cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 881 Documents
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care ( COC ) pada Ny. N Usia 29 Tahun G2P1A0 dengan Riwayat Sc dan Jarak Kehamilan Terlalu Dekat di Kelurahan Candirejo Wilayah Kerja Puskesmas Ungaran Khasanah, Nur; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy, childbirth, postpartum, and the neonatal period are physiological conditions that can threaten the life of the mother and baby and can even lead to death. One of the efforts that can be made is by applying a comprehensive midwifery care model to optimize the detection of high maternal and neonatal risks. The purpose of comprehensive midwifery care for Mrs. N is to provide midwifery care to pregnant women, during childbirth, postpartum, newborns, and family planning for Mrs. N, G2P1A0. The method used in this case study on comprehensive care for pregnant women, childbirth, newborns, and postpartum is the descriptive method. The type of descriptive research used is a case study. The sample in this study is a pregnant woman in her second trimester, 17 weeks of gestation, G2P1A0. The research was conducted from May 20, 2025, to November 11, 2025, in the Candirejo sub-district, RT 04 RW 02. The research instrument used the SOAP documentation method. Data collection techniques used primary data through interviews, observation, physical examinations, and the maternal and child health book (KIA). The results of the care showed that Mrs. N, at 17 weeks of gestation, had a physiological pregnancy with no complaints, but with a history of cesarean section and a pregnancy interval that was too short (less than 2 years). The delivery received antibiotics and also pain relief. The postpartum period went well, with no bleeding and good uterine contractions. In the newborn, the results of the anthropometric examination were normal and the SHK examination was negative. Mrs. N decided to use the 3-month injectable contraception. The results obtained indicate that comprehensive midwifery care was provided starting from the pregnancy period at 17 weeks of gestation until she became a contraception acceptor, and SOAP documentation was carried out. Abstrak Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan fisioligis yang dapat mengancam keselamatan jiwa ibu dan bayi bahkan dapat menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan menerapkan model asuhan kebidanan komperhensif untuk mengoptimalkan deteksi resiko tinggi maternal neonatal. Tujuan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. N untuk melakukan asuhan kebidanan Continuity Of Care ( COC ) Pada Ny. N Usia 29 Tahun G2P1A0 Dengan Riwayat Sc Dan Jarak Kehamilan Terlalu Dekat Di Kelurahan Candirejo Wilayah Kerja Puskesmas Ungaran. Metode yang digunakan pada penelitian studi kasus asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, bayi baru lahir dan nifas ini adalah metode deskriptif. Jenis penelitian diskiptif yang digunakan adalah penelaah kasus (Case Study) sampel pada penelitian ini yaitu seorang ibu hamil trimester II usia kehamilan 17 minggu, G2P1A0. Waktu penelitian 20 Mei 2025 - 11 November 2025 di wilayah Kelurahan Candirejo RT 04 RW 02. Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentassi SOAP. Teknik pengumpulan menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan buku KIA. Hasil Asuhan didapatkan Ny. N usia kehamilan 17 minggu hamil fisiologis tidak ada keluhan dengan riwayat SC dan jarak kehamilan terlalu dekat ( kurang dari 2 tahun ). Persalinan mendapatkan antibiotik dan juga anti nyeri. Masa nifas berlangsung baik, tidak ada perdarahan dan juga kontraksi uterus baik. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antopometri normal dan pemeriksaan SHK negative. Ny. N memutuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan. Hasil yang diperoleh yaitu telah dilakukan asuhan kebidanan komprehensif mulai dari masa kehamilan dengan usia kehamilan 17 minggu sampai dengan menjadi akseptor KB dan dilakukan pendokumentasi SOAP.
