewing records). This research uses descriptive quantitative research. The population in this study were all students of SMK N 1 Solok, totaling 841 students and the sample in this study amounted to 222 students. Sampling in this study using stratifed random sampling technique. The instrument used in this study was a questionnaire about self-regulation learning with a Likert scale model. The data analysis technique used descriptive statistical techniques. From the research results it can be concluded that the self-regulation learning of SMK N 1 Solok students based on the following aspects: (1) self-evaluation is in the low category with a percentage of 74% (2) organizing and transforming is in the category low with a percentage of 67% (3) aspects of setting goals and planning (Goal Setting and Planning) are in the medium category with a percentage of 44% (4) seeking information (seeking information) are in the high category with a percentage of 48% (5) keeping records and keeping records and monitoring is in the high category with a percentage of 50% (6) the environmental structuring aspect is in the high category with a percentage of 42%.
Krisis masa dewasa awal pada mahasiswa magister: Tantangan kehidupan dan relevansi layanan bimbingan dan konseling Insanti Kamila; Netrawati Netrawati
Consilium Vol 2, No 1 (2022): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0778cons

Abstract

Individu dewasa awal, termasuk mahasiswa magister, menghadapi tantangan dan perubahan yang signifikan dalam hidup mereka yang disebut dengan krisis masa dewasa awal. Namun, penelitian yang lebih mendalam diperlukan untuk menganalisis krisis ini pada mahasiswa magister karena masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis krisis masa dewasa awal pada mahasiswa magister. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian sebanyak 157 mahasiswa magister FIP UNP yang berusia 20-30 tahun, sedang menyusun tesis dan terdaftar pada semester Januari-Juni dengan sampel sebanyak 113 mahasiswa yang dipilih secara Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah “Instrumen Krisis Masa Dewasa Awal pada Mahasiswa Magister”. Data dianalisis dengan teknik deskriptif. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa krisis masa dewasa awal berada pada kategori tinggi. Aspek karier, aspek keluarga dan aspek kesehatan pada krisis masa dewasa awal berada pada kategori sangat tinggi, sedangkan aspek hubungan berada pada kategori tinggi.
Hubungan Interaksi Sosial dengan Kecemasan Siswa Korban Bullying Hasibuan, Devy Afriani; Karneli, Yeni
Consilium Vol 2, No 2 (2022): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0869cons

Abstract

Pada era saat ini maraknya kasus siswa yang mengalami bully di sekolah. Siswa yang menjadi korban bullying akan mengalami kecemasan, kecemasan mengacu perasaan tidak nyaman dan ketakutan bahkan kecemasan membuat seseorang sulit berinteraksi dengan seseorang dan lingkungan sekitar.  Hal ini merugikan siswa karena  siswa mengalami kecemasan sehingga tidak bisa mengontrol dirinya akibatnya siswa kesulitan berinteraksi dengan siswa lainnya bahkan hilangnya kepercayaan diri dan takut membina hubungan interaksi sosial dengan orang lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional, populasi penelitian adalah siswa kelas Kelas XI dan Kelas XII SMAN 8 Padang berjumlah 653 dengan sampel sebanyak 74 siswa dipilih dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Tujuan penelitian mendeskripsikan bagaimana hubungan interaksi sosial dengan kecemasan siswa korban bullying. Hasil penelitian menunjukkan Ada hubungan negatif yang signifikan antara interaksi sosial dengan  kecemasan siswa korban bullying, penelitian merekomendasikan kepada guru BK meningkatkan perhatian terhadap korban bullying dengan memberikan layanan informasi, bimbingan kelompok dan penguasaan konten.
Gambaran Kemampuan Siswa dalam Pemilihan Karir Humairah, Ulvy Witri; Yendi, Frischa Meivilona
Consilium Vol 1, No 2 (2021): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0738cons

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana gambaran kemampuan siswa dalam pemilihan karir (2) mengetahui bagaimana gambaran kemampuan siswa dalam pemilihan karir berdasarkan aspek konsep diri (3) mengetahui bagaiamana gambaran kemampuan siswa dalam pemilihan karir berdasarkan aspek minat (4) mengetahi bagaiamana gambaran kemampuan siswa dalam pemilihan karir berdasarkan aspek eksplorasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini sebanyak 841 siswa SMK Negeri 1 Rao Selatan dan jumlah sampel sebanyak 272 siswa yang dipilih dengan teknik propotional random sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket dengan mode skala likert. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) kemampuan siswa dalam pemilihan karir secara keseluruhan berada pada kategori sedang (2) kemampuan siswa dalam pemilihan karir berdasarkan aspek konsep diri berada pada kategori tinggi (3) kemampuan siswa dalam pemilihan karir berdasarkan aspek minat berada pada kategori tinggi (4) kemampuan siswa dalam pemilihan karir berdasarkan eksplorasi berada pada kategori sedang. Maka disimpulkan bahwa gambaran kemampuan siswa dalam pemilihan karir secara keseluruhan berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa siswa masih ragu-ragu dalam menentukan karir. Salah satu aspek yang perlu di perhatikan kembali adalah aspek eksplorasi, dimana siswa belum sepenuhnya mampu untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya dalam menentukan pilihan karir yang akan mereka pilih. Implikasil dalaml layananl bimbinganl danl konselingl dapatl dilakukanl denganl memberikanl layananl informasil danl layananl bimbinganl kelompokl sehinggal dapatl membangunl konsepl diri siswa dan memberikan informasi terkait karir bagi siswa. 
Analisis Self Esteem Pada Siswa Korban Perceraian Yelti, Micel; Afdal, Afdal
Consilium Vol 1, No 2 (2021): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0847cons

