cover
Contact Name
M. Zaenal Arifin
Contact Email
jurnalfikrah@stai-binamadani.ac.id
Phone
+6282249559482
Journal Mail Official
jurnalfikrah@stai-binamadani.ac.id
Editorial Address
JL. KH. Hasyim Ashari, Gg. Ambon / Kavling DPR, No. 236, Nerogtog Pinang, RT.003/RW.004, Kenanga, Kec. Pinang, Kota Tangerang, Banten 15148
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Al Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
ISSN : 28083571     EISSN : 28092252     DOI : https://doi.org/10.51476/alfikrah
Core Subject : Education,
Al Fikrah Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam adalah jurnal yang diterbitkan oleh program Magister Pendidikan Agama Islam STAI Binamadani Tangerang. Jurnal ini mencakup aspek-aspek pendidikan islam dan pemikiran islam yang difokuskan pada ; 1. Komponen-komponen pembelajaran ; kurikulum, model, psikologi, manajemen, 2. Konsep pemikiran Islam, 3. Problematika pendidikan Islam
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 62 Documents
HAK ASASI MANUSIA DI DUNIA ISLAM Saeful, Achmad; Turmidzi, Imam
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2023): Alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i1.446

Abstract

This article is about human rights in the Islamic world. This study confirms that human rights are an important part of Islamic teachings. Since the beginning of its arrival Islam has greatly accommodated the concept of human rights. Nevertheless, the concept of human rights at the beginning of its emergence, precisely in the Declaration of Human Rights of December 10, 1948 was not approved by some Islamic countries, considered a product of the West and not part of Islam. On the other hand, in the practice of its application, Muslim countries in Southeast Asia, such as Indonesia, Malaysia and Brunei Darussalam are very different, but these countries at least agree on one word, that the concept of human rights should be upheld and actualized in the life of the nation and state.
DAMPAK POSITIF KESEHATAN JASMANI DAN ROHANI DALAM DOKTRIN KEIMANAN DAN PENGAMALAN RITUAL IBADAH ISLAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN Arifin, Mohamad Zaenal
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2023): Alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i1.449

Abstract

Tulisan ini mengulas tentang pandangan al-Qur'an terkait dampak positif dari doktrin keimanan dan pengamalan ritual ibadah dalam agama Islam. Di kalangan kaum muslimin terdapat satu keyakinan bahwa seluruh ajaran yang terkandung dalam al-Qur'an, khususnya doktrin keimanan dan ritual ibadah, membawa manfaat pada kesehatan jasmani dan rohani pelakunya. Penelitia ini berjenis kualitatif kepustakaan, dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode tafsir maudhu'i, dimana peneliti menentukan tema pokok pembahasan, mengumpulkan ayat-ayat yang relevan dengan tema, dan selanjutnya mendeskripsikan serta menganalisisnya. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa keimanan yang kuat dan istiqamah akan memberikan kestabilan sikap dan emosi bagi orang beriman. Sementara, ritual ibadah shalat, puasa, berzakat, ibadah Haji, dan dzikir, secara psikis akan memberi rasa tenang, bahagia, jauh dari kecemasan, putus asa, dan melatih jiwa memiliki daya tahan untuk berjuang, harapan, optimis, dan semacamnya. Terhadap kesehatan fisik, pengamalan ritual ibadah akan membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh, mengistirahatkan dan mengurangi beban organ tubuh, meningkatkan daya serap makanan, memperbaiki fungsi hormon, meremajakan sel-sel tubuh, membersihkan tubuh dari racun, menyingkirkan penyakit, bahkan menyembuhkan dari penyakit yang diderita. Selanjutnya, secara sosial akan menumbuhkan rasa kebersamaan, rasa diperhatikan, dan dukungan sosial. Sebaliknya, akan menghindarkan seseorang dari rasa terisolir, dikucilkan, tidak dapat bergabung dalam kelompok, dan tidak diterima oleh orang lain
THE FUTURE CHALLENGES OF MODERATE PESANTREN IN INDONESIA: Fata, Badrus Samsul
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2023): Alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i1.452

Abstract

Abstract Moderate Indonesia's Islamic boarding schools (pesantren) and madrasahs are firmly linked with mass organizations like Nahdlatul Ulama (N.U.), Nahdhatul Wathan (N.W.), Perti, Jam'iyyah al-Khairat, Mathla'ul Anwar (M.A.), and others. Moderate pesantrens have developed teaching methods and an educational system that are open, moderate, pluralistic, and even resistant to radical ideology, violent extremism, and terrorism throughout the centuries. Western sociological-anthropological investigations by Bruinessen, Fealy, Barton, Steenbrink, Horikoshi, Ziemek, and Indonesian scholars such as Dhofier, Wahid, Rahardjo, and Mansur Noor supported this, with certain limitations. Dhofier asserted that the Islamic boarding schools and madrasas were unique until the 1970s as alternative educational institutions. They built a community that valued kyai, santri, langgar, pondok, and kitab kuning. However, violent extremism and terrorist acts in Indonesia over more than a decade implicated alumnae of different radical pesantren; four were affiliated with Jamaah Islamiyyah (Al-Islam Lamongan, al-Mukmin Ngruki, Al-Muttaqien Jepara, and Darusy Syahadah Klaten), and the two others (al-Manar and Al-Hikmah) affiliated with Jamaah Ansharus Tauhid (JAT), and Jamaah Ansharus Syariah (JAS). This paper examines and measures moderate pesantren's future challenges, particularly how global Islamic political movements have fueled religious radicalism and fundamentalism in contemporary Indonesia.
PESAN MORAL PENDIDIKAN ANAK DALAM SURAH LUQMAN MENURUT PENAFSIRAN HAMKA Suliyono, Suliyono; Has, Hamzah; Latif, Abdul
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2023): Alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i1.464

