cover
Contact Name
MUHAMAD ARIFIN
Contact Email
liberosisjurnalpsikologi@gmail.com
Phone
+281238233442
Journal Mail Official
liberosisjurnalpsikologi@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.warunayama.org/index.php/tashdiq/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30308917     DOI : -
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah adalah jurnal yang terbit 3 kali setahun pada bulan Maret, Juli, dan November. Jurnal ini merupakan jurnal kajian ilmu agama, tidak hanya mengacu pada satu agama saja, ada 6 agama yang diakui di Indonesia bisa diterima pada jurnal ini. Selain itu jurnal ini juga membahas tentang pengajaran dalam ilmu agama khususnya yang ada di Indonesia. Isu-isu mutakhir yang berkaitan dengan agama dan multikultur budaya juga dibahas dalam jurnal ini. Kami mengundang bagi para akademisi dan praktisi untuk menulis di jurnal ini guna menambah khasanah pengetahuan terutama yang berkaitan dengan ilmu agama dan dakwah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 446 Documents
PENAFSIRAN DZIKIR DALAM SURAT AL-BAQARAH AYAT 152 MENURUT SYEKH IBNU AJIBAH (STUDI ANALISIS KITAB TAFSIR BAHRUL MADID) Muhammad Abbel Saktya Nugraha; M. Mukhid Mashuri; Ahmad Zainuddin; Miftarah Ainul Mufid
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v6i3.5514

Abstract

Artikel ini dibuat berdasarkan mirisnya kondisi masyarakat dizaman modern ini yang tersebar maraknya kegelisahan disebabkan berbagai macam problematika kehidupan. Permasalahan ini membutuhkan jawaban dari Al-Qur’an dimana Al-Qur’an adalah sumber cahaya kehidupan yang menerangi alam semesta serta pusat jawaban dari segala macam permasalahan, yakni satu-satunya metode yang terpampang denan jelas adalah dengan berdzikir. Demikian ini penulis mencoba menganalisis penafsiran tentang dzikir dalam surat Al-Baqarah Ayat ke 152 menurut penafsiran Syekh Ibnu Ajibah dalam Tafsir Bahrul Madid. Sementara metode penelitian yang digunakan adalah analis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yaitu dengan cara menganalisa makna yang termuat dalam berbagai sumber primer maupun sekunder dan mengeksplorasi serta menguraikan penelitian dengan deskripsi. Selain itu, metode penelitian tafsir yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode riset dokumentasi, yaitu dengan cara mengumpulkan buku-buku, jurnal, artikel, catatan, lampiran,dan literatur-literatur lainnya untuk memahami bagaimana ayat 152 surat Al-Baqarah tentang dzikir ini menyelesaikan problematika diantara umat pada zaman sekarang.
KEBERADAAN JIN DI TUBUH MANUSIA (ANALISIS TEMATIK TERM “QARIN” DALAM AL-QUR`AN) Muhammad Basyar Annuha; Wiwin Ainis Rohtih; Amir Mahmud; Nyoko Adi Kuswoyo
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v6i2.5515

Abstract

Sebagian besar orang mengenal jin sebagai salah satu makhluk ciptaan Allah Ta’ala yang tidak terlihat (ghaib), hanya dapat dilihat oleh manusia tertentu dengan izin Allah, serta beberapa hewan seperti keledai dan anjing. Jin terbagi dalam berbagai golongan, termasuk jin qarin yang mendampingi manusia. Belakangan ini, video tentang cek khodam menjadi viral, memungkinkan seseorang mengetahui jin pendamping mereka melalui komentar. Penelitian ini menggunakan metode tafsir tematik untuk memahami perbedaan antara qarin dan khodam. Hasilnya menunjukkan bahwa qarin tidak selalu merujuk pada jin atau memiliki konotasi negatif; qarin dapat bermakna baik atau jahat tergantung konteksnya. Sementara dalam konteks jin, qarinmendampingi manusia sejak lahir hingga mati, membisikkan kejahatan, khodam berperan sebagai pengawal melalui praktik spiritual. Kedua entitas ini, meskipun berbeda, tidak membawa keuntungan bagi manusia, sehingga sebaiknya dihindari untuk keselamatan di dunia dan akhirat.
METODE DZIKIR SEBAGAI PENENANG HATI PERSPEKTIF TAFSIR MUNIR KARYA WAHBAH ZUHAILI Muhammad Fajtul Falah; Akhmad Zainuddin; M.Mukhit Mashuri
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v6i3.5516

