cover
Contact Name
Muhammad Rifqi Ismiraj
Contact Email
m.rifqi.ismiraj@unpad.ac.id
Phone
+628118498222
Journal Mail Official
m.rifqi.ismiraj@unpad.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran, Desa Cintaratu, Kec. Parigi, Kab. Pangandaran
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sumber Daya Hewan
ISSN : -     EISSN : 27745805     DOI : https://doi.org/10.24198/jsdh
Jurnal Sumber Daya Hewan (JSDH; eISSN: 2774-5805) publishes research outcomes, experiments, literature reviews, and other advanced research in the fields of animal husbandry, agriculture, and bioscience, which includes: agriculture and animal husbandry, animal production, animal nutrition, feed technology, feed plant science, animal reproduction, cell biology, animal welfare, animal production socioeconomic, livestock product technology, post-harvest, agricultural industry technology, and agro-industry which have been evaluated by the editorial board and reviewers, to contribute enriching animal sciences.
Articles 51 Documents
Performa Produksi Sapi Perah Friesian Holstein Laktasi 1 dengan Produksi Susu lebih dari 7000 Kg (Studi Kasus di PT. Ultra Peternakan Bandung Selatan) Prafangasti Sarah Ginantika; Didin Supriat Tasripin; Heni Indrijani; Johar Arifin; Bambang Kholiq Mutaqin
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v2i1.33097

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui performa produksi sapi perah Friesian Holstein di PT. UPBS. Objek penelitian adalah catatan lengkap produksi susu dengan katagori produksi susu lebih dari 7000 kg/laktasi, lama laktasi, puncak laktasi, dan lama kering kandang dari laktasi 1 sampai 4 selama tahun 2017-2020. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan performa produksi susu laktasi 1 adalah 10.037,84 ± 1.309,79 kg; lama laktasi 347,28 ± 56,76 hari; puncak produksi hari ke 82,03 ± 28,05; dan lama kering kandang 49,60 ± 13,78 hari.
Hubungan antara Litter Size dan Berat Induk Terhadap Masa laktasi Kambing Peranakan Etawah (PE) Ridwan Dwi Saputra; Ajat Sudrajat; Anastasia Mamilisti Susiati; Raden Febrianto Christi
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v4i1.48366

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui besarnya pengaruh litter size dan berat induk terhadap masa laktasi kambing Perah Peranakan Etawah (PE) di Kaligesing Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan purposive sampling dan data dianalisis dengan analisis korelasi sederhana. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 ekor kambing peranakan etawah betina yang sudah laktasi minimal dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata litter size 2,04 ekor, rata-rata masa laktasi 3,24 bulan memiliki hubungan sebesar 0,106. Sedangkan untuk berat induk rata – rata 44,77 kg dan memiliki hubungan 0,129. Disimpulkan bahwa litter size dan berat induk kambing PE Kaligesing memiliki hubungan yang rendah terhadap masa laktasi.  
Analisis Potensi Agribisnis Penangkapan Cacing Sutra Di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang Riwandi, Raihan Ichsan; Mutaqin, Bambang Kholiq
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v2i2.37740

Abstract

Penelitian ini berisi mengenai pengidentifikasian mengenai jaringan sosial pada rantai pemasaran cacing sutera. Penelitian ini dilakukan dalam kurun waktu 7 hari dimana penelitian ini dimulai tanggal 24 September hingga 1 Oktober 2021 di lokasi Kelurahan Karawaci Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang sebagai salah satu pusat agribisnis Cacing Sutera. Metode yang dilakukan adalah dengan cara melibatkan beberapa nelayan cacing sutra dan pedagang secara sengaja dimana nelayan tersebut memiliki pengalaman yang cukup. Metode untuk menganalisa data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa R/C dari hasil usaha penangkapan cacing sutra ialah 2,89 atau setara dengan mengeluarkan modal Rp 1,- akan menghasilkan uang sebesar Rp 2,89,-.  Unsur saling kenal antara pencari cacing sutera dan pengecer akan membentuk hubungan yang harmonis dalam berbisnis. Dengan demikian maka akan menimbulkan sifat saling percaya dan dapat membentuk lingkungan usaha yang tentram.
Pengujian Media Tumbuh Mikroba DFM dari Hasil Bioproses Batang Pisang terhadap Jumlah Mikroba pada Dua Jenis Bahan Pakan Ternak Ruminansia Bambang Kholiq Mutaqin; Ujang Hidayat Tanuwiria
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v1i1.30942

