cover
Contact Name
Searphin Nugroho
Contact Email
searphinnugroho@ft.unmul.ac.id
Phone
+6281347679261
Journal Mail Official
envjtl@ft.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Sambaliung No 9, Kampus Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 29870119     DOI : http://dx.doi.org/10.30872/jtlunmul.v5i2
The Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL explores innovative solutions to problems in air, water, and soil contamination, along with solid waste disposal, with coverage of environmental science, environmental risk assessment and management, environmental technology, and environmental policy. The Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL is a biannual journal issued in June and December. JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN UNMUL COVERAGE INCLUDES: Environmental Science Environmental Technology Tropical Engineering Environmental Management Water and Wastewater Treatment Water Management Air Pollution Soil Solid Waste Treatment Solid Waste Management Environmental Modelling Environmental Chemistry
Articles 71 Documents
ANALISIS DISPERSI EMISI SULFUR DIOKSIDA (SO2) DAN NITROGEN DIOKSIDA (NO2) DARI CEROBONG PLTGU TANJUNG BATU KUTAI KARTANEGARA MENGGUNAKAN PERSAMAAN GAUSSIAN Edhi Sarwono; Rizky Aulia Sari; Budi Nining Widarti
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v4i2.5224

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tanjung Batu adalah industri pembangkit listrik Mahakam yang masih beroperasi di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan yang dijalankan oleh PLTGU Tanjung Batu menghasilkan limbah yang dapat mempengaruhi kualitas udara berupa emisi udara dari cerobong. Emisi yang dihasilkan oleh cerobong PLTGU Tanjung Batu tidak akan terkonsentrasi lokasi kerja saja, akan tetapi akan tersebar karena pengaruh kondisi metereologi setempat. Penelitian ini terdiri dari pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data. Data yang dikumpulkan berupa data meterelogi yang didapatkan dari BMKG dan data emisi sumber tidak bergerak yang didapatkan dari PLTGU Tanjung Batu. Data arah dan kecepatan angin digunakan untuk membuat windrose menggunakan software Grapher. Langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan Persamaan Gaussian berdasarkan tinggi semburan menggunakan Persamaan Briggs dan Persamaan Holland. Hasil perhitungan Persamaan Gaussian kemudian digunakan untuk membuat peta menggunakan software ArcGis. Sebaran emisi SO2 dan NO2 kemudian dianalisis berdasarkan peta dan windrose yang telah dibuat. Hasil perhitungan konsentrasi Persamaan Gaussian berdasarkan tinggi semburan menggunakan Persamaan Briggs dan Holland menunjukkan perbedaan signifikan pada jarak 1000 m, sementara pada jarak 2000-5000 m hasil yang ditunjukkan tidak jauh berbeda. Konsentrasi yang dihasilkan berada dibawah baku mutu Peraturan Pemerintah RI Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Daerah yang terpapar emisi pada jarak 1000-5000 m adalah Desa Tanjung Batu, Desa Embalut, Desa Karang Tunggal, Desa Bukit Raya, Desa Teluk Dalam, Desa Perjiwa, Desa Loa Pari, Desa Loa Ulung, dan Desa Loa Tebu, akan tetapi daerah yang terpapar secara dominan adalah Desa Tanjung Batu, Desa Loa Pari, Desa Loa Ulung, dan Desa Bukit Raya.
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL 7(2) 2023 JTL UNMUL
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i2.13976

Abstract

-
PENGARUH VARIASI KOMPOSISI BATANG, PELEPAH, DAN DAUN TANAMAN KELAPA SAWIT TERHADAP KUALITAS BRIKET BIOARANG Edhi Sarwono; Muhammad Bayu Adinegoro; Budi Nining Widarti
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v2i1.1575

