cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
jurnaldecive@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by Actual Insight
ISSN : 27765040     EISSN : 27756009     DOI : https://doi.org/10.56393/decive.v1i12.274
De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan jurnal yang menerbitkan hasil penelitian dalam bidang, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Nilai, Pendidikan Moral, Pendidikan Politik, Pendidikan Hukum, Pendidikan Anti Korupsi, Pendidikan Multikultural, Pendidikan Karakter dan berbagai bidang lainnya yang mendukung pengembangan pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jurnal ini diterbitkan duabelas kali dalam setahun yang menampung berbagai naskah hasil penelitian dari para guru, dosen, mahasiswa maupun peneliti yang tertarik dalam bidang penelitian dan pembelajaran.
Articles 260 Documents
Kepercayaan Parmalim dalam Relasi Agama dan Budaya Tambunan, Riana
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v3i12.2059

Abstract

Agama dan budaya memiliki relasi yang kompleks dalam masyarakat, yang kadang-kadang saling melengkapi dan kadang-kadang bertentangan. Agama dan budaya, sebagai entitas primitif, saling mempengaruhi dan membentuk identitas serta nilai-nilai dalam suatu komunitas. Dalam konteks Indonesia, agama Parmalim, sebagai bagian dari budaya suku Batak di Sumatera Utara, tetap eksis meskipun terpapar oleh arus globalisasi dan modernisasi. Penelitian ini menjelaskan bagaimana kepercayaan Parmalim berinteraksi dengan dinamika sosial, politik, dan agama di Indonesia, serta bagaimana masyarakat mempertahankan identitas budaya mereka dalam menghadapi tekanan modernisasi. Meskipun tidak diakui secara resmi oleh pemerintah, Parmalim tetap menjadi bagian integral dari identitas suku Batak. Namun, mereka mengalami krisis eksistensial dan keterasingan dari masyarakat karena perbedaan antara ajaran agama resmi dan tradisional. Meskipun demikian, upaya untuk mempertahankan kepercayaan dan tradisi Parmalim masih berlanjut, dengan memadukan ajaran agama resmi sebagai identitas administratif. Penelitian ini memberikan gambaran tentang hubungan dinamis antara agama, budaya, dan identitas nasional di Indonesia, serta pentingnya menghormati dan melindungi keberagaman agama dan budaya tanpa diskriminasi.
Peran Pemberdayaan Perempuan untuk Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Berpartisipasi Politik Nurisman, Hana
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v4i1.2060

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi dampak pemberdayaan perempuan terhadap kesetaraan dan keadilan gender dalam konteks partisipasi politik di Indonesia, negara dengan rendahnya keterwakilan politik perempuan. Menggunakan metode survei cross-sectional, penelitian ini mengumpulkan data dari 45 responden yang terdiri dari anggota UKM "Gender Research Center" dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan. Hasil analisis menunjukkan kesadaran tinggi terhadap kesetaraan gender, namun perwakilan politik perempuan masih suboptimal. Temuan ini menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan berkontribusi signifikan terhadap kebijakan yang lebih inklusif dan responsif terhadap isu gender. Historisnya, perempuan Indonesia sering dibatasi pada peran domestik, namun kesadaran yang meningkat telah memicu inisiatif pemberdayaan. Dengan pemberdayaan ini, diharapkan perempuan tidak hanya lebih aktif berpartisipasi dalam politik tetapi juga dalam pengambilan keputusan di semua tingkatan. Kesimpulan studi ini adalah bahwa peningkatan partisipasi politik perempuan melalui pemberdayaan esensial untuk mencapai kesetaraan gender di Indonesia, sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals untuk Planet 50:50 pada tahun 2030.
Analisis Partisipasi Generasi Zilenial dalam Budaya Politik Kota Bandung Hiranatasya, Hani
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v4i1.2061

Abstract

Budaya politik merupakan factor yang berpengaruh terhadap system politik di suatu wilayah. Civic culture suatu masyarakat berkembang dengan sendirinya dipengaruhi oleh nilai yang ada dalam masyarakat itu sendiri. Generasi zilenial sebagai generasi kekinian yang melek informasi dan teknologi juga mempengaruhi budaya politik. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah mengetahui budaya politik yang diciptakan oleh generasi zilenial Kota Bandung serta mengetahui kecenderungan budaya politik Kota Bandung dalam perspektif generasi zilenial Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perpaduan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Responden dari penelitian ini adalah generasi zilenial Kota Bandung sebanyak 40 responden. Mayoritas generasi zilenial sudah berpartisipasi aktif dalam pemilu 2019 serta dengan memantapkan pilihannya secara mandiri tanpa ada pengaruh dari pihak eksternal. Menurut generasi zilenial Kota Bandung, pemerintahan Kota Bandung lebih cenderung pada budaya politik Neo-Patrimonisalistik.
Eksistensi Kesadaran Hukum yang Tumbuh dan Berkembang di Masyarakat Putri, Kharisma Meidiana
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v4i1.2062

Abstract

Hukum merupakan alat bantu yang paling utama untuk mengatur perilaku, sosial, moral yang ada di masyarakat. Oleh karena itu hukum adalah salah satu bentuk budaya untuk mengontrol dan meregulasi perilaku dan tindakan manusia. Secara umum hukum sangat berkaitan dengan ketaatan hukum. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mengkaji kesadaran hukum yang ada di lingkungan sekitar. Melalui pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris, penulis melakukan wawacara. Hukum berperan didalam masyarakat sesuai dengan tujuan hukum yaitu menjamin kepastian dan keadilan. Kesadaran hukum yang berlaku di masyarakat akan menciptakan suasana yang kondusif. Hal ini dalam kehidupan masyarakat senantiasa terdapat perbedaan antara pola-pola perilaku atau tata-kelakuan yang berlaku dalam masyarakat dengan pola-pola perilaku yang dikehendaki oleh norma-norma (kaidah) hukum yang sudah ada. Kesadaran hukum dapat dengan mudah luntur oleh perilaku oportunis yang memungkinkan seseoranguntuk bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar dan baik secara materil maupun immaterial jika tidak patuh hukum.
Mengimplementasikan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Penggunaan Sosial Media Sebagai Upaya Pencegahan Tindakan Cyber Bullying Setiawan, Jodi; Ariadi, Dimas; Sonata, Berta
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v4i1.2065

Abstract

Secara teoritis, artikel yang dibuat ini ditujukan untuk menambah wawasan agar dapat mengimplementasikan niali-nilai pancasila dalam penggunaan sosial media sebagai upaya pencegahan tindakan cyber bullying. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan cara metode studi literatur yang berusaha mendeskripsikan suatu kondisi atau fenomena berdasarkan pengumpulan data sekaligus kajian pustaka yang diambil dari berbagai macam sumber seperti buku, artikel, jurnal, dan sumber lainnya. Setelah melakukan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media sosial menjadi satu kewajiban dan juga tanggung jawab semua warga negara Indonesia supaya menumbuhkan aspek sosial dan kemanusiaan sehingga dapat berkomunikasi sekaligus berinteraksi yang berpedoman pada nilai-nilai sosial yang ada dalam pancasila. Mengoptimalkan perilaku etika berinternet serta peran orang tua lebih intensif, pihak berwenang rutin mengadakan kegiatan sosialisasi sekaligus penyuluhan anti bullying, dan juga organisasi sosial merupakan cara mencegah tindakan bullying di media media sosial. Pembentukan karakter anak menjadi salah satu faktor utama sebagai pengendalian diri sendiri dari tindakan cyber bullying. Selain itu juga, edukasi atau pemahaman yang baik mengenai cyber bullying.
Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Strategi Mempertahankan Identitas Nasional Era Globalisasi Dewi, Kharisma Sari; Najicha, Fatma Ulfatun
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v4i1.2066

