cover
Contact Name
M. Zaenal Arifin
Contact Email
jurnalfikrah@stai-binamadani.ac.id
Phone
+6282249559482
Journal Mail Official
jurnalfikrah@stai-binamadani.ac.id
Editorial Address
JL. KH. Hasyim Ashari, Gg. Ambon / Kavling DPR, No. 236, Nerogtog Pinang, RT.003/RW.004, Kenanga, Kec. Pinang, Kota Tangerang, Banten 15148
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Al Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
ISSN : 28083571     EISSN : 28092252     DOI : https://doi.org/10.51476/alfikrah
Core Subject : Education,
Al Fikrah Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam adalah jurnal yang diterbitkan oleh program Magister Pendidikan Agama Islam STAI Binamadani Tangerang. Jurnal ini mencakup aspek-aspek pendidikan islam dan pemikiran islam yang difokuskan pada ; 1. Komponen-komponen pembelajaran ; kurikulum, model, psikologi, manajemen, 2. Konsep pemikiran Islam, 3. Problematika pendidikan Islam
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 62 Documents
KONTEKSTUALISASI SIKAP USWATUN HASANAH DAN RAHMATAN LI AL-'ALAMIN DALAM DIRI RASULULLAH SAW DENGAN METODE DAMAI SEBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN ALTERNATIF DI SEKOLAH TINGKAT DASAR DAN MENENGAH Samsudin, Umar; Ghofur, Abdul; Oktavera, Siska
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2023): alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i2.512

Abstract

Tulisan ini berupaya mendudukkan keterkaitan antara yang sentral dengan yang perifer. Sentralnya adalah strategi pembelajaran Rasulullah Saw, yaitu sebagai sosok yang dapat dijadikan sebagai uswatun hasanah dan sikapnya yang rahmatan lil’alamin. Sementara periferinya adalah pengembangan strategi pembelajaran Rasulullah tersebut dengan metode damai. Dengan metode damai ini, mampu menjalin hubungan yang baik antara guru dan siswa, dapat menumbuhkan jiwa semangat dan emosi positif. Dengan demikian dapat meminimalisir terjadinya kekerasan dalam pendidikan. Strategi pembelajaran dengan kontekstualisasi sikap Usawatun hasanah dan rahmatan lil 'alamin melalui metode damai memberikan solusi terhadap suatu masalah dalam pembelajaran, khususnya masalah kekerasan dalam pendidikan untuk anak usia sekolah tingkat dasar dan menengah. Dalam menerapkan strategi pembelajaran kontekstual dengan metode damai ini, yang diperlukan adalah mengolah kelas, melakukan interaksi belajar-mengajar, menyampaikan materi dan metode, yang semuanya menerapkan pendekatan humanistik (humanistic approach). Di antara mendidik dengan peserta didik didorong untuk melakukan komunikasi multi-arah sehingga tercipta suasana demokratis di dalam kelas, dan tidak didominasi oleh peran guru secara berlebihan. Dalam perspektif Islam, perdamaian adalah salah satu prinsip yang luhur yang dimilikinya.
KRITIK DAN PENOLAKAN ULAMA HANBALI ATAS PEMIKIRAN TEOLOGI IBNU TAIMIYYAH Fata, Badrus Samsul
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2023): alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i2.514

