cover
Contact Name
MUHAMAD ARIFIN
Contact Email
liberosisjurnalpsikologi@gmail.com
Phone
+281238233442
Journal Mail Official
liberosisjurnalpsikologi@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.warunayama.org/index.php/tashdiq/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30308917     DOI : -
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah adalah jurnal yang terbit 3 kali setahun pada bulan Maret, Juli, dan November. Jurnal ini merupakan jurnal kajian ilmu agama, tidak hanya mengacu pada satu agama saja, ada 6 agama yang diakui di Indonesia bisa diterima pada jurnal ini. Selain itu jurnal ini juga membahas tentang pengajaran dalam ilmu agama khususnya yang ada di Indonesia. Isu-isu mutakhir yang berkaitan dengan agama dan multikultur budaya juga dibahas dalam jurnal ini. Kami mengundang bagi para akademisi dan praktisi untuk menulis di jurnal ini guna menambah khasanah pengetahuan terutama yang berkaitan dengan ilmu agama dan dakwah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 446 Documents
KAJIAN TEOLOGIS PRAKTIS TERHADAP LITURGI GEREJA KRISTEN PROTESTAN INDONESIA DALAM PERTUMBUHAN IMAN JEMAAT DI WILAYAH III (SIMALUNGUN) Bernando Maju Omas Christ Hakim
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v6i2.5381

Abstract

Ibadah adalah hal yang integral dalam agama, karena ibadah berhubungan dengan perjumpaan antara manusia dengan Allah. Hakekat utama dalam ibadah adalah inisiatif Allah untuk berjumpa dengan manusia, dan dalam perjumpaan itu menghasilkan perubahan-perubahan di dalam kehidupan manusia. Perubahan tersebut muncul dalam pertumbuhan iman, pertumbuhan keinginan menghadirkan kebaikan di dalam hidup manusia. Dalam tulisan ini penulis melakukan penelitian terhadap dampak liturgi di Gereja Kristen Protestan Indonesia terhadap pertumbuhan iman jemaat di wilayah III.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk meneliti sejauh mana pengaruh liturgi terhadap pertumbuhan iman jemaat khusus terhadap jemaat GKPI Wilayah III. Hasil yang penulis dapatkan dari penelitian diatas menunjukkan bahwa 80,24% jemaat menjawab dampak liturgi terhadap peningkatan pertumbuhan iman mereka dengan pilihan jawaban rajin 60,24% dan sangat rajin 20%. Penulis mengembangkan refleksi teologisnya penelitian ini untuk mengarahkan perhatian kepada kehidupan nyata manusia dalam upaya menghadirkan nilai-nilai kasih sebagai manifestasi terhadap pertumbuhan iman jemaat. Kata Kunci : Liturgi, GKPI, Pertumbuhan Iman, Kasih.
KONSEP HALALAN THAYYIBAN TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA DALAM TAFSIR AL-MISBAH Aswan Lubis, Aswan
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v6i3.5447

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Konsep Halalan Thayyiban Terhadap Kehidupan Manusia Dalam Tafsir Al-Misbah, yang membahas tentang apa makna halalan thayyiban menurut para Ulama‟, dan khususnya menurut kitab tafsir al-misbah, dan penelitian ini diteliti dengan penelitian perpustakaan (Library research) dengan mengumpulkan data yang berkaitan dengan penelitian ini, kemudian diuraikan berdasarkan data yang diperoleh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara mengumpulkan buku, kitab, dan artikel terkait. Dalam penelitian ini yang menjadi rumusan masalah ialah: Apa itu makanan dan minuman Halalan Thayyiban menurut perspektif kitab tafsir Al Misbah, Bagaimana Pandangan Medis tentang Halalan Thayyiban, Apa pengaruh Halalan Thayyiban terhadap kehidupan manusia dalam kajian kitab tafsir al Misbah dan Bagaimana upaya Menjaga Halalan Thayyiban. Adapun hasil dari penelitian ini adalah, Dari berbagai penjelasan dalam setiap pembahasan pada setiap bab penelitian ini, serta berdasarkan dari rumusan masalah yang ada, maka dapat diambil sebuah kesimpulan yaitu: Dalam tafsir Al-Misbah penjelasan Quraish Shihab mengenai ayat Halalan Thayyiban tema makanan dan minuman yang tergabung dalam satu ayat ditemukan empat ayat hampir sama, bahwa tidak semua yang ada di bumi lantas otomatis bisa dimakan atau digunakan begitu saja, bahwa tidak semua makanan yang halal otomatis baik. Karena yang dinilai halal terdiri dari empat macam, yaitu: wajib, sunah, mubah, dan makruh. Ada makanan yang halal, tetapi tidak bergizi, dan ketika itu ia menjadi hal yang kurang baik.
ENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI MIPA 1 DI SMA NEGERI 2 RANTAU SELATAN KABUPATEN LABUHANBATU PUTRI, DESI MELINDA; Megawati, Betti; ulya, basyarul
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v6i3.5453

