Articles
105 Documents
Hubungan Kontrol Diri dengan Perilaku Hedonisme Mahasiswa dalam Menggunakan Marketplace
Rahmadani, Putri;
Yendi, Frischa Meivilona;
Sukma, Dina;
Putriani, Lisa;
Handayani, Puji Gusri
Current Issues in Counseling Vol 4, No 1 (2024): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/01006cic
A phenomenon that is currently occurring among teenagers, especially students, is hedonism behavior. One factor that can influence hedonism behavior is self-control. The lack of self-control possessed by students is the cause of hedonism behavior. The aim of this research is to determine the relationship between self-control and students' hedonism behavior in using the marketplace. This research is a type of descriptive and correlational quantitative research. The results of this study show that (1) self-control is in the medium category (57.34%), (2) hedonism behavior is in the medium category (84.17%), (3) The results of the correlation analysis show a negative and significant relationship between self-control (X) with hedonism behavior (Y) with a calculated r value of -0.954 with a significance level of <0.001 at a medium relationship level. Based on the research results, guidance and counseling teachers/counselors can provide assistance to prevent and overcome hedonism behavior by providing information services, individual counseling services and group guidance services.
ANALISIS COPING STRESS PADA MAHASISWA KORBAN BULLYING
Ridwana, Ulfatmi;
Karneli, Yeni
Current Issues in Counseling Vol 4, No 1 (2024): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/01012cic
Korban bullying sering mengalami stress yang bisa berdampak buruk pada prestasi akademis, kesehatan mental, dan kehidupan sosial. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana korban bullying dapat mengatasi stress akibat bullying dengan menggunakan copping stress. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi coping stress yang digunakan oleh mahasiswa yang menjadi korban bullying. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa studi kasus. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tematik dengan melakukan transkip wawancara yang telah diverbatim. Hasil penelitian menunjukkan variasi dalam strategi coping yang digunakan oleh mahasiswa. Beberapa mahasiswa cenderung menggunakan strategi coping aktif, seperti mencari dukungan sosial, self-reflection, dan pemecahan masalah, sementara yang lain lebih cenderung menggunakan strategi coping pasif, seperti penghindaran dan denial. Faktor-faktor yang berpengaruh seperti dukungan sosial, persepsi diri, dan pengalaman sebelumnya memainkan peran penting dalam pemilihan strategi coping.
Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Self Efficacy dalam Menyelesaikan Skripsi
Abdussalam, Hazel;
Putriani, Lisa;
Afdal, Afdal;
Nurfarhanah, Nurfarhanah
Current Issues in Counseling Vol 4, No 1 (2024): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0984cic
Selama penyusunan skripsi, mahasiswa dihadapkan pada masalah-masalah yang dapat menghambat proses penyelesaian skripsi. Hal ini maka disebabkan oleh ketidakmampuan mahasiswa merangkai kata, kesulitan menentukan topik penelitian dan kesulitan lainnya sehingga munculnya ketidakpercayaan diri yang memperlambat proses penyelesaian skripsi. Keyakinan yang dimiliki seseorang dalam melakukan sesuatu atau kemampuan menghadapi kendala yang dalam hal ini biasanya disebut self efficacy. Salah satu faktor yang mempengaruhi self efficacy mahasiswa yaitu dukungan sosial teman sebaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dukungan sosial teman sebaya dan self efficacy dalam menyelesaikan skripsi serta hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan self efficacy dalam menyelesaikan skripsi. Jumlah populasi penelitian adalah 200 orang mahasiswa departemen Bimbingan dan Konseling FIP UNP yang sedang menyelesaikan skripsi dan sampel penelitian adalah 68 orang mahasiswa. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket model skala likert dengan penyebaran angket online menggunakan google formulir. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis korelasi Product Moment dengan bantuan program SPSS versi 20.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) secara umum mahasiswa departemen Bimbingan dan Konseling FIP UNP mendapatkan dukungan sosial teman sebaya yang tinggi dengan persentase 63,08% (2) secara umum mahasiswa departemen Bimbingan dan Konseling FIP UNP memiliki self efficacy dalam menyelesaikan skripsi yang tinggi dengan persentase 54,62%, dan (3) terdapat hubungan yang signifikan positif antara dukungan sosial teman sebaya dengan self efficacy dalam menyelesaikan skripsi dengan rhitung sebesar 0,414. Berdasarkan pedoman interpretasi koefisien korelasi, dengan besar korelasi 0,414 yang berarti memiliki tingkat korelasi cukup kuat.
