cover
Contact Name
Agus Dwi Santoso
Contact Email
journal@poltekpel-sby.ac.id
Phone
+628113636089
Journal Mail Official
journal@poltekpel-sby.ac.id
Editorial Address
Jl. Gunung Anyar Boulevard No.1, Gunung Anyar Surabaya Jawa Timur 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal 7 Samudra Politeknik Pelayaran Surabaya
ISSN : 25021621     EISSN : 26561611     DOI : https://doi.org/10.54992/7samudra.v7i2.111
Jurnal 7 Samudra ditujukan untuk kalangan akademisi, praktisi, dan mahasiswa untuk menerbitkan artikel ilmiah hasil dari penelitian dan/atau pengabdian masyarakat baik secara empiris maupun teoritis yang terkait bidang pelayaran. Setiap edisi mencakup berbagai topik ilmiah yang merujuk pada bidang dan disiplin seperti: Keselamatan Pelayaran Teknologi Operasi Kapal Teknologi Permesinan Kapal Teknologi Kelistrikan Kapal Teknologi Informasi dan Komunikasi Pelayaran Lingkungan Laut Pengembangan SDM Maritim Logistik Kepelabuhanan Bisnis Pelayaran
Articles 114 Documents
PENGGUNAAN METODE PHASE FAILURE RELAY UNTUK GANGGUAN VOLTAGE UNBALANCE PADA MOTOR INDUKSI 3 PHASA
Jurnal 7 Samudra Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v7i1.105

Abstract

Gangguan voltage unbalance sangatlah mengganggu pada proses produksi, karena gangguan voltage unbalance berdampak besar pada motor induksi 3 phasa yang merupakan jenis motor paling sering digunakan pada proses produksi di industri. Voltage Unbalance menyebabkan ke tidak seimbangan arus yang mengalir menuju belitan stator motor. Gangguan tersebut mempunyai dampak yang sangat berbahaya pada motor, bila dibiarkan berlarut-larut akan mengakibatkan peningkatan suhu dan dapat mengakibatkan motor induksi 3 phasa terbakar dikarenakan arus yang mengalir sangat besar. Penggunaan PFR (Phase Failure Relay) merupakan solusi yang cepat, fleksibel, dan efisien untuk mengatasi masalah gangguan voltage unbalance. PFR berfungsi untuk menjaga tegangan altenator agar tetap konstan, maka altenator akan tetap mengeluarkan tegangan yang selalu konstan pada harga nominalnya dalam keadaan beban yang berubah-ubah dan diusahakan selalu berputar pada kecepatan nominalnya. Penggunaan Thermal Overload juga dapat digunakan, namun tidaklah semaksimal PFR dalam cara kerjanya, karena hanya mendeteksi tegangan lebih saja. Sehingga Thermal Overload bukanlah alat proteksi yang utama. Dengan menggunakan metode analisa data yang diperoleh dari perusahaan masalah penanganan gangguan voltage unbalance yang terjadi pada motor induksi 3 phasa bisa dilakukan dengan hasil : pada bulan ke-1 sampai bulan ke-4 dan bulan ke-6 besar tegangannya relatif stabil mendekati angka nominalnya 380V, dengan besar tegangan antar phasanya pada bulan ke-1 (364V, 357V, 371V) dan arus nominal tiap phasanya (15,66A, 16,2A, 15,8A). Pada bulan ke-5 besar tegangan antar phasa jauh mendekati angka nominalnya (264 V, 283V, 375V) dengan besar arus (0,4A, 17,7A, 40A), lalu terjadilah gangguan unbalance voltage dengan besar tegangan antar phasa. %Unbalance Voltage sebesar 12,06% (Standart perusahaan sebesar 10%) untuk pencegahan terjadinya voltage unbalance dilakukan dengan cara memasang alat proteksi berupa Phase Failure Relay (PFR) pada supply tegangan masuk. Kata Kunci : Voltage Unbalance, Motor induksi 3 phasa, PFR, Thermal overload, Motrol Control Center
ANALISA MENURUNNYA PRODUKTIVITAS UDARA PADA KOMPRESOR UDARA DI ATAS KAPAL KMP. PORTLINK III
Jurnal 7 Samudra Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v7i2.108