Abstract

Identitas nasional sebagai jati diri bangsa yang berarti berbeda dengan yang lain hanya menjadi miliki bangsa itu merupakan kumpulan nilai-nilai yang tumbuh berkembang dari keberagaman kehidupan warga negara Indonesia. Dengan adanya globalisasi sebagai perkembangan ilmu pengetahuan teknologi yang memudahkan kita dalam melakukan kegiatan bermasyarakat nyatanya dapat menimbulkan dampak negatif terhadap identitas nasional. Penelitian dengan menggunakan metode studi literatur dengan menggunakan teori-teori relevan yang bersumber dari buku lainnya sebagai bahan rujukan guna memperoleh data teoretis pendukung kebenaran hasil penelitian. Dengan demikian, studi literatur memperkuat permasalahan yang dikaji yaitu mengenai Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Strategi Mempertahankan Identitas Nasional Era Globalisasi dimana terdapat dampak negatif dari era globalisasi yang dapat meluruhkan identitas nasional sehingga perlunya pengajaran Pendidikan kewarganegaraan sejak usia dini sebagai pembentukan karakter, mewujudkan nilai-nilai dan akhlak setiap warga negara. Kita sebagai bangsa Indonesia wajib untuk menjaga dan dan melestarikan jati diri bangsa dengan cara memilah sisi positif dan negatif dari era globalisasi.
Peran Media Sosial dalam Membangun Kesadaran Hukum Masyarakat Indonesia agar Terciptanya Budaya Politik yang Partisipatif Maolana, Ilham Hendrik
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v4i2.2067

Abstract

Era globalisasi pada saat ini memudahkan kita untuk dapat memperoleh informasi, apalagi hampir seluruh masyarakat yang ada di Indonesia memiliki akun dan juga menggunakan media sosial sebagai salah satu alat untuk berkomunikasi, kebanyakan masyarakat Indoensia masih belum peduli dan memahami betapa pentingnya kesadaran hukum ini, karena kesadaran hukum ini dapat menertibkan masyarakat dna juga dapat menciptakan budaya politik yang partisipatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dimana alat pengumpulan data pada metode penelitian kali ini menggunakan lembar kuisioner pada google form. Partisipan merupakan Mahasiswa yang ada di Indonesia. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional survey design. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa media sosial berperan penting dalam membangun kesadaran hukum masyarakat, dan juga kesadaran hukum ini dapat menciptakan budaya politik yang pastisipatif aktif. Serta peran dari generasi muda dalam memanfaatkan media sosial.
Peran Kegiatan Digital Citizenship untuk Melestarikan Budaya Bangsa Juliawan, Ilhan Hardi
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v4i2.2068

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh digital citizenship dalam melestarikan budaya nasional Indonesia di era globalisasi dan teknologi informasi yang berkembang pesat. Dengan adopsi metode survei dan pendekatan deskriptif, penelitian ini mengumpulkan opini dari 20 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia menggunakan kuesioner Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak responden belum sepenuhnya memahami konsep digital citizenship, yang mencakup penggunaan teknologi untuk informasi, komunikasi, dan tanggung jawab sipil. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya media sosial dalam mempromosikan dan mempertahankan budaya tradisional Indonesia, mengingat pengaruh besar westernisasi dan koreanisasi yang mengikis identitas budaya lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa digital citizenship dapat menjadi alat efektif dalam edukasi budaya dan membentuk partisipasi proaktif dalam pelestarian budaya, terutama di kalangan generasi muda. Dengan cara ini, teknologi dan media sosial digunakan untuk menggabungkan unsur-unsur budaya tradisional dengan modern, menarik minat generasi muda dan memastikan keberlanjutan budaya nasional dalam lingkup global yang dinamis. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana digital citizenship dapat dimanfaatkan untuk menjaga dan merayakan keanekaragaman budaya Indonesia di masa mendatang.
Implementasi Ketaatan Hukum Bagi Masyarakat Muara Badak, Kutai Kartanegara Hijriani, Hijriani
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v4i2.2069