Abstract

Hati juga sering dianggap sebagai pusat dari segala macam perilaku manusia, seperti contohnya ketika hati manusia itu buruk maka sifat dan sikap kepada seseorang juga buruk hati yang buruk ini disebut dengan penyakit hati. diantara penyakit hati antara lain iri, dengki, hasud, sombong tidak syukur nikmat serakah dan lain sebagainya titik maka perlunya kita mengobati hati ini agar tidak memiliki sifat-sifat yang buruk sehingga hati ini lebih bersih. Oleh karena itu dzikir muncul sebagai penyembuh dan penenang hati, Ketenangan jiwa dan batin seseorang bisa diperoleh dengan cara bserdzikir kepada Allah, dengan berzikir dirinya bisa melupakan semua masalah yang ditanggung, dan dengan berzikir dirinya secara tidak langsung mengingat Allah dan Allah juga akan selalu mengingatnya, tapi perlu diperhatikan dzikir bukan hanya sekedar menyebut nama Allah, akan tetapi menyebutnya dengan menghadirkan hati dan pikiran, karena manfaat zikir tidak akan terasa jika hanya menyebutnya dengan lisan saja. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan untuk mengkaji permasalahan yang dihadapi, yang terdiri dari: 1) data primer yaitu Alquran 2) tetes sekunder berupa kitab-kitab Tafsir dan buku-buku yang terkait dengan ilmu pengetahuan Alquran dan pembahasannya. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis membutuhkan catatan-catatan yang membahas tentang ayat-ayat sesuai dengan tema, lampiran, dan beberapa dokumen yang berkaitan dengan judul. Selanjutnya menggunakan langkah-langkah maudhu’I yang paling utama yaitu mengenai ayat-ayat Alquran yang dibahas selanjutnya menggunakan langkah-langkah Maudhu’iyang paling utama yaitu mengenai ayat-ayat Alquran yang dibahas terjemah dan tafsiran dari para mufassir, dan diambil dari buku, artikel maupun jurnal yang terkait.
KONSEP BISNIS KAUM MADYAN DALAM AL-QUR’AN: TELAAH TAFSIR AS-SA’DI Imam, M. Imam Muslim Nasution; Arifinsyah2, Arifinsyah; Siti Ismahani, Siti Ismahani
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v7i1.5580

Abstract

Konsep bisnis yang dilakukan oleh kaum Madyan yang diungkap dalam Al-Qur'an melalui ayat-ayat Surah Al-A'raf ayat 85, Surah Hud ayat 84-85, dan Surah Asy-Syu'ara ayat 181-183 dalam penafsiran As-Sa’di. Al-Qur'an memberikan panduan yang jelas mengenai praktik bisnis yang adil dan jujur. Nabi Syu'aib memerintahkan kepada kaum Madyan pentingnya memenuhi takaran dan timbangan dengan benar, tidak merugikan hak orang lain, tidak membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengganggu orang lain. Alquran menegaskan azab bagi pelaku curang dalam berbisnis. Prinsip-prinsip ini mencerminkan nilai-nilai keadilan, integritas, dan tanggung jawab sosial yang menjadi pondasi dalam kegiatan ekonomi yang berkelanjutan dan beretika. Penelitian ini menemukan bahwa konsep bisnis yang dilakukan kaum Madyan sangat bersimpangan dengan etika berbisnis yang benar menurut Al-Qur’an yang dibawakan nabi Syu’aib As dan banyak kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh kaum madyan dalam hal berdagang atau berbisnis, seperti mengurangi takaran dan timbangan, menjual dengan harga barang yang rusak sama dengan barang yang baru (masih bagus) dan menjual barang dengan harga yang tinggi melebihi modal. Prinsip-prinsip yang terkandung dalam ajaran Nabi Syu'aib dapat menjadi panduan bagi pelaku bisnis untuk menciptakan lingkungan perdagangan yang adil, transparan, dan berkelanjutan, yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga berdampak positif pada kesejahteraan sosial dan lingkungan.
MUHASABAH DIRI DALAM AL-QURAN MENURUT SYAIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI Ahmad Rifqi Fuadi; Amir Mahmud; Wiwin Ainis Rohtih; Nyoko Adi Kuswoyo
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v7i1.5583

Abstract

Perbuatan maksiat dilakukan karena adanya dorongan jahat dalam diri yang tidak dikawal oleh akal sehat. Maka seseorang sering alpa dalam bermuhasabah diri atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Dengan manajemen muhasabah yang rutin, dapat memperbaiki kekurangan dan mencapai pengembangan pribadi yang lebih baik. Dalam hal ini Syaikh Abdul Qadir al-Jailani menekankan bahwa introspeksi spiritual adalah praktik esensial bagi setiap muslim yang bertujuan untuk mengevaluasi dalam konteks standar moral dan spiritual agama. Selain memperdalam kedekatan dengan Allah, muhasabah diri juga memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam tentang diri sendiri dan dunia di sekitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam metode penafsirannya menggunakan metode tematik, yaitu mengumpulkan ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan muhasabah Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya muhasabah dalam Islam menurut Syaikh Abdul Qadir al-Jailani. Muhasabah adalah evaluasi diri untuk mendekatkan diri kepada Allah, dengan ciri-ciri seperti tidak bersumpah dan menghindari kebohongan. Di era modern, muhasabah melalui tahap Takhalli (menghilangkan sifat buruk), Tahalli (mengembangkan sifat baik), dan Tajalli (mencapai kesempurnaan spiritual) tetap relevan untuk memperbaiki diri dan menjaga hubungan dengan Allah. Kesimpulannya muhasabah menurut Syaikh Abdul Qadir al-Jailani adalah introspeksi penting yang mencakup evaluasi amal dan kesadaran akan dosa. Dalam Futuhul Ghaib, ia menekankan sepuluh sifat, seperti. Proses ini, melalui Takhalli, Tahalli, dan Tajalli, tetap relevan di era modern untuk menjaga kewajiban spiritual.
EFEKTIVITAS PENERAPAN KAIDAH IMLA’ DASAR DALAM MEMPERBAIKI ‎KEMAMPUAN ‎MENULIS BAHASA ARAB SISWA ‎KELAS 7 MTSN 1 KOTA ‎MALANG‎ Ardhillah, Isma Annisa Nur; Muhammad Naufal Farhan; Anita Ferninda Putri; Moh. Khasairi; Moch. Solehudin
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v7i1.5590

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meninjau efektivitas penerapan kaidah imla’ dasar ‎dalam ‎meningkatkan kemampuan menulis Bahasa Arab siswa kelas 7 MTsN 1 ‎Kota Malang. Metode yang ‎digunakan adalah eksperimen-kuasi dengan desain ‎satu kelompok sebelum perlakuan dan sesudah ‎perlakuan (one organization pretest-‎posttest layout). Penelitian dimulai dengan pretest untuk ‎mengukur kemampuan ‎awal siswa, dilanjutkan dengan pemberian treatment berupa pengajaran ‎kaidah ‎imla’ dasar, dan diakhiri dengan posttest untuk mengevaluasi hasil belajar. Hasil ‎penelitian ‎menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis siswa setelah ‎diberikan treatment. Nilai rata-‎rata pretest sebesar 77 meningkat menjadi 88 pada ‎posttest. Analisis statistik dengan uji-t ‎menunjukkan nilai t-hitung sebesar 7,11 ‎lebih besar dari t-tabel sebesar 2,06 pada tingkat signifikansi ‎‎0,05. Hal ini ‎mengindikasikan efektivitas penerapan kaidah imla’ dasar dalam memperbaiki ‎kemampuan menulis Bahasa Arab siswa dengan ditemukannya perbedaan signifikan terhadap hasil ‎tulisan siswa sebelum dan sesudah treatment diberikan. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat ‎menjadi pertimbangan untuk tenaga pendidik Bahasa Arab untuk lebih memperhatikan peran penting ‎kaidah imla’ pada pembelajaran Bahasa Arab dan mempraktikkannya secara berkala dalam upaya ‎memperbaiki sejak dini kemampuan menulis Bahasa Arab siswa.‎ Kata Kunci: Bahasa Arab, Imla’, Menulis AbstractThis research aims to review the effectiveness of applying basic imla' rules in ‎improving Arabic writing ‎skills of 7th grade students of MTsN 1 Malang City. The ‎method is quasi-experiment with one ‎organization pretest-posttest layout. The research‎ began with a pretest to measure students' initial ‎abilities, followed by giving ‎treatment in the form of teaching basic imla' rules, and ended with a ‎posttest to ‎evaluate learning outcomes. The results showed an increase in students' writing ‎ability after ‎being given treatment. The average pretest score of 77 increased to 88 in ‎the posttest. Statistical ‎analysis with t-test shows that the t-count value of 7.11 is ‎greater than the t-table of 2.06 at the 0.05 ‎significance level. This indicates the effectiveness of the application of basic imla' rules to improving ‎students' Arabic writing skills by findings significant differences in the results of student writing before ‎and after treatment is given. It is hoped that the results of this research can be a consideration for ‎Arabic educators to give more attention the important role of imla' rules in Arabic learning and ‎practice it regularly in order to improve students' Arabic writing skills earlier.‎ Keywords: Arabic, Imla’, Writing
REKONSTRUKSI PEMAHAMAN MANFAAT KHAMAR SETELAH DIHARAMKAN DALAM AL-QURAN : (Analisis Term “manfaat khamar”Dalam Al-Quran) Mufid Kholilullah; Wiwin Ainis Rahtih; Amir Mahmud; Nyoko Adi Kuswoyo
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v7i1.5630

