cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 881 Documents
Prenatal Yoga sebagai Upaya Meningkatkan Kenyamanan dan Mengurangi Kecemasan pada Ibu Hamil Ulfiana, Alfa; Rizki Wahyu Wulansari; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is a physiological process that is often accompanied by physical and psychological discomforts, particularly during the second and third trimesters. Common complaints include low back pain, muscle tension, sleep disturbances, and increased anxiety, which may negatively affect maternal quality of life if not properly managed. Prenatal yoga has been recognized as a safe complementary therapy that integrates breathing exercises, stretching, posture strengthening, and relaxation techniques tailored for pregnant women. This community service activity aimed to improve comfort and reduce anxiety among pregnant women through prenatal yoga education and practice at BPM Rizki Ambarawa. The program was conducted using an educational and participatory approach involving health education sessions, guided prenatal yoga practice, and evaluation through pretest and posttest questionnaires. Participants consisted of ten pregnant women in their second and third trimesters. The results showed an improvement in participants’ knowledge, with posttest scores reaching 100% in all respondents. Participants also reported reduced back discomfort, improved breathing patterns, and decreased anxiety after the intervention. In conclusion, prenatal yoga is an effective, safe, and feasible complementary intervention to enhance comfort and reduce anxiety among pregnant women in community-based midwifery services.   Abstrak Kehamilan merupakan proses fisiologis yang sering disertai berbagai ketidaknyamanan fisik dan psikologis, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Keluhan yang umum dialami meliputi nyeri punggung, ketegangan otot, gangguan tidur, serta peningkatan kecemasan yang dapat berdampak pada kualitas hidup ibu hamil. Prenatal yoga dikenal sebagai salah satu terapi komplementer yang aman dan efektif karena mengombinasikan latihan pernapasan, peregangan, penguatan postur, dan relaksasi yang disesuaikan dengan kondisi kehamilan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan mengurangi kecemasan ibu hamil melalui edukasi dan praktik prenatal yoga di BPM Rizki Ambarawa. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi dan praktik prenatal yoga, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Peserta kegiatan berjumlah sepuluh ibu hamil trimester II–III. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, ditandai dengan nilai posttest seluruh responden mencapai 100%. Selain itu, peserta melaporkan penurunan keluhan nyeri punggung, pernapasan yang lebih teratur, serta penurunan kecemasan setelah mengikuti latihan. Dapat disimpulkan bahwa prenatal yoga merupakan intervensi komplementer yang efektif, aman, dan mudah diterapkan dalam pelayanan kebidanan berbasis masyarakat.
Edukasi Massage Sidelying Effleurage untuk Mengurangi Nyeri Punggung pada Ibu Hamil di Puskesmas Jimbaran Kabupaten Semarang Zakia, Intan; Murwanti; Wahyu Kristiningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back pain is a common complaint experienced by pregnant women and may reduce comfort during pregnancy. One non-pharmacological method to relieve back pain is Sidelying Effleurage Massage. This community service activity aimed to improve pregnant women’s knowledge of Sidelying Effleurage Massage as a strategy to reduce back pain during pregnancy. The activity was conducted on December 8, 2025, at Jimbaran Public Health Center, Semarang Regency, involving 14 pregnant women. The methods included health education, demonstration, and hands-on practice of the Sidelying Effleurage Massage technique. Evaluation was carried out using pretest and posttest questionnaires to assess participants’ knowledge before and after the intervention. Data were analyzed using the Shapiro–Wilk normality test and the Paired T-Test. The results showed that the mean knowledge score increased from 5.86 ± 1.41 in the pretest to 12.14 ± 1.35 in the posttest, with a mean difference of 6.29. The Paired T-Test indicated a statistically significant difference between pretest and posttest scores (p < 0.001). In conclusion, education on Sidelying Effleurage Massage accompanied by demonstration and direct practice was effective in improving pregnant women’s knowledge as a non-pharmacological effort to reduce back pain during pregnancy. This educational intervention is expected to be applied independently by pregnant women and integrated into maternal health services.   Abstrak Nyeri punggung merupakan keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil dan dapat mengganggu kenyamanan selama kehamilan. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri punggung adalah Massage Sidelying Effleurage. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang teknik Massage Sidelying Effleurage sebagai upaya mengurangi nyeri punggung selama kehamilan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 2025 di Puskesmas Jimbaran, Kabupaten Semarang, dengan melibatkan 14 ibu hamil. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, demonstrasi, dan praktik langsung teknik Massage Sidelying Effleurage. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah edukasi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji Paired T-Test. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan ibu hamil meningkat dari 5,86 ± 1,41 pada pretest menjadi 12,14 ± 1,35 pada posttest, dengan selisih mean sebesar 6,29. Uji Paired T-Test menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor pretest dan posttest (p < 0,001). Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi Massage Sidelying Effleurage yang disertai demonstrasi dan praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil sebagai upaya nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri punggung selama kehamilan. Diharapkan edukasi ini dapat diterapkan secara mandiri oleh ibu hamil dan dikembangkan dalam pelayanan kesehatan ibu.
