cover
Contact Name
Searphin Nugroho
Contact Email
searphinnugroho@ft.unmul.ac.id
Phone
+6281347679261
Journal Mail Official
envjtl@ft.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Sambaliung No 9, Kampus Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 29870119     DOI : http://dx.doi.org/10.30872/jtlunmul.v5i2
The Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL explores innovative solutions to problems in air, water, and soil contamination, along with solid waste disposal, with coverage of environmental science, environmental risk assessment and management, environmental technology, and environmental policy. The Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL is a biannual journal issued in June and December. JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN UNMUL COVERAGE INCLUDES: Environmental Science Environmental Technology Tropical Engineering Environmental Management Water and Wastewater Treatment Water Management Air Pollution Soil Solid Waste Treatment Solid Waste Management Environmental Modelling Environmental Chemistry
Articles 83 Documents
PEMODELAN DISPERSI EMISI SO2, NO2, DAN CO INSINERATOR RUMAH SAKIT PUPUK KALTIM MENGGUNAKAN SOFTWARE AERMOD DI KOTA BONTANG KALIMANTAN TIMUR INDONESIA Edhi Sarwono; Iqbal Fathur Zain; Budi Nining Widarti; Dyah Wahyu Wijayanti
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v9i1.19913

Abstract

Rumah Sakit Pupuk Kaltim di Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur menggunakan alat insinerator untuk membakar limbah medis yang dihasilkan dengan berbahan bakar dexlite dan terhubung pada cerobong untuk mengeluarkan emisi polutan ke atmosfer. Tujuan penelitian ini adalah pemodelan parameter SO2, NO2, dan CO dengan radius 10 kilometer dari lokasi sumber emisi. Konsentrasi emisi SO2 pada cerobong sebesar 14,15 µg/Nm3, NO2 sebesar 95,79 µg/Nm3 dan CO sebesar 67,08 µg/Nm3, dengan tinggi cerobong 14 meter dan kecepatan gas buang 22,95 m/s. Pemodelan menggunakan software AERMOD dan software AERMET. Windrose pada area penelitian dominan dari arah timur laut dan barat daya. Hasil pemodelan menunjukkan konsentrasi penyebaran SO2, NO2, dan CO cenderung menurun sesuai jarak. Kenaikan konsentrasi terjadi pada wilayah yang mengalami kenaikan elevasi dari lokasi sumber emisi. Hasil maksimum dispersi polutan dengan radius 10 kilometer untuk konsentrasi SO2 sebesar 1,33 µg/Nm3, konsentrasi NO2 sebesar 8,83 µg/Nm3, dan konsentrasi CO sebesar 21,5 µg/Nm3. Penilaian akurasi hasil pemodelan dilakukan dengan menghitung persentase margin error antara hasil pemodelan dengan nilai konsentrasi polutan yang diperoleh dari hasil pemantauan aktual pada tahun 2022 yang telah dilakukan rumah sakit Pupuk Kaltim. Pada 2 titik reseptor di tahun 2022, hasil penilaian margin error menunjukkan bahwa hanya pemodelan parameter NO2 pada reseptor 1 yang menunjukkan pemodelan dengan hasil tingkat pemodelan terkategorikan baik.
EVALUASI KUALITATIF OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DI RUMAH SAKIT X Danang Juniztyo Sularto; Widya Nilandita; Shinfi Wazna Auvaria; Rhenny Ratnawati
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v9i2.22469