Abstract

This research aims to to determine the Influence of Emotional Intelligence on the Learning Achievement of Class XI MIPA 1 Students at SMA Negeri 2 Rantau Selatan, both through Tests and Non-Tests. The population in this study were Class XI Mas Al Washliyah Marbau Students, the research time was from March to May 2024 whose number could not be determined. Determination of the number of samples using the Arikunto formula with a total of 35 people and the analysis method used was the Test analysis method, Test Validity Test, Reliability, and Hypothesis Testing. The results of partial hypothesis testing (t-test) showed that Emotional Intelligence had a significant effect on the Learning Achievement of Class XI MIPA 1 Students at SMA Negeri 2 Rantau Selatan. The results of the hypothesis test obtained that t count <t table, namely 3.329 <1.689, then H0 was rejected and Ha was accepted, so there was a significant influence between Emotional Intelligence on the Learning Achievement of Class XI MIPA 1 Students at SMA Negeri 2 Rantau Selatan.
Teachers' efforts to instill the values ​​of Islamic religious education in children with autism at SDLB Negri Rantauprapat: Teachers' efforts to instill the values ​​of Islamic religious education in children with autism at SDLB Negri Rantauprapat Syahputra, Agus; megawai, betti; Syawaluddin, Fauziahmad
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v6i3.5461

Abstract

This research aims to determine teachers' efforts to instill Islamic religious education values ​​in children with autism at SDLB Rantauprapat, both through tests and non-tests. The population in this research were children with autism at SDLB Rantauprapat. This research was conducted at SDLB Rantauprapat with the aim of finding out 1) The teacher's work program in instilling Islamic religious values ​​in students with autism at SDLB Rantauprapat. 2) Obstacles Encountered by Teachers in Instilling Islamic Values ​​in Students with Autism at SDLB Rantauprapat. 3) Solutions implemented by teachers in instilling Islamic religious values ​​in students with autism at SDLB Rantauprapat. This research uses descriptive qualitative research methods. The data collection techniques used in this research are observation, interviews and documentation. The observation method is carried out by observing the school and the school environment related to the teacher's efforts in instilling Islamic religious education values ​​in children with autism. The interview method used was a planned-unstructured interview. The final method is documentation in the form of documents, school files, photos and other data. Then the technique for analyzing data in this research uses triangulation. From the explanation above, it can be concluded 1. The efforts of parents and teachers to instill Islamic religious values ​​in students with autism are carried out well and optimally. Parents and teachers both use habituation methods, example and advice in instilling Islamic religious values, including the values ​​of piety, gratitude and patience. In instilling the value of piety, parents try to provide good religious knowledge for their children so that they can know their God.
PENGARUH PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL TERHADAP KESADARAN BERAGAMA SISWA SMP NEGERI 3 MARBAU Tanjung, Abdul Hakim Hanafia Tanjung; Megawati, Betti; Syawaluddin, Fauziahmad
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v6i3.5465