Abstract

Abstract Search and development alternative energy sourced form nature should be done. Alternatif energy can be created through biomassa has sustained high value especially oil palm. East Borneo is one of foreign exchange contributor with oil palm plantation. BPS Kaltim recorded in 2013 oil palm production reach 6.902.602 ton form plant area 944.826 ha. Oil Palm plants elderly (aged above 20-25 years) has high trunk size. This matter reduce efficiency in the harvest oil palm so that oil palm cut down then replanting oil palm plants. Trunk, midrib. and leaf for waste oil palm plantation replanting, it has not been used optimally. This research purpose for utilize trunk, midrib and leaf oil palm as raw material production briquette bioarang as alternative fuel. This research use with 6 variation material that is, variation 1 (50% trunk : 10% midrib : 40% leaf), variation 2 (50% trunk : 20% midrib : 30% leaf), variation 3 (50% trunk : 30% midrib : 20% leaf), variation 4 (100% trunk : 0% midrib : 0% leaf), variation 5 (0% trunk : 100% midrib : 0% leaf), dan variation 6 (0% trunk : 0% midrib : 100% leaf). Material be prepared then Carbonizaion (pyrolisis) process to produce rendmenen and tar. Rendemen mashed, mixed with adhesive tapioka, and formed become briquette bioarang. Test analysis moisture, ash, volatile matter, fixed carbon dan calorific value for knowing briquette bioarang quality. Result for the analysis is optimum composition briquette bioarang  in variation 5 (0% trunk : 100% midrib : 0% leaf) with average value moisture 0,1958%, ash 13,0542%, volatile matter 49,3947%, fixed carbon 37,3553%, and calorific value 5419,53 cal/gr. Rendemen trunk 26,67%, midrib 58,33%, and leaf 50%. Tar variation 1 (50% B : 10% P : 40% D) 100 ml, variation 2 (50% B : 20% P : 30% D) 150 ml, dan variation 3 (50% B : 30% P : 20% D) 210 ml.  Keyword: Fuel, Oil Palm, Briquette Bioarang.
PERENCANAAN TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU DI KECAMATAN ANGGANA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Sariyadi, Sariyadi; Sarwono, Edhi; Busyairi, Muhammad
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i1.8522

Abstract

Jumlah penduduk Kecamatan Anggana pada tahun 2018 sebanyak 45.710 jiwa, jumlah penduduk ini akan mempengaruhi jumlah timbulan sampah yang dihasilkan. Salah satu praktik pengelolaan sampah di Kecamatan Anggana adalah merencanakan pembangunan fasilitas pengolahan sampah berdasarkan prinsip 3R atau dikenal dengan Tempat Pengolahan  Sampah Terpadu. TPST yang akan dibangun harus berada di lokasi bebas banjir dan berada di pinggir jalan lokal. Pada penyelenggaraan TPST akan diarahkan dengan menggunakan konsep 3R dimana dilakukan upaya untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya pada skala komunal atau kawasan, untuk mengurangi beban sampah yang harus diolah secara langsung di TPA, dimana sampah organik akan diproses menjadi kompos, dan sampah non organik disalurkan ke pihak ketiga yang kemudian akan dilakukan proses daur ulang, sedangkan sampah yang akan dibuang ke TPA hanyalah sampah residu yang berupa popok bayi, pembalut wanita dan sterofoam, dan juga sampah yang tidak layak kompos. Direncanakan rancangan TPST ini akan mengelola sampah sebanyak 20.211,113 kg/hari dan juga volume sebesar 293,638 m3/hari dengan estimasi dana yang dibutuhkan untuk membangun TPST direncanakan sebesar Rp 14.301.992.110 (Empat Belas Milyar Tiga Ratus Satu Juta Sembilan Ratus Sembilan Puluh Dua Ribu Seratus Sepuluh Rupiah).
PERENCANAAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN MUARA JAWA ULU DAN MUARA JAWA PESISIR KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Edhi Sarwono; Yudhistiro Indro Saputro; Budi Nining Widarti
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v1i2.1565

Abstract

AbstractDuring this timemost peoplestillconsider waste asthe restuseless. In an effort to raise the awareness in handling environmental issues, particularly waste and to create a quality residential clean and friendly environment tthen it must be a paradigm shift waste management by reducing the volume of waste from the source. In this study,the first stage is to identify the problem of garbage contained in the study area, the second secondary data and primary data. And the last one is to determine the right way to waste management in the study area. The final results of this study concluded that waste generation in the village of Muara Jawa and Muara Java UluCoastal namely high levels of economic heft 245,625 kg and the volume of waste 185,8 liters, the economy is having severe level waste 291,95 and the volume of garbage 179,7 liters, having a low economic level waste weight 432,925 and the volume of garbage 158,5 liters. And in the village of Muara Jawa Ulu and Muara Jawa Pesisir be created with an area of  600meter2 dump site. Key words: trash, source waste, integrated waste managament location
ANALISIS TIMBULAN DAN KOMPOSISI SAMPAH PERUMAHAN TENGGARONG SEBERANG DIHUBUNGKAN DENGAN TINGKAT PENDAPATAN, PENDIDIKAN, DAN PERILAKU MASYARAKAT Yunianto Setiawan; Muhammad Busyairi; Pursatul Faradillah
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v6i2.8327