Abstract

Self esteem adalah penilaian diri bagaimana seseorang memandang atau menilai diri sendiri yang berhubungan dengan kualitas-kualitas diri, perasaan mampu atau tidak mampu, perasaan diterima atau tidak diterima. Lingkungan keluarga tidak harmonis dan tidak berjalan layaknya keluarga yang rukun, sering terjadi keributan yang menyebabkan pertengkaran akan berakhir pada perceraian, akan membuat anak merasa dirinya kurang baik dan menimbulkan self esteem yang negatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis self esteem pada siswa korban perceraian. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif berupa studi kasus. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan pedoman wawancara, yang membahas mengenai aspek self efficacy siswa tentang keyakinan akan kemampuan diri untuk berfikir dan belajar, keyakinan memilih dan membuat keputusan yang tepat untuk menguasai tantangan dan perubahan. Kemudian pada aspek self respect membahas mengenai kepercayaan diri akan pencapaian, kesuksesan, pertemanan, kepercayaan akan dihargai, dan kepercayaan akan cinta. Penelitian ini dilakukan terhadap 3 orang siswa dengan rincian 2 orang siswa perempuan dan 1 orang siswa laki-laki yang orangtuanya bercerai (umur rata-rata 12-13 tahun; berstatus pelajar) melalui wawancara.Hasil penelitian ini menemukan bahwa siswa dengan status keluarga bercerai cenderung memiliki self esteem yang rendah, yang ditandai dengan selalu melihat diri mereka dengan sudut pandang yang negatif, seperti tidak nyaman dengan diri sendiri, selalu berharap menjadi orang lain karena menganggap bahwa orang lain lebih hebat dibandingkan dirinya, berlebihan dalam menanggapi kegagalan, sering merasa sedih, lebih banyak memandang kehidupan dari sisi negatif saja, tidak suka dikritik orang lain, tidak berhubungan akrab terhadap sekitarnya, tidak mau mengambil resiko, sering berpikiran buruk terhadap orang lain, mudah menyerah, dan tidak percaya diri. Terkait dengan temuan ini, para orangtua yang sudah bercerai dan memiliki anak, disarankan seharusnya orangtua lebih memberikan perhatian, kasih sayang kepada anak-anaknya. Agar anak tetap merasa berharga dan dapat menilai dirinya lebih positif sehingga tidak terjerumus dalam hal-hal negatif. Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan Implikasi dalam pelayanan bimbingan dan konseling, layanan yang dapat diberikan yaitu layanan konseling individual dan layanan konseling kelompok.
Pengaruh Perceived Value Terhadap Minat Gen Z berkunjung Kembali Ke Museum Kereta Api Kota Sawahlunto Asnita julianis Asnita; Dwi Pratiwi Wulandari; Retnaningtyas Susanti; Adek Kurnia Fiza
Consilium Inpress
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0960cons

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini disebabkan oleh adanya permasalahan yang berkaitan dengan perceived value  di salah satu museum di kota sawahlunto salah satunya  karena adanya emotional value yang tidak terpenuhi di salah satu Mueum di  Kota Sawahlunto. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalis pengaruh antara perceived value terhadap minat gen z berkunjung kembali kesalah satu Museum di Kota Sawahlunto. Jenis penelitian ini digolongkan kepada penelitian assosiatif kausal dengan metode survei, data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu  data primer dan sekunder, dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 86 responden yang ditentukan secara purposive sampling dengan mengumpulkan data melalui penyebaran kuesioner serta sudah teruji normalitas dan reliabilitanya. Metode analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel perceived value  secara keseluruhan dikategorikan baik dengan persentase 48,8%,variabel minat berkunjung kembali secara keseluruhan dikategorikan baik dengan persentase 55,8%. Kemudian setelah kedua varibel tersebut dianalisis dan diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh perceived value terhadap minat gen z berkunjung kembali sebesar 48,8%.