Abstract

Pengujian media tumbuh mikroba ini dimaksudkan untuk mendapatkan media yang cocok untuk menunjang pertumbuhan mikroba sehingga mikroba tersebut dapat tumbuh optimal. Media tumbuh yang optimal untuk mikroba direct fed microbial (DFM) dari hasil bioproses batang pisang yang sesuai kebutuhan ternak berfungsi untuk meningkatkan ekosistem rumen. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2x4. Faktor pertama adalah 2 jenis pakan yaitu pakan A (rumput gajah) dan pakan B (rumput gajah dan konsentrat).  Faktor kedua adalah DFM dengan 4 level yaitu 0, 0,2, 0,4 dan 0,6%  dihitung berdasarkan bahan kering. Setiap perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdapat  8 kombinasi  faktor  sehingga terdapat 24 unit percobaan dengan uji lanjutan menggunakan uji Duncan. Hasil penelitian pada parameter jumlah mikroba menunjukkan bahwa level DFM yang ditambahkan dalam pakan B memiliki rata-rata populasi bakteri (15,59 x108) lebih besar dibanding dengan Pakan A (9,80 x108). Jumlah populasi tersebut menunjukkan populasi bakteri sesuai dengan ekosistem rumen yang berkisar 1 x 109 - 1012 CFU. Penambahan level DFM pada pakan tidak akan terlalu mengubah kondisi ekosistem rumen yang memiliki sistem keseimbangan yang mengatur jumlah populasi bakteri sehingga jumlah populasi bakteri akan relatif seimbang.
Tampilan Sifat Kimia Susu Kambing Sapera Di Peternakan Alam Farm Kabupaten Bandung Raden Febrianto Christi; Lia Budimulyati Salman; Muhammad Rifqi Ismiraj; Anggi Fuji Prasetya
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v3i2.44934

Abstract

Kualitas fisik, kimia dan mikrobiologis adalah faktor yang dapat mempengaruhi nilai komponen susu. Karakteristik susu kambing seperti laktosa, solid non fat, temperature, titik beku serta penambahan air saling berhubungan dan berpengaruh terhadap persentase nilai kualitasnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui kadar laktosa, bahan kering tanpa lemak, temperature, titik beku, dan penambahan air pada susu kambing sapera di Peternakan Kambing Perah Alam Farm  Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif menghitung  rata-rata, standar deviasi, dan koefisien variasi  dengan sampel susu dari 28 ekor kambing perah sapera dengan berbagai periode laktasi. Susu diambil 100ml dari setiap ekor pada waktu pemerahan berbeda yaitu pagi dan sore kemudian dimasukkan pada coolbox untuk dilakukan pengujian komponen susu seperti laktosa, solid non fat, temperature, titik beku dan adanya penambahan air dengan menggunakan lactoscan di Laboratorium Produksi Ternak Perah Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan laktosa pemerahan pagi dan sore (4,07% dan 4,06%) dengan KV (0,005% dan 0,007%), solid non fat (8,48% dan 8,42%), KV (0,008% dan 0,009%), temperature (23,210C dan 23,090C), KV (0,15% dan 0,32%), titik beku (-0,5940C dan -0,5890C), KV (0,008% dan 0,012%), bahan kering (12,69% dan 12,63%), KV (0,008% dan 0,011%), serta penambahan air (0,082% dan 0,074%), KV (0,048% dan 0,041%). Kualitas susu kambing sapera yang meliputi laktosa, solid non fat, temperature, titik beku, bahan kering dan penambahan air di Peternakan Kambing Alam Farm Manglayang Kabupaten Bandung masih dalam kategori normal.
Keberlangsungan Sumber Daya Genetik Domba Lokal Berdasarkan Tekanan Inbreeding di Kawasan Geopark Ciletuh - Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi Dian Novianti; Johar Arifin; Primiani Edianingsih
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v2i1.32028

