cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
HUBUNGAN ANTARA MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN TANGERANG Muhammad Miftahul Ilmi; Jaenudin Saputra; Cicirosnita J. Idu
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v7i1.5362

Abstract

Latar Belakang: Mutu pelayanan keperawatan dan kepuasan pasien menjadi tolok ukur utama layanan kesehatan di rumah sakit. RSUD Kabupaten Tangerang menghadapi tantangan menjaga standar pelayanan optimal di tengah meningkatnya kunjungan pasien. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Mutu Pelayanan Keperawatan dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di RSUD Kabupaten Tangerang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dipilih melalui metode purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 107 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil Penelitian: Mayoritas responden (77,6%) menilai mutu pelayanan keperawatan di RSUD Kabupaten Tangerang berada pada kategori tinggi. Selain itu, sebagian besar responden (60,7%) melaporkan tingkat kepuasan pasien rawat inap yang tinggi. Temuan ini mengindikasikan persepsi yang umumnya positif terhadap kualitas layanan keperawatan dan tingkat kepuasan yang baik di kalangan pasien rawat inap RSUD Kabupaten Tangerang. Analisis chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien (p-value = 0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di RSUD Kabupaten Tangerang.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN PADA PENDERITA ASAM URAT DI RW 004 DESA SINDANG SANA Mohamad Jalal Hambali; Siti Robeatul Adawiyah; Rina Puspita Sari
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v7i1.5369

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi penyakit muskuloskeletal pada lansia dengan asam urat mengalami peningkatan mencapai 335 juta jiwa di dunia, sedangkan di Indonesia mencapai (30,3%) pada orang dewasa dan lansia. Faktor yang memengaruhi asam urat meliputi faktor genetik, obesitas, usia, jenis kelamin, termasuk pola makan. Tingkat pengetahuan adalah mencakup pengertian, penyebab, tanda dan gejala. Pola makan adalah menunjukkan jenis makanan, jumlah makanan, dan frekuensi makan mereka, menyebabkan kadar asam urat yang terganggu. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan pola makan dengan kejadian pada penderita asam urat di rw 04 desa sindang sono. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan analisis Chi Square. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa 35,8% responden memiliki kategori tingkat pengetahuan kurang baik, 51,6% memiliki kategori pola makan kurang, 38,9% memiliki kategori asam urat pada laki-laki tinggi dan 31,9% memiliki kategori asam urat pada perempuan tinggi. Hasil analisis Chi Square terdapat P-Value 0,005 < 0,05, maka Ha diterima yang artinya terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan pola makan dengan kejadian pada penderita asam urat di RW 004 Desa Sindang Sono.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN TERHADAP INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT(ISPA) PADA BALITA DIPUSKEMAS SINDANG JAYA Muhamad Ibrohim; Hendro Subroto; Ida Faridah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v7i2.5370

Abstract

ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri atau virus. ISPA adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di seluruh dunia dan merupakan penyebab utama kematian pada balita, karena sistem kekebalan tubuh balita yang masih lemah. Menurut data dari WHO, ISPA menyebabkan sekitar 4 juta kematian setiap tahun, dengan prevalensi kematian yang tinggi di negara berkembang, mencapai 15% hingga 20%. Tingginya kejadian ISPA pada anak balita dipengaruhi oleh pengetahuan dan perilaku ibu dalam upaya pencegahan penyakit. Karena ibu merupakan berperan penting untuk meningkatkan kesehatan anak. Metode menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2024. Sampel pada penelitian ini menggunakan metode probability sampling dengan teknik sampel random sampling dengan jumlah responden 133 ibu balita. Hasil Penelitian didapatkan Uji Chi square terdapat p-valeu 0,002 < 0,05, maka Ha diterima yang artinya adanya hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan ISPA pada balita.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN TERHADAP DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DIWILAYAH PUSKESMAS SUKATANI Rizki Fadilah; Hendro Subroto; Ida Farida
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v7i2.5377