Abstract

Al-Quran sebagai kitab petunjuk bagi manusia, diturunkan untuk merespon dan sekaligus menjadi solusi terhadap problematika yang terjadi di tengah-tengah kehidupan. Salah satu problematika yang merajalela dalam masyarakat Arab saat itu adalah minum khamar. Sejarah mencatat bahwa mabuk-mabukan yang terjadi di masyarakat Arab merupakan sebuah penyakit kronis. Artinya fenomena tersebut telah terjadi sejak jauh sebelum datangnya Islam sampai memasuki periode Madinah. Maka sangat wajar apabila khamar diharamkan secara berangsur-angsur sebab melihat kondisi masyarakat pada saat itu yang sangat gemar terhadap mabuk-mabukan, bahkan sampai empat kali turun ayat yang menjelaskan tentang khamar. Ketika khamar sudah diharamkan lalu muncul sebuah pemahaman bahwa khamar tetap bermanfaat termasuk dapat digunakan untuk obat. Hal ini menimbulkan polemik di kalangan para ulama bahkan sampai merambah kepada sebagian masyarakat awam. Ditambah lagi ada sebagaian orang yang tidak tahu akan perbedaan antara khamar dan alkohol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa khamar bukanlah alkohol meskipun khamar itu sendiri mengandung alkohol, dan berdasarkan fakta historis belum ditemukan suatu penyakit bisa disembuhkan dengan khamar akan tetapi ada beberapa kasus pengobatan yang ditunjang dengan alkohol.
MENANAMKAN NILAI-NILAI TOLERANSI SEJAK DINI DI MI MA’HAD AL-ZAYTUN: UPAYA MEWUJUDKAN PERDAMAIAN DUNIA DI MASA DEPAN Abdul Jabar, Muhamad; Saputra, Wiwin; Widodo, Sri; Nabila, Muthia
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v7i1.5641

Abstract

Tolerance is an attitude that reflects mutual respect and acknowledgment of differences and diversity within society, with the main goal of creating a peaceful and harmonious life. More than just accepting differences, tolerance also serves as a foundation for building solidarity, where individuals are able to embrace and appreciate each other’s uniqueness and transform uniformity into a rich and dynamic diversity. The primary objective of this research is to understand how tolerance values are introduced and developed among students from an early age and to measure their impact on character development. This study also aims to provide recommendations for developing more effective educational programs to instill tolerance values. The research uses a qualitative approach. The data sources include books such as "(In) Tolerance: Understanding Hatred & Violence in the Name of Religion" by Alamsyah M. Djafar, "Tafsir Al-Misbah" by M. Quraish Shihab, "Al-Zaytun: A Source of Inspiration" by Robin Simanullang, journals, documents, and others. Tolerance education at Ma’had Al-Zaytun encompasses both formal and informal approaches designed to instill principles of mutual respect and acknowledgment of differences among students. Through a curriculum that includes direct teaching on cultural, religious, and social diversity, as well as extracurricular activities that encourage interaction among students from different backgrounds, MI Ma’had Al-Zaytun aims to foster attitudes of empathy and openness. Key Word: Tolerance, Education, peace
MAKNA AT-TIJARAH MENURUT M. QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL MISBAH Fakhrurrozi Hasibuan, Fakhrurrozi Hasibuan; Muhammad, Muhammad; Ahmad Perdana Indra, Ahmad Perdana Indra
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v7i1.5642