Hubungan antara Empati dengan Perilaku Prososial
Putra, Aidul;
Sukmawati, Indah
Current Issues in Counseling Vol 4, No 1 (2024): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/01020cic
Perilaku prososial didefinisikan sebagai tindakan sukarela yang dimaksudkan untuk membantu atau memberi keuntungan pada individu atau sekelompok individu. Perilaku prososial penting dimiliki pada kalangan remaja agar dapat berinteraksi dan diterima dalam lingkungan sosial, akan tetapi pada kenyataannya masih banyak siswa yang kurang mencerminkan perilaku prososial di lingkungan sekolah seperti kurang mau membantu teman. Salah satu faktor diduga mempengaruhi perilaku prososial yaitu kurang mampu ber empati. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan empati siswa, mendeskripsikan bagaimana perilaku prososial siswa, dan menguji signifikan antara empati dengan perilaku prososial siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 270 orang siswa MAN 1 Pasaman dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan model Skala Likert. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan Pearson Product Moment untuk mengetahui hubungan empati dengan prososial siswa. Hasil penelitian bahwa empati yang dimiliki siswa MAN 1 Pasaman berada pada kategori sedang, (2) kecenderungan perilaku prososial dimiliki siswa berada pada kategori sedang, (3) terdapat hubungan posistif signifikan antara empati dengan perilaku prososial siswa dengan indeks 0,498.
Hubungan Altruisme dengan Social Loafing Siswa
Araya, Nadya Nurul;
Daharnis, Daharnis
Current Issues in Counseling Vol 4, No 1 (2024): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0995cic
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya siswa yang bersikap pasif atau hanya memilih diam serta membiarkan orang lain untuk mengerjakan tugas lalu menumpang nama dan mendapatkan hasil yang sama ketika mengerjakan tugas kelompok. Salah satu faktor yang memengaruhi social loafing adalah altruisme. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-korelasional. Penelitian ini menggunakan populasi siswa SMAN 8 Padang sebanyak 965 siswa dengan sampel penelitian sebanyak 306 siswa yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala model Likert. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif, korelasional Pearson Product Moment dan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan negatif antara altruisme dengan social loafing siswa dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,767 dan signifikansi 0,000. Implikasi hasil penelitian terhadap BK yaitu dengan memberikan layanan informasi, layanan konseling kelompok dan layanan bimbingan kelompok.
Efektivitas Layanan Informasi dengan Pendekatan Problem Based Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa tentang Dampak Cyberbullying
Ramadhani, Syukri;
Sukmawati, Indah
Current Issues in Counseling Vol 2, No 1 (2022): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0972cic
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya peserta didik di SMAN 3 Lubuk Basung yang belum paham tentang dampak cyberbullying. Salah satu penyebabnya karena belum pernah diberikan informasi terkait hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman siswa tentang dampak cyberbullying sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi dengan pendekatan problem based learning serta untuk menguji efektivitas layanan informasi dengan pendekatan problem based learning dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang dampak cyberbullying. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-experimen design (one group pretest-posttest design). Teknik analisis data menggunakan wilcoxon singed rank test. Hasil penelitian mengungkapkan terjadi peningkatan pemahaman peserta didik mengenai dampak cyberbullying serta layanan informasi dengan pendekatan problem based learning efektif meningkatkan pemahaman siswa tentang dampak cyberbullying. Hal ini diperkuat dari hasil uji wilcoxon signed rank test dimana asymp.sig (2-tailed) pada kelompok eksperimen lebih kecil dari 0,05. Maka disimpulkan layanan informasi dengan pendekatan problem based learning efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang dampak cyberbullying
Hubungan persepsi siswa tentang belajar dengan kegiatan belajar
Oktaviana, Deli;
Daharnis, Daharnis;
Nirwana, Herman;
Taufik, Taufik
Current Issues in Counseling in Press
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/01104cic
Penelitian ini didasarkan oleh kegiatan belajar yang masih dalam kategori sedang. Kemungkinan salah satu faktor penyebabnya adalah persepsi siswa tentang belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan persepsi siswa tentang belajar, 2) mendeskripsikan kegiatan belajar siswa, 3) menguji seberapa besar hubungan persepsi siswa tentang belajar dengan kegiatan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Penelitian ini menggunakan populasi kelas X dan XI siswa SMA Negeri 1 Sitiung sebanyak 636 siswa, sampel penelitian sebanyak 267 siswa dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen persepsi siswa tentang belajar dan instrumen kegiatan belajar dengan skala model Likert. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat persepsi siswa tentang belajar berada pada kategori baik, (2) tingkat kegiatan belajar berada pada kategori baik, dan (3) terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang belajar dengan kegiatan belajar dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,614 dan signifikansi 0,000.
Deskripsi penyesuaian diri pada pasangan yang baru menikah
Elda, Sri;
Ifdil, Ifdil
Current Issues in Counseling Vol 4, No 1 (2024): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/01013cic
Penelitian ini bertujuan mengganalisis penyesuaian diri pada pasangan yang baru menikah, dilatar belakangi oleh banyaknya pasangan suami istri yang mengalami ketidakharmonisan dalam keluarga. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 101 pada pasangan yang baru menikah dengan menggunakan teknik purposive sampling. Intrumen yang digunakan berupa angket atau kuesioner penyesuaian diri dengan nilai koefisien reliabilitas sebesar 0,714. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan: (1) penyesuaian dengan pasangan berada pada kategori tinggi (2) penyesuaian seksual berada pada kategori sangat tinggi (3) penyesuaian keuangan berada pada kategori sangat tinggi (4) penyesusian dengan pihak keluarga pasangan berada pada kategori sangat tinggi. Artinya semakin tinggi penyesuaian diri setiap pasangan maka semakin tinggi pula keharmonisan keluarga pasangan tersebut. Sebaliknya semakin rendah penyesuaian diri setiap pasangan maka semaikin rendah pula keharmonisan keluarga pasangan tersebut. Layanan bimbingan dan konseling penyesuaian diri pasangan yang baru menikah yaitu layanan informasi dan layanan konseling perorangan.
Hubungan Stres Akademik dan Kecanduan Internet dengan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa
suklis, Satry;
Ardi, Zadrian
Current Issues in Counseling Vol 4, No 1 (2024): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/01016cic
Sebagai mahasiswa harus memenuhi tanggung jawab dan kewajibannya dalam aktivitas perkuliahan seperti mengerjakan tugas-tugas akademik. Banyaknya tugas-tugas yang diberikan akan mendorong mahasiswa menjadi malas dan enggan untuk membuat tugas sehingga menyebabkan mahasiswa melakukan prokrastinasi. Prokrastinasi dapat dipengaruhi oleh rasa stres yang dialami mahasiswa karena tuntutan tugas yang diberikan. Selain itu prokrastinasi juga dapat dipengaruhi oleh adanya kecanduan internet pada mahasiswa. Mahasiswa lebih banyak memilih untuk bermain internet dari pada membuat tugasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan stress akademik dan kecanduan internet dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Jenis penelitian adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan analisis regresi. Populasi dalam peneltian ini sebanyak 1,441 mahasiswa dengan sampel 313 mahasiswa yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive random sampling. Pengpulan data penelitian ini menggunakan angket stres akademik, angket kecanduan internet dan angket prokrastinasi akademik. Data diolah menggunakan teknik analisis presentase dan untuk menguji hubungan melalui program statistik SPSS for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan adanyak hubungan yang positif dan signifikan antara stres akademik dan kecanduan internet dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Artinya bahwa semakin tinggi stres akademik dan kecanduan internet pada mahasiswa maka semakin tinggi pula prokrastinasi akademik .
CORRELATION PEER PRESSURE AND MISBEHAVIOR
Putri, Nikita Heriati;
Daharnis, Daharnis
Current Issues in Counseling Vol 4, No 1 (2024): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/01021cic
Penelitian ini mendeskripsikan hubungan peer pressure dengan misbehavior pada remaja serta implikasinya terhadap layanan bimbingan dan konseling. Secara rinci tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan tekanan teman sebaya (peer pressure) pada remaja, 2) mendeskripsikan perilaku misbehavior remaja, 3) menguji seberapa besar hubungan peer pressure dengan misbehavior remaja. Jenis penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Penelitian ini menggunakan populasi kelas X dan XI siswa SMKN 9 Padang sebanyak 898 siswa, sampel penelitian sebanyak 277 siswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen peer pressure dan instrumen misbehavior dengan menggunakan skala model Likert. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif, korelasi Pearson Product Moment dan regresi sederhana dengan bantuan SPSS 29.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat peer pressure berada pada kategori rendah, (2) tingkat misbehavior berada pada kategori sedang, dan (3) terdapat hubungan yang signifikan antara peer pressure dengan misbehavior dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,973 dan signifikansi 0,000. Implikasi bagi Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan oleh guru BK dengan memberikan layanan konseling perorangan, layanan konseling kelompok, layanan penguasaan konten dan kolaborasi dengan guru mata pelajaran atau wali kelas.