Implementasi Senam Aerobic Low Impact untuk Mengurangi Nyeri Pinggang pada Lansia Lintang Wening Pembayun; Maulidina, Rifatul; Gabriella Jesicca Eriesti; Nita Amalia Nur Azizah; Risma Aliviani Putri; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Older adults often experience a decline in physical function that can lead to musculoskeletal problems, particularly low back pain. This community service article aims to describe the  implementation  of  an  aerobic  low-impact  exercise program  to  reduce  low  back  pain  and  to  improve  the knowledge  and  skills  of  Posyandu  Lansia  managers  in Ampelgading   Hamlet,   Kenteng   Village.  The   program community service   involved   elderly   participants   aged   50–80   years  and Posyandu managers. Activities included health education, demonstration   and   practice   of   aerobic   low-impact exercises, and the use of an instructional exercise video. Evaluation  was  conducted  using  pre-  and  post-tests  to assess   managers’   knowledge   and   skills,   as   well   as questionnaires  to  observe  changes  in  low  back  pain complaints  among  the  elderly.  The  results  showed  an improvement  in  the  knowledge  and  skills  of  Posyandu managers after the training. In addition, elderly participants   reported   a   decrease   in   low   back   pain complaints after participating in the exercise program. In conclusion,  aerobic  low-impact  exercise  supported  by education and video guidance is a simple and effective approach  to  support  community-based  elderly  health programs  and  improve  physical  comfort  among  older adults.    Abstrak Lansia  sering  mengalami  penurunan  fungsi  fisik  yang dapat menyebabkan masalah muskuloskeletal, khususnya nyeri punggung bawah. Artikel pelayanan masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi program latihan aerobik berdampak rendah untuk mengurangi nyeri punggung  bawah  dan  meningkatkan  pengetahuan  serta keterampilan para pengelola Posyandu Lansia di Dusun Ampelgading,  Desa  Kenteng.  Program  ini  melibatkan peserta lansia berusia 50–80 tahun dan para pengelola Posyandu.   Kegiatan   meliputi   pendidikan   kesehatan, demonstrasi   dan   praktik   latihan   aerobik   berdampak rendah,  serta  penggunaan  video  instruksional  latihan. Evaluasi  dilakukan  menggunakan  pretest  dan  posttest untuk   menilai   pengetahuan   dan   keterampilan   para pengelola,  serta  kuesioner  untuk  mengamati  perubahan keluhan nyeri punggung bawah di kalangan lansia. Hasil menunjukkan para lansia dapat mempraktekkan senam low impact   setelah   pelatihan.   Selain   itu,   peserta   lansia melaporkan  penurunan  keluhan  nyeri  punggung  bawah setelah   mengikuti   program   latihan.   Kesimpulannya, olahraga aerobik berdampak rendah yang didukung oleh edukasi   dan   panduan   video   merupakan   pendekatan sederhana dan efektif untuk mendukung program kesehatan lansia berbasis komunitas dan meningkatkan kenyamanan fisik di kalangan lansia. 
