cover
Contact Name
MUHAMAD ARIFIN
Contact Email
liberosisjurnalpsikologi@gmail.com
Phone
+281238233442
Journal Mail Official
liberosisjurnalpsikologi@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.warunayama.org/index.php/tashdiq/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30308917     DOI : -
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah adalah jurnal yang terbit 3 kali setahun pada bulan Maret, Juli, dan November. Jurnal ini merupakan jurnal kajian ilmu agama, tidak hanya mengacu pada satu agama saja, ada 6 agama yang diakui di Indonesia bisa diterima pada jurnal ini. Selain itu jurnal ini juga membahas tentang pengajaran dalam ilmu agama khususnya yang ada di Indonesia. Isu-isu mutakhir yang berkaitan dengan agama dan multikultur budaya juga dibahas dalam jurnal ini. Kami mengundang bagi para akademisi dan praktisi untuk menulis di jurnal ini guna menambah khasanah pengetahuan terutama yang berkaitan dengan ilmu agama dan dakwah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 446 Documents
ANALISIS PENERAPAN WAHDATUL ULUM TERHAPAP PENGARUH METODE CERAMAH MELALUI MEDIA SOSIAL DALAM MEMPERKUKUH AKIDAH ISLAM Ilham Adiansyah Harahap, Ilham; Zaini Dahlan, Zaini; Daulat, Daulat; Ida Marina Harahap, Ida Marina Harahap; Aina Nur Hilmy Harahap, Aina Nur Hilmy Harahap
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v6i1.4389

Abstract

Dakwah merupakan upaya untuk memotivasi orang lain agar berbuat baik dan mengikuti jalan petunjuk, serta melakukan amar ma'ruf nahi munkar dengan tujuan mendapatkan kesuksesan serta kebahagiaan dunia dan akhirat. Pada dasarnya, dakwah dapat dipahami sebagai upaya untuk menghimbau orang Slain ke arah Islam. Karena dalam dakwah terdapat penyampaian informasi ajaran Islam berupa nasihat dan pesan, peringatan, pendidikan, pengajaran, serta ajakan euntuk berbuat baik dan larangan untuk berbuat mungkar. Metode penelitian yang digunakan pada Mini Riset ini adalah kualitatif dan jenis penelitian adalah telaah pustaka (Library research). Penelitian kepustakaan yakni memperoleh data dan informasi dari kitab tafsir, kamus atau mu’jam , buku, artikel, jurnal, skripsi serta literartur lainnya yang berkaitan dengan tema. Dalam peneltian ini dapat disimpulkan bahwa Pengaruh ceramah menggunakan media sosial sangat berpengaruh untuk umat muslim, dikarenakan dengan Cermah yang tersedia di media sosial, bisa kita dengarkan dan pahami berulang-ulang kali, sehingga lebih nudah dipahami dan di pratikkan dalam kehidupan sehari-hari. akidah adalah suatu pokok atau dasar keyakinan yang harus dipegang oleh orang yang mempercayainya.
EKSPLORASI NILAI-NILAI PARENTING DALAM SURAH LUQMAN AYAT 12-19 SEBAGAI FONDASI PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK (PERSPEKTIF QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISBAH) Muhammad Adnan Prabowo
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v6i1.4787

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana parenting dapat diterapkan dengan baik bersandar kepada nilai-nilai pola asuh anak yang ada di dalam Al-Qur’an. Dalam hal ini penulis menggunakan perspektif Tafsir Al-Misbah dalam menggali dan menemukan bagaimana parenting (pola asuh anak) yang terdapat pada Qs. Luqman ayat 12-19 yakni nasihat atau wasiat hikmah Luqmanul Hakim kepada anak-anaknya agar gelak tumbuh dan besar menjadi insan yang saleh dan sempurna. Penelitian ini mengusung pendekatan kualitatif kepustakaan dengan mengeksplorasi referensi dari literatur bacaan yang ada keterkaitannya dengan tema penelitian, yakni berupa karya tulis dan lain sebagainya. Adapun hasil dari penelitian ini memperoleh tiga poin utama tentang pengukuhan keimanan (akidah), penghambaan diri (Syari’at Ubudiyyah) dan moralitas integritas (Akhlaqul Karimah).
BAHAGIA DAN CELAKA PERSPEKTIF TASAWUF MODERN HAMKA Fadilah, Nila; Hasnah Nasution; Munandar, Munandar
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v6i1.4798