Abstract

Domba Lokal merupakan salah satu sumber daya genetik ternak di Kawasan Geopark Ciletuh-Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Domba lokal dipelihara oleh peternak secara tradisional, menjadi bagian dari keanekaragaman biodiversity di Geopark Ciletuh. Orientasi pemeliharaan domba lokal ialah untuk pembibitan. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dimulai sejak tanggal 18 Desember hingga 29 Desember 2019. Penelitian ini bertujuan mengetahui struktur populasi dan tekanan inbreeding domba lokal di Kawasan Geopark Ciletuh-Pelabuhanratu sebagai landasan untuk kepentingan konservasi. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif, pengumpulan data dilakukan secara survei dengan data populasi ternak dan peternak diambil dari UPTD Keswan Jampang Kulon, Surade, dan Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi serta verifikasi data sampling disetiap kecamatan basis yaitu Kecamatan Ciemas, Kecamatan Surade, Kecamatan Ciracap dan Kecamatan Waluran. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil analisis yang diperoleh bahwa belum menunjukan penurunan populasi domba lokal. Nilai inbreeding yang didapatkan sebesar 0,021%. Hasil ini menyatakan bahwa belum terjadi tekanan inbreeding pada populasi domba lokal di Kawasan Geopark Ciletuh-Pelabuhanratu.
Penentuan Alternatif Strategi Pemasaran Peternakan Ayam Broiler PT Unggas Taat Bersinar Kalipucang Pangandaran Yogastian Perdana; Megaria Agustin; Iqbal Zaky Permana; Wiliantika Wiliantika; Anita Fitriani; Bambang Kholiq Mutaqin
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v4i1.47868

Abstract

Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, menganalisis faktor-faktorkekuatan, kelemahan, peluangan dan ancaman dalam peternakan ayam broiler serta merumuskan alternatif strategi pengembangan peternakan ayam broiler di Desa Emplak Kecamatan KalipucangKabupaten Pangandaran. Pengamatan dilakukan di peternakan ayam broiler di Desa Emplak dengancara pengamatan dan wawancara langsung. Analisis data yang digunakan yaitu analisis matrik SWOT dan dilanjutkan dengan analisis QSPM. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwasaluran distribusi pemasaran ayam broiler di Desa Emplak hanya terdapat satu pola pemasaranyaitu PT UTB → Broker → Pasar Becek → Konsumen. Hasil analisis matrik SWOT yang diperoleh yaitu strategi (WO) yaitu membuka rekrutmen pegawai untuk mempermudah manajemenpemeliharaan dan meningkatkan kualitas SDM dengan mengadakan pelatihan pada pegawai,selain itu terdapat pula strategi (WT) yaitu diperlukan upaya untuk memaksimalkan produksi ayambroiler yang sudah ada dan meminimalisir mortalitas pada saat musim-musim tertentu. Pada hasil analisis QSPM diperoleh alternative strategi 3 yaitu peningkatan faktor kunci internal meliputi mempertahankan kemitraan dan memaksimalkan faktor produksi, sedangkan faktor kunci eksternal meliputi pembukaan lapangan kerja untuk memaksimalkan produksi dalam memenuhi kebutuhan pasar yang semakin meningkat.
Identifikasi Sebaran Rumpun dan Pola Warna Bulu Domba Lokal Jantan pada Beberapa Pasar Hewan di Kabupaten Purwakarta Basri, Rachmat Farhan; Indrijani, Heni; Nurmeidiansyah, An An
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v2i2.35745

