cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Health & Medical Sciences
ISSN : -     EISSN : 30263867     DOI : https://doi.org.10.47134/phms
Core Subject : Health,
Pubmedia Health & Medical Sciences uses an online submission and peer review platform, which allows authors to track the progress of their manuscript and enables shorter processing times. Amidst the trend in attempting to constantly provide answers in problems or phenomena in our reality for a better health condition, Pubmedia Digital Series strive to publish a factual and applicable research result through the publication of journals from a wide arrange of field of studies such as in medicine, pharmacy, biology and the like. Focus and Scope Physiology Pharmacology Toxicology Genetics Neuroscience Tissue Engineering Regenerative Medicine Hematology Immunology Oncology Dentistry
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2025): May" : 14 Documents clear
Development and Improvement Of Approaches to The Diagnosis and Treatment Of Inflammatory Diseases Of The Temporomandibular Joint Safarova Mashkhura Sulaymonovna; Khаmitоvа Firuzа Аrtуkоvnа
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.382

Abstract

This study aims to improve diagnostic and treatment approaches for inflammatory diseases of the temporomandibular joint (TMJ), which significantly impact patients' quality of life. A total of 245 patients aged 18-55 and older were clinically examined between 2020 and 2024 to identify the most effective treatment methods. The study used clinical, radiographic, and laboratory evaluations to assess the condition of the articular head and disc. Findings revealed that 70-80% of TMJ cases involved soft tissue pathologies, such as articular disc and ligament dysfunctions, with arthritis and osteoarthritis risk increasing with age. Patients commonly experienced intense headaches, ear pain, limited mouth opening, and joint noises. Treatment involved osteotropic antibiotic injections, analgesics, and enzyme electrophoresis, showing significant improvements in joint mobility and pain reduction. The study highlights the importance of early diagnosis, tailored treatment plans, and a multidisciplinary approach to managing TMJ disorders. Implementing optimized diagnostic techniques and individualized therapy can enhance patient outcomes and prevent disease progression.
Efektivitas dan Keamanan Paracetamol dan Ibuprofen sebagai Antipiretik Umniyyah Azizah Al Jufri
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.400

Abstract

Demam merupakan gejala klinis umum yang sering memerlukan penanganan segera untuk mengurangi ketidaknyamanan dan mencegah komplikasi, terutama pada anak-anak dan pasien rentan. Paracetamol dan ibuprofen merupakan antipiretik yang paling banyak digunakan secara global. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis efektivitas dan keamanan paracetamol dan ibuprofen sebagai agen antipiretik pada berbagai kelompok populasi. Tinjauan literatur dilakukan terhadap sepuluh studi utama yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2024, meliputi uji klinis terkontrol acak, meta-analisis, dan studi observasional. Hasil menunjukkan bahwa ibuprofen cenderung menurunkan suhu tubuh lebih cepat dalam 1–2 jam pertama setelah pemberian, sedangkan paracetamol menunjukkan efektivitas yang sebanding dalam jangka waktu lebih panjang. Kedua obat umumnya dapat ditoleransi dengan baik, dengan efek samping ringan seperti gangguan pencernaan pada ibuprofen dan risiko hati minimal pada paracetamol. Terapi kombinasi keduanya juga menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam jangka pendek tanpa efek samping serius. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa paracetamol dan ibuprofen sama-sama efektif dan aman sebagai antipiretik, dan pemilihannya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi klinis serta toleransi pasien. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi keamanan jangka panjang, khususnya pada populasi berisiko tinggi.
Struktur, Fungsi, dan Regulasi Sistem Saraf Otonom Pada Tubuh Manusia Astuti, Sri Indrayani
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.401

Abstract

  Sistem saraf otonom (SSO) merupakan bagian integral dari sistem saraf yang berfungsi mengatur berbagai proses fisiologis tubuh tanpa kesadaran sadar, termasuk detak jantung, tekanan darah, pencernaan, dan respons terhadap stres. SSO terdiri dari tiga komponen utama: sistem simpatis, parasimpatis, dan enterik. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda, namun saling berinteraksi dalam mempertahankan homeostasis tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur, fungsi, mekanisme regulasi, dan gangguan yang terkait dengan SSO. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka terhadap delapan artikel ilmiah utama yang dipilih berdasarkan relevansi dan keterkinian (2018–2024) melalui basis data Google Scholar dan ScienceDirect. Hasil analisis menunjukkan bahwa SSO berperan penting dalam menjaga kestabilan fisiologis tubuh dan respons terhadap stres, serta berkontribusi signifikan dalam berbagai gangguan kesehatan seperti disautonomia. Temuan juga menyoroti peran sistem limbik dan endokrin dalam regulasi SSO, serta pentingnya pendekatan diagnostik dan terapeutik yang tepat dalam menangani gangguan otonom.  
Eksplorasi Terapi Topikal Pada Otitis Eksterna Amti Miftakhur Rizki; Azzahra Ahnia Rizki; Rizkia Nadia Al Afifah
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.405