Abstract

Abstract: Modernization has left the effect of eroding humanity's side, which is called dehumanization. This causes the human soul to be uncertain of direction and purpose, drifting adrift by the times and global progress. So Hamka believes that Sufism is the only way to overcome the problems of modernity for contemporary society. Because Sufism provides a clear picture of true happiness for both worldly life and the afterlife. This research aims to examine happiness and woe according to Hamka from the perspective of Modern Sufism. So in this article the researcher will explain comprehensively and specifically, how happy and sad is Hamka's Modern Sufism perspective? This research is a qualitative research type of library research where the main data is collected directly through the book Modern Sufism by Hamka as well as relevant and supporting literature to describe the answers to the problems studied inductively. The research results show that according to Hamka, there are three types of happiness, namely external happiness, inner happiness and true happiness. The highest peak of happiness is knowing Allah (ma'rifatullah), obeying Him, and being patient with His misfortunes. Apart from that, Hamka also emphasized that happiness is a gift from Allah SWT. which must be fought for and put in as much effort as possible to achieve happiness and avoid harm with His permission. Keyword: Happiness, Woe, Sufism Abstrak: Modernisasi telah meninggalkan efek pengikisan sisi kemanusiaannya manusia yang disebut dengan dehumanisasi. Hal ini menyebabkan jiwa manusia tak tentu arah dan tujuan, hanyut terombang-ambing oleh zaman dan kemajuan global. Sehingga Hamka berpendapat bahwa tasawuf adalah satu-satunya cara untuk mengatasi masalah modernitas bagi masyarakat kontemporer. Sebab tasawuf memberikan sebuah gambaran yang jelas menuju kebahagiaan sejati baik bagi kehidupan dunia hingga kehidupan akhirat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bahagia dan celaka menurut Hamka dalam perspektif Tasawuf Modern. Sehingga dalam tulisan ini peneliti akan menjelaskan dengan komprehensif dan spesifik, bagaimana bahagia dan celaka perspektif Tasawuf Modern Hamka? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang mana data utama dikumpulkan langsung melalui buku Tasawuf Modern karya Hamka serta literatur-literatur yang relevan dan mendukung guna mendeskripsikan jawaban akan permasalahan yang diteliti secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Hamka, kebahagiaan ada tiga tingkatan yaitu kebahagiaan lahiriah, kebahagiaan batin, dan kebahagiaan hakiki. Puncak kebahagiaan tertinggi yaitu mengenal Allah (ma’rifatullah), taat kepada-Nya, dan sabar atas musibah-Nya. Selain itu, Hamka juga menegaskan bahwa kebahagiaan adalah anugerah Allah Swt. yang harus diperjuangkan dan diikhtiarkan semaksimal mungkin untuk mencapai bahagia dan menghindari celaka dengan izin-Nya. Kata Kunci: Bahagia, Celaka, Tasawuf
BAGAIMANA KODRAT DAN PERAN PEREMPUAN? (STUDI ANALISIS DALAM PERSPEKTIF HADIS) Devia Rahmah; Munandar, Munandar; Ryandi, Ryandi
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v6i1.4868