Abstract

Latar Belakang : Banyak negara, terutama negara-negara Asia dengan iklim tropis dan subtropis, masih menghadapi penyakit demam berdarah dengue (DBD). Penyakit DBD dapat muncul kapan saja sepanjang tahun dan menyerang semua umur. Tujuan Penelitian :Untuk mengetahui Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Pencegahan terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD) diwilayah Puskesmas Sukatani. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasional dan bersifat kuantitatif. Dengan menggunakan metodologi cross-sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 84 yang dihitung menggunakan rumus slovin. Analisa data ini menggunakan uji Spearman-Rank. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD) diwilayah Puskesmas Sukatani. Nilai signifikasi didapatkan hasil p value (0.000) <0,05 dengan nilai koefisien sebesar 0,378 artinya tingkat korelasi antar hubungan cukup. Simpulan : p value = 0,000 < (0,05) yang artinya Ha diterima Ho ditolak.
Hubungan Pengetahuan Remaja Dengan Perilaku Mestrual Hygiene di SMP Abulyatama Kabupaten Aceh Besar Yuli Zuhkrina; Martina
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v7i2.5382

Abstract

Reproductive health is very important for humans, especially women. During menstruation, teenagers need to pay attention to menstrual hygiene to increase comfort in activities, self-confidence and not be shunned by friends because of the fishy smell. Ignorance of reproductive health can cause diseases such as pelvic inflammation, endometriosis and even infertility. The aim of this research is to see the relationship between adolescent knowledge and Mestrual Hygiene Behavior at Abulyatama Middle School, Aceh Besar Regency. This research is analytical research with a cross sectional approach. Sampling was carried out non-probability using a purposive sampling technique with the criteria being that class VII students were willing to be respondents and had menstruated. The results of this research were that of the 43 respondents, 23 (53.5%) had sufficient knowledge and 27 (62.8%) had negative Mestrual Hygiene behavior. In the bivariate analysis there is a p-value of 0.000 with a percentage of 100% of respondents who have less knowledge and have negative Mestrual Hygiene behavior. Negative adolescent Mestrual Hygiene behavior is greatly influenced by the knowledge that adolescents have so that they can maintain their hygiene and reproductive health. This activity is often ignored by teenagers because teenagers feel that this is not a necessity. Prolonged effects that can lead to long-term effects and can occur in teenagers who do not maintain hygiene during menstruation, namely infertility. Conclusion There is a very significant relationship between teenagers' knowledge and Mestrual Hygiene behavior at Abulyatama Middle School, Aceh Besar Regency with a p-value of 0.000
PENERAPAN TERAPI MUSIK INSTRUMENTAL TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIJATI KABUPATEN SUBANG Adia Erlangga Putra Suharyadi; Yeanneke L. Tingungki; Yenny Makahaghi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v7i2.5394

Abstract

Latar Belakang: Lanjut usia (Lansia) adalah seseorang yang telah berusia ≥ 60 tahun, kondisi lansia sering dikatikan dengan hipertensi. Hipertensi merupakan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang perlu diwaspadai dan harus mendapatkan penanganan segera, hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmHg dan diastolik sedikitnya 90 mmHg. Terapi musik merupakan salah satu non-farmakologis yang berdampak pada penurunan tekanan darah, dengan stimulasi beberapa irama yang di dengar, musik dapat menurunkan kadar kortisol yaitu hormon stress yang berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi. Tujuan: untuk mengetahui apakah pengaruh terapi musik instrumental terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kalijati Kabupaten Subang. Metode: Metode penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian Pra Eksperimen dengan One Group Pretest & Posttest. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 225 orang, untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling, sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 37 responden. Instrumen yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah lembar Standar Prosedur Operasional (SPO) pemberian terapi musik instrumental, lembar SPO pengukuran tekanan darah dan lembar observasi. Hasil: Hasil penelitian uji statistik non parametrik dengan uji Wilcoxon Sign Rank Test didapatkan hasil sebagai berikut: pada α 0.05 diperoleh p value sebesar 0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi musik instrumental terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kalijati Kabupaten Subang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan data awal yang menjadi dasar bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti variabel yang lain. Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Terapi Musik, Tekanan Darah
PENERAPAN PENCUCIAN LUKA MENGGUNAKAN AIR REBUSAN DAUN JAMBU BIJI TERHADAP TINGKAT MALODOR PASIEN LUKA KAKI DIABETIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIJATI SUBANG Kukuh Rizky Satria Aji; Yeanneke L. Tingungki; Dwi Diana Putri
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v7i2.5395