Abstract

Rumah sakit menghasilkan limbah padat, cair, dan gas yang berpotensi mengandung mikroorganisme penyebab penyakit, bersifat infeksius, serta mengandung bahan kimia berbahaya maupun zat radioaktif dalam kadar kecil yang berdampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Pengolahan limbah berperan penting dalam mengurangi sifat berbahaya serta memastikan kualitasnya sesuai standar sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sistem operasional serta pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit X, berdasarkan Buku 3 Pedoman SOP UPTD Pengelola Air Limbah Domestik Tahun 2018 dan Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 72 Tahun 2013. Metode yang digunakan adalah dengan cara melakukan observasi, wawancara dengan pengawas operator dan juga melakukan dokumentasi unit pengolahan di IPAL. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem pengolahan limbah telah berjalan sesuai prosedur, di mana efisiensi penyisihan parameter pencemar untuk kadar BOD, COD, TSS, dan mikroorganisme patogen memenuhi baku mutu. Pengelolaan IPAL secara rutin dan pencatatan parameter harian juga telah dilakukan dengan baik. Kesimpulannya, hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian operasional IPAL terhadap Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 mencapai 100%. Berdasarkan dengan Buku 3 SOP Aset Operasi UPTD, tingkat kesesuaian operasional tercatat sebesar 93,3% dengan 28 dari 30 parameter terpenuhi, sedangkan tingkat kesesuaian pemeliharaan sebesar 89,65% dengan 26 dari 29 parameter terpenuhi.
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK KEMASAN KOSMETIK SEBAGAI AGREGAT KASAR DALAM PEMBUATAN BATA BETON (PAVING BLOCK) Ariqah Khairunnisa; Dyah Wahyu Wijayanti; Waryati Waryati
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v9i2.23563

Abstract

Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara penyumbang plastik terbanyak, tidak terkecuali limbah plastik kemasan kosmetik. Limbah plastik yang tidak terolah dengan baik dapat mencemari TPA maupun lingkungan laut, karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terurai. Pemanfaatan plastik menjadi bata beton dapat menjadi upaya dalam menanggulangi permasalahan lingkungan yang diakibatkan oleh sampah plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi persentase dan jenis limbah plastik kemasan kosmetik terhadap kualitas fisik dalam pembuatan bata betonberdasarkan SNI 03-0691-1996, serta mengetahui volume limbah plastik yang dapat direduksi dan nilai ekonomis yang dihasilkan. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan jenis limbah plastik yang digunakan adalah PET, HDPE, dan PP dengan persentase 0%, 2,5%, dan 5%. Bentuk bata beton yang digunakan, yaitu segi enam dengan ukuran 20 × 23 × 6 cm. Pengeraman bata beton dilakukan selama 28 hari, kemudian diuji kuat tekan dan daya serap air. Hasil menunjukkan komposisi terbaik terdapat pada bata beton PB2 PP, dengan kuat tekan sebesar 30,8 MPa dan daya serap air 7,98%. Penggunaan limbah plastik sebanyak 5% atau 0,22 kg dapat mereduksi volume limbah hingga 2,364 kg/m2. Analisis ekonomi menunjukkan penggunaan limbah plastik dapat menurunkan biaya produksi hingga 5 – 7% dibandingkan bata beton tanpa penambahan plastik.
RELEVANSI TINGKAT KEPEDULIAN LINGKUNGAN DENGAN TINGKAH LAKU MASYARAKAT TERHADAP KAWASAN SITU BAGENDIT Aulia Fatharani; Hertien Koosbandiah Surtikanti; Wahyu Surakusumah
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v9i2.21193

Abstract

Situ Bagendit merupakan danau alami yang saat ini mengalami penurunan kualitas lingkungan akibat pencemaran serta perilaku masyarakat yang tidak ramah terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kepedulian lingkungan masyarakat dan menilai relevansi antara kepedulian lingkungan dengan tindakan nyata dalam upaya menjaga keberlanjutan danau Situ Bagendit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 100 responden dari lima kelompok masyarakat di sekitar Situ Bagendit, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, serta penerapan prinsip-prinsip etika lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki tingkat kepedulian lingkungan yang tinggi berdasarkan penerapan prinsip etika lingkungan, dengan prinsip kasih sayang dan peduli terhadap alam mencapai 83,6% sedangkan prinsip lainnya menunjukkan nilai di atas 75%. Meskipun demikian, kondisi aktual Situ Bagendit masih menunjukkan permasalahan lingkungan yang serius dengan ditemukannya sampah dan pertumbuhan gulma air secara masif. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara tingkat kepedulian yang tinggi dengan perilaku nyata masyarakat dalam menjaga lingkungan. Oleh karena itu, relevansi antara kepedulian dan perilaku masyarakat belum sepenuhnya terwujud dalam praktik kehidupan sehari-hari, sehingga diperlukan strategi pendidikan lingkungan dan penguatan regulasi untuk memastikan nilai-nilai etika lingkungan tercermin dalam perilaku nyata masyarakat.
ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN PADA PENGOLAHAN AIR BERSIH DI IPA UNIT 1 CENDANA SAMARINDA MENGGUNAKAN METODE LIFE CYCLE ASSESSMENT Erdita Cahya Kinanti; Edhi Sarwono; Muhammad Busyairi
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v9i2.23340