Edukasi Pemberian Makanan Gizi Seimbang sebagai Upaya Meningkatkan Napsu Makan pada Balita di Desa Sendang Kecamatan Bringin Nova Fitria Salsabila; Gabriella Aula
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community is a social group that lives together in a certain area, interacts based on the prevailing value system and customs, and has a shared identity and sense of attachment. Community midwifery services are a form of intervention carried out by midwives in order to identify and resolve health problems experienced by mothers and toddlers at the family and community levels. The general objective of community midwifery is that midwives are able to improve community welfare, especially the health of mothers and children within the scope of the work area, so that the ultimate goal is that the community is able to solve its problems independently. Based on the results of the study carried out on from November 24, 2025 to December 13, 2025 in Sendang Village, Bringin District, data was obtained, namely the number of pregnant women was 2 people, the number of postpartum mothers was 2 people, the number of toddlers was 30 children, the number of teenagers was 36 people. The data obtained showed that there were problems in each group. The method used in Community midwifery care activities were carried out in Sendang Village, Bringin District, Semarang Regency, from November 24, 2025 to December 13, 2025. Data collection was carried out by students through interview and observation methods to obtain a comprehensive picture of the target's health conditions. The stages of implementing community care include the process of assessing and analyzing data, formulating and determining problem priorities, preparing intervention plans, implementing programs and evaluating. Evaluation of community practice activities in Sendang Village, Bringin District, Semarang Regency. The evaluation of community practice in Sendang Village, Bringin District, Semarang Regency is that the implementation is running well according to the planning that has been mad. Such as preparing a balanced daily menu, providing food according to the age and portion of toddlers, utilizing local food ingredients, etc. Some inputs that can be considered include: there are still parents who have not implemented optimal food variations and tend to provide the same menu every day, consistency in bringing toddlers to the integrated health post (posyandu) for growth monitoring still needs to be improved, and some suggestions that can be given are, providing further assistance, providing examples of simple menus, and strengthening the role of integrated health post (posyandu) cadres.   Abstrak Komunitas merupakan suatu kelompok sosial yang hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu, berinteraksi berdasarkan sistem nilai dan adat istiadat yang berlaku, serta memiliki identitas dan rasa keterikatan bersama.Pelayanan kebidanan komunitas merupakan bentuk intervensi yang dilakukan oleh bidan dalam rangka mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan kesehatan yang dialami oleh ibu dan anak balita di tingkat keluarga maupun komunitas. Tujuan umum kebidanan komunitas yaitu bidan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak yang ada dalam cakupan wilayah kerja, sehingga tujuan akhir bahwa masyarakat mampu memecahkan masalahnya secara mandiri. Berdasarkan hasil pengkajian yang dilaksanakan pada tanggal 24 November 2025 sampai 13 Desember 2025 di Desa Sendang Kecamatan Bringin, diperoleh data yaitu jumlah ibu hamil 2 orang, jumlah ibu nifas 2 orang, jumlah balita 30 anak, jumlah remaja 36 orang. Data yang diperoleh menunjukan terdapat masalah pada tiap kelompok. Metode yang digunakan dalam Kegiatan asuhan kebidanan komunitas dilaksanakan di di Desa Sendang Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, dalam kurun waktu 24 November 2025 sampai 13 Desember 2025. Pengumpulan data dilakukan mahasiswa melalui metode wawancara dan observasi untuk memperoleh gambaran kondisi kesehatan sasaran secara komprehensif. Tahapan pelaksanaan asuhan komunitas mencakup proses pengkajian dan analisis data, perumusan serta penentuan prioritas masalah, penyusunan rencana intervensi, implementasi program dan evaluasi. Evaluasi kegiatan praktek komunitas di Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Evaluasi dari praktik komunitas di Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang ialah implentasi berjalan dengan baik sesui dengan perencanaan yang telah dibuat. Seperti penyusunan menu harian seimbang, pemberian makan sesuai usia dan porsi balita, pemanfaatan bahan pangan lokal,dll. Beberapa masukan yang dapat diperhatikan antara lain : masih terdapat orang tua yang belum menerapkan variasi makanan secara optimal dan cenderung memberikan menu yang sama setiap hari, konsistensi dalam membawa balita ke posyandu untuk pemantauan pertumbuhan masih perlu ditingkatkan, dan beberapa saran yang dapat diberikan yaitu , melakukan pendampingan lanjut, penyediaan contoh menu sederhana, dan penguatan peran kader posyandu.
