cover
Contact Name
Searphin Nugroho
Contact Email
searphinnugroho@ft.unmul.ac.id
Phone
+6281347679261
Journal Mail Official
envjtl@ft.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Sambaliung No 9, Kampus Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 29870119     DOI : http://dx.doi.org/10.30872/jtlunmul.v5i2
The Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL explores innovative solutions to problems in air, water, and soil contamination, along with solid waste disposal, with coverage of environmental science, environmental risk assessment and management, environmental technology, and environmental policy. The Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL is a biannual journal issued in June and December. JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN UNMUL COVERAGE INCLUDES: Environmental Science Environmental Technology Tropical Engineering Environmental Management Water and Wastewater Treatment Water Management Air Pollution Soil Solid Waste Treatment Solid Waste Management Environmental Modelling Environmental Chemistry
Articles 71 Documents
KAJIAN PEMANFAATAN DAN TEKNIK KONSERVASI MATA AIR DI DESA GIRIPURWO, KECAMATAN GIRIMULYO, KABUPATEN KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Pradani, Yulanda Kurnia; Pratiknyo, Puji; Yudono, Andi Renata Ade
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i2.13362

Abstract

Air merupakan kebutuhan pokok makhluk hidup untuk menjalankan segala aktivitas kehidupan. Jumlah manusia yang menggunakan air semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Pada lokasi penelitian terdapat tiga mata air yang mempunyai tipe aliran perenial yang terbentuk dari rekahan batuan. Pada saat musim kemarau masyarakat sekitar kesulitan mencari air bersih untuk mencukupi kebutuhan air bersih. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik (sebaran mata air, tipe mata air, dan kualitas air), potensi mata air dalam pemenuhan kebutuhan, dan teknik konservasi yang tepat dalam pengelolaan mata air pada daerah tersebut. Parameter kesesuaian lokasi untuk bangunan tampungan air adalah kemiringan lereng, topografi, bentuklahan, dan penggunaan lahan dengan metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling. Hasil penelitian nilai imbangan air pada sebagian besar padukuhan di lokasi penelitian tidak kritis. Hal tersebut menunjukkan bahwa ketiga mata air masih mampu mencukupi kebutuhan air bersih pada lokasi penelitian. Sehingga arahan manajemen mata air yang tepat adalah pembuatan teras individu dan pembuatan bangunan tampungan air berupa embung. Lokasi pembuatan teras individu yaitu berada di daerah hulu (recharge area) pada kemiringan lereng >40% dengan bentuklahan perbukitan dan penggunaan lahan hutan. Bangunan tampungan air berupa embung dengan volume total yang dibutuhkan 129523,8 m3 dengan kedalaman 6 m, lokasi embung berada pada daerah hilir (discharge area) kemiringan lereng 8 hingga 15% dengan bentuklahan dataran dan penggunaan lahan tegalan
EVALUASI PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI TEMPURUNG KELAPA Ahmad Nurdin; Juli Nurdiana
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v1i2.1571

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan dan karakterisasi karbon aktif dari tempurung kelapa dan mengetahui kualitas karbon aktif dari arang tempurung kelapa sesuai dengan SII No.0258 – 79 tentang standar kualitas arang aktif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa tempurung kelapa dapat dijadikan sebagai arang aktif dengan cara tempurung kelapa dibersihkan dari serabut yang masih menempel. Pecahkan tempurung kelapa menjadi ukuran yang lebih kecil. Arangkan tempurung kelapa dengan menggunakan tanur (furnace) dengan suhu 400oC selama 1 jam. Setelah proses karbonisasi selesai, arang termpurung kelapa di haluskan menjadi serbuk. Setelah menjadi serbuk, kemudian serbuk arang tempurung kelapa di aktivasi dengan cara direndam dengan larutan asam fospat (H3PO4) 3 M, selama 24 jam. Setelah proses aktivasi, pH serbuk arang di netralkan dengan menggunakan aquadest hingga mencapai pH ± 7. Kemudian arang dikeringkan dengan menggunakan oven pada suhu 105oC, hingga arang benar-banar kering. Kualitas karbon aktif dari arang tempurung kelapa sesuai dengan SII No.0258 – 79 adalah Bagian yang hilang pada pemanasan 950 oC adalah maksimum 15%, kadar air maksimum adalah 10%, kadar debu maksimum adalah 2,5%, bagian yang tidak diperarang adalah tidak nyata, dan daya serap terhadap larutan I2 adalah Minimal 20% (200 mg/g). Kata kunci:  karbon aktif, arang tempurung kelapa, zat pengaktif, adsorbsi, limbah.
ANALISIS KETERKAITAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK DENGAN KEBERADAAN SAMPAH PLASTIK DI SUNGAI MAHAKAM, KECAMATAN MUARA KAMAN Kurniawan, Muhammad Arif; Nugroho, Searphin; Adnan, Fahrizal; Zulya, Febrina
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i1.10822