Abstract

Ketaatan hukum sangat berguna untuk menciptakan masyarakat aman, damai, dan keteraturan. Tujuan artikel ini untuk menyelidiki ketaatan hukum masyakat Muara Badak Kukar khususnya bagi penduduk RT.21. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif. Data diperoleh melalui indek interview kepada dua tokoh masyarakat. Hasil penelitian ini diperoleh data bahwa tingkat ketaatan dan pemahaman mengenai hukum cukup baik. Pemahaman masyarakat bahwa ketaatan hukum merupakan suatu hal yang sangat penting bagi masyarakat, meskipun tidak secara keseluruhan setidaknya para masyarakat mengetahui hukum secara garis besar. Kesimpulan: masyarakat Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara cukup baik mengenai ketaatan dan pemahaman hukum. Dengan indikator: iuran pembayaran sampah pada tempatnya, taat pajak, kejahatan dan kekerasan. Upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan pemahaman dan ketaatan masyarakat terhadap hukum adalah dengan memberikan peringatan dengan tegas kepada masyarakat sehingga hal tersebut akan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap hukum dan tidak membeda-bedakan antara setiap penduduk lalu dengan memberikan dorongan kepada masyarakat dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hukum.
Pentingnya Menjaga Nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat bagi Generasi Z Dewi, Nabilla Nurulita
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v4i2.2071

Abstract

Kemerosotan moral atau lunnturnya karakter bangsa diakibatkan oleh pengaruh negatif dari kemajuan teknologi dan derasnya arus globalisasi. Kemerosotan moral dapat mengarah kepada kehancuran suatu bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pentingnya generasi Z menjaga nilai-nilai luhur Pancasila dalam berpikir, bertingkah laku, dan bertutur kata dalam kehidupan bermasyarakat, baik di ruang nyata maupun ruang digital, pada era globalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan perhatian khusus dalam pembangunan karakter bangsa. Selain itu, generasi Z diharuskan memiliki kesadaran dan menjadikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat agar tidak kehilangan jati diri bangsa Indonesia. Generasi Z diharuskan bertindak secara hati-hati, memiliki semangat juang yang tinggi, pandangan yang jauh ke depan; memiliki rasa cinta tanah air; mendalami cara pandang wawasan nusantara; menjaga dan menjadikan nilai-nilai agama, nilai-nilai luhur Pancasila, dan nilai-nilai kearifan budaya lokal sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 Tahun 2025 Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2025 Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025 Vol. 4 No. 12 (2024): Desember Vol. 4 No. 11 (2024): November Vol. 4 No. 10 (2024): Oktober Vol. 4 No. 9 (2024): September Vol. 4 No. 8 (2024): Agustus Vol. 4 No. 7 (2024): Juli Vol. 4 No. 6 (2024): Juni Vol. 4 No. 5 (2024): Mei Vol. 4 No. 4 (2024): April Vol. 4 No. 3 (2024): Maret Vol. 4 No. 2 (2024): Februari Vol. 4 No. 1 (2024): Januari Vol. 3 No. 12 (2023): Desember Vol. 3 No. 11 (2023): November Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober Vol. 3 No. 9 (2023): September Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus Vol. 3 No. 7 (2023): Juli Vol. 3 No. 6 (2023): Juni Vol. 3 No. 5 (2023): Mei Vol. 3 No. 4 (2023): April Vol. 3 No. 3 (2023): Maret Vol. 3 No. 2 (2023): Februari Vol. 3 No. 1 (2023): Januari Vol. 2 No. 12 (2022): Desember Vol. 2 No. 11 (2022): November Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober Vol. 2 No. 9 (2022): September Vol. 2 No. 8 (2022): Agustus Vol. 2 No. 7 (2022): Juli Vol. 2 No. 6 (2022): Juni Vol. 2 No. 5 (2022): Mei Vol. 2 No. 4 (2022): April Vol. 2 No. 3 (2022): Maret Vol. 2 No. 2 (2022): Februari Vol. 2 No. 1 (2022): Januari Vol. 1 No. 12 (2021): Desember Vol. 1 No. 11 (2021): November Vol. 1 No. 10 (2021): Oktober Vol. 1 No. 9 (2021): September Vol. 1 No. 8 (2021): Agustus Vol. 1 No. 7 (2021): Juli Vol. 1 No. 6 (2021): Juni Vol. 1 No. 5 (2021): Mei Vol. 1 No. 4 (2021): April Vol. 1 No. 3 (2021): Maret Vol. 1 No. 2 (2021): Februari Vol. 1 No. 1 (2021): Januari More Issue