Abstract

Kondisi sebaran rumpun dan pola warna bulu pada suatu wilayah di beberapa pasar hewan relatif seragam.  Hal tersebut cenderung dipengaruhi oleh faktor wilayah dan preferensi peternak di wilayah tersebut.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran rumpun dan pola warna bulu domba lokal jantan di Kabupaten Purwakarta.  Objek penelitian ini adalah seluruh domba lokal jantan yang ada di pasar hewan Kabupaten Purwakarta.  Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik, dengan melakukan sensus di Pasar Hewan Wanayasa, Bojong, dan Plered.  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, sebaran rumpun domba lokal jantan yang tersebar di tiga pasar hewan yaitu  Domba Garut sejumlah  24,1%, Domba Priangan sejumlah  75,2%, dan Domba Ekor Tipis sejumlah  0,7%.  Pola warna bulu domba lokal jantan yang tersebar adalah dominan putih sejumlah 85,3%, dominan hitam sejumlah 6,5%, dominan coklat sejumlah 2,3%, dan warna kombinasi sejumlah 5,9%.  Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, domba yang dominan di beberapa pasar hewan yang ada Kabupaten Purwakarta adalah Domba Priangan dengan pola warna bulu putih.Kata Kunci : Rumpun, Pola Warna Bulu, Domba Lokal Jantan, Pasar Hewan
Tinjauan Mengenai Fisiologi Bursa Fabricius pada Ayam Muhammad Rifqi Ismiraj
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v1i1.31372

Abstract

Bursa Fabricius merupakan salah satu organ yang penting dalam imunitas ayam. Telah dilaporkan sebelumnya bahwa pembentukan antibody pada ayam berlangsung secara intensif oleh sel B limfosit pada bursa Fabricius. Artikel tinjauan ini mengulas mengenai peran bursa Fabricius dalam tubuh ayam, perkembangannya selama masa embriogenesis, dan perkembangannya setelah masa penetasan. Selain itu, dibahas pula mengenai karakteristik immunoglobulin pada ayam beserta dengan peranannya dalam membangun imunitas tubuh ayam. Artikel tinjauan ini juga mengulas perbandingan antara mekanisme pembentukan antibodi pada ayam dengan hewan pengerat, primata, dan mamalia. Artikel tinjauan ini bertujuan untuk merekam dan menyarikan berbagai laporan hasil penelitian dalam cakupan fisiologi organ bursa Fabricius pada ayam.
Evaluasi dan Efisiensi Milking Parlour pada Sapi Produksi Tinggi berdasarkan Cow Milked/Stall/Hour di PT. Ultra Peternakan Bandung Selatan Iqbal Zaky Permana; Didin Supriat Tasripin; Bambang Kholiq Mutaqin
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v3i2.41365

Abstract

Efisiensi pemerahan adalah satu paket rutinitas pekerjaan yang optimal sehingga dapat meningkatkan efisiensi produksi peternakan sapi perah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efisiensi dari milking parlour di PT. Ultra Peternakan Bandung Selatan (PT. UPBS). Objek penelitian ini adalah sapi perah berproduksi tinggi (>30 kg/hari). Metode penelitian dilakukan dengan mengukur durasi ternak memasuki stall hingga ternak keluar stall. Waktu diukur untuk setiap satu baris stall ketika pemerahan pada grup 10 dan grup 11. Rataan populasi, milk yield, lama durasi pemerahan untuk grup 10 dan 11 diambil dari MIS Data. Hasil menunjukkan bahwa rataan waktu handling tercepat didapat grup pemerah C dengan waktu 2 menit 16 detik. Sedangkan, waktu terlama didapat grup pemerah B dengan waktu 3 Menit 45 Detik. Nilai cow milked/stall/hour terendah didapat grup pemerah A dengan nilai 4,393. Sedangkan, nilai tertinggi didapat grup pemerah C dengan nilai 5,721. Perbedaan ini dipengaruhi durasi handling, pemerahan dan kerja sama tim. Durasi Handling mempengaruhi nilai cow milked/stall/hour, yang mana handling ternak dipengaruhi cow flow yang dibantu dengan backing door. Lama pemerahan dipengaruhi oleh stimulus hormon oksitosin untuk mempercepat milk-let-down dan meningkatkan milk flow rate. Kerja sama tim diperlukan agar prosedur pemerahan berjalan dengan baik, pembagian zona pada operator dapat membantu menjaga keefektifan kerja operator.