cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 881 Documents
Edukasi dan Pendampingan Pelvic Rocking untuk Menurunkan Keluhan Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Rasdiana Binti Baharuddin; Siti Nurhidayah; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is a long-awaited event, but some women may experience discomfort as the pregnancy progresses. One such discomfort is back pain. One way to reduce back pain is through non-pharmacological methods, one of which is Pelvic rocking. Many pregnant women have not yet received education about the importance of pelvic rocking practices to reduce back pain. To increase the knowledge and skills of pregnant women in pelvic rocking to reduce back pain. Community service will be implemented by prior preparation by collaborating with partners and determining the target of community service. Then, before the counseling begins, a pre-test will be conducted to explore the mothers' knowledge about pelvic rocking. Next, education and training on pelvic rocking will be conducted with direct demonstrations. After the pre-test, counseling and evaluation will be conducted by administering a post-test questionnaire. After the activity, which was attended by 20 pregnant women, there was an increase in knowledge and a reduction in pain scale in the majority of pregnant women who experienced back pain. There was an increase in knowledge and skills as well as a reduction in pain scale before and after pelvic rocking counseling. It is hoped that pregnant women can carry out pelvic rocking activities sustainably.   Abstrak Kehamilan merupakan hal yang diharapkan akan tetapi ada beberapa yang dapat merasakan ketidaknyamanan seiring besarnya kehamilan. Salah satu ketidaknyamanan yang dirasa yaitu Nyeri punggung. Salah satu cara mengurangi nyeri punggung yaitu dengan metode non farmakologi salah satunya yaitu Pelvic rocking. Banyaknya ibu hamil yang masih belum mendapatkan edukasi tentang pentingnya praktik pelvic rocking guna mengurangi nyeri punggung. untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu hamil dalam pelvic rocking guna mengurangi nyeri punggung. Pengabdian Masyarakat dilaksanakan di Posyandu Mentari Desa Sumenad, dengan sasaran 20 orang ibu hamil yang di lakukan pada tanggal 12 Desember 2025 dengan sebelumnya melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama dengan mitra dan menentukan sasaran pengabdian masyarakat. Kemudian sebelum penyuluhan dimulai, dilakukan pretest untuk menggali pengetahuan ibu mengenai pelvic rocking. Selanjutnya dilakukan edukasi dan pelatihan pelvic rocking dengan demonstrasi secara langsung. Setelah pretest dilakukan penyuluhan dan evaluasi dengan cara memberikan kuesioner posttest. Setelah dilaksanakan kegiatan yang diikuti oleh 20 orang ibu hamil ini, terjadi peningkatan pengetahuan dan pengurangan skala nyeri pada sebagian besar ibu hamil yang mengalami nyeri punggung. Terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan serta pengurangan skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan pelvic rocking.  Diharapkan ibu hamil dapat melakukan kegiatan pelvic rocking yang berkelanjutan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ibu K Umur 27 tahun G1P0A0 di Puskesmas Lerep Atmelia Harmayanti; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and neonatal health is a fundamental indicator of public health achievement, requiring comprehensive and continuous midwifery services to ensure early detection of risks and optimal management throughout the reproductive cycle. Continuity of Care (CoC) provides an integrated approach that supports women from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, to family planning, ensuring consistent assessment and tailored interventions. This study aims to describe the implementation and outcomes of CoC midwifery care for Mrs. K, a 27-year-old primigravida, at Lerep Public Health Center from July 25 to September 25, 2025. A descriptive case study design was used, with data collected through structured interviews, direct observation, physical examinations, and documentation review. Findings revealed that the pregnancy progressed within physiological limits, fetal development corresponded with gestational age, and third-trimester discomforts such as anxiety and back pain were successfully managed with education and supportive care. The childbirth process occurred spontaneously without complications, resulting in a healthy newborn with strong crying, normal vital signs, and adequate muscle tone. Postpartum assessment showed normal uterine involution, optimal breastfeeding initiation, absence of infection, and the mother’s ability to perform self-care and newborn care independently. Newborn evaluations indicated normal reflexes, adequate elimination patterns, proper cord care, and no abnormalities during follow-up visits. During the family planning phase, the mother opted for a postpartum intrauterine device (IUD), which was placed without issues and well accepted. Overall, the application of CoC contributed significantly to strengthening maternal readiness, improving neonatal outcomes, and ensuring that every stage of care met clinical standards. The results highlight that comprehensive and continuous midwifery care is an essential strategy to enhance service quality at the primary health care level and holds an important role in reducing maternal and infant morbidity and mortality rates. Strengthening CoC practices is recommended to support better health outcomes for women and newborns in community settings.   