Abstract

Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran ≤ 5 mm dan temasuk ke dalam limbah berbahaya dikarenakan memiliki sifat persisten, mengandung senyawa kimia toksik, dan bersifat karsinogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara keberadaan sampah plastik dengan kandungan mikroplastik yang terdapat pada air Sungai Mahakam, Kecamatan Muara Kaman. Analisis sampel air dimulai dengan tahap penyaringan awal menggunakan plankton net, sampel kemudian ditambahkan NaCl dan didiamkan selama 12 jam. Setelah 12 jam sampel pada bagian atas wadah diambil dan ditambahkan Fe(II) (0,05 M) dan H2O2 30% dan dipanaskan menggunakan magnetic stirrer selama 30 menit, sampel kemudian disaring menggunakan kertas saring dan dikeringkan menggunakan oven selama 1 jam untuk selanjutnya diamati menggunakan mikroskop. Sampel kemudian diuji menggunakan FTIR. Sampel sampah diambil mengacu pada metode CSIRO. Sampel sampah yang diperoleh dikelompokkan sesuai dengan kode plastik yang tertera dan dihitung persentasenya. Hasil analisis ditemukan nilai kelimpahan mikroplastik terbesar yakni 14 partikel/L, kemudian uji FTIR menunjukkan pendugaan terdapatnya plastik jenis Nylon dan PTFE. Sampah plastik yang ditemukan didominasi jenis PET, dan korelasi antara keberadaan sampah plastik dengan kelimpahan mikroplastik menunjukan nilai fluktuatif dikarenakan beberapa faktor seperti aktivitas warga sekitar, waktu yang dibutuhkan untuk proses degradasi sampah plastik menjadi mikroplastik, serta persebaran mikroplastik yang dipengaruhi aliran sungai.
PENURUNAN PARAMETER KEKERUHAN, TSS DAN TDS DENGAN VARIASI UNIT FLOKULASI Edhi Sarwono; Khairunnisa Rizky Aprillia; yunianto Setiawan
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v1i2.1562

Abstract

AbstractA research on water treatment at Mahakam River water using the gravel bed flocculator (medium grained), the variation of theflocculation units gravel bed using granular media are used in the form of pieces of PVC pipe 1 "by 2cm, while flocculation with baffles chanel uses glass barriers on flokulasinya unit. Pieces of PVC pipe is functioned as the space between the grains of the media used as column streams that meander which is expected to be a medium for colloids that have terdestabilisasi of coagulation process will be in contact with the joining form a floc with a larger size and can be deposited, while the variation unit flocculation receipts baffle channel, where the unit of flocculation, there are the glass partition in the unit, the bulkhead is intended as a slow stirring in units flocculation to produce water movement that encourages contact between the particles without causing a rupture of a combination of particles that have been formed. The parameters examined, ie, turbidity, TSS and TDS. Retrieved onturbidity removal efficiency of gravelbed 54.34% and of amounted to 80.41%baffles,for TSS removal efficiency with gravelbed 39.82% and baffles 59.33%, and for the efficiency of TDS decrease by gravelbed 14.28% with baffles by 106 , 25%.  Keyword: Gravelbed, BaffleChanel, coagulation, flocculation, sedimentation
ANALISIS TIMBULAN DAN KOMPOSISI SAMPAH PERUMAHAN KECAMATAN MUARA BADAK DIHUBUNGKAN DENGAN TINGKAT PENDIDIKAN, PENDAPATAN, DAN PERILAKU MASYARAKAT Yunianto Setiawan; Searphin Nugroho; Anggun Dwi Cahya Dani Saputri
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v6i1.8478

Abstract

Timbulan sampah akan meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, sedangkan komposisi sampah mengalami perubahan setiap tahun akibat adanya perubahan pada pola hidup dan tingkat ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan tingkat pendapatan penduduk terhadap timbulan dan komposisi sampah, mengetahui keterkaitan tingkat pendidikan terhadap perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, dan merekomendasikan sistem pengolahan sampah di Kecamatan Muara Badak berdasarkan klasifikasi jenis perumahan dengan pendapatan tinggi, menengah dan rendah. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan cara survei ke lokasi sampling dan didukung oleh kuesioner. Metode pengukuran timbulan dan komposisi sampah mengacu pada SNI 19-3964- 1994. Uji statistik yang digunakan untuk mencari keterkaitan antara variabel yang diamati dalam penelitian ini, yaitu melalui uji Anova one-way dan uji chi-square. Total berat dan volume timbulan sampah Kecamatan Muara Badak dari 3 kategori perumahan adalah sebesar 251,13 kg dan 3170 l dengan komposisi sampah terbesar di adalah sampah organik dengan persentase komposisi sampah sebesar 40,1%. Dari hasil analisis diketahui bahwa tingkat pendapatan tidak mempengaruhi jumlah timbulan sampah, namun dapat mempengaruhi komposisi sampah pada jenis tertentu. Selain itu, tingkat pendidikan juga tidak mempengaruhi perilaku kebiasaan masyarakat dalam mengolah sampah yang mereka hasilkan sehari-hari. Melihat dari jenis komposisi sampah yang paling mendominasi, sistem pengolahan sampah yang dapat direkomendasikan adalah pengomposan sampah berbasis TPS 3R.
PENGARUH KOMPOSISI KETEBALAN MEDIA DAN KECEPATAN ALIRAN PADA REAKTOR BIOSAND FILTER DALAM PENGOLAHAN AIR PERMUKAAN Zharifah, Juliana Azizah; Meicahayanti, Ika; Busyairi, Muhammad
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v8i1.14306