Abstract

This research aims to determine the effect of Islamic Religious Education Learning with a Contextual Approach on Students' Religious Awareness. This research was conducted at SMP Negeri 3 Marbau with the aim of finding out 1 Islamic Religious Learning with a Contextual Approach at SMP Negeri 3 Marbau. 2) To find out the religious awareness of students at SMP Negeri 3 Marbau. 3) To determine the effect of learning Islamic religious education using a contextual approach in increasing religious awareness of students at SMP Negeri 3 Marbau. This research uses quantitative research methods. The data collection technique used in this research is by using Research Instrument Data Collection. Research Method was carried out using questionnaire data collection techniques and documentation studies. From the data collection carried out in the research, there are still many religious activities carried out at SMP Negeri 3 Marbau because there are still a large number of students who are Muslim, so there is an influence of Islamic religious education learning activities on the moral religious awareness of SMP Negeri 3 Marbau students. This is obtained from the results of calculations using the spss program, namely 1.935 which is greater than the t table at the 5% significance level, namely 1.697 with N = 30. Thus t count > t table obtained from the results is 1.935 > 1.697 with N = 30. Thus , the hypothesis proposed by the author can be accepted that there is an influence of Islamic Religious Education Learning on the Religious Awareness of Students at SMP Negeri 3 Marbau.
KONSEP KELUARGA HARMONIS : (Perbandingan Buya Hamka dan Wahbah Al- Zuhayli dalam Qs. Ar-Rum 21) Yunita, Nabella Deliana; Miftarah Ainul Mufid; M. Mukhid Mashuri; Ahmad Zainuddin
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v6i3.5467

Abstract

ABSTRAKDalam prespektif Tafsir al- Azhar dan al- Munir konsep keluarga harmonis , dengan fokus pada Surat Ar-Rum ayat 21. Dalam Tafsir Al-Azhar, konsep keluarga harmonis dijabarkan sebagai ketentraman dan ketenangan rumah tangga terdapat dalam sebuah ikatan pernikahan dalam rumah tangga, serta menghasilkan keturunan dengan melakukan hubungan seksual . Sementara itu, dalam Tafsir Al-Munir, konsep keluarga harmonis didefinisikan dengan suami istri berdasarkan cinta dan sayang akan menimbukan ketenraman dan kedamaian, serta penuhi hak dan kewajiban antara keduanya. Penelitian kualitatif dan analisis data yang digunakan pada metode ini dari kitab Tafsir Al-Azhar dan Al-Munir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir Al-Azhar lebih fokus pada aspek dalam rumah tangga menuju ketenangan dan ketentraman, sedangkan Tafsir Al-Munir lebih menekankan pada aspek cinta dan kasih sayang suami istri.Dalam penelitian ini, beberapa postulat dijabarkan untuk membangun idealitas keluarga harmonis, seperti membangun prinsip berpasangan dan berkesalingan, menjaga diri panasnya kobaran neraka, agar menjadi keluarga yang bahagia dunia akhirat dengan meminta ridha dari Allah SWT. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Tafsir Al-Azhar dan Al-Munir memiliki persamaan dalam menjelaskan konsep keluarga harmonis, tetapi memiliki perbedaan dalam fokus dan penekanan pada beberapa aspek.Keyword: Al-Qur’an, Tafsir al-Azhar, Tafsir Al- Munir.
PENDAMPINGAN PASTORAL TERHADAP PEMUDA YANG MEMILIKI PENGALAMAN TRAUMATIS ATAS KEMATIAN BAPAK Erwina Br Bukit
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v7i1.5494

Abstract

Pendampingan pastoral dilakukan kepada pemuda di GBKP Runggun Kelahun Pinang di lima PJJ. Pendampingan ini dilakukan penulis karena adanya pengalaman trumatis yang dialami oleh pemuda di GBKP Runggun Kelahun Pinang akibat dukacita kematian bapak. Penulis melakukan pendampingan pastoral dengan menggunakan metode gestalt plus intervensi rohani baik lewat kidung pujian maupun doa. Penulis mendiskusikan pergumulan-pergumulan yang dihadapi konseli seputar gangguan stress, kemarahan, kekecewaan karena dukacita kematian bapak yang mengakibatkan trauma bagi pemuda. Penulis juga mengajak konseli menemukan akar masalahnya dan mendorong kedalam persekutuan yang erat dengan Tuhan sehingga akhirnya mampu meningkatkan penerimaan terhadap kenyataan yang terjadi. Pengalaman traumatis yang mereka alami mengakibatkan tingginya tingkat stress, kemarahan, kekecewaan dan rendahnya tingkat penerimaan kaum pemuda. Untuk bisa mengetahui tentang tingkat stress, kemarahan, dan kekecewaan serta penerimaan kaum pemuda di GBKP Runggun Kelahun Pinang, maka penulis memberikan alat ukur kepada mereka. Alat ukur yang digunakan ialah alat ukur stress, kemarahan, kekecewaan dan penerimaan. Sebelum dilakukan pendampingan pastoral maka tingkat stress pemuda sangat tinggi, tingkat kemarahan juga sangat tinggi, tingkat kekecewaan juga tinggi, namun tahap penerimaan sangat ringan/rendah. Namun, setelah dilakukan pendampingan pastoral dengan metode gestalt pada pertemuan ke sepuluh penulis Kembali memberikan alat ukur stress, kemarahan, kekecewaan dan penerimaan. Hasilnya bahwa tingkat stress pemuda menjadi ringan, tingkat kemarahan menjadi ringan dan tingkat kekecewaan menjadi sedang serta tingkat tahap penerimaan semakin menunjukkan perubahan kearah lebih baik. Dengan demikian maka pendampingan pastoral efektif untuk menurunkan tingkat stress, kemarahan, kekecewaan dan juga efektif untuk meningkatkan penerimaan bagi pemuda yang memiliki pengalaman traumatis akibat dukacita kematian bapak. Kata Kunci : Penerimaan, Duka, Kematian, Ayah
RESPONS JEMAAT GKPPD SIOMPIN DALAM MENGHADAPI KEKERASAN ATAS NAMA AGAMA Pdt. Erde Berutu, S.Th
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v7i1.5508

Abstract

Sejak era reformasi, akhir-akhir ini fenomena kekerasan atas nama agama semakin marak berkembang di dunia ini. Kekerasan di intra maupun antar agama. Kekerasan yang dianggap sah bahkan dianggap kekerasan yang suci oleh para pelakunya. Kekerasan ini timbul dari perjumpaan implementasi misi agama-agama di tengah-tengah realitas kehidupan yang multi agama. Demikian juga halnya dengan gereja GKPPD Siompin Ressort Mandumpang dan pada umumnya di wilayah Aceh Singkil mengalami pergumulan yang berulang ulang, dengan alasan tidak memiliki izin. Pergumulan ini sudah ada sejak Tahun 1979 terjadi pelarangan pendirian gereja, penyegelan, pembongkaran, pembakaran gereja. Jika membangun gedung gereja mengalami konflik dengan masyarakat sekitar yang beragama Islam. Timbul pertanyaan, jikalau semua misi agama-agama tersebut telah dilakukan dengan baik dan benar, mengapa masih bisa terjadi kekerasan agama? Apakah pelaku misi agama tersebut yang salah? Atau, misi agama tersebut yang salah? Untuk menghentikan kekerasan atas nama agama tersebut perlu segera dicari jalan keluar. Perlu dicari jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Perlu segera diusahakan langkah-langkah membangun perdamaian sebagai salah satu tujuan utama dari kehadiran misi agama-agama. Salah satu langkah penting yaitu menggali ulang mengenai pemahaman misi agama-agama dan implementasinya. Sebagai Tubuh Kristus yang hidup, gereja sangat perlu untuk menghadirkan kerajaan syalom. Sebab Tuhan Yesus datang adalah untuk menghadirkan shalom. Misi yang mewujudnyatakan keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan di tengah-tengah dunia ini. Sehingga GKPPD Siompin Ressort Mandumpang dituntut untuk bekerja sama dengan semua agama-agama dan lembaga-lembaga lain untuk menghadirkan shalom. Semuanya dilakukan GKPPD Siompin Ressort Mandumpang tanpa pamrih. Semata-mata untuk mewujudkan perdamaian sebagai wujud nyata kasih Allah bagi orang percaya. Kata kunci : Kekerasan, Misi Agama, Keadilan, Perdamaian
UPAYA MEMBANGUN KESEHATAN MENTAL ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Muhammad Fitri Al Muzakki; Miftarah Ainul Mufid; Ahmad Zainuddin; M. Mukhid Mashuri
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v6i3.5512

Abstract

Mental health atau kesehatan mental anak sangat perlu di perhatikan guna mengkontrol tingkat kemampuan anak dalam melangsungkan sosialisasi di sekolah dan di area sosial. Menjaga kesehatan mental anak pula hendak berakibat pada kepuasan hidup serta sikap anak. Masa anak muda ialah fase pertumbuhan mental berikutnya sehabis masa- masa kritis yang kerap terjalin pada masa anak- anak. Penyakit kesehatan mental anak datang dalam berbagai bentuk, seperti gangguan perilaku, kecemasan, kesedihan, dan gangguan defisit perhatian serta hiperaktif. Dari bermacam kasus yang timbul dalam kehidupan keluarga, seperti halnya anak yang mengalami broken home dapat menjadi benih dan menumbukan sifat anak menjadi cemas, sampai-sampai anak menjadi depresi dan yang yang lebih parah lagi akan menyebabkan retaknya struktur keluarga. Masa anak- anak dini merupakan masa dimana seorang anak dapat meningkatkan bermacam kemampuan, salah satunya mempersiapkan kesehatan mentalnya di masa depan serta meningkatkan karakter yang menyenangkan. Oleh sebab itu, kesehatan mental seseorang anak mencakup 3 aspek: 1) bagaimana perasaannya terhadap dirinya sendiri( ialah apakah dia bisa menerima dirinya apa adanya), 2) bagaimana perasaannya terhadap orang lain ( ialah apakah dia bisa menerima orang lain apa adanya), 3) seberapa baik anak dapat menghadapi tantangan dalam kehidupan tiap hari. Hari. 4) Pengasuhan keluarga pada anak. 5) Memilih teman yang baik. 6) Lingkungan yang sehat.
REINTERPRETASI KONSEP DAKWAH QS. AN-NAHL AYAT 125 (APLIKASI TEORI HERMENEUTIKA MA’NA CUM MAGHZA) KGS. Muhammad Zaki; Ahmad Zainuddin; M. Mukhid Mashuri; Miftarah Ainul Mufid
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v6i3.5513

Abstract

Sejalan dengan pesatnya kemajuan zaman dan semakin kompleksnya kehidupan masyarakat, tuntutan terhadap dakwah semakin beragam. Dakwah tidak lagi dapat dilaksanakan hanya dengan cara konvensional. Saat ini, dakwah diuntut untuk lebih profesional, memerlukan pengetahuan, keterampilan, planning, dan manajemen yang handal. Al-Quran telah menyediakan konsep dan metode untuk berdakwah agar proses dakwah dapat dilaksanakan dengan efektif. Alih-alih memberikan solusi dalam perkembangan dakwah, sering kali, dakwah digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan ajaran Islam namun malah menimbulkan aksi-aksi intoleran. Beberapa pihak berpegang pada prinsip “untuk menegakkan nahi munkar’’, yang sering kali diartikan dengan tindakan kekerasan dan anarkis, mereka menganggap tindakan tersebut sesuai dengan konsep dakwah tuntutan al-Qur’an. Berbeda dengan golongan toleran berprinsip moderat menyeru dengan tanpa unsur kekerasan atau paksaan yang lebih mengedepankan islam rahmatan lil ‘alamin. Terlihat perbedaan nyata, dalam polemik yang terjadi, disebakan pemahaman substansi nash yang dipahami dari setiap golongan ini terjadi kontras.Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggali makna dakwah kembali (reinterpretasi), yang tertulis di dalam al-Quran. Metode penelitian yang dipakai dalam studi ini adalah penelitian kepustakaan (library research), yang akan menganalisis pemahaman konsep dakwah dalam Q.S An-Nahl: 125 dengan menerapkan pendekatan Ma’na Cum Maghza. Agar menghasilkan solusi atau jalan tengah pada peneltian yang dibahas, dalam teori ini terdapat tiga tahapan yang harus diteliti seorang peneliti yakni : (1) makna historis (al-ma’na at-tarikhi), (2) signifikansi fenomenal historis (al-maghza at-tarikhi), dan (3) signifikansi fenomenal dinamis (al-maghza al-mutaharrik), untuk konteks ketika teks al-Qur’an ditafsirkan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa al-Maghza al-mutaharik li al-Mu’ashiri (signifikansi fenomenal dinamis) Q.S an-Nahl [16]: 125 adalah anjuran untuk menjaga perdamaian dan kerukunan antar sesama, kemudian sabar ketika mendapat musibah atau ujian serta memberikan pendidikan yang baik dan benar dalam lingkup keluarga maupun lembaga-lembaga pendidikan lainnya.

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 13 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 13 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 4 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 4 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 4 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 4 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 4 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 5 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 5 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 5 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 4 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 4 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 4 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 2 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 2 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 2 No. 1 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 1 No. 3 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 1 No. 2 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 1 No. 1 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah More Issue