Abstract

Tulisan ini bertujuan menggali muatan pesan moral dalam konteks pendidikan dan pengajaran anak dalam surah Luqman ayat 12-19. Salah satu interaksi edukatif ‎dalam al-Qur’an adalah kisah Luqman dengan anaknya. Melalui penceritaan sosok Luqman, al-Qur'an hendak memberikan pendidikan dan pengajaran kepada manusia. ‎Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan sumber data dari ayat-ayat al-Qur’an, kitab tafsir dan buku-buku yang relevan dengan permasalahan yang dikaji. Metode yang digunakan adalah tafsir tematik satu surah di mana penulis mengkaji dan memahami secara mendalam penafsiran Hamka terhadap ayat 12-19 surah Luqman. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa berdasarkan pada penafsiran Buya Hamka, didapati muatan pesan moral pendidikan yang mengarah pada 4 (empat) aspek hubungan, yaitu: 1) Pesan moral dalam hubungan hamba dengan Allah Swt; 2) Pesan moral dalam hubungan orang tua dengan anaknya. 3) Pesan moral dalam hubungan anak terhadap orang tua, dan 4) Pesan moral dalam hubungan dengan sesama manusia.
HISTORITAS DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM AYAT-AYAT 'ITAB Ghofur, Abdul; Arifin, Jaenal; Ridwan, Muhammad
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2023): Alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i1.471

Abstract

Tulisan ini bertujuan menelusuri aspek sejarah dari ayat-ayat 'Itab dan menggali makna subtantif dari ayat-ayat 'Itab dengan mengkaitkannya pada aspek pendidikan yang terkandung di dalamnya. Di satu sisi, pribadi Rasulullah Saw merupakan tauladan dalam segala aspek kehidupan, sementara di sisi lain dalam al-Qur'an didapati banyak ayat yang bernada teguran atas sikap, perbuatan, ataupun ijtihad beliau. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan dimana pembahasannya menggunakan data-data yang diperoleh melalui penelusuran literatur kepustakaan, seperti kitab tafsir, buku, dan sumber lainnya yang relevan. Hasil tulisan ini menyimpulkan bahwa peristiwa atau kejadian yang menjadi sebab turunnya ayat-ayat 'Itab tercatat dalam banyak hadits shahih. Dari riwayat-riwayat tersebut diketahui bahwa hal-hal yang menjadikan sebab turunnya ayat-ayat 'Itab terkait dengan persoalan tawanan perang Badar, pengecualian orang munafik turut dalam perang Tabuk, menshalatkan jenazah orang munafik, mendoakan kerabat yang tidak beriman, mengharamkan madu, dan lainnya. Dalam konteks pendidikan, turunnya ayat-ayat 'Itab dijadikan sebagai sarana Allah Swt untuk memberi pendidikan dan arahan kepada Rasulullah Saw dalam hal membetulkan sikap dan perbuatan Rasulullah Saw saat bergaul dengan orang lain, menegakkan keadilan hukum, memutuskan suatu perkara secara adil, dan lainnya
PENDIDIKAN ISLAM DALAM KURUN MODERN Akhyar, Muhamad Zainal; Samsudin, Umar
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2023): Alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i1.474

Abstract

Tulisan ini akan membahas tentang perkembangan pendidikan agama Islam dan kaitannya dengan sistem pendidikan di Indonesia pada masa kolonial hingga beberapa tahun setelah kemerdekaan. Upaya memasukkan pendidikan agama Islam ke dalam sistem pendidikan modern mengharuskan adanya berbagai perubahan dan penyesuaian dalam sistem pendidikan. Berbagai pembaharuan yang muncul, seperti di Minangkabau, al-Jamiyah al-Washiliyah, Muhammadiyah, PERTI, NU, dll merupakan upaya umat Islam dalam memajukan pendidikan agama Islam bagi masyarakat muslim Indonesia. Kajian ini merupakan penelitian pustaka yang bersifat kualitatif. Sumber data utama adalah karya Karel A. Steenbrink, Pesantren, Madrasah, Sekolah: Pendidikan Islam dalam kurun modern. Sumber data yang lain diperoleh dari literatur kepustakaan, seperti: buku, jurnal, dan lainnya. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa madrasah merupakan sintesis dari sistem pendidikan agama dan pendidikan umum. Sistem pendidikan Indonesia telah mengadopsi pendidikan agama yang mulanya hanya dilakukan di pesantren sebagai lembaga pendidikan tradisional. Pesantren sebagai lembaga pendidikan tradisional yang hanya mengajarkan ilmu agama juga telah membuka diri dengan melaksanakan pendidikan umum bagi para santri.
METODOLOGI TAFSIR AL-QUR’AN DALAM PERSPEKTIF AL-ALUSI Sulastri, Sulastri; Saeful, Achmad
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2023): alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i2.494