Abstract

Kompresor sebagai pemasok udara  bertekanan ke botol angin tentunya perlu  ditingkatkan perawatan  dan  perbaikannya  secara  terencana  sehingga  dapat meningkatkan  produktivitas udara yang dihasilkan oleh kompresor.  Dalam kesempatan penelitian ini dilakukan pendekatan secara analisis kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan memahami situasi, peristiwa, peran, interaksi dan kelompok. Data-data yang dikumpulkan berasal dari hasil wawancara dengan beberapa informan di atas kapal, juga melalui pengamatan dan pencatatan gejala-gejala yang tampak pada obyek penelitian serta dari buku, buku petunjuk (instruction manual book) diatas kapal, dan internet.   Kesimpulan yang dapat diambil dalam penyebab menurunnya produktifitas udara pada kompresor udara di kapal adalah tersumbatnya katup high dan low pressure valve pada kompresor, udara kotor dan mengandung uap air yang cukup banyak. Cara mengatasi menurunnya produktifitas udara pada kompresor adalah dengan melakukan pengecekan rutin pada setiap komponen kompresor seperti pada packing high dan low pressure valve.
OPTIMALISASI KINERJA BURNER GUNA MENINGKATKAN PRODUKSI UAP PADA BOILER DI ATAS KAPAL KM. AMARISA Rezky Irianda Syahputra; Ardiansyah; Monika Retno Gunarti
Jurnal 7 Samudra Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v7i1.109

Abstract

Dalam pengoperasiannya, boiler tidak selalu bekerja dengan baik. Boiler mengalami beberapa gangguan yang dapat mengganggu proses untuk memproduksi uap, salah satunya gangguan pada burner. Oleh karena itu diperlukan perawatan yang baik dan benar untuk mengoptimalkan kinerja burner pada boiler. Dalam penyusunan karya ilmiah terapan ini jenis penelitian yang digunakan adalah jenis kualitatif deskriptif, dimana metode ini melakukan pengamatan secara langsung terhadap boiler diatas kapal, dengan menanyakan pada orang-orang pada bidangnya, untuk menjelaskan dan mengurai objek yang diteliti dari fakta-fakta di lapangan tentang optimalisasi kinerja ketel uap. Dari hasil penelitian yang dilakukan bahwa kinerja burner yang kurang optimal disebabkan oleh nozzle dan bahan bakar yang kotor, maka dari itu perawatan dan pengecekan burner harus dilakukan dengan rutin. Kata kunci: Boiler, Burner, nozzle
PENERAPAN MARPOL ANNEX V DALAM PENGOLAHAN SAMPAH DI ATAS KAPAL MT. SERENA III
Jurnal 7 Samudra Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v7i2.110

Abstract

Pencemaran laut merupakan suatu pencemaran yang terjadi di pesisir atau di laut yang terjadi karena banyak hal termasuk kegiatan pelayaran kapal. Dengan dasar ini penulis merumuskan tentang bagaimana penerapan Annex 5 dalam pengolahan sampah di kapal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data deskriktif berupa angka-angka tertulis dari observasi dan perilaku yang diamati.penelitian dalam hal ini penulis mengumpulkan data berupa pendekatan terhadap obyek melalui observasi. Serta menggunakan dokumen dan data-data yang berhubungan dengan pencemaran laut.Sesuai dengan fakta yang penulis temukan di lapangan walaupun IMO telah membuat berbagai prosedur dan aturan akan tetapi para pelaut di laut masih belum benar-benar menerapkan Marine pollution ini dalam keseharian perkerjaan mereka di atas kapal. Dengan masih terjadinya beberapa kesalahan maupun kelalaian yang disebabkan karena ketidakpahaman para kru kapal terhadap pentingnya penerapan MARPOL annex V yang membuktikan bahwa MARPOL sangatlah berpengaruh pada kelangsungan hidup para biota laut. Kata kunci: pencemaran laut, sampah, penanggulangan, pencegahan
EVALUASI TERHADAP KELENGKAPAN SARANA DAN PRASARANA LABORATORIUM DAN SIMULATOR NAUTIKA YANG DISEDIAKAN OLEH PENYEDIA JASA
Jurnal 7 Samudra Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v7i2.111

Abstract

Kebutuhan akan peralatan pendidikan khususnya simulator untuk menunjang tercapainya kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh setiap peserta didik baik peserta Diklat Keterampilan maupun Taruna/Taruni di Politeknik Pelayaran Surabaya. Dalam hal ini instansi pendidikan harus mempunyai simulator sebagai sarana pembelajaran. Jika pelayanan serta sarana dan prasarana praktek tersebut terganggu, maka akan banyak berpengaruh pada tingkat keberhasilan dalam mencapai kompetensi. Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi peran Simulator Nautika sebagai salah satu sarana pendidikan dan untuk mengetahui tingkat kepuasan peserta didik terhadap sarana dan prasarana simulator Nautika Item untuk mengukur faktor kemanfaatan (usefulness) dan Kemudahan Penggunaan (ease of use) diambil dari Davis F.D (1989). Sedangkan item untuk mengukur kepuasan pengguna sistem diambil dari Doll dan Torkzadeh (1988). Semua variabel tersebut diukur dengan berdasarkan skala Likert.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum penilaian peserta didik di lingkungan Politeknik Pelayaran Surabaya terhadap sarana dan prasarana yang disediakan, yang dalam penelitian ini difokuskan pada Lab/ Simulator Nautika dari vendor Transas adalah “Sangat Baik” dengan prosentase akhir rata-rata sebesar 80.78%.Pada aspek pertanyaan tingkat kepuasan, didapatkan hasil prosentase akhir 80.71% yang masuk dalam kategori “Sangat Baik”. Dari hasil ini tentu diharapkan dapat terus ditingkatkan sebagai tolak ukur kesempurnaan tingkat kepuasan yang dirasakan oleh pengguna sarana dan prasarana Lab/Simulator Nautika.
PENERAPAN INTERNATIONAL SHIP AND PORT FACILITY SECURITY CODEGUNA MENJAMIN KEAMANAN DI KM. MENTARI SUCCESS
Jurnal 7 Samudra Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v7i2.113

Abstract

Application of ISPS Code in KM. MENTARI SUCCESS to prevent vessel security threats at harbors is still a lot of drawbacks due to the lack of crew knowledge about the importance of ISPS Code this can be seen when the watchkeeping at the unloading port when berthing and when anchored in the anchor area. crews who do not know the official procedures keep in line with the ISPS Code are finded and this case must be have solve as soon as possible to achieve a safe and conducive ship environments. The ISPS Code is a provision and procedure to prevent acts of terrorism threatening the security of passengers, crew and ships. The neglect and lack of knowledge of the crew on duty may put the security of the vessel in jeopardy. Therefore, the required knowledge and discipline of the crew is trained and guaranteed in maintaining security on board, in accordance with the ISPS Code security system. The method of this minithesis used Qualitative Descriptive. In this case the authors make direct observations when practicing the sea above KM.MENTARI SUCCESS. The results obtained from this study that the provision of training and training, and gift and punishment. From the results of the evaluation of the two alternative solutions problem, it was found that each alternative has advantages and constraints that will be faced in its application on board. However, from both alternatives, with reference to the percentage consideration of the constraints faced, the best alternative solution is found to be the most appropriate solution to solve. Keywords : ISPS Code, Security Patrol, Watchkeeping
EVALUASI PERAN LABORATORIUM SIMULATOR NAVIGASI JURUSAN NAUTIKA TERHADAP KOMPETENSI TARUNA TINGKAT I Arleiny, Arleiny; Suharto; ANAK AGUNG NGURAH ADE DWI PUTRA YUDA
Jurnal 7 Samudra Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v6i2.116

Abstract

Kebutuhan akan peralatan pendidikan khususnya simulator untuk menunjang tercapainya kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh setiap peserta didik baik peserta Diklat Keterampilan maupun Taruna/Taruni di Politeknik Pelayaran Surabaya. Seiring dengan kebutuhan tersebut, maka harus diiringi pula dengan peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan (diklat) kepelautan Penelitian dilakukan untuk mengetahui sejauh mana peran simulator navigasi jurusan nautika dalam pembelajaran di Politeknik Pelayaran Surabaya serta untuk mengetahui besarnya pengaruh penggunaaan simulator dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan taruna pada fungsi navigasi. Untuk mengetahui hal tersebut digunakan metode penelitian deskriptif analisis dengan teknik penmpulan data primer berupa nilai hasil ujian taruna tingkat I. Data yang diperoleh akan diolah dengan metode deskripsi variabel dengan penyajian nilai-nilai statistiguk yang kemudian ditarik beberapa kesimpulan penelitian. Dari hasil penyajian data didapatkan nilai rata-rata praktek secara statistik pada semester 1 mengalami peningkatan di semester 2. Begitupun pada nilai minimum dan nilai maksimum. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa lembaga pendidikan vokasi dalam hal ini politeknik Pelayaran Surabaya dapat dikatakan berhasil dalam menambah dan meningkatkan kompetensi taruna di periode pembelajaran awal yaitu pada Tingkat I dengan peran simulator sebagai salah satu sarana pembelajaran praktek pada fungsi navigasi. Kata Kunci : Simulator, Kompetensi, Navigasi
MONITORING AND CONTROL OF A VARIABLE FREQUENCY DRIVE USING PLC AND SCADA Soleh Uddin; Alia, Diana; Suharso, Didik
Jurnal 7 Samudra Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v8i2.119

