cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi
ISSN : -     EISSN : 30267447     DOI : https://doi.org/10.47134/pjp
Jurnal Psikologi is a scientific journal published by Indonesian Journal Publisher. Jurnal Psikologi publishes four issues annually in the months of November, February, May and August. The focus and scope of Jurnal Psikologi include articles concerned with Clinical Psychology, Cognitive Psychology, Social Psychology, Educational Psychology, Industrial and Organizational Psychology, Developmental Psychology, Abnormal Psychology, Health Psychology, Sports Psychology dan Experimental Psychology.
Articles 176 Documents
Lived Experiences of Female Academics: How Social Support Shapes Work-Life Balance in Indonesian Higher Education Mariyani, Devi; Ayriza, Yulia; Triyanto, Deni; Lestari, Ditha
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5048

Abstract

This study explores how social support influences the work-life balance of female academics in Indonesian higher education. Using a qualitative phenomenological approach, twenty lecturers shared their experiences in balancing academic responsibilities (Tri Dharma) with family life. Thematic analysis revealed four key forms of social support: (1) family instrumental support, which enables academics to perform their academic tasks more effectively, (2) institutional flexibility, which reflects recognition and trust, creating a supportive work environment that accommodates the demands of both professional and personal life, (3) collegial emotional support, fostering a shared space of empathy, solidarity, and resilience among colleagues, and (4) the integration of instrumental and emotional support, which promotes personal growth, alleviates stress, and enhances work-life harmony. These findings extend Sarafino’s theory of social support by revealing a culturally embedded hierarchy of support within the collectivist context of Indonesian academia, where family, colleagues, and institutions each play distinct roles in providing the necessary resources. The study highlights how social relationships and institutional structures co-construct the well-being of female academics, emphasizing the interdependent nature of both formal and informal support systems. By offering insights into how these dynamics shape work-life balance, this research provides valuable recommendations for gender-responsive policies and practices in higher education. Such policies can improve the work-life balance, career satisfaction, and overall well-being of women in academia, contributing to a more equitable and supportive academic environment.
Efektivitas Pelatihan Komunikasi Aktif terhadap peningkatan keterampilan kepemimpinan di Perusahan x Surabaya Lubis, Syahmardan; Rini, Amanda
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5086

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of active communication training in improving leadership skills among supervisors at Perusahan x Surabaya. The main issue addressed in this organization involves communication barriers between superiors and subordinates, which negatively impact coordination and work motivation. A mixed-methods approach was employed involving 50 participants from the Security and Order Division. Data were collected through interviews, observations, and pre-test and post-test assessments, and analyzed using a paired sample t-test. The results revealed a significant improvement in communication skills after the training, with a value of t = -20.642 and p = 0.000 (p < 0.05). Participants showed enhanced active listening, message clarity, and decision-making transparency. The training effectively strengthened workplace relationships, improved motivation, and fostered a two-way communication culture within the organization.
Efektivitas Psikoedukasi Manajemen Waktu terhadap Peningkatan Keterampilan Pengelolaan Waktu Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Fediansyah; Isrida Yulia
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan manajemen waktu siswa Sekolah Menengah Kejuruan melalui intervensi psikoedukasi yang dirancang secara sistematis. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada temuan awal bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam mengelola waktu antara kegiatan akademik dan kejuruan, dengan 61% responden menunjukkan kemampuan manajemen waktu yang rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory, mengombinasikan data kuantitatif dari kuesioner dan data kualitatif dari wawancara serta observasi. Intervensi dilakukan dalam bentuk pelatihan psikoedukasi yang melibatkan kegiatan seperti to-do list, stop doing list, priority scale, dan tabel prioritas. Hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan manajemen waktu setelah intervensi (p = 0.000 < 0.05), di mana 29 dari 31 siswa menunjukkan peningkatan skor posttest. Temuan ini membuktikan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan kesadaran diri, disiplin belajar, serta kemampuan siswa mengatur waktu secara efisien. Penelitian ini merekomendasikan agar pelatihan psikoedukasi dijadikan program pembinaan berkelanjutan di sekolah untuk memperkuat keterampilan regulasi diri dan produktivitas akademik siswa.
Dari Rumah ke Sekolah: Pengaruh Pola Asuh dan Pengendalian Diri terhadap Sikap Agresi Remaja Di SMAN X Sefianmi, Detri; Apriliani, Sabila
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pola asuh orang tua dan pengendalian diri terhadap perilaku agresif pada siswa kelas XI di SMAN X. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deduktif. Sampel penelitian berjumlah 195 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Isaac dan Michael pada taraf signifikansi 5%. Instrumen penelitian meliputi tiga skala, yaitu skala Pola Asuh Orang Tua (13 butir; α = 0,907; validitas 0,502–0,924), skala Pengendalian Diri (14 butir; α = 0,857; validitas 0,507–0,892), dan skala Perilaku Agresif (14 butir; α = 0,869; validitas 0,336–0,793). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring menggunakan Google Form, kemudian dianalisis dengan regresi linier berganda melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua dan pengendalian diri memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku agresif remaja, dengan kontribusi sebesar 45,1%. Temuan ini menegaskan bahwa semakin positif pola asuh yang diterapkan dan semakin baik kemampuan remaja dalam mengendalikan diri, maka kecenderungan untuk berperilaku agresif akan semakin rendah. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi acuan bagi orang tua, pihak sekolah, serta peneliti berikutnya dalam mengembangkan strategi pengasuhan dan pendidikan yang mendorong peningkatan kontrol diri serta pencegahan perilaku agresif pada remaja.
Konseling Kelompok dengan Pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Pada Siswa SMP Islamic Qon Yang Mengalami Kecemasan Sosial Taslimah, Ummi; Amelasasih, Prianggi
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5007

Abstract

Kecemasan sosial Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas konseling kelompok berbasis Terapi Perilaku Kognitif (Cognitive Behavioral Therapy/CBT) dalam menurunkan tingkat kecemasan sosial pada siswa kelas tujuh di SMP Islamic Qon Gresik. Desain penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pre-test–post-test pada satu kelompok. Subjek penelitian terdiri dari enam siswa yang memiliki tingkat kecemasan sosial tinggi berdasarkan hasil pre-test dari Liebowitz Social Anxiety Scale (LSAS). Intervensi dilakukan melalui lima sesi konseling kelompok yang mencakup tahap pembentukan, transisi, kegiatan inti, dan penutupan. Setiap sesi berfokus pada restrukturisasi kognitif, latihan perilaku sosial melalui bermain peran, dan refleksi diri untuk memperkuat pemikiran adaptif dan kepercayaan diri. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan untuk menentukan perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test.. Hasil penelitian menunjukkan penurunan rata-rata skor LSAS dari 81,67 menjadi 58,67, dengan nilai t yang dihitung sebesar 2,24 > t-tabel 2,015 (α = 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan ini menunjukkan bahwa konseling kelompok berbasis CBT efektif dalam mengurangi gejala kecemasan sosial, meningkatkan keterampilan interaksi sosial siswa, dan menumbuhkan keberanian untuk berbicara di depan umum. Selain itu, penerapan CBT yang dikombinasikan dengan nilai-nilai Islam seperti ukhuwah, tawakal, dan ta‘awun semakin memperkuat kesejahteraan emosional dan dinamika positif dalam kelompok.
Understanding Performance Under Pressure: the Dual Role of Impostor Syndrome and Leader–Member Exchange In High-Tech Work Environments Kusumawati, Retno; Murti, Tri; Yunanto, Kuncono
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5096

Abstract

In examining the impact of digital transformation on employee performance, this study investigates how technostress and digital self-efficacy shape performance outcomes within a technology-integrated manufacturing company in Indonesia. It also assesses the mediating role of impostor syndrome and the moderating role of leader–member exchange (LMX). A quantitative design was applied, involving 236 employees whose responses were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with R software. The results reveal that impostor syndrome does not function as a significant mediator for the overall sample, and LMX does not moderate the link between impostor syndrome and performance. Nevertheless, multigroup analysis shows that both mediation and moderation effects emerge among factory employees but not among office staff. These findings underscore the distinct psychological and relational dynamics that operate across different work settings in digitally driven manufacturing environments. The study provides practical implications for developing tailored organizational interventions that address digital stressors while strengthening leader–employee relationships to improve performance.
Efektivitas Psikoedukasi Manajemen Waktu terhadap Peningkatan Keterampilan Pengelolaan Waktu Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Fediansyah; Yulia, Isrida
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan manajemen waktu siswa Sekolah Menengah Kejuruan melalui intervensi psikoedukasi yang dirancang secara sistematis. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada temuan awal bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam mengelola waktu antara kegiatan akademik dan kejuruan, dengan 61% responden menunjukkan kemampuan manajemen waktu yang rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory, mengombinasikan data kuantitatif dari kuesioner dan data kualitatif dari wawancara serta observasi. Intervensi dilakukan dalam bentuk pelatihan psikoedukasi yang melibatkan kegiatan seperti to-do list, stop doing list, priority scale, dan tabel prioritas. Hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan manajemen waktu setelah intervensi (p = 0.000 < 0.05), di mana 29 dari 31 siswa menunjukkan peningkatan skor posttest. Temuan ini membuktikan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan kesadaran diri, disiplin belajar, serta kemampuan siswa mengatur waktu secara efisien. Penelitian ini merekomendasikan agar pelatihan psikoedukasi dijadikan program pembinaan berkelanjutan di sekolah untuk memperkuat keterampilan regulasi diri dan produktivitas akademik siswa.
Peran Virtues dalam Memfasilitasi Flow State untuk Produktivitas dan Resiliensi di Tempat Kerja: Tinjauan Literatur Sistimatis di Era Pasca-Pandemi Gusma, Novaria; Nur, Haerani
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5126

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mengubah dinamika kerja dan mendorong organisasi untuk tidak hanya berfokus pada produktivitas, tetapi juga pada pembangunan ketangguhan serta kesejahteraan karyawan. Studi ini bertujuan menelusuri kembali peran nilai-nilai kebajikan (virtues) dalam mendukung pengalaman keterlibatan optimal (flow) sebagai proses psikologis yang berkontribusi pada produktivitas dan resiliensi di lingkungan kerja pasca-pandemi. Penelitian dilakukan melalui Tinjauan Literatur Sistematis (Systematic Literature Review/SLR) terhadap 20 artikel internasional terbitan 2020–2025 yang membahas hubungan antara virtues, pengalaman keterlibatan optimal, dan resiliensi dalam konteks pekerjaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa virtues seperti integritas, keadilan, dan empati memperkuat iklim kerja yang positif dan mendorong munculnya motivasi intrinsik serta pengalaman keterlibatan mendalam, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan dan kinerja karyawan. Pengalaman keterlibatan optimal berperan sebagai mekanisme penghubung antara virtues organisasional dan penguatan resiliensi psikologis, baik pada tingkat individu maupun organisasi. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi virtues, pengalaman keterlibatan optimal, dan resiliensi dapat menjadi landasan bagi budaya kerja yang produktif, humanis, dan adaptif terhadap tantangan masa depan. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengembangkan model integratif dan menggunakan pendekatan longitudinal guna memperdalam pemahaman mengenai interaksi ketiga variabel tersebut.
Understanding Performance Under Pressure: The Dual Role of Impostor Syndrome and Leader–Member Exchange in High-Tech Work Environments Ryani Kusumawati, Retno; Murti, Tri Ratna; Yunanto, Kuncono Teguh
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5052

Abstract

This study investigates the effects of technostress and digital self-efficacy on employee performance in digitally transformed manufacturing environments. It examines impostor syndrome as a mediating variable and leader–member exchange (LMX) as a moderating variable to understand their combined influence on work outcomes. A quantitative research design was applied, involving 236 employees from a technology-integrated manufacturing company in Indonesia. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) in R. The results show that technostress negatively affects employee performance, while digital self-efficacy enhances it. Impostor syndrome significantly reduces performance but does not mediate the relationship between technostress or digital self-efficacy and performance across the full sample. Similarly, LMX does not significantly moderate the effect of impostor syndrome on performance. However, multigroup SEM analysis reveals that these relationships are significant among factory employees but not among office staff. These findings highlight the contextual nature of psychological responses to digital transformation and suggest that organizations should tailor interventions to different work settings. Strengthening digital self-efficacy and supportive leadership practices may help mitigate the negative effects of technostress and impostor syndrome on employee performance.
Efektivitas Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Meningkatkan Pemahaman Komunikasi dengan pegawai Tunarungu Anggraeni, Icha Nur; Candrasasi, Asti
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan bahasa isyarat dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dasar pegawai Divisi SDM dan Hukum dalam berinteraksi dengan pegawai tunarungu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest, di mana peserta diberikan pretest sebelum pelatihan dan posttest setelah pelatihan untuk melihat perubahan kemampuan secara langsung. Pelatihan diikuti oleh enam pegawai yang mendapatkan materi mengenai prinsip komunikasi dengan tunarungu, penggunaan alfabet jari atau finger spelling, pengenalan kosakata dasar BISINDO/SIBI, praktik gerakan tangan, serta simulasi komunikasi di situasi kerja yang sering ditemui dalam pelayanan maupun koordinasi internal. Pengukuran dilakukan menggunakan instrumen tes yang disusun untuk menilai aspek pengetahuan dan keterampilan dasar bahasa isyarat yang relevan dengan kebutuhan kerja sehari-hari. Data hasil pretest dan posttest dianalisis menggunakan paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi yang signifikan setelah mengikuti pelatihan. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 63,33 pada pretest menjadi 86,67 pada posttest dengan nilai signifikansi p = 0,017. Ukuran efek menggunakan Cohen’s d sebesar 1,429 menunjukkan kategori efek besar, sehingga mengindikasikan bahwa pelatihan memberikan pengaruh yang kuat terhadap peningkatan kompetensi peserta. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini membuktikan bahwa pelatihan bahasa isyarat efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dasar pegawai. Pelatihan ini berpotensi mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif, serta mendorong interaksi yang lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan pegawai tunarungu. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi instansi untuk melaksanakan pelatihan lanjutan atau program serupa guna memperkuat kompetensi komunikasi pegawai di masa mendatang.