Abstract

Latar Belakang: Pasien Diabetes Mellitus memiliki masalah yang serius terkait komplikasi Ulkus kaki diabetik. Dampak dari ulkus kaki diabetik meliputi malodor (bau), gangguan integritas kulit dan jaringan serta nyeri akut. Pencucian luka menggunakan air rebusan daun Jambu biji mampu menurunkan malodor dan membantu memperbaiki integritas jaringan. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun Jambu biji terhadap tingkat malodor pasien ulkus kaki diabetik. Metode: Studi kasus menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Subyek studi kasus adalah pasien penyakit Diabetes Mellitus yang mengalami komplikasi ulkus kaki diabetik dengan malodor berjumlah 2 orang. Daun jambu biji kaya akan flavonoid, saponin, tanin, protein dan asam amino yang merupakan kandungan hasil terlengkap. Hasil: Hasil studi kasus membuktikan bahwa pencucian luka mengguanakan rebusan air daun jambu biji terbukti dapat menggurangi skor malodor yakni responden 1 berawal dari skala malodor 3 menjadi 1 dan responden 2 berawal dari skala malodor 3 menjadi 0 setelah dilakukan tindakan pencucian luka selama 4 kali pertemuan sehingga membantu proses penyembuhan pada luka. Pencucian luka dengan rebusan air daun jambu biji dapat menjadi pilihan untuk membantu menurunkan tingkat malodor pada pasien ulkus diabetikum sehingga diharapkan pencucian luka dengan rebusan air daun jambu biji dapat menjadi pilihan untuk membantu perawatan luka pada pasien ulkus diabetikum. Dari hasil penelitian diperoleh penurunan tingkat malodor pasien luka kaki diabetik setelah dilakukan pencucian luka dengan rebusan air daun jambu biji. Kata Kunci: Diabetes mellitus, Malodor, Daun Jambu Biji
ANALISIS PENGETAHUAN, SIKAP, MOTIVASI, DAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM MEMPREDIKSI KEPATUHAN DIET PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA Dona Nur Dea Halimah; Minanton; Wardah Fauziah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v7i2.5397

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Ginjal Kronis (PGK) menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia karena jumlah penderitanya meningkat secara signifikan setiap tahunnya. Diet cairan dan nutrisi berperan penting dalam penanganan gejala, kualitas hidup dan pencegahan perkembangan penyakit. Namun, kepatuhan terhadap rekomendasi diet pada pasien yang tergantung hemodialisis masih kurang dieksplorasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengetahuan, sikap, motivasi, dan dukungan keluarga dapat menjadi prediktor dalam kepatuhan diet pasien yang menderita penyakit ginjal kronis dan menjalani terapi hemodialisis. Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif, analitik observasional, dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 58 responden yang ditentukan melalui metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan analisis data menggunakan uji regresi logistik biner. Hasil: Dari 58 responden memiliki tingkat pengetahuan baik (63%), menunjukkan sikap positif (72,4%), memiliki motivasi baik (55,2%), mendapatkan dukungan keluarga baik (75,9%), dan menunjukkan patuh terhadap diet (55,2%). Pengetahuan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan diet (P=0,009, OR=16,871), sementara sikap (P=0,997), motivasi (P=0,997), dan dukungan keluarga (P=0,997) tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Secara simultan, pengetahuan, sikap, motivasi, dan dukungan keluarga secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan (P=0,000) dan menjelaskan sebanyak 83% variasi dalam kepatuhan diet pasien. Kesimpulan: Kesimpulannya adalah pengetahuan, sikap, motivasi, dan dukungan keluarga secara simultan teridentifikasi mempengaruhi kepatuhan diet pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisa dan faktor pengetahuan sebagai faktor dominan terhadap kepatuhan diet. Oleh sebab itu, tenaga kesehatan terutama perawat harus mampu mengelola faktor-faktor ini, terutama faktor pengetahuan baik melalui edukasi ataupun intervensi secara umum. Kata Kunci: Pengetahuan, sikap, motivasi, dukungan keluarga, kepatuhan, diet, penyakit ginjal kronis
HUBUNGAN LAMA MENDERITA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI RW 002 DESA PONDOK JAYA KECAMATAN SEPATAN KABUPATEN TANGERANG Khoiriyyah, Khoiriyyah; Sayuti, Sayuti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v7i2.5398