Abstract

Motor induksi (atau motor asinkron), yang merupakan motor Arus Bolak-balik (AC) yang paling banyak digunakan di industri, selalu bergantung pada perbedaan kecil dalam kecepatan antara medan magnet stator yang berputar dan kecepatan poros rotor yang disebut untuk menginduksi arus rotor pada belitan rotor. Dengan demikian, motor induksi tidak dapat menghasilkan torsi pada kecepatan sinkron, di mana slip tidak lagi ada. Sebuah motor bila diizinkan, akan memberikan torsi hingga batas maksimumnya untuk memutar bebannya; terutama di bawah rotor yang terkunci atau berat beban peralatan yang dimuat. Nilai batas torsi maksimum berbeda untuk setiap motor induksi AC dan berbanding lurus tergantung pada karakteristik motor. Dalam beberapa kasus, seperti konveyor, mesin bubut bermotor, atau penggerak motor langsung, jika motor dibiarkan menjalankan torsi maksimum, itu dapat menyebabkan kerusakan permanen pada peralatan. Penelitian ini menyajikan desain sistem Variable Speed Drive (VSD) yang memiliki kemungkinan untuk mengukur kecepatan rotor dan mengendalikan torsi motor asinkron berada dalam batas torsi yang ditentukan.
DESAIN SOLAR TRACKER PADA SOLAR CELL BERBASIS ARDUINO
Jurnal 7 Samudra Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v7i2.121

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mengakibatkan kebutuhan energi listrik terus bertambah. Pemanfaatan energi matahari merupakan salah satu cara alternatif yang bisa digunakan karena sebagai sumber energi terbarukan yang paling bersih. Solar cell merupakan salah satu  teknologi terbarukan yang mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Sehingga memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Daya solar cell akan tinggi ketika menghadap matahari dengan sudut yang optimum. Penggunaan solar cell  kebanyakan dipasang secara statis, hal ini mengakibatkan penyerapan sinar matahari kurang optimal. Oleh karena itu dalam penelitian ini, bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi matahari dengan Desain Solar Tracker Pada Solar Cell berbasis Arduino dengan sensor Light Dependent Resistor (LDR) agar dapat menangkap energi matahari dengan maksimal.  Solar tracker merupakan perangkat yang terpasang pada solar cell untuk melacak pergerakan matahari dan memastikan jumlah maksimal sinar matahari yang diserap. Light Dependent Resistor (LDR) digunakan sebagai sensor untuk mendeteksi tingkat kecerahan sinar matahari. Hal ini juga membutuhkan kontrol utama menggunakan Arduino uno yang akan mengakses sensor LDR dan  servo sebagai penggerak panel surya. Penggunaan sistem ini secara langsung solar cell akan bergerak mengikuti arah matahari dan dapat menangkap energi matahari secara optimal. Sehingga dapat diperoleh daya tangkap daya rata-rata pada desain solar tracker. Hasil yang diperoleh daya rata-rata sebesar 6,24 V dengan keadaan paling optimum pada siang hari. Hal ini dikarenakan intensitas cahaya paling tinggi terjadi pada siang hari  
ELECTROMAGNETIC WIRELESS CHARGING SYSTEM
Jurnal 7 Samudra Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v7i2.142

Abstract

Electromagnetic Wireless Charging System merupakan sistem transfer pengisian daya secara nirkabel, yang bertujuan untuk menurunkan resiko sengatan listrik atau konsleting, menyediakan kemudahan pengguna alat elektronik dalam transmisi pengisian daya dan penghematan bahan pembuatan kabel. Wireless charging didasari oleh konsep dasar medan dekat gelombang Elektromagnetic dan kuatnya coupling dari resonansi magnetic, menggunakan sifat induksi Elektromagnetic yang ditimbulkan oleh kumparan pengirim dan penerima, sehingga dapat menghantarkan tegangan dan arus listrik. Elektromagnetic Wireless Charging System ini dapat dibagi menjadi beberapa step atau blok. Blok rangkaian osilator digunakan sebagai pembangkit gelombang yang menghasilkan gaya gerak listrik dengan output berupa gelombang AC, Pada blok selanjutnya Coil pemancar dan coil penerima mempunyai peranan sebagai media pengirim dan penerima gelombang AC. Untuk mencapai target output arus DC berupa tegangan 5 V, digunakan blok diode bridge sebagai penyearah gelombang AC menjadi DC. Pada blok akhir didapatkan tegangan DC 5V yang dapat dialirkan kepada beban yang pada penilitian ini berupa telepon genggam atau handphone.

Page 8 of 12 | Total Record : 114