Prenatal Yoga untuk Mengurangi Nyeri Pinggang pada Ibu Hamil Trimester III Febriana Dewi, Riski; Shofia Luthfiyati Annisa, Siti; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy in the third trimester is characterized by significant physiological and anatomical changes that may lead to musculoskeletal discomfort, particularly lower back pain. This condition is commonly experienced by pregnant women due to postural changes, increased body weight, and hormonal influences such as relaxin, which affects joint and ligament stability. Lower back pain during pregnancy can reduce mobility, disrupt sleep, increase stress levels, and negatively impact the overall quality of life of pregnant women. Therefore, effective and safe non-pharmacological interventions are needed to address this issue. This community service program aimed to reduce lower back pain and improve knowledge among third-trimester pregnant women through the implementation of prenatal yoga at Klinik Sehat Sidamukti, Sidamukti Village, Patimuan District. The intervention consisted of health education regarding the causes and impacts of lower back pain during pregnancy, followed by guided prenatal yoga sessions focusing on stretching, breathing techniques, and relaxation. The activity involved ten third-trimester pregnant women and was conducted through several stages, including preparation, implementation, evaluation, and follow-up. Pain intensity was measured using a pain scale before and after the intervention, while participants’ knowledge was assessed through pre-test and post-test questionnaires. The results showed a significant decrease in lower back pain intensity after the intervention. Prior to prenatal yoga, all participants experienced moderate to severe pain. Following the intervention, all participants reported mild pain levels. Additionally, participants’ knowledge regarding prenatal yoga improved from 89.5% in the pre-test to 100% in the post-test. These findings indicate that prenatal yoga is an effective non-pharmacological intervention to reduce lower back pain and enhance knowledge among pregnant women in their third trimester. Integrating prenatal yoga into routine antenatal care is recommended to promote maternal comfort and well-being.   Abstrak Kehamilan trimester ketiga merupakan periode yang ditandai dengan peningkatan pertumbuhan janin dan perubahan fisiologis yang signifikan pada tubuh ibu. Perubahan postur tubuh, peningkatan berat badan, serta pengaruh hormon relaksin sering menimbulkan keluhan muskuloskeletal, terutama nyeri pinggang bawah. Nyeri pinggang merupakan salah satu keluhan paling umum pada ibu hamil trimester III dan dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup, gangguan tidur, keterbatasan aktivitas, serta meningkatnya stres dan kecemasan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi non-farmakologis yang aman, efektif, dan mudah diterapkan untuk mengurangi keluhan tersebut. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah prenatal yoga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengurangi nyeri pinggang serta meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III melalui penerapan prenatal yoga di Klinik Sehat Sidamukti, Desa Sidamukti, Kecamatan Patimuan. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan mengenai nyeri pinggang pada kehamilan, praktik prenatal yoga yang dipandu oleh tenaga kesehatan, serta evaluasi menggunakan pengukuran skala nyeri dan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Peserta kegiatan berjumlah 10 ibu hamil trimester III. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri pinggang yang signifikan. Sebelum intervensi, seluruh peserta berada pada kategori nyeri sedang hingga berat, sedangkan setelah intervensi, seluruh peserta mengalami nyeri ringan. Selain itu, tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat dan penerapan prenatal yoga juga mengalami peningkatan, dari 89,5% pada pre-test menjadi 100% pada post-test. Kesimpulannya, prenatal yoga efektif sebagai intervensi non-farmakologis untuk mengurangi nyeri pinggang sekaligus meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III. Kegiatan ini diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam pelayanan antenatal sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan ibu dan janin.