Penyuluhan Terapi Akupresure untuk Mengatasi Mual Muntah pada Ibu Hamil Nainggolan, Julita Br; Damayanty, Thisna; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nausea and vomiting (morning sickness) are common and common symptoms in the first trimester of pregnancy. Nausea and vomiting during pregnancy are usually caused by changes in the endocrine system that occur during pregnancy. One non-pharmacological treatment to reduce nausea and vomiting is acupressure on the pericardium 6 (P-6) point for 30 seconds to 2 minutes. Acupressure is a simple, easy-to-perform therapy with no side effects because it is non-invasive. Objectives: This educational activity aims to provide insight to pregnant women, prepare the tools and materials used, and demonstrate the acupressure technique at the P-6 point to reduce nausea and vomiting that will be given to pregnant women. The methods used include providing counseling and completing a questionnaire to gain knowledge about acupressure therapy education. The results of community service activities that have been carried out at the integrated health post (Posyandu) in the working area of the Selumit Village Community Health Center, Central Tarakan Beach, which was carried out on November 2, 2025. In carrying out the activities, the community service officers conducted lectures and Q&A sessions with pregnant women who were assessed, with the results obtained that after the counseling, the majority had good knowledge, namely 9 people out of 10 others. This can be caused by the increase in knowledge of pregnant women so that they are motivated to practice at home.   Abstrak Mual (nause) dan muntah (morning sickness) adalah gejala yang wajar dan sering didapatkan pada kehamilan trimester pertama. Mual dan muntah saat kehamilan biasanya disebabkan oleh perubahan dalam sistem endokrin yang terjadi selama kehamilan. Salah satu penatalaksanaan non farmakologis untuk mengurangi mual dan muntah yaitu Akupresur pada titik perikardium 6 (P-6) selama 30 detik sampai 2 menit. Akupresur merupakan terapi yang sederhana, mudah dilakukan, tidak memiliki efek samping karena tidak melakukan tindakan invasive. Tujuan Kegiatan pemberian penyuluhan dan edukasi ini bertujuan memberi wawasan terhadap ibu hamil, menyiapkan alat dan bahan yang digunakan, serta mendemonstrasikan teknik akupresur pada titik P-6 dalam penurunan mual dan muntah yang akan diberikan pada ibu hamil. Metode yang digunakan yaitu memberikan penyuluhan dan mengisi kuesioner untuk menggali pengetahuan tentang edukasi terapi akupresur. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan di posyandu wilayah kerja puskesmas Desa Selumit Pantai Tarakan Tengah yang terlaksana pada tanggal 2 November 2025. Dalam pelaksanaan kegiatannya pengabdi melakukan ceramah serta tanya jawab kepada ibu hamil yang dilakukan pengkajian, dengan didapatkan hasil bahwa setelah dilakukan penyuluhan yang terbanyak adalah pengetahuan baik yaitu 9 orang dari 10 orang lainnya. Hal ini dapat disebabkan karena bertambahnya pengetahuan ibu hamil sehingga termotivasi untuk mempraktikkan di rumah.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) pada Ny. S Umur 25 Tahun G1P0A0 Hamil 39 Minggu dengan KEK di Puskesmas Luwunggede Azizah, Amilatun; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care or continuity of midwifery care is an approach that is carried out continuously from pregnancy, childbirth, postpartum, to newborn care. This aims to improve the quality of maternal and infant health and ensure optimal monitoring. This care aims to provide an overview of continuity of care midwifery care for Mrs. S, 25 years old. The method in providing Continuity Of Care care uses a case study approach with direct observation and recording of care provided from the first trimester of pregnancy to the third trimester of pregnancy, childbirth, postpartum, infant care to family planning. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The results of continuous midwifery care succeeded in increasing maternal compliance in undergoing prenatal care, minimizing complications during childbirth, and providing better knowledge about newborn care. The mother showed good health conditions during and after the delivery process, and the baby was born healthy. Conclusion: The continuity of care approach to Mrs. S showed positive results, providing a significant impact in improving maternal and infant health. Continuous midwifery care is highly recommended to be implemented in health facilities to ensure holistic monitoring of maternal and infant health.   