Abstract

Keberagaman dan tingginya aktivitas mendorong manusia dalam memenuhi kebutuhan dan gaya hidup yang secara tidak langsung berhubungan dengan tingkat pendapatan masyarakat. Di sisi lain permasalahan yang ditimbulkan meningkatkan potensi timbulan sampah yang dihasilkan seperti di Kecamatan Tenggarong Seberang. Pengetahuan dan pendidikan manusia selaku sumber utama sampah masih belum bisa melakukan pengolahan yang baik dan pemerintah juga belum menyediakan pelayanan yang mempuni dalam pengelolaan sampah. Sehingga perlu perencanaan khusus yang berhubungan dengan aspek pengelolaan sampah. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampah perumahan di Kecamatan Tenggarong Seberang yang mengacu pada SNI 19-3964-1994. Dilakukan survei persepsi masyarakat terkait pengelolaan sampah. Analisis data menggunakan tabulasi serta pengujian menggunakan SPSS berupa pengujian ANOVA untuk menganalisis tingkat pendapatan masyarakat terhadap timbulan dan pengujian dengan chi-square untuk hubungan tingkat pendidikan terhadap perilaku pengolahan sampah dalam masyarakat. Diperoleh timbulan sampah perumahan permanen sebanyak 0,51 kg/orang/hari, semi permanen 0,52 kg/orang/hari, dan non permanen sebanyak 0,44 kg/orang/hari. Volume yang dihasilkan permanen sebanyak 2,55 liter/orang/hari, semi permanen 2,4 liter/orang/hari, dan non permanen sebanyak 1,82 liter/orang/hari. Komposisi sampah paling banyak ialah kayu, organik, dan plastik. Sedangkan dari hasil uji ANOVA ternyata tidak berpengaruh pada pendapatan dan timbulan sampah serta dari hasil uji chi-square tingkat pendidikan tidak saling berpengaruh.
KEMAMPUAN TANAMAN SIRIH GADING (Epipremnum aureum) DALAM MEYERAP KADAR LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DARI EMISI GAS KENDARAAN BERMOTOR Edhi Sarwono; Fahrizal Adnan; Rizma Elvaryani
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v5i2.7087

Abstract

Saat ini, salah satu sumber penyebab terjadinya pencemaran udara ialah asap knalpot dari kendaraan bermotor yang mengandung timbal (Pb), yang merupakan logam berat bersifat karsinogenik karena dapat menyebabkan mutasi sel dalam jangka waktu lama. Salah satu upaya mengurangi dampak pencemaran Pb di udara adalah dengan melakukan penanaman tanaman yang bisa menyerap polutan, salah satunya ialah sirih gading (Epipremnum aureum). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemampuan tanaman sirih gading dalam menyerap gas kadar Pb yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, dan mengetahui hubungan waktu kontak pemaparan terhadap pertumbuhan tanaman. Sampel diambil dari bagian daun tanaman. Pemaparan asap knalpot kendaraan terhadap tanaman sirih gading dilakukan dalam waktu 60 menit selama 7 hari berturut-turut. Sampel daun diuji akumulasi kadar Pb dengan metode spektrofotometer serapan atom. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan tanaman sirih sebagai penyerap Pb di udara dipengaruhi oleh lamanya waktu pemaparan. Tanaman sirih gading mampu menyerap emisi gas Pb dan mendapatkan hasil yaitu pada uji H0 sebesar 1.282 mg/L, H1 sebesar 1.922 mg/L, H2 sebesar 3.524 mg/L, H3 sebesar 1.962 mg/L, H4 sebesar 2.562 mg/L, H5 sebesar 4.164 mg/L, H6 4.806 mg/L, dan H7 sebesar 1.922 mg/L. Untuk tanaman kontrol H0 sebesar 4.806 mg/L, dan H7 sebesar 4.164 mg/L. Perbandingan fisik tanaman setiap harinya dipengaruhi dengan variasi daun kuning, variasi daun hijau kuning, dan variasi daun hijau. Karena jika semakin banyak variasi daun kuning yang di uji maka akan semakin tinggi hasil pengujian akumulasi kadar gas timbal pada daun Sirih Gading, begitu pula sebaliknya.
EVALUASI JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH PADA DISTRICT METER AREA LOA BUAH KOTA SAMARINDA Ika Meicahayanti; Septi Mediana Muryono; Yunianto Setiawan
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v4i2.5207

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi pada jaringan pipa distribusi air bersih adalah kehilangan tekanan dan minimnya kecepatan aliran pada jaringan. Hal ini yang membuat aliran air bersih ke masyarakat belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi kondisi jaringan pipa distribusi air bersih eksisting di DMA Loa Buah Kota Samarinda. Selanjutnya penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk mengidentifikasi permasalahan sehingga dapat merumuskan pemecahan masalah yang tepat untuk mencapai peningkatan pelayanan bagi masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan software EPANET 2.0 untuk melakukan simulasi jaringan distribusi air bersih di DMA Loa Buah. Selain itu juga dilakukan pengukuran langsung, berupa nilai tekanan dan kecepatan. Terdapat delapan lokasi pengukuran di kawasan DMA, untuk membandingkan hasil simulasi dengan kondisi di lapangan. Hasil simulasi kemudian dievaluasi dengan melihat nilai tekanan dan kecepatan sesuai dengan kriteria dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 18/PRT/M/2007. Terdapat 20 junction memiliki nilai tekanan di bawah kriteria pada jam puncak pelayanan, yaitu minimum 5,16 meter dan terdapat 56 pipa serta 16 valve yang memiliki nilai kecepatan aliran di bawah kriteria pada jam minimum pelayanan, yaitu minimum 0,3 m/s. Perbandingan hasil simulasi dan pengukuran langsung menunjukkan dari delapan titik lokasi, hanya satu titik yang memiliki nilai sama, sedangkan tujuh titik lain memiliki perbedaan nilai sebesar -16,81 sampai dengan 22,95 m. Penggantian diameter pipa, valve, dan penambahan pompa dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
PERENCANAAN JARINGAN DRAINASE MENGGUNAKAN APLIKASI SIG (SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS) DI KECAMATAN MUARA ANCALONG, KABUPATEN KUTAI TIMUR, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Pratama, Muhammad Adhitiya; Sarwono, Edhi; Sulistioadi, Yohanes Budi
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i2.10905

Abstract

Kecamatan Muara Ancalong sering terjadi beberapa genangan saat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Dampaknya yaitu terganggunya kegiatan masyarakat Muara Ancalong yang disebabkan tidak adanya jaringan drainase. Daerah tangkapan air di wilayah ini menjadi perhatian dikarenakan terdapat cukup banyak kebun sawit. Maka dari itu, penentuan jaringan drainase di wilayah ini menjadi fokus dalam penelitian ini. Pada penelitian ini, digunakan peta yang berisikan kondisi spasial di lingkungan yang dianalisis seperti pada peta drone dari hasil penginderaan jauh, dalam merepresentasikan dimensi saluran drainase, serta menggunakan metode berbasis SIG untuk membantu mempresentasikan perubahan penggunaan lahan, area limpasan dari data curah hujan yang digunakan serta elevasi di lokasi penelitian yang digunakan untuk membantu dalam mengestimasi debit air limpasan. Hasil penelitian menunjukan curah hujan rancangan dengan metode gumbel kurun waktu 5 tahun pada catchment area Desa Kelinjau Ulu dan Ilir sebesar 114.91 mm. Debit limpasan di catchment area Desa Kelinjau Ulu dan Ilir, dengan intesitas hujan kurun waktu 5 tahun 114.91 mm, luas catchment area sebesar 699 Ha dan nilai komposit (C) 0,17312, didapatkan debit limpasan (Q) sebesar 4.6 m3/detik. Jaringan drainase pada Desa Kelinjau Ulu dan Ilir terdapat 2 jaringan pembuangan air limpasan pada saat hujan yaitu pada jalan utama di Jalan Poros Muara bengkal atau disebut jalur 3 pada masyarakat setempat dan pada jaringan kedua pada Jalan Senyiur atau disebut jalur 2 pada masyarakat setempat. Dimensi yang didapatkan dari perhitungan Q rancangan debit saluran drainase yang telah didapatkan dimensi, dengan ukuran untuk tinggi 1.2 m dan lebar 1.5 m.
ANALISIS PENGELOLAAN SAMPAH BERDASARKAN KOMPOSISI SAMPAH PERUMAHAN DI WILAYAH SAMARINDA Juli Nurdiana; Hana Fera Indriana; ika Meicahayanti
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v1i1.1570

Abstract

ABSTRACT Purpose of this research are to analyze the proportion of waste composition, the obstacles in solid waste management at Samarinda and give the recomendation based on he proportion of waste composition, and the obstacles in solid waste management at Samarinda. Methods of waste collecting and measuring are cited on SNI 19-3964-1994 about Methods of Collecting and Measuring on Sample of Generated Urban Waste and its Composition, and method of collecting respondents data on each housing using accidental sampling method. From the research, the results have shown that waste composition of housing in Samarinda are food wastes 59,30% , plastics 17,90%, paper 12,93%, yard wastes 3,19%, cardboards 2,17%, diapers 2,04%, hazardous and poisonous waste 0,80%, tin cans 0,43%, glass 0,41%, wood 0,40%, textiles 0,28%, rubber 0,11%, metal 0,03%  and leather 0%, meanwhile based on its variation are dominated by organic waste 62,90%, anorganic waste around 36,30% and hazardous and poisonous waste around 0,8%.  Keywords:  composition of solid waste, solid waste management, hazardous and poisonous waste, anorganic waste, organic waste