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolisme kronis yang disebabkan oleh ketidakmampuan pankreas untuk memproduksi insulin yang cukup. Prevalensi diabetes di Provinsi Banten tahun 2019 terdapat 16.452 orang yang menderita diabetes melitus berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk > 15 tahun. Kabupaten Tangerang memiliki kasus diabetes melitus tertinggi yaitu 4.775 orang, serta yang terendah di Kota Cilegon yaitu 557 orang yang terkena diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama menderita dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe II di RW 002 Desa Pondok Jaya Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan di RW 002 Desa Pondok Jaya Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang pada tanggal 8 Juni 2024. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan sampel sebanyak 50 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner WHOQOL-Bref. Berdasarkan hasil penelitian hampir dari separuh responden (42,0%) telah lama menderita diabetes melitus tipe II selama 6-10 tahun, lebih dari separuh responden (54,0%) memiliki kualitas hidup sedang. Penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik uji Spearman’s Rho didapatkan adanya Hubungan Yang Signifikan Antara Lama Menderita Dengan Kualitas Hidup dengan nilai p-value 0,000 < 0,05 dengan nilai korelasi koefisien 0,730.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP MENGATASI PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA REMAJA PUTRI KELAS VII PESANTREN DAARUL MUTTAQIEN 2 KABUPATEN TANGERANG Kurnia Widyaningrum; Sayuti, Sayuti; Zahrah Maulidia Septimar
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v7i2.5399

Abstract

Pendahuluan: Premenstrual syndrome merupakan kumpulan dari beberapa gejala fisik, psikologis, dan emosi terkait dengan siklus menstruasi. Di Indonesia, angka kejadian Premenstrual syndrome (PMS) pada wanita usia subur diperkirakan mencapai 70-90%. Menurut Dinkes Kabupaten Tangerang tahun 2017 data ditingkat Propinsi Banten tahun 2017 remaja perempuan di Tangerang mengalami periode menstruasi atau haid sekitar 40%. Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Mengatasi Premenstrual Syndrome (PMS) Pada Remaja Putri Kelas VII Pesantren Daarul Muttaqien 2 Kabupaten Tangerang. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan secara potong lintang (cross sectional). penelitian ini telah dilakukan di Pesantren Daarul Muttaqien 2 Kabupaten Tangerang pada 30 Mei 2024. Teknik Sampel: sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling yang artinya seluruh populasi dijadikan sampel, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 132 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala guttman dan likert. Analisis Data: Analisis data menggunakan uji Spearman’s Rho. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan teknik Spearman’s Rho didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap mengatasi premenstrual syndrome dengan nilai p-value 0,000<0,05 dengan nilai korelasi 0,585 maka ditolak dan diterima, sehingga terdapat hubungan yang searah antara tingkat pengetahuan dengan sikap siswi mengatasi Premenstrual Syndrome. Hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap siswi mengatasi premenstrual syndrome dalam korelasi sedang. Kesimpulan: Adanya hubungan yang signifikan antara hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap mengatasi premenstrual syndrome.

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue