cover
Contact Name
Rahmi Dwi Febriani
Contact Email
rahmidwif@fip.unp.ac.id
Phone
+6281266343071
Journal Mail Official
rahmidwif@fip.unp.ac.id
Editorial Address
Komplek Arai Pinang , Blok E, No. 4, Lima kaum
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Consilium
ISSN : 27983269     EISSN : 27979946     DOI : 10.24036/0406cons
Consilium aims to publish articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of counseling, applied counseling practice, and features articles that advance the empirical, theoretical, and methodological understanding of counseling and education.
Articles 90 Documents
Hubungan Pola Asuh Orangtua Dengan Perilaku Merokok Siswa Okti Juwita; Dina Sukma
Consilium Vol 2, No 1 (2022): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0811cons

Abstract

Pola asuh orang tua membuat hubungan anak-anak dengan orang tua penuh dengan kasih sayang,Secara lebih luas, kelemahan orang tua dan tidak konsistennya disiplin yang diterapkan membuat anak-anak tidak terkendali, tidak patuh, dan akan bertingkah laku agresif di luar lingkungan keluarga kurangnya kendali orang tua dan pemberian hukuman pada anak dapat mendorong seorang anak untuk terlibat dan melanjutkan perilaku, seperti merokok. Meski semua orang tahu akan bahaya merokok, perilaku merokok tidak akan pernah surut dan tampaknya hal ini masih dapat diterima begitu saja oleh masyarakat. Hal ini tampak dalam kehidupan sehari-hari,hampir setiap saat dapat dijumpai orang-orang yang sedang merokok. Hal yang lebih memprihatinkan lagi adalah kebanyakan dari mereka merupakan remaja laki- laki yang belum genap berusia 18 tahun. Jenis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. menggunakan metode nonprobability sampling dengan sampling total.jenis data interval data variabel mengenai pola asuh orangtua dari 27 item pernyataan diberikan kepada 59 responden. dari analisis data tersebut didapatkan mean 3,96, mode 5 skor tertinggi yaitu 5 dan skor terendah 1 dan standar deviasi 0,20. data variabel mengenai perilaku merokok siswa dari 17 item pernyataan diberikan kepada 59 responden. dari analisis data tersebut didapatkan mean 1,51, mode 1 skor tertinggi yaitu 5 dan skor terendah 1 dan standar deviasi 0,19. korelasi diketahui bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orangtua dengan perilaku merokok sisw, dengan koefisien sebesar -0,174 dengan nilai signifikan sig. (2-Tailed) sebesar 0,187 dan nilai Pearson Corelation sebesar 1.
Analisis Statistik Deskriptif Perilaku Inner child pada Anak Korban Keluarga Broken home di SMP Kecamatan Padang Utara Adinda, Amalia Feby; Netrawati, Netrawati
Consilium Vol 3, No 2 (2023): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrackThe research aims to describe the relationship between broken home families and inner child behavior in students at junior high schools in Padang Utara sub-district. This research is a quantitative research with descriptive research type. The sample in this study was 135 students who were selected using purposive sampling technique. The research instrument used a questionnaire of inner child behavior with a Likert scale model. The results of the validity test in this study indicate that for the variable of inner child behavior in children who are victims of broken home families, 45 valid items are obtained (with a reliability result of 0.719). The results of the study were processed using descriptive statistical analysis techniques, with the results obtained as much as 51.11% of children who were victims of broken home families in SMP Kec. Padang Utara had inner child behavior in the low category. This can be interpreted that most students are quite able to control their inner child behavior. Then there are 47.41% of students who have inner child behavior in the moderate category. This can be interpreted that some students have not been able to control their inner child behavior.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan antara keluarga broken home dengan perilaku inner child pada siswa/i di SMP Kecamatan Padang Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 135 orang siswa/i yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket perilaku inner child dengan model skala likert. Hasil dari uji validitas pada penelitian ini menunjukkan bahwa untuk variabel perilaku inner child pada anak korban keluarga broken home diperoleh sebanyak 45 item yang valid (dengan hasil reliabilitas sebesar 0,719). Hasil penelitian diolah menggunakan teknik analisis statistik deskriptif,dengan diperolehnya hasil sebesar 51,11% anak korban keluarga broken home di SMP Kec. Padang Utara memiliki perilaku inner child pada kategori rendah. Hal ini dapat diartikan bahwa sebagian besar siswa cukup bisa mengendalikan perilaku inner child yang ada pada diri mereka. Kemudian terdapat 47,41% siswa yang memiliki perilaku inner child pada kategori sedang. Hal ini dapat diartikan bahwa beberapa siswa belum cukup mampu dalam mengendalikan perilaku inner child yang ada pada diri mereka.
Increase Student Learning Motivation with Quantum Learning Model Kamirsa Amria, Alnetia Dwi; Neviyarni, Neviyarni; Nirwana, Herman
Consilium Vol 3, No 2 (2023): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0638cons