Abstract

Islam sebagai agama wahyu mengimani Hadis sebagai sumber hukum kedua setelah al-Qur’an. Sebagai dasar hukum hadis mampu menjawab berbagai persoalan-persoalan baik mengenai kemanusiaan, politik, ekonomi, keilmuan, ideologi, budaya dll. Hal ini menunjukkan bahwa hadis dapat merespon perkembangan zaman. Salah satu permasalahan yang masih eksis dan menjadi perdebatan adalah isu-isu mengenai perempuan. Eksistensi perempuan seakan-akan tiada habis menjadi persoalan dalam masyarakat di tambah zaman teknologi sekarang informasi berkembang bebas dan dipahami secara liar. Salah satunya pengertian kodrat perempuan yang dipahami tidak sesuai dengan porsinya sehingga menempatkan perempuan pada posisi yang menyudutkannya. Peranannya seakan tidak memiliki tempat dan ruang. Penelitian ini mengkaji kembali ḥadīṡ- ḥadīṡ yang berkaitan dengan kodrat dan peran perempuan dan mengutamakan dari Kitāb Ṣaḥīḥ al-Bukharī dan Ṣaḥīḥ al-Muslim serta kitāb-kitāb syarah hadis sebagai penjelas dan penguat penelitian ini. Penelitian ini juga bertujuan membantah paham yang mengatakan bahwa hadis termasuk nash yang menyudutkan perempuan. Kajian penelitian ini menggunakan metode analisis ḥadīṡ atau maʽān al-ḥadīṡ yaitu memahami ḥadīṡ dengan dua mata pisau yaitu secara tekstual dan kontekstual secara bersamaan, tujuannya agar tidak terjadi kepincangan dalam pemahaman. Sehingga persoalan tentang isi-isu perempuan mendapatkan jawaban dan pemahaman yang baik. Dan hasil kajian dalam penelitian ini ialah kodrat atau peran domestik seorang perempuan adalah melayani suami, mengurus rumah, mengasuh anak, dan membesarkan anak untuk menjadi generasi penerus yang baik. Adapun Peran domestik dan peran publik seorang wanita tidak bisa lepas dari tanggung jawab seorang suami sebagai kepala rumah tangga kerena sang suamilah yang memberikan dan memenuhi nafkah baik pada istri dan anak-anaknya.Oleh karena itu kesalehan wanita bertaut erat dengan kewajiban-kewajiban yang khusus dibebankan kepada kaum perempuan. Dan kewajiban-kewajiban yang paling berhasil mengantarkan wanita pada kesalehan adalah Keridaan Allah Swt.
RELEVANSI ZIKIR DAN SYUKUR DENGAN KEHIDUPAN MANUSIA MENURUT HAMKA DALAM TAFSIR AL-AZHAR Nashrullah; Ahmad Zuhri, Ahmad Zuhri; Muhammad Hidayat, Muhammad Hidayat
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v6i1.5048

Abstract

Dalam kehidupan modern, banyak individu mengalami kecemasan, stress, dan kekurangan makna hidup. Meski berbagai solusi ditawarkan, masalah spiritual seringkali diabaikan. Pertanyaan utamanya adalah, Bagaimana praktik zikir syukur dapat memberikan solusi spiritual dan meningkatkan kualitas hidup individu? Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman tentang Relevansi Zikir dan Syukur Dengan Kehidupan Manusia Menurut Hamka Dalam Tafsir al-Azhar. Tujuan lainnya adalah untuk mengindentifikasi bagaimana zikir dan syukur dapat berperan dalam mengatasi masalah spiritual dan memberikan makna hidup yang lebih mendalam kepada setiap individu. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis konten dari Tafsir al-Azhar. Pendekatan deskriptif analitis digunakan untuk memahami konsep zikir dan syukur serta relevansinya dalam konteks kehidupan modern. Hamka dalam Tafsir al-Azhar menekankan pentingnya zikir sebagai bentuk pengingat kepada Allah SWT yang dapat menenangkan jiwa dan mengurangi kecemasan. Zikir membantu individu untuk tetap fokus pada tujuan hidup yang lebih tinggi dan menghindari perilaku negatif. Syukur, disisi lain, dianggap sebagai cara untuk mengakui dan menghargai nikmat Allah SWT, yang dapat meningkatkan rasa puas dan bahagia dalam hidup. Kedua praktik ini, menurut Hamka, tidak hanya memberikan ketenangan batin, tetapi juga meningkatkan kualitas hubungan sosial dan spiritual seseorang.
Islam dan Kepemimpinan Masa Depan Muhana, Ahmad Fauzi; Hasani Zakiri
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v6i1.5080

Abstract

Abstrak Penelitian ini memaparkan ihwal Islam dan Kepemimpinan Masa Depan. Di mana pokok rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Islam dan Kepemimpinan di Masa Depan. Adapun tujuan dari penelitian ini secara keseluruhan adalah untuk mengetahui Bagaimana Islam dan Kepemimpinan di Masa Depan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan substantive dan dibahas dengan menggunakan content analysis. Secara sederhananya, metode penelitian ini menggunakan metode kepustakaan, di mana referensi ataupun bahan dalam pembuatan jurnal ini diperoleh melalui pengetahuan dan empiris penulis, e-book, e-jurnal, website, dan lain sebagainya yang koheren dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini merangkumkan bahwa kepemimpinan bukanlah suatu hal yang statis. Akan tetapi, sebuah hal yang senantiasa mengalami dinamisasi. Layaknya sebuah ilmu yang terus-menerus berganti-ganti teori, sehingga melahirkan teori yang up to date. Selain itu, hasil dari penelitian ini juga menyuguhkan bahwa kepemimpinan Islam yang didambakan di masa depan ialah kepemimpinan yang berorientasi pada yang diteladankan oleh Rasulullah SAW, yakni kepemimpinan dengan orientasi pelayanan. Kata Kunci: Islam, Kepemimpinan. Abstract This research describes the particulars of Islam and Future Leadership. Where the main problem formulation in this study is How Islam and Leadership in the Future. The purpose of this research as a whole is to find out how Islam and Leadership in the Future. This research uses a substantive approach method and is discussed using content analysis. Simply put, this research method uses the literature method, where references or materials in making this journal are obtained through the author's knowledge and empirics, e-books, e-journals, websites, and so on that are coherent with this research. The results of this study summarize that leadership is not a static thing. However, it is something that is always undergoing dynamization. Like a science that is constantly changing theories, giving birth to up to date theories. In addition, the results of this study also present that the coveted Islamic leadership in the future is leadership that is oriented to what was exemplified by the Prophet Muhammad, namely leadership with a service orientation. Keywords: Islam, Leadership.
PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PEMBENTUKAN AKHLAK SISWA SMP ISLAM ISTIQAMAH BALIKPAPAN Syahdan, Muhammad; Iskandar Yusuf
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v6i1.5083

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the effect of Islamic religious education learning on the formation of morals of students at SMP Islam Istiqamah Balikpapan. This study uses a quantitative approach using a saturated sample with a total of 34 students. Data collection through questionnaires using a Likert scale. The data obtained from the results of the study can be concluded that there is a significant influence between Islamic religious education learning (X) on the formation of student morals (Y). These results can be seen through the t test which obtained a probability value of (0.00). This value is smaller than (0.05), so it can be interpreted that there is a significant influence between Islamic religious education learning and the formation of student morals. A significant influence can be seen from the t value of 5.085 and the t table value of 2.037, so 5.085> 2.037. This coefficient shows that the Islamic religious education learning variable (X) has a positive influence on the variable of student moral formation (Y). Furthermore, it can be interpreted that the better the Islamic religious education learning, the better the influence on student morals. Keyword : Education, Religion, Morals. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran pendidikan agama Islam terhadap pembentukan akhlak siswa SMP Islam Istiqamah Balikpapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan sampel jenuh dengan jumlah 34 siswa. Pengumpulan data melalui kuesioner dengan menggunakan skala likert. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran pendidikan agama Islam (X) terhadap pembentukan akhlak siswa (Y). Hasil tersebut dapat diketahui melalui uji t yang diperoleh nilai probabilitas sebesar (0,00). Nilai ini lebih kecil dibandingkan dari (0,05), sehingga dapat diartikan terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran pendidikan agama Islam dengan pembentukan akhlak siswa. Pengaruh yang signifikan dapat dilihat dari nilai t sebesar 5,085 dan nilai t tabel sebesar 2,037, sehingga 5,085 > 2,037. Koefesien ini menunjukkan bahwa variabel pembelajaran pendidikan agama Islam (X) memiliki pengaruh yang positif terhadap variabel pembentukan akhlaq siswa (Y). Lebih jauh dapat di artikan semakin baik pembelajaran pendidikan agama Islam semakin berpengaruh baik pada akhlak siswa. Kata Kunci : Pendidikan, Agama, Akhlak
PENAFSIRAN KEPEMIMPINAN PEREMPUAN PRESPEKTIF AL-SYAIKH AL-FAQIH MUHAMMAD MUTAWALLI AL- SYA’ROWI Fauziyah, Amanda Rizqiyatul; M. Mukhid Mashuri; Miftarah Ainul Mufid; Ahmad Zainuddin
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v6i1.5153

Abstract

ABSTRAK Kepemimpinan perempuan kerap kali menjadi problema di tengah masyarakat. Banyak beberapa pihak yang meragukan akan seorang perempuan menjadi seorang pemimpin, dari segi ilmu khasbi dan wahbi Allahpun, dapat kita telisik bahwa perempuan dirasa sangat bisa menjadi seorang pemimpin. Karena ilmu khasbi dan wahbi Allah itu berlaku bagi setiap hamba muslim laki laki ataupun perempuan. Adapun dari segi sosial atau politik. Dalam penelitian ini, kami merujuk pada tafsir Sya’rowi, yang didalamnya menjelaskan mengenai kepemimpinan perempuan dalam surat An-Nisa’ ayat 34. Yang menjelaskan bahwa kepemimpian perempuan itu boleh asalkan seorang perempuan itu adalah hamba yang taat dan tidak meninggalkan kewajiban sebagai seorang hamba Allah, dan juga sebagai seorang istri. Namun dalam Al-Qur’an penjelasan mengenai kepemimpinan perempuan masih belum tertera secara gamblang, hanya terdapat satu ayat yang menjelaskan bahwa laki - laki dan perempuan harus menjadi penolong atas satu sama lain. Sehingga dapat kita tafsirkan bahwa kepemimpinan perempuan jelas boleh, hanya Allah melebihkan sebagian kepemimpinan tersebut pada seorang laki–laki. Tujuan dan hasil dari penelitian ini yakni untuk dan dapat mengetahui bagaimana penafsiran Sya’rowi sendiri mengenai kepemimpinan perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif lebih fokus pada deskripsi dan interpretasi data. Penelitian ini melibatkan pengumpulan data non-numerik, seperti wawancara, observasi, atau analisis teks, untuk memahami fenomena atau keadaan dalam konteks yang lebih luas. Memungkinkan peneliti untuk menjelajahi kompleksitas, makna, dan hubungan sosial dalam fenomena yang diteliti. kualitatif bersifat subjektif dan interpretatif, dengan fokus pada konteks dan makna. kami melengkapi penelitian ini dengan menggunakan metode study kasus untuk memantau bagaimana pengimplemetasian yang sudah terjadi dalam real life agar memperkuat data dan apa yang sedang kami teliti. Keywords:Kepemimpinan Perempuan, Al-Syaikh Al-Faqih Muhammad Mutawalli Al- Sya’rowi, Tafir Sya’rowi
SOLUSI TANTRUM DALAM TAFSIR AN-NUR KARYA HASBI ASH-SHIDDIEQY Chamida, Nor; M. Mukhid Mashuri; Dr. Miftarah Ainul Mufid; Ahmad Zainuddin
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v6i1.5155

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh beberapa fenomena yang sering terjadi dikalangan masyarakat sekarang terhadap anak kecil yang meledakkan amarahnya karena adanya keinginan yang tidak terpenuhi. Al-Qur’an tidak hanya menjelaskan hal-hal yang bersangkutan dengan agama, ketauhidan, dan lain sebagainya. Dalam al-Qur’an juga dijelaskan mengenai petunjuk dan penyembuh segala penyakit. Lalu, bagaimana pandangan Hasbi Ash-Shiddieqy dalam tafsir An-Nur? dan bagaimana pandangan ulama tafsir kontemporer lainnya dalam menganggapi ayat tersebut? dalam al-Qur’an dijelaskan mengenai nafs atau kata lain dari jiwa. Nafs dapat diartikan sebagai sesuatu yang membahas tentang sisi dari manusia. Penetian ini berupa penelitian kepustakaan (Library Research), yang mana datanya bersumber dari bahan-bahan kepustakaan yang terdiri dari: 1) data primer yaitu Tafsir An-Nur, 2) data sekunder berupa Al-Qur’an dan terjemahnya, Tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab, Tafsir al-Azhar karya Buya Hamka, Tafsir Ibnu Katsir karya Syaikh Muhammad Ali as-Shabuni, dan buku-buku yang terkait dengan ilmu pengetahuan al-Qur’an dan pembahasannya. Teknis pengumpulan data yang digunakan oleh penulis membutuhkan dokumentasi berupa catatan, lampiran, dan beberapa dokumen yang berkaitan dengan judul. Selanjutnya menggunakan langkah-langkah maudhu’i dan yang paling utama yaitu mengenai ayat-ayat al-Qur’an yang dibahas, terjemah dan tafsiran dari para mufasir, dan diambil dari buku, artikel maupun jurnal yang terkait. Dari penafsiran Hasbi Ash-Shiddieqy dalam tafsir An-Nur nafs al-ammarah yang terdapat pada pelaku tantrum dapat hilang dan berganti menjadi nafs muthmainnah dengan proses yang tidak singkat disertai dengan upaya-upaya untuk menggapainya karena allah tidak akan membiarkan hambanya tersesat apabila manusia tersebut sudah ikhtiar dalam kebaikan selaras dengan pedoman dalam al-Qur’an. Keyword: Tantrum, Solusi, Tafsir An-Nur
KONSEP SELF REWARD DALAM AL-QUR’AN (KAJIAN TEMATIK) Ula, Syaukul; Nyoko Adi Kuswoyo; Amir Mahmud; Wiwin Ainis Rohtih
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v6i1.5177

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan yang dihadapi manusia dalam kehidupan secara berkelanjutan yang menyebabkan sebagian percaya pada agama hanya untuk hubungan dengan Tuhannya. Mereka menganggap perilaku dalam tatanan kehidupan seperti cara berpakaian, perilaku, berbicara dan lainnya, bukan menjadi urusan agama lagi. Dengan modernitas, mereka merasa lebih tahu mengenai diri pribadinya. Oleh karena itu, pemahaman mengenai agama, lebih khususnya pemahaman terhadap Al-Qur’an sangatlah penting, mengingat Al-Qur’an telah memberikan amanat kepada manusia dengan berbagai tuntunan supaya dijadikan solusi dalam mengelola berbagai persoalan baik dari sisi perilaku, moral ataupun sosial. Disisi lain terdapat berbagai fenomena perkembangan zaman yang memunculkan berbagai istilah baru, salah satunya self reward yaitu memberikan apresiasi terhadap diri sendiri tetapi dalam pengaplikasiannya banyak yang melenceng, sehingga tidak dapat membedakan self reward dan nafsu. Maka perlu adanya penelitian ini untuk memaparkan dan menjelaskan bagaimana konsep self reward yang baik sesuai tuntunan Al-Qur’an. Dengan menjawab persoalan tersebut, dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan penelitian kepustakaan (Library Research). Dalam penelitian ini terdapat dua sumber data yang digunakan untuk memecahkan persoalan, meliputi data primer dan data sekunder. Sedangkan dalam metode penafsirannya menggunakan metode tematik, yaitu mengumpulkan ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan self reward, kemudian dijelaskan sehingga diperoleh kesimpulan menyeluruh mengenai masalah tersebut menurut sudut pandang Al-Qur’an. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu, self reward merupakan bentuk apresiasi diri atau pemberian hadiah terhadap diri sendiri setelah mencapai tujuan tertentu. Sedangkan cara pengaplikasian self reward dalam Al-Qur’an yaitu: self reward harus seimbang atau sesuai proporsinya maka dilarang untuk memiliki perilaku yang berlebihan seperti dalam hal pakaian, makanan, dan membelanjakan harta, melakukan self reward dengan cara me time yang sesuai dengan nilai-nilai agama yaitu dengan muhasabah diri, dan melakukan self reward untuk menghargai nikmat yang telah Allah berikan yaitu dengan bersyukur. Maka berdasarkan hasil penelitian yng dipaparkan dapat diambil kesimpulan, bahwa seseorang yang melakukan self reward sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dapat membawa pengaruh positif pada dirinya, lebih bijaksana dalam menentukan perilaku untuk memberikan apresiasi terhadap dirinya. Kata Kunci: Self reward, Al-Qur’an, Kajian Tematik

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 13 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 13 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 4 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 4 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 4 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 4 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 4 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 5 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 5 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 5 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 4 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 4 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 4 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 2 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 2 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 2 No. 1 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 1 No. 3 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 1 No. 2 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 1 No. 1 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah More Issue