Abstract

Ibnu Taimiyyah (d. 728 H) has been the source of tension between his supporters and opponents for centuries. These supporters believed that Ibn Taimiyyah was ma'shum, more superior to Imam Ahmad bin Hanbal, and they even believed he was the ultimate mujtahid (khatim al-mujtahidin). However, such claims ignore the sharp rejection of Sunnis schools and generations (Hanafiyyah, Malikiyyah, Syafi'iyyah) and even the internal assessments of the Hanbali scholars such as Imam Ibn Rajab al-Hanbali (w. 795H), Imam Ibnu al-Mardawi al-Hanbali (w. 885H), Imam Ibnu Najjar al-Hanbali (w. 972H), Imam al-Buhuti al-Hanbali (w. 1051H), dan Imam al-Safarayni al-Hanbali (w. 1188H). This paper uses an interdisciplinary approach to analyze primary sources to demonstrate the referential hierarchy as the internal consensus of the Hanbali school (ijma' fi al-madhabihi), as the dispute over the results of tarjih formulation in ushul and furu' comes up. The first rank is the founding father of Hanbali school, Imam Ahmad bin Hanbal himself. The second place is Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi al-Hanbali, the writer of Kitab al-Kafi fi Fiqh al-Imam Ahmad bin Hanbal and Kitab al-Mughni. The third contributor is Imam Majduddin Abu al-Barakah al-Taimy, the writer of Kitab al-Muharrar fi al-Fiqh. The fourth rank belongs to Imam Ibn Muflih al-Hanbali, Kitab al-Furu's writer. The fifth place is Imam Ibnu Rajab al-Hanbali, the writer of Kitab al-Qawa'id al-Fiqhiyah. The sixth rank is Imam Ibnu Hamdan al-Hanbali, the writer of Kitab al-Ri'ayah al-Kubra. The seventh contributor is Imam Taqiyyuddin Ibn Taimiyyah, who wrote Kitab Majmu' al-Fatawa. The eighth rank is Imam Ibn 'Abdus al-Hanbali, the writer of Kitab al-Tadhkirah fi al-Fiqh. Furthermore, this article also proves that Ibn Taymiyyah is not the only scholar of the Hanbali school to hold the title of Syaikhul Islam among Hanbali scholars; there are still many others. Instead, Syaikhul Imam Abdul Qadir al-Jilani al-Hanbali received a more prestigious title as the Sultan-al-Masyayikh among the leading scholars of the Hanbali school.
KOMPETENSI TIK BAGI GURU MODEL ICT-CFT UNESCO VERSI 3.0 TAHUN 2018 DAN PROPOSAL BARU PAI DI INDONESIA Rosyadi, Imron; Novrizal, Novrizal
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2023): alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i2.515

Abstract

Artikel ini tentang apa dan bagaimana implementasi ICT-CFT atau Kerangka Kompetensi TIK untuk Guru Versi 3.0 UNESCO tahun 2018 dan juga kendala dan tantangannya sehingga dengan temuan dari penelitian ini dapat dijadikan dasar konsep pengembangan Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Adapun hasil temuan dari kajian pustaka yaitu proposal PAI di Indoneia; 1) Pendidikan dibangun atas prinsip; kerjasama, koloborasi, dan solidaritas sosial sesama umat manusia. 2.Pembelajaran dengan media berbasis TIK atas kompetensi ICT-CFT UNESCO versi. 3.0. bagi guru.
PERKEMBANGAN DAN KARAKTERISTIK POLITIK MASA KHULAFA' AR-RASYIDIN Syaferi, Oki Elan; Alimni, Alimni
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v4i1.546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan politik pada masa Khulafa' ar-Rasyidin dan memaparkan karakterisitik politik dari para khalifah. Macam ragam seni politik para khalifah pada masa Khulafa' ar-Rasyidin membawa perubahan dari masa ke masa. Penelitian ini merupakan metode kualitatif kepustakaan dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Data-data primer bersumber dari buku, jurnal dan lainnya. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa sistem kepemimpinan politik Islam setelah wafatnya Rasulullah Saw tidak berbentuk kerajaan, dalam arti kepala negara dipilih dan tidak didasarkan turun-temurun. Ciri yang menonjol dari sisitem pemerintahan Khulafa' ar-Rasyidin terletak pada mekanisme musyawarah. Karakteristik politik pada masa Abu Bakar dikenal dengan politik konsolidasi, masa Umar Bin Khathab politik ekspansi, masa Usman bin Affan politik sentralistik dan nepotisme, dan masa Ali bin Abi Thalib politik stabilitas melalui upaya penanganan terhadap pemberontakan dan peristiwa tahkim.
KONTRIBUSI PEMIKIRAN TOKOH-TOKOH KONSERVATISME ISLAM KONTEMPORER TERHADAP PEMIKIRAN ISLAM Nurfalina, Yuliana
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v4i1.553

Abstract

Konservatif dimaknai sebagai suatu aliran yang dipakai dalam kajian filsafat Yunnani. Kemudian Konservatisme ini menjadi sebuah istilah yang menjelaskan tentang kelompok atau tokoh-tokoh pemikir agama yang berusaha menjaga dan mempertahankan, lembaga, tradisi serta otoritas agama. Dalam penulisan ini, metode yang dipakai adalah pendekatan sejarah dengan menghimpun informasi dari berbagai sumber melalui penelitian perpustakaan, termasuk buku-buku, artikel, dan referensi lainnya. Hasil dari penelitian ini menjelaskan tentang siapa saja tokoh-tokoh pemikir konservatisme Islam Kontemporer dan bagaimana bentuk kontribusinya terhadap perkembangan agama Islam terhadap umat Islam saat ini.
PENDIDIKAN DALAM RELASI RASULULLAH SAW TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS Hikam, Ahmad Bahrul
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v4i1.567

Abstract

Penelitian ini membahas tentang relasi yang dilakukan oleh Rasulullah Saw terhadap penyandang disabilitas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan dari pola relasi yang dibangun tersebut. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif kepustakaan dengan pendekatan deskriptif analitis. Data-data primer dan sekunder bersumber dari literer kepustakaan berupa buku, kitab, jurnal dan lainnya. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pola relasi yang dilakukan terhadap penyandang disabilitas pada peradaban pra Islam maupun umat beragama terdahulu cenderung meniadakan hak-hak dasar penyandang disabilitas. Pola relasi yang dilakukan Rasulullah Saw terhadap penyandang disabilitas memberikan penegasan bahwa Islam sangat peduli pada eksistensi kemanusiaan penyandang disabilitas. Kepada mereka, Islam mengakui serta memberikan hak dan kewajiban dalam kehidupan keagamaan, sosial, pendidikan, dan lainnya. Stigma negatif terhadap penyandang disabilitas dihilangkan, memberikan kedudukan yang sama seperti individu yang normal, dan memberikan ruang untuk mengaktualisasikan potensi yang dimiliki.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM MEMBERDAYAKAN KETERAMPILAN SISWA MATA PELAJARAN PAI Syafi'i, Muhammad; Susanti, Rissa Rahmadhani; Efendi, Siti Amellia
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v4i1.583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang efektivitas model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) dalam memberdayakan keterampilan siswa Pendidikan Agama Islam dan menjabarkan kelebihan dan kekurangan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT). Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review atau kajian literatur yang menitikberatkan pada proses mengkaji dan menganalisis secara luas dan menyeluruh terhadap beberapa literatur yang relevan dengan topik penelitian. Data literatur yang digunakan sebagai sumber utama dalam penelitian ini sebanyak 9 literatur yang diperoleh dari data based seperti Google Scholar yang dipublikasikan dengan kisaran waktu 5 tahun terakhir (2018-2023). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya efektivitas model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) dalam memberdayakan keterampilan siswa Pendidikan Agama Islam dan kelebihan merupakan penunjang keberhasilan penerapan Team Games Tournament (TGT) yang meliputi Siswa menjadi lebih rajin belajar, aktif dalam berdiskusi, hasil belajar lebih baik, dan lain sebagainya. Sementara kekurangan adalah kendala yang dihadapi dalam penerapan Team Games Tournament (TGT) yang meliputi pembagian siswa menjadi tim secara acak menyita waktu, siswa ramai, dalam diskusi melewati batas waktu yang ditentukan, dan lain sebagainya.
UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN FISIK AKIBAT FANATISME SUPORTER SEPAK BOLA DENGAN PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DI KORWIL JAKMANIA, MERUYA, JAKARTA BARAT Oktavera, Siska; Al Akbar, Fharesky Faisal; Turmidzi, Imam
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v4i1.594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan upaya pencegahan kekerasan fisik akibat fanatisme suporter sepak bola dengan penanaman nilai-nilai pendidikan Islam di Korwil The Jakmania, Meruya. Selama ini, suporter sepak bola kerap kali mendapat stigma negatif dari masyarakat karena sikap kefanatikan mereka yang menyebabkan sering terjadinya kerusuhan. Padahal di balik itu, suporter sepak bola terorganisasi dengan baik, juga memiliki kegiatan-kegiatan positif di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis dimana data yang dianalisis tidak untuk menerima atau menolak hipotesis melainkan mendeskripsikan gejala yang diamati yaitu upaya-upaya penanaman nilai-nilai pendidikan Islam untuk mencegah kekerasan fisik akibat fanatisme suporter di Korwil The Jakmania, Meruya. Penelitian ini menemukan bahwa Korwil The Jakmania, Meruya, telah melakukan upaya-upaya pencegahan kekerasan fisik melalui kegiatan-kegiatan keagamaan seperti aksi saling berbagi, santunan anak yatim, saling menolong, bakti sosial, silaturahmi, belajar mengaji, dan menjaga perdamaian. Dari kegiatan tersebut, terbukti mampu mengurangi tingkat kerusuhan, mabuk-mabukan, dan mengurangi adanya pandangan negatif yang diberikan oleh masyarakat kepada suporter. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa Korwil The Jakmania, Meruya, memiliki dampak yang besar dalam mencegah kekerasan fisik akibat fanatisme suporter. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, anggota dan masyarakat mendapat dampak positif dengan terciptanya kerukunan dan tidak ada kekerasan fisik di wilayah Meruya, Jakarta Barat.
PROBLEMATIKA PERNIKAHAN YANG TIDAK DICATATKAN DI KALIMANTAN UTARA Anto, Adrianto
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v4i1.615

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pernikahan adat yang dilakukan tanpa sepengetahuan PPN dan KUA dan pernikahan siri yang dilakukan oleh kalangan masyarakat dan tidak dicatatkan oleh PPN dan KUA. Permasalahannya adalah perlindungan hukum terhadap warga Negara Indonesia yang hanya melakukan perkawinan adat atau pernikahan siri. Dan Akibat Hukum dari pernikahan yang tidak dicatatkan di PPN dan KUA serta kedudukan pencatatan pernikahan dalam upaya merealisasikan tujuan maslahah yang ada pada diri manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan adat dan perkawinan siri tidak mendapatkan perlindungan hukum dan akibat hukum yang timbul adalah rentannya perkawinan, proses penyelesaian anak dan kewarisan yang tidak terselesaikan serta Kedudukan pencatatan pernikahan adalah sebagai syarat administratif dalam peraturan perundang-undangan.
PROBLEMATIKA PROGRAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DI INDONESIA DAN TAWARAN SOLUSINYA Masykur, Fuad
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v4i1.628

Abstract

Moderasi beragama telah lama digaungkan. Legalitas dan penguatan programnya juga telah dilakukan oleh pemerintah dengan menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2023 Tentang Penguatan Moderasi Beragama, dan telah masuk pada agenda pembangunan nasional sebagaimana tertera dalam RPJMN 2020-2024. Demikian pula telah diimplementasikan melalui berbagai kegiatan di beberapa instansi dan lembaga, baik di institusi pemerintahan maupun non-pemerintah. Namun Program Penguatan Moderasi Beragama ini dirasa masih kurang berhasil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menitikberatkan pada studi pustaka. Analisisnya menggunakan teknik content analysis. Penelitian ini menunjukan bahwa program Penguatan Moderasi Beragama kurang berjalan efektif. Hal ini ditandai dengan adanya sikap antipati, cibiran, penolakan dan bahkan perlawanan terhadap konsep dan gagasan moderasi beragama dari sebagian kelompok masyarakat dengan berbagai bentuk, sikap, dan cara yang dilakukannya. Hal itu ditengarai karena berbagai hal, antara lain; 1) Program ini terkesan sporadis, 2) Kurang terkonsolidasinya seluruh stakeholder yang ada, 3) Program ini hanya bergantung pada anggaran pemerintah, 4) Kurang memanfaatkan media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa agar program ini bisa berjalan dengan maksimal dan memperoleh target yang diharapkan, diperlukan terobosan baru, antara lain; dilakukan secara holistik dan komprehensif dengan pendekatan sinergitas kerja sama dengan mendayagunakan ekosistem yang ada.