Abstract

The lack of interest or motivation for student learning is due to several things. Including; The learning media used by teachers is less than optimal, the low motivation for student learning makes achievement decrease. This article discusses about increasing student learning motivation with the quantum learning method using relevant literature studies, in the concept Quantum learning is a learning that has the main mission to design a fun learning process that is adjusted to the level of student development. These interactions include elements for effective learning that influence student success. The purpose of this study is to increase student learning motivation. The benefits in quantum learning are that it makes the learning process more enjoyable and comfortable and stimulates students to actively observe, align theories with real events, and try to do work independently.
Gambaran Perilaku Phubbing pada Siswa SMA N 1 Sungai Penuh Saputra, Randa Mahda; Sukmawati, Indah
Consilium Vol 3, No 2 (2023): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0785cons

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah adanya fenomena banyaknya penggunaan gadget yang juga dilakukan bersamaan dengan terjadinya komunikasi sosial antara siswa. Phubbing didefinisikan sebagai cara untuk menghina lawan bicara, dengan cara terfokus melihat gadget yang pada waktu yang sama juga digunakan. Perilaku phubbing terjadi akibat kurangnya pemahaman siswa terhadap penggunaan smartphone dan kurangnya kemampuan siswa dalam mendengarkan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku phubbing pada siswa yang ditinjau dari aspek nomophobia, self isolation, interpersonal conflict, dan problem acknowledge. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 292 orang siswa dari kelas X dan XI SMA N 1 Sungai Penuh. Gambaran perilaku phubbing tersebut dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku phubbing pada siswa berada pada kategori sedang (71,38%). Perilaku phubbing yang dilakukan siswa ditinjau dari aspek nomophobia berada pada kategori sedang (72,12%). Pada aspek interpersonal conflictjuga berada pada kategori sedang (70,90%). Pada aspek self isolation perilaku phubbing siswa berada pada kategori sedang (65,31%), sedangkan pada aspek problem acknowledge (72,86), perilaku phubbing pada siswa berada pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, konselor dapat memberikan bantuan berupa layanan informasi, dan layanan konseling kelompok dalam mereduksi perilaku phubbing yang terjadi pada siswa.
Hubungan antara Persepsi tentang Organisasi dengan Minat Berorganisasi pada Mahasiswa Wulandari, Resa; Sukma, Dina
Consilium Vol 3, No 1 (2023): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0883cons

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena yang terjadi di Departemen Pendidikan Kepelatihan Olahraga FIK UNP yaitu rendahnya minat mahasiswa mengikuti kegiatan organisasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan persepsi mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga FIK UNP tentang organisasi (2) mendeskripsikan minat berorganisasi mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga FIK UNP (3) menguji hubungan antara persepsi tentang organisasi dengan minat berorganisasi pada mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga FIK UNP. Jenis penelitian yang digunakan ialah deskriptif korelasional dengan metode kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah Mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga FIK UNP sebanyak 93 orang mahasiswa. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket dengan metode skala likert. Data diananalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dengan menggunakan rumus statistik untuk melihat hubungan persepsi tentang organisasi dengan minat berorganisasi pada mahasiswa dengan menggunakan analisis Statistik Startified Propotional Random Sampling dengan Statistical Program for Social Science (SPSS) versi 25.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) persepsi tentang organisasi dilihat dari aspek kognisi, afeksi, dan konasi/psikomotor pada umumnya berada pada kategori positif, (2) minat berorganisasi dilihat dari aspek kognitif dan afektif pada umumnya berada pada kategori tinggi, (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi tentang organisasi (X) dengan minat berorganisasi pada mahasiswa (Y) dengan nilai korelasi 0,821 pada taraf signifikansi 0,000% pada tingkat hubungannya yang sangat kuat. Berdasarkan hasil penelitian ini layanan yang dapat digunakan untuk meningkatkan lagi minat berorganisasi pada maahsiswa, yaitu layanan informasi, layanan bimbingan kelompok, dan  penguasaan konten.
Kontrol Diri Siswa Dalam Bermain Higgs Domino Island Rahmi, Sari Jannatul; Yendi, Frischa Meivilona
Consilium Vol 3, No 2 (2023): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0769cons