Abstrak Continuity of care atau kesinambungan asuhan kebidanan adalah pendekatan yang dilakukan secara terus menerus dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga perawatan bayi baru lahir. Continuity of Care (COC) sangat penting dilakukan untuk ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK), yaitu untuk meningkatkan status gizi ibu, mencegah risiko komplikasi seperti bayi lahir berat badan rendah (BBLR) dan premature. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi serta memastikan pemantauan yang optimal. Asuhan ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan Continuity Of Care pada Ny. S  usia 25 tahun. Metode dalam memberikan asuhan Continuity Of Care ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan observasi langsung dan pencatatan asuhan yang diberikan dari kehamilan trimester Pertama sampai hamil trimester ke 3, Persalinan, masa nifas, perawatan bayi sampai dengan KB. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari Asuhan kebidanan yang berkesinambungan pada Ny. S yaitu memberikan asuhan berupa edukasi kepada ibu hamil dengan KEK tentang pola makan dan nutrisi yang harus konsumsi seperti makanan tinggi asupan makronutrien (Energi, Protein, Lemak, Karbohidrat), memberikan PMT kepada ibu yaitu biscuit dan susu ibu hamil.Persalinan berlansung dengan normal tanpa ada kendala apapun.  Ibu menunjukkan kondisi kesehatan yang baik selama dan setelah proses persalinan, dan bayi lahir dengan sehat. Kesimpulan: Pendekatan continuity of care pada Ny. S menunjukkan hasil yang positif, memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Asuhan kebidanan berkesinambungan sangat dianjurkan untuk  diterapkan di fasilitas kesehatan guna memastikan pemantauan kesehatan ibu dan bayi secara holistik.
Edukasi Pemberian Kompres Hangat terhadap Penurunan Nyeri (Dismenore) pada Masa Pubertas Yunita, Puput; Heni Hirawati Pranoto; Kurniawati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is menstrual pain that causes discomfort and can interfere with daily activities, leading young women to resort to pain relievers. Pain relievers (pharmacological treatment) only provide temporary pain relief, and excessive use can cause side effects. Non-pharmacological treatments for dysmenorrhea include warm compresses and aromatherapy. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of young women regarding dysmenorrhea and how to handle it with warm compress techniques. The method used in this service starts from the preparation stage, socialization and implementation with the help of power points and leaflets as well as evaluation, carried out on November 5, 2025 to 10 young women, located in Selumit Village, Central Tarakan Beach. Based on the results of community service activities that have been carried out to young women, participants experienced an increase in their knowledge regarding dysmenorrhea and its handling with warm compress techniques. Suggestions that can be conveyed from this service activity are: It is necessary to conduct routine health counseling at the integrated health post for young women. Providing warm compress therapy and aromatherapy is very easy to do and practical so that young women who experience dysmenorrhea can do the technique even during the learning process in class, or anywhere without limiting their activities.   Abstrak Dismenore adalah nyeri menstruasi yang menimbulkan rasa tidak nyaman dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga menyebabkan remaja putri mengkonsumsi obat pereda nyeri. Obat pereda nyeri (pengobatan farmakologis) hanya akan menghilangkan nyeri secara sementara dan penggunaannya yang terlalu sering bisa menimbulkan efek samping. Salah satu pengobatan non farmakologis untuk dismenore adalah pemberian kompres hangat dan aroma terapi. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri terkait dismenore dan cara menanganinya dengan teknik kompres hangat. Metode yng digunakan dalam pengabdian ini dimulai dari tahap persiapan, sosialisasi dan pelaksanaan dengan bantuan power point dan leaflet serta evaluasi, dilaksanakan pada 5 November 2025 kepada 10 remaja putri, bertempat di Desa Selumit Pantai Tarakan Tengah. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdiaan kepada masyarakat yang telah dilakukan kepada remaja putri bahwa peserta mengalami peningkatan pengetahuannya terkait dismenore dan penanganannya dengan teknik kompres hangat. Saran yang dapat disampaikan dari kegiatan pengabdian ini adalah: Perlu dilakukan penyuluhan kesehatan rutin di posyandu terhadap remaja. Pemberian terapi kompres hangat dan aroma terapi ini sangat mudah dilakukan dan praktis sehingga remaja putri yang mengalami dismenore dapat melakukan teknik tersebut walaupun saat proses belajar berlangsung dikelas, ataupun dimana saja berada tanpa membatasi aktivitas.
Asuhan Kebidanan Komprehensip pada Ny. Dr Umur 31 Tahun G2P1A0 di Puskesmas Bringin Dina Fitrianingtyas; Wahyu Kristiningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The maternal mortality rate (MMR) and infant mortality rate (IMR) are important indicators of the level of public health. COC. To prevent or reduce MMR and IMR, health workers provide quality health services in a COC manner. One of the targets set in the 3rd 2030 agenda (Sustainable Development Goals) is to target a MMR (Maternal Mortality Rate) of 70 per 100,000 live births. MMR in Indonesia is still relatively high and is one of the main health problems. The maternal mortality rate (MMR) in the world is 303,000 people. The Maternal Mortality Rate (MMR) in ASEAN is 235 per 100,000 live births (ASEAN Secretariat, 2020). The district/city with the lowest maternal mortality rate was Magelang City with 1 case, followed by Surakarta and Salatiga with 3 cases. 62.27 percent of maternal deaths in Central Java Province occurred during the postpartum period (Central Java Health Profile, 2023). The maternal mortality rate in Semarang Regency in 2021 was lower than the national maternal mortality rate, which was 58.20 per 100,000 out of 12,028 live births. ). The aim of the case study is to provide comprehensive midwifery care for Mrs. DR aged 31 years from pregnancy to family planning services at the Ungaran Community Health Center. The method used is a case study approach to midwifery care, namely SOAP (Subjective, Objective, Analysis and Management) for Mrs. DR aged 31 years in March –November 2024. Results of care carried out for Mrs. In family planning services, most of the care has been provided in accordance with midwifery care standards, but there is some care that has not been provided appropriately.   Abstrak Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. COC. Untuk mencegah atau mengurangi AKI dan AKB tenaga kesehatan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas secara COC. Salah satu target yang ditentukan dalam tujuan agenda 2030 (Sustainable Development Goals) yang ke-3 yaitu menargetkan AKI (Angka Kematian Ibu) 70 per 100.000 kelahiran hidup. AKI di Indonesia masih tergolong tinggi dan merupakan salah satu masalah utama kesehatan. Angka Kematian Ibu (AKI) didunia sebanyak 303.000 jiwa. Angka Kematian Ibu (AKI) di ASEAN yaitu sebesar 235 per 100.000 kelahiran hidup (ASEAN Secretariat, 2020). Kabupaten/ Kota dengan jumlah kasus kematian ibu tertinggi adalah Kabupaten Brebes sebanyak 50 kasus. Kabupaten/ Kota dengan kasus kematian ibu terrendah adalah Kota Magelang dengan 1 kasus, diikuti Kota Surakarta dan Salatiga dengan 3 kasus. Sebesar 62,27 persen kematian maternal di Provinsi Jawa Tengah terjadi pada waktu nifas (Profil Kesehatan Jawa Tengah,2023). Angka Kematian Ibu di Kabupaten Semarang  tahun 2021 lebih kecil dari angka kematian ibu secara nasional yaitu 58,20 per 100.000 dari 12.028 Kelahiran Hidup. Tujuan dari Studi kasus untuk melakukan asuhan kebidanan yang komprehensif pada Ny. DR Umur 31 Tahun dari hamil sampai dengan pelayanan keluarga berencana di Puskesmas Bringin. Metode yang digunakan dengan pendekatan studi kasus asuhan kebidanan yaitu SOAP (Subjektif, Objektif, Analisa dan Penatalaksanaan) pada Ny. DR Umur 31 Tahun pada bulan Juni – November 2025. Hasil Asuhan yang dilakukan pada Ny. DR Umur 31 Tahun  G2P1A0 dari ibu hamil sampai pelayanan keluarga berencana sebagian besar asuhan telah di berikan sesuai dengan standar asuhan kebidanan, namun ada beberapa asuhan yang belum di berikan dengan tepat.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care pada Ny “N” 29 Tahun di Puskesmas Larangan Dwi Yuniar Billy Canser; Sari, Kartika
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, infants and toddlers can be done by implementing Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. N starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in July-September 2025. From the results of the provision of pregnancy care, problems were found, namely back pain and efflurage massage care was provided. During labor, complementary counterpressure care was provided to reduce labor pain and APN delivery assistance. During postpartum care, the mother reported low breast milk production and was given oxytocin massage. During newborn care, Mrs. N received infant massage. During family planning care, Mrs. N used an implant.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. N secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-September 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu nyeri punggung dan dibeirkan asuhan massage efflurage. Pada saat persalinan diberikan asuhan komplementer counterpressure untuk mengurangi nyeri persalinan dan pertolongan persalinan secara APN. Pada asuhan nifas ibu mengatakan produksi ASI sedikit dan diberikan asuhan pijat oksitosin. Pada asuhan bayi baru lahir, By. Ny N diberikan asuhan pijat bayi. Sedangkan pada asuhan KB Ny. N menggunakan KB implant.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care pada Ny “P” Usia 38 Tahun di Rumah Sakit Pelabuhan Cirebon Siti Asyiyah; Nasifah, Isri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, infants and toddlers can be done by implementing Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. P starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in June-September 2025. From the results of the provision of pregnancy care, a problem was found, namely the mother experienced back pain and the care provided was acupressure BL 23. The labor process went smoothly and the mother was given counterpressure care to reduce labor pain. During the postpartum period, the mother complained of low breast milk production and was given oxytocin massage. During newborn care, everything was within normal limits, and the baby was given infant massage. Meanwhile, during family planning care, Mrs. P used an intrauterine device (IUD). Healthcare workers are expected to increase education regarding third-trimester pregnancy discomforts and how to manage them so that pregnant women can have a comfortable pregnancy.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. P secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-September 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami nyeri punggung dan asuhan yang diberikan adalah akupresure BL 23. Proses persalinan berjalan dengan lancar dan ibu diberikan asuhan counterpresure untuk mengurangi nyeri persalinan. Pada masa nifas, ibu mengeluh produksi ASI sedikit dan diberikan asuhan pijat oksitosin. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal dan bayi diberikan asuhan pijat bayi. Sedangkan pada asuhan KB Ny. P menggunakan KB IUD. Diharapkan tenaga kesehatan untuk meningkatakn edukasi mengenai ketidaknyamanan kehamilan trimester III dan tata cara mengatasinya sehingga ibu hamil dapat melewati kehamilan dengan nyaman.
Penatalaksanaan Nyeri Persalinan dan Fasilitasi Penurunan Kepala Janin melalui Counterpressure dan Birthing Ball: Laporan Asuhan Kebidanan Persalinan Komprehensif pada Ny. S Umur 26 Tahun G2P1A0 di Klinik Tri Karya Lisjarwati; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Childbirth is a physiological process often accompanied by significant pain, which, if not properly managed, can increase maternal stress and the risk of medical interventions. Non-pharmacological techniques, such as counterpressure and the use of a birthing ball, are complementary interventions aimed at stimulating endorphin release and utilizing gravity to accelerate fetal head descent. This study aims to provide comprehensive midwifery care for Mrs. S, focusing on labor pain management and facilitating fetal head descent through counterpressure and birthing ball methods. The research instrument utilized a descriptive approach, documented in the SOAP (Subjective, Objective, Assessment, Planning) format. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, diagnostic tests, documentation, and literature reviews. The study was conducted from June 2025 to October 2025. Results showed that during the active phase of the first stage of labor, Mrs. S reported significant lower back pain. Following the intervention of counterpressure during contractions and vertical pelvic movements using a birthing ball, the patient felt more relaxed and comfortable. The total duration of the first stage of labor from 3 cm dilation to complete dilation was 5 hours. The infant was delivered spontaneously and healthy, without perineal lacerations; the fetal position descended effectively into the pelvic area and stimulated productive contractions. Based on the comprehensive midwifery care report for Mrs. S, a 26-year-old (G2P1A0) at the Tri Karya Clinic, the researcher concluded that the combination of counterpressure and birthing ball techniques is effective in reducing labor pain intensity (back labor) and accelerating the duration of the first stage of labor by optimizing pelvic diameter and utilizing gravity. Midwives are expected to implement these methods as a standard of "mother-friendly care" to enhance maternal comfort during the birthing process.   