Abstract

IPA Unit 1 Cendana merupakan unit pengolahan air yang memiliki kapasitas sebesar 300 liter/detik. Produksi air bersih pada IPA Unit 1 Cendana memerlukan kinerja unit pengolahan secara maksimal dengan menggunakan bahan kimia dan energi listrik dalam jumlah yang besar, sehingga berpotensi sebagai kontributor dampak negatif terhadap lingkungan akibat emisi yang dihasilkan. Analisis dampak negatif suatu kegiatan ke lingkungan dapat dihitung menggunakan beberapa pendekatan, salah satunya yaitu pendekatan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori dampak yang timbul dan hotspot pada proses pengolahan air bersih di IPA Unit 1 Cendana serta memberikan usulan rekomendasi berdasarkan hasil analisis LCA yang telah dilakukan. Analisis LCA menggunakan bantuan software OpenLCA 2.3.1 dengan metode pendekatan dampak yang digunakan adalah CML v4.8 2016. Hasil penelitian menunjukkan kategori dampak yang timbul adalah climate change sebesar 1,11978  10-9 Pt dengan hotspot yaitu unit reservoir sebesar 5,72134  108 kgCO2eq , eutrophication sebesar 7,30363  104 Pt dengan hotspot yaitu unit sedimentasi sebesar 13.070,6 kgPO₄eq, dan photochemical oxidant formation sebesar 55,47133 Pt dengan hotspot yaitu unit desinfeksi sebesar 4,86292 kg ethylene-eq. Langkah mitigasi yang untuk meminimalisir dampak negatif climate change yaitu dengan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi listrik ramah lingkungan. Langkah mitigasi dampak eutrophication adalah dengan menambahkan feri-sulfat, pemanfaatan teknologi sistem bioelektrokimia (BES), dan bioreaktor membran osmotik (OMBR). Langkah mitigasi kategori dampak photochemical oxidant formation adalah penggunaan desinfektan alternatif seperti kloramin, peningkatan koagulasi, penggunaan alat prediksi berbasis komputer, dan pre-treatment elektrodialisis yang dilanjut dengan iradiasi vakum UV (VUV).
PENENTUAN STATUS MUTU AIR SUNGAI MAHAKAM MENGGUNAKAN TEKNOLOGI ONLINE MONITORING (ONLIMO) PADA STASIUN KLHK 167 KOTA SAMARINDA Rahmahtriananda Faradilla; Febrina Zulya; Khairunnisa Khairunnisa; Ibrahim Ibrahim; Waryati Waryati
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v9i2.23093

Abstract

Sungai Mahakam mengalami penurunan kapasitas baik dari segi kualitas maupun kuantitas air, sehingga fungsi dan perannya sebagai sumber air bagi masyarakat di sepanjang aliran sungai menjadi kurang optimal. Untuk menjaga kualitas air sesuai peruntukannya, diperlukan sistem pemantauan yang berkelanjutan dan terintegrasi secara daring.  Penelitian ini bertujuan untuk memantau kualitas air Sungai Mahakam secara berkala serta menentukan status mutunya berdasarkan data dari Stasiun KLHK 167 menggunakan sistem Online Monitoring (ONLIMO). Metode yang digunakan adalah analisis Indeks Pencemaran (IP) dengan parameter Amonia, BOD, COD, DO, TSS, dan TDS. Data dikumpulkan dan dianalisis secara daring melalui sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) yang bekerja secara otomatis dan real-time. Hasil pemantauan selama bulan Oktober 2025 menunjukkan bahwa kualitas air Sungai Mahakam berada pada kategori cemar sedang selama 14 hari (50%) dan cemar berat selama 2 hari (7,14%) dari total 28 hari pengamatan, sedangkan sisanya tergolong cemar ringan hingga memenuhi baku mutu. Nilai amonia yang tinggi mencapai 11,39% menjadi faktor dominan penyebab pencemaran. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan sistem ONLIMO sebagai alat pemantauan berkelanjutan untuk mendeteksi perubahan kualitas air secara cepat dan mendukung upaya pengendalian pencemaran di wilayah Sungai Mahakam.
EVALUASI PENGELOLAAN PENGUMPULAN DAN PENGANGKUTAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN DI PT KARUNIA LUMASINDO PRATAMA SAMARINDA Yolanda Prahitna Trisna Della; Amir Masruhim; Saibun Sitorus; Ndan Imang; Henny Pagoray; Jawatir Pardosi
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v10i1.28228

Abstract

Peningkatan sektor industri dan fasilitas kesehatan di Kalimantan Timur mendorong meningkatnya produksi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sistem pengangkutan dan pengumpulan limbah B3 di PT Karunia Lumasindo Pratama (PT KLP) melalui identifikasi proses operasional, kuantitas dan klasifikasi limbah, serta analisis tingkat ketaatan terhadap regulasi pemerintah dan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan menggunakan checklist regulasi, data operasional dan wawancara mendalam terstruktur terhadap staf PT KLP. Hasil penelitian menunjukkan ada 38 jenis limbah B3 dengan total volume 11.966,854 ton/tahun pada periode 2025, didominasi oli bekas sebesar 8.718,688 ton/tahun. Volume ini meningkat 53,87% dibanding tahun 2023. Tingkat kepatuhan terhadap regulasi mencapai 86,6% dari 15 parameter uji, dengan ketidaksesuaian pada penggunaan manifest elektronik Festronik di wilayah blank spot internet serta aktivitas operasional malam hari yang tidak sesuai SOP. Pemantauan lingkungan mencakup air tanah, udara ambien dengan nilai TSP 61,69 µg/Nm³ dari baku mutu 230 µg/Nm³, serta kebisingan 66,5 dB(A) dari baku mutu 70 dB(A), seluruhnya memenuhi ketentuan. PT KLP telah memiliki legalitas operasional dan dokumen UKL-UPL yang sah, tetapi masih memerlukan penguatan pada aspek pengawasan operasional, administrasi digital  dan transparansi pengelolaan guna mencegah risiko kegagalan lingkungan di masa mendatang.
PEMODELAN SPASIAL-TEMPORAL CBOD DAN DO SUNGAI LAWA MENGGUNAKAN WATER QUALITY ANALYSIS SIMULATION PROGRAM (WASP) Edhi Sarwono; Marlon I Aipassa; Ndan Imang; Yohanes Budi Sulistioadi; Komsanah Sukarti; Henny Pagoray; Sri Wahyuningsih
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v10i1.27439

Abstract

Sungai Lawa merupakan badan air penerima dari aktivitas pertambangan batubara dan perkebunan kelapa sawit di sekitar sungai. Penelitian ini bertujuan memodelkan penyebaran Carbonaceous Biochemical Oxygen Demand (CBOD) dan dissolved oxygen (DO) di Sungai Lawa menggunakan Water Quality Analysis Simulation Program (WASP8 US EPA), menganalisis perubahan konsentrasi berdasarkan jarak hulu ke hilir, serta mengevaluasi perubahan temporal enam waktu simulasi. Ruas Sungai Lawa sepanjang 69,38 km dimodelkan menjadi 18 segmen utama dengan masukan lateral dari anak sungai dan saluran buangan. Simulasi dilakukan pada 22-23 Desember 2025 dengan keluaran pada enam waktu. Data BOD hasil pengukuran lapangan digunakan sebagai dasar input dan pembanding parameter organik, sedangkan keluaran model dianalisis sebagai CBOD sesuai variabel keadaan dalam WASP. Validasi model menggunakan MAE, RMSE, MAPE dan R2. Hasil simulasi menunjukkan CBOD berubah secara longitudinal sebagai respons masukan beban organik dan proses degradasi, sedangkan DO menunjukkan variasi yang dipengaruhi beban organik, reaerasi, dan kondisi hidraulik. Validasi terbaik CBOD terjadi pada 22 Desember 2025 pukul 00.00 WITA dengan MAE 0,26 mg/L, RMSE 0,30 mg/L, dan MAPE 9,86%; sedangkan validasi terbaik DO pada waktu yang sama, MAE 0,32 mg/L, RMSE 0,37 mg/L, dan MAPE 13,86%. Model WASP dapat digunakan untuk menggambarkan kecenderungan spasial-temporal CBOD dan DO Sungai Lawa sebagai dasar evaluasi kualitas air.
PENERAPAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PADA KAJIAN WADUK: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Ibnu Adzan Subakti; Hastuti Hastuti
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v10i1.27252