Abstract

Di era yang terus berkembang ini, umat Islam dihadapkan pada berbagai permasalahan ekonomi yang semakin komplek, terutama dalam hal perniagaan yang diakibatkan karena perkembangan dan kemajuan dari ilmu pengetahuan serta teknologi yang digunakan dalam kehidupan. Perniagaan memiliki arti yang sama dengan bisnis merupakan salah satu kegiatan yang memiliki nilai ekonomis dengan tujuan mendapatkan nilai keuntungan. Kata perniagaan dalam penelitian ini disebut dengan At-Tijarah. Tujuan penelitian ini adalah memaparkan penafsiran ayat-ayat yang berkaitan dengan At-Tijarah dan kontekstualitas tijarah dengan muamalah masa kini. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan atau Library Research dengan menggunakan tafsir Al-Mishbah yang merupakan tafsir Al-Qur`an lengkap 30 juz pertama dalam 30 tahun terakhir, yang ditulis oleh ahli tafsir terkemuka Indonesia, yaitu M. Quraish Shihab. Hasil penelitian bahwa Al-Qur’an menyebut istilah perniagaan dengan lafadz Tijarah (تجارة) disebutkan sebanyak 8 kali pada surah yang berbeda, diantaranya adalah Q.S.An-Nur (24):37, Q.S.At-Taubah (9):24, Q.S.Ash-Shaff (61):10-11, Q.S.An-Nisa’ (4):29, Q.S.Al-Jumu’ah (62):11, Q.S.Al-Baqarah (2):16, Q.S.Al-Baqarah (2):282, dan Q.S.Fathir (35):29. Adapun ayat-ayat yang memberikan kontekstualitas tijarah dengan muamalah masa kini diantaranya oleh melakukan usaha nontunai, mempertanggungjawabkan piutang selain uang tunai, serta mencatat dan bersaksi (melalui orang lain, sebagai alat bukti) tentang tata cara utang dan piutang berdasarkan QS. Al-Baqarah/2: 282. QS. An-Nisa/3: 29 agar orang-orang yang berbisnis menjauhi perbuatan-perbuatan sombong yang bertentangan dengan ajaran agama dan dapat rukun secara kekeluargaan dengan adanya perjanjian sebagai sarana kesepakatan (berbisnis), Mengikuti jalan perang yang ditetapkan turun oleh QS. At-Taubah/9:24 dan hindarilah mencintai perdagangan atau bisnis duniawi melebihi Allah Rasul, QS. An-Nur/24: 37 untuk mengingat dzikir, doa, dan zakat di tengah padatnya jadwal dunia, QS. Al-Jumu'ah/62:11 menganjurkan untuk tidak meninggalkan ibadah (dalam konteks shalat Jumat) karena urusan, tetapi QS. Asy-Shaf/61:10 mengajarkan untuk selalu beramal shaleh, terutama dengan beriman dan berjuang di jalan Allah sebagai bentuk jual beli dari Allah kepada manusia untuk menebus manusia dari penderitaannya. Pendapat M. Quraish Shihab terhadap jual beli dimasa kini baik melalui sistem jual beli offline ataupun jual dan beli online pada dasarnya memiliki kesamaan, dimana harus memahami rukun dan syarat sahnya suatu transaksi sehingg sah serta dilakukan dengan mematuhi prinsip-prinsip keadilan, kejujuran, dan transparansi sesuai dengan ajaran Islam.
PENGEMBANGAN BUDAYA DAN TOLERANSI DALAM MEMBANGUN KEBERAGAMAN MASYARAKAT DI MA’HAD AL-ZAYTUN Ngainnur Rohmah, Siti; Nur Afifah, Muthia; Alimatul Zahro, Nur; Partono; Wawan
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v7i1.5824

Abstract

In the era of globalization, the diversity of society is becoming increasingly complex, presenting a significant challenge in building social harmony and stability. Culture and tolerance play a crucial role in managing this diversity. Ma'had Al-Zaytun, as an Islamic educational institution in Indonesia, holds a strategic role in shaping culture and tolerance within the community at Ma'had Al-Zaytun. The aim of this research is to gain a deeper understanding of the strategies and approaches employed by Ma'had Al-Zaytun in fostering culture and tolerance in promoting diversity within the community at Ma'had Al-Zaytun. This research employs a literature review method to collect data from various relevant sources regarding the development of culture and tolerance in fostering community diversity at Ma'had Al-Zaytun. The results show that Ma'had Al-Zaytun has successfully developed culture and tolerance through intercultural training programs, interfaith discussions, and the teaching of tolerance values, which have enhanced understanding and tolerance attitudes among all members of the academic community. Tolerance education is applied in daily life through student exchange programs and religious celebration events. Close collaboration and regular evaluation are necessary to strengthen these programs and ensure that tolerance values remain integrated. This success serves as a model for other educational institutions in building a harmonious and open society in line with the spirit of Indonesia's diversity. Keywords: Development, Culture, Tolerance, Ma'had Al-Zaytun

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 13 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 13 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 4 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 4 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 4 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 4 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 4 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 5 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 5 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 5 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 4 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 4 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 4 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 2 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 2 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 2 No. 1 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 1 No. 3 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 1 No. 2 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 1 No. 1 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah More Issue