Abstrak Persalinan merupakan proses fisiologis yang sering disertai nyeri signifikan, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat meningkatkan stres pada ibu dan risiko intervensi medis. Teknik non-farmakologis seperti counterpressure dan penggunaan birthing ball merupakan intervensi komplementer yang bertujuan merangsang hormon endorfin dan memanfaatkan gaya gravitasi untuk mempercepat penurunan kepala janin. Tujuan penelitian ini memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S dengan fokus pada penatalaksanaan nyeri persalinan dan fasilitasi penurunan kepala janin melalui metode counterpressure dan birthing ball. Intsrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pusataka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2025 – Oktober 2025. Dari hasil pada fase aktif kala I, Ny. S melaporkan nyeri punggung bawah yang signifikan. Setelah diberikan intervensi counterpressure selama kontraksi dan penggunaan birthing ball dengan gerakan panggul vertikal, ibu merasa lebih rileks dan nyaman. Total durasi persalinan kala I dari pembukaan 3 cm hingga lengkap berlangsung selama 5 jam. Bayi lahir spontan, sehat, tanpa adanya robekan perineumposisi bayi turun ke area panggul dan merangsang kontraksi. Berdasarkan hasil laporan asuhan kebidanan komperhensif pada Ny.S umur 26 tahun G2P1A0 di Klinik Tri Karya, sehingga peneliti memperoleh kesimpulan sebagai berikut penerapan kombinasi teknik counterpressure dan birthing ball efektif dalam mengurangi intensitas nyeri persalinan (back labor) serta mempercepat durasi kala I melalui optimalisasi diameter panggul dan gravitasi. Bidan diharapkan dapat menerapkan metode ini sebagai standar asuhan sayang ibu untuk meningkatkan kenyamanan selama proses persalinan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. E Umur 22 Tahun G2P1A0 di Puskesmas Jetak Siti Fadrinawati; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and child health is a key indicator of national development, yet maternal and infant mortality rates in Indonesia remain high. In Semarang Regency, maternal deaths due to hemorrhage and preeclampsia are still reported, although Jetak Health Center has successfully maintained Zero Maternal Mortality through intensive monitoring and reproductive health education. This study was conducted because Continuity of Care (CoC) has proven effective in reducing maternal morbidity and mortality, enhancing maternal involvement in decision-making, and strengthening the mother–midwife relationship. The research employed a descriptive case study approach on Mrs. E, 22 years old, G2P1A0, in the working area of Jetak Health Center, Semarang Regency, from May to September 2025. The subject received comprehensive midwifery care covering pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning, with data collected through interviews, physical examinations, and direct observation. Results showed that all care provided was consistent with midwifery service standards, with no gap between theory and practice, supporting a healthy pregnancy, safe delivery, optimal postpartum recovery, and good infant growth and development. In conclusion, CoC is effective in improving the quality of midwifery services at primary health facilities. The study recommends that clients apply care with family support, students utilize CoC to strengthen clinical skills, and midwives deliver care according to procedures with complete protective equipment.   Abstrak Kesehatan ibu dan anak merupakan indikator penting pembangunan kesehatan, namun angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih tinggi. Kondisi di Kabupaten Semarang juga menunjukkan kasus kematian ibu akibat perdarahan dan preeklamsia, meskipun Puskesmas Jetak berhasil mempertahankan capaian Zero AKI melalui pemantauan intensif dan edukasi kesehatan reproduksi. Penelitian ini dilakukan karena Continuity of Care (CoC) terbukti efektif menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu, meningkatkan keterlibatan ibu dalam pengambilan keputusan, serta memperkuat hubungan ibu–bidan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif studi kasus pada Ny. E, 22 tahun G2P1A0, di wilayah kerja Puskesmas Jetak, Kabupaten Semarang, selama Mei–September 2025. Subjek mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif mulai dari kehamilan, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir hingga keluarga berencana, dengan data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, dan observasi. Hasil menunjukkan seluruh asuhan sesuai standar pelayanan kebidanan, tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik, serta mendukung kehamilan sehat, persalinan aman, masa nifas optimal, dan tumbuh kembang bayi yang baik. Kesimpulannya, penerapan CoC efektif meningkatkan mutu pelayanan kebidanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Saran penelitian ini adalah agar klien menerapkan asuhan dengan dukungan keluarga, mahasiswa memanfaatkan CoC untuk meningkatkan keterampilan klinis, dan bidan melaksanakan asuhan sesuai prosedur dengan penggunaan APD lengkap.