Abstract

Otitis eksterna adalah infeksi saluran telinga luar yang umum di daerah tropis seperti Indonesia, disebabkan oleh bakteri, jamur, atau iritasi akibat kelembapan tinggi. Gejalanya meliputi nyeri, gatal, otore, dan penurunan pendengaran. Penatalaksanaan utamanya adalah terapi topikal berupa antibiotik, antiseptik, kortikosteroid, atau kombinasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi topikal pada otitis eksterna. Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka terhadap lima artikel dari PubMed, Google Scholar, Elsevier, dan NCBI, terbitan 2010–2025, berbahasa Indonesia atau Inggris, yang membahas efektivitas terapi topikal. Hasil menunjukkan terapi topikal efektif dengan tingkat kesembuhan 65–90% dalam 7–10 hari, terutama kombinasi antibiotik dan kortikosteroid. Terapi sistemik dianjurkan pada kasus komplikasi. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan terapi topikal berbasis bukti untuk hasil klinis optimal dan mencegah resistensi antibiotik.
Effect Of Date Seed Powder On The Time Taken To Tenderize Meat and The Sensory Characteristics Alsalhi, Ahmed; Sabah M. Al-Shatty; Eman A. Al-Imara; Afrah H. Awadh; Israa A. Salih
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.408

Abstract

This study was conducted to investigate the effect of adding date seed powder to red meat on the time taken to tenderize meat and the sensory qualities. The powder was added at four different levels (0, 10, 20,and 30) %, so that each level represents a separate treatment (T0, T10, T20, T30) % respectively, and with three replicates for each treatment, distributed randomly during cooking, which was done by preparing 300 g of meat for each treatment, at a rate of 100 g / 500 ml of water for each replication, and by the wet cooking method, and using a digital laser cooker; to measure cooking time and evaluate sensory qualities. The results indicated a significant improvement (P≤0.05) in favor of the treatment that included adding 30% of date seed powder in reducing the time taken to tenderize the meat. The powder treatments also contributed to improving the sensory qualities such as color, odor, taste, texture, juiciness, and overall acceptability, specifically when adding the powder at a rate of T20% to the meat sample.
Dampak Paparan Kebisingan Lingkungan Kerja Terhadap Gangguan Pendengaran Rafa Zemy Amalia; Srisantyorini, Triana; Hasanah, Irna
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.409

Abstract

Paparan kebisingan di lingkungan kerja merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang umum terjadi dan dapat berdampak serius terhadap kesehatan pendengaran pekerja. Kebisingan yang melampaui nilai ambang batas 85 dB dalam durasi kerja yang lama berpotensi menimbulkan gangguan pendengaran, baik sementara maupun permanen. Penelitian ini dilakukan melalui metode literature review. Literatur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan 4 database elektronik yaitu Google Scholar, semantic Scholar, PubMed, dan ProQuest. Penelitian ini diambil dari 5 tahun terakhir dari masing masing jurnal. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan mulai bulan Maret 2025 – April 2025. Paparan kebisingan di lingkungan kerja berdampak besar terhadap kesehatan pekerja dan dapat dikategorikan menjadi dampak permanen serta sementara. Dampak permanen berupa gangguan pendengaran (Noise-Induced Hearing Loss/NIHL) disebabkan oleh kerusakan sel rambut telinga akibat paparan suara intensitas tinggi, serta gangguan pada sistem vestibular yang mengganggu keseimbangan tubuh. Sementara itu, dampak sementara meliputi gangguan pendengaran yang dapat pulih setelah istirahat, penurunan kualitas tidur, gangguan konsentrasi, dan tinnitus yang dapat berkurang apabila paparan kebisingan dikendalikan. Oleh karena itu, pemahaman menyeluruh mengenai faktor-faktor risiko dan penerapan strategi pencegahan menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan kerja yang sehat dan aman, dan juga menurunkan angka kejadian gangguan pendengaran akibat kebisingan di tempat kerja.
Tinjauan Sistematis terhadap Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Pekerja Kontruksi Safitri, Nasywa; Andriyani; Srisantyorini, Triana
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.410

Abstract

Kontruksi adalah salah satu jenis pekerjaan yang berisiko lebih tinggi terhadap insiden kecelakaan kerja. Salah satu langkah yang efektif untuk menghindari terjadinya kecelakaan di lingkungan kerja dengan mengurangi resiko sumber bahaya yang mengharuskan karyawan menggunakan APD. Alat pelindung diri adalah serangkaian perlengkapan yang dibuat untuk menjamin keselamatan kerja memberikan perlindungan pada seluruh atau sebagian tubuh pekerja dari kemungkinan risiko bahaya yang berpotensi terjadi di area kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan memahami faktor-faktor yang berkaitan dengan ketidakpatuhan pekerja kontruksi dalam penggunaan APD. Studi penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan menggunakan database Google Schoolar, PubMed, Pro Quest, dan Onesearch.id. Penelitian ini diambil dari sumber 10 tahun terakhir, dengan mencari menggunakan kata kunci seperti: faktor kepatuhan, APD, dan kontruksi. Perilaku dalam penggunakan APD dibentuk oleh tiga faktor, yaitu faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor pendorong. Banyak faktor yang memengaruhi kepatuhan pekerja kontruksi dalam penggunaan APD diantaranya sikap, pengetahuan, pendidikan, usia, masa kerja, pengawasan, dukungan kebijakan. Disarankan agar perusahan secara konsisten memberikan pemahaman mengenai APD dan bersikap tegas pada ketaatan dalam menggunakan APD.
Pengaruh Faktor Cuaca (Curah Hujan, Kelembapan, dan Suhu) Terhadap Kejadian DBD Dissa Nur Olivia; Suherman; Sekarputri, Ayunda Larasati
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.412

Abstract

Demam Berdarah Dengue menjadi masalah kesehatan yang besar bagi masyarakat belum lagi ditambah karena pengaruh perubahan cuaca yang dapat mempengaruhi perkembangan nyamuk Aedes Aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor perubahan cuaca terhadap kejadian DBD yang marak di seluruh dunia. Metode analisis yang digunakan adalah kajian literatur serta menggunakan jurnal terbit 5 tahun terakhir dengan Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Waktu pelaksanaan pekerjaan dimulai dari bulan Maret-April. Hasil penelitian ini berfokus pada pengaruh perubahan cuaca seperti suhu, udara, dan curah hujan dalam perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti. Faktor suhu sekitar 25-30 derajat celcius yang cocok untuk tempat telur nyamuk, faktor curah hujan yang tidak tinggi dan terus menerus bisa menjadi peluang untuk tempat perindukannya karena banyak genangan air sebagai media, dan kelembaban yang paling cocok dengan perkembangan nyamuk itu sekitar lebih dari 60% tidak kurang dari itu. Perubahan faktor cuaca sangat mempengaruhi siklus hidup nyamuk bisa menjadi lebih cepat perkembangbiakannya bisa juga justru menghambat perkembangbikannya.  
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Anemia pada Remaja Putri Deliana, Annisa; Andriyani; Lusida, Nurmalia
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.413

Abstract

Anemia merupakan tantangan kesehatan yang krusial di masyarakat dunia, terutama di negara-negara berkembang, anemia adalah penyakit normal dimana hemoglobin dan sel darah merah normal di bawah normal pada populasi muda berada dalam risiko lebih tinggi karena penurunan populasi fisik dan peningkatan masalah kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan variable yang mempengaruhi prevalensi anemia pada remaja perempuan. Metode penelitian studi ini adalah Tinjauan Pustaka Sistematis, yang memanfaatkan basis data termasuk PubMed, Google Scholar dan jurnal yang sudah di publikasi. Penelitian ini di ambil dari sumber 10 tahun terakhir dan penelitian di lakukan pada bulan Maret-April 2025. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi, pengetahuan mengenai anemia, usia, lamanya waktu menstruasi dan pendapatan orang tua semuanya berkolerasi dengan anemia, status gizi sebagai faktor utama. Kesimpulan utama menunjukkan bahwa edukasi gizi dan peningkatan kesehatan remaja putri sangat penting. Pencegahan anemia bisa memanfaatkan media social seperti TikTok dan Leaflet yang lebih efektif.
Analisis Pengaruh Cuci Tangan dengan Sabun Terhadap Kejadian Diare pada Anak Usia Dini dalam Perspektif Islam dan Kesehatan Desty Dwi Nuraini; Suherman Jaksa; Hasanah, Irna
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.414

Abstract

Diare masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak usia dini terutama di negara berkembang, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh cuci tangan dengan sabun terhadap kejadian diare pada anak usia dini dengan memperhatikan perspektif kesehatan dan nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur sistematis dengan mengikuti panduan PRISMA, serta melakukan pencarian artikel dari dua database  dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Artikel yang terpilih dibatasi pada publikasi yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir, sehingga terdapat 16 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Hasil tinjauan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku cuci tangan dengan sabun dan penurunan kejadian diare pada anak. Intervensi edukatif seperti senam cuci tangan dan sosialisasi terbukti meningkatkan kesadaran dan praktik kebersihan cuci tangan dengan sabun secara efektif dapat mencegah diare pada anak usia dini. Oleh karena itu, disarankan untuk mengintegrasikan edukasi kesehatan dan nilai keagamaan dalam program promosi CTPS di keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Page 1 of 2 | Total Record : 14