Abstract

Game online merupakan media hiburan digital yang sangat diminati oleh remaja. Salah satunya adalah game higgs domino island. Banyak remaja yang belum memiliki kontrol diri yang baik, hal ini dapat dilihat ketika remaja menghabiskan waktunya untuk bermain higgs domino island sehingga banyak pekerjaan yang terbengkalai. Kontrol diri dapat dilihat dari lima aspek, yaitu: (1) Self-discipline (disiplin diri). (2) Deliberate/non-impulsive (tindakan atau aksi yang tidak impulsive). (3) Healthy habits (kebiasaan sehat). (4) Work ethic (etika kerja). (5) Reliability (kehandalan). Penelitian ini bertujuan untuk mesdeskripsikan kontrol diri siswa dalam bermain higgs domino island. Metode peneltian deskriptif dengan sampel sebanyak 113 orang siswa SMK Negeri 2 Padang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontrol diri siswa dalam bermain higgs domino island secara keseluruhan berada pada kategori sedang dengan presentase 62,83%. Berdasarkan hasil penelitan ini layanan yang dapat diberikan untuk meningkatkan kontrol diri siswa dalam bermain higgs domino island, yaitu layanan informasi, layanan konseling kelompok dan layanan konseling individual.
Konsep Diri Remaja yang Memiliki Orangtua Single Parent dan Implikasinya dalam Layanan Bimbingan dan Konseling Yolanda, Afrida; Sukma, Dina
Consilium Vol 2, No 2 (2022): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0846cons

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena siswa di SMPN 4 Limpato, Kab. Padang Pariaman dimana siswa dihadapkan pada kondisi keluarga single parent yang mengakibatkan siswa tidak menerima keadaan tersebut. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep diri remaja dengan orangtua single parent di SMPN 4 Limpato. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa SMPN 4 Limpato, Kab. Padang Pariaman yang memiliki orangtua single parent sebanyak 32 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket konsep diri remaja dengan orangtua single parent. Data diolah menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) konsep diri siswa yang memiliki orangtua single parent di SMPN 4 Limpato  secara keseluruhan berada pada kategori rendah dengan persentase sebesar 44%, (2) konsep diri siswa yang memiliki orangtua single parent di SMPN 4 Limpato dilihat dari aspek pengetahuan pada umumnya berada pada kategori rendah sebesar 44%; (2) konsep diri siswa yang memiliki orangtua single parent di SMPN 4 Limpato dilihat dari aspek harapan pada umumnya berada pada kategori rendah sebesar 50%; (3) konsep diri siswa yang memiliki orangtua single parent di SMPN 4 Limpato dilihat dari aspek penilaian pada umumnya berada pada kategori sedang sebesar 50%.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN KEMATANGAN KARIR PESERTA DIDIK DI SMA Nopriyani, Desy; Zikra, Zikra
Consilium Vol 1, No 2 (2021): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0727cons

Abstract

Tugas perkembangan peserta didik salah satunya memilih dan merencanakan karir. Konsep diri dapat mempengaruhi peserta didik mencapai kematangan karir. Tujuan penelitian untuk menggambarkan dan menguji hubungan konsep diri dengan kematangan karir dengan menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan deskriptif korelasional. Adapun sampelnya sebanyak 279 peserta didik dengan teknik pengambilan sampel propotional stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket konsep diri  dengan 22 item dari aspek persepsi diri, aspek penghargaan diri, dan aspek kepercayaan diri dan angket kematangan karir dengan 34 item dari aspek perencaan karir, aspek eksplorasi karir, aspek informasi mengenai dunia pekerjaan dan aspek pengambilan keputusan dengan model skala likert. Hubungan kedua variabel menggunakan rumus product moment. Hasil penelitian menemukan: 1) konsep diri siswa pada kategori rendah dengan persentase 55,56%, 2) kematangan karir pada kategori rendah dengan persentase 57,35%, 3) terdapat hubungan positif dan signifikan konsep diri dengan kematangan karir peserta didik dengan rxy? 0,765 dan taraf signifikansi sebesar 0,000
HUBUNGAN KECERDASAN INTERPERSONAL TERHADAP KEYAKINAN DIRI SISWA SMA PERTIWI 1 PADANG Syahadah, Fathiya; Nirwana, Herman
Consilium Vol 1, No 2 (2021): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0818cons

Abstract

Fenomena dilapangan terlihat peserta didik tidak percaya dengan dirinya sendiri dalam artian merasa insecure terhadap penampilannya, kurang mampu bersosialisasi dan tidak yakin terhadap dirinya sendiri sehingga mengabaikan kehidupan sosialnya, peserta didik kurang memperhatikan saat guru menjelaskan materi yang diajarkan, kurangnya keterampilan peserta didik dalam pengadaptasian diri terhadap pergaulan, dan masih ada beberapa peserta didik yang belum mempunyai tanggung jawab akan dirinya sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecerdasan Interpersonal Terhadap Kepercayaan Diri Siswa SMA Pertiwi 1 Padang. Jenis penelitian kuantitatif korelasi. Populasi dalam penelitian ini siswa SMA Pertiwi I Padang berjumlah sebanyak 492 orang. Sampel di dalam penelitian ini berjumlah sebanyak 221 orang. Teknik pengambilan sampel simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner menggunakan skala Likert. Tekni analisis data terdiri dari deskripsi data, uii persyaratan dan uji hipotesis. Hasil penelitian menggambarkan bahwa Kecerdasan Interpersonal siswa secara umum berada pada kategori sangat tinggi, Kepercayaan diri secara umum berada pada kategori sangat tinggi dan terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan interpersonal dengan kepercayaan diri siswa. Artinya, siswa yang memiliki tingkat kecerdasan interpersonal maka dapat menimbulkan kepercayaan diri yang tinggi, begitu pula sebaliknya jika kecerdasan interpersonal  rendah maka kepercayaan diri rendah.
Hubungan Komunikasi Interpersonal dengan Kepuasan Pernikahan Istri Usia Muda Novita, Tata; Sukma, Dina
Consilium Vol 3, No 2 (2023): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0884cons

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena yang terjadi di nagari piobang kecamatan payakumbuh kabupaten lima puluh kota yaitu adanya istri yang menikah diusia muda. oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk 1). Mendeskripsikan kepuasan pernikahan pada istri usia muda di Nagari Piobang, 2). Mendeskripsikan komunikasi interpersonal pada istri usia muda di Nagari Piobang, 3). Menguji apakah terdapat hubungan komunikasi interpersonal dengan kepuasan pernikahan pada istri usia muda di Nagari Piobang.Jenis penelitian yang digunakan ialah deskripsif korelasional dengan metode kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah istri usia muda sebanyak 36 istri usia muda. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket dengan metode skala likert. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dengan menggunakan rumus statistik untuk melihat hubungan manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik siswa dengan menggunakan analisis statistik Pearson Product Moment Correlation dengan Statistical Program for Social Science (SPSS) versi 29.0.Berdasarkan hasil penelitian ditemukan: 1. Komunikasi interpersonal istri usia muda dilihat dari aspek keterbukaan, empati, sikap positif, sikap saling dukung, dan kesetaraan  berada pada kategori tinggi dengan persentase rata-rata skor capaian 72,29%. 2. Kepuasan pernikahan istri usia muda dilihat dari aspek distorsi idealistik, masalah kepribadian, resolusi konflik, manajemen keuangan, aktivitas waktu luang, hubungan seksual, anak-anak dan parenting, keluarga dan teman, peran setara, orientasi beragama, kohesi pernikahan, dan perubahan pernikahan berada pada kategori sedang dengan persentase rata-rata skor capaian 53%. 3. Terdapat hubungan yang positif signifikan antara kemampuan komunikasi interpersonal dengan kepuasan pernikahan pada istri usia muda dengan nilai korelasi 0,790 pada taraf signifikansi 0,000% berada pada kategori kuat.