Abstract

Waduk merupakan infrastruktur sumber daya air yang berperan penting dalam penyediaan air, pengendalian banjir, irigasi, dan pembangkit listrik. Kompleksitas pengelolaan waduk mendorong berkembangnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan akurasi prediksi dan mendukung pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan penerapan AI pada studi waduk melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Artikel diperoleh dari database Scopus menggunakan aplikasi Publish or Perish dan diseleksi menggunakan alur PRISMA. Sebanyak 451 artikel diidentifikasi, dan 73 artikel di antaranya memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa jumlah publikasi mengalami peningkatan signifikan setelah tahun 2020 dan didominasi oleh negara China dan Iran. Metode AI yang paling banyak digunakan adalah Artificial Neural Network (ANN), Long Short-Term Memory (LSTM), Support Vector Machine (SVM), dan Random Forest (RF). Hasil sintesis menunjukkan bahwa AI telah dimanfaatkan pada berbagai bidang studi waduk, terutama prediksi aliran masuk, pengoperasian waduk, dan monitoring kualitas air. Namun, sebagian besar penelitian masih berfokus pada peningkatan akurasi prediksi berbasis data historis, sementara pengembangan sistem pengambilan keputusan, integrasi aspek keberlanjutan, dan kajian pada wilayah negara berkembang seperti Indonesia masih relatif terbatas. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan AI pada studi waduk didominasi oleh pendekatan prediktif dan belum banyak diarahkan pada pengelolaan waduk yang adaptif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan model AI yang lebih terintegrasi untuk mendukung pengelolaan waduk yang efektif, adaptif, dan berkelanjutan.
RAINWATER HARVESTING PLANNING AS AN ALTERNATIVE FOR CLEAN WATER SUPPLY IN PUBLIC FACILITIES IN SEPAKU DISTRICT: A STUDY OF SUPPLY POTENTIAL USING PROBABILITY METHODS Ika Meicahayanti; Elvina Amalia Putri; Mardewi Jamal; Dharwati Pratama Sari; Budi Haryanto; Tamrin Tamrin; Agus Maryono; Arno Adi Kuntoro
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v10i1.27622

Abstract

The clean water supply in Sepaku District covers only 15.27% of the total water demand. Efforts to utilise rainwater as an alternative source are necessary due to this region has high rainfall. The study aims to analyse the potential of rainwater discharge and design a Rainwater Harvesting (RWH) system to support clean water provision. The analysis was conducted on rainfall data using probability methods, calculations of potential rainwater discharge, and sizing of the RWH system components. The rainwater potential was calculated based on reliable rainfall, roof area, runoff coefficient, and first-flush volume. The RWH system design included determining suitable storage tank capacity, gutter specifications, and first-flush pipe dimensions. The results of this study indicate that the potential for rainwater harvesting and the design of the Rainwater Harvesting (RWH) system vary across buildings, depending on roof catchment area and rainwater availability. The rainwater potential discharge varies accross locations, ranging from 109.3 to 434 m3/year, influenced by differences in roof area as catchment area. The RWH system planned consists of storage tank capacities of 2.2, 3.2, and 7.5 m³, horizontal pipes of 100–150 mm, vertical pipes of 75–125 mm, and first-flush pipes of 6 inches or 10 inches with a height of 1.45–3.38 m. This design is adjusted to the rainwater potential that can be applied in each building and is expected to become an alternative clean water supply.