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang metodologi tafsir Alquran dalam perspektif al-Alusi. Pada tulisan ini ditemukan metode yang digunakan dalam penafsiran Alquran oleh al-Alusi adalah metode tahlili. Sementara itu, corak tafsir Alquran yang digunakannya tidak bersifat tunggal. Setidaknya terdapat beberapa corak tafsir yang digunakan oleh al-Alusi mulai dari corak filsafat, lughawi, teologi, fikih sampai pada corak sufi. Berbagai corak yang digunakan oleh al-Alusi dalam menafsirkan Alquran menunjukkan jika dirinya piawai dalam melakukan hal tersebut
MUHAMMAD ABDUH: REFORMASI DAN PURIFIKASI INTELEKTUALITAS DUNIA PENDIDIKAN ISLAM TAHUN 1866-1905M Darmawan, Budi; Wirman, Eka Putra; Zainal, Zainal; Efendi, Efendi
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2023): alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i2.501

Abstract

Muhammad Abduh was a reformer and thinker who was very influential in the history of Islamic thought. His thoughts have had a significant impact on various stages of people's thinking life including aspects of Al-Qur'an interpretation, education, social, politics, civilization and so on. But the focus of the discussion in this article is about thinking and its contribution to education because education for Abduh is very important in determining the wheel of progress for future generations. Abduh's belief in the power of reason made Muhammad Abduh apply a lot of understanding which said that humans have freedom of thought and action according to the teachings he brought. Abduh reformed various sectors, but his biggest reform was through education. Abduh made education the main way to purify the Islamic world which was polluted by taklid. This education reform by Muhammad Abduh aimed to restore reason to a proper position in the Islamic world, because a reform and purification of education will have a long-lasting impact. and continuously on Muslims.
PRINSIP-PRINSIP DAN IMPLIKASI KOMUNIKASI VERBAL DAN NON-VERBAL DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN Arifin, Mohamad Zaenal
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2023): alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i2.508

Abstract

Tulisan ini bertujuan menelusuri prinsip-prinsip berkomunikasi yang baik dalam singgungan al-Qur'an beserta implikasi yang ditimbulkannya dalam proses komunikasi yang dilakukan oleh seorang individu. Dalam suatu interaksi antara seseorang dengan orang lain, kemampuan berkomunkasi yang baik menjadi hal penting, agar menimbulkan kesepahaman dan menghindari perselisihan. Tulisan ini menggunakan metode library research dimana data primer yang digunakan adalah ayat-ayat al-Qur'an. Data pendukung diambilkan dari kitab tafsir, buku, jurnal, dan sumber lainnya yang relevan. Tulisan ini menemukan bahwa prinsip-prinsip komunikasi yang baik dalam al-Qur'an adalah mengucapkan perkataan yang benar dan tepat sasaran, perkataannya membekas dalam jiwa, perkataan yang sopan dan lembut enak didengar, dan perkataan yang mengandung penghormatan dan penghargaan pada orang lain. Implikasinya adalah ketika berkomunikasi dengan orang lain, pesan komunikasi yang disampaikan setiap orang harus mengandung kebenaran, mengedukasi, menyenangkan bagi pendengar, menggunakan bahasa tubuh yang menarik, seperti bermuka manis, tersenyum, memandang lawan bicara, dan lainnya.
TAJDÎD, ISLAH DAN MODERNITAS: SUATU PERSPEKTIF PEMBAHARUAN DALAM DUNIA ISLAM Masykur, Fuad
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2023): alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i2.509

Abstract

Tajdîd, islah dan modernitas adalah sebuah gerakan yang menganjurkan kembali kepada al-Qur’an dan Sunnah, menggelorakan kembali semangat untuk berijtihad, menganjurkan untuk kembali kepada tradisi atau periode salaf. Pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini adalah pendekatan kualitatif, yang menitikberatkan pada studi kepustakaan dengan menggunakan model deskriptif-analitis. Penelitian ini menunjukan bahwa makna kembali kepada periode salaf bagi para mujaddîd adalah sebuah gerakan revolusioner atau revitalisasi di berbagai aspek kehidupan ummat Islam. Hal ini bukan berarti hanya kembali kemasa silam an sich, tetapi jika dilihat dari tema-tema yang ada, tajdîd juga bersifat menghimbau kepada semangat masa kini. Misalnya tema-tema gabungan tajdîd-islah dalam tradisi Islam yang menuntut hak untuk berijtihad seraya menegaskan kembali ke sumber-sumber asli. Tajdîd juga berarti pembaharuan dan modernitas dalam Islam. Hal ini dianggap penting untuk meresponi keagungan dunia modern (Barat) yang ditandai dengan canggihnya tekhnologi.