Abstrak Kesehatan ibu dan bayi merupakan komponen penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sehingga diperlukan pelayanan kebidanan yang komprehensif dan berkesinambungan melalui pendekatan Continuity of Care (CoC). CoC memungkinkan penilaian dan pendampingan menyeluruh mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, asuhan bayi baru lahir, hingga keluarga berencana, sehingga perubahan kondisi ibu dan bayi dapat dimonitor secara konsisten dan deteksi dini risiko dapat dilakukan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses dan hasil penerapan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. K, umur 27 tahun, G1P0A0 di Puskesmas Lerep selama periode 25 Juli 2025 sampai 25 September 2025. Metode yang digunakan adalah studi penelaahan kasus dengan pendekatan deskriptif melalui pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah dokumen. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa selama kehamilan, Ny. K tidak mengalami komplikasi, pertumbuhan janin sesuai usia gestasi, dan keluhan trimester III berupa kecemasan serta nyeri punggung dapat diatasi melalui pendidikan kesehatan dan intervensi sederhana. Persalinan berlangsung spontan, aman, tanpa penyulit, dengan bayi lahir menangis kuat, tonus otot baik, dan parameter vital normal. Pada periode nifas, proses involusi uterus berjalan fisiologis, laktasi lancar, tidak ditemukan tanda infeksi, dan ibu mampu merawat diri serta bayinya secara mandiri. Asuhan bayi baru lahir juga menunjukkan hasil baik, meliputi eliminasi adekuat, refleks neonatal normal, serta perawatan tali pusat yang berjalan tanpa masalah. Pada tahap keluarga berencana, ibu memilih KB IUD pasca salin dan tidak ditemukan keluhan setelah pemasangan. Secara keseluruhan, penerapan CoC memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kesiapan ibu menghadapi setiap tahap reproduksi, memastikan pelayanan sesuai standar, serta memperkuat kualitas pemantauan kesehatan ibu dan bayi. Temuan ini menegaskan bahwa asuhan kebidanan berkelanjutan perlu terus diperkuat sebagai upaya strategis dalam mendukung penurunan angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (CoC) pada Ny. N Umur 33 Tahun G3P2A0 di Puskesmas Larangan Trianingsih; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care (COC) is continuous care from pregnancy to family planning (KB) as an effort to reduce the Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR). The purpose of this study is to provide comprehensive midwifery care to Mrs. N starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, neonates and family planning. The type of research used is descriptive, with a case study approach. The sample used was a pregnant woman in the third trimester of 30 weeks of pregnancy, G3P2A0. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in June-September 2025. From the results of the provision of pregnancy care, no problems were found. During labor until postpartum, there were no problems. In newborn care, everything was found within normal limits, Vit K injections, eye ointment and HB0 and BCG immunizations had been given. Meanwhile, in family planning care, Mrs. N decided to use a 3-month injection.   Abstrak Asuhan Continuity of care (COC) merupakan asuhan secara berkesinambungan dari hamil sampai dengan keluarga berencana (KB) sebagai upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. N secara komprehensif mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, bayi baru lahir, neonatus dan KB. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, dengan pendekatan studi kasus (Case Study). Sampel yang digunakan adalah seorang ibu hamil trimester III usia kehamilan 30 minggu, G3P2A0. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang,  studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan 13 Juni 2025 -10 September 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan tidak ditemukan masalah. Selama persalinan sampai dengan nifas tidak mengalami masalah. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, sudah diberikanInjeksi Vit K, salep mata dan imunisasi HB0 dan Imunisasi BCG. Sedangkan pada asuhan KB Ny. N memutuskan untuk menggunakan suntik 3 bulan.
Penatalaksaan Hiperbillirubin pada Bayi Ny. S dengan Ibu HBSAG Positif di Puskesmas Tuntang Martiningsih; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Icterus or jaundice is a clinical symptom often found in neonates and infants. The condition might arise from physiological or pathological causes. Jaundice is a clinical manifestation signifying an elevated blood level of bilirubin (hyperbilirubinemia). Excessive increase in bilirubin is potentially toxic and might even lead to death. A good and directed clinical approach is very important to evaluate the need for further medical intervention. The purpose of this care is to provide midwifery care to Mrs. S with a positive HbSag mother, with a focus on the management of neonatal jaundice. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliographic studies. This research was conducted in July 2025 – October 2025. From the results of the Neonatal visit carried out, the results of the examination from the mother's subjective data said that the baby was born by C-section because the mother was resti, had been given Hb0 immunization and Hyperheb Immunization at the Hospital, currently the baby is lazy to drink, sucking is not strong, from the physical examination it was found that the skin color of the face, neck, chest, and extremities was yellow, from the results of the care given, namely education about danger signs in babies, support the mother to always only give breast milk to her baby, advise the mother to immediately check if there are danger signs that arise. On Telemedecine on September 15, 2025 with the doctor Pediatrician at A Hospital, Mrs. S was advised to be hospitalized for further treatment of jaundice (phototherapy).Based on the results of the comprehensive care report for Mrs. S at the Tuntang Community Health Center, the researcher concluded that jaundice can be prevented by providing breast milk as often as possible and by performing phototherapy, jaundice is reduced, the baby becomes active, and suckles more strongly.     Abstrak Ikterus atau jaundice sering dijumpai pada neonatus dan bayi. Ikterus dapat bersifat fisiologis atau patologis. Pada dasarnya, ikterus merupakan manifestasi klinis peningkatan kadar bilirubin dalam darah atau hiperbilirubinemia. Peningkatan bilirubin yang berlebihan berpotensi toksik dan dapat menyebabkan kematian. Pendekatan klinis yang baik dan terarah sangat penting untuk menentukan secara cepat dan tepat perlunya evaluasi dan intervensi medis lanjutan, Tujuan Asuhan ini untuk memberikan asuhan kebidanan pada By Ny S dengan ibu HbSag positif, dengan fokus pada penatalaksanaan Ikterik neonaturum, Intsrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pusataka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2025 – Oktober 2025. Dari hasil kunjungan Neonatal yang di lakukan ,di dapat hasil pemeriksaan dari data Subyektif ibu mengatakan bayi lahir secara SC karena ibu resti  ,sudah di berikan imunisasi Hb0 dan Imunisasi Hiperheb di Rs, saat ini bayi malas minum, menghisap kurang kuat, dari pemeriksaan fisik di dapatkan warna kulit muka,leher,dada,dan ektremitas kuning, dari hasil pemberian asuhan yang di berikan yaitu edukasi tentang tanda bahaya pada bayi, suport ibu untuk selalu memberikan Asi saja kepada bayinya, anjurkan ibu untuk segera kontrol bila ada tanda bahaya yang timbul. Pada Telemedecine tanngal 15 September 2025 dengan dokter spesialis Anak Rs A , Bayi ny S di sarankan rawat inap untuk tindakan lanjutan penangganan Ikterik (Fototherapi). Berdasarkan hasil laporan Asuhan Komprehensif pada By ny S di puskesmas Tuntang peneliti memperoleh kesimpulan sebagai berikut ikterik dapat di cegah dengan di berikan Asi sesring mungkin dan di lakukan fototherapi ikterik berkurang ,bayi menjadi aktif,menetek lebih kuat.
Akupresure untuk Mengurangi Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Annasiyah, Sekar Sari; Nani Sunaryati; Wahyu Kristiningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lower back pain in the second and third trimesters of pregnancy is a common complaint. In Indonesia, the incidence is quite significant, with reports of approximately 60% to 80% of pregnant women in various regions complaining of similar conditions. In fact, one study noted that as many as 73.33% of pregnant women who experience back pain are categorized as moderate to severe. Pain causes fear and anxiety, which can lead to stress and drastic physiological changes during pregnancy. Back pain in pregnant women can be treated pharmacologically with analgesics and non-pharmacologically, such as birth balls, prenatal yoga, endorphin massage, warm compresses, deep breathing relaxation, and acupressure. Acupressure is a form of physiotherapy that involves massaging and stimulating specific points on the body to relieve various aches and pains and reduce anxiety. Eight out of 14 pregnant women in Leyangan Village complained of back pain. The methods used in implementing the activity included preparation, providing education and demonstrating acupressure to reduce back pain, and evaluating it with a post-test. The goal of this activity was to enable mothers to independently apply acupressure to reduce back pain. The results of this activity indicated an increase in pregnant women's knowledge about acupressure.   Abstrak Nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester II dan III merupakan keluhan umum yang sering terjadi dikalangan ibu hamil. Di Indonesia sendiri, angka kejadiannya cukup signifikan di mana dilaporkan sekitar 60% hingga 80% ibu hamil di berbagai wilayah mengeluhkan kondisi serupa. Bahkan, sebuah studi mencatat bahwa sebanyak 73,33% ibu hamil yang mengalami nyeri punggung berada pada kategori nyeri sedang hingga berat. Nyeri menyebabkan ketakutan dan kecemasan sehingga dapat menimbulkan stress dan perubahan fisiologis yang drastis selama kehamilan. Nyeri punggung pada ibu hamil dapat ditangani secara farmakologis melalui obat analgesic dan secara nonfarmakologis seperti birth ball, prenatal yoga, endorphin massage, kompres hangat, relaksasi nafas dalam, dan akupresure. Akupresure merupakan salah satu bentuk fisioterapi dengan memberikan pemijatan dan stimulasi pada titik-titik tertentu pada tubuh yang berguna untuk mengurangi bermacam-macam sakit dan nyeri serta mengurangi kecemasan. Permasalahan yang dialami pada ibu hamil di Desa Leyangan yaitu mengeluh nyeri punggung ada 8 orang ibu hamil dari 14 ibu hamil. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan dengan persiapan, memberikan penyuluhan dan mendemontrasikan akupresure untuk mengurangi nyeri punggung, serta mengevaluasi dengan posttest. Tujuan dari adanya kegiatan ini yaitu diharapkan ibu dapat mengaplikasikan secara mandiri tentang akupresure untuk mengurangi nyeri punggung. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang akupresure. 
Optimalisasi Kesehatan dan Konsentrasi Anak Melalui Kegiatan Senam Yoga di TPA KB TK Cahya Mentari Gabriella Jessica Eriesti; Putri, Risma Aliviani; Susanti, Rini; Sofiyanti, Ida
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early childhood is at a crucial developmental stage that lays the foundation for many aspects of their future lives. Therefore, they require optimal and continuous stimulation. At preschool age, children often struggle to sit still and focus during learning activities because their activities are largely physical and play-based. This situation was also found at the Cahya Mentari Kindergarten TPA KB TK Cahya Mentari in West Ungaran, Semarang Regency, where initial observations indicated that some children tended to be easily distracted, lacked focus during learning, and had not received structured stimulation for concentration. Attention and focus are essential for children's cognitive development, so age-appropriate interventions are necessary. One non-pharmacological intervention that can be implemented is children's yoga, which combines physical activity, breathing techniques, and mental focus. This community service activity aims to improve children's health and enhance their learning concentration, as well as educate teachers about the application of children's yoga as an alternative concentration stimulation method. The methods used in this activity include observation and interviews with teachers to identify children's initial conditions, providing education about the benefits of children's yoga, conducting face-to-face initial yoga sessions using animated videos, and evaluation through direct observation and testimonials from teachers and children. This activity was held at the TPA KB TK Cahya Mentari, West Ungaran, Semarang Regency on Friday, October 3, 2025. The results of the activity showed that children were able to follow the yoga session well, appeared calmer, more enthusiastic, and showed increased focus and attention during learning activities. The teacher also mentioned that children's yoga is easy to implement and has the potential to become a routine activity to support the learning concentration of early childhood. Therefore, the application of children's yoga can be an effective alternative stimulation to improve learning concentration in preschool children.   Abstrak Anak-anak usia dini berada pada tahap perkembangan yang krusial yang meletakkan dasar bagi banyak aspek kehidupan mereka di masa depan. Oleh karena itu, mereka membutuhkan stimulasi terbaik dan berkelanjutan. Pada usia prasekolah, anak-anak sering kesulitan duduk tenang dan fokus selama kegiatan belajar karena aktivitas mereka sebagian besar bersifat fisik dan berbasis permainan. Situasi ini juga ditemukan di TPA KB TK Cahya Mentari di Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, di mana observasi awal menunjukkan bahwa beberapa anak cenderung mudah teralihkan perhatiannya, kurang fokus selama belajar, dan belum menerima stimulasi terstruktur untuk konsentrasi. Perhatian dan fokus merupakan bagian penting dari perkembangan kognitif anak, sehingga perlu diberikan intervensi yang sesuai dengan karakteristik usia anak. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat diterapkan adalah yoga anak, yang menggabungkan aktivitas fisik, teknik pernapasan, dan fokus mental. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan anak dan meningkatkan konsentrasi belajar mereka, serta mendidik guru tentang penerapan yoga anak sebagai alternatif stimulasi konsentrasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi observasi dan wawancara dengan guru untuk mengidentifikasi kondisi awal anak, memberikan edukasi tentang manfaat yoga anak, melaksanakan sesi yoga awal menggunakan media video animasi secara tatap muka, dan evaluasi melalui observasi langsung dan testimoni dari guru dan anak. Kegiatan ini dilaksanakan di TPA KB TK Cahya Mentari, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang pada hari jumat, 3 oktober 2025. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak mampu mengikuti sesi yoga dengan baik, tampak lebih tenang, lebih antusias, dan menunjukkan peningkatan fokus dan perhatian selama kegiatan belajar. Guru juga menyebutkan bahwa yoga anak mudah dilaksanakan dan berpotensi menjadi kegiatan rutin untuk mendukung konsentrasi belajar anak usia dini. Oleh karena itu, penerapan yoga anak dapat menjadi stimulasi alternatif yang efektif untuk meningkatkan konsentrasi belajar pada anak prasekolah.
Peningkatan Kapasitas Ibu dalam Pencegahan Stunting Melalui Teknik Pijat Tuina dan Edukasi Gizi Seimbang Carollyn Dizzy; Lisjarwati; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community Midwifery Practice is an effort to apply community-based midwifery management in improving public health status, particularly maternal and child health. This activity was conducted at Posyandu Warasari 3, Leyangan Village, Ungaran Timur District, Semarang Regency, motivated by the persistence of health problems among toddlers, especially decreased appetite and the risk of stunting. The theoretical framework used includes concepts of community, public health, community midwifery management, balanced nutrition for toddlers, and complementary therapy using Tui Na massage. The research employed a descriptive method with a participatory approach. Data collection techniques included observation, interviews, documentation review, and literature study involving adolescents, pregnant women, postpartum mothers, and toddlers as subjects. The findings revealed that out of 64 toddlers, 15 experienced decreased appetite and 10 were at risk of stunting, with the main priority problem being mothers’ limited knowledge of balanced nutrition and complementary therapies. Interventions in the form of balanced nutrition education and Tui Na massage demonstrations showed a significant increase in maternal knowledge based on pre-test and post-test results. It can be concluded that the implementation of community midwifery care through nutrition education and complementary therapy is effective in enhancing maternal knowledge and readiness to support optimal toddler growth and development.   Abstrak Praktik Kebidanan Komunitas merupakan upaya penerapan manajemen kebidanan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Warasari 3 Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, dengan latar belakang masih ditemukannya permasalahan kesehatan pada balita, terutama terkait penurunan nafsu makan dan risiko stunting. Landasan teori yang digunakan meliputi konsep komunitas, kesehatan masyarakat, manajemen kebidanan komunitas, gizi seimbang balita, serta terapi komplementer pijat Tui Na. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan partisipatif. Teknik pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi literatur terhadap sasaran remaja, ibu hamil, ibu nifas, dan balita. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa dari 64 balita, terdapat 15 balita dengan masalah nafsu makan dan 10 balita berisiko stunting, dengan prioritas masalah utama yaitu rendahnya pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dan terapi komplementer. Intervensi berupa penyuluhan gizi seimbang dan demonstrasi pijat Tui Na terbukti meningkatkan pengetahuan ibu secara signifikan berdasarkan hasil pretest dan posttest. Disimpulkan bahwa penerapan asuhan kebidanan komunitas melalui edukasi gizi dan terapi komplementer efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu dalam mendukung tumbuh kembang balita. Berdasarkan hasil kegiatan Praktik Komunitas yang diselenggarakan di Desa Leyangan Posyandu Warasari 3 ini disarankan agar tenaga Kesehatan, khususnya bidan, terus meningkatkan peran edukatif melalui penyuluhan gizi seimbang dan penerapan terapi komplementer seperti Pijat Tui Na seceara berkelanjutan di Tingkat Posyandu. Keterlibatan aktif kader Kesehatan dan keluarga juga perlu diperkuat guna meningkatkan pemahaman ibu serta mencegah terjadinya masalah gizi dan stunting pada balita. Selain itu, diperlukan dukungan dari pihak puskesmas dan pemerintah desa dalam bentuk pembinaan, monitoring dan penyediaan media edukasi agar program dapat berjalan optimal dan berkesinambungan. 
Edukasi Massage Comond Cold untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Bayi dan Balita dalam Meredakan Gejala Batuk Pilek pada Bayi dan Balita Emi Widowati; Muslima; Mawarni, Pipit; Wartati; Afriyani, Luvi Dian
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Common cold is a symptom of Upper Respiratory Tract Infection in children under 5 years old. Common cold is a major cause of morbidity and mortality from infectious diseases worldwide. One way to overcome this is by conducting common cold massage. Objective: To improve mothers' knowledge and skills regarding common cold massage to relieve cough and cold symptoms in toddlers. Community Service will be implemented in 3 stages: The First Stage is preparation by collaborating with partners and determining community service targets. The Second Stage is the implementation stage, before the counseling, a pretest is conducted to explore mothers' knowledge regarding infant massage. Next, education and training on common cold massage are carried out with direct demonstrations. The Third Stage is an evaluation by administering a posttest questionnaire. This activity was attended by 25 mothers of infants and toddlers. Before the counseling on infant massage, it was found that most of the mothers' knowledge was in the poor category, namely 19 people (76%), and after the counseling, the mothers had knowledge in the good category, namely 25 people (100%). There was an increase in knowledge before and after the common cold massage education. It is hoped that health workers will reduce common cold symptoms early by providing education on common cold massage to parents of babies and toddlers.   Abstrak Commond cold merupakan gejala infeksi saluran pernafasan atas pada anak dibawah usia 5 tahun. Commond Cold yaitu penyebab utama morbiditas dan mortalitas dari penyakit menular diseluruh dunia. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan pijat Commond Cold. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu mengenai pijat common cold untuk meredakan gejala batuk pilek pada bayi balita. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama dengan mitra dan menentukan sasaran pengabdian masyarakat. Tahap Kedua tahap pelaksanaan, sebelum dilakukan penyuluhan, dilakukan pretest untuk menggali pengetahuan ibu mengenai pijat bayi. Selanjutnya dilakukan edukasi dan pelatihan pijat common cold dengan demonstrasi secara langsung. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan kuesioner posttest. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang ibu bayi balita. Sebelum dilakukan penyuluhan mengenai pijat Commond Cold bayi balita didapatkan sebagian besar pengetahuan ibu dalam katagori kurang yaitu sebanyak 19 orang (76%), dan setelah dilakukan penyuluhan ibu memiliki pengetahuan dengan kategori baik yaitu sebanyak 25 orang (100%). terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi pijat common cold.  Diharapkan petugas kesehatan mengurangi gejala Commond Cold lebih dini dengan melakukan edukasi massage Commond Cold kepada orang tua bayi dan balita.
Asuhan Kebidanan Komprehensif Ny. S Usia 22 Tahun G1P0A0, di Wilayah Kerja Puskesmas Kaliwungu Kecamatan Kaliwungu Siswati; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain crucial indicators for assessing the quality of healthcare services. According to the 2022 data from the Indonesian Ministry of Health, the MMR was 207 per 100,000 live births, while the IMR was 22 per 1,000 live births, both still above the national targets. The main causes of maternal death include hemorrhage, preeclampsia/eclampsia, infection, prolonged labor, and postpartum complications. Infant mortality is influenced by prematurity, asphyxia, infection, and congenital anomalies. Efforts to reduce MMR and IMR are implemented through the Safe Motherhood program and the Continuity of Care (CoC) approach, which provides integrated midwifery services from pregnancy, labor, postpartum, newborn care, to family planning. Comprehensive and continuous care contributes to early risk detection, complication prevention, and improved maternal and neonatal health. This study employed a descriptive case study method on Mrs. S, 22 years old, P1A0, who received comprehensive midwifery care at Puskesmas Kaliwungu. The care included pregnancy assessment, labor monitoring, postpartum care, newborn care, and family planning counseling. Interventions followed standard protocols, including ANC examination, normal labor management, physiological newborn care, breastfeeding education, and postpartum family planning. All stages of care—from pregnancy, labor, postpartum, newborn care, to family planning—proceeded physiologically without complications. The mother demonstrated good understanding of pregnancy warning signs, labor preparation, postpartum self-care, exclusive breastfeeding, and newborn care. She chose postpartum contraception (3-month injectable) according to her condition. The newborn adapted well and showed normal growth and development. Comprehensive Continuity of Care (CoC) midwifery services are effective in early risk detection, increasing maternal knowledge, supporting maternal and neonatal health, and optimizing breastfeeding and maternal comfort. Continuous implementation of CoC services is crucial to support efforts in reducing MMR and IMR. Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan data Kemenkes Indonesia tahun 2022, AKI tercatat sebesar 207 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKB sebesar 22 per 1.000 kelahiran hidup, masih di atas target Renstra. Penyebab kematian ibu umumnya meliputi perdarahan, preeklamsia/eklamsia, infeksi, partus lama, dan komplikasi nifas, sementara kematian bayi dipengaruhi oleh prematuritas, asfiksia, infeksi, dan kelainan bawaan. Upaya penurunan AKI dan AKB dilakukan melalui program Safe Motherhood dan penerapan Continuity of Care (CoC), yaitu pelayanan kebidanan berkesinambungan mulai kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana. Pelayanan yang komprehensif dan terintegrasi berkontribusi dalam deteksi dini risiko, pencegahan komplikasi, serta peningkatan kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada Ny. S, usia 22 tahun, P1A0, yang menerima asuhan kebidanan komprehensif di Puskesmas Kaliwungu. Asuhan meliputi pengkajian kehamilan, pemantauan persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, dan konseling keluarga berencana. Tindakan yang diberikan sesuai standar, antara lain pemeriksaan ANC, manajemen persalinan normal, perawatan bayi baru lahir fisiologis, edukasi menyusui, serta konseling dan pemberian KB pasca persalinan. Seluruh proses asuhan berlangsung fisiologis tanpa komplikasi. Ibu menunjukkan pemahaman yang baik mengenai tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, perawatan diri masa nifas, pemberian ASI eksklusif, dan perawatan bayi. Pemberian KB pasca persalinan dipilih sesuai kondisi ibu (KB suntik 3 bulan). Bayi baru lahir menunjukkan adaptasi yang baik dan tumbuh kembang normal. Asuhan kebidanan berkesinambungan (CoC) terbukti efektif dalam mendeteksi dini risiko, meningkatkan pengetahuan ibu, mendukung kesehatan maternal dan neonatal, serta membantu optimalisasi pemberian ASI dan kenyamanan ibu. Penerapan layanan CoC secara komprehensif perlu terus dilakukan untuk mendukung penurunan AKI dan AKB.
Penerapan Baby Gym sebagai Stimulasi Motorik Dini untuk Meningkatkan Perkembangan Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Ungaran Komariyah; Fitri Rismawati; Cahyaningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The age of 0–12 months is a critical golden period that plays an essential role in determining a child’s growth and development, particularly motor development. One form of early motor stimulation that can be applied is baby gym. This community service activity aimed to improve mothers’ knowledge and skills in providing early motor stimulation through the application of baby gym to support optimal infant development. The activity was conducted on December 16, 2025, in the working area of Ungaran Public Health Center, involving 10 mothers with infants aged 3–12 months. The methods included health education, demonstration, hands-on practice of baby gym, and evaluation using pre-test and post-test assessments. The educational materials covered the definition of baby gym, its benefits, safety principles, and age-appropriate baby gym movements. The evaluation results showed an improvement in mothers’ knowledge after the intervention, as indicated by higher post-test scores compared to pre-test scores. In addition, mothers were able to perform baby gym movements correctly and safely according to the infants’ age. This activity proved effective in enhancing mothers’ knowledge and practical skills and has the potential to serve as a promotive and preventive approach in supporting infant growth and development through early motor stimulation that can be independently practiced at home.d collaboration and accessibility to educational media.   Abstrak Periode usia 0–12 bulan merupakan masa emas (golden age) yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak, khususnya perkembangan motorik. Salah satu bentuk stimulasi motorik dini yang dapat dilakukan adalah baby gym. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam memberikan stimulasi motorik dini melalui penerapan baby gym sebagai upaya mendukung perkembangan bayi secara optimal. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2025 di wilayah kerja Puskesmas Ungaran dengan sasaran 10 ibu balita yang memiliki bayi usia 3–12 bulan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung baby gym, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test pengetahuan ibu. Materi yang diberikan mencakup pengertian baby gym, manfaat, prinsip keamanan, serta contoh gerakan baby gym sesuai usia bayi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita setelah kegiatan, ditandai dengan meningkatnya nilai post-test dibandingkan pre-test. Selain itu, ibu balita mampu mempraktikkan gerakan baby gym secara benar dan aman sesuai usia bayi. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita serta berpotensi menjadi upaya promotif dan preventif untuk mendukung tumbuh kembang bayi melalui stimulasi motorik dini yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah.