cover
Contact Name
Choiril Hana Mustofa
Contact Email
hana@umkla.ac.id
Phone
+6281229733218
Journal Mail Official
hana@umkla.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir Soekarno Km.1 Buntalan Klaten Tengah Klaten Jawa Tengah
Location
Kab. klaten,
Jawa tengah
INDONESIA
WASATHON
ISSN : 29630827     EISSN : 29879701     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat, media penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui program pengabdian dan layanan kepada masyarakat untuk pengembangan teori keilmuan, konsep pemikiran dan hasil peneltian baik dibidang teknik, kesehatan, sosial dan humaniora.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 02 (2023)" : 7 Documents clear
PENDAMPINGAN IBU HAMIL TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI PUSKESMAS TRUCUK KLATEN Endang Wahyuningsih; Lilik Hartati; Endang Sawitri; Amanda Putri Angelina
WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 02 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/wasathon.v1i02.616

Abstract

Kehamilan merupakan masa yang dimulai dari pembuahan atau bertemunya sel telur dengan sperma sampai dengan lahirnya janin. Lamanya kehamilan normal yaitu 40 minggu. Kehamilan ini dibagi menjadi 3 trimester yaitu kehamilan trimester pertama mulai 0-14 minggu, kehamilan trimester kedua mulai 14-28 minggu, dan kehamilan trimester ketiga mulai 28-42 minggu. Tanda bahaya kehamilan yaitu tanda-tanda yang mengindikasikan adanya bahaya atau ancaman dalam kehamilan. Macam-macam tanda bahaya kehamilan dalam buku KIA (2020) yaitu janin dirasakan kurang bergerak dibandingkan sebelumnya, muntah terus menerus dan nafsu makan berkurang, demam tinggi, bengkak pada kaki, tangan, wajah atau sakit kepala disertai kejang, perdarahan pada hamil muda atau tua, dan air ketuban keluar sebelum waktunya. Dengan mengenal tanda bahaya kehamilan diharapkan ibu hamil dapat mendeteksi dan mencegah adanya bahaya atau ancaman dalam kehamilan, sehingga ibu hamil dapat segera mengambil keputusan dengan cepat untuk segera datang ketenaga kesehatan. Jika tanda bahaya kehamilan ini tidak terdeteksi dengan cepat maka dapat mengakibatkan AKI, AKB, kehamilan dengan komplikasi dan persalinan dengan patologi . Penyebab kematian ibu di Puskesmas Trucuk 2 yaitu infeksi dalam kehamilan (Dinkes, 2020). upaya yang dilakukan adalah selama ini berupa penyuluhan pada kelas ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Hasil pengkajian di Puskesmas Trucuk 2, Klaten terdapat 54 ibu hamil yang periksa dan Pelaksana mengambil 16 sampel ibu hamil yang periksa di Puskesmas Trucuk 2 Klaten. Penerapan teknologi tepat guna sepertimedia konseling , lembar balik, leaflat video serta materi konseling untuk edukasi bagi layanan kelas ibu hamil atau pelayanan kesehatan ibu dan anak sangat diperlukan keberadaannya untuk meningkatkan kualitas hidup ibu hamil. Ibu hamil dapat melakukan pemeriksaan secara berkala di wilayah masing masing untuk mencegah terjadinya kondisi sakit yang tidak diharapkan yang dilakukan oleh bidan atau tenaga kesehatan yang lain. Melalui program pengabdian kepada masyarakat pada mitra dapat meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil di wilayah puskesmas Trucuk. Metode pelaksanaan Pendampingan Ibu Hamil Tanda Bahaya Kehamilan Di Puskesmas Trucuk Klaten dengan melalui edukasi,Ceramah,dan diskusi dengan menggunakan media cetak leaflet dan video, dengan sasaran ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas trucuk sejumlah 32 peserta. Kesimpulan yang didapatkan dari hasil pengabdian dengan tema Pendampingan Ibu Hamil Tanda Bahaya Kehamilan Di Puskesmas Trucuk Klaten yaitu Perbandingan peningkatan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dengan media video dan leaflet
Evaluasi Pencatatan Tumbuh Kembang Balita Oleh Kader Posyandu Dalam Upaya Deteksi Stunting Sri Rahayu Rubyanto; Restu Ayu Eka Pustika Dewi; Lutfiana
WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 02 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/wasathon.v1i02.624

Abstract

Permasalahan balita yang salah satunya karena keterlambatan pertumbuhan perkembangan balita dinamakan stunting, yang bukan satu-satunya permasalahan pada balita tetapi keterlambatan tumbuh kembang anak merupakan faktor pencetus kejadian stunting. Dengan permasalahan tersebut perlu dilakukan evaluasi bagaimana pencatatan yang dilakukan di posyandu dengan aplikasi. Pada pengabdian masyarakat ini kami melakukan survey dengan melihat langsung penggunaan aplikasi tersebut dan membetulkan bila kader melakukan kesalahan dalam prakteknya. Kader kesehatan posyandu desa Darupono Kaliwungu berjumlah 20 orang. Hasil yang didapatkan 60 % kader terlihat sudah pandai dalam aplikasi pencatatan tumbuh kembang balita dan 40 % belum menguasai aplikasi. Dari keputusan disepakati bahwa untuk kader yang belum paham diberi tugas lain sehingga disimpulkan bahwa kader posyandu telah terbagi tugasnya masing-masing dan terpantau pertumbuhan perkembangan balitanya.
OPTIMALISASI PELAYANAN POSYANDU DIFFABEL BALITA DI ERA NEW NORMAL DI KELURAHAN ROWOSARI SEMARANG Indah Wulaningsih; Sa’adah Mujahidah; Dwi Kustriyanti; Witri Hastuti; Hermeksi Rahayu; Boediarsih; Rita Dewi S
WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 02 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/wasathon.v1i02.625

Abstract

Puskesmas Rowosari bekerja sama dengan kader kesehatan Kelurahan Rowosari membentuk wadah untuk anak-anak difabel ini melalui kegiatan Posyandu Balita Anak Difabel. Dalam posyandu ini anak-anak difabel diberikan ruang untuk mengekspresikan perasaannya sekaligus juga untuk mengubah stigma masyarakat tentang anak difabel. Namun dalam pelaksanaannya, posyandu anak difabel ini masih jauh dari sempurna. Peran kader yang belum pernah mendapat pelatihan tentang tumbuh kembang anak difabel sehingga dalam mengasuh anak-anak difabel ini hanya berdasarkan atas pengetahuan mereka saja. Selain itu sarana pra sarana dan alat bantu untuk stimulasi tumbuh kembang yang terbatas juga merupakan kendala yang dihadapi oleh para kader kesehatan di Kelurahan ini. Anak disabilitas memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dengan anak yang bukan disabilitas. Pelayanan kesehatan diawali dengan preventif, promotif dan rehabilitatif. Pencegahan disabilitas harus dilakukan sedini mungkin, namun jika disabilitas sudah terjadi diupayakan tingkat kemandirian seoptimal mungkin sesuai potensi yang dimiliki. Diperlukan sebuah terobosan berupa pendidikan dan pelatihan yang terstruktur yang bertujuan melatih kader baru yang dapat mengelola posyandu balita difabel yang lebih baik. Metode Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan pendidikan dan pelatihan yang dikemas dengan menggunakan metode yang lebih interaktif, media yang dapat memberikan gambaran nyata pengelolaan posyandu.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT SCABIES Winnellia Fridina Sandy Rangkuti; Susito; Sudarto; Ajeng Puspita Putri; Mita Seftiani
WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 02 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/wasathon.v1i02.626

Abstract

Penyakit Menular masih menjadi perhatian oleh negara Indonesia. Salah satu penyakit menular adalah scabies (penyakit kulit) disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap tungau sarcoptes scabiei. Hal ini sering terjadi pada masyarakat yang tinggal secara kelompok, hunian padat, pengetahuan rendah, personal hygiene yang kurang baik. pemeliharaan personal hygiene sangat menentukan status kesehatan, dimana individu secara sadar dan inisiatif pribadi menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya penyakit. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi tentang penyakit scabies. Metode kegiatan ini dengan melakukan test (pre test dan post test) , sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan untuk menilai tingkat pengetahuan atau pemahaman masyarakat tentang penyakit scabies sebagai indikator keberhasilan dari suatu program promosi kesehatan. Hasil penyuluhan menunjukan adanya peningkatan pengetahuan atau pemahaman masyarakat mengenai penyakit scabies yaitu dari 40 persen menjadi 93 persen. Berdasarkan hasil penilaian ini diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pencegahan penyakit scabies dan dapat menjaga personal hygiene yang sangat baik.
A Penyuluhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di SD Negeri 3 Kaligayam Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten Avanilla Fany Septyasari; Nita Febriana; Norvanandhita Ardiana A.; Nur Aini Khasanah; Paramita Endang; Prima Wijayanti; Puput Kumalasari; Rini Lestari
WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 02 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/wasathon.v1i02.630

Abstract

Penyuluhan yang diberikan pada siswa SD Negeri 3 Kaligayam Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten yaitu tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tujuan dilakukannya penyuluhan ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang perilaku hidup bersih dan sehat meliputi cara cuci tangan yang benar, makanan bergizi, olahraga rutin, cara menggunakan jamban dengan baik, dan membuang sampah sehingga terbentuknya perilaku hidup bersih dan sehat, sehingga dapat menurunkan angka sakit dan kematian yang disebabkan karena lingkungan yang tidak bersih dan sehat. Penyuluhan ini dilakukan dengan memberikan paparan terkait PHBS dan praktik cara cuci tangan yang baik dengan menggunakan sabun ke siswa SD Negeri 3 Kaligayam. Adapun manfaat penerapan PHBS di lingkungan sekolah yaitu terciptanya sekolah yang sehat sehingga siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah terlindungi dari berbagai gangguan dan ancaman penyakit, dapat meningkatkan semangat proses belajar mengajar yang berdampak pada prestasi belajar siswa, serta citra sekolah sebagai institusi pendidikan semakin meningkat sehingga mampu menarik minat orang tua terhadap sekolah untuk proses pembelajaran bagi anaknya.
Pelaksanaan Senam Lansia Dalam Mencegah Demensia Fitri Suciana; Daryani
WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 02 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/wasathon.v1i02.631

Abstract

Penurunan fungsi kognitif pada lansia di dunia mencapai 50 juta dan 60% memiliki penghasilan yang rendah dan menengah. Gangguan kognitif serting terjadi pada lansia dan merupakan masalah yang serius bagi lansia. Pencegahan penurunan fungsi kognitif dapat dilakukan dengan farmakologis yangmenggunakan obat-obatan dan mengandung bahan kimiawi, kemudian non farmakologis seperti aktifitas fisik, aktifitas mental dan aktifitas sosial .Pencegahan non farmakologis yang dapat dilakukan sendiri oleh lansia yaitu aktifitas fisik berupa senam otak. Kegiatan PKM dilaksanakan melalui 3 tahap yaitu persiapan dengan melakukan perijinan dan koordinasi, pelaksanaan dengan melakukan senam otak dan evaluasi dengan redemonstrasi oleh lansia. Senam otak meningkatkan keterampilan belajar menggunakan kemampuan otak , senam otak dapat dilakukan selama 3 minggu sebanyak 4 kali dalam satu minggu dengan durasi 15-20 menit. Senam otak membutuhkan koordinasi fungsi tubuh mulai dari kepala, tangan, jari dan kaki yang akan menstimulasi keseimbangan tubuh, motoric dan daya ingat.
Senam Gymball Mempercepat Penurunan Kepala Bayi Pada Ibu Hamil Primigravida Trimester III Sri Hadi Sulistiyaningsih; Siti Ni’amah
WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 02 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/wasathon.v1i02.635

Abstract

Perubahan tubuh secara bertahap dari peningkatan berat badan wanita hamil menyebabkan postur dan cara berjalan wanita berubah. Peningkatan distensi abdomen membuat panggul miring kedepan, penurunan tonus otot perut, pusat gravitasi bergeser ke depan sehingga ada kecenderungan bagi otot pinggang untuk memendek. Jika otot abdomen meregang menyebabkan ketidakseimbangan otot pelvis yang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada pinggang bagian bawah dan berdampak pada penurunan kepala bayi. Gym ball adalah bola terapi fisik yang membantu ibu hamil dalam penurunan kepala bayi dalam berbagai posisi. Salah satu gerakannya yaitu dengan duduk di atas bola dan bergoyang goyang membuat rasa nyaman, membantu penurunan kepala bayi dengan menggunakan gravitasi sambil meningkatkan pelepasan endorphin karena elastisitas dan lengkungan bola merangsang reseptor di panggul yang bertanggung jawab untuk mensekresi endorphin. Metode dalam kegiatan pengabdian menggunakan ceramah, diskusi, tanya jawab, praktik teknik gymball dengan pendekatan partisipasi guidence yaitu lebih mengutamakan partisipasi ibu hamil dalam keikutsertaan atau keterlibatan dalam kegiatan yang dilaksanakan. Hasil kegiatan menggambarkan peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang teknik gymball dari skor 5 menjadi 8 dan terdapat penurunan kepala janin sebanyak 3 ibu hamil 1/5 bagian masuk dasar panggul, 3 ibu hamil 2/5 masuk dasar panggul dan juga berkurangnya keluhan nyeri maupun pegal yang dirasakan selama hamil.

Page 1 of 1 | Total Record : 7