Yoga untuk Mengurangi Dismenore Primer Muskhofah Oviyanti; Mardhiyana, Dyna; Veftisia, Vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is a dynamic developmental phase in a person's life. One biological sign of adolescence is the onset of menstruation, which begins between the ages of 10 and 16. Menstruation is a physiological process that occurs in all women. However, many women experience menstrual problems, including menstrual pain/dysmenorrhea. Menstrual pain/dysmenorrhea is a gynecological complaint caused by an imbalance of the hormone progesterone in the blood, resulting in pain. The purpose of this community service is to provide counseling and practice of youth yoga for adolescent girls to reduce the pain of dysmenorrhea. The activity, held on December 14, 2025, in Randumuktiwaren Village, Pekalongan Regency, involved 10 adolescent girls. This community service activity will be divided into three stages: planning, counseling and practical work, and evaluation. From the results of univariate analysis before being given counseling to 10 respondents, there were 8 respondents who had knowledge in the poor category, after counseling, the results of 10 respondents were 9 respondents who had knowledge in the good category and 1 respondent who had knowledge in the poor category, the results of the paired t test showed a significant increase in participant knowledge with a significance value of <0.000 and young women can apply yoga therapy movements to overcome primary dysmenorrhea. From the results obtained after counseling, there was an increase in respondents' knowledge of the material provided.   Abstrak Masa remaja adalah suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seseorang. Salah satu tanda keremajaan secara biologi yaitu mulainya remaja mengalami menstruasi yang dimulai antara usia 10 sampai 16 tahun. Menstruasi merupakan hal yang bersifat fisiologis yang terjadi pada setiap perempuan. Namun pada kenyataannya banyak perempuan yang mengalami masalah menstruasi, diantaranya nyeri haid/dismenore. Nyeri haid / dismenore adalah keluhan ginekologis akibat ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah sehingga mengakibatkan timbul rasa nyeri. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan dan praktik yoga remaja pada remaja putri  untuk mengurangi nyeri dismenorea. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Desember 2025 di Desa Randumuktiwaren Kabupaten Pekalongan, melibatkan 10 remaja perempuan Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dibagi menjadi 3 tahap kegiatan yang pertama perencanaan, kedua penyuluhan dan praktikum yang ketiga evaluasi. Dari hasil analisis univariat sebelum diberikan penyuluhan dan praktik yoga terhadap 10 responden terdapat 8 responden memiliki pengetahuan kategori kurang, sesudah dilakukan penyuluhan didapatkan hasil dari 10 responden sebanyak 9 responden memiliki pengetahuan kategori baik dan 1 responden memiliki pengetahuan kategori kurang, hasil paired t test menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta dengan nilai signifikansi < 0,000 dan remaja putri dapat mengaplikasikan gerakan-gerakan terapi yoga untuk mengatasi dismenore primer. Dari hasil yang didapatkan setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan responden terhadap materi yang diberikan.
Yoga sebagai Upaya Mengurangi Nyeri Haid pada Remaja di Sekolah MTS Nurul Islam Anggun Puspita Dewi; Nurul Firdaus; Tuti Emawati; Nurjanah; Putri, Risma Aliviani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstrual pain (dysmenorrhea) is a common complaint among adolescent girls and can disrupt comfort and learning activities at school. Many adolescents experience abdominal cramps, back pain, headaches, and mood changes,   yet few are aware of effective non- pharmacological management methods. Yoga is a form of physical exercise and relaxation that can help relieve menstrual pain through muscle stretching, breathing, and body relaxation (Rong et al., 2020). Objective: This community service activity aims to provide reproductive health education and train adolescent girls at MTs Nurul Islam to perform yoga movements to safely and independently reduce menstrual pain intensity. Methods: The activity was conducted on December 13, 2025, with 34 female students from grades VII–IX experiencing menstrual pain. The implementation included a pre-test, education on menstrual pain and the benefits of yoga, guided yoga practice with an instructor, and a post-test to assess participants’ knowledge and skills improvement. Results: Pre-test results showed that most participants had adequate knowledge of menstrual pain and yoga. After the educational and yoga practice sessions, post-test results indicated a significant improvement, with 76% of participants having good knowledge and all participants able to perform yoga movements correctly. Participants also reported reduced menstrual pain intensity and increased comfort during school activities. Conclusion: Yoga is proven effective as a non-pharmacological method for reducing menstrual pain in adolescent girls while enhancing their understanding of reproductive health. This activity can be considered a safe, easy-to-practice, and beneficial intervention for the well-being of adolescent girls at school   Abstrak Nyeri haid (dismenore) merupakan keluhan umum yang dialami remaja putri dan dapat mengganggu kenyamanan serta aktivitas belajar di sekolah.       Banyak remaja mengalami kram perut, nyeri punggung, sakit kepala, dan perubahan suasana hati, namun masih sedikit yang mengetahui cara penanganan non-farmakologis yang efektif. Yoga merupakan latihan fisik dan relaksasi yang dapat membantu meredakan nyeri haid melalui peregangan otot, pernapasan, dan relaksasi tubuh (Rong et al., 2020). Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kesehatan reproduksi dan melatih remaja putri di Sekolah MTs Nurul Islam melakukan gerakan yoga untuk mengurangi intensitas nyeri haid secara aman dan mandiri. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2025 dengan peserta sebanyak 34 remaja putri kelas VII–IX yang mengalami nyeri haid. Metode pelaksanaan meliputi pre- test, edukasi tentang nyeri haid dan manfaat yoga, praktik gerakan yoga bersama instruktur, serta post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil: Hasil pre-test menunjukkan sebagian besar peserta memiliki pengetahuan cukup mengenai nyeri haid dan yoga. Setelah kegiatan edukasi dan praktik yoga, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan, dengan 76% peserta memiliki pengetahuan baik dan seluruh peserta mampu melakukan gerakan yoga secara benar. Selain itu, peserta melaporkan penurunan intensitas nyeri haid dan meningkatnya kenyamanan saat beraktivitas di sekolah. Kesimpulan: Yoga terbukti efektif sebagai metode non-farmakologis untuk mengurangi nyeri haid pada remaja putri, sekaligus meningkatkan pemahaman mereka tentang kesehatan reproduksi. Kegiatan ini dapat dijadikan alternatif intervensi yang aman, mudah dilakukan, dan bermanfaat bagi kesejahteraan remaja putri di sekolah.
Pijat Commond Cold untuk Mengatasi Batuk Pilek pada Bayi Balita di Posyandu Anggrek Biru Lilis Jayanti; Qomaril Andrea Sani , Nur; Listiyaningsih, Moneca Diah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Common cold is an upper respiratory tract disorder that most often affects children. One of the negative effects of common cold in children is that the germs that cause it will enter the lower respiratory tract, namely the bronchi and alveoli. One way to relieve the symptoms of common cold is with massage therapy. Objective: This activity is to increase mothers' knowledge about common cold massage to relieve cough and cold symptoms in toddlers. Method: Community Service will be implemented in 3 stages: The First Stage is preparation by collaborating with partners and determining the target of community service. The Second Stage is the implementation stage, before the counseling, a pretest is conducted to explore mothers' knowledge about common cold massage. Next, education and training on common cold massage are carried out with direct demonstrations. The Third Stage is an evaluation by giving a posttest questionnaire. Results: This activity was attended by 20 mothers who have children aged 0-59 months. Before the counseling about baby massage, it was found that most of the mothers' knowledge was in the poor category, namely 16 people (80%), and after the counseling, 20 mothers had knowledge in the good category, namely 100%. There was an increase in knowledge before and after the common cold massage counseling. Suggestion: Health workers make common cold massage education a regular topic in the Mother and Toddler Class activities or during Posyandu visits to increase the knowledge of mothers of toddlers about relieving common cold symptoms, thereby reducing dependence on the use of chemical drugs (polypharmacy) for self-limiting diseases.   Abstrak Common cold merupakan gangguan saluran pernafasan atas yang paling sering mengenai anak dan anak. Salah satu efek negatif commond cold pada anak adalah kuman penyebabnya akan masuk ke bagian bawah saluran pernapasan, yaitu bronkus dan alveoli. Salah satu cara untuk meredakan gejala common cold adalah dengan terapi pijat. Tujuan : kegiatan ini adalah meningaktkan pengetahuan ibu tentang pijat common cold untuk meredakan gejala batuk pilek pada balita. Metode : Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama dengan mitra dan menentukan sasaran pengabdian masyarakat. Tahap Kedua tahap pelaksanaan, sebelum dilakukan penyuluhan, dilakukan pretest untuk menggali pengetahuan ibu mengenai pijat common cold. Selanjutnya dilakukan edukasi dan pelatihan pijat common cold dengan demonstrasi secara langsung. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan kuesioner posttest. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang ibu yang memiliki anak usia 0-59 bulan. Sebelum dilakukan penyuluhan mengenai pijat bayi didapatkan sebagian besar pengetahuan ibu dalam kategori kurang yaitu sebanyak 16 orang (80%) dan setelah dilakukan penyuluhan ibu memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebanyak 20 orang (100%). Kesimpulan: terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan pijat common cold.  petugas kesehatan menjadikan edukasi pijat common cold sebagai materi tetap dalam kegiatan Kelas Ibu Balita atau saat kunjungan Posyandu guna meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang meredakan gejala common cold sehingga mengurangi ketergantungan pada penggunaan obat-obatan kimia (polifarmasi) untuk penyakit yang bersifat self-limiting.
Edukasi Prenatal Yoga Teknik Relaksasi dan Pernafasan untuk Ketidaknyamanan Kehamilan Reni Barus, Emi; Nurmila; Addawiyah , Rubiatul; Rostinah; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy involves various physiological changes, including physical changes, changes in the digestive system, respiratory system, urinary tract, musculoskeletal system, and circulation. Physiological changes and psychological adaptations cause discomfort in pregnant women in each trimester. Some preventive measures that can be taken during pregnancy to ensure the mother and fetus are in good health and later a normal delivery process include light exercise such as morning walks, aerobics, pregnancy gymnastics, stationary cycling, dancing, and yoga. Prenatal yoga can provide benefits for the mental and physical health of pregnant women. The purpose of this activity is to increase the knowledge of pregnant women about the benefits of prenatal yoga in overcoming pregnancy discomfort. Community Service will be implemented in 3 stages: The First Stage is preparing by collaborating with community service partners by obtaining permission from partners. The Second Stage is conducting prenatal yoga socialization and training to reduce discomfort by providing pretest questionnaires, providing materials and practicing prenatal yoga. The Third Stage is conducting evaluations to pregnant women by providing several posttest questionnaires and direct questions and answers. The results of the community service program, which involved 14 pregnant women, revealed that the majority of pregnant women's knowledge before the education session was in the poor category (71.4%), and after the education session, their knowledge was in the good category (100%). This indicates an increase in knowledge among pregnant women after receiving health education. Healthcare workers are expected to practice prenatal yoga on an ongoing basis to improve the well-being of pregnant women. Abstrak Kehamilan melibatkan berbagai perubahan fisiologis antara lain perubahan fisik, perubahan sistem pencernaan, sistem respirasi, sistem traktus urinarius,muskuloskeletal dan sirkulasi. Perubahan fisiologis dan adaptasi psikologis menyebabkan ketidaknyamanan pada pada ibu hamil di setiap trimester. Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan selama kehamilan agar ibu dan janin berada dalam kondisi sehat serta nantinya terjadi proses persalinan normal yaitu olahraga ringan jalan pagi, aerobic, senam hamil, bersepeda statis, menari, dan yoga. Prenatal yoga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental dan fisik ibu hamil. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat prenatal yoga dalam mengatasi ketidaknyamanan kehamilan. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama mitra pengabdian masyarakat dengan cara melakukan perizinan kepada mitra. Tahap Kedua Melakukan sosialisasi dan pelatihan Prenatal yoga untuk mengurangi ketidaknyamanan dengan cara memberikan kuesioner pretest, pemberian materi dan praktek prenatal yoga. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi kepada ibu hamil dengan memberikan beberapa kuesioner posttest dan tanya jawab secara langsung. Dari hasil pengabdian Masyarakat yang diikuti oleh 14 ibu hamil didapatkan sebagian besar pengetahuan ibu hamil sebelum dilakukan edukasi dalam kategori kurang sebesar 71,4% dan setelah diberikan edukasi pengetahuan ibu dalam kategori baik sebesar 100%. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkiatan pengetahuan pada ibu hamil setelah diberikan edukasi kesehatan. Diharapkan tenaga kesehatan untuk melakukan prenatal yoga secara berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan ibu hamil.
Teknik Akupresure untuk Mengurangi Dismenore pada Remaja Putri di Kelurahan Gunung Seteleng Limbu, Hermin; Muliana, Muliana; Susanti, Rini
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore is pain during menstruation. Dismenore or menstrual pain usually occurs in the bottom, waist, even back. As many as 90% of adolescent girls worldwide experience menstrual problems and more than 50% of menstruating women experience primary dysmenorrhea with 10-20% of them experiencing severe symptoms. It is reported that 30-60% of adolescent girls who have dysmenorrhea, as many as 7-15% do not go to school or work. For this reason, it is necessary to do IEE / counseling in cases of dysmenorrhea to find out early complications of dysmenorrhea or symptoms that can arise, especially in adolescents.   (Larasati, T. A. &; Alatas, 2016). The purpose of this activity is to provide complementary acupressure therapy to young women in Gunung Seteleng village to overcome dysmenorrhea. The problem that often arises is that there are still many Young Women who do not know about how to overcome Dysmenorrhea. So when young women experience dysmenorrhea at school, many are allowed to not be able to attend lessons because they are not focused due to dysmenorrhea. Realizing this, the community service team feels that they can facilitate through counseling and demonstrations to young women to learn to understand and be able to practice and apply Acupressure Techniques when experiencing dysmenorrhea independently in their respective homes and can re-demonstrate acupressure method techniques, so that Dysminorhea in adolescents can be reduced. Community service will be carried out in 3 stages, namely: First Stage:  Selection of groups of young women in Gunung Seteleng village who are willing to be taught about acupressure, dysmenorrhea, Second Stage: Conducting acupressure socialization and training to deal with dysmenorrhea. Stage Three Evaluation of acupressure methods that have been taught to young women.     Abstrak Dismenore merupakan nyeri sewaktu haid. Dismenore atau nyeri haid biasanya terjadi di bagian bawah, pinggang, bahkan punggung . Sebanyak 90% dari remaja  wanita di seluruh dunia mengalami masalah saat haid dan lebih dari 50% dari wanita haid mengalami dismenore primer dengan 10-20% dari mereka mengalami gejala yang cukup parah. Dilaporkan 30-60% remaja wanita yang mengalami dismenore, sebanyak 7-15% tidak pergi ke sekolah atau bekerja. Untuk itu perlu dilakukan KIE/ konseling  dalam kasus dismenorhea untuk mengetahui sejak dini komplikasi dismenorhea atau gejala gejala yang dapat timbul khususnya pada remaja. (Larasati, T. A. & Alatas, 2024 Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan terapi komplementer akupresure pada Remaja putri Di Kelurahan Gunung Seteleng untuk mengatasi  dismenore. Masalah yang sering muncul adalah masih banyaknya Remaja Putri yang belum mengetahui mengenai cara mengatasi Dismenore. Sehingga saat remaja putri mengalami dismenore disekolah banyak yang ijin tidak dapat mengikuti pelajaran karena tidak fokus akibat dismenore. Menyadari hal tersebut tim pengabdian masyarakat merasa dapat memfasilitasi melalui penyuluhan dan demonstrasi kepada remaja putri agar belajar memahami dan mampu mempraktekkan serta menerapkan Tehnik Akupreasure saat mengalami dismenore secara mandiri di rumah masing- masing dan dapat mendemonstrasikan ulang teknik metode akupresur, sehingga dismenore pada remaja bisa berkurang. Pengabdian masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama Pemilihan kelompok remaja putri di Kelurahan Gunung Seteleng yang bersedia diajarkan tentang akupresur dismenore TahapKedua Melakukan sosialisasi dan pelatihan akupresure untuk menangani dismenore. Tahap ke Tiga Evalusi cara akupresur yang sudah diajarkan kepada remaja putri.
Edukasi Akupresur untuk Mengurangi Nyeri Haid Primer pada Remaja Putri Maya Lisnawati Sihaloho; Martina Sri Rejeki Hutapea; Elma Adelina Noviyanti; Diah Nur Fitri; Windayanti, Hapsari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstrual pain, or dysmenorrhea, is a common problem experienced by young women during menstruation. Primary menstrual pain can impact adolescent productivity and well-being, resulting in impaired concentration, school absence, and decreased academic performance. Menstrual pain can be managed through pharmacological and non-pharmacological methods. One recommended non-pharmacological therapy is acupressure. The purpose of this activity is to introduce acupressure to adolescents as a solution for overcoming menstrual pain. The method used in carrying out community service is Hybrid Learning. Community service will be implemented in three stages: the first stage is preparation by collaborating with partners. The second stage is the implementation stage, where a pre-test is conducted before the counseling is conducted to explore adolescents' knowledge. Next, education and training on menstrual pain acupressure are conducted by directly practicing menstrual pain acupressure. The third stage is an evaluation through a post-test and direct interviews, and concludes with an activity report. The results of the community service show that 20 adolescents participated in this activity. Before the counseling session on acupressure for menstrual pain, the majority of adolescents' knowledge was found to be poor, with 15 (75%) and after the counseling session, 20 (100%) had good knowledge. This concludes that there was an increase in knowledge before and after the acupressure session. It is hoped that health workers will improve health promotion programs regarding non-pharmacological methods of managing dysmenorrhea in adolescents, especially acupressure.   Abstrak Nyeri haid atau dismenore adalah salah satu masalah yang seringkali dialami oleh wanita muda ketika menstruasi. Nyeri haid primer dapat memengaruhi produktivitas dan kesejahteraan remaja seperti gangguan konsentrasi, ketidakhadiran sekolah, dan penurunan prestasi akademik. Penanganan nyeri haid dapat dilakukan dengan cara yaitu, secara farmakologi dan non farmakologi. Adapun terapi non farmakologi yang dianjurkan salah satunya yaitu akupresur. Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan akupresur kepada remaja sebagai Solusi dalam mengatasi nyeri haid. Metode yang digunakan dalam melakukan pengabdian masyarakat yaitu Hybrid Learning. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama dengan mitra. Tahap Kedua tahap pelaksanaan, sebelum dilakukan penyuluhan, dilakukan pretest untuk menggali pengetahuan remaja. Selanjutnya dilakukan edukasi dan pelatihan akupresur nyeri haid dengan mempraktekkan langsung akupresur nyeri haid. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan post test dan wawancara secara langsung dan diakhiri dengan membuat laporan kegiatan. Dari hasil pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 20 orang remaja. Sebelum dilakukan penyuluhan mengenai akupresur nyeri haid didapatkan sebagian besar pengetahuan remaja dalam kategori kurang yaitu sebanyak 15 orang (75%) dan setelah dilakukan penyuluhan remaja memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebanyak 20 orang (100%). Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan mengenai akupresur.  Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan program promosi kesehatan mengenai cara mengatasi dismenore pada remaja secara non farmakologi terutama akupresur.