Abstract

Penggunaan biosand filter dapat menjadi solusi untuk permasalahan ketersediaan air di wilayah Makroman Samarinda. Pada teknologi filter ini, air baku dialirkan melalui media pasir dengan kecepatan lambat. Komposisi media dan kecepatan aliran merupakan faktor yang mempengaruhi kinerja biosand filter, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap biosand filter yang digunakan untuk mengolah air permukaan. Terdapat dua reaktor biosand filter dengan panjang 30 cm, lebar 30 cm, tinggi 120 cm, dan ketebalan media 80 cm. Komposisi media yang digunakan pasir halus; pasir kasar; dan kerikil, yaitu 60; 10; 10 cm (Reaktor 1) dan 50; 15; 15 cm (Reaktor 2). Alat dijalankan dengan variasi kecepatan 0,1 dan 0,4 m/jam. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan waktu kontak yang dipengaruhi oleh kecepatan aliran filter, dimana pada kecepatan aliran 0,1 m/jam dilakukan setiap 8 jam, sedangkan pada kecepatan aliran 0,4 m/jam dilakukan setiap 2 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media dan kecepatan aliran berpengaruh terhadap kinerja biosand filter. Media pasir halus yang lebih tebal memberikan hasil yang lebih baik karena semakin lambat kecepatan aliran yang terjadi sehingga proses penyaringan polutan pada media semakin lama. Biosand filter mampu menyisihkan kadar pencemar dengan penurunan optimum sebesar 97,56% pada parameter kekeruhan; 94,39% pada parameter TSS; 9,09% pada parameter TDS; dan 58,06% pada parameter zat organik (KMnO4).
PERENCANAAN KAPASITAS TPA DI KECAMATAN KEMBANG JANGGUT DAN KECAMATAN KENOHAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Firmansyah, Firmansyah; Adnan, Fahrizal; Nugroho, Searphin
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v8i1.10931

Abstract

Kecamatan Kembang Janggut dan Kecamatan Kenohan merupakan salah satu Kecamatan yang belum memiliki Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Hal ini dikarenakan TPA Bekotok yang berada di Gunung Belah, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, telah mengalami overload dan banyaknnya pemukiman penduduk di sekitar TPA tersebut, sehingga dinilai sudah tidak layak lagi untuk dijadikan TPA sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proyeksi jumlah penduduk, proyeksi jumlah timbulah sampah dan kebutuhan lahan yang diperlukan sampai dengan tahun 2042 untuk perencanaan kapasitas dan pemilihan lokasi TPA di Kecamatan Kembang Janggut dan Kecamatan Kenohan. Analisa proyeksi penduduk dilakukan dengan metode aritmatik dan penentuan lokasi TPA juga memperhatikan kebutuhan luas lahan serta kriteria-kriteria yang diperoleh dari studi literatur. Kriteria tersebut kemudian dibobotkan serta dianalisis menggunakan metode SIG dengan melakukan overlay dan buffering pada peta-peta tematik untuk mendapatkan lokasi yang sesuai dengan standar tahap regional pemlihan lokasi TPA. Hasil dari proyeksi penduduk pada tahun 2042 adalah 113.910 jiwa dengan proyeksi jumlah timbulan sampah pada tahun 2042 adalah 525,13 m3/hari dan kebutuhan luas lahan yang diperlukan adalah 2,08 Ha dengan kapasitas daya tampung 191.765 m3. Pemilihan lokasi TPA berdasarkan tahap regional diperoleh hasil lahan yang tidak sesuai seluas 261.309,9 Ha, lahan kurang sesuai seluas 25.787,4 Ha, lahan yang sesuai seluas 46.307,5 Ha dan lahan yang sangat sesuai seluas 12.880,4 Ha.
ANALISA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) MANGGAR KOTA BALIKPAPAN Heryadi, Eko; Rauf, Abdul; Andini, Septia Clara
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v8i1.12374

Abstract

Salah satu permasalahan di negara Indonesia yaitu masalah pembuangan sampah yang tidak tersistematis pengelolaannya. Meningkatnya jumlah volume sampah akan berbanding sama dengan tingkat konsumsi suatu negara. Materi-materi sebagai pencemar yang dihasilkan di tempat pengolahan akhir harus diolah secara sistematis agar pengolahan sampah dapat seimbang. Jumlah yang terus meningkat ini akan menimbulkan masalah bagi lingkungan jika peningkatan sampah ini tidak diikuti dengan sistem pengelolaan sampah yang baik. Dampak yang ditimbulkan dari peningkatan jumlah sampah ini terhadap lingkungan seperti pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran udara. Penelitian ini bertujuan untuk monitoring dan evaluasi kinerja sistem pengolahan limbah cair (IPAL) TPA Manggar Kota Balikpapan serta memberikan rekomendasi strategis untuk peningkatan efektivitas pengolahannya. Berdasarkan perhitungan debit lindi IPAL pada inlet yaitu sebesar 3015,9 m3/hari. Hasil uji kualitas lindi di laboratorium untuk parameter BOD, COD dan TSS masing-masing dengan nilai BOD sebesar 139,45 mg/L, parameter COD sebesar 613,5 mg/L, dan parameter TSS sebesar 313,51 mg/L yang sesuai dengan baku mutu. Untuk meningkatkan efisiensi kinerja IPAL TPA Manggar Balikpapan perlu dilakukan perancangan ulang digesting eksisting bak ekualisasi, bak pengendapan, bak aerasi dan bak stabilisasi agar hasil pengolahan dapat optimal.
ANALISIS LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) RUMAH SAKIT PUPUK KALTIM BONTANG Sarwono, Edhi; Rahayu, Dwi Ermawati; Huda, Hairul; Ibrahim, Ibrahim; Buraka, Muhammad Iqbal
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v8i1.14152

Abstract

Rumah sakit adalah institusi yang menyediakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Limbah yang dihasilkan oleh rumah sakit, termasuk limbah cair, berasal dari pasien dan pengunjung, seperti feses, urine dan darah. Limbah ini dapat berdampak negatif pada kualitas lingkungan dan menimbulkan risiko kesehatan bagi penduduk di sekitar rumah sakit. Untuk mengatasi masalah ini, air limbah dari rumah sakit diolah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar layak dibuang ke badan air. Salah satu cara untuk mengendalikan dampak lingkungan adalah dengan melakukan analisis dampak lingkungan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting dan mengevaluasi dampak lingkungan dari pengolahan air limbah di rumah sakit pupuk Kaltim, serta memberikan rekomendasi kepada perusahaan untuk perbaikan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode LCA dengan menggunakan software Simapro. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumber dampak lingkungan dari pengolahan air limbah di Rumah Sakit Pupuk Kaltim di IPAL berasal dari enam unit kolam. Kolam-kolam ini menyebabkan 18 jenis dampak lingkungan, termasuk pemanasan global, penipisan ozon, pembentukan ozon (vegetasi dan manusia), pengasaman, eutrofikasi daratan, eutrofikasi perairan EP(N) dan EP(P), toksisitas terhadap manusia di udara, air, dan tanah, ekotoksisitas air kronis dan akut, ekotoksisitas tanah kronis, limbah berbahaya, lumpur, limbah massal dan limbah radioaktif. Berdasarkan identifikasi titik hotspot, Tangki Septik III adalah unit proses yang memiliki kontribusi terbesar terhadap dampak perubahan iklim dengan skor 1,32 Pt.
MEKANISME ANGIN SIKLON DAN ANGIN ANTISIKLON DAN DAMPAKNYA PADA LINGKUNGAN Rahma, Nafilah Azaria; Sudarti, Sudarti
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v8i1.15435

Abstract

Angin siklon dan angin antisiklon merupakan sumber energi dengan mekanisme yang melibatkan banyak tahapan dan dapat mempengaruhi kecepatan angin dan arah angin, angin terbentuk karena perbedaan suhu dan tekanan udara, fenomena alam tersebut memiliki dampak besar terhadap cuaca dan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk memahami dinamika atsmosfer dan paham tentang dampak angin terhadap lingkungan maupun perilaku manusia yang berdampak kepada angin. Penelitian ini menggunakan data sekunder, yang dapat didefinisikan sebagai data yang didapatkan berasal sumber-sumber yang terdahulu dari peneliti. Peneliti mengumpulkan data dari jurnal terdahulu tentang terjadinya proses angin siklon dan angin antisiklon, serta mempelajari dampak yang ditimbulkan dari angin siklon dan angin antisiklon. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mekanisme angin siklon dan angin anti siklon tersebut sangat kompleks lalu memiliki dampak-dampak yang berbahaya untuk alam sekitar hingga mempengaruhi ekonomi warga yang terkena angin tersebut